Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH BETON KINERJA TINGGI

MATA KULIAH TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI

DISUSUN OLEH:
VERA MAHARDIKA, S.T.
NIM. MTS163510858

FAKULTAS TEKNIK
PRODI MAGISTER TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
2016

Teknologi bahan konstruksi terus mengalami inovasi seiring bertambahnya kebutuhan


masyarakat tehadap fasilitas infrastruktur misalnya gedung bertingkat sangat tinggi seperti
apartment karena mulai terbatasnya lahan di perkotaan dan permasalahan lainnya. Salah satu
teknologi bahan konstruksi yang terus berinovasi yakni beton mutu tinggi.
Beton merupakan bahan gabungan yang terdiri dari agregat kasar (batu pecah/kerikil),
agregat halus (pasir) yang dicampur dengan semen sebagai bahan perekatnya dan air sebagai
bahan pembantu untuk keperluan reaksi kimia selama proses pengerasan dan perawatan beton
berlangsung/serta kadang-kadang ditambah bahan kimia tertentu (chemical admixture) atau
bahan pengisi tertentu bila diperlukan (Neville, A.M, 1996).
Berdasarkan mutu kinerja beton dikelompokkan menjadi beton mutu normal dan
beton mutu tinggi. Berdasarkan ACI Committee 211.4R-93 (ACI Committee, 1996), beton
mutu normal adalah beton yang memiliki kuat tekan kurang dari 41 Mpa. Dan berdasarkan
ACI Committee 363 R-92 (Ibid, 1996) beton mutu tinggi adalah beton yang mempunyai nilai
kuat tekan 41 Mpa atau lebih.
Berdasarkan SNI Pd-T-04-2004-C beton mutu tinggi adalah beton dengan kuat tekan
yang disyaratkan fc 40 80Mpa, dengan benda uji standar silinder diameter 15 cm dan tinggi
30 cm pada umur 56 hari ataupun 90 hari atau tergantung waktu yang ditentukan.
Beton kinerja tinggi dapat diartikan sebagai beton yang mempunyai kekuatan tinggi
(hight strength concrete) yang mempertimbangkan keawetan (durability) serta kemudahan
dalam pengerjaan (workability).
Penggunaan beton mutu tinggi sangat cocok untuk struktur bangunan tingkat tinggi,
struktur jembatan, tiang dan kolom dengan beban yang besar dimana akan memberikan
pengurangan dalam desain dimensi kolom dan balok dan memberikan keuntungan ruang.
Dengan mutu tinggi (high strength concrete) dimensi dapat diperkecil sehingga berat
struktur menjadi lebih ringan dan beban yang diterima pondasi menjadi lebih kecil, dari segi
ekonomis hal tersebut tentu lebih menguntungkan.
Faktor utama yang bisa menentukan keberhasilan beton mutu tinggi jika dihubungkan
dengan mutu dan keawetan tinggi yaitu faktor air semen (fas, w/c) yang rendah, kualitas
agregat halus (pasir), kualitas agregat kasar (kerikil), penggunaan bahan kimia tertentu
(chemical admixture) dan aditif mineral dalam kadar yang tepat dan prosedur yang cermat
pada proses produksi.
Menurut SNI 03-6468-2000, nilai faktor air semen untuk beton mutu tinggi adalah
0,2-0,5. Sedangkan untuk beton bermutu sangat tinggi faktor air semen yang digunakan
kurang dari 0,2 (Jianxin Ma dan Jorg Dietz, 2002).

Gambar 1. Hubungan Antara Kuat Tekan Beton dan Rasio w/c


Kualitas agregat halus pada campuran beton mutu tinggi yakni berbentuk bulat,
tekstur halus, modulus kehalusan 2,5 s/d 3,0, bergradasi baik dan diambil dari sumber yang
sama.
Sedangkan kualitas agregat kasar pada campuran beton mutu tinggi yaitu memiliki
porositas rendah (water absorbtion kurang dari 1%), bentuk fisik agregat kasar kubikal dan
tajam untuk memberikan daya lekat mekanik yang lebih baik, ukuran maksimum kurang dari
15mm, bersih, kuat hancur tinggi serta bergradasi baik dan diambil dari sumber yang sama.
Dari Gambar 1 dapat diperhatikan bahwa semakin rendah rasio w/c maka semakin
tinggi kuat tekan beton begitu pula sebaliknya. Namun dengan menggunakan rasio w/c yang
terlalu kecil dapat membuat pengerjaan beton menjadi sulit dilakukan. Sehingga pemadatan
menjadi tidak maksimal dan dapat menyebabkan keropos pada beton. Hal ini bisa berakibat
fatal yaitu menurunkan kuat tekan beton. Untuk mengatasi permasalahan dalam hal
pemadatan ini maka dapat dibantu dengan menggunakan bantuan alat penggetar (vibrator)
atau dengan bahan tambahan kimia (chemical admixture) yang bersifat menambah
kemudahan dalam pengerjaan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan
superplasticizer yang sifatnya dapat mengurangi air (dengan menggunakan rasio w/s kecil)
tetapi tetap mudah dikerjakan (sesuai standar ASTM C.494 Tipe F, High Range Water
Reducing Admixtures).

Gambar 2. Beton Mutu Tinggi Yang Melakukan Pemadatan Sendiri


Untuk meningkatkan workability campuran beton, penggunaan dosis superplasticizer
secara normal berkisar antara 1-3 liter tiap 1 meter kubik beton. Larutan superplasticizer
terdiri dari 40% material aktif. Ketika superplasticizer digunakan untuk mengurangi jumlah
air, dosis yang digunakan akan lebih besar, 5 sampai 20 liter tiap 1 meter kubik beton
(Neville, 1995).

Gambar 3. Pengaruh Superplastisizer Terhadap Workability


Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan memberikan bahan ganti atau bahan
tambah mineral (additive), dari beberapa bahan pengganti dan bahan tambah yang ada
diantaranya adalah abu terbang (fly ash) selain dapat meningkatkan mutu beton, juga dapat
mempengaruhi tegangan dan regangan pada beton. Secara umum, sifat fisik abu terbang
adalah mempunyai partikel yang berbentuk seperti bola dengan diameter antara 0,1-3m,
memiliki permukaan spesifik (specific surface) antara 0,2-0,6 m/gr, kehalusan partikelnya
sebesar 70-80% lolos saringan 200 (75 m), dan berwarna abu-abu hingga coklat muda serta
memiliki kandungan silika yang cukup tinggi.
Untuk mengurangi porositas semen dapat digunakan additive yang bersifat pozzolan
dan mempunyai patikel sangat halus. Salah satu additive tersebut adalah mikrosilika
(silicafume), yang merupakan produk sampingan sebagai abu pembakaran dari proses
pembuatan silicon metal atau silicon alloy dalam tungku pembakaran listrik. Mikrosilika ini
bersifat pozzolan, dengan kadar kandungan senyawa silica dioksida (SiO 2) yang sangat tinggi
yaitu lebih besar dari 90%, dan ukuran butiran partikel yang sangat halus yaitu sekitar 1 per
100 ukuran rata-rata partikel semen. Dengan demikian penggunaan mikrosilika pada
umumnya akan memberikan sumbangan yang lebih efektif pada kinerja beton, terutama
untuk beton bermutu sangat tinggi.
Beberapa keuntungan digunakannya mikrosilika sebagai bahan tambah yaitu
mengurangi bleeding dan segregasi, memperoleh panas hidrasi, memperkecil nilai slump,
menurunkan nilai permeabilitas beton dan meningkatkan keawetan beton.
Untuk menghasilkan beton bermutu tinggi maka dibutuhkan prosedur yang benar dan
diawasi dengan teliti pada keseluruhan proses produksi beton yang meliputi uji material,
sensor dan pengelompokan material, penakaran dan pencampuran, pengadukan,
pangangkutan, pengecoran, dan perawatan.

Manfaat beton mutu tinggi diantaranya yaitu menghasilkan beton dengan ketahanan
tinggi (high durability), menghasilkan beton dengan kuat tekan awal yang tinggi dan
mempercepat pelaksanaan konstruksi, meningkatkan nilai modulus elastisitas dan
mengurangi efek rangkak (creep), memungkinkan pembangunan konstruksi bangunan tingkat
tinggi (high rise contruction), memperkecil dimensi kolom sehingga penggunaan ruang lantai
lebih effisien, secara ekonomi dapat meningkatkan penggunaan box girder dan solid girder
bridge dengan design yang lebih simpel.
Adapun kelemahan penggunaan beton mutu tinggi yakni meningkatkan biaya beton
per unit volume, memerlukan kontrol kualitas terhadap mutu beton dan kebutuhan produksi,
workability kurang baik sehingga membutuhkan superplasticizer untuk menambah
kemudahan pengerjaannya dan seringkali beton menurun dengan cepat setelah waktu
pencampuran, waktu pengangkutan beton pendek dan penambahan superplasticizer sangat
kritis, waktu perkerasan beton sangat cepat, menghasilkan panas hidrasi yang tinggi sehingga
perlu menurunkan hidrasi semennya, membutuhkan waktu lebih dari 28 hari untuk mencapai
kuat tekan yang spesifik (Sumber : L. J. Parrot, 1988).