Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia adalah tersedianya sumber
daya manusia (SDM) tenaga kesehatan. Sumber daya manusia kesehatan (SDM Kesehatan)
merupakan tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan. Pendidikan, dan pelatihan,
serta pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna mencapai
derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Tenaga kesehatan adalah semua orang yang
bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan, berpendidikan formal kesehatan atau
tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan. Peranan dokter, dokter gigi,
perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang meliputi promotif,preventif,kuratif dan
rehabilitatif adalah sangat penting. Tenaga kesehatan harus mampu mengajak, memotivasi dan
memberdayakan masyarakat, mampu melibatkan kerjasama lintas sektoral, mampu mengelola
system pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif, mampu menjadi pemimpin, pelopor,
pembinaan dan teladan hidup sehat.

1.2 Rumusan Masalah


1

Apakah definisi dari Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan?

Apakah ada Perbedaan Kualitas Kerja antara Lulusan S1 dan D3 di Bidang Kesehatan?

Aspek aspek apa saja yang digunakan untuk Penilaian Sumber Daya Manusia Kesehatan?

4
Apa saja hambatan-hambatan yang mungkin timbul dari Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kesehatan
5

Bagaimanakah Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan?

1.3 Tujuan Masalah


1

Mampu menjelaskan definisi dari Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan

2
Mampu menjelaskan Perbedaan Kualitas Kerja antara Lulusan S1 dan D3 di Bidang
Kesehatan
3

Mampu menjelaskan Aspek Aspek Penilaian Sumber Daya Manusia Kesehatan

4
Mampu menjelaskan Hambatan-Hambatan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kesehatan
5

Mampu menjelaskan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sumber Daya Manusia Kesehatan
Berdasarkan World Health Organization ( WHO ), Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah
semua orang yang kegiatan pokoknya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan. Mereka terdiri
atas orang orang yang memberikan pelayanan kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker,
manajemen, serta tenaga dukungan seperti bagian keuangan, sopir ambulance, dsb. WHO
memperkirakan terdapat 59, 8 juta tenaga kesehatan didunia dan dari jumlah tenaga kesehatan
39,5 juta atau dua pertiga dan sepertiganya 19,8 juta merupakan tenaga pendukung.
Definisi lain dari tenaga kesehatan ini ialah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
kesehatan, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang melalui pendidikan dibidang
keehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan keweangan untuk melakukan upaya dibidang
kesehatan. Ditetapkan bahwa tenaga kesehatan terdiri atas tenaga medis ( dokter dan dokter
gigi ), tenaga keperawatan ( perawat dan bidan ), tenaga kefarmasian ( apoteker, analisis, farmasi
dan anlisis apoteker ), tenaga kesehatan masyarakat ( epidemiolog kesehatan, enthomolog
kesehatan, penyuluh kesehatan , mikrobiolog kesehatan, administrator kesehatan dan sanitarian ),
tenaga gizi ( nutrisionis dan defisionis ), tenaga keterapian ( fisioterapi ) serta tenaga
ketekhnisian medis ( tekhnisi gigi, radiographer, dll ).
SDM kesehatan menurut SKN tahun 2009 adalah tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga
kesehatan strategis, dan tenaga kesehatan non profesi , serta tenaga pendukung atau penunjang
kesehatan , yang ter;libat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen
kesehatan. Unsure unsure Sumber Daya Manusia Kesehatan meliputi SDM kesehatan itu
sendiri, sumber daya pengembangan dan pembertdayaan SDM kesehatan, serta penyelenggaraan
pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan.
Dari beberpa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tenaga kesehatan adalh setiap orang yang
memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal yang mendedikasikan diri dalam
berabagai upaya yang bertujuan mencegah, mempertahankan, serta meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.

2.2 Perbedaan Kualitas Kerja antara Lulusan S1 dan D3 di Bidang Kesehatan

Secara garis besar perbedaan kualitas kerja antara lulusan S1 dan D3 dapat tergambarkan melalui
table perbedaan dibawah ini
Tabel Perbedaan
Lulusan Diploma 3

Lulusan Strata 1

Lebih banyak mempelajari skill kerja di bidang kesehatan .

Teori yang biberikan hanya 40 % sedangkan untuk juga praktikum 60 %

Banyak pengenalan pengenalan imu ilmu dasar tentang kesehatan di bidang akademik
yang tidak diajarkan

Lebih banyak dilatih ketrempilan mejadi praktisi sehingga lulusan D3 ini diharapkan siap
kerja karena seudah memiliki keahlian

Pembekalan praktik lebih banyak

Oriantasi lebih ke manajemen penanganan pasien yang membutuhkan keterampilan

Lebih banyak mempelarai pengetahuan pengetahuan di bidang kesehatan

Teori yang diberikan lebih banyak yakni 60 % dan praktikum hanya 40 %

Mempelajaripengenalan ilmu ilmu dasar di bidang kesehatan

Lebih diarahkan ke bidang riset dan disiapkan untuk melanjutkan ke bidang yang lebih
tinggi sampai jenjang akademis doctor dilatih untuk untuk menjadi akademisi, ahli, dll.

Mendapatkan pendalaman teori yang kuat dan memilikin kemampuan anal;isis mendalam
sehingga cara berpikir lebih sistematis serta lebih kritis

Orientasi lebih ke manajemen pengembangan dan perencanaan kesehatan.

Namun hal ini tidak bias dijadikan acuan untuk menetapkan bahwa lulusan S1 lebih baik
daripada luluan D3 atau bahkan sebaliknya karena kualitas kerja yang dimilki akan lebih bagus
jika memang sesuai dengan bidangnya. Biasanya lulusan D3 yang melanjutkan ke jenjang strata
1 akan lebih memiliki kualitas kerja yang bagus karena selain dibekali dengan kemampuan
praktek juga teori.
2.3 Aspek Aspek Penilaian Sumber Daya Manusia Kesehatan
Aspek penilaian dilihat dari segi attitude, skill, ability dan knowledge

Attitude

Attitude merupakan sikap, tingkah lau atau perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan
lingkungan ataupun berkomunikasi dengan orang lain. Attitude ini sangat diperlukan dalam
kehidupan sehari hari . seseorang yang bersikap sopan santun belum tentu memiliki attitude
yang bagus, sebaliknya seseoramng yang memilki attitude yang tinggi belum tentu juga memilki
sopan santun. Sehingga diperlukan keseimbnagan antara attitude dan sopan santun agar setiap
manusai bisa menjadi manusia yang bermoral baik.
Attitude bekerja dengan hati nurani. Apabila attitude diterapkan pada kehidupan sehari-hari, kita
mendapatkan tanggung jawab yang besar akan hasil dan menimbulkan pengaruhnya kepada
masyarakat. Sama halnya dengan IQ dan EQ. Keduanya mesti seimbang, apabila salah satu lebih
besar akan berakibat buruk.
Melalui pemahamn attitude diatas kita ketahui bahwa penilaian kulitas Sumber Daya Manusi
Kesehatan dapat kita nilai dari tingkat kedisiplinan dalam bekerja, misalnya : seorang dokter gigi
yang sering mengabaikan tugasnya atau sering melimpahkan tugasnya kepada perawat tanpa
alasan yang jelas ataupun dokter gigi yang sering absen pada saat jam kerja serta dokter gigiyang
sering menunda nunda untuk menyelasikan tugas tigas yang dimilki merupakan ciri dokter
gigi yang tidak disiplin baik disiplin waktu maupun pekerjaan.
Penilaian dari segi attitude ini juga dapat dilihat dari cara dan bagaiman seorang dokter gigi
tersebut bekerja, misalnya dokter gigi yang bekerja secara rapi dan bersih juga menunjukkan
bahwa seorang dokter gigi memiliki attitude yang bagus dalam bekerja. Penilaian attitude ini
juga dapat dilihat dari ketaatan dokter gigi terhadap peraturan sehingga dokter gigi gigitresbut
tidak akan menyalahkan wewenang yang ada, tidak adanya laporan negative dari masayarat
ataupun pegawai yang lain dalam khususnya dalam satu lingkungan kerja.

Skill

Secara garis besar skill ini sama dengan keahlian. Namun secara teoritis skill meraupakan
kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya spesifik, focus, namun dinamis
yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan dapat dibuktikan. Skill apapun
dapat dipelajari namun membutuhkan dedikasi yang kuat untuk mempelajari ilmu tersebut
seperti perlunya mental positif, semangat motivasi, waktu dan terkadang uang.
Skill ini sendiri terbagi menjadi dua yakni konseptual skill dan technical skill. Konseptiual skill
merupakan kemampuan dalam mengolah informasi ataupun pengetahuan, sedangkan technical
skill merupakan keterampilan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas tugas.
Penilaian kualitas kerja berdsarklan skill ini dapat dilihat dari waktu yang diperlukan seorang
dokter atau dokter gigi dalam menyelesaikan tugas tugasnya, misalnya : seorang dokter gigi
yang mampu melakukan perawatan kepada pasien dalam waktu yang lebih singkat dan dengan

hasil yang memuaskan menunjukkan bahwa dokter gigitersebut mempunyai skill yang cukup
tinggi di bidang perawatan terhadap pasien. Tinggi rendahnya skil ini jug dapat dilihat dari masa
kerja dokter gigi tersebut karena sokter gigi yang memliki masa kerja dalam menangani pasien
lebih lama kemungkinan memilki skill yang lebih bagus daripda dokter gigi yang masa kerjanya
lebih pendek karena dokter tersebut telah terlatih kemampuannya dalam menagani pasien.

Ability

Pengertian ability sama dengan kemampuan yakni kecakapan atau potensi seseorang untuk
menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaa.
Dengan kata lain ability ini merupakan suatu penilaian atas tindakan seseorang. Sama halnya
dengan skill ability ini juga dibagi menjadi secara garis besar yakni ability of intellectual dan
ability of physic. Ability of intelektuan atau kemapuan intelektual merupakan kemampuan
nerpikir, nlar, dan memecahakan masalah. Ability of physic merupakan kekuatan ataupun
stamina yang dimiliki seseorang dlam menyelesaikan tugas.
Penilaian yang ditinjau darti aspek ability dapat dilihat dari penyelesain terhadap tugas yang
diberikan dan hasil dari penyelesaian tugasnya merupakan tolak ukur dari kemampuan yang
dimilliki.

Knowledge

Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan
pancaindra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan bersifat spontan,
subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat dengankebenaran, yaitu kesesuaian antara
pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek.
Tingggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki seseoarang dapat dinilai melalui tes wawancara
tentang kesehatan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan yang dimilki di bidang
kesehatan. Bisa juga dengan cara memberikan soal soal dengan cara member jawaban yang
paling benar. Masa kerja yang lebih lama juga memungkinkan seseorang memilki ilmu yang
lebih bnyak karena informasi yang diperoleh juga lebih banyak. Seseorang yang sering
mengikuti berbagasi macm seminar juga memungkinkan seseorang tersebut memiliki knowledge
yang lebih banyak.

2.4 Hambatan dari Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Permasalah dibidang pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan ini cukup banyak. SKN
tahun 2009 telah mengidentifikasi permasalahan strategis SDM kesehatan yang dihadapi saat ini
dan kedepan yaitu :
a.
Pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan belum dapat
memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia untuk pemangunan kesehatan.
b. Perencanaan kebijakan dan program Sumber Daya Manusia Kesehatan masih lemah dan
belum didukung system informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan yang memadai.
c.
Masih kurang serasinya antara kebutuhan dan pengadaan berbagai jenis Sumber Daya
Manusia Kesehatan. Kualitas hasil pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatandan pelatihan
kesehatan pada umumnya masih belum memamadai.
d. Daya pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, pemertaan Sumber Daya Manusia
Kesehatan berkualitas masih kurang. Pengembangan karier, system penghargaan dan sanksi
belum sebagaimana mestinya. Regulasi untuk mendukung S Sumber Daya Manusia Kesehatan
kesehatan masih terbatas.
e.
Pembinaan dan pengawasan Sumber Daya Manusia Kesehatandan dukungan Sumber Daya
Manusia Kesehatan masih kurang.
Selain permasalah diatas, berbagai permasalahn umum dalam Sumber Daya Manusia Kesehatan
di Indonesia antara lain
a.

Lemahnya kebijakan tentang Sumber Daya Manusia Kesehatandan implementasinya.

b.

Kurangnya kuantitas dan kualitas v

c.
Rendahnya mutu dan jumlah pendidikan dan pelatihan untuk Sumber Daya Manusia
Kesehatan
d.

Kuranmgnya akses terhadap sumber pengetahuan dan infornasi

e.

Rendahnya motivasi kerja

f.

Lemahnya pembinanaan terhadap Sumber Daya Manusia Kesehatan

Adanya sanksi yang kurang tegas dari atasan.

2.5 Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan


Perencanaan tidak terkepas dari aktivitas individu maupun organisasi. Pada organisasi yang
berskala besar maupun kecil, perencanaan merupakan hasil dari pengembangan organisasi

tersebut. Semakin besar suatu organisasi, maka semakin kompleks pula tugas perencanaan yang
harus dilakukan. Dalam perencanaan, kita dituntut untuk mennetukan tindakan masa depan yang
tepat dengan menyediakan alternative pilihan melalui suatu proses. Setidaknya kita sudah
memilki gambran arah pengembangan atau target organisasi yang kita ikuti. Setelah itu kita
tentukan pilihan tindakan yang akan kita lakukan dengan menyediakan rasional dari masing
masing pilihan tersebut.
Perencanaan di bidang kesehatan menurut Green. A 1999 terbagi menjadi dua yaitu :
a. Perencanaan aktivitas
Merupakan perencanaan yang berhubugan denganpengaturan jadwal dan kerangka kerja yang
bisa dimonitor untuk implementasi sebelum aktivitas dilakukan.
b. Perencanaan Alokatif
Merupakan perencanaan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan tentang bagaiman
seharusnya sumber daya dialokasikan. Perenacanaan alokatif sangat sering dipakai di bidang
kesehatan. Komponen terpenting dari perencanaan alokatif tersebut ialah
a)

Kemana kita akan pergi ? ( tujuan dari pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan )

b) Dengan apa ? ( sumber daya apa saja yang digunakan untuk mengembangkan Sumber Daya
Manusia Kesehatan )
c)

Bagaimana ? ( implementasinya sesuai dan efisien )

d) Kapan? ( kapan pengembangan kesehatan dimulai dan kapan tercipta Sumber Daya
Manusia Kesehatan yang berkualitas
e)

Tingkat formalisasi dari proses ( jelas, sistematis, dan sesuai metode ) dari proses.

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan:
1. Sumber Daya Manusia Kesehatan adalah semua orang yang kegiatan pokoknya ditujukan
untuk meningkatkan kesehatan. Mereka terdiri atas orang orang yang memberikan pelayanan
kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker, manajemen, serta tenaga dukungan seperti bagian
keuangan, sopir ambulance, dsb.

2. Secara garis besar perbedaan kualitas kerja antara lulusan S1 dan D3 dapat tergambarkan
melalui table perbedaan dibawah ini
Tabel Perbedaan
Lulusan Diploma 3

Lulusan Strata 1

Lebih banyak mempelajari skill kerja di bidang kesehatan .

Teori yang biberikan hanya 40 % sedangkan untuk juga praktikum 60 %

Banyak pengenalan pengenalan imu ilmu dasar tentang kesehatan di bidang akademik
yang tidak diajarkan

Lebih banyak dilatih ketrempilan mejadi praktisi sehingga lulusan D3 ini diharapkan siap
kerja karena seudah memiliki keahlian

Pembekalan praktik lebih banyak

Oriantasi lebih ke manajemen penanganan pasien yang membutuhkan keterampilan


Lebih banyak mempelarai pengetahuan pengetahuan di bidang kesehatan

Teori yang diberikan lebih banyak yakni 60 % dan praktikum hanya 40 %

Mempelajaripengenalan ilmu ilmu dasar di bidang kesehatan

Lebih diarahkan ke bidang riset dan disiapkan untuk melanjutkan ke bidang yang lebih
tinggi sampai jenjang akademis doctor dilatih untuk untuk menjadi akademisi, ahli, dll.


Mendapatkan pendalaman teori yang kuat dan memilikin kemampuan anal;isis mendalam
sehingga cara berpikir lebih sistematis serta lebih kritis

Orientasi lebih ke manajemen pengembangan dan perencanaan kesehatan.

3.

Aspek penilaian dilihat dari segi attitude, skill, ability dan knowledge

Attitude

Attitude merupakan sikap, tingkah lau atau perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan
lingkungan ataupun berkomunikasi dengan orang lain. Attitude ini sangat diperlukan dalam
kehidupan sehari hari . seseorang yang bersikap sopan santun belum tentu memiliki attitude
yang bagus, sebaliknya seseoramng yang memilki attitude yang tinggi belum tentu juga memilki
sopan santun. Sehingga diperlukan keseimbnagan antara attitude dan sopan santun agar setiap
manusai bisa menjadi manusia yang bermoral baik.

Skill

Secara garis besar skill ini sama dengan keahlian. Namun secara teoritis skill meraupakan
kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya spesifik, focus, namun dinamis
yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan dapat dibuktikan. Skill apapun
dapat dipelajari namun membutuhkan dedikasi yang kuat untuk mempelajari ilmu tersebut
seperti perlunya mental positif, semangat motivasi, waktu dan terkadang uang.

Ability

Pengertian ability sama dengan kemampuan yakni kecakapan atau potensi seseorang untuk
menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaa.
Dengan kata lain ability ini merupakan suatu penilaian atas tindakan seseorang. Sama halnya
dengan skill ability ini juga dibagi menjadi secara garis besar yakni ability of intellectual dan
ability of physic. Ability of intelektuan atau kemapuan intelektual merupakan kemampuan

nerpikir, nlar, dan memecahakan masalah. Ability of physic merupakan kekuatan ataupun
stamina yang dimiliki seseorang dlam menyelesaikan tugas.
Penilaian yang ditinjau darti aspek ability dapat dilihat dari penyelesain terhadap tugas yang
diberikan dan hasil dari penyelesaian tugasnya merupakan tolak ukur dari kemampuan yang
dimilliki.

Knowledge

Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan
pancaindra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan bersifat spontan,
subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat dengankebenaran, yaitu kesesuaian antara
pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek. Tingggi rendahnya
pengetahuan yang dimiliki seseoarang dapat dinilai melalui tes wawancara tentang kesehatan
untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan yang dimilki di bidang kesehatan. Bisa juga
dengan cara memberikan soal soal dengan cara member jawaban yang paling benar. Masa kerja
yang lebih lama juga memungkinkan seseorang memilki ilmu yang lebih bnyak karena informasi
yang diperoleh juga lebih banyak. Seseorang yang sering mengikuti berbagasi macm seminar
juga memungkinkan seseorang tersebut memiliki knowledge yang lebih banyak
4. Permasalah dibidang pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan ini cukup banyak.
SKN tahun 2009 telah mengidentifikasi permasalahan strategis SDM kesehatan yang dihadapi
saat ini dan kedepan yaitu :
a.
Pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan belum dapat
memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia untuk pemangunan kesehatan.
b. Perencanaan kebijakan dan program Sumber Daya Manusia Kesehatan masih lemah dan
belum didukung system informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan yang memadai.
c.
Masih kurang serasinya antara kebutuhan dan pengadaan berbagai jenis Sumber Daya
Manusia Kesehatan. Kualitas hasil pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatandan pelatihan
kesehatan pada umumnya masih belum memamadai.
d. Daya pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, pemertaan Sumber Daya Manusia
Kesehatan berkualitas masih kurang. Pengembangan karier, system penghargaan dan sanksi
belum sebagaimana mestinya. Regulasi untuk mendukung S Sumber Daya Manusia Kesehatan
kesehatan masih terbatas.
Pembinaan dan pengawasan Sumber Daya Manusia Kesehatandan dukungan Sumber Daya
Manusia Kesehatan masih kurang.

5. Perencanaan di bidang kesehatan menurut Green. A 1999 terbagi menjadi dua yaitu :
a. Perencanaan aktivitas
Merupakan perencanaan yang berhubugan denganpengaturan jadwal dan kerangka kerja
yang bisa dimonitor untuk implementasi sebelum aktivitas dilakukan.
b. Perencanaan Alokatif
Merupakan perencanaan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan tentang
bagaiman seharusnya sumber daya dialokasikan. Perenacanaan alokatif sangat sering dipakai di
bidang kesehatan
3.2 Saran
Penyusunan kebutuhan SDM kesehatan mutlak dalam konteks penyusunan
pengembangan SDM, namun perlu memperhatikan kekuatan dan kelemahannya. Metode
penyusunan rencana kebutuhan SDM kesehatan harus
mempertimbangkanskill,ability,knowledge,attitude dari petugas kesehatan dalam upaya
pelayanan kesehatan yangbermutu dan berkualitas.
DAFTAR PUSTAKa
1.

Hasibuan, Malayu. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ed.6. Bumi Aksara : Jakarta

2. Kurniati, Ana dan Ferry Effendi. 2012 . Kajian SDM Kesehatan di Indonesia. Salemba
Medika : Jakarta Selatan
Astiena, dr. Adila Kasni, MARS . 2009 . Materi Kuliah Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.