Anda di halaman 1dari 8

PANDUAN PRAKTIK KLINIS

SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus
1. Pengertian
(Definisi)

Tumor

(Kode ICD: )
usus halus adalah

kanker

yang

biasanya

menempel dijonjot-jonjot dinding usus halus.


Kebanyakan tumor usus halus adalah jinak.
Tumor ganas yang kurang sering ditemukan meliputi
karsinoma, limfoma dan tumor karsinoid. Tumor usus
halus merupakan tantangan unik untuk klinisi karena
sulitnya menentukan diagnosis pasti dari tumor itu
sendiri.
Tumor jinak pada usus halus meliputi:
- Lipoma (sel-sel lemak)
- Neurofibroma (sel-sel saraf)
- Fibroma (jaringan ikat)
- Leiomioma (sel-sel otot).
Kebanyakan tumor jinak tidak menyebabkan gejala.
Tetapi tumor yang berukuran besar bisa menyebabkan
terdapatnya darah salam tinja, penyumbatan usus
(sebagian atau total), atau penjeratan usus bila satu
bagian usus masuk ke usus yang berada di depannya
(intususepsi).
Penyebab Kanker Usus Halus
Adapun penyebab-penyebab yang sering ditemukan
pada penderita kanker usus halus adalah:
1.
2.
3.
4.
5.

Karena usia tua


Kegemukan
Sering merokok
sering meminum minuman beralkohol
Memiliki pola makan yang jelek dalam artian kurang

memperhatikan waktu makan


6. Makanan yang dimakannya juga tidak bergizi, seperti
makanan dan minuman instan

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus
2. Anamnesis

(Kode ICD: )
gejala yang timbul :
seperti rasa nyeri pada bagian perut hingga bagian

pangkal dubur.
Ketika buang air besar ditandai oleh keluarnya

feses yang bercampur darah


Terjadi sembelit atau diare lebih dari 6 minggu
Penuruanan berat badan dengan sebab yang

kurang jelas
Perut terasa kembung atau penuh, meski telah
buang air besar, kemudian timbul rasa lelah yang

tidak tertahankan.
Sulit buang angin (kentut), meski perut terasa

kembung.
Sering mengalami sakit perut, seperti usus melilit.
Inilah beberapa gejala-gejala yang mungkin timbul
ketika seseorang menderita kanker usus halus:
1) Berat badan turun
2) Badan terasa lelah, letih dan lesu, karena nutrisi

3. Pemeriksaan
Fisik

banyak yang tidak terserap


3) Sakit perut banget
4) Pada kotoran BAB mengandung darah
5) Bentuk kotorannya kecil meruncing dan agak keras
1. Tes. Banyak tes atau pemeriksaan yang harus
dilakukan apakah Anda benar-benar terkena penyakit
tumor usus halus.
Tahapan-Tahapan Dalam Tes
Tes yang dilakukan pertama kali adalah test skrining.
Tes ini wajib bagi penderita polip kolorektal. Tes ini juga
akan dilakukan bagi penderita yang merasakan diare,
sembelit dan beberapa gejala yang dicurigai sebagai
kanker

usus

besar.

Tes

ini

dilakukan

dengan

memasukkan alat seperti scan yang bisa berguna untuk


melihat kondisi usus halus. Apakah ada benjolan yang

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus
(Kode ICD: )
mencurigakan atau tidak.
2. Kolonoskopi akan dilakukan sebagai tindak lanjut
sejauh mana jaringan atau benjolan di usus halus
tersebut.
Untuk mengetahui apakah benjolan tersebut bersifat
kanker

atau

bukan,

pasien

akan

disuruh

untuk

melakukan tes darah.


3. Tes fungsi hati.
4. Tes darah yang keluar dengan tinja atau disebut juga
dengan FOBT. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
penyebab keluarnya darah bersamaan dengan tinja.
5. CT Scan. CT Scan merupakan langkah yang
dilakukan untuk memeriksa bagian-bagian di dalam
otak. Istilah lainnya adalah rekam otak atau ronsen
otak. Bagian otak di kepala pun akan terekam dengan
jelas.
6. MRI Scan. Sebagian orang asing dengan istilah ini.
MRI Scan merupakan ronsen atau rekam struktur
tubuh manusia. Menfaatkan dengan medan magnet,
gelombang radio dan juga komputer. Struktur di
dalam tubuh pun bisa terlihat dengan jelas. Tidak
semua

organ bisa

dilakukan MRI

Scan. Untuk

mendeteksi tumor usus halus hanya organ tertentu


saja.
7. PET Scan.

PET

scan

merupakan

pemeriksaan

diagnosis yang bisa menghasilkan gambar fungsi dari


biologis

tubuh

bermanfaat

manusia

untuk

dengan

mengetahu

jelas.

sejauh

Hal

ini

mana

sel

kanker menyebar. Diagnosa tersebut akan Anda


lakukan jika Anda merasakan adanya ciri ciri tumor

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus

4. Kriteria
Diagnosis

9. Diagnosis

10.

Diagnosis

Banding
11.

Pemeriksaa

n Penunjang

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

(Kode ICD: )
usus halus.
Keluar darah saat BAB
Diare
BB menurun dengan sebab yang tidak jelas
Perut terasa penuh
Anoreksia
Obstipasi
Nausea dan Vomitus
Ikterus

1. Diagnosis tumor jinak usus halus


2. Diagnosis tumor ganas usus halus
3. Diagnosis komplikasi
4. Diagnosis penyakit penyerta
1. Ileus Obstruktif
2. Ca rektum
3. Polip juvenile
4. Hemoroid
a. Pemeriksaan antigen karsinoembrionik (CEA)
Kadar

CEA

(Antigen

Karsinoma

Embrionik)

dapat

dipercaya dalam diagnosis prediksi, pada eksisi tumor


komplek, kadar CEA yang meningkat harus kembali ke
normal dalam 48 jam. Peningkatan CEA pada tanggal
selanjutnya menunjukkan kekambuhan.
b. Kolonoskopi
Pemeriksaan

kolonoskopi

atau

teropong

usus

ini

dianjurkan segera dilakukan bagi mereka yang sudah


mencapai usia 50 tahun. Pemeriksaan kolonoskopi relatif
aman, tidak berbahaya, namun pemeriksaan ini tidak
menyenangkan.

Kolonoskopi

dilakukan

untuk

menemukan kanker kolorektal sekaligus mendapatkan


jaringan untuk diperiksa di laboratorium patologi. Pada
pemeriksaan ini diperlukan alat endoskopi fiberoptik
yang digunakan untuk pemeriksaan kolonoskopi. Alat
tersebut

dapat

melihat

sepanjang

usus

besar,

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus
(Kode ICD: )
memotretnya, sekaligus biopsi tumor bila ditemukan.
Dengan kolonoskopi dapat dilihat kelainan berdasarkan
gambaran makroskopik. Bila tidak ada penonjolan atau
ulkus, pengamatan kolonoskopi ditujukan pada kelainan
warna, bentuk permukaan, dan gambaran pembuluh
darahnya.
c. Radiologis
Pemeriksan radiologis yang dapat dilakukan antara lain
adalah foto dada dan foto kolon (barium enema). Foto
dada dilakukan untuk melihat apakah ada metastasis
kanker ke paru.
e. Pemeriksaan Hb
Pemeriksaan ini penting untuk memeriksa kemungkinan
pasien mengalami perdarahan (FKUI, 2001 : 210). Selain
itu, pemeriksaan darah samar (occult blood) secara
berkala, untuk menentukan apakah terdapat darah pada
tinja atau tidak.
e. Pemeriksaan Hb
Pemeriksaan ini penting untuk memeriksa kemungkinan
pasien mengalami perdarahan (FKUI, 2001 : 210). Selain
itu, pemeriksaan darah samar (occult blood) secara
berkala, untuk menentukan apakah terdapat darah pada
tinja atau tidak.
f. Pemeriksaan colok dubur, oleh dokter bila seseorang
mencapai usia 50 tahun. Pemeriksaan tersebut sekaligus
untuk mengetahui adanya kelainan pada prostat.
g. Sigmoidoskopi: Dokter akan memeriksa rektum dan
bagian

bawah

kolon

dengan

tabung

cahaya

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus
(Kode ICD: )
(sigmoidoskop). Jika ditemukan polip (pertumbuhan
jinak yang dapat menjadi kanker), maka polip bisa
12.

Tatalaksana

diangkat.
Satu-satunya kemungkinan terapi kuratif ialah tindakan
bedah, dengan tujuan utamanya memperlancar saluran
cerna. Kemotrapi dan radiasi bersifat paliatif dan tidak
memberikan

manfaat

kuratif.

Tipe

pembedahan

tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Prosedur


pilihan pembedahan adalah :
Reseksi segmental dengan anastomosis (pengangkatan
tumor dan porsi usus pada sisi pertumbuhan, pembuluh
darah dan nodus limfatik).
Reseksi abdominoperineal dengan kolostoti sigmoid
permanen / pengangkatan tumor dan porsi sigmoid dan
semua rektum serta sfingter anal
Kolostomi sementara diikuti dengan reseksi segmental
dan

anastomosis

serta

reanastomosisi

lanjut

dari

kolostomi. (memungkinkan dekompresi usus awal dan


persiapan usus sebelum resekai )

Kolostomi

permanen

(unuk

menyembuhkan

lesi

obstrusi yang tidak dapat direseksi)


13. Edukasi
10. Prognosis

Tumor usus halus yang tidak mengakibatkan strangulasi


mempunyai angka kematian 5 %. Kebanyakan pasien
yang meninggal adalah pasien yang sudah lanjut usia.
Tumor

usus

halus

yang

mengalami

strangulasi

mempunyai angka kematian sekitar 8 % jika operasi


dilakukan

dalam

jangka

timbulnya

gejala-gejala,

waktu
dan

25

36
%

jam
jika

sesudah
operasi

PANDUAN PRAKTIK KLINIS


SMF ..
RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Tumor Usus Halus
(Kode ICD: )
diundurkan lebih dari 36 jam. (4)

Pada tumor usus besar, biasanya angka kematian


berkisar antara 1530 %. Perforasi sekum merupakan
penyebab

utama

kematian

yang

masih

dapat

dihindarkan.
11.

Tingkat

Evidens
12. Tingkat
Rekomendasi
13. Penelaah
Kritis
14. Indikator
Medis
(outcome)
15. Kepustakaa 1.Harjono
n

RM.,

Oswari

J.,

dkk.

Kamus

Kedokteran

Dorland. Edisi 26. Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Jakarta. 1996; 906.
2.Mansjoer A., Suprohaita, Wardhani WI., Setiowulan W.
Ileus Obstruktif. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran
Edisi

Ketiga

Jilid

2.

Penerbit

Media

Aesculapius

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.


2000; 318 20.
3.Sjamsuhidajat, Wim de Jong. Hambatan Pasase Usus.
Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi revisi. Penerbit
Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1997; 841 5.
4.Himawan S. Gannguan Mekanik Usus (Obstruksi).
Dalam: Patologi. Penerbit Staf Pengajar bagian Patologi
Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Jakarta: 1996; 204 6.