Anda di halaman 1dari 4

ANALISA STUDIO PERENCANAAN WILAYAH

No

Analisa

Analisa Kebijakan

Analisa LQ

Analisa Shift Share

Analisa Sub sistem

Analisa linkage system

Penentuan Industri Unggulan

Analisa dampak

Kabupaten Banjar 2016


UU No 3 tahun 2014 tentang perindustrian, Peraturan
Pemerintah RI No 24 tahun 2009 tentang kawasan Industri,
RIPIN (Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional)
tahun 2015-2035, Rencana Aksi Jangka Menengah Ekonomi
Kreatif 2015-2019, RTRW Prov Kalimantan Selatan tahun
2015-2035, RTRW Kabupateng Banjar tahun 2013-2032,
Roadmap Industri Kabupaten Banjar
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan komoditas
basis yang mengacu pada hasil produksi ataupun
penghasilan komoditas, tetapi analisis yang dilakukan
pada Kab Banjar ini mengacu pada tenaga kerja
Untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi daerah
dengan menggunakan data PDRB (dengan migas dan non
migas) Kab Banjar dan PDRB Prov Kalimantan time series
5 tahun
Pada analisis ini dibedakan menjadi analisis subsistem input
(bahan baku dan modal), subsistem proses (tenaga kerja,
teknologi produksi, kualitas produksi, kuantitas produksi
dan limbah produksi), subsistem output (hasil produksi dan
pemasaran)
Analisis linkage system disini menganalisis keterkaitan dari
komposisi bahan baku, sumber air bersih, sumber energi,
tenaga kerja, penyedia modal, penyedia peralatan, dan
pemasaran
Penentuan indusri unggulan ini berdasar pada industri kecil
dan menengah, dimana penentuan kriterianya didasarkan
atas jumlah serapan tenaga kerja, sumber bahan baku,
teknologi pengolahan, produktivitas, dukungan kebijakan,
dan nilai investasi.

Kabupaten Jembrana 2015


Masterplan Percepatan, Perluasan, Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI), RPJP Nasional, RTRW Prov Bali,
RPJMD Kab Jembrana, RTRW Kab Jembrana

Untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi daerah


dengan menggunakan data PDRB Kab Jembrana dan
PDRB Prov Bali time series 5 tahun

Analisis linkage system disini menganalisis keterkaitan dari


input, proses dan output seperti penyediaan bahan baku,
penyediaan peralatan produksi, penyediaan tenaga kerja,
proses produksi hingga pemasaran hasil produksi.

Kompoknen yang dianalisis dalam analisis dampak adalah


komponen fisik (kualitas udara, kualitas tanah, perubahan
guna lahan, dan pengingkatan volume transportasi),

No

Analisa

Analisa pembentukan kluster

Analisa struktur ruang

10

Analisa kemampuan lahan

11

Analisa kesesuaian lahan

Kabupaten Banjar 2016

Pada analisis ini pengelompokan industri dibedakan


menjadi jenis industrinya baik kecil, sedang ataupun besar
dan dikelompokkan berdasarkan kegiatan industrinya
Penentuan pusat dan sub pusat kegiatan industri didasarkan
atas jumlah industri, tenaga kerja, dan jumlah pasar

Kabupaten Jembrana 2015


komponen biologi ( keanekaragaman vegetasi dan
keanekaragaman satwa), dan komponen sosial ekonomi
dan budaya ( kesejahteraan masyarakat, keresahan
msyarakat, peningkatan tenaga kerja lokal, dan peningkatan
kebisingan)
-

Analisis struktur ruang yang digunakan


mempertimbangkan faktor pasar, bahan baku, tenaga kerja,
transportasi dan inducement setempat.
Analisis kemampuan lahan yang digunakan berdasar pada
Kepmen PU No 20/PRT/M/2007 tentang pedoman teknik
analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya.
Adapun aspek yang dikaji adalah Morfologi, Kemudahan
dikerjakan, kestabilan lereng, kestabilan pondasi,
ketersediaan air, drainase, erosi, pembuangan limbah, dan
bencana.
Analisis kesesuaian lahan menggunakan acuan Peraturan
Menteri Industri No 35 Tahun 2010 tentang pedoman
teknis kawasan industri, kemudian ditentukan pemilihan
lokasi kawasan industri, adapaun aspek yang
dipertimbangkan adalah jarak ke pusat kota (minimal 10
km), jarak terhadap permukiman (minimal 2 km), jaringan
jalan yang melayani (arteri primer), sistem jaringan yang
melayani (jaringan listrik dan telekomunikasi), prasarana
angkutan (tersedia pelabuhan laut sebagai outlet
impor/ekspor), topografi dan kemiringan (maksimal 15%),
jarak terhadap sungai (maksimal 5 km dan terlayani sungai
tipe C, dan D atau kelas III dan IV), daya dukung tanah
( sigma tanah 0,7-2 km/cm2), kesuburan tanah (relatif tidak
subur), peruntukan lahan (non pertanian, non permukiman
dan non konservasi), ketersediaan lahan (minimal 50 ha),

No

Analisa

12

Analisa kelembagaan

13

Analisa IPA

14

Analisa potensi masalah

15

Analisa akar masalah

16

Analisa akar tujuan

17

Analisa SWOT

Kabupaten Banjar 2016

Pada analisis ini menggunakan diagram Venn yang dapat


menunjukkan seberapa berpengaruh suatu lembaga terhadap
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
Parameter yang digunakan dalam analisis IPA adalah
keterjangkauan dan ketersediaan bahan baku; infrastruktur
pendukung dalam pengangkutan bahan baku; moda
angkutan bahan baku; kualitas sumber daya; jangkauan
distribusi (kondisi jalan); moda transportasi untuk distribusi;
jumlah, lokasi dan ketersediaan pasar; modal (kemudahan
dalam mendapatkan modal); peran lembaga terkait industri,
perolehan informasi terkait pasar.

Input dari akar masalah diperoleh dari identifikasi masalahmasalah. Adapun masalah utama di Kabupaten Banjar
adalah bahan baku, modal, pemasaran, tenaga kerja, dan
teknologi.
Akar tujuan digunakan untuk menyususn rencana sektor
industri akan dicapai berdasarkan gambaran masalahnya
-

Kabupaten Jembrana 2015


orientasi lokasi (aksesibilitas tinggi dan dekat dengan
potensi tenaga kerja), multiplier effect (bangkitan lalu
lintas = 5,5 smp/ha/hari), kebutuhan akan lahan industri
dan multipliernya = 2x luas perencanaan KL, kebutuhan
rumah (1,5 TK- 1 KK), kebutuhan fasum dan fasos
-

Parameter yang digunakan dalam analisis IPA adalah


subsitem input ( keterjangkauan bahan baku, ketersediaan
bahan baku, baiaya produksi (material, peralatan dll),
ketersediaan ruang pengolahan produksi, modal dan moda
angkutan bahan baku), subsistem proses ( teknologi dan
peralatan, jumlah tenaga kerja, dan kualitas sumber daya
manusia), subsistem output ( kuatitas produksi, kualitas
produksi, variasi pengolahan produk, media pemasaran,
jangkauan distribusi, jalur distribusi, moda transportasi
untuk distribusi, jumlah lokasi dan ketersediaan pasar),
penunjang kegiatan industri ( ketersediaan listrik, air
bersih, telekomunikasi, pengelolaan limbah, kerjasama
dengan industri lain, kerjasama denan pemerintah,
kelembagaan yang mewadahi industri)
Potensi masalah dalam analisis ini terbagi kedalam industri
besar, sedang dan kecil.
-

Analisis SWOT bertujuan untuk menegtahui strategi yang


akan dilakukan, input dari analisis ini adalah analisis
potensi masalah

No

Analisa

18

Force field analysis

Kabupaten Banjar 2016


Analisis ini bertujuan untuk melakukan perubahan terhadap
suatu permasalahan sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai. Adapun input dari analisis ini adalah potensi
masalah yang sudah terbagi dalam strength, weakness,
opportunity, dan threatness.

Kabupaten Jembrana 2015


Analisis ini bertujuan untuk melakukan perubahan terhadap
suatu permasalahan sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai. Adapun input dari analisis ini adalah potensi
masalah yang sudah terbagi dalam strength, weakness,
opportunity, dan threatness.