Anda di halaman 1dari 7

Makalah Las Oksigen Asetilin

16.42 Pengelasan 1 comment

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dengan semakin berkembangnya teknologi industry saat ini, tidak
bisa mengesampingkan pentingnya penggunaan logam sebagai komponen
utama produksi suatu barang, mulai dari kebutuhan yang paling sederhana
seperti alat-alat rumah tangga hingga konstruksi bangunan dan konstruksi
permesinan. Hal ini menyebabkan pemakaian bahan-bahan logam seperti
besi cor, baja, aluminium dan lainnya menjadi semakin meningkat. Sehingga
dapat dikatakan tanpa pemanfaatan logam, kemajuan peradaban manuasia
tidak mungkin terjadi.Dengan kemampuan akalnya, manusia mampu
memanfaatkan logam sebagai alatbantu kehidupannya yang sangat vital.
Berbagai macam konstruksi mesin, bangunan danlainnya dapat tercipta
dengan adanya logam. Logam tersebut menimbulkan kebutuhan akan
teknologi perakitan atau penyambungan. Salah satu teknologi
penyambungan tersebut adalah dengan pengelasan.Teknik penyambungan
logam sebenarnya terbagi dalam dua kelompok besar,yaitu :
1.Penyambungan sementara (temporary joint), yaitu teknik penyambungan
logam yang dapat dilepas kembali.
2.Penyambungan tetap (permanen joint), yaitu teknik penyambungan logam
dengan cara mengubah struktur logam yang akan disambung dengan
penambahan logam pengisi. Termasuk dalam kelompok ini adalah solder,
brazing dan pengelasan.Dari teknik tersebut dijadikan sebagai dasar
dibentuknya benda-benda logam seperti yang dimaksud pada uraian diatas.
B. SASARAN
Sasaran dari pembuatan makalah ini adalah semua sector dimana orangorang yang terkait dalam praktik pengelasan khususnya dalam lingkup
POLMAN.Dengan sasaran utama adalah mahasiswa dan mahasiswi yang
berperan penting dalam kegiatan praktik di bengkel khususnya p engelasan
yakni las gas.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dibuatnya makalah ini merupakan tugas utama dalam
mengisi tugas praktikum las gas program studi teknik pemeliharaan mesin.
BAB 2
ISI MAKALAH
LAS GAS ( OKSI - ASETILIN )
A.Pengertian Las Oksi-Asetilin

Las Oksi asetilin adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan


pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber
panas. Dalam proses las gas ini,gas yang digunakan adalah campuran dari
gas Oksigen (O2) dan gas lain sebagai gas bahan bakar (fuel gas). Gas
bahan bakar yang paling popular dan paling banyak digunakan dibengkelbengkel adalah gas Asetilen ( dari kata acetylene, dan memilikirumus
kimia C2H2 ). Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahan
bakar lain. Kelebihan yang dimiliki gas Asetilen antara lain, menghasilkan
temperature nyala api lebih tinggi dari gas bahan bakar lainya, baik bila
dicampur dengan udara ataupun Oksigen.
B.Bahan Bakar Gas
) Asetilin ( C2H2 )
Asetilena (Nama sistematis: etuna) adalah suatu hidrokarbon yang
tergolong kepada alkuna, dengan rumus C2H2
. Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana, karena hanya terdiri
dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Pada asetilena, kedua karbon
terikat melalui ikatan rangkap tiga, dan masing-masing atom karbon memiliki
hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom
pada asetilena terletak pada satu garis lurus, dengan sudut C-C-H sebesar
180.
) Propan
Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas
dalam keadaan normal, tapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah
dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Senyawa ini diturunkan dari
produk petroleumlain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam.
Propana umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin, barbeque
(pemanggang), dan di rumah-rumah.
C.Peralatan Las Oksi Asetilin
) Tabung Gas
Tabung gas berfungsi untuk menampung gas ataugas cair dalam kondisi
bertekanan. Umumnya tabung gas dibuat dari Baja, tetapi sekarang ini
sudah banyak tabung-tabung gas yang terbuat dari paduan Alumunium.
Tabung gas tersedia dalam bentuk beragam mulai berukuran kecil hingga
besar. Ukuran tabung ini dibuat berbeda karena disesuaikan dengan
kapasitas daya tampung gas dan juga jenis gas yang ditampung.Untuk
membedakan tabung gas apakah didalamnya berisi gas Oksigen, Asetilen
atau gas lainya dapat dilihat dari kode warna yang ada pada tabung itu.
) Katup Tabung
Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka digunakan katup.
Katup iniditempatkan tepat dibagian atas dari tabung. Pada tabung gas
Oksigen, katup biasanya dibuat dari material Kuningan, sedangkan untuk
tabung gas Asetilen, katup ini terbuat dari material Baja.
) Regulator

Regulator atau lebih tepat dikatakan Katup Penutun Tekan, dipasang pada
katub tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau menurunkan tekan
hingga mencapai tekanan kerja torch.Regulator ini juga berperan
untuk mempertahankan besarnya tekanan kerja selama proses pengelasan
atau pemotongan. Bahkan jika tekanan dalam tabung menurun, tekanan
kerja harus dipertahankan tetap oleh regulator.Pada regulator terdapat
bagian-bagian seperti saluran masuk, katup pengaturan tekan kerja, katup
pengaman, alat pengukuran tekanan tabung, alat pengukuran tekanan kerja
dan katup pengatur keluar gas menuju selang.
) Selang gas
Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menujutorch digunakan
selang gas. Untuk memenuhipersyaratan keamanan, selang harus mampu
menahantekan kerja dan tidak mudah bocor. Dalampemakaiannya, selang
dibedakan berdasarkan jenis gasyang dialirkan. Untuk memudahkan
bagimana membedakan selang Oksigen dan selang Asetilen mak cukup
memperhatikan kodewarna pada selang. Berikut ini diperlihatkan table yang
berisi informasi tentangperbedaan warna untuk membedakan jenis gas yang
mengalir dalam selang.
) Torch ( Pembakar )
Gas yang dialirkan melalui selang selanjutnyaditeruskan oleh torch,
tercampur didalamnyadan akhirnya pada ujuang nosel terbentuk nyala api.
Dari keterangan diatas, tochmemiliki dua fungsi yaitu :
Sebagai pencampur gas oksigen dan gasbahan bakar.
Sebagai pembentuk nyala api diujungnosel.
Torch dapat dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut klasifikasi berikut
ini :
Menurut cara/jalannya gas masuk keruang pencampur.
Dibedakan atas :
Injector /torch (tekanan rendah)
Pada torch jenis ini, tekanan gas bahan bakar selalu dibuat lebih rendah
daritekanan gas oksigen.
Equal pressure torch (torch bertekanan sama)
Pada torch ini, tekanan gas oksigen dan tekanan gas bahan bakar pada sisi
saluran
masuk sama besar.proses pencampuran kedua gas dalam
ruang pencampur
berlangsung dalam tekanan yang sama.
Menurut ukuran dan berat. Dibedakan atas :
Toch normal
Torch ringan/kecil
Menurut jumlah saluran nyala api. Dibedakan atas :
Torch nyala api tunggal

Torch nyala api jamak


Menurut gas yang digunakan. Dibedakan atas :
Torch untuk gas asetilen
Torch untuk gas hydrogen, dan lain-lain.
Menurut aplikasi. Dibedakan atas :
Torch manual
Torch otomatik/semi otomatik
) Pematik api Las
Alat yang berfungsi untuk menyalakan api las.
D. Proses Pengelasan Oksi Acetilin
) Menentukan nyala api
Nyala api Karburasi
Bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan maka di
antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala
baruberwarna biru. Di antara kerucut yang menyaladan selubung luar akan
terdapat kerucut antara yang berwarna keputih-putihan,yang panjangnya
ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen. Hal ini akan menyebabkan
terjadinya karburisasi pada logam cair. Nyala ini banyak digunakandalam
pengelasan logam monel, nikel, berbagai jenis baja dan bermacammacambahan pengerasan permukaan non-ferous.
Nyala api Netral
Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar satu.
Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut
luar yang berwarna biru bening. Oksigen yang diperlukan nyala ini berasal
dari udara. Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC tercapai
padaujung nyala kerucut.
Nyala api oksidasi
Bila gas oksigen lebih daripada yangdibutuhkan untuk menghasilkan nyala
netral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah
menjadi ungu. Nyala ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau
dekarburisasi pada logam cair. Nyala yang bersifat oksidasi ini harus
digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan dan perunggu namun
tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya.
) Teknik Pengelasan
Posisi pengelasan di bawah tangan

Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di


bawahtangan dan benda kerja terletak di atas bidang datar. Sudut ujung
pembakar(brander) terletak diantara 60 dan kawat pengisi (filler rod)
dimiringkan dengansudut antara 30 - 40 dengan benda kerja. Kedudukan
ujung pembakar ke sudutsambungan dengan jarak 2 3 mm agar terjadi
panas maksimal pada sambungan.Pada sambungan sudut luar, nyala
diarahkan ke tengah sambungan dangerakannya adalah lurus.
Posisi pengelasan datar ( horizontal )
Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan
denganarah mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah,
untuk ituayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. Kedudukan brander
terhadap bendakerja menyudut 70 dan miring kira-kira 10 di bawah garis
mendatar, sedangkankawat pengisi dimiringkan pada sudut 10 di atas garis
mendatar.
Posisi pengelasan tegak ( vertical )
Pada pengelasan dengan posisi tegak, arah pengelasan berlangsung ke
atas atauke bawah. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat
sambunganyang bersudut 45-60 dan sudut brander sebesar 80.
Posisi pengelasan di atas kepala ( Overhead )
Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan
posisilainnya dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan
dilakukan daribawahnya. Pada pengelasan posisi ini sudut brander
dimiringkan 10 dari garisvertikal sedangkan kawat pengisi berada di
belakangnya bersudut 45-60.
Pengelasan arah ke kiri ( maju )
Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan
ke kiridengan membentuk sudut 60 dan kawat las 30 terhadap benda kerja
sedangkansudut melintangnya tegak lurus terhadap arah pengelasan. Cara
ini banyak digunakan karena cara pengelasannya mudah dan tidak
membutuhkan posisi yangsulit saat mengelas.
Pengelasan arah ke kanan ( mundur )
Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke
kiri.Pengelasan dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang
tebalnya 4,5mm ke atas.
Operasi Branzing ( Flame Brazing )
Yang dimaksud dengan branzing disini ada lah proses penyambunngan
tanpamencairkan logaminduk yang disambung, hanya logam p eng isi saja.
Misalnyasaja proses penyambungan pelat baja yang menggunakan kawat
las darikuningan. Ingat bahwa titik cair Baja ( 1550 C) lebih tinggi dari
kuningan (sekitar 1080C). dengan perbedaan titik car itu, proses branzing,
akan lebihmudah dilaksanakan daripada proses pengelasan.
Operasi Pemotongan Logam ( Flame Cut )
Kasus pemotongan logam sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai
cara. Proses penggergajian (sewing) dan menggunting(shearing)
merupakan contoh dari proses pemotongan logam dan lembaran logam.
Proses menggunting hanya cocok diterapkan pada lembaran logam yang

ketebalannya tipis. Proses penggergajian dapat diterapkan pada pelat yang


lebih tebal tetapimemerlukan waktu pemotongan yang lebih lama. Untuk
dapat memotong pela ttebal denngan waktu lebih singkat dari cara gergaji
maka digunakan las gas inidengan peralatan khusus misalnya mengganti
torchnya ( dibengkel-bengkel menyebutnya brender ). Pemotongan pelat
logam dengan nyala api ini dilakukan dengan memberikansuplai gas
Oksigen berlebih. Pemberian gas Oksigen lebih, dapat diatur padatorch
yang memang dibuat untuk keperluan memotong.
Operasi Perluasan ( Flame Gauging )
Operasi perluasan dan pencukilan ini biasanya diterapkan pada
produk/komponenlogam yang terdapat cacat/retak permukaannya.
Retak/cacat tadi sebelumditambal kembali dengan pengelasan, terlebih
dahulu dicukil atau diperluas untuk tujuan menghilangkan retak itu. Setelah
retak dihilangkan barulah kemudian alurhasil pencungkilan tadi diisi kembali
denganlogam las.
Operasi Pelurusan ( Flame Straightening )
Operasi pelurusan dilaksanakan denganmemberikan panas pada
komponendengan bentuk pola pemanasan tertentu.Ilustrasi dibawah ini
menunjukkanprinsip dasar pemuaian dan pengkerutanpada suatu logam
batang.Batang lurus dipanaskan dengan polapemanasan segitiga. Logam
cenderungmemuai pada saat dipanaskan. Daerahpemanasan tersebut
menghasilkanpemuaian yang besar. Logam mengkerutpasa saat
didinginkan. Daerah pemanasan terbesar.
E.Keuntungan mengelas Oksi Asetilin
Peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit.
Cara penggunaannya sangat mudah, tidak memerlukan teknik-teknik
pengelasanyang tinggi sehingga mudah untuk dipelajari.
Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau
dibengkel-bengkel karena peralatannya kecil dan sederhanA
Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat
dilas danalat ini dapat digunakan untuk pemotongan maupun
penyambungan.
F. Perlengkapan Keselamatan Kerja
Helm Las
Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungikulit muka dan mata
dari sinar las (sinar ultra violet danultra merah) yang dapat merusak kulit
maupun mata,Helmlas ini dilengkapi dengan kaca khusus yang
dapatmengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut.Sinar Ias yang
sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihatdangan mata langsung sampai jarak
16 meter. Oleh karena itu pada saat mengelas harusmengunakan
helm/kedok las yang dapat menahan sinsar las dengan kaca las.
Ukurankaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan.
Umumnya penggunaankaca las adalah sebagai berikut: No. 6. dipakai untuk
Ias titik No. 6 dan 7 untuk pengelasan sampai 30 amper. No. 6 untuk
pengelasan dari 30 sampai 75 amper. No. 10untuk pengelasan dari 75
sampai 200 amper. No. 12. untuk pengelasan dari 200 sampai400 amper.

No. 14 untuk pangelasan diatas 400 amper. Untuk melindungi


kacapenyaring ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan
kaca putih.
Sarung Tangan (Welding Gloves)
Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan
memegang pemegang elektroda. Pada waktumengelas harus selalu dipakai
sepasang sarung tangan.
Apron
Apron adalan alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat dari
kulit ataudari asbes.Ada beberapa jenis/bagian apron :
apron lengan
apron lengkap
apron dada
Sepatu Las
Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api,Bila
tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga
dipakai
Masker Las
Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang baik, maka
gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las yang beracun
Kamar las
kamar las dibuat dari bahan tahan api. Kamar las penting agar orang
disekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las. untuk mengeluarkan gas,
sebaiknya kamar las dilengkapi dengan ventilasi. dalam kamar las
ditempatkan meja las. meja las harus bersih dari bahan yang mudah
terbakar agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kebakaran karena
percikan api las.
Jaket pelindung
Jaket pelindung badan+tangan yang tebuat dari kulit/asbes
BAB 3
PENUTUP
A.Kesimpulan
Setelah penulis membaca dari semua referensi yang di dapatkan dan dari
penyusunan makalah ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
Penulis akhirnya dapat mengetahui pengertian las gas, perlengkapan yang
digunakanpada praktik las gas, jenis-jenis nyala api, serta posisi pengelasan
pada proses las gas.
B.Saran
Bagi pembaca setelah membaca makalah ini semoga dapat berguna ,
karena suatu saat nanti kita kan mempraktikannya sehingga kita harus
mempelajari seluk beluk las gas , dan ketika kita praktik kan mengurangi
sedikit kecelakaan.