Anda di halaman 1dari 19

BIOMANAJEMEN

KONSEP REPRODUKSI DAN HEREDITAS


SERTA PERANAN DALAM BIDANG
SANDANG DAN PANGAN

Disusun Oleh:
Kelompok 2
Awanda Prasono
Dea Yennisa
Fransiska Flonia
Hari Arasyid
Izma Rusela
Pini Permata Hati
Yunita Sari

Dosen Pengampu : Darmadi Ahmad, S.Pd, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Reproduksi merupakan cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua
bentuk kehidupan oleh pendahulu setiap individu organisme untuk menghasilkan suatu generasi
selanjutnya. Reproduksi sel adalah proses memperbanyak jumlah sel dengan cara membelah diri,
baik pada organisme seluler maupun organisme multiselulser. Reproduksi sel merupakan proses
penggadaan meteri genetik (DNA) yang terdapat didalam nukleus. Sehingga menghasilkan sel-sel
anakan yang memiliki materi genetik yang sama. Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifatsifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah. Sedangkan hereditas adalah
pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara
sosial melalui pewarisan gelar atau status sosial.
Sejak zaman dahulu, selama bertahun-tahun, manusia telah menyeleksi, menanam dan
memanen tanaman yang menghasilkan produk bahan pangan untuk kelangsungan hidupnya.
Mereka juga memanggang roti, membuat bir, memproduksi kecap serta membuat cuka dan tempe.
Meskipun mereka tidak mengetahui pengetahuan rekayasa genetika, pada kenyataannya mereka
menggunakan prinsip-prinsip bioteknologi untuk membuat dan memodifikasi tanaman dan
produk makanan. Dengan kata lain leluhur kita telah memindahkan dan mengubah gen untuk
meningkatkan kualitas makanan tanpa menyadarinya. Sekarang, bioteknologi modern
memungkinkan produsen makanan untuk melakukan hal yang sama tetapi dengan pemahaman
dan ketepatan yang lebih tinggi.
Rekayasa genetika merupakan salah satu teknik bioteknologi yang dilakukan dengan cara
pemindahan gen dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya (dikenal juga dengan istilah
transgenik). Tujuannya adalah untuk menghasilkan tanaman/ hewan/ jasad renik yang memiliki
sifat-sifat tertentu sehingga mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi manusia. Dimana
gen merupakan suatu unit biologis yang menentukan sifat-sifat makhluk hidup yang dapat
diturunkan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah konsep reproduksi dan hereditas?
2. Bagaimanakah peran rekayasa genetika dalam bidang pangan?
3. Bagaimanakah peran rekayasa genetika dalam bidang sandang?
4. Apakah manfaat dari rekayasa genetika dalam kehidupan?
1.3 Manfaat penulisan
1. Mengetahui konsep reproduksi dan hereditas
2. Mengetahui peran rekayasa genetika dalam bidang pangan
3. Mengetahui peran rekayasa genetika dalam bidang sandang
4. Mengetahui menfaat dari rekayasa genetika dalam kehidupan

BAB II
PEMBAHASAN
1

2.1 Konsep Reproduksi dan Hereditas


Reproduksi merupakan cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua
bentuk kehidupan oleh pendahulu setiap individu organisme untuk menghasilkan suatu
generasi selanjutnya. Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis, yakni
reproduksi seksual dan reproduksi aseksual.
Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu yang biasanya dilakukam jenis
kelamin yang berbeda. Reproduksi pada manusia normal adalah contoh umum reproduksi
seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara
seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana seperti makhluk bersel satu melakukan
reproduksi secara aseksual.
Reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan
individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan pada sel bakteri menjadi dua sel anak
adalah contoh dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak
dibatasi kepada organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan
untuk melakukan reproduksi aseksual.
Sel merupakan unit dasar kehidupan. Reproduksi sel adalah proses memperbanyak jumlah
sel dengan cara membelah diri, baik pada organisme seluler maupun organisme multiselulser.
Reproduksi sel merupakan proses penggadaan meteri genetik (DNA) yang terdapat didalam
nukleus. Sehingga menghasilkan sel-sel anakan yang memiliki materi genetik yang sama.
Reproduksi sel merupakan suatu contoh lain dari peran yang dimainkan oleh system DNAgenetik, di dalam seluruh proses kehidupan. Gen dan mekanisme pengaturan menentukan
karakteristik pertumbuhan sel dan juga kapan sel-sel ini membelah diri atau apakah untuk
membentuk sel-sel baru.
Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk
beluknya secara ilmiah. Sedangkan hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya
baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar atau status
sosial. Orang yang pertama mempelajari sifat-sifat menurun yang diwariskan dari sel sperma
adalah Haeckel (1868), Mendel mempelajari hereditas pada tanaman kacang ercis (Pisum
sativum) dengan alasan:
1. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang menyolok.
2. Biasanya melakukan penyerbukan sendiri (Self polination).
3. Dapat dengan mudah diadakan penyerbukan silang.
4. Segera menghasilkan keturunan.
Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad
ke-19 ketika seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil melakukan
analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya
pada tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Sebenarnya, Mendel bukanlah orang pertama yang
2

melakukan percobaan-percobaan persilangan. Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya


yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati
pola pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya
mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika
sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendel pun diakui sebagai Bapak Genetika.
Terdapat konsep kuno mengenai hereditas, Filsuf Yunani mempunyai bermacam-macam
ide tentang hereditas. Theophrastus mengajukan bahwa bunga jantan membuat bunga betina
menjadi matang, Hiprokrates menduga bahwa "benih" diproduksi oleh berbagai anggota tubuh
dan di wariskan pada saat pembuahan, Aristoteles bahwa semen pejantan dan betina becampur
pada saat pembuahan, sedangkan Aeskhylus, pada tahun 458 SM mengajukan ide bahwa sang
pejantan adalah orang tua yang sebenarnya dan betina adalah "perawat dari bayi yang disemai di
dalamnya".
Perkembangan penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya. Jika ilmu
pengetahuan pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat dalam satu dasawarsa, maka
waktu yang dibutuhkan untuk itu (doubling time) pada genetika molekuler hanyalah dua
tahun. Bahkan, perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an,
yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA rekombinan
atau dengan istilah yang lebih populer disebut sebagai rekayasa genetika.
Salah satu penelitian yang memberikan kontribusi terbesar bagi rekayasa genetika adalah
penelitian terhadap transfer (pemindahan) DNA bakteri dari suatu sel ke sel yang lain melalui
lingkaran DNA kecil yang disebut plasmid. Bakteri eukariota uniseluler ternyata sering
melakukan pertukaran materi genetik ini untuk memelihara memelihara ciri-cirinya. Dalam
rekayasa genetika inilah, plasmid berfungsi sebagai kendaraan pemindah atau vektor.
2.2 Rekayasa Genetika Dalam Bidang Pangan
Sejak zaman dahulu, selama bertahun-tahun, manusia telah menyeleksi, menanam dan
memanen tanaman yang menghasilkan produk bahan pangan untuk kelangsungan hidupnya.
Mereka juga memanggang roti, membuat bir, memproduksi kecap serta membuat cuka dan tempe.
Meskipun mereka tidak mengetahui pengetahuan rekayasa genetika, pada kenyataannya mereka
menggunakan prinsip-prinsip bioteknologi untuk membuat dan memodifikasi tanaman dan
produk makanan. Dengan kata lain leluhur kita telah memindahkan dan mengubah gen untuk
meningkatkan kualitas makanan tanpa menyadarinya. Sekarang, bioteknologi modern
memungkinkan produsen makanan untuk melakukan hal yang sama tetapi dengan pemahaman
dan ketepatan yang lebih tinggi.
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah
maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi
manusia. Termasuk didalamnya adalah tambahan pangan-pangan, bahan baku pangan, dan bahan
lain yang digunakan dalam penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.
Mutu pangan adalah nilai yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan pangan, kandungan gizi
dan standar perdagangan terhadap bahan makanan dan minuman. Gizi pangan adalah zat atau
3

senyawa yang terdapat dalam pangan yang terdiri atas: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan
mineral dan mineral serta turunannya yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia.
Rekayasa genetika dalam bidang pangan merupakan salah satu teknik bioteknologi yang
dilakukan dengan cara pemindahan gen dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya
(dikenal juga dengan istilah transgenik) untuk mendapatkan jenis baru yang mampu menghasilkan
produk pangan yang lebih unggul. Pangan hasil rekayasa genetika merupakan pangan yang
diturunkan dari makhluk hidup hasil rekayasa genetika. Pada umumnya pangan sebagian besar
bersumber dari tanaman, dan tanamanlah yang sekarang ini paling banyak dimuliakan melalui
teknik rekayasa genetika.
2.3 Macam macam rekayasa genetika dalam bidang pangan
Jika kita mengambil pengertian rekayasa genetika dalam arti luas bahwa rekayasa
genetika (genetic engineering) adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. maka
kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan.
Pemulian tanaman terdiri dari introduksi, persilangan (hibridisasi), manipulasi genom, gen dan
ekspresinya, transfer gen dan kultur jaringan serta sel .
Introduksi, persilangan dan manipulasi genom dikenal sebagai pemuliaan klasik atau
konvensional. Sedangkan manipulasi gen dan ekspresinya, transfer gen dan kultur jaringan
merupakan cara pemulian molekuler.
a. Introduksi
Introduksi adalah proses mendatangkan suatu kultivar tanaman ke suatu wilayah baru.
Introduksi diutamakan untuk tanaman yang mempunyai nilai ekonomis penting.
Pengetahuan tentang pusat keanekaragaman tumbuhan, penting untuk penerapan cara ini.
Keaneragaman genetik untuk setiap spesies tidaklah seragam disemua tempat di dunia. N.I.
Vavilov, ahli botani dari Rusia, memeperkenalkan teori pusat keanekaragaman (centers of
origin) bagi keanekaragaman tumbuhan. Contoh pemulian yang dilakukan dengan cara ini
adalah pemuliaan untuk berbagai jenis tanaman buah asli Indonesia, seperti durian dan
rambutan. Atau tanaman pohon lain yang mudah diperbanyak secara vegetatif, seperti ketela
pohon dan jarak pagar. Introduksi dapat dikombinasikan dengan persilangan.
b. Persilangan (hibridisasi)
Hibridisasi merupakan proses perkawinan silang antar kultivar atau subspecies, antarspesies,
antargenus, atau antarfamili. Keturunan yang dihasilkan disebut hibryd atau hibrida. Sifat
hibrida berbeda dengan tanaman induk, bahkan bisa menjadi spesies atau kultivar baru.
Hibridisasi bisa terjadi secara alami maupun buatan. Hibridisasi alami bisa terjadi dengan
bantuan angin atau serangga. Sementara itu, hibridisasi buatan dilakukan oleh para breeder
atau pemulia tanaman.
c. Manipulasi genom
Yang termasuk dalam cara ini adalah semua manipulasi ploidi, baik menggandaan genom
(set kromosoma) maupun perubahan jumlah kromosom. Gandum roti dikembangkan dari
penggabungan tiga genom spesies yang berbeda-beda. Semangka tanpa biji dikembangkan

dari persilangan semangka tetraploidi dan semangka diploidi. Teknik pemulian ini
sebenarnya juga mengandalkan persilangan dalam praktiknya.
d. Manipulasi gen dan ekspresinya
Metode-metode yang melibatkan penerapan genetika molekuler termasuk dalam kelompok
ini, ditambah metode klasik pemulian dengan mutasi. Mutasi adalah perubahan pada materi
genetic suatu makhluk hidup yang terjadi secara tiba-tiba, acak dan dan merupakan dasar
bagi sumber variasi organism hidup yang bersiwat terwariskan (heritable). Mutasi dapat
erjadi secara spontan di alam (spontaneous mutation) dan dapat juga terjadi melalui induksi
(induced mutation). Secara mendasar tidak erdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi
secara alami dan mutasi hasil induksi, keduanya dapat menimbulkan variasi genetic untuk
dijadikan dasar seleksi tanaman, baik seleksi secara alami (evolusi) maupun seleksi buatan
(pemuliaan).
Dalam bidang pemuliaan tanaman, teknik mutasi dapat meningkatkan keragaman
genetik tanaman sehingga memungkinkan pemulia melakukan seleksi genotipe tanaman
sesuai dengan tujuan pemuliaan yang dikehendaki. Mutasi induksi dapat dilakukan pada
tanaman dengan perlakuan bahan mutagen tertentu terhadap organ reproduksi tanaman,
seperti biji, setek batang, serbuk sari akar rhizome, dan kultur jaringan. Apabila proses
mutasi alami terjadi secara sangat lambat maka percepatan, frekuensi dan spectrum mutasi
tanaman dapat diinduksi dengan perlakuan bahan mutagen tertentu. Pada umumnya bahan
mutagen bersifat radioaktif dan memiliki energi tinggi yang berasal dari hasil reaksi nuklir.
Bahan mutagen yang sering digunakan dalam penelitian pemuliaan tanaman
digolongkan menjadi dua kelompok yaitu mutagen kimia (chemical mutagen) dan mutagen
fisika (Physical mutagen). Mutagen kimia pada umumnya berasal dari senyawa alkyl,
misalnya seperti ethyl methane sulphonat (EMS), diethyl sulphate (DES), methyl methane
sulphonate (MMS), hydroxylamine, nitrous acid, acridines, dan sebagainya. Mutagen fisika
bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing radiation) dan termasuk diantaranya adalah sinar
X, radiasi gama, radiasi beta, neutron, dan partikel dari akselerators.
Secara relative, proses mutasi dapat menimbulkan perubahan pada sifat-sifat genetis
tanaman., baik kearah positif maupun negatif. Dan kemungkianan mutasi yang terjadi dapat
kembali normal (recovery). Mutasi yang terjadi kearah sifat positif dan terwariskan
((heritable)ke generasi-generasi berikutnya merupakan mutasi yang dikehendaki oleh
pemulia tanaman pada umumnya. Sifat positif yang dimaksud adalah relative tergantung
pada tujuan pemuliaan tanaman.
e. Transfer gen
Cara ini dikenal pula sebagai transformasi DNA. Gen dari organisme lain disisipkan ke
dalam DNA tanaman untuk tujuan tertentu. Strategi pemuliaan ini banyak mendapat
penentangan dari kelompok-kelompok lingkungan karena kultivar yang dihasilkan dianggap
membahayakan lingkungan jika dibudidayakan. Dengan adanya teknologi transformasi yang
dimediasi A. tumefaciens ini berperan dalam menghasilkan tanaman transgenik, seperti
tanaman tembakau yang tahan terhadap antibiotik tertentu. Resistensi terhadap antibiotik ini
didapatkan dari bakteri yang turut menyisip pada T-DNA A. tumefaciens.
5

f. Kultur jaringan dan sel


Kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya
dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi,
kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil
yang mempunyai sifat seperti induknya.Kultur jaringan akan lebih besar presentase
keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan
muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis,
plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini
untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga
diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian
tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media
buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang
tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi
tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman
dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan
di tempat steril.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman,
khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang
dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai
sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga
tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah
besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh
bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
2.4 Produk rekayasa genetika dibidang pangan
Di antara kontribusinya pada berbagai bidang, kontribusi genetika di bidang
pangan,khususnya pemuliaan tanaman dan ternak, boleh dikatakan paling tua.
Persilangan- persilangan konvensional yang dilanjutkan dengan seleksi untuk merakit bibit
unggul, baik tanaman maupun ternak, menjadi jauh lebih efisien berkat bantuan pengetahuan
genetika. Demikian pula, teknik-teknik khusus pemulian seperti mutasi, kultur jaringan, dan
fusi protoplasma kemajuannya banyak dicapai dengan pengetahuan genetika. Dewasa
ini beberapa produk pertanian, terutama pangan, yang berasal dari organisme hasil rekayasa
genetika atau genetically modified organism (GMO) atau yang dikenal dengan tanaman transgenic
telah dipasarkan cukup luas meskipun masih sering mengundang kontroversi tentang keamanan.
Beberapa produk komersial tanaman transgenik atau genetically modified organism
(GMO), diantaranya:
Golden rice
Mengandung provitamin A (betakaroten) dalam jumlah tinggi. Gen berasal dari tumbuhan narsis
(Narcissus), jagung, dan bakteri Erwinia disisipkan pada kromosom padi.
6

Jagung Bt & kapas Bt


Tahan terhadap hama ulat Lepidoptera. Gen toksin Bt berasal dari bakteri Bacillus thuringiensis
ditransfer ke dalam tanaman
Tanaman tembakau tahan cuaca dingin
Gen untuk mengatur pertahanan pada cuaca dingin dari tanaman Arabidopsis thaliana dan
sianobakter (Anacyctis nidulans).
Tanaman kedelai kaya asam oleat dan tahan herbisida
Mengandung asam oleat tinggi dan tahan terhadap herbisida glifosat. Gen resisten herbisida dari
bakteri Agrobacterium galur CP4 dimasukkan ke kedelai dan juga digunakan teknologi molekular
untuk meningkatkan pembentukan asam oleat.
Tanaman tomat tahan lama
Gen khusus antisenescens ditransfer ke tomat untuk menghambat enzim poligalakturonase (enzim
yang mempercepat kerusakan dinding sel tomat. Bisa menggunakan gen dari bakteri E. coli, atau
dengan memodifikasi gen yang telah dimiliknya secara alami.
Ubi jalar tahan virus
Gen dari selubung virus tertentu ditransfer ke ubi jalar dan dibantu dengan teknologi peredaman
gen
Tanaman kanola kaya asam laurat dan vitamin E
Gen FatB dari Umbellularia californica ditransfer ke dalam tanaman kanola untuk meningkatkan
kandungan asam laurat
Pepaya tahan terhadap virus tertentu (Papaya ringspot virus (PRSV).
Gen yang menyandikan selubung virus PRSV ditransfer ke dalam tanaman pepaya.
Melon tidak cepat busuk
Gen baru dari bakteriofag T3 diambil untuk mengurangi pembentukan hormon etilen (hormon
yang berperan dalam pematangan buah)
Gandum tahan terhadap penyakit hawar (Fusarium)
Gen penyandi enzim kitinase (pemecah dinding sel cendawan) yang berasal dari barley ditransfer
ke tanaman gandum
Bit gula tahan terhadap herbisida glifosat dan glufosinat.
Gen berasal dari bakteri Agrobacterium galur CP4
viridochromogenes ditransfer ke dalam tanaman bit gula.

dan

cendawan

Streptomyces

Buah plum tahan terhadap infeksi virus cacar plum pox virus
Gen selubung virus cacar prem ditransfer ke tanaman plum.
7

Graisin

2.5 Rekayasa Genetika Dalam Bidang Sandang


Rekayasa genetika dalam bidang sandang adalah teknologi yang memanfaatkan ilmu biologi
yang digunakan untuk menciptakan terobosan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia.
Bioteknologi sandang melibatkan agen biologi yang berupa tanaman penghasil bahan sandang.
Teknologi yang dikembangkan adalah rekayasa genetika (teknologi) plasmid. Hasil yang
diinginkan berupa tanaman transgenik yang tahan terhadap hama penyakit sehingga dapat
mengoptimalkan produktivitasnyaa.
Manusia sebagai mahluk social memerlukan pakaian. Mula-mula pakaian yang hanya
dikenakan untuk menutupi aurat saja, kemudian pakaian juga berfungsi melindungi diri dari
sengatan panas dan dingin. Sekarang, pakaian berfungsi lebih luas lagi, yaitu untuk kenyamanan
dengan menciptakan jenis pakaian yang sesuai dengan kebutuhan misalnya pakaian tidur, pakaian
olah raga, pakaian kerja dan sebaliknya, bahkan sekarang orang beranggapan bahwa dapat
menunjukan status sosial pemakainya. Kebutuhan manusia yang makin meningkat juga mendorong
manusia untuk menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan mutu dan jenis bahan
pakaian.Sekarang manusia tidak hanya mengandalkan serat-serat alami untuk membuat bahan
pakaian, tetapi dapat juga membuat serat-serat sintetis dari pokok-pokok kayu (benang rayon)
maupun dari bahan galian seperti hasil sulingan batu bara dan minyak bumi (poliester,
polipropelen, polietilen).
2.6 Jenis- Jenis Serat Dalam Pembuatan Benang
Serat adalah suatu benda yang berbanding panjang diameternya sangat besar sekali. Serat
merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku
dalam pembuatan benang dan pembuatan kain, SERAT memegang peranan penting, sebab :
Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau kain yang dihasilkan.
Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang atau kain baik pengolahan secara
mekanik maupun pengolahan secara kimia.
Serat bisa dibagi menjadi dua kelompok , yakni :
Serat alam : dari binatang, tumbuh-tumbuhan, dan mineral
Serat buatan : dari polimer alam, polimer sintetik, dan lainnya.
1. Serat Alami
Serat alam menurut Jumaeri, (1977:5), yaitu SERAT yang langsung diperoleh di alam.
Pada umumnya kain dari SERAT alam mempunyai sifat yang hampir sama yaitu kuat, padat,
mudah kusut, dan tahan penyetrikaan. SERAT alam digolongkan lagi menjadi :
1) Serat Tumbuh-tumbuhan (selulosa)
Serat tumbuh-tumbuhan memiliki dasar kimia selulosa yang berdasrkan pada asal
tumbuhannya dapat berasal dari biji, daun, batang, dan, buah.
8

a. Kapas
Serat yang berasal dari biji terdiri atas serat kapas dan kapuk. Namun dalam pembuatan
busana lebih banyak digunakan serat kapas (cotton). Sifat SERAT kapas adalah memiliki
kekuatan yang cukup tinggi dan dapat dipertinggi dengan proses perendaman dalam
larutan soda kostik. Salah satu kain yang berasal dari SERAT kapas, yaitu kain katun.
Kain katun memiliki kelebihan dibanding dari bahan sintetis, katun lembut di tubuh,
karena memiliki sirkulasi udara yang baik, menyerap panas tubuh sehingga terasa tetap
sejuk, dan kering, karena mampu menyerap keringat, berdasarkan sifat tersebut kain katun
ideal untuk dijadikan busana anak. Kelebihan katun yang lain adalah katun memiliki
sifat hypoallergenic dan resisten terhadap tungau debu, sehingga cocok bagi penderita
asma, atau yang berkulit sensitif.
b. Linen
Linen, salah satu serat alami yang paling mahal, dibuat dari tanaman lenan. Produksi linen
membutuhkan banyak tenaga kerja (padat karya), sehingga diproduksi dalam jumlah kecil.
Namun kain linen bernilai karena sangat sejuk dan segar digunakan dalam cuaca panas.
Linen terdiri dari 70 % selulosa dan 30% pektin, abu, jaringan kayu dan uap air. Linen,
salah satu serat alami yang paling mahal, dibuat dari tanaman lenan. Produksi linen
membutuhkan banyak tenaga kerja (padat karya), sehingga diproduksi dalam jumlah kecil.
Namun kain linen bernilai karena sangat sejuk dan segar digunakan dalam cuaca panas.
Karakteristik dari serat linen adalah : serat nabati terkuat, elastisitas buruk, sehingga
mudah mengkerut, relatif mulus, menjadi lebih lembut saat dicuci, berdaya serap sangat
tinggi, konduktor panas yang baik dan terasa dingin, berkilau, lebih rapuh, kusut menetap
dalam lipatan tajam, cenderung sobek, bisa rusak karena jamur, keringat dan pemutih,
tahan terhadap ngengat dan kumbang karpet. Biasa dijadikan sebagai pakaian setelan,
gaun, rok, kemeja dan sebagainya.

2) Serat Protein
Serat protein dapat berbentuk staple atau filamen. Serat protein berbentuk stapel berasal
dari rambut hewan berupa domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. yang
paling sering digunakan adalah wol dari bulu domba.
a. Serat wol
Baju wol jika dipakai terasa hangat dan dapat digunakan untuk baju anak.
dikatakan suatu bahan konduktor yang jelek, wol bersifat hidroskopis. Tetapi serat tersebut
juga melepaskan uap air secara perlahan-lahan, sewaktu wol melepaskan uap uap air akan
menimbulkan panas pada bahan tekstil . Wol tahan kusut dan bersifat dapat menahan
lipatan, misalnya karena penyetrikaan. Wol dan serat-serat yang sejenis merupakan seratserat alam yang dapat (felting) menggumpal, apabila dikerjakan dalam larutan sabun
bersuhu panas.
b. Serat sutera
9

Serat sutera berbentuk filamen, dihasilkan oleh larva ulat sutera waktu membentuk
kepompong. Sutra dapat digunakan untuk busana pesta anak, yang sering digunakan
adalah sutra campuran dengan serat sintetis.
2. Serat Buatan
Serat buatan menurut Jumaeri, (1979:35), yaitu serat yang molekulnya disusun secara
sengaja oleh manusia. sifat-sifat umum dari serat buatan, yaitu kuat dan tahan gesekan.
1) Rayon
Rayon merupakan serat buatan yang paling awal dibuat, memiliki faktor yang terpenting
untuk keberhasilan pemasaran serat rayon adalah harga yang murah dan dapat
dipergunakan untuk membuat kain yang bagus dengan warna menyerupai wol, sutera
ataupun linen. Serat rayon pertama kali dibuat untuk membuat kain pakaian jenis krep
atau menyerupai linen. serat rayon ada bermacam-macam yaitu serat rayon viskos, serat
rayon kupramonium, serat rayon modulus, serat rayon kekuatan tinggi, serat polinosic.
jenis serat rayon yang dapat digunakan sebagai kain untuk busana anak, yaitu serat rayon
viskosa dan rayon kuproamonium.
a. Rayon Viskosa
Campuran rayon viskosa dan poliester banyak digunakan sebagai bahan pakaian.
Kain-kain yang halus digunakan untuk pakaian dan pakaian dalam. Rayon viskosa
tahan terhadap penyetrikaan, tetapi oleh pemanasan yang lama warnanya akan berubah
menjadi kuning. Sedangkan oleh penyinaran kekuatannya akan berkurang. Rayon
viskosa cepat rusak oleh asam dibandingkan dengan kapas, terutama dalam keadaan
panas. Rayon viskosa tahan terhadap pelarut-pelarut, Sedangkan jamur akan
menyebabkan kekuatannya berkurang serta berwarna lebih kusam.
b. Rayon Kupramonium
Rayon kupramonium adalah selulosa yang di generasi, maka sifatnya dalam banyak
hal sama dengan rayon viskos. Perbedaan sifat-sifatnya antara rayon kupramonium
sangat halus, lebih mulur diwaktu basah dibanding waktu kering, bahan mudah
terbakar, dan kekuatannya berkurang oleh sinar matahari. Rayon kupramonium
kebanyakan digunakan untuk busana pesta anak wanita, karena kain bermutu tinggi
dengan kehalusan filamennya member sifat lemas dan drape yang baik.
2) Polimer Sintesis
Polimer sintetis yaitu serat yang dibuat dari polimer-polimer buatan. polimer sintesis
diantaranya poliamida (nylon) dan poliester.
a. Poliamida (Nylon)
Polimida (Nylon) merupakan SERAT yang kuat. Sifat-sifat Nylon adalah kuat dan
tahan gesekan , daya mulurnya besar apabila diregang sampai 8 %, benang akan
kembali pada panjang semula, tetapi kalau terlalu regang bentuk akan berubah, elastis,
tidak mengisap uap air panas atau bahan tekstil mudah kering, sehingga Nylon akan
baik digunakan untuk pakaian bepergian, dan pakaian dalam anak karena ringan dan
cepat kering.
b. Poliester
10

Kain-kain yang dibuat dari poliester mempunyai sifat cepat kering, kuat dan dapat
berbentuk seperti serat alam. Serat-serat poliester bisa dicampur dengan serat-serat
katun, wol, rayon, dan sutera. poliester memiliki sifat yang baik, yaitu sifat tahan
kusut, dan dimensi yang stabil. untuk pakaian ringan/tipis, poliester sangat baik jika
dicampur dengan kapas. Serat poliester dapat menghasilkan kain yang tipis atau tebal
dengan cara menenun atau merajut sesuai dengan kebutuhan, jika menghendaki kain
yang terasa sejuk atau hangat, poliester dapat dicampur dengan katun atau rayon,
disebut dengan TC dan TR, yang digunakan sebagai seragam sekolah anak.
c. Serat akrilat
Sifat akrilat yang menonjol adalah mempunyai berat jenis rendah dan daya ruwah
(bulking power) yang sangat besar, sehingga serat tersebut sering diberi julukan hangat
tak berbobot (Warmth Without Weight). Serat akrilat di gunakan sebagai pengganti wol
pada busana anak. keberhasilan serat akrilat terutama pada penggunaan sebagai serat
stapel yang dapat menyerupai sifat wol. Untuk pakaian terasa lebih lembut, lebih
ringan dan tidak gatal seperti sifat serat wol, tidak mengempa (non felt), mudah dicuci
atau dirawat menjadikan serat ini saingan dari serat wol.
2.7 Manfaat Rekayasa Genetika
Beberapa peristiwa penting yang sudah berhasil dan masih giat diusahakan ialah:
Di bidang Kedokteran
Dalam dunia kedokteran, misalnya, produksi horman insulin tidak lagi disintesis dari
hewan mamalia, tetapi dapat diproduksi oleh sel-sel bakteri dengan cara kloning. ADN mamalia
yang mengkode sintesis hormon insulin. Klon ADN kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri
sehingga sel-sel bakteri tersebut akan menghasilkan hormon insulin.
a.

Pembuatan Insulin Manusia oleh Bakteri


Dalam bulan Desember 1980, seorang wanita Amerika (37 tahun) berasal dari Kansas,
Amerika Serikat, merupakan manusia pertama yang dapat menikmati manfaat rekayasa genetika.
Dia merupakan pasien diabetes pertama yang disuntik dengan insulin manusia yang dibuat oleh
bakteri. Insulin adalah suatu macam protein yang tugasnya mengawasi metabolisme gula di
dalam tubuh manusia. Gen insulin adalah suatu daerah dalam ADN kita yang memiliki informasi
untuk menghasilkan insulin. Penderita diabetes tidak mampu membentuk insulin dalam jumlah
yang dibutuhkan. Dahulu insulin didapatkan dari kelenjar pancreas sapi dan babi. Untuk membuat
hanya 1 pound (0,45 kg) insulin hewani itu, yang dibutuhkan oleh 750 pasien diabetes selama satu
tahun, diperlukan 8.000 pound (3.600 kg) kelenjar yang berasal dari 23.000 ekor hewan.
Dengan teknik rekayasa genetika, para peneliti berhasil memaksa bakteri untuk membentuk
insulin yang mirip sekali dengan insulin manusia. Melalui penelitian dapat dibuktikan pula bahwa
salinan insulin manusia ini bahkan lebih baik daripada insulin hewani dan dapat diterima lebih
baik oleh tubuh manusia.
b.
Pembuatan Vaksin Terhadap Virus AIDS
11

Pada tahun 1979 di Amerika Serikat dikenal suatu penyakit baru yang menyebabkan
seseorang kehilangan kekebalan tubuh. Penyakit ini dinamakan AIDS (Acquired Immune
Deficiency Syndrome) atau Sindrom defisiensi imunitas dapatan. Penderita mengidap kerapuhan
daya kekebalan untuk melawan infeksi. Dalam tahun 1983 diketahui bahwa AIDS ditularkan oleh
prosedur transfusi darah, selain oleh pemakaian jarum obat bius dan hubungan seks pada orang
homoseks. Penderita AIDS mengalami kerusakan pada sel-T, sel darah putih kelompok limfosit
yang vital bagi tubuh guna memerangi infeksi.
c.
Usaha menyembuhkan penyakit Lesch-Nyhan
Penyakit Lesch-Nyhan adalah salah satu penyakit keturunan yang ditemukan paling akhir,
yaitu di pertengahan 1960, oleh Dr. William Nyhan dari medical Scholl, University of California,
San Franscisco, California, USA, bersama seorang mahasiswanya bernama Michael Lesch.
Penyakit ini adalah salah satu dari sekitar 3000 jenis penyakit keturunan yang pernah ditemukan.
Penerita penyakit mental ini tidak mampu membentuk enzim hipoxantin-guanin phosphoribosil
transferase (HGPRT) yang diikuti olah bertambah aktifnya gen serupa, ialah adenine
phosphoribosil transferase (APRT). Karena metabolisme purin menjadi abnormal, maka penderita
memilliki purin yang berlebihan, terutama basa guanine.
d.
Terapi Gen
Para peneliti juga menggunakan rekayasa genetika untuk mengobati kelainan genetik.
Proses ini, yang disebut terapi gen, meliputi penyisipan duplikat beberapa gen secara langsung ke
dalam sel seseorang yang mengalami kelainan genetis. Sebagai contoh, orang-orang yang
mengalami sistik fibrosis tidak memproduksi protein yang dibutuhkan untuk fungsi paru-paru
yang tepat. Kedua gen yang mengkode protein untuk cacat bagi orang-orang ini mengalami
kerusakan. Para ilmuwan dapat menyisipkan duplikat gen ke dalam virus yang tidak
membahayakan. Virus yang direkayasa ini dapat disemprotkan ke paru-paru pasien yang
menderita sistik fibrosis. Para peneliti berharap bahwa duplikat gen dalam virus tersebut akan
berfungsi bagi pasien untuk memproduksi protein. Terapi gen masih merupakan metode
eksperimen untuk mengobati kelainan genetik. Para peneliti bekerja keras untuk mengembangkan
teknik yang menjanjikan ini.

Pentingnya Rekayasa Genetik di Bidang Farmasi


Dalam dunia farmasi, gen yang mengontrol sintesis obat-obatan jika diprosukdi secara
alami akan membutuhkan ongkos produksi yang tinggi. Jika diklon dan dimasukkan ke dalam selsel bakteri, bakteri akan memproduksi obat-obatan tersebut. Rekayasa genetik begitu cepat
mendapat perhatian di bidang farmasi dalam usaha pembuatan protein yang sangat diperlukan
untuk kesehatan.
1. Pencangkokan gen biasanya hanya menyangkut sebuah gen tunggal. Secara teknik, ini
tentunya lebihmudah dijalankan daripada menghadapi sejumlah gen-gen.
2. Mungkin kloning gen ini relatif lebih murah, aman, dan dapat dipercaya dalam
memperoleh sumber protein yang mempunyai arti penting dalam bidang farmasi.
12

3. Banyak hasil-hasil farmasi yang didapatkan melalui pencangkokan gen itu berupa
senyawa-senyawa yang dengan dosis kecil saja sudah dapat memperlihatkan pengaruh
yang banyak, seperti misalnya didapatkannya berbagai macam hormone, faktor tumbuh
dan protein pengatur, yang mempengaruhi proses fisiologis, sepeerti tekanan darah,
penyembuhan luka dan ketenangan hati.

Pentingnya Rekayasa Genetik di bidang Pertanian


Rekayasa genetik juga telah digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam sel dari
organisme-organisme lain. Para ilmuwan telah menyisipkan gen-gen dari bakteri ke dalam sel
tomat, gandum, padi, dan tanaman pangan lainnya (Bernabetha, dkk. 2006.). Beberapa
memungkinkan tanaman bertahan hidup dalam temperatur dingin atau kondisi tanah yang
gersang, dan kebal terhadap hama serangga. Pertanian diharapkan akan menikmati keuntungan
paling banyak dari teknik rekayasa genetik, seperti:
1. Menggantikan pemakaian pupuk nitrogen yang banyak dipergunakan tetapi mahal
harganya, oleh fiksasi nitrogen secara alamiah.
2. Teknik rekayasa genetik mengusahakan tanam-tanaman (khususnya yang mempunyai arti
ekonomi) yang tidak begitu peka terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur,
dan cacing.
3. Mengusahakan tanam-tanaman yang mampu menghasilkan pestisida sendiri.
4. Mengusahakan tanaman padi-padian yang mampu membuat pupuk nitrogen sendiri.
5. Tanam-tanaman yang mampu menangkap cahaya dengan lebih efektif untuk
meningkatkan efisiensi fotosintesis.
6. Tanam-tanaman yang lebih tahan terhadap pengaruh kadar garam, hawa kering, dan
embun beku.
7. Mengusahakan menadapatkan tanaman baru yang lebih menguntungkan lewat
pencangkokan gen. Tanaman kentang, tomat, dan tembakau tergolong dalam keluarga
yang sama, yaitu Solanaceae. Akan tetapi serbuk sari dari satu spesies dalam keluarga ini
tidak dapat membuahi sel telur dari spesies lain dalam keluarga itu juga.
Contoh tanaman yang telah menggunakan Teknologi Rekayasa yaitu:
a.
Kedelai Transgenik
Kedelai merupakan produk Genetikally Modified Organism terbesar yaitu sekitar 33,3 juta
ha atau sekitar 63% dari total produk GMO yang ada. Dengan rekayasa genetik, dihasilkan
tanaman transgenik yang tahan terhadap hama, tahan terhadap herbisida dan memiliki kualitas
13

hasil yang tinggi. Saat ini secara global telah dikomersialkan dua jenis kedelai transgenik yaitu
kedelai toleran herbisida dan kedelai dengan kandungan asam lemak tinggi
b.
Jagung Transgenik
Di Amerika Serikat, komoditi jagung telah mengalami rekayasa genetik melalui teknologi
rDNA, yaitu dengan memanfaatkan gen dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) untuk
menghindarkan diri dari serangan hama serangga yang disebut corn borer sehingga dapat
meningkatkan hasil panen. Gen Bacillus thuringiensis yang dipindahkan mampu memproduksi
senyawa pestisida yang membunuh larva corn borer tersebut.
Berdasarkan kajian tim CARE-LPPM IPB menunjukkan bahwa pengembangan usaha tani
jagung transgenik secara nasional memberikan keuntungan ekonomi sekitar Rp. 6,8 triliyun.
Keuntungan itu berasal dari mulai peningkatan produksi jagung, penghematan usaha tani hingga
penghematan devisa negara dengan berkurangnya ketergantungan akan impor jagung.
Dalam jangka pendek pengembangan jagung transgenik akan meningkatkan produksi jagung
nasional untuk pakan sebesar 145.170 ton dan konsumsi langsung 225.550 ton. Sementara dalam
jangka panjang, penurunan harga jagung akan merangsang kenaikan permintaan jagung baik oleh
industri pakan maupun konsumsi langsung. Bukan hanya itu, dengan meningkatkan produksi
jagung Indonesia juga menekan impor jagung yang kini jumlahnya masih cukup besar. Pada tahun
2006, impor jagung masih mencapai 1,76 juta ton. Secara tidak langsung, penggunaan tanaman
transgenik juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
c.
Kapas Transgenik
Kapas hasil rekayasa genetik diperkenalkan tahun 1996 di Amerika Serikat. Kapas yang
telah mengalami rekayasa genetika dapat menurunkan jumlah penggunaan insektisida. Diantara
gen yang paling banyak digunakan adalah gen cry (gen toksin) dari Bacillus thuringiensis, gengen dari bakteri untuk sifat toleransi terhadap herbisida, gen yang menunda pemasakan buah.
Bagi para petani, keuntungan dengan menggunakan kapas transgenik adalah menekan
penggunaan pestisida atau membersihkan gulma tanaman dengan herbisida secara efektif tanpa
mematikan tanaman kapas. Serangga merupakan kendala utama pada produksi tanaman kapas. Di
samping dapat menurunkan produksi, serangan serangga hama dapat menurunkan kualitas
kapas.Saat ini lebih dari 50 persen areal pertanaman kapas di Amerika merupakan kapas
transgenik dan beberapa tahun ke depan seluruhnya sudah merupakan tanaman kapas transgenik.
Demikian juga dengan Cina dan India yang merupakan produsen kapas terbesar di dunia setelah
Amerika Serikat juga secara intensif telah mengembangkan kapas transgenik.
d.
Tomat Transgenik
Pada pertanian konvensional, tomat harus dipanen ketika masih hijau tapi belum matang.
Hal ini disebabkan akrena tomat cepat lunak setelah matang. Dengan demikian, tomat memiliki
umur simpan yang pendek, cepat busuk dan penanganan yang sulit. Tomat pada umumnya
mengalami hal tersebut karena memiliki gen yang menyebabkan buah tomat mudah lembek. Hal
ini disebabkan oleh enzim poligalakturonase yang berfungsi mempercepat degradasi pektin.
Tomat transgenik memiliki suatu gen khusus yang disebut antisenescens yang memperlambat
proses pematangan (ripening) dengan cara memperlambat sintesa enzim poligalakturonase
sehungga menunda pelunakan tomat. Dengan mengurangi produksi enzim poligalakturonase akan
14

dapat diperbaiki sifat-sifat pemrosesan tomat. Varietas baru tersebut dibiarkan matang di bagian
batang tanamannya untuk waktu yang lebih lama sebelum dipanen. Bila dibandingkan dengan
generasi tomat sebelumnya, tomat jenis baru telah mengalami perubahan genetika, tahan terhadap
penanganan dan ditransportasi lebih baik, dan kemungkinan pecah atau rusak selama pemrosesan
lebih sedikit.
e.
Kentang Transgenik
Mulai pada tanggal 15 Mei 1995, pemerintah Amerika menyetujui untuk
mengomersialkan kentang hasil rekayasa genetika yang disebut Monsanto sebagai perusahaan
penunjang dengan sebutan kentang New Leaf. Jenis kentang hybrid tersebut mengandung
materi genetik yang memnungkinkan kentang mampu melindungi dirinya terhadap
serangan Colorado potato beetle. Dengan demikian tanaman tersebut dapat menghindarkan diri
dari penggunaan pestisida kimia yang digunakan pada kentang tersebut. Selain resisten terhadap
serangan hama, kentang transgenik ini juga memiliki komposisi zat gizi yang lebih baik bila
dibandingkan dengan kentang pada umumnya. Hama beetle Colorado merupakan suatu jenis
serangga yang paling destruktif untuk komoditi kentang di Amerika dan mampu menghancurkan
sampai 85% produksi tahunan kentang bila tidak ditanggulangi dengan baik.
Daya perlindungan kentang transgenik tersebut berasal dari bakteri Bacillus
thuringiensis sehingga kentang transgenik ini disebut juga dengan kentang Bt. Sehingga
diharapkan melalui kentang transgenik ini akan membantu suplai kentang yang
berkesinambungan, sehat dan dalam jangkauan daya beli masyarakat.

Pentingnya Rekayasa Genetika di Bidang Peternakan


Teknik rekayasa genetika dapat juga digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam hewan,
yang kemudian memproduksi obat-obatan penting untuk manusia. Sebagai contoh, para ilmuwan
dapat menyisipkan gen manusia ke dalam sel sapi. Kemudian sai tersebut memproduksi protein
manusia yang sesuai dengan kode gen yang disisipkan. Para ilmuwan telah menggunakan teknik
ini untuk memproduksi protein pembeku darah yang dibutuhkan oleh penderita hemophilia.
Protein tersebut diproduksi dalam susu sapi, dan dapat dengan mudah diekstraksi dan digunakan
untuk mengobati manusia yang menderita kelainan itu. Di bidang Peternakan, rekayasa genetika
juga diduga akan memberi harapan besar, seperti:
1. Telah diperoleh vaksin-vaksin untuk melawan penyakit mencret ganas yang dapat
mematikan anak-anak babi.
2. Sudah dipasarkan vaksin yang efektif terhadap penyakit kuku dan mulut, yaitu penyakit
ganas dan sangat menular pada sapi, domba, kambing, rusa dan babi. Sebelumnya, para
peternak sering membantai seluruh ternaknya, walaupun sebenarnya hanya seekor saja
yang terkena penyakit tersebut, dengan maksud untuk mencegah penularannya yang lebih
luas.

15

3. Sekarang sedang diuji hormone pertumbuhan tertentu untuk sapi yang mungkin dapat
meningkatkan produksi susu.

Pentingnya Rekayasa Genetika di Bidang Industri


Penelitian rekayasa genetika di bidang industri sedang meningkat cepat. Berbagai usaha
yang sedang giat dilakukan misalnya:
1. Menciptakan bakteri yang dapat melarutkan logam-logam langsung dari dalam bumi.
2. Menciptakan bakteri yang dapat menghasilkan bahan kimia, yang sebelumnya berasal dari
minyak atau dibuat secara sintetis, misalnya saja dapat menghasilkan bahan pemanis yang
digunakan pada pembuatan berbagai macam minuman.
3. Menciptakan bakteri yang dapat menghasilkan bahan mentah kimia seperti etilen yang
diperlukan untuk pembuatan plastik.
4. Chakrabarty, seorang peneliti yang bekerja untuk perusahaan General Electrik mencoba
untuk menciptakan suatu mikroorganisme yang mampu menggunakan minyak tanah
sebagi sumber makanan dengan maksud agar supaya mikroorganisme demikian itu akan
sangat berharga dalam dunia perdagangan, karena dapat membersihkan tumpahan minyak
tanah.

16

BAB III
KESIMPULAN
Reproduksi merupakan cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk
kehidupan oleh pendahulu setiap individu organisme untuk menghasilkan suatu generasi
selanjutnya. Reproduksi sel merupakan proses penggadaan meteri genetik (DNA) yang terdapat
didalam nukleus. Sehingga menghasilkan sel-sel anakan yang memiliki materi genetik yang sama.
Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk
beluknya secara ilmiah. Sedangkan hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya
baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar atau status
sosial.
Rekayasa genetika dalam bidang pangan merupakan salah satu teknik bioteknologi yang
dilakukan dengan cara pemindahan gen dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya
(dikenal juga dengan istilah transgenik) untuk mendapatkan jenis baru yang mampu menghasilkan
produk pangan yang lebih unggul. Contoh produk dari rekayasa genetika dalam bidang pangan
adalah Tomat transgenik, Jagung Bt, Tanaman tembakau tahan cuaca dingin.
Rekayasa genetika dalam bidang sandang adalah teknologi yang memanfaatkan ilmu biologi
yang digunakan untuk menciptakan terobosan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia.
Bioteknologi sandang melibatkan agen biologi yang berupa tanaman penghasil bahan sandang.
Teknologi yang dikembangkan adalah rekayasa genetika (teknologi) plasmid. Hasil yang
diinginkan berupa tanaman transgenik yang tahan terhadap hama penyakit sehingga dapat
mengoptimalkan produktivitasnyaa. Contoh rekayasa genetika dalam bidang sandang adalah seraserat buatan untuk pembuatan pakaian.

17

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Heredity. Http://Onlinelibrary.Wiley.Com/Journal/10.1111/(ISSN)1601-5223
(Online). Diakses Tanggal 15 Oktober 2016
Anonim. 2014. Manfaat Rekayasa Genetika Diberbagai Bidang. Http://ForesterUntad.Blogspot.Co.Id/2014/11/Manfaat-Rekayasa-Genetika-Di-Berbagai.Html (Online).
Diakses Tanggal 08 Oktober 2016.
Anonim. 2014. Serat Alami Dan Serat Buatan Sintetis.
Http://Apobaeado.Blogspot.Co.Id/2013/05/Serat-Alami-Dan-Serat-Buatan-Sintetis.Html
(Online). Diakses Tanggal 15 Oktober 2016

Jumhana. 2015. Modul Reproduksi Dan Metabolism Sel.


Http://File.Upi.Edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195905081984031NANA_JUMHANA/Modul_Lengkap/Modul_2_REPRODUKSI_DAN_METABOLISME
_SEL.Pdf (Online). Diakses Tanggal 15 Oktober 2016
Nurlaela Pujianti. 2012. Rekayasa Genetika Dalam Bidang Pangan.
Http://Bioliciousedu.Blogspot.Co.Id/2012/05/Bab-I-Pendahuluan.Html
(Online). Diakses Tanggal 08 Oktober 2016.
Syahriani. 2013. Makalah Rekayasa Genetika.
Http://Syahrianibio.Blogspot.Co.Id/2013/10/Makalah-RekayasaGenetika.Html (Online). Diakses Tanggal 08 Oktober 2016.

18