Anda di halaman 1dari 29

i

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM
Mini Teknologi Pendeteksi Kandungan Besi (Fe) dalam Air Berbasis Sensor
Warna TCS3200 Guna Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas
Laboratorium Teknik Lingkungan UNTAN Pontianak, Kalimantan Barat
BIDANG KEGIATAN :
PKM PENERAPAN TEKNOLOGI

Diusulkan oleh :

Munawaroh Nasailul Cholil

(D1121141027/2014)

Desisius Gumilar

(D1121141002/2014)

Dwiki Ramadhan

(D1121131006/2015)

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016

ii

ii

iii

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ......................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
1.3 Tujuan Kegiatan ........................................................................................ 2
1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2
1.5 Luaran Yang Diharapkan .......................................................................... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 3
2.1 Kandungan Besi (Fe) dalam air ................................................................ 3
2.2 Spektrofotometri dan Proses Absorbsi Cahaya ......................................... 3
2.3 Sensor Warna TCS3200 dan Arduino UNO ............................................. 5
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ................................................................ 7
3.1 Tahap Persiapan ........................................................................................ 7
3.2 Tahap Pelaksanaan Kegiatan .................................................................... 8
3.2.1 Perancangan Alat .......................................................................... 8
3.2.2 Cara Kerja Alat ............................................................................. 8
3.3 Tahap Evaluasi .......................................................................................... 8
3.4 Tahap Laporan Akhir dan Presentasi ........................................................ 8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN .................................................. 9
4.1 Anggaran Biaya ......................................................................................... 9
4.2 Jadwal Kegiatan ........................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 10
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................. 11
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, Dosen pendamping................................. 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ........................................................ 17
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas ............ 21
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan ................................................... 22
Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra .......................................... 23
Lampiran 6. Gambaran Teknologi yang akan diterapkembangkan .................... 24
Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja.................................................... 25

iii

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Kemajuan riset tentang pemfilteran kandungan besi (Fe) dalam air saat ini,
mendorong para peneliti dan mahasiswa untuk memiliki teknologi yang dapat
mempermudah menganalisis kadar besi (Fe) dalam air. Tujuannya untuk
memudahkan pekerjaan para peneliti dan mahasiswa sekaligus meningkatkan
produktifitas yakni efisiensi dan kualitas dalam mendeteksi kadar kandungan besi
(Fe) dalam air.
Di universtitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat banyak para
peneliti dan mahasiswa memiliki penelitian atau pun tugas tentang menganalisis
kandungan besi (Fe) dalam air, sehingga mereka akan berlomba-lomba untuk
menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin dan efisien dalam menganalisis
kandungan besi (Fe) tersebut.
Namun tidak banyak teknologi modern yang diciptakan untuk membantu
mempermudah penelitian tersebut. Salah satu di antaranya ialah sedikitnya mesin
atau alat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kandungan besi (Fe) dalam air,
dan tidak semua laboratorium memiliki alat yang memadai, sehingga mempersulit
para peneliti dan mahasiswa untuk mendeteksi kandungan besi (Fe) pada air.
Seperti di Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak
yang menjadi laboratorium Teknik terbesar di Kalimantan Barat yang
menyebabkan sebagaian peneliti dan mahasiswa dari fakultas lain menumpang di
Laboratorium Teknik Lingkungan, akan tetapi sedikitnya alat yang memadai di
Laboratorium Teknik Lingkungan dengan banyaknya penganalisis tidak heran
banyak peneliti dan mahasiswa yang menganalisis kandungan besi (Fe) di luar
daerah Kalimantan Barat. Disamping belum ada teknologi pendeteksi kandungan
besi (Fe) dalam air yang otomatis dan portable, biaya mahal, serta dibutuhkan waktu
yang cukup lama, maka diperlukan suatu teknologi baru yang dapat membantu
penyediaan fasilitas Laboratorium Teknik Lingkungan UNTAN khususnya
pendeteksi kandungan besi (Fe) dalam air sebagai penyedia fasilitas analisis
kandungan besi (Fe) dalam air.
Oleh sebab itu dalam karya tulis ini menawarkan solusi dengan membuat
alat mini teknologi pendeteksi adanya kandungan besi (Fe) dalam air yang
memanfaatkan prinsip spektrofotometri. Yang menjadi pembeda dengan alat yang
sudah ada adalah, alat ini dibuat menggunakan Arduino sebagai kontrol dan sensor
warna untuk mengukur panjang gelombang dari warna yang tidak terserap oleh
sampel dan bersifat otomatis, portable, murah, efisien serta cepat. Sehingga
memudahkan para peneliti dan mahasiswa yang ingin melakukan penelitian baik di
lapangan maupun untuk digunakan di dalam laboratorium atau di universitas.

1.2.Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka dicari suatu pemecahan masalah yaitu:
1. Bagaimana mengimplementasikan mini teknologi pendeteksi kandungan
besi (Fe) dalam air berbasis sensor warna TCS3200 di Laboratorium Teknik
Lingkungan UNTAN?
2. Bagaimana cara mendeteksi kandungan besi (Fe) di dalam air dengan
menggunakan sensor warna TCS3200 yang bersifat portable dan mudah
dalam penggunaannya?
1.3.Tujuan Kegiatan
Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah:
1. Mendesain dan menghasilkan mini teknologi pendeteksi kandungan besi
(Fe) berbasis sensor warna TCS3200 pada air yang belum pernah ada.
2. Memudahkan pekerjaan para peneliti dan mahasiswa sekaligus
meningkatkan produktivitas yakni efisiensi dan kualitas dalam mendeteksi
kandungan besi (Fe) dalam air.
1.4.Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Membantu para peneliti dan mahasiswa untuk mendeteksi kandungan besi
(Fe) dalam air dengan efisien.
2. Memberikan suatu tekhnologi kepada mitra untuk mempermudah
mengetahui kandungan besi (Fe) dalam air.
1.5. Luaran yang Diharapkan
1. Terciptanya mini teknologi pendeteksi kandungan besi (Fe) berbasis sensor
warna TCS3200 sebagai inovasi baru pendeteksi kandungan besi dalam air
untuk mempercepat proses penelitian mahasiswa dan peneliti.
2. Berhasil membuat mini teknologi pendeteksi kandungan besi (Fe) berbasis
sensor warna TCS3200 sebagai alat yg mudah digunakan merupakan
potensi pasar yang sangat besar dan dijadikan paten.
3. Sebagai pemasukan dan pengahsilan Laboratorium Teknik Lingkungan
UNTAN.
4. Sebagai penyedia sarana bagi peneliti dan mahasiswa dengan berbentuk
teknologi.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Kandungan Besi (Fe) dalam air
Besi (Fe) adalah elemen yang banyak di batuan dan merupakan salah satu
elemen kimia yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi, pada semua
lapisan geologi dan semua badan air Kandungan unsur kimia dalam air sangat
tergantung pada formasi geologi tempat air itu berada dan formasi geologi tempat
dilaluinya air.
Kandungan unsur besi di air tanah, terutama di dalam air sumur banyak
terjadi. Air tanah yang umumnya mempunyai konsentrasi karbondioksida yang
tinggi dapat menyebabkan kondisi anaerobik. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi
besi bentuk mineral tidak larut (Fe3+) tereduksi menjadi besi yang larut dalam
bentuk ion bervalensi dua (Fe2+). Konsentrasi besi pada air tanah bervariasi mulai
dari 0, 01 mg/l - 25 mg/l. Pada air permukaan jarang ditemui kadar Fe melebihi 1
mg/l, tetapi di dalam air tanah kadar Fe dapat jauh lebih tinggi (Manahan, 1999).
Menurut Y.P Tirta Dharma (2002) Konsentrasi Fe yang tinggi dapat
dirasakan dan dapat menodai kain serta perkakas dapur. Pada air yang tidak
mengandung oksigen seperti air tanah, besi berada sebagai Fe2+ yang cukup tinggi,
sedangkan pada air sungai yang mengalir dan terjadi abrasi, Fe2+ teroksidasi
menjadi (Fe(OH)3), dimana (Fe(OH)3) ini sulit larut pada pH 6 sampai 8.

2.2. Spektrofotometri dan Proses Absorbsi Cahaya


Spektrofotometri merupakan salah satu metode analisis instrumental yang
menggunakan dasar interaksi energy dan materi. Pada metode spektroskopi
ultraviolet, cahaya yang diserap bukan cahaya tampak tapi cahaya ultraviolet.
Dengan cara ini larutan tak berwarna dapat diukur, contoh aseton dan asetaldehid.
Karena energy cahaya UV lebih besar dari energy cahaya tampak maka energy UV
dapat menyebabkan transisi electron s dan p (Kimia Analitik Instrumen, 1994: 4-5

Gambar 1. Skematisasi Produksi Sinar-sinar UV (Kondratev, 2000).


Cahaya atau sianar tampak adalah radiasi elektromagnetik yang terdiri dari
gelombang. Seperti semua gelombang,kecepatan cahaya ,panjang gelombang dan
frekuensi dapat didefinisikan sebagai:

C= V. Dimana:
C = Kecepatan cahaya
V=Frekuensi dalam gelombang per detik (Hertz)
= Panjang gelombang dalam meter

Gambar 2. Radiasi Elektromagnetik dengan panjang gelombang


Panjang gelombang yang dikaitkan dengan cahaya tampak itu mampu
mempengaruhi selaput pelangi manusia yang mampu menimbulkan kesan subyektif
akan ketampakan (visible).
Tabel 1. Panjang gelombang untuk setiap jenis warna
Jenis Sinar
Ultraviolet
Violet
Biru
Hijau
Kuning
Orange
Merah
Infra merah
(A.L.Underwood dan R.A.Day Jr, 1986).

Panjang gelombang (nm)


<400
400-450
450-500
500-570
570-590
590-620
620-760
>760

Gambar 3. Proses penyerapan cahaya oleh zat dalam sel sampel


Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang digunakan untuk
menghitung
banyaknya cahaya yang dihamburkan:

T= 0% atau T= 0 x 100 Dan absorbansinya A = - log T = T = -log0


Dimana I0 merupakan intensitas cahaya datang dan It atau I1 adalah
intensitas cahaya setelah melewati sampel. 12 Rumus yang diturunkan dari Hukum
Beer dapat ditulis sebagai: A = a.b.c atau A = .b.c
Dimana:
A= Absorbansi
a=Tetapan absorbtivitas (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm)
c=Konsentrasi larutan yang diukur
=Tetapan absorbtivitas molar (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm).
Ini adalah dasar pengukuran yang menggunakan pembanding visual di mana
intensitas warna dari suatu larutan dari suatu unsur yang konsentrasinya tidak
diketahui dibandingkan dengan intensitas warna dari sejumlah larutan yang
diketahui konsentrasinya (Lambert, 1996).

2.3 Sensor Warna TCS3200 dan Arduino UNO


Sensor warna TCS230 adalah rangkaian photodiode yang disusun secara
matrik array 88 dengan 16 buah konfigurasi photodiode yang berfungsi sebagai
filter warna merah, 16 photodiode sebagai filter warna biru dan 16 photo dioda lagi
tanpa filter warna (Hermawati, dkk. 2014).

Sensor warna TCS230 merupakan sensor yang dikemas dalam chip DIP 8
pin dengan bagian muka transparan sebagai tempat menerima intensitas cahaya
yang berwarna. Konstruksi sensor warna TCS230 dapat dilihat pada gambar 4
berikut:

Gambar 4. Konstruksi sensor warna TCS230 (Santosa, 2007).


Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroller yang berbasis
ATmega328. Arduino memiliki 14 pin input/output yang mana 6 pin dapat
digunakan sebagai output PWM, 6 analog input, sebuah crystal osilator 16 MHz,
koneksi USB, jack power, kepala ICSP, dan tombol reset. Arduino UNO mampu
men-support mikrokontroller; dapat dikoneksikan dengan komputer menggunakan
kabel USB dan bisa disuplai dengan sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan
baterai untuk memulainya (Wardhana, 2006).
Menurut Banzi, 2008, Board Arduino UNO memiliki fitur-fitur sebagai
berikut:
Pin out 1.0: ditambah pin SDA dan SCL yang dekat dengan pin AREF dan dua
pin baru lainnya yang diletakkan dekat dengan pin RESET, IOREF yang
memungkinkan shield-shield untuk menyesuaikan tegangan yang disediakan
dari board. Sirkit RESET yang lebih kuat.
Atmega16U2 menggantikan Atmega8U2.
Kecepatan Pewaktuan: 16Mhz.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

TAHAPAN PERSIAPAN

Survey awal dan studi literatur

Perancangan konsep layout

TAHAPAN PELAKSANAAN

Analisa Kebutuhan

Perancangan Alat

Implementasi ke mitra

Pembuatan Alat

Pengujian Alat

EVALUASI

LAPORAN AKHIR dan PRESENTASI

Gambar 5. Alur Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan ini, dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap
pelaksanaan, tahap evaluasi, serta laporan akhir dan persentasi.
3.1 Tahap Persiapan
Sebelum masuk dalam tahap pelaksanaan kegiatan, terdapat beberapa
persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk menciptakan sistem yang efektif.
Persiapan-persiapan tersebut antara lain:
a. Survei Awal dan Studi Literatur
Survei awal kami lakukan di laboratorium Teknik Lingkungan UNiversitas
Tanjungpura sebagai mitra.
b. Perancangan Konsep dan Desain Layout
Melakukan perancangan konsep dan mendesain layout sistem sebelum
proses pelaksanaan kegiatan.

3.2 Tahap Pelaksanaan Kegiatan


3.2.1 Perancangan Alat

LAMPU

LENSA

LCD

SLIT

SAMPEL

SENSOR WARNA

ARDUINO

Gambar 6. Perancangan alat


3.2.2 Cara kerja alat
Cahaya dari lampu masuk ke dalam lensa untuk difokuskan, kemudian
cahaya akan melewati slit. Cahaya tersebut kemudian diteruskan memalui sel yang
berisi sampel. Cahaya sebagian diserap oleh sel dan sebagiannya lagi diteruskan ke
sensor warna yang berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.
Energi listrik yang dihasilkan oleh sensor cahaya memberikan sinyal pada detektor
yang kemudian diproses pada mikrokontroller arduino menjadi nilai serapan atau
transmitans dari zat yang dianalisis dan ditampilkan pada lcd.
3.3 Tahap Evaluasi
Evaluasi kegiatan mencakup tiga aspek target evaluasi, yaitu system
pelaksanaan kegiatan, sistem testing dan sistem pemasaran. Evaluasi system
pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap minggu bertujuan untuk menciptakan alat
produksi yang paling efektif dan efisien. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui
tercapai tidaknya target-target client agar progam ini sesuai dengan yang telah
dicanangkan.
3.4 Tahap Laporan Akhir dan Persentasi
Tahapan ini berisi pembuatan laporan akhir program dan persiapan materimateri persentasi dalam tahapan monev (monitoring dan evaluasi).

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Tabel 5.1 Menjelaskan mengenai rancangan anggaran biaya yang akan
dikeluarkan dalam pelaksanaan.
Tabel 5.1 Ringkasan Anggaran Biaya
No
1
2
3
4

Jenis Pengeluaran
Peralatan penunjang
Bahan habis pakai
Perjalanan
Lain-lain
Jumlah

Biaya (Rp)
Rp 1.170.000
Rp 5.232.000
Rp 1.900.000
Rp 2.625.000
Rp 10.927.000

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 5.2 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan PKM-T
Jadwal Kegiatan
Tahapan Persiapan
Survey awal + studi literatur
Perancangan konsep layout
Pelaksanaan Kegiatan
Analisa kebutuhan
Perancangan + pembuatan
alat
Pengujian alat
Implementasi
Evaluasi
Rapat+pelaksanaan
hasil
evaluasi
Laporan Akhir
Pembuatan+revisi laporan
Presentasi

Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5


1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

10

DAFTAR PUSTAKA
Banzi, Massimo, 2008 Gettting Started with Arduino. OReilly.
Day RA dan Underwood AL.1986. Analisis Kimia Kuantitatif edisi Kelima.
Jakarta: Erlangga.
Hermawati, dkk. 2014. Prototipe Penyortir Barang Berdasarkan Warna, Bentuk
Dan Tinggi Berbasis Programmable Logic Controller (Plc) Dengan
Penggerak Sistem Pneumatic Jurusan Teknik Elektro Universitas
Sriwijaya. Sumatra selatan. Mikrotiga, Vol 1, No. 2 Mei 2014
Kondratev, K.K., Varotsos, C.A. 2000). Atmospheric Ozone Variability. Berlin:
Springer-Praxis.
Manahan S.E. 1999. Environmental Chemistry, Seventh Edition. New York: Lewis
Publishers.
Santosa, Budi Setiawan, 2007. Scanning Warna Dengan TCS230 Color Sensor
Pada Mesin Sortir Yogyakarta.
Tim kimia analitik instrumen. (1994). Penuntun Praktikum Kimia Analitik
Instrumen Bandung: Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas
Pendidikan Indonesia.
Wardhana, Lingga, 2006 Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR seri ATMEGA8
Yogyakarta: ANDI.
Y.P Tirta Dharma (2002) Pelatihan Operator IPA Penghilangan Besi dan
Mangan. Yogyakarta: Modul IPA 009.
Lambert, D.Steven. Graham, D.N., Croll, T, Brian. (1996), Degradation of
selected herbicides in a lowland surface water by ozone and ozonehydrogen peroxide. Ozone Science Engineering, 18, 251-269.

11

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota Pelaksana
Lampiran 1. Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat Tanggal Lahir
6 E-mail
7 Nomer Telepon/Hp
B. Riwayat Pendidikan
Nama Institut

Jurusan
Tahun MasukLulus

Munawaroh Nasailul Cholil


Perempuan
Teknik Kimia
D1121141027
Pontianak, 27 Agustus 1998
munawwaroh.nashailul@yahoo.com
085754930822

SD
SDN Batokorogan
01
2004-2010

SMP
Mtsn Rejoso
Peterongan 1
Jombang
2010-2012

SMA
MA Akselerasi
Amanatul
Ummah Surabaya
IPA
2012-2014

C. Pemakalah Seminar Ilmiah


No Nama Pertemuan
Ilmiah/Seminar
1
Seminar PIPT II Universitas
Tanjungpura

Judul Artikel
Ilmiah
Rancang Bangun
Filter Sampah
Sungai Berbasis
Mikrokontroller

Waktu dan
Tempat
27 Mei 2016
Universitas
Tanjungpura

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan

Tahun

2014

Institut Pemberi
Penghargaan
Pendanaan PKM-Penelitian judul Dirjen DIKTI
Nano Pori Hexagonal dari
Kaolin
Pendanaan Program Mahasiswa
Innovation &
Wirausaha (PMW)
Product
Development
Center (INVENT)

2014

12

13

14

Lampiran 1. Biodata Anggota 2


A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat Tanggal Lahir
E-mail
Nomer Telepon/Hp

Dwiki Ramadhan
Laki-laki
Teknik Kimia
D1121131006
Sanggau, 11 Januari 1997
Dwikiramadhan46@gmail.com
089683292538

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institut
Jurusan
Tahun MasukLulus

SD
SDN 01 Sanggau
2003-2009

SMP
SMPN 1 Sanggau
2009-2012

SMA
SMAN 2 Sanggau
IPA
2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah


No Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar
1

Judul Artikel
Ilmiah
-

Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan
1

Institut Pemberi
Penghargaan
-

Tahun
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Penerapan Teknologi.

Pontianak, 08 November 2016

15

16

Pemakalah Seminar Ilmiah


No Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar
1

Pemakalah pada Seminar


Nasional dan Workshop Teknik
Tegangan Tinggi (SNWTT) 1

Pemakalah pada Seminar


Nasional dan Workshop Teknik
Tegangan Tinggi (SNWTT) 2

Pemakalah pada HEDS Seminar


on Sciense & Technology
(HEDS SST)

Makalah pada seminar


Kelistrikan Kalimantan Barat

Judul Artikel
Ilmiah
Kolerasi
Kepadatan
Sambaran Petir
Awan ke Tanah
dengan Suhu Basa
dan Curah Hujan
Pengaruh
Kelembapan Udara
terhadap Kuat
Tembus Udara
The Improvement
on Experiment
Module of The
Lightning Surge
Over Voltage
Protection with
Electromagnetic
Transient Program
(EMTP)
Local Breakdown
Characteristic of
Composite
Elektrical
Insulating Material
Under AC Voltage

Waktu dan
Tempat
1998

1999

2001

2008

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan
1

Institut Pemberi
Penghargaan
-

Tahun
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Penerapan Teknologi.

17

18

Kuvet
Lcd 12864
I2c lcd
Pcb
Ferit
Kabel pelangi
Kabel listrik
Baterai lipo
Banana jack
female
Pin header

Black housing

konektor

Regulator
Push button
Resistor
Cetak akrilik
Lem bakar
Baut
Mur
Spacer pcb

Tempat sampel
Penampil data
Layar pembaca
alat
Pembuatan
rangkaian
Pelarut pcb
Penghubung
rangkaian
Penghubung
rangkaian
Sumber Daya
Pemhubung
rangkaian dan
baterai
Penghubungan
alat dan
rangkaian
Penghubungan
alat dan
rangkaian
Penghubungan
alat dan
rangkaian
Penurunan
tegangan DC
Untuk tombol
settingan
Elektronika
Bodi alat
Perekat bodi
alat
Penguat bodi
alat
Penguat bodi
alat
Tempat rakit
pcb

15 buah
1 buah

85.300
140.000

1.279.500
140.000

1 buah

35.000

35.000

3 buah

6.000

18.000

3 kg

6.000

18.000

2 buah

5.500

11.000

2 buah

6.000

12.000

2 buah

780.000

1.560.000

1 buah

15.000

15.000

3 buah

2.500

7.500

100 biji

450

45.000

3 buah

1.500

4.500

1 buah

85.500

85.500

5 buah

2.500

12.500

150
250

3.000
1.203.000

5 buah

3.000

15.000

30 biji

1.000

30.000

90 biji

1.000

90.000

500

50.000

Subtotal (Rp)

5.232.000

20 biji
4812 cm

20 buah

19

1. Perjalanan
Material
Survey lapangan
dan survey
sampel

Akomodasi dan
pengiriman
pesanan alat dari
Bandung atau
Jakarta

Justifikasi
Pemakaian
Biaya bensin
yang
dibutuhkan
untuk
perjalanan
pencarian
sampel dan
pengambilan
sampel untuk
uji coba alat
Biaya
konsumsi
pengiriman
barang yang
tidak ada
disekitar
Pontianak

Kuantitas

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah (Rp)

2 bulan

250.000/bulan

500.000

2 bulan

700.000/bulan

1.400.000

Subtotal (Rp)

1.900.000

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah (Rp)

2. Lain-lain
Material
Pengujian alat

Maintenance

Justifikasi
Pemakaian
Pengujian alat
dilakukan
dengan
cara black box
testing, yakni
pengujian
dilakukan
oleh pihak
laboratorium
Maintenance
dilakukan
untuk
menjaga
kondisi
alat agar tetap
stabil selama

Kuantitas

5 kali

120.000

600.000

2 kali

250.000

500.000

20

Komunikasi
(internet,
telp,dll)

Dokumentasi
kegiatan dan
pembuatan alat

Dokumentasi
Laporan

proses
pelaksanaan
kegiatan
yang meliputi
proses
pengujian dan
implementasi
Meliputi
berhungan
dengan sesama
tim, atau
mitra,
terhubung
dengan
internet untuk
mencari
pendukung
proses
Dokumentasi
dibagi
menjadi dua,
dokumentasi
alat dan
dokumentasi
kegiatan.
Dokumentasi
kegiatan
sangat penting
sebagai bukti
pelaksanaan
kegiatan,
begitu juga
dengan
dokumentasi
alat untuk
mengetahui
kelemahan
dalam proses
pengembangan
selanjutnya
Meliputi
pembelian
kertas, print,
foto copy,

5 bulan

75.000/bulan

375.000

4 bulan

450.000

450.000

4 bulan

250.000

250.000

21

Konsumsi

penjilidan
laporan
kemajuan dan
laporan untuk
kegiatan
Sarapan dan
makan siang

3
orang/bulan

150.000/bulan

450.000

Subtotal (Rp)
Total (Rp)

2.625.000
10.927.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

N
o

Nama/Nim

Program
Studi

Alokasi
Bidang
Waktu ( Jam
Ilmu
/ Minggu)

Munawaroh
Nasailul
Cholil /
D1121141027

Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

Desisius
Gumilar /
D1121141005

Teknik
Elektro

Teknik
Elektro

Dwiki
Ramadhan /
D1121151006

Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

Uraian Tugas

Mengkoordinasi
rekan satu tim,
10
Perancangan konsep
Jam/Minggu layout, Manajemen
keuangan,
Pembuatan laporan
Analisa kebutuhan,
10
Pembuatan alat dan
Jam/Minggu Pengujian alat
Mendesain alat,
10
Mencatat kegiatan
Jam/Minggu di logbook,
Dokumentasi

22

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan

23

Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra

24

Lampiran 6. Gambaran Teknologi yang akan Diterapkembangkan

Gambar L.1 Alat Pendeteksi Tampak Depan

Gambar L.2 Alat Pendeteksi Tampak Samping

25

Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja