Anda di halaman 1dari 4

IDENTIFIKASI PASIEN RESIKO JATUH DENGAN

PEMASANGAN GELANG RESIKO JATUH (WARNA KUNING)

RS. BHAYANGKARA
TK. III ANTON
SOEDJARWO
PONTIANAK

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

00

1/4

Ditetapkan Oleh :
KARUMKIT BHAYANGKARA
TK. III ANTON SOEDJARWO
PONTIANAK
Prosedur Tetap

Tanggal Terbit

Prosedur
Pengertian

drg. SUGIYATO
AKBP NRP 66050671
kegiatan untuk menilai dan mengevaluasi

ulang serta mengambil tindakan pada pasien yang


mempunyai resiko jatuh di berbagai fasilitas layanan
kesehatan di rumah sakit.
1. Menciptakan budaya keselamatan pasien
2. Optimalisasi penggunaan asesment jatuh
menentukan kategori risiko jatuh
3. Mendeskripsikan
kebutuhanakan

Tujuan

untuk

perlunya

pemahaman faktor risiko jatuh, pencegahan, dan


penanganannya

dalam

meningkatkan

klinis

dan

kepuasan pasien, serta menurunkan biaya kesehatan.


4. Memahami kunci keberhasilan program faktor risiko
jatuh, pencegahan, danpenanganannya.
1. Peraturan Menteri Kesehatan Repuplik
Nomor
Kebijakan

1691 /

Menkes / PER / VIII / 2011 tentang

keselamatan pasien rumah sakit.


2. SK Karumkit tentang Kebijakan

Langkah-Langkah

Mengurangi Resiko Pasien Jatuh

di Rumah Sakit

Bhayangkara
Prosedur

Indonesia

Anton

Soedjarwo

Pontianak

NOMOR

?????
1. Identifikasi faktor risiko jatuh dari pasien sesuai
dengan form pemantauan pasien jatuh.
2. Jumlahkan total skor yang didapat dan kategorikan
sesuai dengan jumlah skor yang didapat.
3. Pasang gelang berwarna kuning pada pasien
4. Intervensi sesuaikan dengan kategori yaitu:
a. Skor Risiko Rendah: 0 - 7
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar /

IDENTIFIKASI PASIEN RESIKO JATUH DENGAN


PEMASANGAN GELANG RESIKO JATUH (WARNA KUNING)

RS. BHAYANGKARA
TK. III ANTON
SOEDJARWO
PONTIANAK

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

00

2/4

bangsal.
2) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
3) Pastikan bel pasien terjangkau.
4) Singkirkan barang yang berbahaya terutama
pada malam hari (kursi tambahan dan lainlain).
5) Minta persetujuan pasien agar lampu malam
tetap menyala karena lingkungan masih asing.
6) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila
menggunakan).
7) Pastikan alas kaki tidak licin.
8) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
9) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak
menghaIangi.
10) Tempatkan pasien

sesuai

dengan

tinggi

badannya.
b. Skor Risiko Tinggi: 8 - 13
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar /
bangsal.
2) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
3) Pastikan bel pasien terjangkau.
4) Singkirkan barang yang berbahaya terutama
pada malam hari (kursi tambahan dan lainlain).
5) Minta persetujuan pasien agar lampu malam
tetap menyala karena lingkungan masih asing.
6) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila
menggunakan).
7) Pastikan alas kaki tidak licin.
8) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
9) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak
menghalangi.
10) Tempatkan pasien

sesuai

dengan

tinggi

badannya.
11) Pasang penanda risiko jatuh di luar kamar,
untuk perawatan di bangsal tempatkan pada
bed pasien.
12) Minta agar pasien segera memencet bel bila

IDENTIFIKASI PASIEN RESIKO JATUH DENGAN


PEMASANGAN GELANG RESIKO JATUH (WARNA KUNING)

RS. BHAYANGKARA
TK. III ANTON
SOEDJARWO
PONTIANAK

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

00

3/4

perlu bantuan.
13) Awasi atau bantu sebagian Aktivitas Daily
Living pasien.
14) Cepat menanggapi bel.
15) Review kembali obat-obatan yang berisiko.
16) Beritahu pasien agar mobilisasi secara
bertahap:

duduk

perlahan-lahan

sebelum

berdiri.
c. Skor Risiko Sangat Tinggi 14
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar /
bangsal.
2) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
3) Pastikan bel pasien terjangkau.
4) Singkirkan barang yang berbahaya terutama
pada malam hari (kursi tambahan dan lainlain).
5) Minta persetujuan pasien agar lampu malam
tetap menyala karena lingkungan masih asing.
6) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila
menggunakan).
7) Pastikan alas kaki tidak licin.
8) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
9) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak
menghalangi.
10) Tempatkan pasien

sesuai

dengan

tinggi

badannya.
11) Pasang penanda risiko jatuh di luar kamar
untuk perawatan di bangsal tempatkan pada
bed pasien.
12) Minta agar pasien segera memencet bel bila
perlu bantuan.
13) Awasi atau bantu sebagianActifitas Daily
Living pasien.
14) Cepat menanggapi bel.
15) Review kembali obat-obatan yang berisiko.
16) Beritahu pasien agar mobilisasi secara
bertahap:

duduk

perlahan-lahan

sebelum

IDENTIFIKASI PASIEN RESIKO JATUH DENGAN


PEMASANGAN GELANG RESIKO JATUH (WARNA KUNING)
No. Dokumen :

RS. BHAYANGKARA
TK. III ANTON
SOEDJARWO
PONTIANAK

No. Revisi :

Halaman :

00

4/4

berdiri.
17) Kaji kebutuhan BAB / BAK secara teratur tiap
2-3 jam.
18) Kolaborasi dengan fisioterapi / case manager.
19) Bila memungkinkan pindahkan pasien dekat
nurse station.
20) Kaji kebutuhan dengan menggunakan pagar
tempat tidur.
21) Orientasikan ulang bila perlu.
22) Observasi lebih ketat pada pasien yang
mendapatkan obat laxantia / diuretika.
23) Rendahkan sedikit posisi tempat tidur.
Komunikasikan kemungkinan risiko jatuh pada
keluarga pasien.
5. Libatkan keluarga dalam pendampingan pasien.
6. Berikan protokol risiko jatuh pada keluarga yang di
tempatkan di meja pasien.
7. Dokumentasikan setiap perubahan pada pengkajian

Unit Terkait

1.
2.
3.
4.
5.

risiko jatuh
IGD
Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Kamar Operasi
Instalasi Intensif