Anda di halaman 1dari 3

<b><fontcolor=cyan>KELOMPOK 13</b>

1. Arief Yulianto
2. Muhamad Roni

(13222718)
(13222734)

Sebelumnya akan dibahas mengenai <b>pendekatan nilai pasar dan nonpasar</b>. Pendekatan nilai pasar adalah suatu penilaian yang didasari pada
transaksi pasar sebagai suatu indikator. Dalam artian harga pasar adalah hasil
interaksi antara konsumen dan produsen terhadap supply and demand barang/jasa
untuk setiap satuan unitnya, misal kayu/m3, padi/ton dll. Berbeda halnya dengan
pendekatan berbasis non-pasar, adalah menilai barang/jasa yang tidak
diperdagangkan di pasar sehingga tidak memiliki harga pasar. Adapun penilaian
yang dilakukan di sini adalah menilai keberadaan, keindahan, kenyamanan, dsb
yang diperoleh dengan adanya barang/jasa tersebut (Fakultas Kehutanan IPB,
1999).<br>
<b>Pengertian CV</b>
Salah satu metode penilaian dengan pendekatan non-pasar adalah Contingent
Valuation (CV). Menurut Adrianto (2006), Valuasi kontingen adalah metode
mengestimasi nilai yang diberikan oleh individu terhadap sesuatu barang/jasa.
Penilaian dengan menggunakan teknik CVM dilakukan untuk fungsi barang/jasa
yang tidak ada dalam struktur pasar (non-marketed goods and services). Barton
(1994) menyebutkan bahwa CV digunakan pada kondisi dimana masyarakat tidak
mempunyai preferensi terhadap suatu fungsi barang karena tidak ada dalam sistem
pasar. Contoh : mengestimasi nilai keberadaan suatu hutan kota (non-marketed
goods). CV menduga nilai keberadaan melalui artificial/hyphotetical market dengan
metode survey terhadap unit populasi tertentu untuk mengetahui willingness to pay
(WTP) atau willingness to accept (WTA). Dengan demikian survey menjadi metode
riset utama dalam valuasi ekonomi dengan menggunakan teknik CV. Metode survey
adalah pengamatan dan penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan
yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di daerah atau lokasi tertentu seperti
Jumlah contoh (sampel), dan Teknik pengambilan contoh (sampel).
<b>Tahapan:</b>
<i>Langkah 1. Identifikasi karakteristik target populasi</i>
a. Menentukan target kelompok populasi
b. Identifikasi apakah target populasi homogen atau heterogen.
<i>Langkah 2. Mendesain kuisioner CV</i>
a. Disesuaikan dengan tujuan survey CV
b. Disesuaikan dengan biaya, waktu dan tenaga yang tersedia
<i>Langkah 3. Tabulasi dan analisis data deskriptif hasil survey</i>
a. Tabulasi data sesuai dengan parameter peniting yang telah ditetapkan
b. Melakukan analisis deskriptif terhadap parameter penting yang telah
ditetapkan

<i>Langkah 4. Menghitung WTP/WTA hasil survey</i>


a. Membangkitkan model regresi WTP/WTA
b. Mengestimasi WTP/WTA
c. Apabila diperlukan dilakukan analisis sensitivitas
<i>Langkah 5. Pelaporan hasil survey CV</i>
a. Penyusunan laporan survey CV
b. Penyajian hasil survey CV
<b>Target CV:</b>
1. User Groups
Individu/kelompok yang terkait langsung dengan pemanfaatan obyek yang sedang
diteliti, misal nelayan, pembudidaya ikan, pelaku wisata bahari.
2. Non-user groups
Individu/kelompok yang tidak terkait langsung dengan pemanfaatan obyek yang
sedang diteliti, misal: pemerintah, pedagang, pengolah ikan.
<b>Contoh Perhitungan</b>
Dari hasil pengumpulan data responden diperoleh fungsi sebagai berikut :
Dengan menggunakan analisis regresi sederhana, akan diperoleh nilai rata-rata WTP
(X) dan koefisien regresi () yang akan dimasukkan dalam persamaan linear
sebagai berikut:
<i>Y=0+1*X1+2*X2+....+n*Xn
Keterangan :
<b>Y</b>= WTP terestimasi (Variabel tetap)
<b> </b>= Koefisien regresi
<b>X</b>=Rataan Parameter
WTPt=-5.2333+0.0197INCt+0.6345EDUt-0.3978DISTt-0.5648PERCt
INC=12000000 -> EDU = 7 -> DIST 1000 = 1000 -> PERC=4</i>
WTPt dapat diestimasi dengan memasukkan nilai-rata-rata variabel model di
atas misalnya : 236009.62
Dengan total populasi yang terkait dengan obyek valuasi sebesar 27510 orang,
maka total nilai obyek adalah :
<i>TBt = WTPt * Pt
TBTt= 236.009,62 * 27.510 = Rp 6.492.624.525,16</i>

<b><i>Lanjutan Kelompok 13</i></b>

<i>Keunggulan CVM</i>
1. Dapat diaplikasikan pada semua kondisi dan memiliki dua hal yang penting
2. Dapat digunakan dalam berbagai macam penilaian barang-barang lingkungan
3. CVM memiliki kemampuan untuk mengestimasi nilai non pengguna.
4. Kapasitas CVM dapat menduga nilai non pengguna. Responden dapat dipisahkan ke dalam
kelompok pengguna dan non pengguna sesuai dengan informasi yang didapatkan dari
kegiatan wawancara.
<i>Kelemahan CVM</i>
1. <i>Strategis bias</i> muncul dari ketidakjujuran responden
2. <i>Informatin bias </i>muncul karena kurang lengkapnya informasi yang ditawarkan
oleh pewawancara kepada responden.
3. <i>Instrument bias </i>muncul dari reaksi subjek survey pada alat pembayaran yang
dipilih atau pilihan yang ditawarkan.
4. <i>Hypotetical bias</i> muncul karena kenyataan yang tidak riil dimana subjek tidak

menanggapi proses survey dengan serius. Starting point bias muncul pada kasus
permintaan penawaran salah satunya sebagai akibat terlalu lama dan panjang dalam
proses wawancara.