Anda di halaman 1dari 10

ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA

KOPERASI BERNAS
1. Nama
Jabatan

: ELFIDAWATI, M.Pd
: Kepala SDN Bernas

2. Nama
Jabatan

: H. Syahrul
: Komite Sekolah

3. Nama
Jabatan

: H. Yusni
: Komite Sekolah

Atas kuasa rapat pembentukan koperasi yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 Juni 2014
telah ditunjuk oleh pendiri selaku kuasa pendiri sebagai pengurus koperasi, dengan susunan
pengurus sebagai berikut :
1. Ketua
: Sutanto, S.Pd.I
2. Wakil Ketua : Wan Zafpriadi, SE.Ak
3. Sekretaris 1 : Hendrawanto, S.Pd
4. Sekretaris 2 : T. Dewi Susanti, S.Pd.SD
5. Bendahara : Dian Norpita, S.Pd.SD
Kuasa pendiri menyatakan mendirikan koperasi serta menandatangani Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga dengan ketentuan sebagai berikut :
BAB I
NAMA, KEDUDUKAN, JANGKA WAKTU
Pasal 1
1) Koperasi ini adalah koperasi guru dan karyawan SDN Bernas dan selanjutnya dalam
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga disebut Koperasi Bernas.
2) Koperasi Bernas berkedudukan di Jl. H. Abd. Jalil Pkl. Kerinci Kabupaten Pelalawan.
3) Koperasi ini didirikan untuk menjalankan usahanya sampai dengan jangka waktu yang
tidak ditentukan.
BAB II
LANDASAN, ASAS, DAN PRINSIP
Pasal 2
1) Koperasi ini didirikan berlandaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 dengan
berdasar pada asas kekeluargaan.
2) Dalam menjalankan kegiatan usahanya, koperasi ini memiliki prinsip sebagai berikut :
1. Keanggotan bersifat sukarela, artinya seorang anggota dapat mendaftarkan atau
mengundurkan diri dari koperasi pada setiap waktu.
2. Pengelolaan manajemen koperasi dilakukan secara demokratis, artinya dengan melalui
rapat-rapat anggota untuk menetapkan dan ditentukan dari hasil keputusan yang diambil
berdasarkan musyawarah mufakat diantara para anggota.
3. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil, artinya sebanding dengan besarnya
jasa usaha masing-masing anggota, dan tidak semata-mata berdasar pada modal yang

disetor saja, tetapi juga berdasar pada peran serta yang telah diberikan anggota terhadap
koperasi.
4. Pemberian imbalan jasa yang terbatas, artinya pemberian imbalan jasa melalui
managemen koperasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal yang disetor,
tetapi yang lebih diutamakan adalah sejauh mana partisipasi anggota tersebut ikut dalam
mengembangkan usaha koperasi.
5. Kemandirian, artinya koperasi harus mampu berdiri sendiri tanpa selalu bergantung
pada pihak lain, sehingga pada hakikatnya merupakan motivator bagi anggota koperasi
untuk meningkatkan keyakinan dan kekuatan diri sendiri untuk mencapai tujuan.
BAB III
TUJUAN DAN KEGIATAN USAHA
Pasal 3
1) Koperasi Bernas ini didirikan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota
khususnya dan masyarakat pada umumnya.
2) Menjadi gerakan ekonomi kerakyatan yang ikut membangun tatanan perekonomian
nasional.
3) Menyelenggarakan usaha yang berkaitan dengan anggota dalam bidang simpan pinjam dan
atau menyediakan barang-barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya.
BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 4
1) Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka
2) Anggota koperasi adalah pemiliki sekaligus pengguna jasa koperasi
3) Yang dapat diterima menjadi anggota koperasi Bernas adalah seluruh guru dan pegawai
yang berada di lingkungan Bernas yang telah menyetujui AD/ART Koperasi Bernas
4) Setiap guru atau pegawai di lingkungan Bernas yang berkeinginan menjadi anggota
koperasi Bernas dapat mengajukan permohonan kepada pengurus
5) Terhadap seseorang yang telah disetujui menjadi anggota koperasi Bernas akan dicatat
dalam buku daftar anggota
6) Apabila permohonan ditolak oleh pengurus, pemohon dapat mengajukan kembali pada
rapat anggota tahunan berikutnya
7) Mulai berlaku dan berakhirnya keanggotaan koperasi hanya dapat dibuktikan dengan
catatan dalam buku daftar anggota
Pasal 5
Keanggotaan berakhir apabila:
1. Meninggal dunia
2. Tidak tercatat lagi sebagai guru atau pegawai di lingkungan Bernas
3. Dipecat oleh pengurus atau rapat anggota, apabila :
a. Terbukti melakukan tindak pidana
b. Melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik koperasi
c. Melalaikan kewajiban-kewajiban sebagai anggota setelah 3 kali diperingatkan pengurus
4. Mengundurkan diri dari keanggotaan koperasi

BAB V
RAPAT ANGGOTA
Pasal 6
1) Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi, dan
diselenggarakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun.
2) Rapat anggota dilaksanakan tidak harus melibatkan semua anggota, tetapi dapat dilakukan
oleh semua pengurus dan atau anggota yang ditunjuk untuk mewakilinya.
3) Rapat anggota terdiri dari :
Rapat anggota tahunan, diselenggarakan pada setiap akhir tahun buku untuk membahas
dan mengesahkan pertanggungjawaban pengurus tehadap pengelolaan koperasi, dan
dilaksanakan paling lambat tiga bulan setelah berakhirnya tahun buku.
Rapat anggota pemilihan, pemberhentian dan penggantian pengurus koperasi,
dilaksanakan setiap akhir masa jabatan dan atau sesuai kebutuhan koperasi.
Rapat anggota untuk pembagian Sisa Hasil Usaha
Rapat anggota luar biasa, dilaksanakan apabila dalam keadaan diluar kekuasaannya.
4) Rapat anggota luar biasa dapat dilaksanakan atas kehendak pengurus dan atau atas
permintaan para anggota, sepanjang jumlah anggota yang menghendaki lebih 50 % ( lima
puluh persen ) dari jumlah anggota.
Pasal 7
1) Rapat anggota sah jika anggota yang hadir lebih dari 75 % ( tujuh puluh lima persen ) dari
jumlah anggota yang diundang dan disetujui oleh lebih dari separuh bagian dari jumlah
anggota yang hadir.
2) Apabila qourun sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak tercapai, maka rapat anggota tersebut
ditunda untuk waktu paling lama tujuh hari kerja.
3) Pada rapat kedua sebagaimana dimaksud ayat (2) tetap belum tercapai, maka rapat anggota
tersebut dapat dilangsungkan untuk menghasilkan keputusan yang sah serta mengikat bagi
semua anggota, apabila telah disetujui separuh atau lebih dari jumlah anggota yang hadir.
Pasal 8
1) Pengambilan keputusan rapat anggota berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat.
2) Dalam hal tidak mencapai mufakat, maka pengambilan keputusan berdasarkan suara
terbanyak dari anggota yang hadir ( voting )
3) Dalam hal dilakukan pemungutan suara, setiap anggota mempunyai hak satu suara,
sedangkan anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepada anggota
yang hadir.
4) Keputusan rapat anggota harus dicatat dalam buku notulen rapat dan atau berita acara rapat
dan ditandatangani oleh pemimpin rapat.
BAB VI
PENGURUS
Pasal 9
1) Pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota
2) Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota

3) Yang dapat dipilih menjadi pengurus adalah mereka yang memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut :
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Memiliki sifat jujur dan belum pernah merugikan koperasi serta telah tercatat sebagai
anggota koperasi minimal 2 (dua) tahun
c. Memahami dan mengerti sistem akuntansi dan pembukuan
d. Memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi
4) Masa jabatan pengurus 2 (dua) tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa jabatan
berikutnya
5) Jumlah pengurus sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 5 (lima)
orang
6) Apabila seorang anggota pengurus berhenti sebelum masa jabatannya berakhir maka
anggota pengurus lain dapat mengangkat pengganti atau untuk sementara dirangkap oleh
salah satu pengurus lain yang kemudian disahkan dalam rapat anggota tahunan berikutnya
7) Rapat anggota dapat memberhentikan pengurus jika terbukti :
a. Melakukan tindakan atau kegiatan yang merugikan koperasi
b. Tidak mematuhi AD/ART dan keputuan rapat anggota tahunan
c. Dalam sikap maupun tindakannya menimbulkan pertentangan dikalangan anggota
d. Karena sesuatu hal yang tidak dapat melakukan tugasnya sebagai pengurus
BAB VII
PENGAWAS
Pasal 10
1) Pengawas dipilih dari dan oleh pengurus dalam rapat anggota.
2) Dapat dipilih menjadi Pengawas adalah anggota yang memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
a. Dapat dipercaya oleh semua anggota
b. Kepedulian yang tinggi terhadap pengelolaan koperasi
c. Berpikiran positif terhadap semua pengurus
3) Pengawas koperasi dipilih untuk masa jabatan 3 ( tiga ) tahun.
BAB VIII
PENASEHAT
Pasal 11
1) Apabila diperlukan, Pengurus dapat mengangkat Penasehat atas persetujuan Rapat Anggota
2) Penasehat dipilih oleh pengurus dari dan oleh anggota atau bukan anggota yang
mempunyai keahlian dan pengalaman tentang managemen koperasi.
3) Penasehat tidak diberikan gaji dari koperasi, tetapi dapat diberikan imbalan jasa atau
honorarium sesuai dengan keputusan rapat anggota.
4) Penasehat tidak mempunyai hak suara dalam pelaksanaan rapat anggota, apabila dalam
rapat tersebut dilakukan pemungutan suara.
5) Penasehat dapat memberikan kritik dan saran, sepanjang bertujuan untuk membangun
perkembangan koperasi.
BAB IX

PENGELOLAAN USAHA
Pasal 12
1) Pengelolaan usaha Koperasi dapat dilakukan oleh Manajer dengan dibantu beberapa orang
karyawan yang diangkat oleh Pengurus melalui perjanjian atau kontrak kerja yang dibuat
secara tertulis.
2) Pengurus dapat secara langsung melakukan pengelolaan kegiatan usaha Koperasi atau
mendirikan Strategic Business Unit yang dikelola secara otonom dan profesional.
3) Pengangkatan seperti tersebut pada ayat (1) dan (2) diatas setelah mendapat persetujuan
Rapat Anggota.
4) Persyaratan untuk diangkat menjadi Manajer adalah :
a. mempunyai keahlian dibidang usaha atau pernah mengikuti pelatihan dibidang usaha
koperasi atau magang dalam usaha koperasi;
b. mempunyai pengetahuan dan wawasan dibidang usaha;
c. tidak pernah melakukan tindakan tercela dibidang keuangan dan atau dihukum karena
terbukti melakukan tindak pidana dibidang keuangna;
5) Dalam melaksanakan tugasnya Manajer bertanggungjawab kepada Pengurus
Pasal 13
Tugas dan kewajiban Manajer adalah:
1) Melaksanakan kebijaksanaan Pengurus dalam pengelolaan usaha Koperasi.
2) Mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan usaha Koperasi yang dilaksanakan oleh
para karyawan.
3) Melakukan pembagian tugas secara jelas dan tegas mengenai bidang dan pelaksanaannya.
4) Mentaati segala ketentuan yang telah diatur dalam Anggaran dasar, Anggaran Rumah
Tangga, Keputusan Rapat Anggota, kontrak kerja dan ketentuan lainnya yang berlaku pada
Koperasi yang berkaitan dengan pekerjaannya.
5) Menanggung kerugian usaha Koperasi sebagai akibat dari kelalaian dan atau tindakan yang
disengaja atas pelaksanaan tugas yang dilimpahkan.
Pasal 14
1) Menerima penghasilan sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati dan
ditandatangani bersama oleh Pengurus dan Manajer.
2) Mengembangkan usaha dan kemampuan diri untuk melaksanakan tugas yang dibebankan.
3) Membela diri atas segala tuntutan yang ditujukan kepada dirinya.
4) Bertindak untuk dan atas nama Pengurus dalam rangka menjalankan usaha.
Pasal 15
1) Menetapkan pedoman pelaksanaan, pengelolaan usaha atau standar operasional prosedur
yang disahkan oleh Rapat Anggota.
2) Ketentuan lebih lanjut menegnai susunan tugas, kewajiban hak dan wewenang Manajer
dan karyawan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga, ketentuan khusus dan
kontrak kerja.
BAB X

PROSENTASE BUNGA PINJAMAN


Pasal 16
1) Pinjaman yang boleh diberikan koperasi kepada anggota, besarnya pinjaman ditentukan
oleh rapat pengurus sebelumnya.
2) Pinjaman yang diterima langsung dipotong dengan bunga pinjaman.
3) Besarnya bunga pinjaman adalah 1 % (satu persen) per bulan dan berlaku flat (sama).
4) Pinjaman dikembalikan kepada koperasi dengan dibatasi waktu selama 5 (lima) bulan, dan
tiap bulan dibatasi sampai dengan tanggal 5 (lima).
BAB XI
PENCATATAN & PEMBUKUAN
Pasal 17
1) Tahun Buku Koperasi adalah tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal 31 (tigapuluh
satu) Desember, dan pada akhir bulan Desember tiap-tiap tahun pembukuan Koperasi
ditutup.
2) Koperasi wajib menyelenggarakan pencatatan dan pembukuan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku di Indonesia dan standar akuntansi Koperasi pada khususnya serta
Standar Akuntansi Indonesia pada umumnya.
3) Dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah pembukuan Koperasi ditutup, maka
Pengurus wajib menyusun dan menyampaikan laporan tahunan yang telah diaudit oleh
Pengawas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
ditandatangani oleh semua anggota Pengurus untuk disampaikan kepada Rapat Anggota
yang disertai hasil audit Pengawas.
4) Apabila diperlukan, Laporan Tahunan Pengawas dapat diaudit oleh Akuntan Publik atas
permintaan Rapat Anggota, atau apabila Koperasi tidak mengangkat Pengawas tetap, maka
Laporan Tahunan Pengurus harus diaudit oleh Akuntan Publik sebelum diajukan ke Rapat
Anggota dan hasil audit tersebut menjadi perbandingan Laporan Pertanggungjawaban
Pengurus.
5) Ketentuan, pengaturan lebih lanjut mengenai isi, bentuk, sususan Laporan
Pertanggungjawaban Pengurus dan pelaksanaan audit diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga dan peraturan tertulis.
BAB XII
MODAL KOPERASI
Pasal 18
1) Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman
2) Modal sendiri dapat berasal dari :
a. Simpanan pokok sebesar Rp. 10.000,00 (Sepuluh ribu rupiah) yang dibayar pada waktu
mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi dan telah disetujui oleh pengurus dengan
ketentuan dapat ditambah atau ditingkatkan yang besarnya ditetapkan oleh rapat
anggota
b. Simpanan wajib yang besarnya Rp. 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) yang dibayar setiap
bulan dengan ketentuan dapat ditambah atau ditingkatkan yang besarnya ditetapkan oleh
rapat anggota

c. Simpanan sukarela
d. Iuran kantin-kantin yang ada di lingkungan Bernas yang besarnya ditentukan oleh rapat
anggota koperasi dan persetujuan dari kepala SDN Bernas
3) Modal Pinjaman, dapat berasal dari :
a. Anggota
b. Simpatisan
c. Sumber lain yang sah
Pasal 19
Simpanan pokok dan wajib tidak dapat diambil selama masih tercatat sebagai anggota
koperasi
Pasal 20
1) Setiap anggota yang berhenti atas permohonan sendiri maka seluruh simpanannya dapat
diambil paling cepat 1 (satu) bulan setelah yang bersangkutan tidak lagi tercatat sebagai
anggota koperasi
2) Jika anggota berhenti karena diberhentikan maka seluruh simpanannya dapat diambil
paling cepat 3 (tiga) bulan setelah yang bersangkutan tidak tercatat lagi sebagai anggota
koperasi
3) Jika anggota berhenti karena meninggal dunia, maka seluruh simpanannya dapat diambil
paling lambat 1 (satu) bulan setelah yang bersangkutan meninggal dunia dan dibayarkan
kepada ahli waris yang sah menurut hukum yang berlaku
4) Pembayaran seperti yang tercantum pada ayat 1, 2 dan 3 diberikan setelah dikurangi
dengan utang-utangnya kepada koperasi.
BAB XIII
SISA HASIL USAHA
Pasal 21
1) Sisa hasil usaha yaitu pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam suatu tahun buku
dipotong dengan penyusutan nilai barang dan segala biaya yang dikeluarkan dalam tahun
buku itu termasuk pajak-pajak yang harus dibayar, terdiri atas 2 bagian :
a. Yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk Anggota Koperasi.
b. Yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk bukan Anggota Koperasi.
2) Sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding
dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta
digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari Koperasi.
3) Besarnya pemupukan dana cadangan, pembagian sisa hasil usaha, keperluan pendidikan
koperasi dan keperluan lainnya ditetapkan dalam Rapat Anggota.
Pasal 22
1) Uang cadangan adalah kekayaan Koperasi yang disediakan untuk menutup kerugian
sehingga tidak boleh dibagikan kepada anggota.
2) Rapat Anggota dapat memutuskan untuk mempergunakan paling tinggi 75% (tujuh puluh
lima persen) dari jumlah seluruh cadangan untuk perluasan usaha Koperasi.
3) Sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen) dari uang cadangan harus disimpan

dengan bersifat giro pada Bank.


BAB XIV
PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA
Pasal 23
1) Sisa Hasil Usaha diperoleh dari pendapatan bunga sampai dengan akhir masa tahun buku,
dikurangi dengan biaya-biaya operasional.
2) Pembagian keuntungan dari Sisa Hasil Usaha adalah :
Dibagikan kepada anggota : 70 % ( tujuh puluh persen )
Imbalan Jasa Pengurus
: 15 % ( sepuluh persen )
Untuk Dana Cadangan
: 10 % ( sepuluh persen )
Penyusutan Barang
: 5 % ( lima persen )
BAB XV
TANGGUNGAN ANGGOTA
Pasal 24
1) Apabila koperasi dibubarkan, sedangkan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala
kewajibannya, maka seluruh anggota diwajibkan turut menanggung kerugian masingmasing terbatas pada simpanan yang telah disetor pada koperasi.
2) Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir tahun buku sebagian dapat ditutup dengan
dana cadangan.
3) Jika kerugian yang diderita Koperasi pada akhir sesuatu tahun buku tidak dapat ditutup
dengan uang cadangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka Rapat Anggota dapat
memutuskan untuk membebankan bagian kerugian tersebut diatas untuk ditutup dengan
uang cadangan tahun berikutnya.
BAB XVI
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 25
1) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dapat dilakukan, apabila
pengurus koperasi mempunyai alasan yang kuat dalam rangka meningkatkan efisiensi
usaha koperasi dan demi untuk kepentingan anggota.
2) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi dapat dilakukan
berdasarkan keputusan rapat anggota dan dituangkan dalam berita acara rapat anggota
perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

BAB XVII
PEMBUBARAN KOPERASI

Pasal 26
1) Pembubaran Koperasi dapat dilaksanakan berdasarkan:
a. keputusan Rapat Anggota;
b. keputusan Pemerintah
2) Pembubaran oleh Rapat Anggota didasarkan pada :
a. jangka waktu berdirinya Koperasi telah berakhir;
b. atas permintaan sekurang-kurangnya 3/4 (tiga perempat) dari jumlah anggota;
c. koperasi tidak lagi melakukan kegiatan usahanya.
3) Pembubaran oleh Pemerintah dilakukan apabila:
a. terdapat bukti bahwa Koperasi tidak memenuhi ketentuan Undang-undang tentang
Perkoperasian;
b. kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan;
c. kelangsungan hidup Koperasi tidak dapat lagi diharapkan.
Pasal 27
1) Dalam hal Koperasi hendak dibubarkan maka Rapat Anggota membentuk Tim Penyelesai
yang terdiri dari unsur anggota, Pengurus dan pihak lain yang dianggap perlu (Pembina)
dan diberi kuasa untuk menyelesaikan pembubaran dimaksud.
2) Tim Penyelesai mempunyai hak dan kewajiban:
a. melakukan perbuatan hukum untuk dan atas nama Koperasi dalam Penyelesaian;
b. mengumpulkan keterangan yang diperlukan;
c. memanggil Pengurus, anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan, baik sendirisendiri maupun bersama-sama;
d. memperoleh, menggunakan dan memeriksa segala catatan dan arsip Koperasi;
e. menggunakan sisa kekayaan Koperasi untuk menyelesaikan kewajiban Koperasi baik
kepada anggota maupun pihak ketiga;
f. membuat berita acara penyelesaian dan menyampaikan kepada Rapat Anggota.
3) Pengurus Koperasi menyampaikan keputusan pembubaran Koperasi oleh Rapat Anggota
tersebut kepada Pejabat Koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4) Pembubaran biaya penyelesaian didahulukan dari pada pembayaran kewajban lainnya.
BAB XVIII
SANKSI SANKSI
Pasal 28
1) Apabila anggota, Pengurus mmelanggar ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah
Tangga danperaturan lainnya yang berlaku di Koperasi dikenakan sanksi oleh Rapat
Anggota berupa:
a. peringatan lisan;
b. peringatan tertulis
c. dipecat dari keanggotaan atau jabatannya;
d. diberhentikan bukan atas kemauan sendiri;
e. diajukan ke Pengadilan.
2) Ketentuan mengenai sanksi diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga
BAB XIX
JANGKA WAKTU BERDIRINYA KOPERASI

Pasal 29
Koperasi didirikan dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
BAB XX
PENUTUP
Pasal 30
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini akan
diatur lebih lanjut dalam Peraturan Khusus Koperasi.
KUASA PENDIRI
KOPERASI BERNAS
No

NAMA

JABATAN

SUTANTO, S.Pd.I

KETUA

WAN ZAFPRIADI, SE.Ak

WAKIL KETUA

HENDRAWANTO, S.Pd

SEKRETARIS 1

T. DEWI SUSANTI, S.Pd.SD

SEKRETARIS 2

DIAN NORPITA, S.Pd.SD

BENDAHARA

TANDA TANGAN