Anda di halaman 1dari 10

UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
Jl. Ringroad Barat Daya No.1, Tamantirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tlp. (0274)434 2288, 434 2277. Fax. (0274)4342269. Web: www.almaata.ac.id

PENDIDIKAN KESEHATAN
SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN
LANSIA SEHAT, BERWAWASAN DAN JAUH DARI HIPERTENSI
Pokok Bahasan

: Hipertensi

Sub Pokok Bahasan


Sasaran

: Tn. X dan keluarga

Hari / tanggal
Jam

: Perawatan dan pencegahan hipertensi


: Rabu, 28 desember 2016

: 13.00-13.30 WIB

Waktu pertemuan: 30 menit


Tempat
I.

: Rumah Tn. X

LATAR BELAKANG
Hipertensi merupakan suatu kondisi adanya peningkatan
tekanan darah sistolikdan atau diastolikdiatas normal sehingga
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah
terhambat ke jaringan tubh yang membutuhkan. Joint national
Commite 7tahun 2003 mengklasifikasikan tekanan darah manusia
menjadi tekanan darah normal, pre hipertensi, hipertensi tahap 1
dan hipertensi tahap 2. Hipertensi dapat menimbulkan berbagai
masalah seperti adanya kecenderungan peningkatan prevalensi
hipertensi, manajemen hipertensi yang masih belum optimal, serta
adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat meningkatkan
morbiditas dan mortalitas.
Menurut WHO dan The International Society of hypertention
(ISH), saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh
dunia, 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya. Tujuh dari
setiap 10 penderita tidak pendapatkan perawatan dan pengobatan
yang optimal. Studi berkesinambungan dari Monitoring Trends and
Determinants

of

Cardiovaskular

Disease

(MONICA)

Jakarta

melaporkan adanya peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia


dari 16,9 % menjadi 17,9 % (tahun 2000).
Kondisi

ini

menimbulkan

kekhawatiran

terkait

semakin

meningkatnya kejadian hipertensi di dunia khususnya Indonesia.


Oleh

karena

itu,

pemerintah

perlu

meningkatkan

dan

mengoptimalkan peran dan fungsi berbagai sector yang berkaitan


dengan kesejahteraan lansia. Tidak hanya dari sosial saja, tetapi
kesejahteraan lansia juga perlu mendapatkan pendidikan kesehatan
untuk mencegah berbagai macam penyakit degenerative yang
banyak dialami lansia akibat adanya penurunan fungsi organ pada
masa penuaan.
II.

TUJUAN
A. Umum
Setelah mengikuti proses pendidikan kesehatan selama 30 menit,
pasien dan keluarga mampu memahami dan menerapkan
tindakan pencegahan penyakit hipertensi atau darah tinggi.
B. Khusus
Setelah mengikuti proses pendidikan kesehatan terkait
pencegahan penyakit hipertensi, pasien dan keluarga diharapkan
dapat menjelaskan tentang:
1.
2.
3.
4.
5.

Menyebutkan
Menyebutkan
Menyebutkan
Menyebutkan
Menyebutkan
penderita

III.

IV.

V.

pengertian Hipertensi atau darah tinggi


faktor resiko Hipertensi
tanda dan gejala Hipertensi
pencegahan Hipertensi
buah atau sayuran yang baik dikonsumsi oleh

hipertensi

METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
MEDIA
a. Leaflet
b. Gambar buah dan sayur

MATERI
Materi (terlampir) :

1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Hipertensi atau darah tinggi


Faktor resiko Hipertensi
Tanda dan gejala Hipertensi
Pencegahan Hipertensi
Buah dan sayur yang baik di konsumsi oleh penderita
hipertensi atau darah tinggi

VI.

KEGIATAN PENYULUHAN
No

Kegiatan Penyulu

Waktu

1 Pendahuluan
Memberi salam
Memperkenalkan diri
Mengkomunikasika
n

pokok

terkait

Kegiatan Peserta

5 menit

bahasan

Menjawab

salam
Mendengarkan
Mendengarkan

hipertensi

dan

atau darah tinggi


Menjelaskan
tujuan

penyuluhan
Menjelaskan kontrak waktu

memperhatika
n

Mendengarkan
Menyetujui
kontrak waktu

2 Kegiatan Inti
Menjelaskan
definisi

tentang

hipertensi

atau

20

menit

Memperhatika
n

darah tinggi
Menjelaskan tentang factor

resiko hipertensi
Menjelaskan tentang tanda

Bertanya

dan gejala hipertensi


Menjelaskan
tentang

Memperhatika

bagaimana

pencegahan

penyakit hipertensi
Menjelaskan

dan

memberikan contoh buah


dan sayur yang baik untuk
dikonsumsi lansia dengan

Mengajukan

hipertensi.
Memberikan

peserta untuk bertanya


Menjawab
pertanyaan

kesempatan

pertanyaan
memperhatikan

memperhatikan

menjawab

menjawab

peserta
3 Penutup

menyimpulkan
pendidikan

bersama pasien
memberikan

secara lisan
memberikan

penutup
Total

materi

5 menit

kesehatan
evaluasi
salam

salam
30 menit

VII.

PENGORGANISASIAN
Penyuluh : Witri Nurhaeti
Sasaran
: Tn. X dan satu anggota keluarga

VIII.

SETING TEMPAT

Keterangan :
: Penyuluh
: Meja

: Tn. X
: Keluarga Tn.X
IX.

EVALUASI
A. Kriterian evaluasi:
1. Peserta mampu menjelaskan tentang definisi hipertensi atau
darah tinggi
2. Peserta mengathui tentang factor resiko darah tinggi
3. Peserta mengetahui tentang tanda dan gejala hipertensi
4. Peserta mengetahui tentang bagaimana pencegahan penyakit
hipertensi
5. Peserta mengetahui tentang jenis buah dan sayur yang baik
untuk dikonsumsi penderita hipertensi
B. Pelaksanaan penyuluhan:
1. Penyuluhan dimulai pada pukul 13.00 WIB
2. Kegiatan penyuluhan selesai pada pukul 13.30 WIB
3. Pada sesi Tanya jawab muncul pertanyaan meliputi :
a. Berapa normal tekanan darah pada lansia?
b. Bagaimana mengolah buah dan sayur supaya tidak
bosan?
4. Jawab
a. Klasifikasi Hipertensi
Sistolik

Diastolik

Normal
Normal tinggi
Hipertensi

(mmHg)
<130
130-139
140-159

(mmHg)
<85
85-89
90-99

ringan
Hipertensi

160-179

100-109

sedang
Hipertensi

180-209

110-119

berat
Sangat berat

>210

>120

b. Selain dimakan langsung, bisa dengan di rebus, dibuat


jus, atau di olah menjadi makanan sehat lainnya
sesuai dengan keinginan dan selera.
5. Kegiatan penyuluhan selesai pada pukul 13.30 WIB
6. Evaluasi pelaksanaan penyuluhan

Lampiran Materi :
MATERI PENYULUHAN KESEHATAN
TENTANG HIPERTENSI
1. Pengertian Hipertensi atau darah tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan
tekanan
darah secara menetap > 140/90 mmHg.
2. Faktor resiko Hipertensi
a. Keturunan
b. Gaya hidup yang tidak sehat
1) Diit yang tidak sehat (kurang buah dan sayuran,
tinggi lemak, tinggi kolesterol)
2) Kurang aktivitas fisik/olahraga
3) Kegemukan / Obesitas
4) Alkohol
5) Stress
6) Merokok
c. Sekitar 5 10 % berhubungan dengan penyakit ginjal, 1
2 % berhubungan dengan kelainan hormon atau
pemakaian obat tertentu (Pil KB) pada wanita.
3. Tanda dan gejala Hipertensi
Seringkali hipertensi terjadi tampa gejala, sehingga penderita
tidak merasa sakit. Pada umumnya sebagai berikut :
a. Sakit kepala
b. Kelelahan
c. Mual dan muntah
d. Sesak nafas
e. Pandangan menjadi kabur
f. Mata berkunang kunang
g. Mudah marah
h. Telinga berdengung

i. Sulit tidur
j. Rasa berat ditengkuk
4. Pencegahan Hipertensi
Mengurangi dan memodifikasi faktor resiko dengan :
a. Tidak merokok
b. Olahraga / aktivitas fisik secara teratur
c. Pola makanan sehat dan seimbang
Batasan konsumsi garam untuk Hipertensi
1) Hipertensi ringan : sendok teh perhari
2) Hipertensi sedang : sendok teh perhari
3) Hipertensi berat : Tampa garam
d. Melakukan cek kesehatan secara rutin
5. Buah dan sayur yang baik di konsumsi oleh penderita
hipertensi atau darah tinggi
a. Mentimun
Dua buah timun dimakan pagi dan soe atau diparut,
diperas dan diambil airnya diminum pagi dan sore hari.
b. Pisang
Dimakan langsung ketika sudah matang, di rebus atau di
olah sesuai dengan selera.
c. Seledri
Daun seledri yang muda dan segar di cuci, lalu di rebus
dan airnya diminum setiap pagi dan sore secara rutin.

X.

REFERENSI
Aris, S. 2007. Mayo Clinic Hipertensi, Mengatasi Tekanan Darah
Tinggi. Jakarta: PT Intisari Mediatam.
Armilawaty. 2007. Hipertensi dan Faktor Resiko Dalam Kajian
Epidemiologi.

Bagian

http//ridwanamiruddin.

Epidemiologi
com/2007/12/08

FKM

UNHAS

hipertensi-dan-faktor-

risikonya-dalam-kajian-epidemiologi/, (online) diakses tanggal 25


Desember 2016
Keleher, H., MacDougall, C., & Murphy, B. 2007. Understanding
Health Promotion. Victoria, Australia : Oxford University Press.
Notoadmodjo, Sukidjo. (2007). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni.
Renika Cipta : Jakarta.

UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
Jl. Ringroad Barat Daya No.1, Tamantirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tlp. (0274)434 2288, 434 2277. Fax. (0274)4342269. Web: www.almaata.ac.id

FORM PENILAIAN PENDIDIKAN KESEHATAN


Nama
Mahasiswa
Tanggal
Evaluasi

Nomer ID/NIM

Stase

Perawat Spesialis

Preseptor

Assessor/Penguji
Clinical Instructor
(CI)

Preseptor
Akademik

DIRECT OBSERVATION OF PROCEDURAL SKILLS (DOPS) - KMB


Skor
Bobo
No
Aspek penilaian
t
0 1 2
Persiapan Proposal Pendidikan Kesehatan KMB
1.
Sistematika penulisan SAP
2
2.
Ketepatan waktu pelaksanaan
1
3.
Ketepatan tempat
1
4.
Ketepatan media
2
5.
Ketepatan sasaran
2
6.
Ketepatan pemilihan topik
3
7.
Pembuatan program antisipasi
2
8.
Ketepatan tujuan
2
9.
Ketepatan pembuatan latar belakang
2
10. Ketepatan pemilihan metode
3
Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
11. Kemampuan penyuluh
4
12. Ketepatan informasi dalam penyuluhan
4
13. Penggunaan media sesuai rencana
4
14. Seting tempat penyuluhan
2
15. Sikap terapeutik
3
16. Persiapan peserta klien dan keluarga
2
17. Pemanfaatan waktu yang tersedia
2
18. Langkah-langkah pendidikan kesehatan dilakukan secara urut dan
3
sistematis
Evaluasi
19. Pelaksanaan evaluasi proses pendidikan kesehatan
3
20. Pelaksanaan evaluasi hasil pendidikan kesehatan
3
Jumlah

Komentar:

Pembimbing (Preceptor/ CI)


Rekomendasi:

Tanda tangan:

Tanda tangan:

Nama dan Gelar:

Mahasiswa
Komentar: