Anda di halaman 1dari 4

KEBIJAKAN

ASESMEN PASIEN RESIKO JATUH


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA
ANTON SOEDJARWO PONTIANAK

RUMAH SAKIT
BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO
PONTIANAK
SURAT KEPUTUSAN

KEPALA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO


PONTIANAK
No. /
/ / /
TENTANG
KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN RESIKO JATUH
DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO
PONTIANAK
KEPALA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO PONTIANAK
Menimbang :
Bahwa pasien dapat mengalami cedera karena
a
a
b

jatuh selama berada di rumah sakit;


Bahwa rumah sakit perlu mengevaluasi

risiko

pasien

untuk

jatuh

dan

mengambil

tindakan

mengurangi risiko cedera bila sampai jatuh;


Bahwa sehubungan dengan dimaksud pada huruf a
dan b diatas maka perlu ditetapkan kebijakan
c

tentang Pengurangan Risiko Pasien Jatuh di Rumah


Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak,
dengan Keputusan Kepala Sakit Bhayangkara Anton
Soedjarwo Pontianak.

Menginga
t:
1

Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 36

Tahun 2009 tentang Kesehatan.


Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1691 / Menkes / Per / VIII / 2011 tentang :
Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

MEMUTUSKAN
Perta
:
Keputusan
ma

Direktur

Rumah

Sakit

Bhayangkara

Anton Soedjarwo Pontianak tentang asesmen risiko


pasienjatuh di Rumah Sakit Bhayangkara Anton

Kedua

Soedjarwo Pontianak.
Asesmen risiko pasien

Jatuh

di

Rumah

Sakit

Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak sebagai


Ketiga

mana tercantum dalam lampiran keputusan ini.


Pengawasan dalam pelaksanaan kebijakan

Keemp

dilakukan oleh Komite Keselamatan Pasien


Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan

at

ini

akan dievaluasi dalam tiga (3) tahun atau terdapat


kekeliruan dalam penetapan keputusan ini.
Ditetapkan di : Pontianak
Pada tanggal :
2016
KEPALA RS BHAYANGKARA
ANTON SOEJARWO PONTIANAK

Drg. SUGIYATO
AKBP NRP...............................

Lampiran Surat Keputusan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak
Nomor
:

Tanggal

KEBIJAKAN TENTANG ASESMEN PASIEN RESIKO JATUH


DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO PONTIANAK
1.

Semua pasien rawat Jalan dan rawat Inap dinilai resiko jatuh saat asessment
awal dan dilakukan penilaian ulang jika terjadi perubahan kondisi atau
pengobatan, meliputi pasien anak, dewasa, dan pasien psikiatri.

2.

Semua pasien neonatus dikategorikan beresiko jatuh.

3.

Pengkajian risiko jatuh untuk pasien anak menggunakan skala Humpty


Dumty, pasien dewasa menggunakan skala Morse, dan pasien psikiatri
menggunakan skala Edmonson.

4.

Penilaian resiko jatuh pasien dewasa di rawat jalan dengan Time Up & Go

5.

Hasil pengukuran dimonitor dan ditindak lanjuti sesuai derajat resiko jatuh.

6.

Pakaikan gelang resiko jatuh berwarna kuning dan tanda warna kuning
dipintu kamar pada pasien dengan kategori risiko sedang dan tinggi.

7.

Lakukan Intervensi sesuai hasil penilaian skoring sesuai dengan pedoman


yang telah ditentukan ( risiko ringan, sedang dan tinggi ).

8.

Gelang tanda risiko jatuh dilepas jika score pada pasien risiko jatuh berkurang
atau hasil scoring resiko rendah.

9.

Simbol resiko jatuh dilepas jika score pada pasien resiko jatuh berkurang dan
atau hasil skoring rendah.

10.

Pencegahan resiko jatuh di rawat inap dilakukan dengan menggunakan

pedoman pencegahan resiko jatuh dan dimonitor.


Ditetapkan di : Pontianak
Pada tanggal :
2016
KEPALA RS BHAYANGKARA
ANTON SOEJARWO PONTIANAK

Drg. SUGIYATO
AKBP NRP...............................