Anda di halaman 1dari 65

new,, blog,,

my
created,,:)
Senin, 05 Mei 2014

Skenario Pembelajaran
Kimia Hukum-Hukum
Dasar Kimia
Mata Pelajaran
Kelas

: Kimia
:X

Kompetensi Dasar :

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran
kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari

3.11 Menerapkan konsep massa molekul relatif, persamaan


reaksi, hukum-hukum dasar kimia dan konsep mol untuk
menyelesaikan perhitungan kimia.

4.11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa molekul


relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan
konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

Materi

Produk

: Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri

: 1. Hukum kekekalan massa


2. Hukum perbandingan tetap
3. Hukum perbandingan berganda

4. Hukum perbandingan volume gas


5. Hipotesis Avogadro
6. Konsep massa atom relatif
7. Konsep massa molekul relatif
8. Konsep mol

9. Hubungan mol dengan jumlah partikel


10. Massa molar
11. Volume molar
12. Rumus empiris
13. Rumus Molekul
14. pereaksi pembatas

Proses

: 1. Melakukan penyelidikan mengenai hukum kekekalan massa.


2. Menganalisis data hasil percobaan hukum kekekalan massa.

CuS

3. Menganalisis data hasil eksperimen dari senyawa H2O dan


4. Menganalisis data hasil percobaan hukum dalton
5. Menganalisis data hasil percobaan hukum Gay Lussac

6. Menganalisis hubungan antara volume gas dengan jumlah molekulnya yang diukur
pada suhu dan tekanan yang sama (Hipotesis Avogadro)
7. Melakukan percobaan untuk menentukan massa butir relatif
8. Menganalisis data percobaan biji-bijian.
9. Membandingkan Mr pada rumus empiri dan Mr pada rumus molekul
10. Menganalogikan satuan jumlah tertentu di kehidupan sehari-hari dengan satuan
partikel atom
11. Membuktikan bilangan avogadro

12. Menganalisis jumlah mol suatu unsur dari jumlah partikelnya.


13. Menganalisis perbandingan massa pada mol yang sama
14. Menganalisis perbandingan volume pada mol yang sama
15. Menentukan reaksi
pembatas

Indikator : 1.1.1 Menyatakan bahwa keteraturan suatu unsur merupakan kekuasaan


Tuhan sebagai maha Pencipta.
2.1.1 Kritis dalam menanggapi suatu permasalahan.
2.1.2 Teliti dalam mengolah dan menganalisis data (melakukan pembuktian hukum dasar
kimia secara runtut dan konsisten terhadap langkah-langkah serta kebenaran hasil).
3.11.1 Menganalisis data percobaan untuk membuktikan berlakunya hukum kekekalan
massa (Hukum Lavoisier)
3.11.2 Menganalisis data untuk membuktikan berlakunya hukum perbandingan tetap
(Hukum Proust).
3.11.3 Membuktikan berlakunya hukum kelipatan berganda (Hukum Dalton) melalui
perhitungan
3.11.4 Menganalisis data percobaan untuk membuktikan berlakunya hukum
perbandingan volum (Hukum Boyle-Gay Lussac).
3.11.5 Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hipotesis Avogadro
3.11.6 Menghitung volume gas pereaksi atau hasil reaksi berdasarkan hukum Gay Lussac
dan Avogadro.
3.11.7 Menentukan massa atom relatif unsur
3.11.8 Menentukan massa molekul relatif suatu senyawa
3.11.9 Menjelaskan satuan mol sebagai satuan jumlah zat.

3.11.10 Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel, massa, dan volume suatu
zat.
3.11.11 Menentukan reaksi pembatas.
4.11.1 Mengolah data percobaan atau informasi, sehingga mampu membuktikan
berlakunya hukum-hukum dasar kimia dalam setiap proses perubahan kimia.
4.11.2 Menganalisis data percobaan atau informasi, sehingga dapat menentukan
perbandingan atom penyusun molekul/senyawa dan menentukan volume gas yang terlibat
dalam suatu reaksi kimia.

SKENARIO PEMBELAJARAN

Kegiatan pendahuluan
Guru : Assalamualaikum wr wb.
Siswa : Waalaikum salm wr wb bu.
Guru : Baiklah nak, kita mulai pelajaran hari ini. Apa kalian pernah mengamati
sampah kertas ketika dibakar?
Siswa : Pernah bu
Guru

: Apakah terjadi perubahan atau tidak ?

Siswa : Terjadi perubahan bu, kertasnya jadi abu kehitaman.


Guru

: Iya benar. Baiklah sekarang kalian perhatikan kertas ini.

(Guru menunjukkan 2 helai kertas kemudian membakar salah 1 kertas tersebut,


sedangkan salah satu yang lainnya tidak dibakar)
Guru : Nah, sekarang kalian bisa lihat perubahannya kan? Menurut kalian apakah berat
abu kertas ini sama dengan berat kertas?
Siswa : Tidak sama bu. Berat abu lebih ringan daripada berat kertas.

Guru

: Jadi menurut kalian massa zat sebelum dan sesudah reaksi apakah
Sama ?

Siswa : Tidak sama bu.


Guru
: Iya, sekarang kita akan membahas mengenai hukum-hukum dasar
kimia yang pertama yaitu hukum kekekalan massa.
Siswa : Bagaimanakah hukum kekekalan massa tersebut bu, adakah kaitannya dengan
massa sebelum reaksi dan setelah reaksi seperti pada pembakaran kertas bu?
Guru

: Iya untuk menjawab pertanyaan kalian, kita akan melakukan percobaan.

Siswa : Baik bu.


Kegiatan Inti
Guru :Ibu akan membagikan masing-masing dua lks untuk setiap kelompok, dan juga
setiap Silahkan 4 siswa maju kedepan , 2 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki.

2 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki maju ke depan untuk ikut mendemonstrasikan
percobaan kekekalan massa.
Judul :Hukum Kekekalan Massa
Tujuan :Untuk membuktikan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama.
Alat dan Bahan
Alat

Jumlah

Bahan

Jumlah

Tabung Y

1 buah

Larutan HCl 2 M

10 ml

Sumbat gabus

1 buah

Batu pualam
(CaCO3)

6 gram

Spatula

1 buah

Pipet tetes

2 buah

Neraca

1 buah

Gelas ukur

1 buah

Prosedur Percobaan :
1. Masukkan 1 gram batu pualam ke dalam tabung Y (pada bagian sebelah kiri) dan
masukkan 2 ml larutan yang telah diukur menggunakan gelas ukur ke dalam tabung Y
(pada bagian kanan) usahakan larutan HCl tidak mengenai batu pualam.
2. Tutup tabung Y dengan sumbat gabus.
3. Timbanglah tabung Y beserta isinya, catat massanya.
4. Tumpahkan larutan HCl yang ada di sebelah kanan tabung Y dengan cara
memiringkan tabung Y, amati reaksi yang terjadi hingga semua pualam habis bereaksi.
Hati-hati untuk tetap menekan kuat sumbat gabus pada tabung Y.
5. Timbang kembali tabung Y beserta isinya, catat massanya.
6. Ulangi langkah 1-5 namun tabung Y dalam keadaan terbuka.
Hasil Pengamatan
Percobaan
Massa tabung Y tertutup
dan isinya
Massa tabung Y terbuka
dan isinya

Kesimpulan:

Sebelum reaksi (gram)

Sesudah reaksi (gram)

Guru :Tolong salah satu dari kalian membacakan prosedur percobaan yang akan kita
lakukan kali ini.
Siswa :Saya bu, ingin membacakannya.

Seorang siswa membacakan prosedur percobaan yang telah tertera di lks yang telah
dibagikan

Guru :Baiklah kalian bertiga, silahkan masing-masing ada yang menimbang batu
pualam sebanyak 1 gram sebanyak 2 kali, memasukkan 2 ml larutan HCl pada 2 buah
gelas ukur 10 mL, hati-hati memasukkan larutan HCl nya silahkan yang memakai sarung
tangan yang sudah ibu sediakan. Untuk kalian berdua silahkan memegang tabung Y
masing-masing 1 buah, untuk yang memegang tabung Y beserta sumbat gabus nati tekan
dengan kuat sumbat gabus nya jangan sampai sumbat gabus nya terlepas.

Setelah menimbang batu pualam, mengukur 2 ml HCl 2M lalu dua siswa yang lain
menimbang massa tabung Y tertutup beserta isinya dan massa tabung Y terbuka beserta
isinya.

Siswa1 :Massa tabung Y tertutup beserta isinya adalah 366,1 gram.


Siswa2 : Massa tabung Y terbuka beserta isinya adalah 358,3 gram.

Setelah menimbang mulai mereaksikan HCl dengan batu pualam hingga semua batu
pualam habis bereaksi.Amati reaksi yang terjadi, kemudian kembali dua orang siswa
menimbang massa tabung Y tertutup beserta isinya dan massa tabung Y terbuka beserta
isinya.

Siswa1 : Massa tabung Y tertutup beserta isinya adalah 366,1 gram.


Siswa2 : Massa tabung Y terbuka beserta isinya adalah 358 gram.
Guru :Baiklah masing-masing kelompok sudah menuliskan hasil yang sudah
didapatkan tadi di masing-masing lks kelompok kalian?
Siswa :Sudah bu.
Guru

:Baiklah kalian berempat boleh kembali ke tempat duduk kalian masing-masing.

Keempat Siswa kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.

Guru : Baiklah ibu ingin bertanya apakah yang dapat kalian lihat dari data hasil
pengamatan yang sudah kalian tuliskan tadi.
Siswa :Saya bu, pada massa tabung Y tertutup massa sebelum reaksi dan massa sesudah
reaksi adalah sama sebanyak 366,1 gram. Sedangkan pada massa tabung Y terbuka massa
sebelum reaksi adalah 358,3 gram sedangkan massa sesudah reaksi adalah 358 gram.
Siswa : Bu saya ingin bertanya, jadi suatu reaksi apabila dilakukan pada sistem yang
tertutup maka massanya tetap bu. Tapi bu, kenapa yang tabungnya dibuka kok bisa
beratnya berkurang? Kan sama-sama bereaksi?
Guru
: Ya pertanyaan yang kritis nak, massa zat tersebut tidak sama karena
pada tabung yang dibuka banyak gas yang keluar jadi ketika campuran antara HCl tadi
bereaksi, massa gas yang terbentuk sebagian keluar di udara, oleh karena itu massa
campuran menjadi berkurang. Percobaan ini merupakan percobaan yang bertujuan untuk
membuktikan suatu hukum yaitu hukum kekelan massa atau hukum lavoisier. Kira-kira
bagaimanakah bunyi hukum kekekalan massa tersebut?
Siswa : Massa sesudah dan Sebelum reaksi adalah sama bu.
Guru
apapun?

: Lalu apakah hukum kekekalan massa ini dapat dipakai dalam situasi

Siswa : Tidak bu, hanya di tempat terutup saja.


Guru
: Ya benar sekali, nah itulah kelemahan dari hukum Lavoisier, lalu
kemudian pada tahun 1779, joseph louis proust menemukan satu sifat penting dari
senyawa, yang disebut Hukum Perbandingan Tetap.
Guru : Sekarang coba kalian amati data hasil eksperimen dari reaksi : Cu + S CuS
berikut ini:
No

Massa CuS

Massa Cu

Massa S

Guru

1.

6 gram

4 gram

2 gram

2.

15 gram

10 gram

5 gram

24 gram

16 gram

8 gram

: Coba kalian perhatikan tabel ini. Berapakah massa S?

Siswa : (diam)
Guru : Di dalam senyawa CuS terdapat unsur Cu dan S bukan? Masa Cu sudah ada
dalam tabel, lalu kira-kira bagaimana untuk mencari massa S? Apa ada yang ingin
mencoba?
Siswa : Ya bu massa Cu kan 4 gram, sedangkan massa CuS adalah 6 gram, berarti massa
S adalah sisa dari massa CuS dikurang massa Cu. Jadi untuk baris pertama massa S
sebesar 2 gram.
Guru : Iya tepat sekali, kalau begitu isi semua kolom yang kosong, lalu pada kolom
perbandingan massa, kalian cari perbandingan massa antara massa Cu dan massa S.
Setelah itu salah satu dari kalian maju ke depan untuk menunjukkan hasilnya di papan
tulis.
Siswa : (beberapa menit kemudian menuliskan hasilnya di papan tulis)
No

Massa CuS

Massa Cu

Massa S

C
1.

6 gram

4 gram

2 gram

2.

15 gram

10 gram

5 gram

24 gram

16 gram

8 gram

Guru
berubah?

: Kalau begitu bagaimana perbandingan unsur tersebut, apakah tetap atau

Siswa : Tetap bu.


Guru

: Jadi kesimpulan apa yang dapat kalian ambil ?

Siswa : Perbandingan massa unsur Cu dan massa unsur S dalam senyawa CuS adalah
tetap.
Guru : Iya benar. Baiklah, sekarang kalian perhatikan lagi tabel berkutnya. (guru
sambil menggambar tabel baru di papan tulis)
No

Massa hidrogen Massa Oksigen Massa Air yang Massa


yang
Yang
terbentuk
Pereaksi yang
direaksikan
dreaksikan
tersisa

1 gr

8 gr

9 gr

2 gr

16 gr

18 gr

1 gr

9 gr

9 gr

2 gr

8 gr

9 gr

5 gr

24 gr

27 gr

10 gr

10 gr

1,25 gr

Guru

: Coba kalian lihat pada nomor 1 berapa massa hidrogen?

Siswa : 1 gram bu.


Guru

: Lalu berapa massa oksigennya?

Siswa : 8 gram bu
Guru

: Coba lihat massa air yang terbentuk, ada berapa ?

Siswa : Ada 9 gram bu.


Guru
: Nah massa hidrogen itu 1 gr dan massa oksigen 8 gr, kalau massa air
yang terbentuk 9 gr berarti dari massa hidrogen dan oksigen yang beraksi, apakah ada
yang tersisa ?
Siswa : Tidak ada bu.
Guru
tersisa?

: Lalu bagaimana dengan nomor 2, apakah massa pereaksinya ada yang

Siswa : Tidak ada bu.


Guru

: Coba perhatikan no 3 massa hidrogennya berapa?

Siswa : 1 gram bu.


Guru

: Lalu massa oksigennya berapa?

Siswa : 9 gram bu.


Guru
: Ternyata massa air yang terbentuk adalah 9 gram, menurut kalian
apakah semua massa hidrogen dan oksigen bereaksi semua?

Siswa : Tidak bu, kan seharusnya 1 gram hidrogen ditambah dengan 9 gramoksigen
terbentuk 10 gram air tetapi yang terbentuk hanya 9 gram, jadi ada 1 gr yang tersisa bu.
Guru

: Kalau begitu menurut kalian massa unsur mana yang tersisa?

Siswa : Oksigen bu.


Guru

: Bagaimana kalian tahu massa yang tersisa adalah oksigen?

Siswa : Oksigen kan mempunyai massa yang berlebih dari massa hidrogen, tidak
mungkin massa hidrogen yang tersisa karena air terbentuk dari oksigen dan
hidrogen, sedangkan massa hidrogen hanya 1 gram jika massa hidrogen yang tersisa
berarti hidrogen tidak bereaksi dengan oksigen?
Guru : Nah sekarang kita lihat pada no 4, apakah massa oksigennya yang tersisa, kan
oksigennya lebih banyak?
Siswa : (diam)
Guru : Kalau begitu kalian coba bandingkan antara massa hidrogen dan oksigen pada
no 1, berapa perbandingan massa hidrogen dan oksigen?
Siswa : 1 banding 8 bu.
Guru

: Bagaimana dengan no 2 ?

Siswa : 1 banding 8 juga bu.


Guru
: Jika pada no 1 dan 2 perbandingan massa hidrogen dan oksigen adalah
1:8. Pada no 3 massa hidrogennya 1 gram dan massa oksigennya 9 gram, lalu massa air
yang terbentuk adalah 9 gram. Sementara yang bereaksi adalah oksigen 8 gram dan
hidrogen 1 gram, bagaimana perbandingannya? Apakah masih 1:8 ?
Siswa : Iya bu, kalau begitu berarti perbandingan semua massa unsur dalam tabel itu
adalah 1:8 bukan bu ?
Guru
: Ya, coba kalian tentukan mana yang tersisa, dan berapa sisanya jika
perbandingan massa unsur dibuat 1 : 8. Lalu kalian tuliskan pada tabel di papan tulis.
Siswa : (beberapa saat setelah menghitung)"

No

Massa Hidrogen Massa Oksigen Massa air yang Massa Pereaksi


yang
yang
terbentuk
yang tersisa
direaksikan
direaksikan

1 gram

8 gram

9 gram

2 gram

16 gram

18 gram

1 gram

9 gram

9 gram

1 gramoksigen

2 gram

8 gram

9 gram

1 gram
Hidrogen

5 gram

24 gram

27 gram

2 gram hidrogen

10gram

10 gram

1,25 gram

9 gram hidrogen
dan 2 gram
oksigen

Guru

: Lalu kesimpulan apa yang dapat kalian ambil dari data tabel di atas ?

Siswa : Jadi massa unsur hidrogen dan air itu tetap bu, 1 : 8.Tapi kok bisa ya bu, padahal
kan massa yang disediakan itu beda-beda ?
Guru : Nah itulah yang dimaksud dengan Hukum Perbandingan Tetap. Dari tabel
tersebut terlihat bahwa perbandingan massa Hidrogen dan Massa Oksigen selalu tetap
yaitu 1 : 8. Walaupun massa unsur Hidrogen dan Oksigen yang disedakan dibuat berbedabeda seperti halnya pada massa Cu dan S tadi. Kalau begitu bagaimana bunyi Hukum
Perbandingan Tetap itu sendiri ?

Siswa : Perbandingan massa unsur yang menyusun suatu senyawa adalah


Tetap dan Tertentu.
Guru : Iya tepat sekali. Nah selanjutnya, kita akan membahas tentang Hukum dasar
yang ketiga yaitu Hukum Perbandingan Berganda.
Guru
: Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan
perbandingan massa yang berbeda-beda. Misalnya belerang dengan Oksigen dapat
membentuk senyawa SO2 dan SO3. Dari unsur Hidrogen dan oksigen dapat dibentuk
senyawa H2O dan H2O2.
Coba kalian perhatikan tabel berikut ini.
Senyawa

Massa Nitrogen

Massa Oksigen

Perbandingan

(gram)

(gram)

Senyawa 1

28

16

Senyawa 2

14

16

Senyawa 3

28

48

Senyawa 4

28

64

Guru
: Coba kalian lihat pada kolom perbandingan. Di situ maksudnya adalah
perbandingan antara massa hidrogen dan massa oksigen. Coba kalian isikan hasil
perbandingan pada kolom yang kosong tersebut, setelah itu, salah satu dari kalian maju ke
depan untuk mengisikan hasilnya di papan tulis.
(Beberapa saat kemudian salah satu siswa mengisikan hasilnya pada kolom yang kosong
yang tersedia di papan tulis)
Senyawa

Massa Nitrogen

Massa Oksigen

Perbandingan

(gram)

(gram)

Senyawa 1

28

16

7: 4

Senyawa 2

14

16

7:8

Senyawa 3

28

48

7 : 12

Senyawa 4

28

64

7 : 16

Siswa : Begini bu hasilnya.


Guru
: Ya, terima kasih dan kamu boleh duduk kembali. Coba perhatikan lagi di
papan tulis. Apa yang dapat kalian simpulkan dari hasil perbandingan tersebut ?
Siswa : Perbandingan massa untuk nitrogen semua sama bu, 7.
Guru
: Baik untuk nitrogen memang demikian, tapi coba kalian perhatikan lagi
untuk massa oksigen dari senyawa yang paling atas sampai yang yang paling bawah.
Bagaimana perbandingannya ?
Siswa : Perbandingannya 4 : 8 : !2 : 16 atau 1 : 2 : 3 : 4 bu.

Guru : Lalu coba lihat senyawaan yang dibentuk oleh Nitrogen dan oksigen. Ada
berapa senyawa yang dibentuk oleh dua unsur tersebut ?
Siswa : Ada 4 bu.
Guru

: Lalu coba kalian simpulkan isi tabel diatas menyangkut tentang


Perbandingan antara unsur nitrogen dan unsur oksigen.

Siswa : Dari tabel tersebut massa N dibuat tetap, sedangkan massa oksigen dalam
senyawa 1, 2, 3, 4 adalah 1 : 2 :3 : 4.
Guru

: Lapakah perbandingan unsur oksigen tersebut bulat dan sederhana?

Siswa : Iya bu, perbandingannya bulat dan sederhana.


Guru
: Bagaimana dengan Hukum Dalton ? atau yang dikenal dengan hukum
Kelipatan berganda ? bagaimana bunyi dari hukum tersebut ?
Siswa : Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika Massa salah
satu unsur tersebut tetap, maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawasenyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Guru

: Baiklah, sampai disini apa ada pertanyaan ?

Siswa : Tidak bu.


Guru
: Iya Sekarang coba fokus kembali. Apakah kalian masih ingat dengan
Postulat Dalton ? Kalau ada yang masih ingat,coba sebutkan postulat Dalton tersebut !
Siswa : 1. Matei terdiri dari partikel yang sudah tak terbagi lagi, yaitu atom.
2. Atom-atom dari unsur-unsur yang sama adalah identik, tetapi berbeda dari atom
unsur yang lain.
3. Reaksi kimia adalah penggabungan, pemisahan, atau penataan Ulang dari atom-atom
dalam jumlah sederhana.
Guru
: Ya benar sekali. Lalu dari teori atom Dalton ini, kita dapat
mengaitkannya dengan tiga hukum dasar yang sudah dijelaskan sebelumnya. Menurut
Dalton, atom tidak dapat diciptakan, tidak dapat dimusnahkan dan tidak dapat diubah
menjadi atom lain. Jadi jumlah atom sesudah reaksi haruslah sama dengan jumlah atom
sebelum reaksi. Postulat ini sama halnya dengan hukum kekekalan massa yang
menyatakan bahwa massa zat sebelum dan sesudah bereaksi adalah sama. Seperti halnya
gambar berikut ini.

Hidrogen

Guru

Oksigen

Air

: Bagaimana dengan jumlah atom hidrogen ?

Siswa : Masing-masing dua bu.


Guru

: Lalu bagaimana dengan jumlah atom Oksigen?

Siswa : Ada 1 pasang tapi isinya dua bu.


Guru
: Nah atom hidogen dan oksigen tadi membentuk 2 senyawa air dengan
komposisi masing-masing senyawa adalah 1 atom oksigen dan dua atom hidrogen. Jadi
kesimpulannya apakah jumlah atom hidrogen dan oksigen sebelum dan sesudah reaksi
tetap sama ?
Siswa : Sama bu, tapi apakah hanya dua senyawa air yang dapat dibentuk oleh atom
hidrogen dan atom oksigen ?
Guru
: Tidak, yang pasti tergantung berapa jumlah atom oksigen yang ada dan
berapa jumlah atom hidrogen. Sesuai dengan hukum kekekalan massa, jumlah atom mulamula sama dengan jumlah sesudah bersenyawa. Ini hanya pengibaratan saja.
Siswa : ooo...
Guru
: Sedangkan untuk hukum perbandingan tetap, bila dikaitkan dengan
Postulat dalton, menurutnya senyawa terdiri dari dua jenis atau lebih dengan
perbandingan tertentu. Contohnya air. Air tersbentuk dari ikatan kimia antara 1 atom
oksigen dengan 2 atom hidrogen. Oleh karena perbandingan antara massa oksigen dan
hidrogen senantiasa tetap, yaitu 1 : 2. Demikian juga dengan hukum kelpatan berganda.
Menurut Dalton, senyawa terbentuk dari penggabungan atom-atom dalam perbandingan
sederhana.Misalnya saja ada 2 unsur, Katakanlah unsur X dan Y. Kedua unsur ini
kemudian membentuk 2 jenis senyawa, yaitu XY dan X2Y3. Bila perbandingan jumlah
atom X untuk unsur pertama dan kedua dibuat sama, maka kita jg dapat Menuliskn
senyawa yang pertama sebagai X2Y2.dengan demikian Berapa perbandingan jumlah atom
Y untuk senyawa pertama dengan senyawa kedua ?
Siswa : Perbandingan unsur Y dalam senyawa I dan II adalah 2 : 3.
Guru

: Apakah perbandingan tersebut memenuhi hukum Dalton ?

Siswa : Iya bu, karena perbandingannya bulat dan sederhana.

Guru

: Baiklah, untuk hukum Dalton sudah selesai, apakah ada pertanyaan ?

Siswa : (diam)
Guru
: Kalau tidak ada pertanyaan, kita lanjutkan ke Hukum perbandingan
volume. Pada tahun 1732-1810 Henry Cavendish yang berasal dari Inggris menemukan
bahwa perbandingan volume hidrogen dan Oksigen membentuk air adalah 2: 1, karena
tertarik pada penemuan tersebut, Joseph Louis Gay Lussac dari Perancis pada tahun 1809
melakukan percobaan dengan mereaksikan gas hidrogen dan gas Klorin yang
menghasilkan gas hidrogen klorida pada suhu dan tekanan yang sama, dengan
perbandingan volum gas hidrogen dan Klorin membentuk gas hidrogen klorida = 1 : 1.
Kemudian mereaksikan gas hidrogen dan gas oksigen membentuk uap air dengan
perbandingan 2 : 1. setelah itu mereaksikan gas nitrogen dan gas hidrogen membentuk gas
amonia dengan perbandingan 1 : 3. Percobaan tersebut dapat digambarkan sebagai
berikut.

V gas Hidrogen : V gas klorin


:

(T,P)

1
(T,P)

: V gas hidrogen klorida

(T,P)

(T,P)

V gas hidrogen : V gas oksigen : V uap air


:

(T,P)

(T,P)

V gas nitrogen

: V gas hidrogen : V gas amonia

:
(T,P)

(T,P)

2
(T,P)

Guru : Nah V disini adalah volume, sedangkan T,P adalah suhu dan tekanan yang sama,
jadi maksudnya reaksi ini dilakukan pada suhu dan tekanan yang sama. Lalu dari
perbandingan volume tersebut apa yang dapat kalian simpulkan ?
Siswa : Perbandingannya bulat dan sederhana bu.
Guru

: Nah sekarang coba kalian sebutkan bunyi hukum Perbandingan volume!

Siawa : Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama volume gas yang bereaksi dan
volume gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana.

Guru : Apakah percobaan yang dilakukan Gay Lussac sesuai dengan bunyi Hukum
Perbandingan Volume ?
Siswa : Iya bu, karena perbandingannya bulat dan sederhana.
Guru

: Sampai disini apa ada yang belum jelas?

Siswa : Jelas bu.


Guru : Perlu diketahui bahwa ternyata para ahli gagal dalam menerangkan mengapa
perbandingan gas-gas dalam suatu reaksi merupakan bilangan sederhana. Kegagalan ini
karena para ahli menganggap bahwa partikel unsur selalu berupa atom. Nah Dari sinilah
Amadeo Avogadro dari Italia pada Tahun 1811 mengemukakan bahwa partikel Unsur
tidak selalu berupa atom yang berdiri sendiri, tetapi dapat Berupa molekul. Kemudian
Avogadro menjelaskan Hukum Perbandingan Volum dengan Hipotesisnya melalui reaksi
1 Hx(g) + 1Cly (g) 2HaClb (g)
Jika nilai a dan b = 1, maka nilai paling sederhana untuk x dan y = 2, Sehingga reaksi
tersebut menjadi
H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
Dari sini ditemukan bahwa partikel terkecil unsur hidrogen = H2; Klorin = Cl2 dan rumus
kimia hidrogen klorida = HCl.
Sekarang kalian perhatikan persamaan reaksi ini .
2H2(g) + 1Ox(g) 2HaOb(g)
Apabila diketahui nilai a = 2 dan b = 1, berapa nilai paling sederhana untuk nilai x?
Siswa : x = 2 bu.
Guru

: Berarti apa partikel terkecil untuk unsur oksigen?

Siswa : O2 bu.
Guru

: Jadi apa yang dapat kalian simpulkan dari hal tersebut?

Siswa : Perbandingan volume gas sama dengan perbandingan jumlah molekul.


Guru : Iya benar, jadi dari sini Avogadro dapat menjelaskan Hukum Perbandingan
Volume dengan mengajukan hipotesis: pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas
bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama pula. Nah sekarang coba
kerjakan soal ini:

Pada tekanan dan suhu yang sama, 1L gas N2 bereaksi dengan 3L gasH2membentuk 2L gas
X. Tentukan rumus molekul gas X tersebut.
Siswa : Persamaan reaksinya:
N2(g) + 3H2(g)

2NyHz(g)

y=
Jadi, rumus molekul gas X yaitu NH3.
Guru :Iya benar, selanjutnya kita akan membahas mengenai massa atom realatif. Untuk
membahas mengenai massa atom relatif (Ar) dan massa molekul relatif (Mr), ibu akan
memberikan masing-masing dari kalian sebuah lks.

Siswa :Baik bu.

Guru mulai membagikan lks kepada seluruh siswa di dalam kelas


Guru
:Sebelum mengerjakannya, ibu minta 4 orang siswa untuk maju ke depan
membantu ibu menimbang massa 100 butir dari keempat biji-bijian yang sudah ibu
persiapkan.

4 orang siswa maju ke depan untuk menimbang masing-masing 100 butir biji-bijian yang
sudah guru persiapkan menggunakan neraca dengan dipandu oleh guru.

Guru

:Bagaimana anak-anak sudah selesai menimbangnya?

Siswa 1:Sudah bu, massa 100 butir beras yang timbang adalah 3 gram bu.
Siswa 2:Massa 100 butir kacang hijau yang saya timbang adalah 12 gram bu.
Siswa 3:Massa 100 butir kacang merah yang saya timbang adalah 30 gram bu.
Siswa 4: Massa 100 butir biji jagung yang saya timbang adalah 18 gram bu.

Guru :Baiklah silahkan kalian tuliskan data tersebut di lks yang sudah ibu berikan, ibu
beri waktu 15 menit untuk mengerjakannya.

LEMBAR KERJA SISWA


Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr)

No

Biji Bijian

Massa 100 butir


Biji-bijian (g)

1.

Kacang Hijau

12

2.

Kacang Merah

30

3.

Biji Jagung

18

4.

Beras

Massa rata-rata 1 Satuan Massa Butir


butir (g)
(smb)

Siswa :Baik bu.

Berdasarkan data di atas data massa 100 butir biji-bijian dan pengamatan terhadap biji-

bijian, jawablah pertanyaan di bawah ini:

1. Apakah bentuk dari setiap butiran beras,kacang hijau, kacang merah dan biji jagung
tiap
butirannya memiliki ukuran dan massa yang sama?
2. Mengapa massa 1 butirnya adalah massa rata-rata?
3. Diskusikan dengan teman satu kelas, untuk menentukan butir bijian mana yang
dijadikan
sebagai pembanding atau sebgai satuan massa butir (smb)?
4. Menentukan massa butir relatif untuk setiap biji-bijian (beras,kacang hijau, karang
merah
dan biji jagung) kemudian isikan pada tabel diatas
a. Massa butir relatif (Br) biji jagung =
b. Massa butir relatif (Br) kacang hijau =
c. Massa butir relatif (Br) kacang merah =
d. Massa butir relatif (Br) beras =
5.Buatlah rumusan umum untuk menentukan massa butir relatif bji-bijian tersebut.

Massa butir relatif (Br) biji Z =


6. Bandingkan antara satuan dan besaran dari angka-angka pada kolom massa rata-rata 1
butir dengan massa butir relatifnya

Setelah 15 menit
Guru :Baiklah bagaimana anak-anak bisa kah kalian mengisi tabel massa ratarata 1 butir?
Siswa :Bisa bu, massa rata-rata satu butir didapatkan dari massa 100 butir bijibijian dibagi dengan 100.
Guru :Ya benar sekali, ada yang ingin menyebutkan massa rata-rata 1 butir dari
masing-masing biji-bijian?
Siswa :Saya bu, massa rata-rata 1 butir kacang hijau adalah 0,12 gram; kacang
merah 0,30 gram; biji jagung 0,18 gram dan 0,03 gram.
Guru :Baiklah sekarang lihat pertanyaan yang pertama Apakah bentuk dari
setiap butiran beras,kacang hijau, kacang merah dan biji jagung tiap
butirannya memiliki ukuran dan massa yang sama?

Siswa :Tidak bu, berbeda-beda setiap bentuknya butir biji-bijian yang satu
dengan butir biji-bijian yang lain, tidak persis sama bentuknya.

Guru

:Ya tepat sekali nak, selanjutnya pertanyaan yang kedua mengapa massa

1 butirnya adalah massa rata-rata?

Siswa :Saya ingin mencoba menjawab bu, dikarenakan bentuk butir biji-bijian
yang satu berbeda dengan bentuk biji-bijian yang lain, maka massa setiap
butir biji-bijian itu akan berbeda, tentu akan sulit jika harus menghitung
nya satu-persatu oleh karena itu dibutuhkan massa rata-rata dari setiap
butirnya.

Guru

:Ya benar sekali nak, sangat tepat, sampai disini ada yang ingin kalian

tanyakan?

Siswa :Belum ada pertanyaan bu.

Guru

:Baiklah kalau begitu kita lanjutkan pada pertanyaan yang ketiga butir

bijian manakah yang akan kita gunakan sebagai pembanding atau sebagai
satuan massa butir?

Siswa :Bagaimana jika menggunakan bijian kacang merah bu, yang mempunyai
massa yang paling besar?

Guru

:Baiklah ada pendapat lain anak-anak?

Siswa :Saya bu, menurut saya akan lebih mudah jika kita membandingkannya
menggunakan massa rata-rata bijian yang paling terkecil.

Siswa :Saya pun setuju bu, lebih mudah jika kita menggunakan massa rata-rata
bijian yang mempunyai nilai terkecil jadi tidak terlalu sulit untuk
membaginya.
Siswa :Bu, namun bisa saja kan kita menggunakan massa rata-rata 1 butir bijibijian yang lainnya ?

Guru :Tentu saja bisa nak,mengunakan massa biji-bijian lainnya namun benar apa
yang dikatakan kedua temanmu tadi, bahwa akan lebih mudah untuk kita menghitung
menggunakan pembanding yang mempunyai nilai terkecil, jadi apakah kesepakatan kalian
akan menggunakan masssa rata-rata bijian yang mana?

Siswa :Kami sepakat menggunakan massa rata-rata beras bu.

Guru :Baiklah pilihan yang tepat anak-anak, selanjutnya mari kita lanjutkan ke
pertanyaan selanjutnya yaitu menentukan massa butir relatif untuk setiap biji-bijian di
atas.

Siswa :Bagaimana bu cara menentukan massa butir relatif biji-bijian nya?

Guru

:Coba kalian cermati tabel yang sudah kalian isi tadi, data apa saja yang

sudah kita peroleh.

Siswa :Kita sudah memperoleh data tentang massa rata-rata 1 butir dan telah
Menentukan satuan massa butir bu.

Siswa :Saya ingin memberi pendapat bu, tadi ibu mengatakan bahwa kita harus
menentukan salah satu biji-bijian yang dijadikan pembanding, berarti
langkah selanjutnya yaitu kita akan membandingkan massa rata-rata satu
butir dengan satuan massa butir yang telah kita sepakati tadi.

Guru

:Ya tepat sekali nak, mengesankan sekali jawabanmu. Benar yang

dikatakan temanmu tadi langkah selanjutnya kita akan menghitung secara


rinci untuk menentukan massa butir relatif untuk setiap biji-bijian di atas,
apakah sudah ada yang bisa menjawab silahkan maju dan tuliskan di
papan tulis?

Siswa :Saya bu, ingin mencoba menuliskan di papan tulis.

Guru

:Ya baiklah, silahkan maju ke depan nak.

Massa butir relatif (Br) beras

= =1

Massa butir relatif (Br) kacang merah = = 10

Massa butir relatif (Br) biji jagung

= =6

Massa butir relatif (Br) kacang hijau

= =4

Salah satu siswa maju ke depan dan menuliskan jawaban di papan tulis

Guru :Sudah selesai nak menuliskannya, sebelum kamu kembali ke tempat duduk.
Jelaskan dulu kepada temen-teman nya bagaimana kamu bisa membuat perhitungan
seperti yang kamu tuliskan di papan tulis.

Siswa :Seperti yang sudah saya kemukakan tadi bu, bahwa untuk mendapatkan
massa butir relatif biji-bijian menggunakan cara membandingkan massa
rata-rata 1 butir biji-bijian dengan satuan massa butir yang telah kita
sepakati tadi, maka didapatkan massa relatif beras adalah 1, massa relatif
kacang merah adalah 4, massa relatif biji jagung adalah 6, massa relatif
beras adalah 10.

Guru

:Baiklah terima kasih atas jawabannya nak, silahkan kembali duduk ke

tempat dudukmu.

Siswa :Baik bu.


Guru :Baiklah kita lanjutkan ke pertanyaan berikutnya, jadi bagaimana rumusan
umum untuk menentukan massa relatif (Br) suatu biji X?

Siswa :(Serentak menjawab) massa rata-rata 1 butir bijian dibagi dengan satuan massa
butir bu.

Guru

:Ya tepat sekali anak-anak, apakah ada yang ingin bertanya sampai

disini?

Siswa :Saya bu, biasanya dari suatu rumusan itu pasti hasil akhirnya mempunyai satuan
bu, nah satuan untuk massa butir relatif apa bu, di papan tulis hanya ada angka saja
belum ada satuannya bu?

Guru

:Pertanyaan yang bagus nak, sekarang kita bandingkan antara massa rata-

rata 1 butiran beras dengan satuan masa butir yang telah kita tentukan,
Massa butir relatif bijian beras = = 1
Coba kalian perhatikan satuan yang terdapat pada rumusan diatas, ada
yang ingin memberikan pendapat?
Siswa :Kedua satuan nya sama-sama gram bu.

Siswa :Karena kedua satuannya sama-sama gram dan merupakan perbandingan


massa sehingga massa butir relatif tidak mempunyai satuan bu.

Guru

:Ya benar sekali karena keduanya merupakan perbandingan massa

sehingga massa butir relatif tidak mempunyai satuan. Baiklah apakah


semua nya sudah mengisi tabel dengan data-data yang sudah kita dapatkan
tadi, coba ibu ingin melihat salah satu lks kalian.

Siswa :Sudah bu.

Tampilan salah satu lks siswa yang sudah terisi oleh data-data yang telah didapatkan.

LEMBAR KERJA SISWA


Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr)

No

Biji Bijian

Massa 100 butir


Biji-bijian (g)

Massa rata-rata 1 Satuan Massa Butir


butir (g)
(smb)

1.

Kacang Hijau

12

0,12

2.

Kacang Merah

30

0,30

3.

Biji Jagung

18

0,18

4.

Beras

0,03

0,03

Guru :Baiklah anak-anak, selanjutnya kita akan menghubungkan analogi yang sudah
kita dapatkan di atas dengan atom, coba kalian perhatikan terlebih dahulu tabel yang
terdapat pada lks yang kalian pegang sekarang.
Atom

Massa (gram)
Rata-rata 1 atom

1,6734 x 10-24

1,9938 x 10-23
1,992 x 10-23

C-12
N

2,3252 x 10-23

2,6539 x 10-23
2,656 x 10-23

O-16
Cl-

1 atom

5,8852 x 10-23

Cl-35

5,81x 10-23

Cl-37

6,142 x 10-23

Satuan massa
atom (Sma)

Massa Atom Relatif


(Ar)

Berdasarkan data di atas dan analogi biji-bijian yang sudah kita pelajari bersama tadi,
maka jawab lah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
1. Apakah setiap butiran atom H,setiap butiran atom C dan setiap butiran atom lainnya
mempunyai besar yang sama ?
2. Mengapa massa 1 butir atom nya adalah massa rata-rata?
3. Telah disepakati secara internasional bahwa butiran atom yang dijadikan sebagai
pembanding atau sebagai satuan massa atom (sma) adalah 1/12 massa 1 atom C-12.
4.Buatlah perhitungan untuk menentukan massa atom relatif untuk setiap atom unsurunsur di atas, kemudian tuliskan hasilnya pada tabel yang ada di atas.
a. Massa atom relatif (Ar) Unsur H

b. Massa atom relatif (Ar) Unsur C

c. Massa atom relatif (Ar) Unsur C-12 =


d. Massa atom relatif (Ar) Unsur N

e. Massa atom relatif (Ar) Unsur O

f. Massa atom relatif (Ar) Unsur O-16 =


g. Massa atom relatif (Ar) Unsur Cl

h. Massa atom relatif (Ar) Unsur Cl-35 =


i. Massa atom relatif (Ar) Unsur Cl-37 =

5. Buatlah rumusan umum untuk menentukan massa atom relatif:


Massa atom relatif (X) =

Guru :Baiklah ibu berikan waktu selama 10 menit untuk mengerjakan lks
diatas, jangan lupa dihubungkan dengan analogi biji-bijian yang telah kita

pelajari bersama tadi.


Siswa :Baik bu.

Setelah 10 menit
Guru

:Baiklah anak-anak mari kita mulai membahas pertanyaan-pertanyaan

yang terdapat dalam lks tersebut mari kita mulai dari pertanyaan pertama,
apakah setiap butiran atom H,setiap butiran atom C dan setiap butiran
atom lainnya mempunyai besar yang sama ?

Siswa :Tidak bu, sama dengan besar biji-bijian yang sudah kita pelajari tadi
bahwa ukuran dan besar setiap butir nya berbeda, berarti untuk atom dapat berlaku hal
yang sama pula bahwa setiap butir atom akan berbeda-beda massa nya.

Guru :Ya tepat sekali nak, serupa dengan butir biji-bijian maka setiap butiran atom juga
mempunyai besar yang berbeda-beda, baiklah bisa ibu lanjutkan ke pertanyaan
selanjutnya, ada pertanyaan sebelum ibu lanjutkan?

Siswa :Belum bu, kami masih mengerti sampai disini.

Guru

:Baiklah kita lanjutkan membahas pertanyaan yang kedua, mengapa

massa 1 butir atom nya adalah massa rata-rata?

Siswa :Saya ingin mencoba menjawab bu, mengapa 1 massa 1 butir atom adalah
massa rata-rata dikarenakan massa 1 atom dengan massa 1 atom lainnya
berbeda-beda dikarenakan bentuk nya yang berbeda-beda itu bu.

Siswa :Oleh karena itu dibutuhkan massa rata-rata atom untuk digunakan
sebagai nilai yang pasti nya bu.

Guru

:Ya benar sekali jawaban kedua temannya tadi, dengan adanya massa

rata-rata atom maka dapat kita gunakan sebagai suatu ketetapannya,ada


yang ingin bertanya ?

Siswa :Saya bu, namun di tabel terdapat atom yang mempunyai massa 1 atom

bukan massa rata-rata 1 atom, mengapa bisa demikian bu?

Guru

:Coba kalian cermati, atom yang mempunyai massa rata-rata dikarenakan

mempunyai massa yang berbeda-beda sehingga dibutuhkan massa ratarata, jika dilihat dari data di atas terdapat atom yang mempunyai massa 1
atom, berarti bagaimana keadaan atom tersebut di alam?

Siswa :Saya bu, jika sudah ditetapkan massa 1 atom seperti itu berarti keadaan
atom-atom tersebut adalah stabil atau tetap massa nya sehingga hanya
mempunyai massa 1 atom.

Guru

:Ya tepat sekali nak jawabanmu, masih ada pertanyaan lagi sebelum kita

lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya?

Siswa :Saya bu melihat pernyataan yang ketiga mengapa yang dijadikan standar
adalah atom C-12 bu, tidak menggunakan atom Hidrogen yang mempunyai massa ratarata atom paling terkecil?

Guru :Ada yang bisa menjawab pertanyaan teman mu ini?

Siswa Diam..
Guru

:Baiklah ibu akan menjelaskan mengapa para ilmuwan akhirnya

menetapkan mengapa mereka menggunakan atom C-12, awalnya atom


hidrogen dipilih sebagai standar massa atom relatif dikarenakan

mempunyai massa rata-rata atom yang paling ringan namun setelah


dilakukan penelitian lanjutan dipilih atom Oksigen sebagai standar massa
atom dikarenakan oksigen dapat bersenyawa dengan hampir semua unsur
lain, namun atom O tidak stabil dikarenakan di alam terdiri dari campuran
tiga isotop O-16 , O-17 dan O-18. Oleh karena itu setelah dilakukan
penelitian lebih lanjut ditetapkan lah atom C-12 sebagai standar
dikarenakan satu atom dari Karbon-12 yang mempunyai enam proton dan
6 neutron sehingga mempunyai massa tepat 12, oleh karena itu atom
Karbon-12 dijadikan standar. Sehingga menurut kesepakatan internasional
1 sma adalah 1/12 massa satu atom karbon-12 , yaitu = 1,66 x
10 -24.

Siswa :Bu jadi menurut kesepakatan international yang menjadi pembanding


untuk menentukan massa atom relatif adalah 1/12 massa satu atom karbon-12 atau 1,66 x
10 -24 , begitu ya bu?
Guru :Ya tepat sekali, silahkan kalian tuliskan bilangan yang sudah ibu jelaskan tadi di
kolom yang bertuliskan satuan massa atom.
Siswa :Baik bu.
Guru

:Baiklah, apakah sampai disini ada yang ingin kalian tanyakan?

Siswa : Tidak bu, mari lanjutkan membahas pertanyaan yang selanjutnya saja
bu.
Guru :Baiklah selanjutnya kita akan membahas pertanyaan yang selanjutnya,
yaitu membuat perhitungan untuk menentukan massa atom relatif untuk setiap atom
unsur-unsur di atas.
Siswa :Bu apakah perhitungan ini sama dengan saat kita menghitung massa butir relatif
yaitu membandingkan massa rata-rata 1 butir bijian dengan satuan massa butir yang telah
disepakati.

Siswa :Berarti dalam perhitungan ini kita menmbandingkan antara massa rata-rata
atom atau massa 1 atom dengan satuan massa atom yaitu Karbon-12 yang sudah
ditetapkan, benar begitu bu?
Guru :Ya tepat sekali nak, benar sekali jawaban kalian apakah sudah ada yang mencoba
mengitung, jika sudah ibu minta maju ke depan tuliskan di papan tulis.
Siswa :Saya bu, saya ingin mencoba mencari massa atom relatif dari atom Hidrogen dan
atom Oksigen.
Guru :Ya silahkan maju ke depan nak.

Seorang siswa maju ke depan menuliskan hasil perhitungannya di papan tulis.

Guru :Setelah kamu selesai menuliskannya, coba dijelaskan kepada temantemannya bagaimana melakukan perhitungannya.
Siswa :Baik bu, sesuai dengan apa yang telah kita pelajari tadi bahwa untuk menghitung
massa atom relatif adalah dengan cara membandingkan massa rata-rata 1 atom atau
massa 1 atom yang mempunyai keadaan massa yang tepat dengan satuan massa atom yang
telah ditentukan secara internasional yaitu 1/12 massa atom Karbon-12 , maka kita dapat
mencari massa atom relatif atom Hidrogen atom Karbon dan atom Karbon-12 dengan
cara sebagai berikut:
Massa atom relatif unsur Hidrogen

= 1,0086

Massa atom relatif unsur Karbon

= 12,01

Massa atom relatif unsur Karbon


= 12

Guru :Ya bagus nak, silahkan duduk kembali ke tenpat dudukmu, apakah ada tiga orang
siswa lain yang ingin melanjutkan menghitung massa atom relatif unsur nitrogen , unsur
oksigen, unsur O-16 , atom Cl , atom Cl-35 dan Cl-37?

Kemudian terdapat beberapa siswa yang menunjukkan tangan, lalu guru memilih tiga
orang siswa untuk mengerjakan di papan tulis.

Siswa1 :Saya bu, saya akan mencoba mencari massa atom relatif unsur nitrogen dan
unsur oksigen bu.
Massa atom relatif unsur Nitrogen

= 14,007

Massa atom relatif unsur Oksigen

= 15,999

Siswa2 :Saya akan mencoba mencari massa atom relatif unsur Cl dan unsur O-16 bu.
Massa atom relatif unsur O-16

= 16,00

Massa atom relatif unsur Cl

=
= 35,450

Siswa3 :Saya akan mencoba mencari massa atom relatif unsur C-35l dan unsur Cl-37
bu.
Massa atom relatif unsur Cl-35
= 35

Massa atom relatif unsur Cl-37

= 37
Guru :Ya benar sekali nak, silahkan tulis perhitungan yang telah dituliskan teman kalian
dan tuliskan juga hasilnya pada kolom yang telah tersedia?

Siswa :Baik bu.

Siswa :Bu, berarti data massa atom relatif yang terdapat pada tabel periodik
unsur ini ditemukan dengan perhitungan yang kita lakukan tadi ya bu?

Guru :Ya benar sekali nak,

Siswa : Luar biasa sekali bu kita dapat mengetahui massa atom relatif dari atom-atom
yang sengat kecil sekali. Atom-atom yang sangat kecil saja mempunyai keteraturan yang
tidak mungkin manusia ciptakan. Sumgguh Allah maha pencipta yang sempurna bu.
Guru : Iya benar sekali nak, oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak
bersyukur kepada Tuhan yang maha Esa.
Siswa : Iya bu.

Guru : Baiklah selanjutnya, bagaimanakanh rumusan umum untuk mencari massa atom
relatif?

Siswa : (Siswa menjawab serentak)


Massa atom relatif unsur (X) ==

Guru :Ya benar sekali anak-anak, baiklah sebelum kita melanjutkan pada
materi selanjutnya apakah ada pertanyaan untuk massa atom relatif?

Siswa :Tidak ada bu, kami sudah mengerti.

Guru :Baiklah selanjutnya kita akan membahas konsep selanjutnya yaitu massa molekul
relatif, masih ingatkah anak-anak molekul tersusun atas apa ?

Siswa :Saya bu, molekul tersusun atas dua atau lebih unsur yang sama atau berbeda
bu.

Guru :Ya benar sekali, coba sebutkan contoh molekul-molekul itu apa saja?
Siswa :Saya bu contoh molekul itu adalah molekul H2, Cl2, dan H2O.

Guru :Ya tepat sekali, sekarang kita akan mempelajari bagaimana menghitung massa
molekul relatif atau biasa disebut Mr dari suatu senyawa jika kita analogikan dengan
perhitungan masssa atom relatif suatu unsur, bagaimanakah cara menghitung massa
molekul relatif , apakah ada yang ingin memberi pendapat?

Siswa :Saya bu, untuk menghitung massa molekul relatif berarti untuk menghitungnya
dengan cara membandingkan massa rata-rata 1 molekul misalnya X dengan 1/12 massa 1
atom C-12.

Siswa :Bu, misalnya molekul yang akan dihitung massa molekul relatif nya adalah
H2,berarti massa rata-rata 1 molekul H2 didapatkan dengan cara apa bu?

Guru :Adakah yang ingin menjawab pertanyaan temanmu ini?

Siswa :Saya bu,ingin mencoba menjawab tadi sudah disebutkan bahwa molekul
tersusun dari unsur-unsur, pada molekul H2 berarti tersusun dari 2 atom H, bu bolehkah
saya menuliskan penurunan rumusnya dan cara perhitungannya di papan tulis?

Guru :Ya silahkan maju ke depan nak untuk menuliskannya.

Siswa :Baik bu.


Mr H2 =

Mr H2 =

Mr H2 =

=
= 2 x 1,008
= 2,016
Jadi, massa molekul relatif H2 adalah 2,016.

Guru :Terimakasih nak, atas jawabanmu silahkan duduk kembali ke tempat duduk.

Siswa :Baik bu.

Guru :Benar sekali ya jawaban dari temanmu, bahwa massa molekul relatif dari molekul
H2 adalah 2,016 atau jika dibulatkan bernilai 2.

Siswa :Bu berarti untuk mencari massa molekul relatif molekul-molekul dengan
penyusun unsur yang sama seperti H2 atau Cl2, dengan cara yang sama ya bu. Namun,
bagaimana bu mencari massa molekul relatif dengan molekul yang unsur penyusun nya
berbeda?

Guru :Pertanyaan yang bagus nak, ada yang ingin menjawab?

Siswa :Saya bu, menurut saya cara mencari massa molekul relatif dari molekul yang
unsur penyusunnya berbeda sama saja dengan cara mencari massa molekul relatif dari
molekul yang unsur penyusunnya sama, misalnya ingin mencari Mr H2O, maka massa 1
molekul H2O dibandingkan dengan 1/12 massa karbon-12. Molekul H2O tersusun atas 2
atomH dan 1 atom O setelah itu menggunakan cara yang sama seperti yang ada di papan
tulis maka akan mendapatkan Mr H2O sebesar 18,006.

Guru :Ya tepat sekali, jadi baik molekul dengan unsur penyusun yang sama atau berbeda
menggunakan cara yang sama untuk menentukan massa molekul relatifnya.

Pertemuan 2

Kegiatan pendahuluan
Guru : Ibu ingin bertanya pernahkah kalian disuruh ibu membeli
gula?
Siswa : Pernah, bu.

Guru : Biasanya disuruh membeli berapa?


Siswa : Satu kilogram, atau setengah kilogram bu.
Guru : Pernah kalian disuruh membeli seribu butir gula?
Siswa : Tidak bu, susah sekali kalau harus menghitung seribu gula bu?
Guru

: Nah, tentu hal ini akan menyulitkan para pedagang dalam menjual gula

bukan? Maka dari itu, para ilmuwan menyepakati suatu konversi dengan menimbang
massa zat berarti telah mengambil sejumlah zat tertentu, seperti gula tadi. Maka
munculah istilah kilogram.
Siswa : O.. seperti itu.
Guru

: Pada pertemuan ini kita akan membahas mengenai konsep mol.

Kegiatan Inti
Guru

: Pada bahasan sebelumnya, Jika kita mereaksikan 2 molekul gas

hidrogen dengan 1 molekul gas oksigen maka kita akan memperoleh 2


molekul uap air.
2H2(g) + O2(g)

2H2O(g)

Sekarang coba kalian hitung berapa yang kita butuhkan jika ingin membuat 1000 molekul
uap air?
Siswa :1000 molekul gas hidrogen dan 500 molekul gas oksigen.
Guru

:Jika kita ingin membuat seratus ribu molekul uap air?

Siswa : Seratus ribu molekul gas hidrogen dan 50 ribu molekul gas oksigen bu.
Guru

:Iya benar, Pernah kita bayangkan, sebesar apa ukuran 1 molekul gas
hidrogen, 1 molekul gas oksigen, dan 1 molekul uap air?

Siswa : Sangat kecil sekali.


Guru

: Kira-kira kalau kalian disuruh mengambil 1 molekul gas hidrogen


dan 1 molekul gas oksigen bisa tidak?

Siswa :Tidak bu.


Guru

:Bisa kita bayangkan betapa susahnya kita mengambil 2 molekul


gas hidrogen dan 1 molekul gas oksigen untuk memperoleh 2 molekul uap

air. Mengambil 1 butir gula saja susah. Apalagi mengambil untuk zat yang
tidak te

rlihat seperti gas.

Siswa : Iya bu.


Guru

: Bayangkan, alangkah susahnya jika kita harus mengambil 1 juta

molekul gas hidrogen dan 500 ribu gas oksigen untuk mendapatkan 1 juta molekul uap
air.
Siswa :Susah sekali, bu.
Guru

: Pada nyatanya jumlah atom atau molekul yang bereaksi sangat besar.

Seperti masalah gula tadi, para ahli menyepakati suatu konversi untuk
kepraktisan di mana dengan menimbang massa berarti telah mengambil sejumlah
molekulnya. Dan konversi yang digunakan adalah mol (mole) sebagai satuan jumlah
partikel.
Guru

: Para ahli sepakat bahwa standar yang digunakan dalam konversi satuan

jumlah partikel adalah jumlah atom dalam 12 gram C-12,denga pengertian


sebagai berikut:
Satu mol suatu zat adalah sekian gram zat itu / banyaknya zat yang jumlah partikelnya
sama dengan jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. Coba, apa tadi definisi satu
mol?
Siswa :Banyaknya zat yang jumlah partikelnya sama dengan jumlah atom yang terdapat
dalam 12 gram C-12.
Guru

:Ada yang masih ingat berapa massa 1 atom C-12?

Siswa :Masih bu,1,99268 x 10-23 gram.


Guru : 1 atom C-12 massanya 1,99268 x 10-23 gram. Coba hitung, ada berapa atom
dalam 12 gram C-12.
Siswa : 1 atom C-12 = 1,99268 x 10-23 gram

x atom C-12 = 12 gram

x atom C-12 = 6,02204 x 1023


Dalam 12 gram C-12 ada 6,02204 x 1023 atom
Guru

: Tadi satu mol suatu zat apa?

Siswa : Banyaknya zat yang jumlah partikelnya sama dengan jumlah


atom yang terdapat dalam 12 gram C-12 bu.
Guru : Dalam 12 gram C-12 ada berapa atom tadi?
Siswa : Dalam 12 gram C-12 ada 6,02204 x 1023 atom.
Guru : Atom C-12 sebanyak bilangan 6,02204 x 1023 ini telah ditetapkan para
ahli sebagai satuan jumlah zat yang disebut mol tadi. Jadi, dalam 1 mol ada berapa
partikel?
Siswa : Dalam satu mol suatu zat mengandung 6,02204 x 1023 partikel bu.
Guru : Benar, Bilangan 6,02204 x 1023 ini disebut tetapan Avogadro, sebagai jasa-jasa
Avogadro dalam ilmu kimia, dan diberi lambang L, yang diambil dari huruf pertama
Loschmidt, seorang fisikawan Austria yang pada tahun 1865 menyelidiki banyaknya
partikel yang ada dalam 1 mol zat.
Siswa : Oo..
Guru

: Coba, dari definisi tadi dalam satu mol air terdapat berapa molekul air?

Siswa : Masih bingung bu.


Guru

: Tadi kan sepakat bahwa dalam satu mol suatu zat mengandung 6,0220 x

1023 partikel. Berarti dalam satu mol air ya terdapat 6,02204 x 1023molekul air. Dalam satu
mol besi ada berapa partikel besi?
Siswa : Dalam satu mol besi terdapat 6,02204 x 1023 partikel besi.
Guru

: Dalam satu mol gula terdapat berapa molekul gula?

Siswa : Dalam satu mol gula terdapat 6,02204 x 1023 molekul gula.
Guru

: Sekarang, dalam setengah mol air terdapat berapa molekul air?

Siswa : 3,01102 x 1023 molekul air.


Guru

: Iya benar. Kalau dalam dua mol air?

Siswa : Ada 1,204408 x 1024 molekul air.


Guru : Iya benar. Lalu dari data-data tersebut, bagaimana hubungan mol dengan
jumlah partikel.
Siswa : (diam)
Guru : Dalam satu mol air tadi kan ada berapa molekul air.
Siswa : 6,02204 x 1023 molekul air bu.
Guru : Dalam setengah setengah mol air tadi ada berapa??
Siswa : 3,01102 x 1023 molekul air bu.
Guru : Lalu dalam dua mol air ada berapa?
Siswa : Ada 1,204408 x 1024 molekul air.
Guru : Coba lihat hubungannya?
Siswa : Berarti jumlah partikel itu jumlah mol dikali 6,02204 x 1023 bu.
Guru : Iya benar. Hubungan mol dengan jumlah partikel itu menunjukkan bahwa
jumlah partikel merupakan perkalian jumlah mol dengan bilangan Avogadro, bukan?
jumlah partikel = jumlah mol x bilangan avogadro
partikel
Guru

= mol x partikel.mol-1

: Coba, dari definisi tadi dalam satu mol air terdapat berapa
molekul air?

Siswa : (diam)
Guru

: Tadi kan sepakat bahwa dalam satu mol suatu zat mengandung

6,02204 x 1023 partikel. Berarti dalam satu mol air ya terdapat


6,02204 x 1023 molekul air. Dalam satu mol besi ada berapa
partikel besi?
Siswa : Dalam satu mol besi terdapat 6,02204 x 1023 partikel besi.

Guru

: Dalam satu mol gula terdapat berapa molekul gula?

Siswa : Dalam satu mol gula terdapat 6,02204 x 1023 molekul gula.
Guru

: Sekarang, dalam setengah mol air terdapat berapa molekul air?

Siswa : (diam)
Guru : Kok bingung lho. Tadi katanya dalam satu mol air terdapat
6,02204 x 1023 molekul air. Kalau dalam setengah mol saja tidak bisa?
Siswa : 3,01102 x 1023 molekul air.
Guru

: Benar... Kalau dalam dua mol air?

Siswa : Ada 1,204408 x 1024 molekul air.


Guru : Benar... Lantas dari data-data tersebut, bagaimana hubungan mol dengan
jumlah partikel.
Siswa : (diam)
Guru

: Dalam satu mol air tadi kan ada.

Siswa : 6,02204 x 1023 molekul air.


Guru

: Dalam setengah setengah mol air tadi ada.

Siswa : 3,01102 x 1023 molekul air.


Guru

: Terus dalam dua mol air ada berapa?

Siswa : Ada 1,204408 x 1024 molekul air.


Guru

: Coba lihat hubungannya.

Siswa : Berarti jumlah partikel itu jumlah mol dikali 6,02204 x 1023.
Guru : Hubungan mol dengan jumlah partikel itu menunjukkan bahwa jumlah partikel
merupakan perkalian jumlah mol dengan bilangan Avogadro, bukan?
jumlah partikel = jumlah mol x bilangan avogadro
partikel

= mol

x partikel.mol-1

Siswa : Iya bu.


Guru : Menurut kalian berapa massa 1 mol zat?

Siswa : (diam)
Guru : Menurut kalian kira-kira massa satu mol kacang hijau dengan massa satu
mol kacang tanah besar mana?
Siswa : Satu mol kacang tanah bu.
Guru : Massa satu mol kacang tanah dengan massa satu mol jeruk
mana?
Siswa : Satu mol jeruk bu.
Guru : Kalau massa satu mol C dengan massa satu mol O?
Siswa : Berat satu mol C.
Guru : Kalau massa satu mol Fe dengan satu mol Au?
Siswa : Berat satu mol Fe.
Guru : Benar seperti itu?? Telah kita ketahui bahwa massa atom relatif (Ar) atau massa
molekul relatif (Mr) zat menyatakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan
atom C-12.
Massa atom relatif O = 16, berarti
massa 1 atom O : massa 1 atom C-12 = 16:12.
Massa atom relatif Fe = 56, berarti
massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56:12
Massa atom relatif Au = 197, berarti
massa 1 atom Au : massa 1 atom C-12 = 197:12

Karena 1 mol = 12 gram C-12 (standar mol), maka


Massa 1 mol O = x 12 gram = 16 gram
Massa 1 mol Fe = x 12 gram = 56 gram
Massa 1 mol O = x 12 gram = 197 gram

Dapat dilihat bukan, sekarang lebih berat mana massa 1 mol O


dengan massa 1 mol C dan massa 1 mol Fe dengan 1 mol Au?
Siswa : Lebih berat 1 mol O daripada 1 mol C dan lebih berat 1 mol Au daripada 1 mol
Fe.
Guru : Dapat dikatakan massa 1 mol zat sama dengan Ar atau Mr-nya yang dinyatakan
dalam gram. Dengan kata lain Ar atau Mr suatu zat menyatakan massa (dalam gram) dari
1 mol zat itu. Massa 1 mol zat inilah yang dinamakan massa molar yang dinyatakan
dengan lambang mm. Jadi, apa itu massa molar?
Siswa : Massa molar adalah massa 1 mol zat (Ar atau Mr suatu zat) yang dinyatakan
dalam gram.
Guru : Boleh dikatakan massa molar adalah massa zat yang dinyatakan dalam gram/mol.
Lalu, bagaimana hubungan mol dengan massa zat?
Siswa : Tadi kan massa molar itu massa 1 mol zat (Ar atau Mr suatu zat) yang
dinyatakan dalam gram atau massa zat yang dinyatakan dalam gram/mol. Berarti,
massa =

jumlah mol

gram

mol

x
x

massa molar (mm)


gram/mol.

Guru : Selanjutnya, mana yang lebih banyak, volume 1 mol gas oksigen atau volume 1
mol gas hidrogen pada suhu dan tekanan sama?
Siswa : Volume 1 mol gas oksigen.
Guru : Mana yang lebih banyak, volume 1 mol uap air atau volume 1 mol gas amoniak
pada suhu dan tekanan sama?
Siswa : Volume 1 mol uap air.
Guru : Benar seperti itu? Suatu hasil eksperimen yang dilakukan para ahli diketahui
bahwa satu liter gas oksigen yang diukur pada suhu 0oC dan tekanan sebesar 76 cmHg (1
atm) mempunyai massa sebesar 1,429 gram.

Dengan demikian 1 mol oksigen akan mempunyai volume sebesar?


Siswa : (diam)
Guru : 0,04466 mol O2
1 mol O2

= 1 Liter O2
= x Liter O2

x 1 Liter O2

Berapa volume 1 mol gas oksigen?


Siswa : 22,4 Liter.
Guru : Masih ingat Hukum Avogadro?
Siswa : Masih bu
Guru : Bagaimana bunyinya?
Siswa : Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas bervolume sama
mengandung jumlah molekul yang sama pula.
Guru : Ini berarti setiap gas yang mempunyai volume 1 Liter pada suhu dan tekanan
yang sama akan mengandung sejumlah partikel yang sama pula. Kita tahu bahwa 1 mol
itu mengandung berapa partikel?
Siswa : 6,02204 x 1023 partikel.
Guru : Hal ini dapat dikatakan setiap gas yang mengandung 6,02204 x
1023partikel/molekul pada suhu dan tekanan yang sama akan mempunyai.
Siswa : Volume yang sama pula.
Guru : Tadi, volume 1 mol gas oksigen yang diukur pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm
adalah 22,4 Liter. Berdasarkan Hukum Avogadro, berapa volume 1 mol gas hidrogen?
Siswa : 22,4 Liter.
Guru : Berapa volume 1 mol uap air dan volume 1 mol gas amoniak?
Siswa : Sama bu 22,4 Liter.

Guru : Jadi, gas apa saja yang volumnya segitu pasti mengandung jumlah molekul yang
sama pula. Dan gas apa saja yang mengandung sejumlah mol yang sama pasti memiliki
volume yang sama.
Siswa : Ooo.
Guru : Volume 1 mol gas yang dinyatakan dalam Liter atau dengan kata lain volume gas
yang dinyatakan dalam Liter/mol disebut volume molar dan dinyatakan dengan lambang
Vm. Jadi, apa itu volume molar?
Siswa : Volume 1 mol gas yang dinyatakan dalam Liter.
Siswa : Volume gas yang dinyatakan dalam Liter/mol.
Guru : Tadi kan gas oksigen diukur pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm. Keadaan ini
disebut keadaan standard (STP=Standard Temperature and Pressure). Dan volume gas yang
diukur pada keadaan ini disebut volum standard (STP). Volume 1 mol gas oksigen pada
keadaan ini oleh para ahli dijadikan sebagai dasar untuk volume molar. Jadi, berapa
volum molar gas pada keadaan standard (STP)?
Siswa : Volume molar pada keadaan STP adalah 22,4 Liter/mol.
Guru : Itu tadi dilakukan pada keadaan 1 atm dengan suhu 0oC. Bayangkan jika kita
mereaksikan suatu zat dalam keadaan seperti itu. Sanggupkah?
Siswa : Tidak, bu. Biasanya kita mereaksikan suatu zat dalam suhu kamar, 25oC.
Guru : Lantas, berapa volum molar pada suhu kamar (RTP=Room Temperature and
Pressure)?
Siswa : (diam)
Guru : Masih ingat Rumus Boyle-Gay Lussac?
Siswa : Yang itu ya, Pak?
Guru : Benar

P1

= tekanan STP

V1 = volume STP
T1

= suhu STP

P2

= tekanan RTP

V2 = volume RTP
T2

= suhu RTP

T dalam Kelvin (273 + suhu Celcius).

Siswa :

Guru : Berapa hasilnya?


Siswa : Volume molar pada suhu kamar (RTP) adalah 24,45 Liter.
Guru : Lalu, bagaimana sekarang hubungan mol dengan volume gas?
Siswa : Mungkin hampir sama dengan yang massa molar tadi, Pak.
Guru : Maksudnya?
Siswa : Tadi kan, volume molar itu volum 1 mol zat yang dinyatakan dalam Liter atau
volume zat yang dinyatakan dalam Liter/mol. Berarti,
volume =
Liter

jumlah mol
mol

volume molar (Vm)

Liter/mol.

Guru : Benar sekali. Bagaimana seandainya reaksi dilakukan bukan dalam keadaan STP
dan RTP. Bagaimana mencari volume gas?
Siswa : (diam)
Guru : Pada keadaan yang bukan STP dan RTP, volume gas dapat dihitung melalui
Persamaan Gas Ideal.

di mana,
P

= tekanan gas (atm)

= volume gas (Liter)

= jumlah mol gas (mol)

= tetapan gas (0,082 L.atm.mol-1.K-1)

= suhu mutlak gas (Kelvin)

Guru : Anak-anak, coba kalian kerjakan soal


berikut ini! Berapakah volume dari 0,2
mol gas karbon dioksida jika diukur pada suhu
30oC dengan tekanan 3 atm?
Siswa : Diketahui:
P

= 3 atm

= 0,2 mol

= 0,082 L.atm.mol-1.K-1

= (30 + 273) K = 373 K

Ditanyakan : V...?
Penyelesaian:

2,039 Liter
Guru : Sampai di sini ada yang belum mengerti?
Siswa : Mengerti, Pak.

Guru : Rumus gas ideal ini juga bisa digunakan untuk membuktikan apakah iya, volum
molar pada keadaan STP dan RTP juga. Coba kalian kerjakan.
Siswa : Diketahui:
P

= 1 atm

= 1 mol

= 0,082 L.atm.mol-1.K-1

T STP = (0 + 273) K = 273 K


T RTP = (25 + 273) K = 298 K
Ditanyakan : V...?
Penyelesaian:

22,386 Liter
22,4 Liter

24,436 Liter
24,4 4Liter
Guru : Terbukti bukan?
Siswa : Iya bu.
Guru : Anak-anak, pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas hanya bergantung
pada jumlah molnya.
Siswa : Maksudnya, bu?
Guru : Perbandingan volume gas sama dengan perbandingan jumlah molnya. Begini,
kita misalkan gas A dengan jumlah mol = n1 dan volume = V1. Gas B dengan jumlah mol
= n2 dan volume = V2, maka pada suhu dan tekanan yang sama

atau
Dapat dituliskan

Siswa : Ooo
Guru : Sekarang coba, kerjakan soal ini!Berapakah volume dari 0,2 mol gaskarbon
dioksida jika diukur pada suhu dan tekanan tertentu, di mana 0,5 mol gas oksigen = 12,5
Liter?
Siswa : Diketahui:
n CO2 = 0,2 mol
n O2

= 0,5 mol

V O2

= 12,5 Liter

Ditanyakan : V CO2 ....?


Penyelesaian :

Guru : iya benar nak, baikalah anak-anak, selanjutnya kita akan mempelajari tentang
reaktan pembatas. Apakah suatu reaksi akan dapat berlangsung tanpa adanya reaktan?
Siswa : tidak bu. tanpa adanya reaktan suatu reaksi tidak akan dapat terjadi.
Guru : iya benar. Jika pada suatu reaksi yang berlangsung, kemudian selang beberapa
saat reaksi tersebut berhenti, kemungkinan apa yang terjadi?
Siswa : kalau berhenti, itu berarti reaktannya nya habis bu.
Guru : benar. Reaksi akan berhenti jika reaktannya nya sudah habis bereaksi. Nah
apakah, pada semua reaksi, semua reaktan akan habis bereaksi?

Siswa : iya bu. karena sebelum reaktan tersebut habis, maka reaksi akan terus
berlangsung.
Guru : benarkah begitu?
Coba perhatikan gambar berikut! misalkan terdapat suatu persamaan reaksi X +
2Y XY2

4Y
3X
X
2XY2

Pada gambar tersebut apakah, semua reaktannya habis bereaksi?


Siswa : tidak bu. pada gambar tersebut, masi terdapat sisa reaktan X diakhir reaksi.
Guru : ya benar. Kira-kira mengapa seperti itu bila dikaitkan dengan jumlah mol?
Siswa : reaktan Y sudah habis bereaksi, sementara X masi tersisa. Ini karena jumlah mol
yang digunakan pada pereaksi tidak sama dengan jumlah mol pada reaksinya.
Guru : iya, benar. Karena perbandingan mol reaktan yang ditambah kan pada reaksi
tidak selalu sama, dengan perbandingan mol zat pereaksi juga hasil reaksi. Makanya, ada
yang tersisa.
Nah, menurut kalian, mana yang merupakan pereaksi pembatasnya?
Siswa : yang reaktan Y bu.
Guru : mengapa?

Siswa : ya karena reaktan Y itu sudah habis dulu. Sementara reaktan X masi tersisa,
jadi reaktan Y yang membatasi reaktan X untuk bereaksi.
Guru : bagus. Jadi, apa pengertian pereaksi pembatas itu?
Siswa : pereaksi pembatas yaitu zat pereaksi yang membatasi terjadi nya reaksi karena
sudah habis bereaksi terlebih dahulu, sebelum pereaksi yang lain habis.
Guru : ya benar.
Untuk lebih jelasnya coba contoh soal berikut.
Reaksi pembentukan amonia dari gas nitrogen dan hidrogen berlangsung menurut
persamaan reaksi N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) jika tersedia 0,5 mol N2 dan 2,5 mol H2.

a) Tentukan pereaksi pembatas.


b) Berapa mol ammonia yang terbentuk?
c) Tentukan pereaksi yang tersisa dan beraps
mol?
Jawab:
Langkah pertama tulis persamaan reaksi nya:
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Tulis mol mula-mula. Lalu, kita ambil jumlah mol yang terkecil, dan dikalikan dengan
jumlah koefisiennya
N2(g)

Awal:

3H2(g)

2NH3(g)

0,5 mol

2,5 mol

Reaksi:

-0,5 mol

-1,5 mol

+1,0 mol

Akhir:

0 mol

1,0 mol

1,0 mol

a. Jadi pereaksi pembatas adalah N2 karena


habis bereaksi terlebih dahulu.
b. Mol NH3 yang terbentuk adalah 1,0 mol

c. Pereaksi yang tersisa adalah H2 sebanyak 1,0


mol.

Kegiatan Penutup
Guru : Baikalah anak-anak siapa yang dapat menyimpulkan materi tentang hukumhukum dasar kimia yang telah kita bahas.
Siswa : Ada 5 hukum-hukum dasar kimia bu, yaitu hukum kekealan massa (Hukum
Lavoisier), hukum perbandingan tetap (hukum proust), hukum perbandingan berganda
(Hukum Dalton), hukum perbandingan volume gas, dan hipotesis Avogadro.
Siswa : Hukum kekekalan massa menyatakan Massa sesudah dan Sebelum reaksi adalah
sama dan hanya berlaku pada sistem yang tertutup.
Siswa : Hukum perbandingan tetap menyatakan Perbandingan massa unsur yang
menyusun suatu senyawa adalah Tetap dan Tertentu.
Siswa : Hukum perbandingan berganda menyatakan bila dua unsur dapat membentuk
lebih dari satu senyawa, dan jika Massa salah satu unsur tersebut tetap, maka
perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan
bilangan bulat dan sederhana.
Siswa : Hukum perbandingan volume gas menyatakan bila diukur pada suhu dan
tekanan yang sama volume gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi berbanding
sebagai bilangan yang bulat dan sederhana.
Siswa : Avogadro dapat menjelaskan Hukum Perbandingan Volume dengan mengajukan
hipotesis: pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas bervolume sama mengandung
jumlah molekul yang sama.
Siswa : menurut kesepakatan international yang menjadi pembanding untuk menentukan
massa atom relatif adalah 1/12 massa satu atom karbon-12 atau 1,66 x 10 -24.
Siswa : jumlah partikel

= jumlah mol x bilangan avogadro

Siswa : Massa molar adalah massa 1 mol zat (Ar atau Mr suatu zat) yang dinyatakan
dalam gram.
Siswa : massa

jumlah mol

massa molar (mm)

Siswa : volume

jumlah mol

volume molar (Vm)

Liter

mol

Liter/mol.

Siswa : pereaksi pembatas yaitu zat pereaksi yang membatasi terjadi nya reaksi karena
sudah habis bereaksi terlebih dahulu, sebelum pereaksi yang lain habis.
Guru : Iya baiklah anak-anak sampai disini dulu kegiatan belajar hari ini, jangan lupa
untuk belajar di rumah.
Siswa : Iya bu.
Guru : Ibu akhiri assalamualaikum wr. Wb
Siswa : Waalaikum salam

Diposkan oleh riya pebriyani di 19.22


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke
TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar
Posting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

divine-music.info

Arsip Blog
2014 (1)
Mei (1)
Skenario Pembelajaran Kimia Hukum-Hukum Dasar
Kimi...
2013 (3)
2012 (3)

Mengenai Saya

riya pebriyani
Lihat profil lengkapku

body, p { color: #000000; font: 9pt trebuchet ms;


cursor: default; background: url(http://i165.phot.
Template Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.