Anda di halaman 1dari 6

SURAT KEPUTUSAN

No. 91/SK-DIR/RSRI/X/2015
TENTANG
PENETAPAN HAK PASIEN DAN KELUARGA YANG MENDUKUNG DAN
MELINDUNGI HAK PASIEN DAN KELUARGA DI RUMAH SAKIT
DIREKTUR RUMAH SAKIT RESTU IBU BALIKPAPAN
Menimbang :

a. bahwa dalam upaya untuk menjamin keberhasilan peningkatan mutu


pelayanan di RS Restu Ibu secara berdaya guna dan berhasil guna, seiring
dengan tuntutan masyarakat atas mutu pelayanan kesehatan, maka RS
Restu Ibu harus dikelola secara profesional sesuai hak pasien dan
keluarganya.
b. bahwa untuk keberhasilan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dalam
hal mendukung dan melindungi hak pasien dan keluarganya maka dalam
pelaksanaan kegiatannya diperlukan suatu kebijakan.
c. bahwa kebijakan dalam mendukung dan melindungi hak pasien dan
keluarga untuk ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur RS Restu Ibu.

Mengingat

1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.


Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.
PMK Nomor 69 Tahun 2014 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan
Kewajiban Pasien
PMK Nomor 37 Tahun 2014 tentang Penentuan Kematian dan Pemanfaatan
Organ Donor
PMK Nomor 36 Tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran
PMK Nomor 290 Tahun 2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran
PMK Nomor 269 Tahun 2008 tentang Rekam Medis

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT RESTU IBU TENTANG


PENETAPAN HAK PASIEN DAN KELUARGA YANG MENDUKUNG
DAN MELINDUNGI HAK PASIEN DAN KELUARGA DI RUMAH SAKIT

KESATU

KEDUA

Memberlakukan penetapan hak pasien dan keluarga yang mendukung dan


melindungi hak pasien dan keluarga di RS Restu Ibu Balikpapan
Kebijakan penetapan hak pasien dan keluarga yang mendukung dan
melindungi hak pasien dan keluarga di RS Restu Ibu seperti tercantum dalam
keputusan lampiran ini

KETIGA

Surat Keputusan ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan, apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan
perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: Balikpapan
: Oktober 2015

Direktur RS. Restu Ibu Balikpapan

Drg. B. Agus Wiatma, M. Kes

Tembusan :
1 Komite Medik/Komite Keperawatan/Komite PMKP/Komite PPI/Komite
PKRS/K3RS/Komite Etik
2 Kabid / Kabag
3 Kasie / Kasubag
4 Ka.Instalasi / Ka. Unit
5 Kepala Ruangan
6 Arsip

Lampiran Surat Keputusan Direktur RS. Restu Ibu Balikpapan


Nomor : 91/SK-DIR/RSRI/X/2015
PENETAPAN HAK PASIEN DAN KELUARGA
YANG MENDUKUNG DAN MELINDUNGI HAK PASIEN DAN KELUARGA
Kebijakan Umum :
1. RS Restu Ibu memberikan proses pelayanan yang mendukung dan mengedepankan hak
pasien dan keluarga sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.
2. RS Restu Ibu memiliki prosedur yang berkaitan dengan hak pasien dan keluarga.
Kebijakan Khusus :
1. Tersedia pelayanan kerohanian sesuai dengan agama dan kepercayaan pasien.
- RS memberikan informasi ketersediaan pelayanan kerohanian baik secara rutin maupun
atas permintaan pasien.
- RS memfasilitasi untuk pelayanan kerohanian baik pelayanan kerohanian rutin maupun
pelayanan kerohanian atas permintaan pasien dengan sebelumnya pasien atau keluarga
mengisi formulir permintaan pelayanan kerohanian.
2. RS. Restu Ibu wajib menghormati kebutuhan privasi pasien dalam memberikan asuhan
pelayanan.
- Pencatatan dan pelaporan dilakukan oleh seluruh penyelenggara RS Restu Ibu dengan
menggunakan format yang sudah disediakan oleh Rekam Medis.
- Seluruh permintaan dokumen pasien untuk keperluan asuransi, pendidikan dan instansi di
luar rumah sakit (pengadilan atau kepolisian) dengan menggunakan format permintaan
dokumen yang ditujukan kepada Direktur RS Restu Ibu
- Bukti bahwa rumah sakit melindungi privasi pasien didokumentasikan dalam formulir
permintaan privasi pasien.
- Atas seijin pasien informasi kesehatan hanya diberikan kepada orang yang telah ditunjuk
oleh pasien, didokumentasikan dalam formulir persetujuan pelepasan informasi medis.
- Tidak memasang papan nama pasien di setiap Instalasi rawat Inap (ruang nurse station
dan kamar pasien)
3. RS Restu Ibu mengambil tanggung jawab untuk beberapa atau semua barang milik pribadi
pasien yang dibawa ke rumah sakit jika pasien tidak dapat melakukan tanggung jawab
terhadap barang pribadi miliknya.
- Proses pencatatan nilai barang dan memastikan barang tersebut tidak akan hilang
didokumentasikan dalam formulir penitipan barang berharga milik pasien.
- Penyimpanan barang milik pasien disimpan di lemari cabinet yang terdapat di TPPRI,
dan petugas yang bertanggung jawab terhadap barang berharga milik pasien adalah
petugas bagian keamanan rumah sakit.
4. RS Restu Ibu melindungi pasien serta kelompok pasien berisiko dari kekerasan fisik oleh
pengunjung, pasien lain, dan staf rumah sakit.
- Rumah sakit melindungi bayi, anak-anak, manula dan lainnya yang tidak/kurang mampu
melindungi dirinya.
- Monitoring di setiap lobi, koridor rumah sakit, unit rawat inap, rawat jalan maupun di
lokasi terpencil atau terisolasi dengan pemasangan kamera CCTV
(Closed Circuit
Television) yang terpantau oleh Petugas Urusan Security.
- Petugas Security RS. Restu Ibu berhak memeriksa pengunjung yang mencurigakan dan
memonitoring lokasi yang terpencil atau terisolasi.
- Penunggu pasien maksimal 2 orang dan wajib memakai tanda pengenal selama berada di

dalam RS Restu Ibu.


- Setiap pengunjung RS Restu Ibu selain keluarga pasien meliputi tamu rumah sakit,
detailer, pengantar obat atau barang dan lain-lain wajib melapor ke petugas informasi dan
wajib memakai Kartu Visitor serta meninggalkan kartu identitasnya (KTP/SIM/Tanda
pengenal lainnya yang sah) di bagian security dan mengambilnya kembali setelah selesai
berkunjung.
- Pemberlakuan jam berkunjung pasien :
Pagi : Jam 10.00 13.00 WITA
Sore : Jam 17.00 19.00 WITA
- Pengunjung yang berkunjung di luar jam berkunjung rumah sakit diwajibkan :
a. Lapor dan menulis identitas pengunjung pada Petugas Security.
b. Meninggalkan kartu identitasnya (KTP/SIM/Tanda pengenal lainnya yang sah) di
bagian security dan mengambilnya kembali setelah selesai berkunjung.
c. Petugas Security menghubungi unit pelayanan dimana pasien di rawat inap untuk
memastikan apakah pasien dapat dikunjungi atau tidak.
d. Waktu yang diberikan bagi pengunjung yang berkunjung ke pasien di luar jam
berkunjung adalah selama 30 menit.
e. Jika dalam jangka waktu tersebut pengunjung belum menyelesaikan waktu
berkunjungnya, maka pihak Security berhak untuk mengingatkan dan meminta
pengunjung untuk meninggalkan ruang rawat inap.
5. RS. Restu Ibu menghormati kerahasiaan informasi kesehatan pasien dengan
mendokumentasikan informasi kesehatan dan data medis pasien dalam bentuk tulisan di
kertas atau elektronik serta memberikan hak sepenuhnya kepada pasien untuk memberikan
perwakilan kepada siapa informasi tentang kesehatannya dapat diberikan yang ditulis dalam
Formulir Pelepasan Informasi.
6. RS Restu Ibu menghormati hak pasien dan keluarga untuk berpartisipasi dalam pembuatan
keputusan pelayanan, bertanya, serta menghormati hak pasien dalam mencari second opinion
didalam atau diluar rumah sakit.
7. Para Pimpinan, staff, dokter dan karyawan RS. Restu Ibu menjamin dan melindungi hak
pasien untuk dilibatkan memberi persetujuan atas pelayanan dan tindakan medis yang akan
dikenakan pada dirinya.
- Informed Consent diberikan untuk setiap tindakan medis (sesuai dengan daftar tindakan
medis yang memerlukan Informed Consent) dan harus mendapat persetujuan dari pasien
atau keluarga terdekat atau wali sah pasien setelah mendapat penjelasan yang cukup dari
DPJP tentang tindakan tersebut.
- Informed Consent untuk setiap tindakan medis pada pasien yang tidak sadarkan diri dan
tidak didampingi oleh keluarga/wali dimana tindakan medis harus segera dilakukan untuk
menyelamatkan diri pasien maka persetujuan tindakan medis diberikan oleh 2 (dua)
orang dokter rumah sakit dan 1 (satu) orang saksi dari rumah sakit.
- Informed Consent diberikan pada semua tindakan kedokteran yang bersifat preventif,
diagnostik, terapeutik atau rehabilitatif yang dilakukan oleh dokter terhadap pasien,
dengan kondisi :
a. Semua tindakan pembedahan dan tindakan invasive
b. Semua tindakan anestesi dan sedasi (sedasi sedang dan sedasi dalam).
c. Semua tindakan pemberian produk darah dan komponen darah.
d. Semua tindakan yang berisiko tinggi.
- Tindakan Hemodialisis rutin/berkesinambungan, pelaksanaan informed consent dilakukan
pada kunjungan pertama, kecuali jika ada perubahan tindakan/intervensi yang berbeda
dari sebelummya, maka harus dilaksanakan informed consent ulang sesuai dengan
tindakan yang akan dilakukan

8. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) ditetapkan pada saat pasien dinyatakan rawat
inap dan didokumentasikan dalam DRM 03 Asesmen Awal IGD.
9. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) berkewajiban memberitahu pasien tentang
kondisi medis, diagnosis pasti, rencana pelayanan dan pengobatan, komplikasi, resiko
tindakan, prognosis dan alternative pelayanan dan pengobatan dengan cara dan bahasa yang
dapat dimengerti.
- RS. Restu Ibu menghormati hak pasien untuk menolak atau tidak melanjutkan
pengobatan dan memberitahukan konsekuensi dari keputusan dan alternatif pelayanan
dan pengobatan yang lain.
10. Menghormati keinginan dan pilihan pasien menolak pelayanan resusitasi atau menghentikan
bantuan hidup dasar sesuai dengan norma agama, budaya, dan syarat hukum yang berlaku.
- Sesuai peraturan perundang-undangan keputusan penghentian bantuan hidup dilakukan
pada pasien yang dirawat di ruang rawat intensive (ICU), dilakukan oleh 3 (tiga) dokter
yaitu dokter spesialis anestesiologi atau dokter lain yang memiliki kompetensi dan 2
(dua) orang dokter lain yang ditunjuk oleh komite medis rumah sakit.
- Bila dalam kondisi pasien tidak dirawat di ruang rawat intensive (ICU) dan menolak
untuk dirawat di ruang rawat intensive (ICU), maka keputusan menghentikan bantuan
hidup atau menolak pelayanan resusitasi tetap dapat dinyatakan oleh DPJP dengan
sebelumnya memberikan informasi tentang kondisi terminal dan keputusan menolak
pelayanan resusitasi.
11. RS. Restu Ibu menetapkan proses asesmen dan manajemen nyeri.
12. Mendukung hak pasien untuk mendapat pelayanan yang menghargai dan penuh kasih sayang
dalam menghadapi akhir kehidupannya.
13. RS. Restu Ibu menghormati keluhan tentang pelayanan, konflik dan perbedaan pendapat
yang disampaikan pasien dan menetapkan prosedur penyelesaian keluhan atau komplain,
termasuk keluhan atau komplain yang masuk di media cetak maupun media elektronik.
14. Staf RS. Restu Ibu dalam memberikan pelayanan kepada pasien harus dengan penuh
perhatian dan menghormati serta dapat mengidentifikasi nilai-nilai budaya, suku,
kepercayaan, dan agama yang dianut pasien.
15. Pemberian informasi hak dan kewajiban pasien diterapkan dan dilaksanakan untuk setiap
pasien saat mendaftar sebagai pasien rawat inap (dinyatakan oleh dokter untuk rawat inap)
maupun sebagai pasien rawat jalan. Petugas rumah sakit yang bertanggung jawab dalam
memberikan informasi kepada setiap pasien adalah petugas/staf bagian penerimaan pasien di
rumah sakit.
16. Menyediakan informasi tentang hak dan kewajiban pasien di bagian penerimaan pasien
(pendaftaran pasien) serta disetiap dinding lorong ruang perawatan dan ruangan-ruangan
yang dianggap strategis untuk penyampaian informasi.
17. RS. Restu Ibu menetapkan adanya persetujuan umum untuk pelayanan rumah sakit secara
tertulis diterapkan dan dilaksanakan pada setiap pasien saat dinyatakan untuk dirawat inap
oleh dokter atau pada saat pasien mendaftar untuk pertama kali sebagai pasien rawat jalan.
18. RS. Restu Ibu tidak melakukan pelayanan pencampuran dan pemberian obat-obatan
sitostatika.
19. RS. Restu Ibu tidak melakukan penelitian klinis terhadap pasien.
20. RS. Restu Ibu tidak melayani pasien yang akan melakukan donor organ atau pasien yang
akan mendapatkan donor organ.
Balikpapan, Oktober 2015
Direktur RS. Restu Ibu,

Drg. B. Agus Wiatma, M. Kes