Anda di halaman 1dari 8

Bab

Bahan Ajar
SMA Kelas XI Semester 1 (Kurikulum 2013)

Kinematika dengan Analisis Vektor


By Kurnia Ika Pangesti

A. Definisi Gerak Lurus Beraturan (GLB)


Gerak suatu benda dengan kecepatan tetap yang artinya baik besar maupun
arahnya selalu tetap. Gerak lurus beraturan atau GLB dapat pula didefinisikan
sebagai gerak suatu lintasan lurus dengan kelajuan tetap.
Ciri-ciri gerak lurus beraturan:
Kecepatan benda tetap atau konstan (

).

B. Besaran-besaran dalam Gerak Lurus Beraturan


Posisi
Posisi adalah letak suatu benda pada suatu waktu tertentu terhadap suatu
acuan tertentu. Telah disebutkan bahwa posisi suatu benda dinyatakan
terhadap suatu acuan tertentu. Sebagai standar umum, ditetapkan lintasan
horizontal sebagai sumbu x dan titik acuannya adalah titik O yang posisinya
berada di x0 = 0. Posisi suatu benda dapat dinyatakan di sebelah kanan
atau di sebelah kiri titik acuan. Sehingga, untuk membedakannya digunakan
tanda positif atau negatif.

Perpindahan dan Jarak


Perpindahan partikel didefinisikan sebagai perubahan posisi dalam suatu
selang waktu. Ketika berpindah dari posisi awal xi ke posisi xf. Perpindahan
partikel dapat dinyatakan dengan
(1.1)
Apakah perbedaan jarak dan perpindahan?
Jarak didefinisikan sebagai panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu
benda dalam selang waktu tertentu.
Perpindahan didefinisikan sebagai perubahan posisi suatu benda dalam
selang waktu tertentu.

Kecepatan Rata-rata dan Sesaat


Apakah perbedaan kelajuan dan kecepatan?
Kelajuan adalah besaran yang tidak bergantung pada arah, sehingga
termasuk besaran skalar.

Kecepatan adalah besaran yang bergantung pada arah, sehingga termasuk


besaran vektor.
Kecepatan rata-rata sebuah partikel didefinisikan sebagai perpindahan
partikel
dibagi selang waktu
selama perpindahan tersebut terjadi.

(1.2)

Kelajuan rata-rata sebuah partikel didefinisikan sebagai jarak tempuh total


dibagi waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut.
(1.3)
Kecepatan Sesaat mencerminkan kecepatan benda atau partikel pada suatu
saat tertentu. Kecepatan sesaat vx sama dengan limit rasio

seiring

mendekati nol.

Dalam kalkulus, limit ini disebut turunan x terhadap t, sehingga


(1.4)
Kelajuan sesaat partikel didefinisikan sebagai besarnya nilai kecepatan
sesaat.
C. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Karena dalam GLB kecepatan adalah konstan, maka kecepatan rata-rata sama
dengan kecepatan atau kelajuan sesaat. Sehingga,
(1.5)

atau
Dengan
menyatakan perpindahan atau jarak. Untuk posisi awal
, maka
dan

Sehingga diperoleh rumusan posisi benda atau partikel

ketika

(1.6)

D. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


Gerak Satu Dimensi dengan Percepatan Konstan
Gerak lurus berubah beraturan atau yang sering disingkat dengan GLBB serik
kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari tanpa sadar. Dari namanya, gerak lurus
berubah beraturan, merupakan gerak sebuah benda yang kecepatannya
berubah seperti saat kita menjatuhkan benda dari ketinggian tertentu maka
semakin ke bawah, kecepatan benda akan semakin cepat. Begitu juga
sebaliknya, ketika sebuah benda di lempar ke atas maka semakin tinggi
kedudukan benda, kecepatan benda semakin berkurang. Selain itu, fenomena
gerak lurus berubah beraturan juga kita rasakan ketika kita mengendarai sebuah
mobil, kadang mobil melaju semakin cepat kadang mobil bergerak semakin
pelan dan akhirnya berhenti. Perubahan kecepatan terjadi karena mobil
mengalami percepatan sehingga terjadi perubahan kecepatan secara konstan
terhadap waktu.
Dalam gerak, dikenal istilah percepatan rata-rata dan juga percepatan sesaat.
Jika suatu benda berada dalam keadaan bergerak dengan percepatan rata-rata
pada selang waktu kapan pun adalah sama dengan percepatan sesaat pada
waktu sesaat kapan pun dalam selang waktu tersebut. Dengan persamaan
sebagai

(1.7)

dengan
( )
( )
( )
( )

( )
Jika diasumsikan
dan
, dan berdasarkan dengan gambaran di atas,
maka diperoleh persamaan berikut

(1.8)

Persamaan 4.2 adalah persamaan untuk menentukan kecepatan akhir sebuah


benda pada t kapan pun, jika diketahui kecepatan awal
dan percepatan
yang bernilai konstan. Jika digambarkan dalam sebuah grafik untuk hubungan
kecepatan yang berubah terhadap waktu, maka grafiknya akan berbentuk
seperti gambar berikut.

Grafik tersebut berupa garis lurus yang memiliki


kemiringan, di mana kemiringannya merupakan
percepatan yang berharga konstan
Hal ini
sesuai dengan kenyataan bahwa

, dan

kemiringannya
bernilai
positif.
Hal
ini
menunjukkan bahwa percepatan partikel tersebut
adalah positif. Percepatan yang bernilai positif
menunjukan perubahan kecepatan menuju nilai
yang lebih besar. Sedangkan, kemiringan yang
bernilai negatif menunjukkan bahwa perubahan kecepatan yang semakin mengecil
nilainya dengan kata lain semakin lama, benda akan berhenti.
Ketika percepatan partikel konstan, grafik percepatan terhadap waktu
merupakan garis lurus dengan kemiringan nol. Oleh karena kecepatan pada saat
percepatan kosntan berubah secara linear terhadap waktu berdasarkan persamaan
4.2, kita dapat melukiskan kecepatan rata-rata selama selang waktu sebagai ratarata hitung dari kecepatan awal dan kecepatan akhir.

(1.9)

Persamaan kecepatan rata-rata ini hanya dapat digunakan dalam situasi di


mana sebuah partikel memiliki percepatan konstan dan tidak berlaku untuk gerak
dengan percepatan yang tidak konstan. Sekarang dapat kita gunakan persamaan
dan persamaan untuk kecepatan rata-rata

kita dapat

menentukan posisi dari sebuah obyek dalam fungsi waktu. Dengan


, kita peroleh

(
(

)
)

(1.10)

Persamaan tersebut mewakili posisi akhir dari sebuah partikel pada waktu
tertentu jika diketahui kecepatan awal dan akhir.
Kita juga dapat menggunakan persamaan lain untuk menentukan posisi dari
sebuah partikel pada saat waktu tertentu, kita telah mendapatkan persamaan
(

disubstitusikanke dalam persamaan


(

) , maka

(untuk a konstan)

(1.11)

Persamaan tersebut me wakili posisi akhir partikel pada waktu tertentu jika
kecepatan awal dan percepatannya di ketahui. Grafik a adalah grafik hubungan
posisi terhadap waktu ditunjukkan seperti gambar berikut berdasarkan persamaan
tersebut.
Kemiringan kurva pada t = 0 sama dengan kecepatan awal partikel, dan
kemiringan garis pada saat t = t adalah sama dengan kecepatan akhir pada waktu
tertentu.
Kita juga dapat menentukan persamaan
untuk kecepatan akhir yang tidak bergantung
waktu yaitu dengan mensubstitusikan persamaan
(

ke persamaan

sehingga didapatkan

(
(

)(

) [untuk a konstan]

(1.12)

Persamaan tersebut merupakan persamaan untuk menentukan kecepatan


akhir jika diketahui percepatan serta perpindahannya.
Untuk gerak pada percepatan sama dengan 0, dapat kita lihat dari persamaan
{
jika percepatannya bernilai 0, maka kecepatannya
kedudukannya berubah secara linear terhadap waktu.

adalah

konstan

dan

E. Gerak Parabola
Dalam tulisan berjudul Discourses on two New Sciences, Galileo mengemukakan
sebuah ide yang sangat berguna dalam menganalisis gerak parabola. Dia
menyatakan bahwa kita dapat memandang gerak paraola sebagai gerak lurus
beraturan pada sumbu horizontal (X) dan gerak lurus beraturan pada sumbu vertikal
(y) secara terpisah. Tiap gerak ini tidak saling mempengaruhi tetapi gabungannya
dapat menghasilkan gerak parabola. Sebagai contoh, sebuah bola dilempar
horizontal jatuh dengan percepatan ke bawah yang sama dengan jika benda
tersebut dijatuhkan secara bebas.

Gerak vertikal ke bawah tidak dipengaruhi oleh gerak horizontal. Oleh karena itu,
sebuah bolah yag dilempar secara horizontal dengan benda yang dijatuhkan secara
bebas akan tiba di lantai pada saat yang samma pula, sesuai apa yang diprakirakan
oeh Galileo.
a. Persamaan posisi pada dan kecepatan pada Gerak Parabola
Gerak parabola dapat dianalisis dengan meninjau gerak lurus beraturan pada sumbu
x dan gerak lurus beraturan pada sumbu y secara terpisah.

Pada sumbu x berlaku persamaan gerak lurus beraturan


dan x = x0 + v0t
Jika pada sumbu x kecepatan awal adalah v0x, kecepatan pada saat t adalah
vx, dan posisi adalah x maka persamaannya menjadi
vx = v0x
x = x0 + v0x t
pada sumbu y berlaku persamaan umum gerak lurus berubah beraturan, yaitu

jika pada sumbu y kecepatan awal adalah


, kecepatan pada saat t adalah vy,
percepatan a = -g (berarah ke bawah), dan posisi adalah y, maka persamaannya
menjadi

Kita juga dapat menyataka kecepatan awal


dan
dengan besarnya
dan
sudut
terhadap sumbu x positif. Dalam besaran-besaran ini, komponen
kecepatan awal
dan
dapat diperoleh dari perbandingan trigonometri cos
dan sin .
cos

atau

cos

(1.13)

sin

atau

sin

(1.14)

Bagaimana dengan kcepatan benda pada saat t ?


Misalkan pada saat t sekon, benda berada di P (gambar 1.19). kecepatan benda
pada saat itu adalah v. Berapakah besar kecepatan (v) dan arah kecepatan () pada
saat itu? Komponen kecepatan v pada sumbu X adalah
dan pada sumbu y
adalah , sehingga berlaku
Besar kecepatan

(1.15)

Arah kecepatan

(1.16)

b. Menentukan tinggi maksimum dan jarak terjauh


Pada gerak parabola, komponen pada sumbu x selalau tetap tetapi
komponen pada sumbu y berkurang karena diperlambat oleg percepatan gravitasi
g. Pada saat benda mencapai titik tertinggi, komponen pada sumbu y sama
dengan nol.
Syarat suatu benda mencapai titik tertinggi adalah = 0, sehingga kecepatan
pada titik tertinggi ( )adalah

jika kita substitusi

ke persamaan kecepatan pada sumbu y maka didapatkan

(1.17)

dengan
adalah waktu untuk mencapai ketinggian maksimum
Dengan mensubtitusi
ke dalam persamaan posisi pada sumbu x, kita
dapat menentukan koordinat x titik tertinggi H.
(

(1.18)
Dengan mensubtitusi
ke dalam persamaan posisi pada sumbu vertikal y, kita
dapat menentukan koordinat y dari titik tertinggi H.

(1.19)
Maka didapatkan koordinat titik tertinggi yaitu H (