Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN


PERSEPSI SENSORI: VERTIGO DI POLI (THT-KL)
RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG

Disusun Oleh :
Heny Junita
220112160023

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
BANDUNG
2016

LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN PERSEPSI
SENSORI: VERTIGO DI POLI TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN KEPALA
DAN LEHER (THT-KL) RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG
1.

2.

Identitas Pasien
A. Nama Pasien
: Ny. S
B. Tanggal Lahir
: 10 Oktober 1986 (30 tahun)
C. Alamat
: Bandung
D. Jenis Kelamin
: Perempuan
E. Pendidikan
: S1
F. Agama
: Islam
G. Suku Bangsa
: Sunda
H. Tgl Masuk Poli
: 18 Desember 2016
I.
Tgl Pengkajian : 18 Desember 2016
J. Diagnosa Medis : Otitis Media Supuratif Kronis Ouris Dekstra
Riwayat Kesehatan
A. Keluhan Utama
Cemas
B. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ny. S mengeluh cemas terkait jadwal operasi tympanoplasty pada tanggal 18
Januari 2017 mendatang. Klien datang untuk kontrol keadaan telinga bagian dalam.
Sebelumnya, klien sudah pernah kontrol dan dijadwalkan untuk operasi, namun
ditunda karena terdapat sinus bradikardi dan iskemik anterior. Klien mengatakan
khawatir jadwal operasinya ditunda lagi, dan terjadi keparahan pada telinganya.
Skor kecemasan berdasarkan ZSAS = 51 (Kecemasan sedang).
Selain itu, Ny. S mengatakan bahwa ia sering merasakan pusing yang berputarputar, terutama saat melihat cahaya yang menyilaukan, atau saat peralihan posisi
secara tiba-tiba dari duduk ke berdiri. Pusing yang berputar sering klien alami
hingga merasa gelap, dan terjatuh pingsan. Klien sering keluar masuk UGD karena
vertigo yang sering kambuh tersebut.
C. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ny. S mengatakan keluar cairan dari telinga kanan berwarna putih kental tidak
berbau, kurang lebih satu bulan yang lalu.
Ny. S memiliki riwayat otitis media akut sejak 10 tahun yang lalu. Klien
mengatakan semenjak kecil sering berenang dan sering mengalami salesma.
D. Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan kondisi saat ini
E. Riwayat Psikososial dan Spiritual
Pengkajian kecemasan ZSAS
No

Pertanyaan

Jawaban

1
2
3
4

Saya merasa lebih gelisah atau gugup dan cemas dari biasanya
Saya merasa takut tanpa alasan yang jelas
Saya merasa seakan tubuh saya berantakan atau hancur
Saya mudah marah, tersinggung atau panic
Saya selalu merasa kesulitan mengerjakan segala sesuatu atau
5
merasa sesuatu yang jelek akan terjadi
6
Kedua tangan dan kaki saya sering gemetar
Saya sering terganggu oleh sakit kepala, nyeri leher atau nyeri
7
otot
8
Saya merasa badan saya lemah dan mudah lelah
9
Saya tidak dapat istirahat atau duduk dengan tenang
10 Saya merasa jantung saya berdebar-debar dengan keras dan cepat
11 Saya sering mengalami pusing
12 Saya sering pingsan atau merasa seperti pingsan
13 Saya mudah sesak napas tersengal-sengal
Saya merasa kaku atau mati rasa dan kesemutan pada jari-jari
14
saya
15 Saya merasa sakit perut atau gangguan pencernaan
16 Saya sering kencing daripada biasanya
17 Saya merasa tangan saya dingin dan sering basah oleh keringat
18 Wajah saya terasa panas dan kemerahan
19 Saya sulit tidur dan tidak dapat istirahat malam
20 Saya mengalami mimpi-mimpi buruk
Jumlah = 51
Kesimpulan : kecemasan sedang
F.
No

1.

2.

3.
4.

4
3
2
4
3
1
3
2
2
1
3
1
2
2
3
3
3
3
3
3

Riwayat ADL
Pola
Nutrisi
a. Makan
Frekuensi
Jenis
b. Minum
Frekuensi
Jenis
Eliminasi
a. BAB
Frekuensi
Konsistensi
b. BAK
Frekuensi
Warna
Istirahat dan tidur
a. Kualitas
b. Kuantitas
Personal Hygiene

Sebelum Sakit

Saat Sakit

3x sehari
Makanan
padat+sayur+lauk pauk

3x sehari
Makanan
padat+sayur+lauk pauk

7 8 gelas sehari
Air putih

7 8 gelas sehari
Air putih

1x sehari
Padat

1x sehari
Padat

3 5x sehari
Kuning keruh

3 5x sehari
Kuning keruh

Nyenyak

Tidak bisa tidur apabila


vertigo sedang kambuh

1x sehari

a.
b.
c.
G.

Mandi
Gosok gigi
Cuci Rambut

Obat obatan :
Flunarizine

2x sehari
2x sehari
2 hari 1x

2x sehari
2x sehari
2 hari 1x

Pemeriksaan Fisik
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Keadaan Umum : kompos mentis


Ekspresi wajah
: Tampak gelisah
Kulit
: tidak pucat, teraba hangat
Konjungtiva
: merah muda
Sclera
: putih bersih
TTV
1) HR
: 102 x/menit
2) RR
: 22 x/menit
3) Suhu : 36,8 C
4) TD
: 130/80 mmHg
G. Sistem Pendengaran
1) Inspeksi
Kebersihan
:
Telinga bagian luar terlihat bersih
Telingan bagian kanan : CAE tenang, sekret +, serumen -, membran timpani
perforasi subtotal, refleks cahaya , retro aurikular tenang.
Telinga bagian kiri : CAE tenang, sekret -, serumen -, pseudomembran RC +,
RA tenang
Ggn keseimbangan
Fungsi pendengaran
2) Palpasi
Nyeri tekan
Tes rinne
Tes weber

: ada
: klien mengeluh fungsi pendengaran berkurang, kadang
berdengung pada telinga kanan.

: tidak ada
: negatif (tuli konduktif)
: lateralisasi kearah telinga kanan (tuli konduktif)

3) Auskultasi
Tes audiometri
Hasil :
- Pendengaran dalam batas normal
- Gangguan dengar konduktif tingkat sedang

3.
No
1.

Analisis Data
Data
a. Data objektif

1) Skor ZSAS : 51
(kecemasan sedang)
b. Data subjektif
1) Pasien mengatakan
akan menjalani
operasi
tympanoplasty
2) Pasien mengatakan
khawatir penyakitnya

Etiologi
Otitis media akut

Neuroma akustik mengenai


N. VIII

Terdapat sumbatan serumen/


terjadi perforasi membran
timpani

Transmisi persepsi ke
reseptor propriception

Masalah
Cemas

akan bertambah
parah bila tidak
tertangani dengan
baik

a. Data objektif
1) Terdapat gangguan
keseimbangan, pada
saat pemeriksaan
webber (laserasi ke
arah telingan kanan)
2) Gangguan dengar
konduktif tingkat
sedang, pada
pemeriksaan
audiometri

2.

4.

b. Data subjektif
1) Pasien mengatakan akan
menjalani operasi
tympanoplasty
2) Klien merasakan pusing
yang berputar-putar,
terutama saat melihat
cahaya yang
menyilaukan, atau saat
peralihan posisi secara
tiba-tiba dari duduk ke
berdiri. Pusing yang
berputar sering klien
alami hingga merasa
gelap, dan terjatuh
pingsan. Klien sering
keluar masuk UGD
karena vertigo yang
sering kambuh tersebut.
Diagnosa Keperawatan
a. Ansietas berhubungan

terganggu

Menghambat impuls suara

Gangguan pendengaran

Adanya penatalaksanaan
medis yang harus dijalani

Kurang informasi

Cemas
Vertigo
Resiko jatuh

Sistem keseimbangan tubuh


terganggu

Ketidakcocokan informasi yg
dissmpaikan ke otak o/ saraf
aferen proses pengarahan
informasi terganggu

Timbul perasaan berputarputar seolah benda berputar


mengelilinginya

Kesulitan keseimbangan
tubuh

Resiko jatuh

dengan

kurang

pengetahuan

tympanoplasty) ditandai skor ZSAS : 51 (kecemasan sedang).


b. Resiko jatuh berhubungan dengan perforasi membran tympani.

(penatalaksanaan

8.

Rencana Tindakan keperawatan


Nama Pasien : Ny. S
No Medrek
:

Ruangan
Nama Mahasiswa

: Poli THT-KL
: Heny Junita

Diagnosa
Ansietas berhubungan

Tujuan
Setelah dilakukan intervensi

Intervensi
1. Kaji tingkat ansietas secara

Rasional
Ansiatas dimanage berdasarkan tingkatan

dengan kurang

keperawatan selama 1x15

pengetahuan terkait

menit pasien akan

berkala
2. Pantau TTV pasien

ansietas.
Ansietas dapat meningkatkan frekuensi

penyakitnya ditandai

menunjukan pengontrolan

dengan pasien skor

kecemasan dengan kriteria:

ZSAS : 51 (kecemasan
sedang).

1. Pasien memahami

bahwa tindakan adalah


untuk mengatasi
keluhan yang
dialaminya saat ini.
2. Pasien memahami

pernapasan, frekuensi denyut jantung, dan


3. Fasilitasi pasien untuk
mengungkapkan
kekhawatirannya
4. Jelaskan kepada pasien terkait
penyakitnya
5. Anjurkan kepada pasien untuk

tekanan darah
Dengan mengungkapkan kekhawatirannya,
pasien dapat merasa lega dan dapat berpikir
jernih
Pengetahuan yang adekuat terkait
penatalaksanaan yang akan dilakukan akan
mengurangi kecemasan pada pasien.
Mengikuti program pengobatan akan

bahwa ia harus

mematuhi program pengobatan mengurangi tanda dan gejala yang muncul

mengikuti rangkaian

yang telah diberikan

pengobatan untuk

sehingga akan mengurangi kecemasan pada


pasien.

memperoleh
Resiko jatuh

kesembuhan
Setelah dilakukan intervensi

berhubungan dengan

keperawatan selama 1x15

menggunakan alas kaki yang

perforasi membran

menit pasien akan

tidak licin, misalnya berbahan

1. Anjurkan klien untuk

Alas kaki karet dapat mengurangi gesekan

Aktivitas berat dapat mempengaruhi sistem

tympani.

menunjukan pengontrolan
resiko jatuh dengan kriteria :
Klien memahami cara
mengantisipasi resiko jatuh
Resiko jatuh dapat
diminimalkan

karet
2. Anjurkan klien untuk tetap

keseimbangan klien.
Kamar mandi cenderung daerah yang licin

didampingi oleh suami/

dan berbahaya
Benda di tengah jalan dapat mengganggu

keluarga dalam beraktivitas,

klien dan benda kecil dapat membuatnya

terutama ke kamar mandi


3. Anjurkan klien menata

terjatuh

lingkungan rumah dan

Cahaya yang menyilaukan bagi klien dg

menyingkirkan barang yang

vertigo dapat mengganggu pusat koordinasi

menghalangi jalan
4. Anjurkan klien untuk

keseimbangan tubuh.
Terapi yang sesuai, dapat mengurangi gejala.

menghindari cahaya secara


langsung yang menyilaukan,
5. Kolaborasi pemberian terapi,
misal : Flunarizine

9.

Catatan Tindakan Keperawatan


Nama Pasien

: Ny. S

Ruangan

: Poli THT-KL

No Medrek

Nama Mahasiswa

: Heny Junita

Diagnosa
Ansietas berhubungan

Tgl / Jam

dengan kurang

Implementasi
1. Mengkaji tingkat ansietas secara
berkala
2. Memantau TTV pasien

pengetahuan terkait
penyakitnya ditandai
skor ZSAS : 51
(kecemasan sedang).

Respon
Skor ZSAS 51 (kecemasan sedang)
1)
2)
3)
4)

HR
RR
Suhu
TD

: 102 x/menit
: 22 x/menit
: 36,8 C
: 130/80 mmHg

Pasien cemas terkait operasi yang akan


3. Memfasilitasi pasien untuk

mengungkapkan kekhawatirannya
18 Desember
2016/ 11.15

4. Menjelaskan kepada pasien

terkait penyakitnya

dijalaninya, dan khawatir apabila ditunda


lagi, penyakitnya akan semakin parah.
Pasien mengerti dengan apa yang telah
dijelaskan terkait penyakitnya dan
kemungkinan terbaik serta kemungkinan

5. Anjurkan kepada pasien untuk


mematuhi program pengobatan

terburuk dari penyakitnya.


Pasien mengerti dengan apa yang telah
dijelaskan

Resiko jatuh

18 Desember

1. Melakukan otoskop pada kedua

berhubungan dengan

2016/ 11.30

telinga, dan irigasi pada telinga

perforasi membran
tympani.

bagian kanan
2. Melakukan tes rine, webber, dan
swabach menggunakan garpu tala

Terdapat serumen pada telinga kanan


pasien
Terdapat laserasi ke arah telingan kanan

Paraf

3. Mendampingi pasien melakukan


tes audiometri
4. Menganjurkan klien untuk

Gangguan dengar konduktif tingkat


sedang, pada pemeriksaan audiometri

menggunakan alas kaki yang


tidak licin, misalnya berbahan
karet
5. Menganjurkan klien untuk tetap
didampingi oleh suami/ keluarga
dalam beraktivitas, terutama ke
kamar mandi
6. Menganjurkan klien menata
lingkungan rumah dan
menyingkirkan barang yang
menghalangi jalan
7. Menganjurkan klien untuk

Pasien memahami anjuran-anjuran yang


telah disampaikan, dan berniat untuk
memodifikasi lingkungan serta aktivitas
sehari-hari agar kekambuhan penyakitnya
dapat diminimalkan

menghindari cahaya secara


langsung yang menyilaukan,
8. Berkolaborasi dalam pemberian
terapi
Resep telah dibuatkan : Flunarizine

10.

Catatan Perkembangan
Nama Pasien

: Ny. S

Ruangan

: Poli THT-KL

No Medrek

Nama Mahasiswa

: Heny Junita

Diagnosa
Ansietas berhubungan

Tgl / Jam

Catatan
S: pasien mengatakan mengerti dengan apa yang telah dijelaskan terkait

dengan kurang

penatalaksanaan (tympanoplasty) dan mengatakan akan mengikuti proses

pengetahuan terkait

pengobatan yang dianjurkan

penyakitnya ditandai

O: Pasien tampak cemas

dengan skor ZSAS : 51


(kecemasan sedang).

18 Desember 2016/
12.00

A: Masalah teratasi sebagian


P:
-

Resiko jatuh
berhubungan dengan

18 Desember 2016/
12.00

1. Lanjutkan intervensi
Kaji tingkat ansietas secara berkala menggunakan skala ansietas

ZSAS
- Pantau TTV pasien
S : Pasien mengatakan, mengerti terkait anjuran-anjuran yang telah
disampaikan, dan berniat untuk memodifikasi lingkungan serta aktivitas

perforasi membran

sehari-hari agar kekambuhan penyakitnya dapat diminimalkan

tympani.

O : Pada hasil irigasi, terdapat serumen berwarna coklat (sedikit) pada


telinga kanan. Hasil audiometri : Gg. Pendengaran konduktif tingkat
sedang.
A : masalah teratasi sebagian
P : Berikan informasi tambahan terkait pengobatan rehabilitatif vertigo,
misal : exercise vestibuler, untuk mengurangi kekambuhan, dan

Paraf

meminimalkan resiko jatuh.

REFERENSI
Wilkinson, Judith M., Ahern, Nancy R. (2013). Buku Saku Diagnosis Keperawatan:
Diagnosis NANDA, Intervensi Nic, Kriteria Hasil Noc, Ed. 9. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC
Nurarif, A. H., Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa
Medis dan Nanda Nic-Noc Edisi Revisi. Yogyakarta: Mediaction Publisher
Black, Joyce M & Hawks. 2014. Keperawatan Medikal Bedah Manajemen Klinis untuk
Hasil yang Diharapkan Edisi 8 Buku 3. Jakarta : Salemba Medika
Price Sylvia A & Wilson Lorraine M. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit
Edisi 6. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Smeltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Bruner & Suddart Edisi 8. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.