Anda di halaman 1dari 69

Bab 1

1. Sebutkan nama konsep asuransi syariah pertama kali dan berasal dari
budaya suku apakah konsep asuransi syariah tersebut.... !
Jawab :
Konsep asuransi

syariah berasal dari budaya suku Arab dengan

sebutan Al-Aqilah hingga zaman Nabi

Muhammad SAW. Konsep

tersebut tetap diterima dan menjadi bagian dari Hukum Islam, hal
tersebut tercantum dalam hadist Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan
oleh Abu Hurairah ra,
2. Jelaskan bunyi hadist Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh
Abu Hurairah RA. Yang menjelaskan tentang sebuah konsep asuransi
syariah.... !
Jawab :
Dia berkata: Berselisih dua orang wanita dari suku Huzail,
kemudian salah satu wanita tersebut melempar batu ke wanita yang
lain sehingga mengakibatkan kematian wanita tersebut beserta janin
yang dikandungnya. Maka ahli waris dari wanita yang meninggal
tersebut mengadukan peristiwa tersebut kepada Rasulullah SAW, maka
Rasulullah SAW memutuskan ganti rugi dari pembunuhan terhadap
janin tersebut dengan pembebasan seorang budak laki-laki atau
perempuan, dan memutuskan ganti rugi kematian wanita tersebut
dengan uang darah (diyat) yang dibayarkan oleh aqilahnya (kerabat
dari orang tua laki-laki). (HR. Bukhari)
3. Jelaskan bagaimanakah sikap yang diambil jika terjadi pembunuhan
terhadap satu anggota suku oleh anggota suku lain menurut buku
Dictionary Of Islam yang ditulis oleh Thomas Patrick... !
Jawab :
Menurut Buku Dictionary of Islam yang ditulis oleh Thomas Patrick jika
ada salah satu anggota suku yang terbunuh oleh anggota suku lain ,
maka pewaris kurban akan dibayar sejumlah uang darah atau yang
dikenal sebagai diyat sebagai konpensasi dari keluarga terdekat si

pembunuh.

al-aqila adalah denda sedangkan makna alaqil adalah

orang yang membayar denda.


4. Apakah isi dari piagama Madinah yang merupakan konstitusi pertama
di dunia yang dituangkan oleh Nabi Muhammad SAW.... ?
Jawab :
Adapun isi piagam Madinah tersebut adalah beberapa ketentuan
sistem Aqilah yang merupakan bagian dari asuransi sosial. Dalam pasal
3 Konstitusi Madinah berbunyi sebagai berikut : Orang Quraisy yang
melakukan perpindahan (ke Madinah) melakukan pertanggungan
bersama dan akan saling bekerja sama membayar uang darah di
antara mereka. Jika seorang anggota suku melakukan pembunuhan
terhadap anggota suku yang lain, maka ahli waris korban akan
memperoleh bayaran sejumlah uang darah sebagai kompensasi oleh
penutupan keluarga pembunuh, yang disebut sebagai aqilah.
Selain

itu

juga

Rasulullah

membuat

ketentuan

menyenai

penyelamatan jiwa para tawanan, yang menyatakan bahwa jika


tawanan yang tertahan oleh musuh karena perang, harus membayar
tebusan kepada musuh untuk membebaskan yang ditawan.
5. Sebutkan pengertian Asuransi , sebagai penanggung dan tertanggung dalam
bahasa Arab
Jawab :
Dalam bahasa Arab Asuransi disebut

muammin,
mustamin

At-Tamin.

sedangkan tertanggung disebut


.

At-tamin

Penanggung disebut

muamman lahu

diambil dari kata amanah yang artinya memberi

perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut .

6. Apakah artinya at-min atau


Jawab :

atau

men-tamin-kan sesuatu..?

Men-tamin-kan

sesuatu makudnya adalah seseorang membayar atau

menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan ganti


terhadap hartanya yang hilang.

7. Jelaskan pengertian
menurut

Tadhamum, Takaful at-taimin atau Asuransi Syariah

Al Fanjari

Jawab :
Al-Fanjari mengartikan tadhamun, takaful, at-tamin atau Asuransi Syariah
dengan pengertian saling menanggung atau tanggung jawab sosial. Dalam
buku Aqdu at-Tamin wa Mauqifu asy-Syariah al-Islamiyyah Minhu Asuransi
Syariah adalah sebuah sistem taawun dan tadhamun yang bertujuan untuk
menutupi kerugian peristiwa peristiwa atau musibah musibah. Tugas ini
diberikan kepada kelompok tertanggung, dengan cara memberikan pengganti
kepada orang yang tertimpa musibah. Pengganti tersebut diambil dari
kumpulan premi mereka.

8. Dinegara manakah pertama kalinya asuransi syariah didirikan... ?


Jawab :
Asuransi syariah pertama kali didirikan di Bahrain, lalu dengan cepat
diikuti oleh negara muslim lain, termasuk Indonesia.
9. Di kawasan Asia negara manakah yang pertama kali mendirikan
perusahaan asuransi syariah yang kemudian di ikuti oleh Indonesia... ?
Jawab :
Di Asia asuransi syariah pertama kali diperkenalkan di Malaysia pada
tahun 1985 melalui sebuah perusahaan asuransi jiwa bernama
Takaful Malaysia, selanjutnya diikuti oleh negara-negara lain seperti
Bahrain, Brunei, Singapura, dan Indonesia.
10.

Jelaskan peranan dari Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia

dalam menggagas berdirinya asuransi syariah di Indonesia... !


Jawab :

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) pada tanggal 27 Juli


1993

melalui

Yayasan

Abdi

Bangsa

bersama

Bank

Muamalat

Indonesia (BMI) dan perusahaan Asuransi Tugu Mandiri sepakat


memprakarsai pendirian asuransi takaful, dari tiga lembaga ini
membentuk Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia atau
TEPATI.
11.

Sebutkan nama dan tanggal berdirinya perusahaan asuransi

syariah pertama di Indonesia...!


Jawab :
Syarikat Takaful Indonesia mendirikan PT Asuransi Takaful Keluarga
pada tanggal 25 Agustus 1994, dengan modal disetor sebesar Rp 5
miliar. Dan PT Asuransi Takaful Umum didirikan pada 2 Juni
1995.
12.Bagaimanakah riwayat asal-usul asuransi konventional ditemukan oleh para
ahli sejarah.?
Jawab :
Riwayat

asal

usul

asuransi

ditemukan

melalui

penggalian

sejarah

perekonomian dan kebudayaan manusia sejak zaman sebelum masehi dalam


bentuk yang masih samar. Salah satu riwayat tersebut tercantum dalam AlQuran Surat Yusuf ayat 43 49 dan kitab Injil Perjanjian Lama
Genesis 41.

13.Sebutkan pada tahun berapada dan zaman masyarakat apa yang dikatakan
oleh ahli sejarah Clayton terjadinya pertumbuhan dan perkembangan
asuransi konvensional.!?
Jawab :
Clayton menyatakan bahwa ide tentang asuransi tumbuh dan berkembang
pada jaman masyarakat Babilionia sekitar tahun 3000 SM (sebelum
masehi), dimana pada tahun 2500 SM, raja Babilonia telah mengumpulkan
sekitar 282 klausa yang dikenal dengan kode babilonia (Babylonian code)
atau disebut juga Kode Hammurabi (Hammurabi code).

14.Berdasarkan Kode Babylonian hal-hal apa sajakah yang dapat ditunjukkan?


Jawab :
Berdasarkan Kode Baylonian menjelaskan bahwa orang Babilionia telah
mempraktikkan perjanjian bisnis komersil yang menggunakan uang
sebagai transaksi. dimana orang meminjamkan uang kepada pedagang dan
mengambil beberapa persen untuk pembayaran bunga (interest).
15.Sebutkan dan jelaskan hal-hal apa sajakah yang diatur dalam kontrak
Bottomry...!
Jawab :
Contrak Bottomry diintrodusir oleh pedagang Babilon sekitar 4000-3000
SM, dimana uang atau barang dipinjamkan kepada pedagang untuk
tujuan perdagangan, atau dapat juga sebagai pinjaman murni
dengan membebankan rate tertentu sebagai bunga, atau keduanya,
membebankan

bunga

atas

pinjaman

uang

dan

sebagai

modal

akan

mendapatkan bagian keuntungan dari hasil perdagangan.

16.

Jelaskan

dimanakah

terjadinya

letak

persamaan

antara

Kontrak Bottomry dengan asuransi konvensional!


Jawab :
Letak kesamaan tersebut dalam bentuk pembayaran premi dalam
asuransi dan pembayaran bunga dalam kontrak Bottomary yaitu
seperti contoh berikut ini , atas dasar
meminjamkan
(

borrower

uang
)

dilandasi

lender
saling

transaksi
)

dan

antara yang

yang

pengertian,

meminjam

dimana

atas

pembayaran bunga, peminjam harus dilindungi (dibebaskan)


dari kewajibannya bila dalam melakukan perdagangan terjadi
kecelakaan atau musibah yang menimpa peminjam. Pembayaran
bunga di atas dalam Bottomry dapat disamakan dengan premi, dimana
peminjam merupakan tertanggung sedangkan yang meminjamkan
bertindak sebagai penanggung (asuransi).

17.

Jelaskan

dari

manakah

Praktek

asuransi

konventional

diadopsi ....!
Jawab :
Sekitar tahun 1600-1000 SM, praktik dari Bottomry Contract diadopsi
oleh orang Phonesia dan setelah juga dipraktikkan di Yunani pada awal
abad ke-4 SM . Dapat disimpulkan bahwa praktik asuransi konvensional
sekarang merupakan lanjutan dari praktek Bottomry Contract di jaman
dahulu.
18.

Jelaskan dimana dan kapankah berdirinya Lloyd Of London

yang merupakan cikal bakalnya asuransi konvensional!


Jawab :
Pada tahun 1668 M di Coffee House London berdirilah Lloyd of
London sebagai cikal bakal asuransi konvensional.

19.

Jelaskan sejak kapankah sistem asuransi konvensional masuk

ke Indonesia,
Jawab :
Bisnis asuransi masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda dan
negara kita pada waktu itu disebut Nederlands Indie. Keberadaan asuransi
di negeri kita ini sebagai akibat berhasilnya Bangsa Belanda dalam
sektor perkebunan dan perdagangan di negeri jajahannya.

20.Untuk

tujuan

asuransi di
Jawab :

apakah

pemerintahana

Indonesia....?

Belanda

mendirikan

perusahaan

Untuk menjamin kelangsungan usahanya, maka adanya asuransi


mutlak diperlukan. Dengan demikian usaha perasuransian di Indonesia
dapat dibagi dalam dua kurun waktu, yakni zaman penjajahan sampai
tahun

1942

dan

zaman

sesudah

Perang

Dunia

II

atau

zaman

kemerdekaan.

21.Sebutkan perusahaan asuransi apa sajakah yang didirikan pada zaman


penjajahan Belanda!
Jawab :
Perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Hindia Belanda pada zaman
penjajahan itu adalah :
a. Perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh orang Belanda.
b. Perusahaan-perusahaan

yang

merupakan

Kantor

Cabang

dari

Perusahaan Asuransi yang berkantor pusat di Belanda, Inggris


dan di negeri lainnya.
c. Perusahaan yang didirikan oleh para tokoh pejuang.

22.

Kapan dan siapakah penggas berdirinya Asuransi Jiwa Bumiputera 1912....?


Jawab :
Bumiputera berdiri atas prakarsa seorang guru sederhana bernama M. Ng.
Dwidjosewojo - Sekretaris Persatuan Guru-guru Hindia Belanda (PGHB)
sekaligus Sekretaris I Pengurus Besar Budi Utomo. Dwidjosewojo menggagas
pendirian perusahaan asuransi karena didorong oleh keprihatinan mendalam
terhadap nasib para guru bumiputera (pribumi). Ia mencetuskan gagasannya
pertama kali di Kongres Budi Utomo, tahun 1910. Dan kemudian
terealisasi menjadi badan usaha sebagai salah satu keputusan kongres
pertama PGHB di Magelang 12 Februari 1912.

23.Sebutkan tiga orang tokoh pendiri Bumiputera sebagai peletakan batu


pertama industri asuransi nasional Indonesia...!
Jawab :

M. Ng. Dwidjosewojo yang bertindak sebagai Presiden Komisaris,


M.K.H.

Soebroto

sebagai

Direktur,

dan

M.

Adimidjojo

sebagai

Bendahara. Ketiga orang ini dikenal sebagai "tiga serangkai" pendiri


Bumiputera, sekaligus peletak batu pertama industri asuransi nasional
Indonesia.

24.Jelaskan apakah keunikan badan hukum dari Asuransi Jiwa Bumiputera 1912
dibandingkan dengan badan hukum asuransi konventional yang saat ini
beroperasi...!
Jawab :

Sejak awal pendirian Bumiputera menganut sistem kepemilikan dan


kepenguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha "mutual" atau
"usaha bersama". Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan
- yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan
Anggota

(BPA)

untuk

mengawasi

jalannya

perusahaan.

Asas

mutualisme ini, yang kemudian dipadukan dengan idealisme dan


profesionalisme pengelolanya sebagai kekuatan utama Bumiputera
hingga hari ini.
25.Apakah faktor penghambat tumbuh berkembangnya asuransi kerugian pada
zaman Hindia Belanda...?
Jawab :
Sistem monopoli yang dijalankan di Hindia Belanda berdampak pada
perkembangan asuransi kerugian hanya terbatas pada kegiatan
dagang dan kepentingan bangsa Belanda, Inggris, dan bangsa Eropa
lainnya. Manfaat dan peranan asuransi kerugian belum dikenal oleh
masyarakat Indonesia. Jenis asuransi kerugian yang diperkenalkan di
Hindia Belanda terdiri dari asuransi kebakaran dan pengangkutan.

26.Sejauh manakah peranan asuransi kendaraan bermotor pada zaman Hindia


Belanda...!
Jawab :

Asuransi kendaraan bermotor masih belum memegang peran, karena jumlah


kendaraan bermotor masih sangat sedikit dan hanya dimiliki oleh Bangsa
Belanda dan Bangsa Asing lainnya. Pada zaman penjajahan tidak tercatat
adanya perusahaan asuransi kerugian satupun.

27.Bagaimanakah perkembangan industri asuransi selama masa Perang Dunia


II....?
Jawab :
Selama

terjadinya

Perang

Dunia

II

kegiatan

perasuransian

di

Indonesia praktis terhenti, terutama karena ditutupnya perusahaan


asuransi milik Belanda dan Inggris

28.Sebutkan sampai tahun berapakah perusahaan asuransi Belanda dan Inggris


menguasai industri asuransi di Indonesia...!
Jawab :
Setelah Perang Dunia usai, perusahaan-perusahaan Belanda dan Inggris
kembali beroperasi di negara yang sudah merdeka ini. Sampai tahun 1964
pasar industri asuransi di Indonesia masih dikuasai oleh Perusahaan
Asing, terutama Belanda dan Inggris.

29.Sebutkan tahun dan nama perusahaan asuransi kerugian nasional pertama


yang didirikan oleh bangsa Indonesia...!
Jawab:
Pada tahun 1950 berdiri sebuah perusahaan

asuransi kerugian yang

pertama, yakni NV. Maskapai Asuransi Indonesia yang kemudian pada


awal 2004 sudah menjadi PT MAI PARK. Pada saat itu, sebagai perintis
perusahaan asuransi kerugian nasional yang pertama, maka perusahaan ini
harus bersaing dengan perusahaan asuransi asing yang unggul baik dalam
faktor permodalan maupun pengetahuan teknis.

30.Bagaimanakah cara pemerintah untuk menanggulangi penggunaan devisi


untuk pembayaran premi reasuransi keluar negeri yang cukup besar saat
itu...?
Jawab :
Pemakaian devisa untuk membayar premi reasuransi ke luar negeri cukup
besar, maka untuk menanggulangi hal ini, didirikan PT. REASURANSI
UMUM INDONESIA pada tahun 1954 yang mendapat dukungan dari bank
pemerintah.

31.Langkah-langkah apa yang diambil oleh PT. Reasuransi Umum Indonesia


untuk penanggulangan pemakaian devisa pembayaran premi asuransi di luar
negeri dan apa dampak dari berdirinya perusahaan tersebut...?
Jawab :
PT. Reasuransi Umum Indonesia mengeluarkan peraturan-peraturan yang
mengikat untuk perusahaan

asuransi asing untuk menggunakanjasa

perusahaan reasuransi nasional. Kegiatan PT. Reasuransi Umum Indonesia


pada tahun 1963 diperluas dengan kegiatan reasuransi jiwa.
Dampak berdirinya PT. Reasuransi Umum Indonesia adalah banyaknya
perusahaan asuransi kerugian nasional bermunculan

32.Sebutkan beberapa faktor pendukung tumbuh berkembangnya perusahaan


asuransi kerugian di Indonesia sekitar tahun 1963..!
Jawab :
Keberanian ini didukung

oleh Peraturan Pemerintah bahwa semua

barang impor harus diasuransikan di Indonesia guna menanggulangi


pemakaian devisa untuk membayar premi asuransi di luar negeri.
Bab 2
1. Jelaskan apa dan berasal dari bahasa apa kata Asuransi itu.?
Jawab :

Kata Asuransi berasal

dari

hukum Belanda disebut

bahasa Belanda assurantie yang dalam

Verzekering yang artinya pertanggungan. Yang

kemudian timbul istilah assuradeur bagi penanggung dan


geassureerde

bagi

tertanggung.

2. Jelaskan secara singkat dan tepat pengertian Asuransi secara baku menurut
Undang-undang Republik Indonesia No. 02. Tahun 1992.
Jawab :
Secara baku pengertian Asuransi menurut Undang-undang Republik Indonesia
No.

02

tahun

1992

tentang

usaha

perasuransian

Asuransi

atau

Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih , dimana


pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan
menerima premi asuransi , untuk memberikan penggantian kepada
tertanggung

karena

kerugian

kerusakan,

atau

kehilangan

keuntungan yang diharapkan. Atau tanggungjawab hukum kepada


pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul
dari suatu peristiwa yang tidak pasti; atau untuk memberikan suatu
pembayaran

yang

didasarkan

atas

meninggal

atau

hidupnya

seseorang yang dipertanggungkan

3.

Jelaskan pengertian hakekat dari asuransi jika dilihat secara syariah....!


Jawab :
Asuransi jika dilihat secara syariah pada hakekatnya adalah suatu
bentuk kegiatan

saling memikul risiko diantara sesama manusia

sehingga antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas


risiko yang lainnya.

4. Atas dasar apa dan bagaimana caranya mereka melakukan bentuk kegiatan
asuransi tersebut...?
Jawab :

Saling pikul risiko itu dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebaikan, dengan cara masing-masing mengeluarkan dana
ibadah

(tabarru)

yang

ditunjukkan

untuk

menanggung

risiko

tersebut.

5. Jelaskan beberapa dalil syari yang melandasi pendirian dan praktek Asuransi
Syariah..!
Jawab :
Allah Swt. dalam berbagai firmannya memerintahkan kepada kita untuk
mempersiapkan hari esok. Seperti

berasuransi guna berjaga-jaga jika

suatu saat musibah itu datang menimpa kita. Sebagaimana dalam


Firman Allah Swt. yang terdapat dalam surat : al-Hasyar : 18 dan Surat
Yusuf : 46 49 ,
Surat al-Hasyar :18

Hai orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Allah


Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
dibuat untuk hari esok (masa depan). Dan bertakwalah
kepad Allah sesunggunya Allah Maha Mengetahui yang kamu
kerjakan

6. Sebutkan pengertian Asuransi , sebagai penanggung dan tertanggung dalam


bahasa Arab
Jawab :
Dalam bahasa Arab Asuransi disebut

At-Tamin.

muammin,

sedangkan tertanggung disebut

mustamin

At-tamin

Penanggung disebut

muamman lahu

atau

diambil dari kata amanah yang artinya

memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa


takut .

7. Dengan kata lain apakah pengertian dari asuransi syariah tersebut


Jawab :
Asuransi

Syariah

menghibahkan

adalah

sebuah

sebagian

atau

sistem

seluruh

dimana

para

kontribusi

peserta

yang

akan

digunakan untuk membayar klaim, jika terjadi musibah yang dialami


oleh sebagian peserta. Prinsip dasar asuransi syariah adalah mengajak
kepada setiap peserta untuk saling menjalin sesama peserta terhadap
sesuatu yang meringankan terhadap bencana yang menimpa mereka
(sharing of risk).

8. Jelaskan pengertian asuransi syariah berdasarkan Fatwa DSN. No. 21/DSNMUI/X/2001...!


Jawab :
Menurut Fatwa DSN. No.21/DSN-MUI/X/2001. Asuransi Syariah (Tamin,
Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolongmenolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam
bentuk aset dan / atau tabarru yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang
sesuai dengan syariah.

9.

Sebutkan beberapa hadist yang menjelaskan pentingnya berasuransi...!


Jawab :
Beberapa

hadist

yang

menjelaskan

tentang

pentingnya

berasuransi,

diantaranya diriwayatkan oleh Umar bin Khattab (radhiallaahu 'anhu):


a.

Suatu hari kaum muslimin sedang bepergian dalam


suatu misi. Kemudian mereka melewati suatu kota yang ternyata sedang
dijangkiti

suatu

memerintahkan

wabah

penyakit

menular.

Tentu

pasukannya

untuk

menghindari

saja

melewati

Umar
kota

tersebut. Namun beberapa sahabat lainnya bertanya kepada Umar :


"Mengapa anda lari dari taqdir yang telah ditentukan Allah,

jika Ia

memutuskan bahwa kita tidak tertular wabah itu, maka kita tidak akan

terkena." Dengan bijak Umar menjawab : "Kita ini hanya berpindah


dari satu taqdir ke takdir yang lain."
b.

Dikisahkan bahwa suatu hari Umar bertemu seorang lelaki


yang baru saja duduk di bawah pohon, tak melakukan apapun. Ketika
sang Khalifah bertanya pada lelaki itu, mengapa ia tidak melakukan apaapa, lelaki tersebut menjawab bahwa "bukankah Allah Swt telah
menentukan nasib kita ? Lalu untuk apa bekerja, jika takdir kita sudah
ditentukan oleh Nya ? Lalu apa yang Khalifah lakukan ? Beliau memukul
orang tersebut ! sambil pada saat yang sama memarahinya, bahwa
memang betul takdir dan nasib telah ditentukan Allah Swt, namun kamu
harus tetap berusaha sebaik mungkin untuk meraihnya, bukan hanya
duduk tanpa berbuat apapun. Pelajaran yang diberikan Umar kepada kita,
bahwa kita harus melakukan yang terbaik untuk menghindari bencana;
dan barulah setelah itu kita bertawakkal kepada Allah Swt.

10.Jelaskan sifat dari asuransi syariah menurut pengertian dari Fatwa DSN
MUI!
Jawab :
Asuransi Syariah bersifat saling melindungi dan tolong menolong yang
dikenal dengan istilah taawun yaitu prinsip hidup saling melindungi dan
saling menolong atas dasar ukhuwah islamiyah antara sesama anggota
peserta Asuransi Syariah dalam menghadapi malapetaka.

11.Apakah misi dan visi yang diemban oleh asuransi syariah..?


Jawab :
Misi dan Visi yang diemban dalam pengembangan ekonomi syariah umumnya
dan asuransi syariah khususnya adalah :
o

Misi Aqidah

Misi Ibadah (taawun)

Misi Isghtishodi ekonomi

Misi keumatan

12.Jelaskan apa yang dimaksud dengan Misi Aqidah yang diemban oleh
Asuransi Syariah!
Jawab :
Ekonomi Islam adalah ekonomi Ilahiah karena titik berangkatnya dari Allah,
tujuannya mencari ridha Allah dan cara-caranya tidak bertentangan dengan
syariat-Nya. Asuransi Syariah membawa misi untuk membersihkan umatnya
dari praktek-praktek muamalah yang bertentangan dengan syariat-Nya.
13.

Apakah yang menjadi pedoman oleh perusahaan asuransi syariah di


dalam menjalankan kegiatan operasional asuransi syariah...?

Jawab :
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan asuransi syariah dan reasuransi
syariah berpedoman pada Kitab Suci Al-Quran dan Hadist, serta fatwa
yang

dikeluarkan

Indonesia

oleh

(DSN-MUI),

Dewan

dan

Syariah

Nasional

perundang-undangan

Majelis

Ulama

yang dikeluarkan

pemerintah untuk mengatur pelaksanaan sistem asuransi

syariah di

Indonesia.
14.Istilah lain Asuransi Syariah adalah Takaful. Jelaskan pengertian dari Takaful
tersebut..!
Jawab :
Kata takaful berasal dari

takafala-yatakafalu

yang secara etimologi

berarti menjamin atau saling menanggung. Takaful dalam pengertian


muamalah adalah saling memikul risiko diantara sesama orang
sehingga antara satu dengan yang lain menjadi penanggung atas
risiko yang lainnya.

15.Takaful dalam pengertian muamalah adalah saling memikul risiko diantara


sesama orang sehingga antara satu dengan yang lain menjadi penanggung
atas risiko yang lainnya. Atas dasar apakah saling memikul risiko itu
dilakukan.?
Jawab :

Saling memikul risiko dilakukan atas dasar saling menolong dalam kebaikan
dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru / dana ibadah,
sumbangan, derma yang ditujukan untuk menanggung risiko. Sebagaimana
dalam surat Al- Maidah ayat 2 : Dan tolong menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa ; Dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran

16.Sebutkan dan jelaskan tiga prinsip dasar dari pengertian Takaful dalam
Muamalah..?!
Jawab :
Takaful dalam pengertian muamalah ditegakkan atas tiga prinsip dasar,
yaitu :

Saling bertanggung jawab , sebagaimana dalam 2 hadist Rasululloh


SAW. berikut ini :

Setiap orang dari kamu adalah pemikul tanggung jawab


Dan setiap kamu bertanggung jawab terhadap orangorang di bawah tanggung jawab kamu

(HR. Bukhari dan

Muslim)

Tidak sempurna keimanan seorang mukmin sehingga ia


menyukai sesuatu untuk saudaranya sebagaimana ia
menyukai sesuatu itu untuk dirinya sendiri

(HR. Bukhari

dan Muslim)

Saling bekerjasama dan membantu, dimana Allah Swt. memerintahkan


agar

dalam

kehidupan

bermasyarakat

ditegakkan

nilai

tolong

menolong dalam kebajikan dan takwa. Sebagaimana Firman Allah Swt.


dalam Qs. Al -Maidah : 2)

Saling melindungi, Hadist nabi mengajarkan bahwa belum sempurna


keimanan seseorang yang dapat tidur dengan nyenyak dan perut
kenyang, sedangkan tetangganya menderita kelaparan. Orang muslim
adalah orang yang memberikan keselamatan kepada sesama muslim
dari gangguan perkataan dan perbuatan.

17.

Jelaskan bagaimanakah konsep terminologi hukum Islam terhadap

kegiatan bisnis asuransi syariah...!


Jawab :
Kegiatan asuransi syariah dalam konsep hukum Islam (syariah) termasuk ke
dalam

terminologi

hubungan

manusia

dengan

manusia

(hablum

minannaas) dan lingkungan sekitarnya (hablum minal alam) yang bersifat


terbuka artinya Allah SWT dalam Al-Quran hanya memberikan aturan yang
bersifat garis besarnya saja. Selebihnya adalah terbuka bagi kalangan ulama
mujtahid untuk mengembangkan melalui pemikirannya.
18.Dalam Asuransi Syariah kita mengenal adanya sifat

Taawun

. Apakah

yang dimaksud dengan sifat tersebut.?


Jawab :
Asuransi Syariah bersifat saling melindungi dan tolong menolong yang
disebut

taawun

yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling

tolong atas dasar ukhuwah islamiah antara sesama anggota peserta


asuransi syariah dalam menghadapi malapetaka (risiko).

19.Terdiri dari dana apa saja yang terdapat pada premi yang dibayarkan oleh
peserta Asuransi Syariah..?
Jawab :
Premi yang dibayarkan oleh peserta adalah sejumlah dana yang terdiri dari
Dana Tabungan dan tabarru .

20.Jelaskan apa yang dimaksud dengan dana tabungan dan dana Tabarru yang
dibayarkan oleh peserta Asuransi Syariah!
Jawab :
Dana tabungan merupakan dana titipan dari peserta (life insurance)
dan akan mendapatkan alokasi bagi hasil (al-mudharabah). Dana
tabungan beserta alokasi bagi hasil akan dikembalikan kepada peserta
apabila peserta mengajukan klaim, baik berupa klaim nilai tunai maupun

klaim manfaat asuransi. Tabarru

adalah derma atau dana kebajikan

yang diberikan dan diikhlaskan oleh peserta asuransi jika sewaktuwaktu akan dipergunakan untuk membayar klaim atau manfaat
asuransi ( life maupun general insuranse ).

21.Istilah lain Asuransi Syariah adalah Takaful. Jelaskan pengertian dari Takaful
tersebut..!
Jawab :
Kata takaful berasal dari

takafala-yatakafalu

yang secara etimologi

berarti menjamin atau saling menanggung. Takaful dalam pengertian


muamalah adalah saling memikul risiko diantara sesama orang
sehingga antara satu dengan yang lain menjadi penanggung atas
risiko yang lainnya.

22.Takaful dalam pengertian muamalah adalah saling memikul risiko diantara


sesama orang sehingga antara satu dengan yang lain menjadi penanggung
atas risiko yang lainnya. Atas dasar apakah saling memikul risiko itu
dilakukan.?
Jawab :
Saling memikul risiko dilakukan atas dasar saling menolong dalam
kebaikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru / dana
ibadah, sumbangan, derma yang ditujukan untuk menanggung risiko.
Sebagaimana dalam surat Al- Maidah ayat 2 : Dan tolong menolonglah
kamu dalam (mengerjakan)kebajikan dan takwa ; Dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran

23.Jelaskan bagaimanakah pengertian asuransi konvensional menurut U.U.


No.02/1992, pasal 1....!
Jawab :
Pengertian Asuransi Konvensional menurut UU.No.02/1992, pasal 1 adalah
perjanjian antara dua pihak atau lebih , dengan mana pihak penanggung

mengikatkan diri kepada tertanggung , dengan menerima premi, untuk


memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian,

kerusakan

atau kehilangan keuntungan yang diharapkan , atau tanggung jawab hukum


kepada pihak ketiga yang mugkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari
suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk pembayaran yang didasarkan
atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

24.Jelaskan pengertian asuransi konvensional menurut pasal 246 Kitab Undangundang Hukum Dagang (KUHD)...!
Jawab :
Pengertian asuransi konvensional menurut pasal 246 Kitab Undang-Undang
Hukum Dagang (KUHD), berbunyi sebagai berikut :
Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang
penanggung
menerima

mengikatkan

suatu

premi,

diri

kepada

untuk

seorang

penggantian

tertanggung,

kepadanya

dengan

karena

suatu

kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan


dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.

25.

Berdasarkan definisi U.U. No.02/1992, pasal 1 dan pasal 246 Kitab

Undang-undang Hukum Dagang, jelaskan unsur-unsur apa saja yang


tercantum di dalamnya....?
Jawab :
Unsur-unsur yang terdapat dalam kedua definisi tersebut adalah :
a. Asuransi adalah suatu perjanjian
b. Premi merupakan pra syarat perjanjian
c. Penanggung akan memberikan pergantian kepada tertanggung
d. Kemungkinan terjadinya peristiwa tak tertentu atau peristiwa yang
tidak pasti

26.

Sebutkan dua istilah yang digunakan dalam sistem asuransi

konvensional dalam menyebut peserta dan pengelola...!


Jawab :
Dua istilah yang digunakan dalam asuransi konvensional, adalah
sebagai berikut :
a. Tertanggung

yaitu

anda

atau

badan

hukum

yang

memiliki

atau

berkepentingan atas harta benda.

b. Penanggung dalam hal ini perusahaan asuransi, merupakan pihak


yang menerima premi asuransi dari tertanggung dan menanggung
risiko atas kerugian/musibah yang menimpa harta benda yang
diasuransikan

27.

Sebutkan syarat-syarat apa saja yang harus dilengkapi agar suatu

perjanjian dalam asuransi konvensional menjadi sah..!


Jawab :
Asuransi sebagai suatu perjanjian tunduk kepada hukum perikatan (the
law contract) sebagaimana tercantum dalam Buku Ketiga Kitab
Undang-undang Hukum Perdata tentang perikatan. Untuk sahnya suatu
perjanjian asuransi diperlukan 4 (empat) syarat, Yaitu :
a. Sepakat mereka mengikat dirinya
b. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
c. Suatu hal tertentu
d. Suatu yang halal

28.

Apakah prasyarat terjadinya perjanjian asuransi karena tanpa

adanya premi maka tidak akan ada asuransi... ?

Jawab :
Premi asuransi atau biaya ber asuransi merupakan pra- syarat
adanya perjanjian asuransi, karena tanpa adanya premi tidak akan
ada asuransi (No premium No insurance).
Jelaskan apakah fungsi utama dari kegiatan berasuransi... !
Jawab :
Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai mekanisme untuk mengalihkan
resiko (risk transfer mechanism), yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak
(tertanggung) kepada pihak lain (penanggung). Pengalihan resiko ini tidak
berarti

menghilangkan

kemungkinan

misfortune,

melainkan

pihak

penanggung menyediakan pengamanan finansial (financial security) serta


ketenangan

(peace

of

mind)

bagi

tertanggung.

Sebagai

imbalannya,

tertanggung membayarkan premi dalam jumlah yang sangat kecil bila


dibandingkan

dengan

potensi

kerugian

yang

mungkin

dideritanya

(Morton:1999).

30.

Jelaskan departemen dan lembaga yang mengawasi

kegiatan asuransi konvensional dan asuransi syariah!


Jawab :
Perusahaan asuransi berada dibawah Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Departemen Keuangan

Republik

Indonesia, khusus asuransi syariah karena memiliki nilai-nilai keagamaan


maka ia pun berada pula di bawah pengawasan Dewan Syariah Nasional
Majelis Ulama Indonesia Departemen Agama Republik Indonesia.
31.Apakah yang perlu dibentuk oleh asuransi syariah agar pelaksanaan
operasional asuransi syariah berjalan sesuai dengan aturan-aturan syari
sesuai dengan harapan para nasabahnya?
Jawab :

Untuk menjamin terlaksananya penyelenggaraaan asuransi syariah secara


benar maka dibentuk lembaga pengawas mulai dari lembaga pengawas yang
berada pada perusahaan yang bersangkutan yang kita kenal sebagai Dewan
Pengawas Syariah dan sampai dengan tingkat nasional yang kita kenal
sebagai

Dewan Syariah Nasional. Badan arbitrase syariah dibentuk ketika

ada perselisihan antara nasabah dengan perusahaan asuransi syariah


32.Sebutkan dan jelaskan tiga prinsip dasar dari pengertian Takaful dalam
Muamalah..?!
Jawab :
Takaful dalam pengertian muamalah ditegakkan atas tiga prinsip dasar,
yaitu :

Saling bertanggung jawab , sebagaimana dalam 2 hadist Rasululloh SAW.


berikut ini :

Setiap orang dari kamu adalah pemikul tanggung jawab


Dan setiap kamu bertanggung jawab terhadap orangorang di bawah tanggung jawab kamu

(HR. Bukhari dan

Muslim)

Tidak sempurna keimanan seorang mukmin sehingga ia


menyukai sesuatu untuk saudaranya sebagaimana ia
menyukai sesuatu itu untuk dirinya sendiri

(HR. Bukhari dan

Muslim)

Saling bekerjasama dan membantu, dimana Allah Swt. memerintahkan


agar dalam kehidupan bermasyarakat ditegakkan nilai tolong menolong
dalam kebajikan dan takwa. Sebagaimana Firman Allah Swt. dalam Qs. Al
-Maidah : 2)

Saling melindungi, Hadist nabi mengajarkan bahwa belum

sempurna

keimanan seseorang yang dapat tidur dengan nyenyak dan perut


kenyang, sedangkan tetangganya menderita kelaparan. Orang muslim
adalah orang yang memberikan keselamatan kepada sesama muslim dari
gangguan perkataan dan perbuatan.

33.

Apakah yang dimaksud dengan

at takaful al- Ijma I..?

Jawab :
Menurut Syekh Abu Zahra
individu

dalam

at takaful al- Ijma i

masyarakat

berada

dalam

adalah bahwa setiap

jaminan

atau

tanggungan

masyarakat. Setiap orang yang memiliki kemampuan menjadi penjamin


dengan suatu kebajikan bagi setiap potensi kemanusian dalam masyarakat
sejalan

dengan

pemeliharaan

kamaslahatan

individu.

Seperti

dalam

ungkapan yang paling tepat dalam 2 hadist Nabi SAW.

Mukmin

terhadap mukmin yang lain seperti bangunan

memperkuat satu sama lain (HR. Bukhari Dan Muslim)


Orang-orang mukmin dalam kecintaan Dan kasih sayang
mereka seperti satu badan. Apabila salah satu anggota
badan

itu

menderita

sakit,

Maka

seluruh

badan

merasakannya. ( HR. Bukhari Dan Muslim)

34.

Apakah yang dimaksud dengan misi ibadah yang diemban oleh asuransi
syariah..?
Jawab :
Maksud dari misi ibadah yang diemban oleh asuransi syariah adalah asuransi
yang

bertumpu

ketaqwaan

pada

konsep

tolong

menolong

(wataawanualal birri wattaqwa)

tamin).menjadikan

dalam

kebaikan

dan

dan perlindungan

(at-

semua peserta sebagai keluarga besar yang saling

menanggung.
Bab 3
1. Apa yang harus dilakukan agar nilai-nilai syari dalam praktek operasional
asuransi syariah dapat diterapkan.....?
Jawab :

Asuransi syariah melakukan transaksi bisnis didasarkan atas pedoman


syariah Islam. Sehingga segala bentuk kegiatan yang dilakukannya,

baik kegiatan intern perusahaan ataupun ektren perusahaan, produk


dan sebagainya harus sesuai dengan syariah Islam. Semangat jiwa
syariah (ghiroh ruh syariah) harus dapat diimplementasikan sebagai
nilai dalam setiap aktivitas perusahaan.
2. Berikan dua buah contoh muamalah yang dapat menghilangkan nilai
(ruh) syariah dalam sistem operasional asuransi syariah...!
Jawab :
Hilangnya nilai syariah akan berdampak pada hilangnya ruh dari
syariah. Seperti dua buah contoh berikut ini :
Contoh Pertama :
Dalam akad mudharabah (profit and loss sharing) bisa terjadi
ketidakadilan terhadap pemilik modal (Shahibul maal) yang dilakukan
oleh pengusaha (mudharib) dalam hal nisbah bagi hasil , karena dana
dikelola oleh mudharib maka nisbah untuknya sebesar 90% sedangkan
Shahibul maal hanya mendapatkan nisbah bagi hasil 10%. Kalau dilihat
secara ilmu fiqih akad mudharabah yang dilakukan oleh kedua belah
pihak di atas adalah sah, karena secara rukun dan syarat suatu akad
mudharabah terpenuhi. Namun kalau kita lihat dari sudut nilai, akad
tersebut menjadi cacat karena tidak memberikan porsi keadilan bagi
shahibul maal . shahibul maal hanya mendapatkan keuntungan 10%
sementara mudharib mendapat 90%.

Contoh Kedua :
Kegiatan Investasi

Manager investasi dalam kegiatan berinvestasi dalam menggunakan


dua sumber pendanaan yaitu sumber pendanaan yang berasal dari
modal perusahaan dan sumber pendanaan yang berasal dari nasabah.
Ketidakadilan dapat terjadi apabila seorang manager cenderung
menggunakan sumber dana yang berasal dari modal perusahaan
apabila berdasarkan hasil analisis investasi suatu proyek memberikan
prospek yang bagus namun sebaliknya ia akan menggunakan sumber
pendaan dari nasabah apabila hasil analisis menunjukkan prospek yang
kurang bagus.
Jelaskan apakah yang dimaksud dengan prinsip tauhid dalam asuransi
syariah...!
Jawab :
Dalam niatan dasar ketika berasuransi syariah haruslah berlandaskan
pada prinsip tauhid, mengharapkan keridhaan Allah SWT. Jika dilihat
dari sisi perusahaan, asas yang digunakan dalam berasuransi syariah
adalah

untuk

mengimplementasikan

nilai

syariah

dalam

dunia

asuransi. Sedangkan dari sisi nasabah, berasuransi syariah adalah


bertujuan untuk bertransaksi dalam bentuk tolong menolong yang
berlandaskan asas syariah.
4. Jelaskan bagaimana aplikasi dari prinsip keadilan di dalam pelaksanaan
asuransi syariah...!
Jawab :
Prinsip keadilan mengandung arti bahwa asuransi syariah harus
bersikap adil, khususnya dalam membuat pola hubungan antara
nasabah

dengan

nasabah,

maupun

antara

nasabah

dengan

perusahaan asuransi syariah. Asuransi syariah tidak boleh mendzalimi


nasabah dengan hal-hal yang akan menyulitkan atau merugikan
nasabah.

5. Berikan beberapa contoh sikap ketidakadilan yang dijalan oleh


perusahaan terhadap nasabahnya...!
Jawab :
Perusahaan asuransi melakukan ketidak adilan dengan menerapkan
adanya unsur dana hangus (saving produk), karena pembatalan
kepesertaan di tengah jalan oleh nasabah. Pada asuransi syariah, dana
saving

nasabah

dikembalikan

yang

kepada

telah

dibayarkan

nasabah

melalui

bersangkutan,

premi

harus

berikut

hasil

investasinya.
6. Jelaskan bentuk penerapan prinsip tolong menolong yang dilakukan
oleh perusahaan asuransi syariah....!
Jawab :
Konsep asuransi syariah didasarkan pada prinsip tolong menolong,
dimana sesama peserta bertabarru atau berderma untuk kepentingan
nasabah lainnya yang tertimpa musibah. Nasabah tidaklah berderma
kepada perusahaan asuransi syariah, peserta berderma hanya kepada
sesama peserta saja.
7. Perusahaan asuransi syariah tidak mengambil dana tabarru dari para
peserta

asuransi,

dari

manakah

perusahaan

asuransi

syariah

mendapatkan penghasilan...?
Jawab :
Perusahaan

asuransi

syariah

bertindak

sebagai

pengelola,

konsekwensinya, perusahaan tidak berhak mengklaim atau mengambil


dana tabarru nasabah. Perusahaan hanya mendapatkan dari ujrah
(fee) atas pengelolaan dana tabarru tersebut, yang dibayarkan oleh
nasabah bersamaan dengan pembayaran kontribusi (premi).

8. Jelaskan bagaimanakah bentuk implementasikan sikap saling tolong


menolong sesama peserta yang diterapkan oleh perusahaan asuransi
syariah...!
Jawab :
Perusahaan asuransi syariah mengelola dana tabarru tersebut, untuk
diinvestasikan (secara syariah) kemudian dialokasikan pada nasabah
lainnya yang tertimpa musibah. Dan dengan konsep seperti ini, berarti
antara sesama nasabah telah mengimplementasikan saling tolong
menolong, kendatipun antara mereka tidak saling bertatap muka.
Allah SWT berfirman :

Dan bertolong menolonglah kalian dalam


kebaikan

dan

ketakwaan,

dan

janganlah

kalian bertolong menolong dalam perbuatan


dosa dan permusuhan. (QS. Al-Maidah : 2)

9. Apakah hukumnya kerjasama di dalam kehidupan bermasyarakat...?


Jawab :
Islam sebagai adhien jamai yang berarti mengutamakan kerjasama dalam
menyelesaikan berbagai permasalahan untuk mencapai suatu keberhasilan.
Konsep kerjasama dalam masyarakat merupakan fardhu kifayah atau sebagai
kewajiban bersama yang harus dilaksanakan.

10.Jelaskan bagaimanakah aplikasi dari prinsip amanah yang dijalankan oleh


asuransi syariah...!
Jawab :

Perusahaan dituntut untuk amanah dalam segala hal seperti mengelola


dana premi dan proses klaim , karena pada hakekatnya kehidupan ini
adalah amanah yang kelak harus dipertanggung jawabkan dihadapan

Allah SWT. Demikian juga nasabah, perlu amanah dalam aspek resiko
yang menimpanya.

11.

Berikan contoh sikap tidak amanah yang dilakukan

oleh peserta dan oleh perusahaan asuransi syariah...!


Jawab :
Contoh sikap tidak tidak amanah yang dilakukan oleh nasabah dengan
mengada-ada sesuatu sehingga yang seharusnya tidak klaim menjadi
klaim. Perusahaan pun

demikian, tidak boleh semena-mena dalam

mengambil keuntungan, yang berdampak pada ruginya nasabah.


Transaksi yang amanah, akan membawa pelakunya mendapatkan
surga. Rasulullah SAW bersabda :

Seorang pebisnis yang jujur lagi amanah,


(kelak akan dikumpulkan di akhirat) bersama
para

nabi,

shiddiqin

dan

syuhada.

(HR.

Turmudzi)
12.

Jelaskan bagaimanakah sikap prinsip saling ridha yang

diterapkan oleh nasabah dan perusahaan asuransi dalam pengelolaan


dana mereka...!
Jawab :
Dalam transaksi aspek an taradhin atau saling meridhai harus selalu
menyertai. Nasabah ridha dananya dikelola oleh perusahaan asuransi
syariah yang amanah dan profesional. Dan perusahaan asuransi
syariah ridha terhadap amanah yang diembankan nasabah dalam
mengelola kontribusi (premi) mereka. Demikian juga nasabah ridha

dananya dialokasikan untuk nasbah-nasabah lainnya yang tertimpa


musibah, untuk meringankan beban penderitaan mereka.
13.

Jelaskan kenapa asuransi syariah menerapkan prinsip

menghindari riba dalam kegiatan operasionalnya...!


Jawab :
Riba merupakan bentuk transaksi yang harus dihindari sejauh-jauhnya
khususnya dalam berasuransi. Karena riba merupakan sebatil-batilnya
transaksi muamalah. Tingkatan dosa paling kecil dari riba adalah ibarat
berzina dengan ibu kandungnya sendiri.
14.

Bagaimanakah perlakukan asuransi syariah di dalam

melaksanakan kegiatan investasi agar terhindar dari unsur riba...?


Jawab :
Kontribusi (premi) yang dibayarkan nasabah, harus diinvestasikan pada
investasi yang sesuai dengan syariah dan sudah jelas kehalalannya.
Demikian juga dengan sistem operasional asuransi syariah juga harus
menerapakan konsep sharing of risk yang bertumpu pada akad
tabarru, sehingga menghilangkan unsur riba pada pemberian manfaat
asuransi syariah (klaim) kepada nasabah.
15.

Apa

sebabnya

pada

sistem

operasional

asuransi

konvensional dapat menimbulkan unsur maisir....?


Jawab :
Asuransi jika dikelola secara konvensional akan memunculkan unsur
maisir (gambling). Karena seorang nasabah bisa jadi membayar premi
hingga belasan kali namun tidak pernah klaim. Di sisi yang lain
terdapat nasabah yang baru satu kali membayar premi lalu klaim. Hal
ini terjadi, karena konsep dasar yang digunakan dalam asuransi
konvensional adalah konsep transfer of risk.

16.

Pada

kondisi

seperti

apakah

perusahaan

dapat

menghasilkan laba besar dan sebaliknya bisa menjadi rugi...?


Jawab :
Perusahaan asuransi konvensional ketika menerima premi, maka
secara otomatis premi tersebut menjadi milik perusahaan, dan ketika
membayar

klaim

diambil

dari

rekening

perusahaan.

Sehingga

perusahaan bisa untung besar (manakala premi banyak dan klaim


sedikit), atau bisa rugi besar (ketika premi sedikit dan klaimnya
banyak).
17.

Jelaskan apakah yang dimaksud dengan gharar dan

dimana letaknya unsur gharar dalam asuransi....!


Jawab :
Gharar adalah ketidakjelasan, berbicara mengenai resiko, adalah
berbicara tentang ketidak jelasan, karena resiko bisa terjadi bisa tidak.
Dan dalam syariat Islam, kita tidak diperbolehkan bertransaksi yang
menyangkut aspek ketidak jelasan.
18.

Konsep apakah yang mengebabkan terjadinya unsur

gharar dalam sistem asuransi konventional...?


Jawab :
Dalam asuransi (konvensional), peserta tidak mengetahui apakah ia
mendapatkan klaim atau tidak? Karena klaim sangat bergantung pada
resiko yang menimpanya. Jika ada resiko, maka ia akan dapat klaim,
namun jika tidak maka ia tidak mendapakan klaim. Hal seperti ini
menjadi gharar adanya, karena akad atau konsep yang digunakan
adalah transfer of risk.
19.

Apa

sebabnya

perusahaan

menerapkan prinsip menghindari risywah...?

asuransi

syariah

Jawab :
Dalam menjalankan bisnis, baik pihak asuransi syariah maupun pihak
nasabah harus menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari aspek risywah
(sogok menyogok atau suap menyuap). Karena apapun dalihnya,
risywah pasti akan menguntungkan satu pihak, dan akan ada pihak lain
yang dirugikan.
20.

Berikan contoh perbuatan sogok menyogok yang

dilakukan oleh nasabah ataupun pihak perusahaan asuransi...!


Jawab :
Nasabah umpamanya tidak boleh menyogok oknum asuransi supaya
bisa mendapatkan manfaaat (klaim). Atau sebaliknya perusahaan tidak
perlu menyogok supaya mendapatkan premi (kontribusi) asuransi.
Namun semua harus dilakukan secara baik, transparan, adil dan
dilandasi dengan ukhuwah islamiyah.
21.

Apakah yang dimaksud dengan prinsip berserah diri

dan ikhtiar dalam sistem asuransi syariah...?


Jawab :
Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah yang memiliki

dan yang menguasai

atas seluruh harta kekayaan. Allah berhak penuh untuk memberikan


rezekinya

kepada

siapa

saja

yang

dikehendaki-Nya.

Dia

yang

telah

menetapkan seorang hambah menjadi kaya dan Dia pula yang memutuskan
seseorang menjadi miskin. Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah
:255 Dan 284 , Al-Maidah : 120 , Thaha : 6 Kita sebagai hamba Allah yang
mendapatkan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Kita diwajibkan untuk
memanfaatkan rizki yang telah dititipkan kepada-Nya untuk kemaslahatan
(kemanfaat) manusia.

22.Apakah yang dimaksud dengan konsep fardhu kifayah dalam Islam yang
diterapkan pada sisem asuransi syariah.?
Jawab :
Seluruh peserta asuransi berjanji / berakad saling bertanggungjawab antara
satu sama lain. Bagi setiap muslim rasa tanggung jawab merupakan suatu
kewajiban sesama insan. Rasa tanggung jawab ini timbul atas dasar sifat
saling

menyayangi,

saling

mencintai,

saling

membantu

dan

merasa

mementingkan kebersamaan untuk mendapatkan kemakmuran bersama


untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, takwa dan harmonis. Konsep
ini dalam Islam dikenal sebagai fardhu kifayah .
23.Sebutkan beberapa hadist Rasulullah SAW. Yang dijadikan landasan prinsip
saling bertanggung jawab !
Jawab

Beberapa hadist Rasulullah SAW. Yang dijadikan landasan pada prinsip saling
bertanggungjawab adalah sebagai berikut :

Setiap kamu adalah pemikul tanggungjawab Dan setiap


kamu bertanggung kawab terhadap orang-orang yang di
bawah tanggung jawabmu
( HR. Bukhari Dan Muslim)
Seseorang tidak dianggap beriman sehingga ia mengasihi
saudaranya sebagaimana ia mengasihi dirinya sendiri
( HR. Bukhari)
Seorang mukmin dengan mukmin yang lain (dalam suatu
masyarakat) , seperti sebuah bangunan dimana tiap-tiap
bagian bangunan itu mengukuhkan bagian-bagian yang
laim

( HR. Bukhari Dan Muslim)

24.Bagaimanakah solusi yang diberikan oleh sistem asuransi syariah apabila


terjadi ada anggota masyarakat yang tidak mampu membayar iuran
taawun?
Jawab :
Jika ada anggota masyarakat tidak mampu membayar iuran taawun atau
tabarru ; maka menjadi kewajiban bagi orang kaya untuk membayarkan iuran
mereka. Sebagaimana firman Allah Swt. di surat Al-Maun : 1-3

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin


yang meinta Dan orang miskin yang tidak mendapat
bahagian
(azd-Dzaariyat 19 )

25.Jelaskan bagaimanakah penerapan prinsip saling melindungi dan berbagai


kesusahan yang dijalankan oleh asuransi syariah...!
Jawab :
Peserta asuransi satu sama lain saling melindungi dari kesusahan dan
bencana karena keselamatan dan keamanan merupakan keperluan pokok
bagi semua orang. Allah Swt. berfirman dalam surat Quraisy

mengenai

pemberian janji keselamatan dari ancaman terhadap kelaparan dan bencana.


Dimana kelaparan merupakan keperluan untuk jasmani sedangkan rasa
ketakutan merupakan cerminan keperluan rohani.

26.Sebutkan prinsip-prinsip asuransi konvensional yang anda ketahui,


asuransi kerugian maupun asuransi jiwa!
Jawab :

a. Insurable Interest

baik

b. Utmost Good Faith


c. Indemnity
d. Subrogation
e. Contribution
f. Proximate Cause
27.Jelaskan apakah yang dimaksud dengan prinsip insurable interest!
Jawab :
Prinsip ini menyatakan bahwa pihak-pihak yang ingin mengasuransikan
(tertanggung) harus mempunyai hubungan keuangan dengan objek yang
dipertanggungkan, sehingga pada tertanggung timbul hak atau kepentingan
atas objek yang dipertanggungkan sehingga hubungan keuangan antara
tertanggung dengan objek pertanggungan menjadi sah menurut hukum yang
berlaku.

28.Utmost Good Faith merupakan salah satu prinsip dalam sistem operasional
asuransi

konventional,

jelaskan

apakah

maksud

dari

prinsip

tersebut

tertanggung!
Jawab :
( Kejujuran Sempurna)

Prinsip utmost good faith menyatakan bahwa tertanggung yang ingin


mengasuransikan objek pertanggungan harus mempunyai itikad yang
sangat baik dalam berasuransi. Hal ini mengandung pengertian bahwa
tertanggung harus secara sukarela menerangkan kondisi yang sebenarbenarnya

berdasarkan

dipertanggungkan
penanggung

fakta

tersebut

memperoleh

yang

ada

kepada

informasi

mengenai kondisi objek pertanggungan.

atas

objek

penanggung,

secara

lengkap

yang

akan

sehingga
dan

benar

29.

Bagaimanakah

penerapan

yang

dilakukan

oleh

Perusahaan asuransi sebagai penanggung dalam menerapkan prinsip


Utmost Good Faith tersebut?
Jawab :
Penanggung berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan teliti
mengenai segala fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang
diasuransikan,

menjelaskan

risiko

yang

dijamin

maupun

yang

dikecualikan, segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara


jelas serta teliti. Kewajiban untuk memberikan fakta-fakta penting
tersebut

berlaku

sejak

perjanjian

mengenai

perjanjian

asuransi

dibicarakan sampai kontrak asuransi selesai dibuat, yaitu saat kontrak


disetujui, perpanjangan ataupun pada saat terjadi perubahan terhadap
hal-hal yang ada kaitannya dengan perubahan kontrak.
30.

Apakah yang dimaksud dengan azaz keseimbangan

dalam prinsip asuransi konvensional?


Jawab :
Prinsip indemnity mengandung pengertian bahwa dalam hal terjadi
kerugian

yang

dijamin

polis,

maka

penanggung

berkewajiban

mengembalikan posisi keuangan tertanggung seperti sesaat sebelum


terjadinya kerugian. Prinsip ini menganut azas keseimbangan dalam
asuransi, maksudnya adalah risiko yang dialihkan kepada penanggung
harus diimbangi dengan premi yang dibayar oleh tertanggung.
31.

Sebutkan pasal 284 Kitab Undang-undang Hukum

Dagang yang mengatur prinsip subrogasi!


Jawab :
Prinsip subrogasi diatur dalam pasal 284 kitab Undang-undang Hukum
Dagang,
membayar

yang
ganti

berbunyi:
rugi

Apabila

seorang

penanggung

telah

sepenuhnya

kepada

tertanggung,

maka

penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala


hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkan kerugian
pada tertanggung.
32.

Apakah yang dimaksud dengan prinsip contribution

dalam asuransi kerugian konvensional?


Jawab :
Prinsip

kontribusi

mengandung

pengertian

bahwa

bila

terjadi

pertanggungan rangkap, yaitu tertanggung memiliki lebih dari satu


polis atas objek pertanggungan yang sama, maka dalam hal terjadinya
kerugian, tertanggung tidak boleh menerima ganti rugi melebihi jumlah
kerugian.
33.

Prinsip apakah yang dipakai untuk mencari penyebab

kerugian yang aktif dan efisien?


Jawab :
Suatu prinsip yang digunakan untuk mencari penyebab kerugian yang
aktif dan efisien adalah: Unbroken Chain of Events yaitu suatu
rangkaian mata rantai peristiwa yang tidak terputus.
34.

Prinsip

apakah

yang

menekankan

adanya

suatu

penyebab dominan yang efektif dalam menimbulkan suatu kerugian...?


Jawab :
Proximate cause menyatakan bahwa dalam hal terjadinya suatu kerugian,
maka penyebab dari kerugian tersebut haruslah merupakan suatu penyebab
yang tidak terputus atau tidak di intervensi oleh penyebab yang lain. Dengan
kata lain prinsip ini menekankan bahwa harus ada satu penyebab dominan
yang efektif dalam menimbulkan suatu kerugian.
35.Jelaskan bagaimanakah terjadinya
convensional !

gharar

( kerancuan ) pada asuransi

Jawab :
Kontrak atau perjanjian pada asuransi convensional dikategorikan sebagai
aqd tabaduli atau akad pertukaran, yaitu pertukaran pembayaran premi
dengan uang pertanggungan. Secara Syariah, dalam akad pertukaran harus
jelas berapa yang dibayarkan dan berapa yang diterima. Hal ini akan menjadi
rancu karena kita tahu berapa

yang akan diterima (sebesar uang

pertanggungan ), tetapi tidak tahu berapa yang akan dibayarkan (jumlah


seluruh premi) karena usia seseorang hanya Allah yang Maha Tahu. Sehingga
kontrak yang dibuat hanya berdasarkan

ihtimal (pengandaian).

Bab 4
1.

Apakah pengertian Akad menurut terminology fiqih yang anda ketahui...?


Jawab :
Menurut terminology fiqih kata akad diartikan sebagai pertalian ijab yaitu
pernyataan melakukan ikatan dan qabul yang berarti pernyataan penerima
ikatan yang sesuai dengan kehendak syariat dan berpengaruh pada sesuatu
perikatan

2. Apakah yang dimaksud dengan harus sesuai dengan kehendak syariah dan
berpengaruh pada suatu ikatan dalam pelaksanaan suatu akad...?
Jawab :
Sesuai dengan kehendak syariah berarti bahwa seluruh perikatan yang
dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait dianggap sah apabila sejalan dengan
syariah sedangkan maksud dari berpengaruh pada suatu perikatan berarti
terjadinya perpindahan pemilikan dari satu pihak kepada pihak lain.

3. Jelaskan maksud dari suatu ijab dan qabul dalam melaksanakan suatu akad
yang anda ketahui serta siapa yang melakukannya...!
Jawab :
Niat dalam hati

yang timbul untuk menyikat diri

dapat diwujudkan jika

masing-masing pihak mengungkapkan dalam suatu ikrar atau dalam bentuk

pernyataan . Dimana kedua belah pihak atau pihak-pihak yang bersangkutan


menyatakan berikrar yang kita kenal sebagai ijab dan qabul.
Ungkapan atau suatu ucapan sighat merupakan pernyataan penawaran dan
penerimaan (ijab dan qabul) yang harus diucapkan oleh kedua belah pihak
untuk menunjukan kemauan mereka guna menyempurnakan kontrak.

4. Dalam bentuk apakah calon peserta dan perusahaan asuransi syariah


melakukan ijab dan qabul serta sebutkan syarat sahnya suatu akad..?
Jawab :
Calon

peserta

kepesertaan

Asuransi

dengan

Syariah

melakukan

mengerahkan

sejumlah

ijab

berupa

dana

dan

pernyataan
perusahaan

melakukan qabul berupa penerimaan sejumlah uang premi dari peserta.


Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut :

Tujuan Kontrak harus tergambarkan dengan jelas baik secara eksplisit dan
implicit.

Jika masih ada persyaratan

yang memberatkan salah satu pihak atau

salah satu pihak menolak syarat - syarat yang diajukan dan atau
meninggalkan tempat berlangsungnya negoisasi maka shiqat menjadi
tidak syah ( batal ).

Kontrak boleh dilakukan secara lisan atau verbal / secara tertulis yang
ditandatangani. Atau dapat dilakukan dengan cara korenspondensi dengan
cara komunikasi modern menggunakan fax, internet dll.

5. Sebutkan syarat-syarat dan bentuk dalam melakukan ijab dan qabul!


Jawab :
Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan ijab dan qabul, yaitu :
Tujuan harus jelas
Antara ijab dan qabul terdapat kesesuian
Pernyataan ijab dan qabul mengacu kepada suatu kehendak masingmasing pihak secara pasti, tidak ragu-ragu.

Pelaksanaan bentuk ijab dan Qabul dapat berupa bentuk perkataan seperti
sebuah perjanjian yang dibuat antara peserta dengan perusahaan , bentuk
tulisan seperti bentuk sebuah polis, perbuatan ataupun berupa isyarat.

6. Sebutkan beberapa bentuk akad asuransi syariah yang sesuai dengan Fatwa
DSN-MUI ...!
Jawab :

Beberapa akad yang terdapat dalam asuransi syariah tidak hanya


sebatas pada akad tabarru dan mudharabah, tetapi ada jenis akadakad tijarah lainnya seperti Al-Musyarakah (pathership), Al-Wakalah
(pengangkatan wakil/agen) , Al-Wadiah (akad titipan), Asy-syirkah
(berserikat), Al-Musahamah (kontribusi) dan yang lainnya yang diakui
dan

dibenarkan secara syari

untuk digunakan dalam asuransi

syariah.

7. Apakah tujuan dari pelaksanaan akad Tijarah dan akad tabarru sebagai
landasan dari asuransi syariah...?
Jawab :
Dalam asuransi syariah biasanya

akad melandasinya berupa akad

tijarah dan atau akad tabarru. Dimana akad tijarah merupakan semua
bentuk

akad

yang

dilakukan

mudharabah, wadiah, dan

untuk

tujuan

komersil

misalnya

wakalah . Sedangkan akad tabarru

merupakan semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan


kebaikan dan tolong menolong tidak ditujukan untuk komersil.

8. Bentuk akad apakah yang diterapkan oleh asuransi jiwa syariah pada
awal penerimaan premi...?
Jawab :
Akad yang diterapkan dalam asuransi jiwa syariah pada awal
penerimaan premi menerapkan dua bentuk akad yaitu akad tabungan

investasi

dan

berdasarkan

akad

prinsip

kontribusi.

Untuk

al-Mudharabah

akad

dan

tabungan

untuk

akad

investasi
kontribusi

menerapkan prinsip hibah.

9. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan aqad wakalah dalam penerapana


asuransi syariah dan dalam kegiatan pemasaran..?
Jawab :
Wakalah/Wikalah

berarti

penyerahan,

pendelegasian,

atau

pemberian

mandat. Yang berarti bahwa wakalah adalah pelimpahan, pendelegasian


wewenang atau kuasa dari pihak pertama kepada pihak kedua untuk
melaksanakan sesuatu atas nama pihak pertama.
Sistem pemasaran dengan menggunakan agen merupakan salah satu
penerapan dari system Al-Wakalah

10.Jelaskan kata dari al-wadiah berdasarkan arti dan istilah yang digunakan...!
Jawab :

Al-wadiah diartikan sebagai meninggalkan atau meletakan, yaitu


meletakan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara/dijaga. Namun
menurut istilah al-wadiah adalah memberikan kekuasaan kepada
orang lain untuk menjaga hartanya/barangnya dengan secara terangterangan atau isyarat yang semakna dengan itu.

11.

Apakah yang dimaksud dengan penggunaan akad dari

wadiah

yad dhamanah dan wadiah amanah...?


Jwab :
Konsep al-wadiah yang diterapkan adalah wadiah yad dhamanah
yang diterapkan pada produk rekening giro. Sementara wadiah
amanah menyatakan bahwa harta titipan tidak boleh dimanfaatkan
oleh yang dititipi, sedangkan dalam wadiah dhamanah pihak yang

dititipi (bank/asuransi) bertanggungjawab atas keutuhan harta titipan


sehingga ia boleh memanfaatkan harta titipan tersebut.

12.

Jelaskan apakah yang dimaksud dengan akad musyarakah/Syirkah

yang anda ketahui...!


Jawab :
Sistem Musyarakah/Syirkah adalah keikutsertaan dua orang atau lebih dalam
suatu usaha tertentu dengan sejumlah modal yang telah ditetapkan
berdasarkan

perjanjian

untuk

bersama-sama

menjalankan

suatu

dan

pembagian keuntungan dan kerugian dalam bagian yang ditentukan.

13.Bagaimankah bentuk kerjasama yang sesungguhnya digunakan dalam proses


asuransi syariah...?
Jawab :
Pada hakikatnya bentuk kerjasama dalam asuransi adalah bentuk kerjasama
yang dilandasi oleh prinsip al-musyarakah, dimana ada pihak yang punya
dana dan modal, dan ada pihak lain yang hanya memiliki tenaga dan skill
serta profesionalisme. Al-Musahamah kontribusi merupakan bagian dari alMusyarakah. Al-Muhasamah oleh beberapa ahli asuransi syariah digunakan
sebagai pengganti istilah tabarru.

14.Sebutkan dan jelaskan 2 (dua ) bentuk akad yang digunakan dalam


melaksanakan

kegiatan

investasi

oleh

asuransi

jiwa

syariah

yang

mengandung unsur tabungan...!


Jawab :
Dalam investasi produk asuransi jiwa syariah yang mengandung unsur
tabungan.

Ada dua akad yang digunakan yaitu akad mudharabah untuk

transaksi investasi modal perusahaan, dana peserta dan dana tabarru yang
biasa diinvestasikan pada bank syariah, obligasi dan pasar modal yang sesuai
syariah.

Sedangkan

investasi

yang

digunakan

oleh

fund

manager

menggunakan akad wakalah dengan mengeluarkan iuran (fee) untuk


pengelola perusahaan.

15.Sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) sumber income yang diperoleh oleh


perusahaan asuransi syariah...!
Jawab :

Perusahaan Asuransi Syariah mendapat income berdasarkan tiga


sumber , yaitu : Return on investment dari shareholders fund, Share
profit/Surplus dari participant fund untuk produk-produk non saving,
Share return on investment dari participant fund untuk produk-produk
saving. Return on investment dari shareholder fund dapat diperoleh
sebesar 100% dari hassil investasi. Sedangkan dari share surplus dana
participant fund (non saving) dan share return on investmen dari
saving sebesar yang diperjanjikan dalam skim bagi hasil dimana skim
tersebut

ditentukan

oleh

manajemen

atas

persetujuan

dewan

pengawas syariah

16.

Jelaskan

pengertian

suatu

perjanjian

asuransi

konvensional

berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.02 Tahun 1992 dan


pasal 245 Kitab Undang-undang Hukum Dagang...!
Jawab :
Pengertian perjanjian asuransi berdasarkan dalam Undang Undang
Republik Indonesia no.2 tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian Bab
1 pasal 1 yang berbunyi sebagai berikut:
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih , dengan mana pihak penanggung menginkatkan diri kepada
tertanggung,

dengan

menerima

premi

asuransi,

memberikan

penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau


kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum
kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang
timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu

pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seorang


yang dipertanggungkan.
Pengertian tersebut diatas dilengkapi dengan pengertian tentang
asuransi yang tercantum pada pasal 246 K. U. H. Dagang yang
berbunyi sebagai berikut:
asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana
seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung,
dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena
suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang
mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.

17.

Persyaratan apakah yang harus dipenuhi agar perjanjian asuransi

dapat berlaku....?
Jawab :
Perjanjian asuransi akan berlaku manakalah peserta membayar premi
asuransi atau biaya ber asuransi yang merupakan pra- syarat adanya
perjanjian asuransi, tanpa adanya premi tidak akan ada asuransi (No
premium No insurance).

18.

Jelaskan bagaimana bentuk perjanjian yang diterapkan oleh

asuransi

kebakaran konvensional dan asuransi kendaraan bermotor

konvensional kaitannya dengan pembayaran premi...!


Jawab:
Contoh: Dalam Polis Standard Kebakaran Indonesia dan Polis Standard
Kendaraan Bermotor tenggang waktu tersebut dicantumkan di dalam
polis, yaitu masing masing 30 hari dan 14 hari, dengan pengertian
bahwa jika terjadi klaim pada masa tenggang waktu tersebut walaupun
premi belum dibayar, penanggung tetap berkewajiban membayar
klaim.

19.

Sebutkan

(empat)

syarat

sah

suatu

perjanjian

asuransi

berdasarkan KUHD dan KUH Perdata pasal 1320 ...!


Jawab :
Asuransi sebagai bentuk perjanjian khusus diatur dalam KUHD dan KUH
Perdata pasal 1320 KUH Perdata. Menurut ketentuan pasal tersebut
ada empat syarat sah suatu perjanjian, yaitu
a. Sepakat mereka mengikatkan dirinya.
b. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
c. Suatu hal tertentu
d. Suatu sebab yang halal
20.

Pengadaan perjanjian antara tertanggung dan penanggung dapat

dilakukan secara langsung atau secara tidak langsung, jelaskan apakah


yang dimaksud secara langsung dan secara tidak langsung..!
Jawab :
Dilakukan secara langsung artinya kedua belah pihak mengadakan
perjanjian asuransi tanpa melalui perantara. Sedangkan secara tidak
langsung artinya kedua belah pihak mengadakan perjanjian asuransi
melalui jasa perantara.
21.

Sebutkan

berapa

lama

polis

harus

diserahkan,

apabila

menggunakan perantara seorang makelar dan sebutkan ketentuan


berdasarkan pasal 5 huruf (a) Undang-undang No.02/1992...!
Jawab :
Dalam pasal 260 KUHD ditentukan, apabila asuransi diadakan dengan
perantaraan seorang makelar maka polis yang sudah ditandatangani
harus diserahkan dalam waktu 8 (delapan) hari setelah perjanjian
dibuat. Dalam pasal 5 huruf (a) undang-undang No. 2 Tahun 1992
ditentukan, perusahaan pialang asuransi dapat menyelenggarakan
usaha dengan bertindak mewakili tertanggung dalam rangka transaksi

yang berkaitan dengan kontrak asuransi. Perantara dalam KUHD


disebut makelar, dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 disebut
pialang.
22.

Jelaskan

apakah

maksud

dari

bahwa

kesepakatan

antara

tertanggung dan penanggung itu dibuat secara bebas, jelaskan arti


tersebut....!
Jawab :
Kesepakatan antara tertanggung dan penanggung itu dibuat secara
bebas, artinya tidak berada di bawah pengaruh, tekanan, atau paksaan
pihak tertentu. Kedua belah pihak sepakat menentukan syarat-syarat
perjanjian asuransi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
yang berlaku.
23.

Jelaskan bunyi pasal 6 ayat (1) Undang-undang No.02 Tahun 1992.....!

Jawab :
Dalam Pasal 6 ayat (1) Undang-undang No.2 Tahun 1992 ditentukan
bahwa penutupan asuransi atas objek asuransi harus didasarkan pada
kebebasan memilih penanggung kecuali bagi program asuransi sosial.
Ketentuan ini dimaksud untuk melindungi hak tertanggung agar dapat
secara bebas memilih perusahaan asuransi sebagai penanggungnya.
Hal ini dipandang perlu mengingat tertanggung adalah pihak yang
paling berkepentingan atas objek yang diasuransikan, jadi sudah
sewajarnya apabila mereka secara bebas tanpa pengaruh dan tekanan
dari pihak manapun dalam menentukan penanggungnya.
24.

Apakah

yang

dimaksud

dengan

Kewenangan

kewenangan objektif yang dimiliki oleh pihak


penanggung...?
Jawab :

subjektif

dan

tertanggung dan

Kewenangan subjektif artinya kedua pihak sudah dewasa, sehat


ingatan,

tidak

berada

di

bawah

perwakilan

(trusteeship),

dan

pemegang kuasa yang sah. Kewenangan objektif artinya tertanggung


mempunyai hubungan sah dengan benda objek asuransi karena benda
tersebut adalah kekayaan miliknya sendiri.
25.

Jelaskan apakah yang dimaksud dengan objek tertentu dalam suatu

perjanjian asuransi konvensional kerugian dan jiwa....!


Jawab :
Objek

tertentu

dalam

perjanjian

asuransi

adalah

objek

yang

diasuransikan, dapat berupa harta kekayaan dan kepentingan yang


melekat pada harta kekayaan dapat pula berupa jiwa atau raga
manusia. Objek tertentu berupa harta kekayaan dan kepentingan yang
melekat pada harta kekayaan terdapat pada perjanjian asuransi
kerugian sedangkan objek tertentu berupa jiwa atau raga manusia
terdapat pada perjanjian asuransi jiwa. Pengertian objek tertentu
adalah bahwa identitas objek asuransi tersebut harus jelas. Apabila
berupa harta kekayaan, harta kekayaan apa, berapa jumlah dan
ukurannya dimana letaknya, apa mereknya, buatan mana, berapa
nilainya dan sebagainya. Apabila berupa jiwa atau raga atas nama
siapa,

berapa

umurnya,

apa

hubungan

keluarganya,

di

mana

alamatnya, dan sebagainya.


26.

Seorang tertanggung dapat memiliki hubungan langsung dengan

objek asuransi ataupun tidak dapat memiliki hubungan langsung


dengan objek asuransi. Jelaskan kedua maksud hubungan tersebut..!
Jawab :
Karena yang mengasuransikan objek itu adalah tertanggung, maka dia
harus mempunyai hubungan langsung atau tidak langsung dengan
objek

asuransi

itu.

Dikatakan

ada

hubungan

langsung

apabila

tertanggung memiliki sendiri harta kekayaan, jiwa atau raga yang

menjadi objek asuransi. Dikatakan ada hubungan tidak langsung


apabila

tertanggung

hanya

mempunyai

kepentingan

atas

objek

asuransi. Tertanggung harus dapat membuktikan bahwa dia adalah


sebagai pemilik atau mempunyai kepentigan atas objek asuransi.
27.

Apakah

yang

membuktikan

akan

adanya

terjadi

hubungan

jika

tertanggung

langsung

atau

tidak

tidak

dapat

langsung

terhadap suatu objek asuransi....?


Jawab :
Apabila tertanggung tidak dapat membuktikannya, maka akan timbul
anggapan bahwa tertanggung tidak mempunyai kepentingan apa-apa,
hal mana mengakibatkan asuransi batal (null and void). Undangundang tidak akan membenarkan, tidak akan mengakui orang yang
mengadakan asuransi tetapi tidak mempunyai kepentingan (interest).
Walau pun orang yang mengadakan asuransi itu tidak mempunyai
hubungan langsung dengan objek asuransi, dia harus menyebutkan
untuk kepentingan siapa asuransi itu diadakan. Jika tidak demikian
maka asuransi itu dianggap tidak ada.
28.

Jelaskan ketentuan yang berlaku menurut pasal 599 KUHD...!

Jawab :
Menurut ketentuan Pasal 599 KUHD, dianggap tidak mempunyai
kepentingan adalah orang yang mengasuransikan benda yang oleh
undang-undang dilarang diperdagangkan, dan kapal yang mengangkut
barang yang dilarang tersebut. Apabila diasuransikan juga, maka
asuransi tersebut batal.
29.

Apakah yang dimaksud dengan Kausa Halal dan Kausa Tidak Halal

dalam asuransi konvensional dan apa tujuan yang hendak dicapai oleh
tertanggung dan penanggung...?
Jawab :

Kausa yang halal maksudnya adalah isi perjanjian asuransi itu tidak
dilarang undang-undang, tidak bertentangan dengan ketertiban umum,
dan tidak bertentangan dengan kesusilaan. Contoh asuransi yang
kausa tidak halal adalah mengasuransikan benda yang dilarang
undang-undang untuk diperdagangkan, mengasuransikan benda tetapi
tertanggung tidak mempunyai kepentingan. Berdasarkan kausa yang
halal

itu,

tujuan

yang

hendak

dicapai

oleh

tertanggung

dan

penanggung adalah beralihnya risiko atas objek asuransi yang


diimbangi

dengan

pembayaran

premi.

Jadi

kedua

belah

pihak

berprestasi tertanggung membayar premi, penanggung menerima


peralihan risiko atas objek asuransi. Jika premi dibayar, maka risiko
beralih. Jika premi tidak dibayar, risiko tidak beralih.
30.

Akibat hukum apakah yang akan terjadi apabila tertanggung lalai

memberitahukan kepada penanggung mengenai objek asuransi....?


Jawab :
Tertanggung wajib memberitahukan kepada penanggung mengenai
keadaan

objek

mengadakan

asuransi.

asuransi.

Kewajiban

Apabila

ini

dilakukan

tertanggung

lalai,

pada
maka

saat
akibat

hukumnya asuransi batal.


31.

Jelaskan bagaimana ketentuan yang berlaku menurut pasal 251

KUHD yang anda ketahui...!


Jawab :
Menurut ketentuan Pasal 251 KUHD, semua pemberitahuan yang salah,
atau tidak benar, atau penyembunyian keadaan yang diketahui oleh
tertanggung tentang objek asuransi, mengakibatkan asuransi itu batal.
Kewajiban pemberitahuan itu berlaku juga apabila setelah diadakan
asuransi terjadi pemberatan risiko atas objek asuransi.

32.

Apakah suatu pertanggung tetap berlaku apabila tertanggung

membuat kekeliruan dalam melakukan pemberitahuan....?


Jawab :
Kewajiban pemberitahuan Pasal 251 KUHD tidak bergantung pada ada
itikad baik atau tidak dari tertanggung. Apabila tertanggung keliru
memberitahukan, tanpa kesengajaan, juga mengakibatkan batalnya
asuransi,

kecuali

jika

tertanggung

dan

penanggung

telah

memperjanjikan lain. Biasanya perjanjian seperti ini dinyatakan dengan


tegas dalam polis dengan klausa sudah diketahui.
33.

Sebutkan

beberapa

syarat

khusus

sahnya

suatu

perjanjian

asuransi...!
Jawab :
Dalam buku I Bab IX KUHD, menyebutkan syarat khusus sahnya
perjanjian asuransi, yaitu :
Asas indemnitas
Asas Kepentingan
Asas Kejujuran
Asas Subrogasi

Apakah yang dimaksud dengan polis serta sebutkan isi dari suatu polis...?
Jawab :
Pengertian polis menurut pasal 255 KUHD , polis adalah akta tertulis
mengenai pertanggungan. Isi polis menyatakan :
a. Hari ditutupnya pertanggungan

b. Nama orang yang menutup pertanggungan atas tanggungan


sendiri atau tanggungan orang lain
c. Suatu

uraian

yang

cukup

jelas

mengenai

barang

yang

dipertanggungkan.
d. Jumlah uang untuk diadakan pertanggungan
e. Bahaya-bahaya yang ditanggung oleh penanggung
f. Kapan bahaya mulai berlaku untuk penanggung dan saat
berakhirnya
Suatu polis harus ditandatangani oleh pihak penanggung dan
tertanggung.
Sebutkan beberapa hal yang menyebabkan perjanjian asuransi berakhir...!
Jawab :
a. Evenemen
b. Jangka waktu berakhir
c. Asuransi gugur
d. Asuransi dibatalkan

36.

Evenemen apakah yang menjadi satu-satunya

beban penanggung dalam asuransi jiwa...?


Jawab :
Dalam asuransi jiwa, satu-satunya evenemen yang menjadi beban
penanggung adalah meninggalnya tertanggung. Terhadap evenemen
inilah diadakan asuransi jiwa antara tertanggung dan penanggung.

37. Apa sebabnya asuransi jiwa berakhir setelah pelunasan uang


santunan bukan sejak meninggalnya tertanggung...?
Jawab :
Menurut hukum perjanjian, suatu perjanjian yang dibuat oleh pihakpihak berakhir apabila prestasi masing-masing pihak telah dipenuhi.
Karena asuransi jiwa adalah perjanjian, maka asuransi jiwa berakhir
sejak penanggung melunasi uang santunan sebagai akibat dan
meninggalnya tertanggung. Dengan kata lain, asuransi jiwa berakhir
sejak terjadi evenemen yang diikuti dengan pelunasan klaim.
38. Jelaskan bunyi dari pasal 306 KUHD yang anda ketahui...!
Jawab :
Dalam ketentuan Pasal 306 KUHD: Apabila orang yang diasuransikan
jiwanya pada saat diadakan asuransi ternyata sudah meninggal, maka
asuransinya gugur, meskipun tertanggung tidak mengetahui kematian
tersebut, kecuali jika diperjanjikan lain, Kata kecuali jika diperjanjikan
lain memberi peluang kepada pihak-pihak untuk memperjanjikan
menyimpang dari ketentuan pasal ini, misalnya asuransi yang diadakan
untuk tetap dinyatakan sah asalkan tertanggung betul-betul tidak
mengetahui telah meninggalnya tertanggung.
39. Apabila orang yang mengasuransikan jiwanya dijatuhi hukuman mati,
apakah asuransinya masih tetap berlaku...?
Jawab :
Dalam ketentuan Pasal 307 KUHD juga ditentukan: Apabila orang yang
mengasuransikan jiwanya bunuh diri, atau dijatuhi hukuman mati,
maka asuransi jiwa itu gugur.
Bab 5

1. Jelaskan pengertian asuransi syariah menurut fatwa DSN No.021/DSNMUI/X/2001...!


Jawab :
Asuransi Syariah (tamin, takaful atau tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak
melalui

investasi

dalam

bentuk

aset

dan

atau

tabarru

yang

memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu


melalui akad atau perikatan yang sesuai dengan syariah. Fatwa DSN
No.21/DSN-MUI/X/2001
2. Apakah maksud dari prinsip taawunualal birii wa al-taqwa dan altakmin dalam perasuransian syariah....?
Jawab :
Prinsip utama dalam perasuransian syariah adalah taawanu alal birri
wa al-taqwa (tolong-menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan
takwa) dan al-takmin (rasa aman). Prinsip ini menjadikan para anggota
atau peserta asuransi sebagai sebuah keluarga besar yang satu
dengan

lainnya

saling

menjamin

dan

menanggung

risiko,

hal

dikarenakan akad transaksi asuransi syariah adalah akad takafuli


(saling menanggung).
3. Sebutkan 3 (tiga) prinsip utama yang dikemukakan oleh para ulama
dan ahli ekonomi Islam...!
Jawab :
a. Saling bertanggungjawab
b. Saling bekerja sama atau saling membantu
c. Saling melindungi

4. Sebutkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW. Yang menjelaskan


tentang prinsip utama dari saling bertanggungjawab....!
Jawab :
Hal ini dapat diperhatikan dari beberapa hadits Nabi saw. berikut:

Kedudukan

hubungan

persaudaraan

dan

perasaan

orang-orang beriman antara satu dengan lain seperti


satu tubuh (jasad) apabila satu dari anggotanya tidak
sehat, maka akan berpengaruh kepada seluruh tubuh
(HR. Bukhari dan Muslim).

Seorang mukmin dengan mukmin yang lain (dalam


suatu masyarakat) seperti sebuah bangunan di mana
tiap-tiap bagian dalam bangunan itu mengukuhkan
bagian-bagian yang lain(HR. Bukhari dan Muslim).
Setiap kamu adalah pemikul tanggung jawab dan
setiap kamu bertanggung jawab terhadap orang-orang
yang di bawah tanggung jawabmu (HR. Bukhari dan
Muslim).

Seseorang
mengasihi

tidak

dianggap

saudaranya

beriman

sebagaimana

sehingga
ia

ia

mengasihi

dirinya sendiri (HR. Bukhari).


Barang siapa yang tidak dianggap beriman sehingga ia
mengasihi

saudaranya

sebagaimana

dirinya sendiri (HR. Bukhari).

ia

mengasihi

5. Sebutkan Firman Allah Swt. dan Hadist Nabi yang memerintahkan


kepada

kita

untuk

saling

bekerjasama

dalam

kontek

asuransi

syariah....!
Jawab :
Saling bekerjasama yang berarti diantara peserta asuransi takaful yang
satu dengan lainnya saling bekerja sama dan saling tolong-menolong
dalam mengatasi kesulitan yang dialami karena sebab musibah yang
diderita. Sebagaimana firman Allah dalam QS. al-Maidah ayat 2 yang
artinya:

Bekerjasamalah kamu pada perkara-perkara kebajikan dan


takwa, dan jangan bekerja sama dalam perkara-perkara dosa
dan permusuhan.
Hadits juga membicarakan perkara seperti ini, di antaranya yaitu:

Barang

siapa

yang

memenuhi

hajat

(kebutuhan)

saudaranya, Allah akan memenuhi hajatnya (HR Bukhari,


Muslim dan Abu Daud).
Allah

senantiasa

menolong

hamba

selagi

hamba

itu

menolong saudaranya (HR. Ahmad dan Abu Daud).


6. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan prinsip saling melindungi
dalam perusahaan asuransi syariah...!
Jawab :
Saling melindungi penderitaan satu sama lain, yang berarti bahwa para
peserta asuransi takaful akan berperan sebagai pelindung bagi peserta
lain yang mengalami gangguan keselamatan berupa musibah yang
dideritanya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Quraisy ayat 4 yang
artinya:

(Allah)

yang

telah

menghilangkan

menyediakan
bahaya

menyelamatkan/mengamankan

makanan

kelaparan
mereka

dari

untuk
dan
mara

bahaya ketakutan.
Hadits Nabi saw.

Sesungguhnya seseorang yang beriman ialah siapa yang


dapat memberi keselamatan dan perlindungan terhadap
harta dan jiwa raga umat manusia. (HR. Ibnu Majah)
7. Sebutkan 2 (dua) macam bentuk gharar (ketidakpastian) yang terdapat
dalam asuransi konvensional menurut pandangan syariah...!
Jawab :
a. Bentuk akad yang melandasinya
b. Sumber dana pembayaran klaim dan

keabsahan syari penerima

uang klaim itu sendiri.


8. Jelaskan bagaimanakah terjadinya unsur gharar yang melandasi
penutupan polis dalam asuransi konvensional...!
Jawab :
Secara konvensional, kontrak atau perjanjian dalam asuransi jiwa dapat
di kategorikan sebagai akad tabaduli atau akad pertukaran yaitu
pertukaran pembayaran premi dengan uang pertanggungan. Secara
harfiah dalam akad pertukaran harus jelas berapa yang dibayarkan dan
berapa yang diterima. Keadaan ini menjadi rancu (gharar) karena kita
tahu berapa yang akan diterima (sejumlah uang pertanggungan),
tetapi tidak tahu berapa yang akan dibayarkan (sejumlah seluruh
premi)

karena

meninggal.

hanya

Allah

yang

tahu

kapan

seseorang

akan

9.

Bagaimana caranya asuransi syariah menghindari unsur gharar


dalam penutupan polis asuransi?

Jawab :
Dalam konsep asuransi syariah untuk menghindari unsur gharar maka
menggunakan

akad

takafuli

atau

tolong-menolong

dan

saling

menjamin di mana semua peserta asuransi menjadi penolong/


penjamin satu sama lainnya.
10.

Apa sebabnya terjadinya unsur gharar pada saat pembayaran klaim

dan keabsahan syari penerima uang klaim...?


Jawab :
Karena dalam konsep asuransi konvensional, peserta tidak mengetahui
dari mana dana pertanggungan yang diberikan perusahaan asuransi
berasal. Peserta hanya tahu jumlah pembayaran klaim yang akan
diterimanya.
11.

Dimanakah letak terjadi unsur maisir yang terjadi dalam sistem

operasional perusahaan asuransi konvensional...?


Jawab :
Maisir atau judi dimana ada salah satu pihak yang untung namun di
lain pihak justru mengalami kerugian, unsur ini terlihat apabila selama
masa perjanjian peserta tidak mengalami musibah atau kecelakaan,
maka peserta tidak berhak mendapatkan apa-apa termasuk premi
yang disetornya. Sedangkan, keuntungan diperoleh ketika peserta
yang belum lama menjadi anggota (jumlah premi yang disetor sedikit)
menerima dana pembayaran klaim yang jauh lebih besar.
12.

Hak apakah yang diperoleh peserta menurut konsep asuransi

syariah apabila peserta tidak mengalami klaim...?

Jawab :
Dalam konsep takaful, apabila peserta tidak mengalami kecelakaan
atau

musibah selama

menjadi

peserta,

maka

ia

tetap

berhak

mendapatkan premi yang disetor kecuali dana yang dimasukkan ke


dalam dana tabarru.
13.

Sebutkan beberapa ketetapan yang melarang penerapan sistem

riba dalam sistem operasional asuransi syariah!


Jawab :
Riba (bunga) dalam pengelolaan premi asuransi tidak sesuai dengan
prinsip dasar transaksi syariah sebagaimana ditetapkan dalam fatwa
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 16 Desember 2003 dan
Fatwa

Dewan

Syariah

Nasional

No.

21/DSN-MUI/X/2001

tentang

Pedoman Umum Asuransi Syariah.


14.

Jelaskan apakah yang dimaksud dengan akad mudharabah murni

dan akad mudhrabah modifikasi di dalam sistem asuransi syariah...?


Jawab :

Akad mudharabah terbagi menjadi : Akad mudharabah murni dan akad


mudharabah modifikasi. Dimana pada akad mudharabah murni ,
perusahaan asuransi dan peserta membagi langsung pendapatan
investasi dan peserta berhak 100% atas surplus. Namun dalam akad
mudharabah

modifikasi, pendapatan investasi ditanam kembali ke

dalam dana takaful dan perusahaan asuransi berbagi dengan peserta


atas surplus dari dana takaful.

15.

Bagaimanakah penerapan akad mudharabah yang diterapkan

dalam asuransi syariah di dalam pelaksanaannya...?


Jawab :

Mudharabah merupakan suatu perjanjian antar pihak yang terdiri dari


rasul mal atau pihak

penyedia modal dengan pihak mudharib atau

pengusaha dengan kemampuan bisnisnya . Apabila ada keuntungan


maka, keuntungan

dibagi antara rasul mal dan mudharib sesuai

dengan kesepakatan. Namun sebaliknya apabila mengalami kerugian


maka kedua belah pihak akan menanggung atas kerugian tersebut,
dimana

pihak

rasul

mal

kehilangan

modal

yang

dinvestasikan

sedangkan mudharib atas segala jerih payahnya tidak mendapatkan


sesuatu.

16.Bagaimanakah penerapan dari akad mudharabah murni yang dilaksanakan


dalam sistem asuransi syariah...?
Jawab :
Pada akad mudharabah murni, perusahaan asuransi harus dapat memastikan
bahwa keuntungan bersih lebih besar dari biaya manajemen. Kalau tidak
perusahaan asuransi akan mengalami kerugian. Perusahaan asuransi harus
mempunyai dana yang sangat besar atau biaya mereka haruslah sangat kecil
dibandingkan dengan kontribusi gross mereka.
17.Keuntungan berupa apakah yang diberikan

dalam akad mudharabah

modifikasi yang terapkan dalam perusahaan asuransi syariah...?


Jawab :

Akad mudharabah Modifikasi atau Mudharabah

terkualifikasi, tidak ada

keuntungan dari usaha yang dibagi antara perusahaan asuransi dan peserta.
Selain keuntungan berupa perbedaan positif (atau surplus) antara saldo dari
dana

takaful pada akhir dan saldo dana takaful

pada awal kontrak

mudharabah (periode mulai dari sekarang ) ditambahkan pada saldo awal


periode.

18.Jelaskan

bagaimana

syariah...?
Jawab :

akad

wakalah

diterapkan

dalam

sistem

asuransi

Akad wakalah mewakili suatu hubungan dimana peserta adalah pemilik


dana dan perusahaan asuransi adalah agen dari peserta. Dalam hal ini
perusahaan asuransi mengenakan

biaya untuk

mengelola dana

takaful. Biaya tersebut dapat berupa persentase dari kontribusi bruto,


persentase dari kontribsi neto, takaful, prosentase dari net surplus atau
jumlah tertentu.

19.

Bagaimanakah pemanfaatan premi asuransi syariah pada produk

asuransi yang mengandung unsur tabungan...?


Jawab :
Pada produk Asuransi dengan unsur tabungan, premi biaya digunakan
oleh perusahaan untuk biaya operasional perusahaan, sedangkan
premi tabungan dan premi tabarru di investasikan, hasil investasi
dibagi hasil untuk perusahaan dan peserta, sedangkan hasil investasi
dari

premi

dipergunakan

tabarru

ditambahkan

membayar

manfaat

pada
asuransi

premi
atau

tabarru

untuk

sebagai

dana

cadangan teknis.

20.Jelaskan pemanfaatan premi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi


syariah terhadap produk asuransi yang tidak mengandung unsur tabungan..!
Jawab :

Untuk produk asuransi tanpa unsur tabungan premi tabarru peserta


diinvestasikan, hasil investasi ditambahkan pada premi tabarru. Pada
periode asuransi , premi tabarru beserta hasil investasi dikurangkan
dengan biaya-biaya dan klaim, apabila masih ada surplus operasional
dibagihasilkan antara peserta dan perusahaan dengan bagian masingmasing sesuai dengan akad di awal asuransi Pendapat Imam Abu
Hanifah . Sedangkan pendapat Imam Syafei surplus operasional
tersebut tidak harus dibagikan.

21.Sistem dana kepesertaan dalam asuransi syariah terbagi dua, yaitu : Sistem
yang mengandung unsur

tabungan dan sistem yang tidak mengandung

unsur tabungan. Jelaskan perbedaan kedua sistem tersebut :


Jawab :
Sistem yang mengandung unsur tabungan
Setiap peserta wajib membayar sejumlah uang secara teratur kepada
perusahaan.

Besar

premi

yang

akan

dibayarkan

tergantung

kepada

kemampuan peserta, akan tetapi perusahaan menetapkan jumlah minimum


premi yang dapat dibayarkan. Setiap premi yang dibayar oleh peserta akan
dipisah oleh perusahaan asuransi dalam dua rekening yang berbeda, yaitu:
a.

Rekening Tabungan

b.

Rekening Tabarru
Sedangkan pada sistem yang tidak mengandung unsur tabungan, maka
perusahaan hanya membuka rekening tabarru saja.

22.Jelaskan apakah yang dimaksud dengan rekening tabungan dan rekening


tabarru yang diberlakukan oleh perusahaan asuransi syariah...!
Jawab :
Rekening tabungan, yaitu kumpulan dana yang merupakan milik peserta,
yang dibayarkan bila:

Perjanjian berakhir

Peserta mengundurkan diri

Peserta meninggal dunia


Rekening Tabarru, yaitu kumpulan dana yang diniatkan oleh peserta
sebagai iuran kebajikan untuk tujuan saling tolong-menolong dan saling
membantu, yang dibayarkan bila:

Peserta meninggal dunia


Perjanjian telah berakhir (jika ada surplus dana)

23.Bagaimanakah perusahaan asuransi syariah memberlakukan kumpulan


dana dari para peserta?
Jawab :
Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam.
Tiap keuntungan dari hasil investasi, setelah dikurangi dengan beban
asuransi (klaim dan premi re-asuransi), akan dibagi menurut prinsip AlMudharabah. Prosentase pembagian mudharabah (bagi hasil) dibuat dalam
suatu

perbandingan

tetap

berdasarkan

perjanjian

kerjasama

antara

perusahaan dengan peserta.


24.Prasyarat apakah yang harus dipenuhi agar perjanjian suatu asuransi dapat
berlaku...?
Jawab :
Premi asuransi atau biaya ber asuransi merupakan pra- syarat adanya
perjanjian asuransi, karena tanpa adanya premi tidak akan ada asuransi (No
premium No insurance). Pada umumnya premi asuransi dibayar dimuka
namun biasanya diberikan tenggang waktu pembayaran (grace payment
period).

25.Sebutkan atas dasar apakah perusahaan asuransi menetapkan besaran


premi seorang calon peserta dan sebutkan beberapa sumber perhitungan
premi
Jawab :

Besaran premi ditentukan berdasarkan


dilakukan oleh underwriting

hasil seleksi risiko yang

atau setelah perusahaan melakukan

seleksi risiko atas permintaan yang diajukan oleh calon tertanggung .


Beberapa

sumber

perhitungan premi didasarkan atas jenis produk

seperti tertera dibawah ini, yaitu :


o Produk pensiun dihitung berdasarkan tabel annuitas
o Resiko meninggal dengan menggunakan tabel mortalitas
o Kesehatan dengan tabel morbiditas
o General insurance dengan menggunakan tabel statistik

26.

Sebutkan 3 (tiga) buah faktor yang digunakan sebagai

dasar penentuan besaran tarif premi pada asuransi konvensional serta


apakah yang dimaksud tarif premi ideal?
Jawab :
Penentuan besaran tarif premi pada Asuransi konvensional ditentukan
atas tiga faktor, yaitu :
o Tabel Mortalitas
o Penerimaan Bunga
o Biaya-biaya asuransi
Penentuan tarif merupakan hal yang paling penting dalam asuransi di
dalam menentukan besaran premi. Tarif premi yang ideal adalah tarif
tersebut harus bisa menutupi klaim serta berbagai biaya asuransi dan
sebagian dari jumlah penerimaan perusahaan (keuntungan).

27.

Bagaimanakah

berdasarkan

cara

pengertian

asuransi

asuransi

syariah

syariah

mengatasi

dalam

fatwa

suatu

risiko

Majelis

Ulama

Indonesia?
Jawab :
Suatu risiko dalam asuransi syariah diatasi secara bersama yang dikenal
dengan istilah taawun atau Sharing Of Risk . yaitu prinsip hidup saling
melindungi dan saling menolong atas dasar ukhuwah islamiyah antara
sesama anggota peserta Asuransi Syariah dalam menghadapi malapetaka.

28.

Jelaskan bagaimanakah kedudukan antara pengelola dan nasabah

berdasarkan konsep taawun atau sharing of risk!


Jawab :
Pada konsep taawun atau sharing of risk pengelola (Perusahaan Asuransi)
bukan sebagai penanggung tetapi berfungsi sebagai pemegang amanah,

sedangkan nasabah sebagai peserta memberikan dana kepesertaan/donasi


yang dikenal dengan nama tabarru.

29.

Dana tabarru yang berasal dari peserta diniatkan untuk

kegiatan

tolong menolong sesama peserta bila terjadi musibah. Apabila dana tabarru
yang terkumpul tidak cukup untuk menolong peserta yang terkena musibah,
apa yang dilakukan oleh perusahaan?
Jawab :
Apabila dana tabarru yang terkumpul tidak cukup untuk menolong peserta
yang terkena musibah (membayar klaim) maka pengelola wajib menutupi
kekurangan tersebut. Salah satu caranya dengan pinjaman modal yang suatu
saat akan dikembalikan.

30.

Berikanlah

suatu

contoh

bagaimanakah

pengelolaan

asuransi

kendaraan bermotor syariah...!


Jawab :
Apabila seseorang menjadi peserta asuransi kendaraan bermotor, maka ia
wajib untuk memberikan dana kontribusinya (ditetapkan oleh pengelola /
perusahaan

asuransi )

yang diniatkan untuk kegiatan tolong menolong

sesama peserta. Kemudian pengelola akan memasukan dana tersebut ke


dalam suatu kumpulan dana peserta berupa rekening khusus. Apabila mobil
peserta tersebut mengalami kecelakaan maka pengelola (sebagai wakil dari
peserta) akan mengambilkan dana dari rekening khusus tersebut dan
memberikannya kepada peserta yang mengalami musibah tersebut.
Namun apabila sebagian besar peserta tidak mengalami musibah dan masih
terdapat kelebihan dana dari rekening khusus tersebut maka pengelola
berhak untuk memberikan bonus atau reward kepada peserta, tidak dalam
bentuk bagi hasil.

31.

Berikan contoh bagaimana pengelolaan asuransi kebakaran yang

dilakukan oleh perusahaan asuransi syariah...!

Jawab :
ketika seorang peserta mengikuti asuransi kebakaran; untuk rumah tinggal,
dia akan memberikan kontribusi dana (ditentukan oleh perusahaan asuransi
syariah) yang diniatkan untuk tolong menolong diantara peserta, perusahaan
asuransi syariah akan memasukkan dana tersebut kedalam suatu kumpulan
dana peserta (rekening khusus), bila terjadi kebakaran atas rumah tinggal
tersebut maka perusahaan (sebagai wakil dari peserta) akan mengambil dana
dari rekening khusus di atas dan memberikannya kepada peserta yang
mengalami musibah, namun bila tidak terjadi musibah kebakaran terhadap
tempat tinggal peserta diatas, dan masih ada kelebihan dana pada rekening
khusus di atas, maka ada pengembalian sebagian dana tersebut.

32.

Bagaimanakah cara asuransi syariah melakukan bisnis asuransi jiwa,

berikan contoh pelaksanaan tersebut...!


Jawab :
Apabila seseorang sebagai peserta asuransi jiwa dengan perjanjian masa
asuransi untuk 5 (lima) tahun dengan manfaat asuransi 500 juta (lima ratus
juta), maka peserta tersebut akan memberikan dana kontribusinya berupa
dana kepesertaan. (Ditentukan oleh Pengelola/perusahaan asuransi misalnya
5 (lima) juta per tahun). Yang diniatkan untuk kegiatan tolong menolong
sesama peserta asuransi jiwa apabila musibah terjadi. Dana kepesertaan
tersebut dihimpun dalam suatu rekening khusus.
Apabila seorang peserta mengalami musibah meninggal dunia dalam masa
perjanjian, maka ahli warisnya akan memperoleh nilai manfaat sebesar 500
(lima) ratus juta yang diambil dari dana rekening khusus, namun apabila
peserta dipanjangkan umur sampai akhir masa perjanjian dan masih terdapat
kelebihan dana (surplus) tersebut maka dana kepesertaan berupa tabungan
peserta akan dikembalikan dengan tambahan bagi hasilnya.

33.

Bagaimanakah pengertian asuransi konvensional menurut KUHD pasal

246...?
Jawab :

Asuransi adalah suatu perjanjian dimana seseorang penanggung


mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu
premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian,
kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan
dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tentu.

34.

Jelaskan pengertian asuransi menurut undang-undang asuransi no.02,

tahun 1992 pasal 1.......!


Jawab :
suransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,
dimana pihak penanggung mengikat diri kepada tertanggung, dengan
menerima

premi

asuransi

untuk

memberikan

penggantian

kepada

tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang


diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,
atau

memberikan

suatu

peristiwa pembayaran

yang

didasarkan

atas

meninggalnya atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

35.

Berikanlah sebuah contoh bagaimana penerapan dari transfer of

capital dan transfer of risk

dalam asuransi konvensional untuk produk

asuransi kebakarana dan asuransi jiwa...!


Jawab :
Contoh ;

ketika seseorang membeli polis asuransi kebakaran untuk rumah

tinggal dia akan membayar uang (premi) yang telah ditentukan oleh
perusahaan

asuransi,

disaat

yang

sama

perusahaan

asuransi

akan

menanggung risiko finansial bila terjadi kebakaran atas rumah tinggal


tersebut. Contoh lain dalam asuransi jiwa, ketika seseorang membeli asuransi
kematian (term insuransce) dengan jangka waktu perjanjian 5 (lima) tahun
dengan uang pertanggungan 100 juta rupiah, maka dia harus membayar
premi yang telah ditentukan oleh perusahaan asuransi (misal 500 ribu rupiah)
per tahun, artinya bila tertanggung meninggal dunia dalam masa perjanjian
diatas, maka ahli waris atau orang yang ditunjuk akan memperoleh uang dari

perusahaan asuransi sebesar 100 juta, namun bila peserta hidup sampai
akhir masa perjanjian maka dia tidak akan memperoleh apapun.

36.

Apakah pengertian underwriter menurut asuransi kerugian dan jiwa

yang anda ketahui...?


Jawab :
Pengertian Underwriter dalam asuransi kerugian adalah proses seleksi guna
menetapkan jenis penawaran risiko mana yang harus diterima bila diaksep
maka

rate,

syarat

dan

kondisinya

underwriting menjalankan suatu

harus

dapat

ditentukan.

Dimana

proses penyelesaian dan mengelompokan

berbagai risiko yang akan ditanggung. Pengertian underwriter asuransi jiwa


adalah proses penaksiran mortalitas atau morbiditas calon tertanggung untuk
menetapkan menerima atau menolak calon peserta serta menetapkan
klasifikasi peserta.

37.

Jelaskan apakah yang dimaksud dengan

Mortalitas dan

Morbiditas dalam istilah asuransi...!


Jawab :
Mortalitas

adalah

jumlah

kejadian

meninggal

relatif

diantara

sekelompok orang tertentu sedangkan morbiditas adalah jumlah


kejadian relatif sakit atau penyakit diantara sekelompok orang
tertentu.

38.

Sebutkan 3 ( tiga ) konsep penting dalam melaksanakan proses

underwriting...!
Jawab :
Tiga (3) konsep penting dalam underwriting, yaitu :

Kemungkinan

menderita

kerugian

berdasarkan kejadian di masa lalu

(Chance

of

Loss)/Probabilita

Tingkat Risiko ( degree of risk ), yaitu ketidakpastian atas kerugian di


masa datang yang sulit diramalkan.

Hukum bilangan besar ( law of Large Number ), makin banyak objek yang
mempunyai resiko yang sama/hampir sama maka akan semakin baik bagi
perusahaan

39.

Jelaskan tugas dan peranan dari seorang underwriter....!

Jawab :
Tugas dari underwriting diantaranya adalah bagaimana mengatur
penggunaan dana seefektif dan seefisien dengan tujuan menghasilkan
laba maksimal . Selain itu peranan dari underwriter adalah sebagai
berikut :
o

Mempertimbangkan risiko yang diajukan

Memutuskan untuk menerima atau menolak risko yang diajukan

Menentukan syarat dan beberapa ketentuan serta lingkup ganti rugi

Mengenakan biaya upah pada dana kontribusi peserta

Mempertahankan, meningkatkan dan mengamankan margin profit

40.Jelaskan 2 (dua) hal yang harus diwaspadai oleh seorang underwriter dalam
melaksanakan tugasnya...!
Jawab :
Ada dua hal yang harus diwaspadai oleh underwriter , yaitu :

Karakteristik

risiko fisik harus di underwrite berdasarkan pedoman dan

prosedur Akseptasi

Moral Hazard, yaitu : Sifat manusia yang umumnya tidak stabil dan sulit
untuk dideteksi

41.

Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis risiko yang mempengaruhi

penetapan underwriting...!
Jawab :
Jenis-jenis risiko yang mempengaruhi penetapan underwriting adalah :

Increasing Risk (risiko Menarik), Ada beberapa penyakit tertentu dimana


besarnya risiko akan bertambah berat sesuai dengan kenaikan umur calon
tertanggung

Risiko yang tinggi dialami pada tahun-tahun pertama dari polis, makin
lama polis berjalan. Maka risikonya semakin menurun

Constant Extra Risk (risiko ekstra yang menetap) pada jenis ini , risiko
tambahan berada pada tingkat yang tetap selama masa pertanggungan.

42.Jelaskan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi angka mortalita!


Jawab :
Faktor-faktor yang mempengaruhi Mortalita
o

Usia , usia pada umumnya mempunyai hubungan yang sangat erat


dengan kemungkinan hidup seseorang. Orang yang lebih muda saat
masuk asuransi kemungkinan hidupnya lebih lama dibandingkan dengan
orang yang lebih tua.

Bentuk ukuran tubuh, bentuk ukuran tubuh sesuai dengan tinggi badan
dan berat badan seseorang, atau kurus dan gemuknya badan seseorang.

Riwayat Hidup, laporan tentang keadaan

kesehatan calon tertanggung

merupakan unsure yang sangat penting dari fackor riwayat hidup


o

Kondisi fisik, untuk mengetahui keadaan fisik/kesehatan calon tertanggung


pada saat mengajukan asuransi adalah dengan melakukan pemeriksaan
kesehatan/badan dari seorang dokter.

Pekerjaaan, biasanya orang yang mempunyai pekerjaan yang professional


mempunyai mortalita yang lebih rendah dibanding orang yang bekerja
sebagai pekerja kasar.

Keadaan ekonomi, underwriter melakukan penelitian secara cermat


keadaan

keuangan

permintaan

suatu

calon

tertanggung,

pertanggungan

untuk

sesuai

meyakinkan

dengan

apakah

keadaan

dan

kemampuan ekonominya.
o

Tempat tinggal, lingkungan tempat tinggal calon tertanggung akan


mempengaruhi mortalita, karena perbedaan iklim.

Kebiasaan, yaitu kebiasaan jelek seorang calon tertanggung yang


mempengaruhi kehidupannya, seperti kebiasaan meminum minuman
keras, obat perangsang, merokok Dan sebagainya.

43.Sebutkan dua elemen penting dalam pelaksanaan prinsip underwriting


asuransi syariah!
Jawab :
Prinsip underwriting

dalam asuransi

syariah

sama dengan

asuransi

konvensional hanya saja pada asuransi syariah dalam menseleksi risiko


secara implicit tergabung dua elemen yang penting, yaitu : Seleksi dan
pengklasifikasian.