Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG PENULISAN PKL
Pada saat ini di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Galuh Ciamis Prodi
Administrasi Negara mewajibkan mahasiswa atau mahasiswi untuk mengikuti praktek kerja
lapangan sesuai mata kuliah yang diikuti yaitu administrasi perkantoran. Selain merupakan
syarat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah administasi perkantoran. juga untuk lebih
memahami teori yang didapat selama PKL (Praktek Kerja Lapangan), dengan mengenal dunia
kerja.
Dimana dengan adanya PKL (Praktek Kerja Lapangan) mahasiswa atau mahasiswi dapat
memperoleh pengalaman tentang dunia kerja dan dapat menuliskan hasil PKL (Praktek Kerja
Lapangan) tersebut dalam bentuk laporan.

1.2 TUJUAN PKL DAN PENULISAN


Kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang telah dilaksanakan oleh setiap mahasiswa atau
mahasiswi, tentunya mempunyai tujuan yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai
oleh mahasiswa atau mahasiswi.
Adapun tujuan penyelenggaraan PKL (Praktek Kerja Lapangan) ini diantaranya :
1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat
pengetahuan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
2. Memperkokoh antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.
3. Meningkatakan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan-pelatihan tenaga kerja yang
berkualitas profesional.

4. Membekali mahasiswa dengan pengalaman-pengalaman yang sebenarnya di dalam dunia


kerja, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia kerja dan masyarakat.
5. Mahasiswa atau mahasiswi dapat meningkatkan rasa percaya diri, dalam memecahkan
berbagai masalah atau kesulitan yang ditemuinya.
6. Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari perkuliahan dengan pekerjaan yang
sebenarnya di instansi pemerintah atau perusahaan.

1.3 METODE PENGUMPULAN DATA


Metode pengumpulan data dengan cara bertanya kepada staf dan karyawan serta dengan
melakukan pencarian data melalui arsip yang ada.

BAB II
PROFIL KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN KEARSIPAN
DAERAH

Kantor Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis dibentuk


berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 17 Tahun 2008 tentang Organisasi
Perangkat Daerah yang dijabarkan dalam Peraturan Bupati Ciamis Nomor 61 Tahun 2008
tentang Tugas,

Fungsi dan Tata Kerja Unsur Organisasi Kantor Perpustakaan Umum dan

Kearsipan Daerah.
Beralamat di jalan Galuh I Nomor 12 Ciamis 46211 Telp. (0265) 771063.
Fax. (0265) 771312 e-mail ciamis_publiclibrary@yahoo.com
TUJUAN DAN SASARAN
Penetapan tujuan didasarkan kepada faktor- faktor kunci keberhasilan yang
dilakukan setelah penetapan Visi dan Misi. Tujuan mengarahkan kepada perumusan sasaran,
yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu
tahunan, semesteran, triwulanan, atau bulanan dan sasaran diupayakan dalam bentuk kuantitatif
sehingga dapat diukur.
3

STRATEGI
Mengembangkan pembinaan dan pengembangan Perpustakaan Desa / Kelurahan,
Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan PKK, Perpustakaan RSUD, Perpustakaan,
Pondok Pesantren, dan Perpustakaan Komunitas untuk meningkatkan minat baca dan
budaya gemar membaca masyarakat;
Mengoperasionalkan Mobil Unit Perpustakaan Keliling ke objek yang tepat;
Mengusulkan pelaksanaan diklat fungsional di daerah;
Mengusulkan peningkatan anggaran untuk pengadaan bahan pustaka;
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perpustakaan dan
kearsipan;
Mengajukan anggaran pembangunan gedung Kantor Perpustakaan dan Kearsipan
tahun 2014;
Mendayagunakan koleksi bahan pustaka yang ada untuk meningkatkan minat
baca
pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan lomba-lomba bedah buku dan silang layan;
Melakukan sosialisasi / publikasi minat baca dan gemar baca masyarakat secara
kontinyu dan konsisten serta berkesinambungan melaui pameran, pemasangan
baligho, spanduk, banner, media masa dan media cetak;
Melakukan penyuluhan kearsipan pada masyarakat;
Mengikutsertakan pegawai mengikuti diklat baik tingkat Nasional, Provinsi maupun
di Kabupaten Ciamis;
Memanfaatkan kerjasama / bantuan dari Badan Perpustakaan Daerah dan Badan
Perpustakaan Daerah Provinsi Jabar serta Perpusnas RI dan Arsip Nasional RI;
Melakukan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat dalam pengembangan
perpustakaan;
Mengembangkan standar pelayanan minimal dan meningkatkan kualitas pelayanan
Perpustakaan dan Kearsipan;
Meningkatkan profesionalisme sumber daya aparatur Kantor Perpustakaan dan
Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis, baik disetiap jenjang struktural, fungsional
4

maupun pelaksana;
Meningkatkan efektivitas pembinaan Kearsipan;
Meningkatkan pengumpulan arsip dari di Baleka, Kecamatan, dan Desa / Kelurahan;
Mengembangkan kerjasama dengan lembaga terkait ( penerbit, pengusaha,
komunitas-komunitas baca ) dalam pengembangan koleksi bahan pustaka.
Jumlah pegawai Kantor Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis :
Jumlah PNS : 25 orang ,
Jumlah jabatan fungsional 4 orang (2 orang Pustakawan 2 orang Arsiparis).
Keberhasilan pengelolaan perpustakaan dan kearsipan yang optimal dituntut
adanya peningkatan kualitas SDM pengelola. Berkaitan hal tersebut, Kantor
Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis terus memotivasi
para pegawainya untuk mengikuti Diklat Pustakawan dan Arsiparis serta Bintek
bidang perpustakaan dan kearsipan yang diselenggarakan baik di tingkat Provinsi
maupun tingkat Nasional.
VISI
Dengan iman dan taqwa terwujudnya masyarakat Kabupaten Ciamis yang gemar membaca,
berpengetahuan, terampil dan produktif serta berperilaku tertib arsip

MISI
Mendorong masyarakat belajar seumur hidup (long life education);
Meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan dan kearsipan sesuai
kebutuhan pengguna jasa / pemakai (user oriented);
Menyelamatkan arsip sebagai sumber informasi dan bahan bukti
pertanggungjawaban penyelenggaraan kepemerintahan dan kemasyarakatan;
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman SDM aparatur dan masyarakat terhadap
5

pentingnya arsip.
TUGAS DAN FUNGSI KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN KEARSIPAN
DAERAH KABUPATEN CIAMIS
Kantor Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah merupakan unsur pendukung
tugas kepala daerah,dipimpin oleh kepala kantor yang berkedudukan di bawah dan
bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Kantor Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah mempunyai tugas penyusunan
dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perpustakaan dan kearsipan daerah.
Kantor Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah dalam melaksanakan tugas
dimaksud pada ayat ( 2 ) menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang
perpustakaan dan kearsipan daerah;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perpustakaan dan kearsipan daerah;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati dengan tugas dan fungsinya.

STRUKTUR ORGANISASI
KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN KEARSIPAN DAERAH
KABUPATEN CIAMIS

PROFIL KEPALA KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM


DAN KEARSIPAN DAERAH KABUPATEN CAIMIS
1. Nama : Hj. TINI NURMASARI, S.Sos.
2 Tempat/Tanggal Lahir : Ciamis, 4 Mei 1969
3. NIP : 19690504 198903 2 006
4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. Pendidikan : S1
6. Pangkat : Pembina Tk. 1 III/d
8. Jabatan : Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis
9. Agama : Islam

10. Alamat Lengkap : Jln. SMPN 8 Nomor 102 RT 03/09 Kel.Kertasari Kec. Ciamis Kab.
Ciamis

BAB III
ISI LAPORAN
3.1 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN PKL
Tugas-tugas yang diberikan dalam melaksanaan PKL antara lain yaitu :

Apel pagi
tujuannya adalah: memberikan informasi yang harus disampaikan kepada seluruh
pegawai.

Melakukan pengagendaan di bagian TU (Tata Usaha).


Pengagendaan ini meliputi pemberian Label (kode surat, perihal, tanggal/no.surat, asal
surat) dan pencatatan surat kedalam buku agenda.

Melakukan kegiatan pengetikan surat


Dimana ketika surat yang diberikan pada bagian tertentu bersifat penting/segera, maka
surat itu harus ditulis ulang sebagai pengganda surat.

Mempelajari proses surat perpanjangan


Tujuannya adalah: surat yang diberikan dari asal surat tersebut diberikan pada bagian unit
tertentu agar surat yang di agenda dapat diproses dengan benar.

Menulis Pertelaan
tujuannya adalah: menulis data arsip yang ada di pengarsipan, sehingga ketika arsip
dibutuhkan tinggal melihat pertelaan, untuk menemukan dimana lokasi arsip itu berada.

Mencatat Disposisi
8

tujuannya adalah: ialah agar staf dapat menindaklanjuti atau menyelesaikan suatu urusan
atau surat masuk sesuai dengan yang dikehendaki oleh pimpinan.

Melakukan Penyimpanan Arsip


Apabila menerima surat yang berisi tembusan untuk di arsipkan, maka arsip tersebut
harus diletakan dibagian arsip (biasanya arsip digandakan untuk disampaikan pada
beberapa unit).

Melakukan pengiriman surat


Surat yang sudah di disposisi akan ditulis kedalam buku ekspedisi untuk pengiriman dan
penerimaan tandatangan pada unit sebagai tanda bukti bahwa sudah diterima dan tidak
disimpan pada bagian Tata Usaha.

Melakukan penggandaan surat


Surat yang dapat digandakan apabila ada pengiriman ke beberapa unit untuk menerima
surat tersebut seperti:

Surat undangan

Surat yang di disposisi Direktur untuk dikirim ke unit lain

Beberapa surat yang butuh digandakan

Melaksanakan perpustakaan kelliling


tujuannya adalah: untuk mengenalkan serta mengajak masyarakat untuk rajin membaca
demi mencapai masa depan yang cerah.

Kendali surat
tujuannya adalah: mengarsipkan surat yang masuk atau yang keluar.

Labeling buku
tujuannya dalah: memberikan label/ kode khusus pada buku yang baru diperpustakaan
untuk disimpan dirak buku perpustakaan.

Bagian pelayanan
tujuannya adalah: untuk melayani para pembaca yang ingin membaca atau meminjam
buku di perpustakaan.

3.2 PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR


A. Pengertian Prosedur, Pengelolaan , surat masuk dan keluar
1.

Prosedur
Prosedur adalah serangkaian tugas yang saling berhubungan, yang merupakan Prosedur

urutan menurut waktu dan cara tertentu untuk melaksanakan pekerjaan yang harus diselesaikan,
prosedur merupakan rencana yang penting dalam tiap bagian perusahaan.
2.

Pengelolaan
Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan kebijakan dan tujuan organisasi

atau proses yang memberikan pengawasan pada suatu hal yang terlibat dalam pelaksanaan
kebijakan dan pencapaian tujuan .
3.

Surat masuk
Surat masuk adalah semua jenis surat yang diterima dari instansi lain dari perorangan,

baik yang diterima melalui pos (kantor pos), maupun yang diterima melalui kurir (pengiriman
surat).
4.

Surat keluar
Surat keluar adalah segala komunikasi tertulis yang diterima oleh suatu badan usaha dari

intansi lain
perorangan.
Bahwa prosedur pengolahan surat masuk dan surat keluar adalah pekerjaan surat
menyurat yang harus dilakukan secara tertata dan berurutan dengan kegiatan yang utama yaitu
mengelola, mengatur, dan mengurus surat menyurat agar dapat memperlancar administrasi
intansi tersebut.
B. Fungsi Surat
Surat berfungsi sebagai berikut:
1. Wakil dari pengiriman / penulisan.
10

2. Bahan Pembuktian.
3. Pedoman dalam mengambil tindakan lebih lanjut.
4. Alat pengukur kegiatan organisasi
5.

Bahan pengingat, surat mengingatkan seseorang dalam kegiatan atau aktivitasnya di masa

lalu yang bisa dipergunakannya untuk melakukan kegiatan selanjutnya baginya.


C. PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN KELUAR
1.

Prosedur Pengelolan surat masuk


Surat masuk dalam keadaan tertutup dapat dibedakan menjadi surat pribadi, surat dinas

dan surat rahasia.


a. Surat pribadi adalah surat dari perseorangan kepada orang lain atau kepada organisasi. Dilihat
dari isinya surat pribadi dapat dibedakan menjadi :
1) Surat pribadi yang bersifat resmi
yaitu surat yang dikirim kepada pejabat instansi atau kepada organisasi, contoh
surat permohonandan surat lamaran pekerjaan. Surat pribadi yang bersifat resmi harus
menggunakan bahasa yang standar atau bahasa remi.
2) Surat yang bersifat pribadi (prive)
contoh nya adalah surat kepada teman, kerabat atau keluarga. Surat pribadi
memiliki kebebasandan suasana yang akrab serta santai.
b. Surat dinas dibagi menjadi beberapa antara lain :
1) Surat dinas pemerintah adalah surat resmi yang digunakan oleh instansi pemerintah
untuk kepentingan administrasi pemerintahan.
2) Surat niaga adalah surat yang terutama dipakai oleh perusahaan niaga untuk urusan
perniagaan /bisnis atau jual beli.
c. Surat rahasia
Surat rahasia adalah surat yang boleh dibuka dan diketahui isinya oleh orang yang dituju.
Untuk menjaga keamanan isinya, surat rahasia harusmemakai sampul lebih dari satu, dan pada
sampul dituliskan kata RAHASIA (Confidensial) atau RHS. Sehubungan dengan adanya

11

perbedaan tersebut, maka dalampenanganan surat-surat masuk harus dilakukan langkah-langkah


sebagai berikut:
a. Menyortir atau memisahkan
b. Membuka surat
c. Mengeluarkan dan mumbuka isi surat
d. Membaca dan memberi catatan
e. Menyampaikan surat kepada pimpinan
f. Membagikan surat.
Prosedur pengelolaan surat yang baik hendaknya menggunakan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Penerimaan
Tugas penerimaan adalah :
1) Mengumpulkan dan menghitung jumlah surat yang masuk,
2) Meneliti ketepatan alamat sipengirim surat,
3) Menggolongkan surat sesuai dengan urgensi penyelesaian,
4) Menandatangani bukti pengiriman sebagai tanda bahwa surat telah diterima.
b. Penyortiran
Penyortiran dapat dilakukan berdasarkan atas golongan surat biasa, rutin dan rahasia.
Penyortiran adalah kegiatan memisah-misahkan surat untuk pengolahan lebih lanjut.
c. Pencatatan
Setelah surat dicatat distempel (cap) serta memeriksa ketepatan jenis ataupun jumlah
lampiran yang harus diterima maka langkah berikutnya adalah melakukan pencatatan.
d. Mengagendakan surat masuk.
Mengagendakan surat adalah kegiatan mencatat surat masuk dan surat keluar kedalam
buku agenda (buku harian). Buku ini bisa disebut BukuAgenda Masuk (Daily Mail Record).
Petugasnya dinamakan agendaris(mail clerk). Setiap surat masuk dicatat dan diberi nomor
agenda suratmasuk
12

e. Pengarahan dan penerusan


Surat-surat yang perlu diproses lebih lanjut, harus diarahkan danditeruskan kepada
pejabat yang berhak mengolahnya.
f. Penyampaian surat
Penyampaian surat dilakukan oleh petugas pengarah atau ekspedisi yang dilaksanakan
dengan langkah- langkah sebagai berikut:
1) Surat yang sudah berdisposisi terlebih dahulu dicatat dalam buku Ekspedisi Intern.
2) Menyampaikan surat terlebih dahulu melalui buku ekspedisi kepada pejabat yang
bersangkutan.
3) Petugas pengarah atau ekspedisi mengembalikannya kepada urusan agenda untuk
dicatat dalam buku pengarahan.
g. Penyimpanan berkas atau arsip surat masuk
Penyimpanan berkas atau arsip surat dari pimpinan dilakukan oleh unit pengolah dengan
mempergunakan metode kearsipan yang berlaku untuk kantor tersebut. (Ating Tedjasutisna, dkk,
2000:167).
2.

Prosedur Pengelolaan Surat Keluar


Prosedur pengelolaan surat keluar yang baik hendaknya menggunakan langkah-langkah

sebagai berikut:
a. Pembuatan konsep surat
Disusun sesuai bentuk surat yang benar atau yang dikehendaki pimpinan

b. Pengetikan
Apabila konsep surat telah mendapat persetujuan dan memperoleh kode atau nomor surat,
diserahkan kepada unit pengolah. Kemudian kepala unit pengolah harus tekun dan teliti
mentaklik hasil pengetikan konsep surat hingga konsep surat itu menjadi bentuk surat (Net
Surat),setelah melalui koreksi kesalahan.
13

c. Mengetik surat dalam bentuk akhir


Konsep yang telah disetujui pimpinan kemudian diketik dalam bentuk akhir pada kertas
berkepala surat atau kop surat.
d. Penandatanganan
Net surat itu kemudian disampaikan kepada pimpinan, atau pejabat yang berwenang
untuk menandatangani.
e. Pencatatan
Dalam pencatatan ini, kegiatan kegiatan yang dilakukan yaitu sebagai berikut :
1) Net surat yang telah ditandatangani, dicap disertai kelengkapan lainnya, seperto (Lampiran
dan amplop)
2) Surat dinas resmi ini lebih dulu dicatat dalam buku verbal olehpetugas yang disebut verbalis.
3) Surat dinas setelah selesai dicatat dalam buku verbal, kemudiansurat tersebut siap untuk
dikirim.
Dilihat dari pengelolaan surat yang yang diterima oleh instansi(surat masuk) dan yang
keluar (surat keluar) dari instansi harusmemperhatikan beberapa prosedur untuk mencapai
efisiensi kerja dankelancaran administrasi surat menyurat. Adapun prosedur pengelolaan
suratmasuk dan surat keluar menurut (Sutarto,1981:238) adalah sebagai berikut :
D. MENGARSIP SURAT (Filling)
Filing menurut Basir Barthos ( 2005 : 43 ) adalah proses pengaturan dan penyimpanan
bahan bahan secara sistematis, sehingga bahan-bahan tersebut dengan mudah dan cepat dapat
ditemukan kembali setiap kali diperlukan. Ada lima sistem diantaranya :
a.

Sistem Abjad
Sistem Abjad adalah suatu sistem penyimpanan yang didasarkan atas urutan abjad, jadi

pemberian kode warkat yang akan disimpan dalam arsip dengan menggunakan abjad A Z.
Kode abjad tersebut diindeks dari nama orang, organisasi atau badan lain yang sejenis.
b.

Sistem Pokok Soal ( Subyek )

14

Sistem pokok soal ( subyek) adalah penyimpanan arsip yang didasarkan atas perihal surat
( pokok soal isi surat ).
c.

Sistem Tanggal (Kronologis )


Sistem tanggal ( kronologis ) adalah penyimpanan yang didasarkan atas tanggal surat

atau tanggal penerimaan surat.


d.

Sistem Nomor ( numeric filling )


Sistem Nomor dalam penyimpanan arsip dimasudkan, bahwa arsip yang akan disimpan di

beri Nomor kode dengan angka angka.


e.

Sistem Wilayah
Penimpanan arsip yang didasrkan atas sistem wilayah adalah penimpanan yang

dikelompokan atas wilayah wilayah tertentu.

15

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi
mahasiswa dan mahasiswi, dan dapat mengenal lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan
sesuai dengan teori yang telah diberikan diperkuliahan. Sehingga mahasiswa atau mahasiswi
dapat melihat gambaran mengenai kegiatan bidang usaha atau instansi dimasa yang akan datang,
serta mahasiswa atau mahasiswi dapat mengetahui standar kompetensi yang akan dijadikan
peluang kerja dan kesempatan kerja.
Di Kantor Perpustakaan umum dan Kearsipan Daerah, Saya mendapatkan berbagai
banyak ilmu yang tidak ada di materi bangku sekolah, dan juga Saya banyak mengetahui
kegiatan/pekerjaan yang dilakukan di perpustakaan.
Pada praktek kerja lapangan ini diperlukan keahlian yang cukup serta dibutuhkan
kedisiplinan yang baik, terampil, rajin, dan cerdas. Selama Saya melaksanakan PKL (Praktek
Kerja Lapangan) di Kantor Perpustakaan umum dan Kearsipan Daerah khususnya di bagian
ketatausahaan, program, pelayanan dan pengarsipan, Saya merasa bangga bisa mendapatkan
ilmu yang belum pernah Saya dapatkan sebelumnya serta memperoleh banyak pengalaman.
Tujuan lain PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah menambah wawasan yang luas bagi
mahasiswa atau mahasiswi, terutama dalam bidang yang di tempatinya. Adapula tempat yang
disukai yakni diruangan pengarsipan dan ketatausahaan,
Saya bisa belajar dan dapat mengetahui yang belum Penulis dapatkan selama ini, terutama
pengetahuan tentang berbagai arsip, mengagenda surat, serta membuat beberapa surat yang
belum pernah Saya ketahui atau pelajari sebelumnya.
16

Praktek Kerja Lapangan telah terlaksana dengan baik, dengan program keahlian masingmasing tanpa halangan apapun, dan Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kantor
Perpustakaan umum dan Kearsipan Daerah yang telah bersedia membantu Saya dalam
melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) dan bersedia mendampingi Saya selama
PKL berlangsung.

4.2 Saran
Semoga hubungan antar pegawai, pembimbing dan anak-anak PKL tetap terjalin dan
saling bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Serta pembimbing dapat memberikan
arahan juga perhatian untuk para mahasiswa atau mahasiswi PKL (Praktek Kerja Lapangan),
sehingga para siwa atau siswi mendapatkan banyak pembelajaran, serta memiliki motivasi untuk
tujuan di masa yang akan datang.

17

LAMPIRAN
A. FOTO-FOTO KEGIATAN

Proses pengendalian surat masuk

Proses pengarsipan surat ( filling cabinet)

Pelayanan perpustakaan

Proses pengarsipan kartu kendali surat

18

Tempat penyimpanan arsip

Ruang penyimpanan arsip

Proses penulisan data arsip

Kegiatan perpustakaan keliling

Pengumuman juara lomba 17 agustus


Kegiatan olahraga hari jumat

19

pemillihan klasifikasi buku perpustakaan


Daftar nama pegawai

Proses pengetikan surat


20