Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Jarak Septic tank dan Kondisi Fisik Sumur terhadap Keberadaan Bakteri Eschercia coli pada Sumur Gali

Nurmala Febriyanti Radjak 811 409 136 Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo

ABSTRAK

Nurmala Febriyanti Radjak. 2013 “Pengaruh Jarak Septic tank dan Kondisi Fisik Sumur terhadap Keberadaan Bakteri Eschercia coli pada Sumur Gali”. Skripsi, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Hj. Herlina Jusuf. Dra., M.Kes dan Pembimbing II Ekawaty Prasetya S.Si, M.Kes. Air sangat erat hubungannya dengan manusia karena menjadi sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak bahkan menjadi satu sarana utama untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sumur gali merupakan salah satu sumber penyediaan air bersih bagi masyarakat di pedesaan maupun perkotaan. Sumur gali berasal dari air tanah dangkal sehingga dengan mudah mengalami pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak septic tank dan kondisi fisik sumur terhadap keberadaan bakteri Eschercia coli pada sumur gali. Penelitian ini bersifat Observasional dan uji laboratorium dengan menggunakan desain Cross Sectional study terhadap 20 sumur yang di ambil sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi, selanjutnya di lakukan pengukuran terhadap jarak septic tank dan observasi terhadap kondisi fisik sumur kemudian pemeriksaan bakteriologis air yang di sajikan dalam bentuk tabel Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total bakteri E.coli tertinggi memenuhi syarat yakni (95%) dan tidak memenuhi syarat (5%), untuk jarak septic tank terdistribusi tertinggi jarak kurang dari 10 m yakni (75%) dan lebih dari 10 m (25%), untuk kondisi fisik sumur tertinggi kategori baik (55%) dan buruk (45%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan Regresi Linier Sederhana di ketahui bahwa aspek jarak septic tank (r = 0,119) memiliki pengaruh lemah atau tidak ada pengaruh dan kondisi fisik sumur (r = 0,293) memiliki pengaruh sedang terhadap keberadaan bakteri Eschercia coli.

Kata Kunci : Septic tank, Sumur Gali, Bakteri Eschercia coli

I. PENDAHULUAN Air merupakan zat yang mutlak bagi setiap mahluk hidup, dan kebersihan air adalah syarat utama bagi terjaminnya kesehatan (Dwidjoseputro, 2003: 187). Air juga merupakan kebutuhan yang tidak bisa di tunda pemenuhannya. Manusia membutuhkan air, terutama untuk minum (Fety dan Yogi, 2011). Air di pergunakan manusia untuk berbagai keperluan yaitu keperluan rumah tangga, industri, pertanian dan keperluan lainnya. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga yang berupa air bersih adalah dengan memanfaatkan air permukaan ataupun air tanah. Meskipun air adalah kebutuhan pokok makhluk hidup, kuantitasnya sangat banyak, dan mudah meningkatkan kualitasnya untuk manusia, namun masih banyak masyarakat yang tidak memiliki air bersih. Salah satu penyebab karena terkontaminasi limbah manusia sendiri (Purbowarsito, 2011). Menurut UU Nomor 23 tahun 1992 pasal 22 ayat 3

tentang kesehatan menyatakan bahwa penyehatan air meliputi pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagai kebutuhan hidup manusia. Faktor-faktor yang menyebabkan kualitas air sumur kurang baik yaitu jarak septic tank dengan sumur yang kurang dari 11 meter dan Kondisi septic tank yang tidak kedap air serta terletak pada tanah berpasir, sehingga air sumur gali tercemar oleh tinja yang mengandung bakteri Eschercia coli serta dapat mengakibatkan kualitas air sumur tidak sesuai lagi dengan standar peruntukannya sebagai sumber air bersih. Selain itu kondisi fisik sumur juga dapat mempengaruhi pencemaran air sumur gali, di mana semakin baik kondisi fisik sumur gali maka kandungan bakteriologis air sumur semakin sedikit, sebaliknya jika semakin buruk kondisi fisik sumur gali maka kandungan bakteriologis air sumur pun semakin banyak. Desa Molohu termasuk dalam Kecamatan Tolangohula yang merupakan salah satu Kecamatan di

Kabupaten Gorontalo. Sebagian besar warga Desa Molohu menggunakan sumber air bersih yang berasal dari sumur gali sebanyak 232 unit dan yang lainnya menggunakan Fasilitas MCK umum yang berjumlah 11 unit yang di manfaatkan untuk mandi, mencuci, memasak dan minum. Salah satu penyakit yang di sebabkan karena kondisi air yang

adalah Diare. Berdasarkan data dari Puskesmas Tolangohula untuk tahun 2011 dan 2012, kejadian diare mengalami penurunan dari 999 kasus menjadi 898 kasus, angka tersebut menduduki peringkat kedua setelah Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) dan desa Molohu menduduki peringkat kedua setelah Desa Sukamakmur di mana Diare sebanyak 120 kasus untuk tahun

tidak memenuhi syarat kesehatan

2012

II.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 15 27 April Tahun 2013, observasi dan pengambilan sampel di lakukan di desa Molohu Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo, yang selanjutnya pengujian kandungan bakteri (jumlah Eschercia coli) di laksanakan di laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini berbentuk

observasional dengan Metode cross sectional study. Variabel penelitian meliputi variabel dependen (total bakteri E.coli pada sumur gali) dan variabel independen (Jarak septic tank dan kondisi fisik sumur gali). Populasi dalam penelitian ini ada 118 rumah. Pengambilan sampel di sesuaikan dengan kriteria Inklusi dan

Eksklusi sehingga di peroleh sampel sebanyak 20 sumur gali.

III.

HASIL PENELITIAN

Tabel 1 Pengaruh Jarak Septic tank terhadap total bakteri E.coli di Desa Molohu Tahun 2013

       

Std. Error of the Estimate

Model

R

R Square

Adjusted R Square

1

,119(a)

,014

-,041

33,151

Nilai r adalah 0,119 yang

artinya pengaruh antara jarak septic

tank terhadap keberadaan bakteri

E.coli sangat lemah atau tidak ada

hubungan. Di mana nilai R 2 adalah

0,014 yang artinya hanya 1,4%

pengaruh dari jarak Septic tank

terhadap keberadaan bakteri E.coli

sisanya 98,6% di pengaruhi oleh

variabel lain yang tidak di teliti

Tabel 2

Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana terhadap Pengaruh Jarak Septic

tank dengan Bakteri E.coli

 
 

Unstandardized

Standardized

   

Coefficients

Coefficients

t

Sig.

 

Std.

     

Model

B

Error

Beta

B

Std. Error

1

(Constant)

29,920

23,030

 

1,299

,210

jarak septic

-1,302

2,565

-,119

-,508

,618

tank

         

Konstanta sebesar 29,920

artinya jika jarak septic tank nilainya

lebih dari 0, maka bakteri E.coli

bernilai Positif. Sedangkan Koefisien

regresi variabel jarak septic tank

sebesar 1,299 yang artinya jika jarak

septic tank bertambah 1 meter maka

total bakteri E.coli pada air sumur

gali akan menurun. Koefisien

bernilai positif artinya terjadi

hubungan positif antara jarak septic

tank dan total bakteri E.coli, di mana

semakin jauh jarak septic tank

dengan sumur gali maka total bakteri

E.coli akan menurun.

Tabel 3

Pengaruh

Kondisi Fisik Sumur Gali terhadap Total Bakteri E.coli di

Desa Molohu Tahun 2013

       

Std. Error of the

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Estimate

1

,293(a)

,086

,035

31,923

Nilai r adalah 0,293 yang

artinya terdapat pengaruh sedang

antara Kondisi fisik sumur terhadap

keberadaan bakteri E.coli. Nilai R 2

adalah 0,086 yang artinya hanya

8.6% pengaruh dari kondisi fisik

sumur terhadap keberadaan bakteri

E.coli sisanya 91.4% di pengaruhi

oleh variabel lain yang tidak di teliti.

Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana terhadap pengaruh Kondisi Fisik

Sumur dengan Bakteri E.coli

 

Unstandardized

Standardized

   

Coefficients

Coefficients

t

Sig.

 

Std.

   

Std.

Model

B

Error

Beta

B

Error

1

(Constant)

-12,077

24,846

 

-,486

,633

kondisi fisik

9,096

7,000

,293

1,300

,210

sumur

         

Konstanta sebesar -12,077

artinya jika Kondisi fisik sumur

nilainya adalah 0, maka bakteri

E.coli bernilai negatif. Sedangkan

Koefisien regresi variabel Kondisi

fisik sumur bernilai negatif sebesar -

0,486 yang artinya terjadi hubungan

negatif antara kondisi fisik sumur

dan total bakteri E.coli, di mana

semakin tidak baik kondisi fisik

sumur maka total bakteri E.coli akan

meningkat.

IV. PEMBAHASAN

Kebutuhan air untuk minum

termasuk untuk memasak harus

mempunyai persyaratan khusus agar

air tersebut tidak menimbulkan

penyakit bagi manusia. Air minum

yang terkontaminasi oleh bakteri

E.coli dapat menyebabkan gangguan

saluran pencernaan sehingga

menyebabkan diare.

Jarak sumur gali dengan septic

tank di desa molohu yang kurang

dari 10 meter lebih banyak di bandingkan dengan jarak sumur yang lebih dari 10 meter. Hal ini di sebabkan oleh aspek pengetahuan mencakup ketidaktahuan masyarakat tentang jarak septic tank yang memenuhi syarat dan dampak yang di timbulkan jika terjadi pencemaran, serta kurangnya koordinasi dengan petugas kesehatan khususnya bagian sanitasi lingkungan sehingga membuat masyarakat tidak memperhatikan jarak sumber pencemar yang dapat mempengaruhi pencemaran air sumur, pada hal limbah dari septic tank sangat mempengaruhi pencemaran terhadap sumur gali apabila jarak septic tank dekat dengan sumur gali. Selain itu Kondisi fisik/konstruksi sumur yang tidak memenuhi standar kesehatan juga dapat menjadi sumber pencemar dimana air yang sudah tercampur dengan bakteri atau sumber pencemar lain dapat merembes melalui pori-pori dinding, bibir dan lantai sumur yang tidak kedap air dan masuk ke dalam sumur sehingga menyebabkan pencemaran.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa sumur yang memiliki kondisi fisik sumur yang kurang baik dan tidak memenuhi syarat yang di sebabkan oleh beberapa aspek diantaranya aspek pengetahuan yang di miliki oleh masyarakat terhadap dampak kondisi fisik sumur gali yang tidak memenuhi syarat di tambah lagi dengan ketidaktahuan masyarakat tentang kondisi fisik sumur yang memenuhi syarat. Keadaan ekonomi keluarga juga mempengaruhi kondisi fisik sumur yang tidak memenuhi syarat dimana sumber mata pencaharian masyarakat lebih banyak adalah buruh tani yang penghasilannya < 500 perbulan, sedangkan untuk membuat sumur dengan konstruksi sumur yang memenuhi syarat membutuhkan dana yang lebih besar sekitar 2,5-3 juta seperti pengadaan semen terutama untuk pembuatan dinding, lantai dan SPAL di tambah lagi dengan biaya tukang, sedangkan untuk biaya makan dan keperluan sehari-hari saja mereka tidak mampu, apalagi harus membuat konstruksi sumur yang memenuhi syarat.

Hasil analisis statistik dengan menggunakan Regresi Linier Sederhana di peroleh bahwa pengaruh jarak septic tank terhadap total bakteri E.coli air sumur gali di desa Molohu tidak signifikan atau pengaruhnya sangat lemah. . Hal ini di pengaruhi oleh adanya sumber pencemar lain selain septic tank yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan sumur gali milik warga desa molohu, salah satunya adalah tempat pembuangan sampah yang berasal dari rumah tangga. dan adanya tempat pemeliharaan hewan ternak atau kandang yang berada dekat dengan beberapa sumur warga yang berada di desa molohu. Dari hasil penelitian ada 65% sumur yang berada tidak jauh dari tempat pembuangan sampah sehingga membuat sumur-sumur tersebut terkontamimasi oleh bakteri e.coli karena warga tidak mengetahuni air sumurnya sudah tercemar jadi mereka terbiasa menggunakan air sumur yang sudah tercemar tersebut. hasil pengamatan di peroleh kondisi fisik sumur memiliki pengaruh yang sedang tapi hanya sebesar 3.5% terhadap total bakteri

E.coli pada air sumur yang artinya tidak signifikan, hal ini di pengaruhi oleh adanya faktor lain yang mempengaruhi total bakteri E.coli tidak memenuhi syarat selain kondisi fisik sumur yakni berupa perilaku dalam bentuk tindakan, di mana tindakan merupakan perilaku dalam bentuk aktif yang dapat di observasi secara langsung berupa tindakan nyata. Selain itu sumur gali yang di biarkan terbuka tidak terdapat penutup, padahal menutup sumur dapat meminimalisir resiko pencemaran pada sumur gali di mana segala sesuatu yang berada di sekitar sumur baik itu berbetuk benda mati atau benda hidup tidak dapat masuk ke dalam sumur. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari 9 sumur yang memiliki kondisi fisik sumur yang baik, ada 1 sumur memiliki total bakteri E.coli yang tidak memenuhi syarat, hal ini di pengaruhi oleh banyaknya jumlah pemakai sumur tersebut, di mana semakin banyak jumlah pemakai sumur maka semakin tinggi juga kemungkinan kontaminasi baik itu dari kontak langsung manusia

dengan air sumur melalui timba yang

VI.

DAFTAR PUSTAKA

digunakan untuk mengambil air.

V. SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil observasi

dan uji statistik di peroleh bahwa

jarak septic tank dan kondisi fisik

sumur tidak memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap keberadaan

bakteri E.coli pada sumur gali.

Di harapkan Bagi Dinas

Kesehatan Melakukan penyuluhan

secara berkala tentang sanitasi

lingkungan dan sarana air bersih (air

sumur gali) yang benar, Serta

Melakukan pemeriksaan kualitas air

sumur gali secara berkala. Bagi

Masyarakat menempatkan septic

tank atau tempat penampungan

sampah lebih dari 10 meter dari

sumur gali dan melakukan perbaikan

sarana ai bersih (air sumur gali)

dengan memperbaki kualitas dinding

sumur, lantai sumur, bibir sumur dan

SPAL kedap air.

Chandra,

B.

2006.

Pengantar

Kesehatan

Lingkungan.

Jakarta:

Buku

Kedokteran

EGC.

Dwidjoseputro, D. 2003. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Jakarta:

Djambatan.

Fety K dan Yogi S. 2011. Tehnik Praktis Mengolah Air kotor menjadi Air Bersih. Bandung:

Laskar Aksara.

Hastono, S.P dan Sabri, L. 2008, Statistik Kesehatan. Cet-5. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Purbowarsito,

Uji

Bakteriologis Air Sumur di Kecamatan Semampir Surabaya. Tesis. Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.

H.

2011.

Soemirat, J. 2011. Kesehatan Lingkungan. Jogjakarta: UGM Press.