Anda di halaman 1dari 14

SIFAT -SIFAT BAHAN BANGUNAN

Sifat Kimia
Umumnya bahan bangunan terdiri dari beberapa unsur, senyawa dan campuran, apabila suatu
bahan bangunan terdiri dari zat-zat dicampur dengan zat-zat dari bahan bangunan lainnya dan
hasil campuran semacam itu disebut campuran kimia.
Sifat senyawa kimia yang penting dan ada kaitannya dengan bahan bangunan antara lain
adalah:asam,basa dan garam sedangkan bahan bangunan pada umunya dapat digolongkan
dalam senyawa organis dan anorganis, senyawa organis misalnya plastik, cat, bitumen
sedangkan senyawa-senyawa anorganis misalnya: Baja, besi,tembaga ,seng ,aluminium dan
timah.

Sifat Fisis
Yang perlu diketahui dari bahan bangunan adalah sifat kerapatan yaitu perbandingan antara
volume biasa dan volume absolut, bagi setiap bahan bangunan kerapatannya (densitas)
biasanya kurang dari 100%, Proritas yaitu perbandingan volume pori-pori dan volume total
dari bahan bangunan tersebut. Kedua sifat sangat penting diketahui bagi tiap-tiap bahan
bangunan mengingat bahwa angka-angka tersebut bagi bahan bangunan menunjukan antara
lain kekuatan, sifat bahan terhadap air, hantaran panas.
Dalam hubungan dengan panas maka bahan bangunan juga perlu di ketahui sifat-sifatnya,
misalnya sebuah dinding yang terbuat dari beton mempunyai konduktifitas yang berbeda
dengan bahan bangunan erat sekali hubungannya dengan penggunaan bahan bangunan
seperti:macam,tebal digunakan .Untuk isolasi panas maka digunakan bahan bangunan yang
mempunyai konduktifitas yang rendah.
Keawetan adalah suatu sifat bahan bangunan yang perlu diketahui, keawetan adalah
ketahanan suatu bahan bangunan yang terhadap gangguan dang pengaruh alam organis
lainnya.

Sifat Mekanis
Bahan bangunan yang di gunakan dalam konstruksi bangunan mengalami bermacam-macam
beban seperti:beban tekan, beban tarik, beban lentur, beban lentur dan beban geser .Kekuatan
setiap bahan berbeda untuk memikul beban-beban tersebut ,maka setiap bahan harus lebih
dulu diketahui kekuatan tekan,tarik ,lentur dan kekuatan gesernya.

Bahan bangunan juga mempunyai sifat elastisitas yang berbeda yakni kemampuannya untuk
mempertahankan bentuk dan volumenya dari pengaruh dan gaya dari luar, apabila kekuatan
elastisitas sebuah bahan bangunan dilampaui/dileawati maka bahan bangunan tersebut tidak
akan mendapatkan kembali bentuknya semula (mengalami perubahan bentuk).

BESI DAN BAJA


Besi (Fe) adalah suatu logam dengan sifat-sifat ketaguhan yang besar yang pada prinsipnya
mempunyai kekerasan dan kelihatan, sebagaian besar tergantung pada cara
pengolahannya.Titik leleh dari besi murni terletak sekitar 1525c,berat jenisnya sama dengan
7,88 dan angka pengembangannya (pemuaiannya)0.000012.
Besi dan baja banyak digunakan untuk segala keperluan sebagai bahan bangunan.misalnya
untuk: paku, kawat, profil,alat-alat,plat/besi batangan.
Paku dibuat dari kawat baja yang di potong dalam mesin dan dibuhui kepala yang pipih serta
ujung yang runcing .Paku-paku dibuat dengan kepala pipih dengan kepala bulat,hal ini
penting untuk pekerjaan tukang kayu yang halus karena pada pemakaian paku berkepala bulat
lubang yang terjadi sesudah pemasukan paku akan lebih sempit.

ALUMINIUM

Aluminium adalah sejenis logam yang begitu keras dan tidak begitu kuat tetapi sangat kenyal,
aluminium mempunyai berat jenis yang rendah yakni 2,6 dan warnanya putih kebitu-biruan ,
justru karena kekenyalannya itulah maka aluminium mudah di bentuk ,dapat digiling, dituang
sehingga aluminium itu menjadi plat-plat tipis, kawat-kawat kecil dan sebagainya.Aluminium
akan mencair pada temperatur 665c.Aluminium yang dihasilkan dari berbagai macam cara
tersebut mempunyai kualitas yang berbeda-beda pula.Aluminium tuang mempunyai tegangan
tarik besar 800-1200 kg/cm. Aluminium banyak digunakan misalnya: atap,kosen,tangga
dinding pemisah,dan sebagainya.
Bahan aluminium dibungkus dengan pembungkusan yang dapat menyerap uap air
,aluminium harus disimpan jauh dari kegiatan pembangunan dan di letakkan di tempat
terlindung serta tidak menyentuh tanah.Bila sulit untuk mendapatkan tempat penyimpanan
yang baik sebaiknya jumlah bahan ini dibatasi seperlunya mengikuti kecepatan pemasangan.
Bila mungkin bahan aluminium ini disimpan secara berdiri untuk untuk menghindari air yang
tergenang terutama pada aluminium plat, air yang tergenang dapat menimbulkan noda-noda
pada bahan aluminium, yang mengurangi atau merusak keindahan aluminium tersebut.
Debu,semen ,tanah bila mengenai aluminium yang basah dapat menimbulkan korosi
setempat.
Dala membersihkan aluminium maka diatur menurut tingkat pengotoran semua dan dapat
dipilih cara yang paling sesuai untuk tingkat kebersihan yang dikehendaki.
Bersihkan dengan air hangat detergent.
Cuci dengan larutan pembersih seperti kerosene,terpentin,bensin.
Gunakan bahan pembersih kimia.

Gunakan penggosok yang kasar misaknya steel wool(wol baja).

Contoh Penggunaan Aluminium Sebagai Profil Penggantung Plafond

.
Contoh penggunaan Aluminium Penutup Atap dan untuk Dinding .

Kimia Baja
A. UMUM
Baja pada dasarnya ialah besi (Fe) dengan tambahan unsur Karbon ( C ) sampai
dengan 1.67% (maksimal). Bila kadar unsur karbon ( C) lebih dari 1.67%, maka
material tersebut biasanya disebut sebagai besi cor (Cast Iron).
Makin tinggi kadar karbon dalam baja, maka akan mengakibatkan hal- hal sbb:
Kuat leleh dan kuat tarik baja kan naik,

Keliatan / elongasi baja berkurang,

Ukuran butiran,

Semakin sukar dilas.


Oleh karena itu adalah penting agar kita dapat menekan kandungan karbon pada
kadar serendah mungkin untuk dapat mengantisipasi berkurangnya keliatan dan sifat
sulit dilas diatas, tetapi sifat kuat leleh dan kuat tariknya tetap tinggi.
Penambahan unsur unsusr ini dikombinasikan dengan proses heat treatment akan
menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi, tetapi keuletan dan keliatan, dan kemampuan
khusus lainnya tetap baik. Unsur unsur tersebut antara lain: Mangaan (Mn),
Chromium (Cr), Molybdenum (Mo), Nikel (Ni) dan tembaga (Cu). Tetapi
proporsional pertambahan kekuatannya tidak sebesar karbon. Pertambahan kekuatannya
semata mata karena unsur tersebut memperbaiki struktur mikro baja.
Untuk memahami pengaruh komposisi kimia dan heat treat terhadap sifat akhir baja,
maka kita perlu menganal factor factor sbb:
Struktur mikro,
Kandungan nonlogam.
Endapan dipermukaan antar butiran.

Keberadaan gas gas yang terserap atau terlarut


B. STRUKTUR MIKRO
Unsur Fe dan C menyususn diri dalam suatu struktur berulang dalam pola tiga
dimensi yang dinamakan dengan kristal. Kristal kristal yang berorientasi (arah
pengulangan / susunan ) sama disebut sebagaibutir.Susunan kumpulan butir satu
dengan yang lain pada suatu fasa tertentu dinamakan struktur mikro, contoh
struktur mikro antara lain: ferit, perlit dan sementit.
C. UKURAN BUTIR
Penghalusan butir baja akan menghasilkan:
Peningkatan kuat leleh (yield strength),

Perbaikan sifat keuletan (toughness) dan keliatan (ductility),


Penghalusan butiran dapat dilakukan dengan penambahan unsur niobium, vanadium dan
aluminium dengan jumlah maksimal 0.05% atau dengan heat treatment.
D. KANDUNGAN UNSUR-UNSUR NON LOGAM
Unsur unsur non-logam yang umumnya dibatasi jumlahnya didalam produk baja
adalah Sulfur (S) dan Fosfor (P).
Tinggi kadar kedua unsur tersebut bisa menurunkan keliatan (ductility) baja dan
meningkatkan kemungkinan retak pada sambungan las. Pada baja khusus mampu las,
kandungan kedua unsur diatas dibatasi kurang dari 0.05%.
E. ENDAPAN DI PERMUKAAN ANTAR BUTIRAN
Unsur unsur lain yang juga dapat menurunkan keuletan baja baja anatar lain: timah
(Sn), antimon (Sb) dan arsen (As) hingga baja menjadi getas.
Sifat getas ini ditimbulkan oleh pengendapan atau berkumpulnya unsur unsur diatas
dibidang batas antar butir baja pada suhu 500 600o .
F. KANDUNGAN UNSUR-UNSUR NON LOGAM
Baja yang mengandung gas gas terlarut dalam kadar yang tinggi terutama: Oksigen
(O) dan Nitrogen (N) dapat menimbulkan sifat getas. Untuk mengurangi kadar gas
tersebut biasa digunakan unsur - unsur yang dapat mengikat kedua unsur gas diatas
menjadi senyawa yang cukup ringan sehinggan senyawa tersebut akan mengapung ke
permukaan baja yang masih panas dan cair.
Unsur - unsur pengikat gas N dan O biasanya digunakan unsur silicon (Si) dan atau
aluminium (Al) yang fungsinya disebut sebagai Deoxidant.
G. SIFAT TAHAN PANAS DAN TAHN KOROSI
Sifat sifat khusus baja seperti yang dibahas pada bab 1 paragraf 4, dapat dicapai
dengan penambahan unsur unsur utama sebagai berikut: Chrom (Cr), Nikel (Ni) dan
molybdenum (Mo).
Baj tahan karat umumnya mengandung unsusr Chrom lebih dari 12%, dimana pada
kondisi seperti itu baja akan bersifat pasif terhadap proses oksidasi. Baja tahan karat
dapat dibedakan sesuai struktur mikronya yaitu: baja tahan panas martensit, baja

tahan panas ferit dan baja tahan panas austenit.


Baja tahan karat martensit mengandung chrom 13% kuat leleh dan tariknya diperoleh
dari proses pendinginan pada kondisi udara luar, sesuai untuk lingkungan korosif
ringan, serta biasanya digunakan untuk saluran danrumah rumah turbin.
Baja tahan karat ferit mengandung chrom 16%, sesuai untuk lingkungan korosif
terutama terhadap bahan kimia asam nitrat, serta biasanya digunakan
untuk komponen komponen dalam industri kimia.
Baja karat austenit mengandung chrom-nikel 18%, dimana sifat tahan karatnya
didapat melalui pemanasan pada suhu 1000 - 1100 0 lalu didinginkan dengan direndam
kedalam air, sesuai untuk lingkungan yang mengandung garam, serta biasanya
digunakan untuk baling baling kapal.
Baja tahan panas biasanya dinamakan untuk baja yang tahan pada suhu 6500,
dimana sifat itu didapat pada kodisi kadar chrom dan nikel yang cukup tinggi.
Berbeda dengan baja tahan karat adalah umunya kandungankarbonnya lebih tinggi.
Umumnya digunakan pada ketel uap, boiler, tungku dan lain lain.
KIMIA KAYU

Komponen kimia kayu di dalam kayu mempunyai arti yang penting, karena menentukan
kegunaan sesuatu jenis kayu. Juga dengan mengetahuinya, kita dapat membedakan jenisjenis kayu. Susunan kimia kayu digunakan sebagai pengenal ketahanan kayu terhadap
serangan makhluk perusak kayu. Selain itu dapat pula menentukan pengerjaan dan
pengolahan kayu, sehingga didapat hasil yang maksimal. Pada umumnya komponen kimia
kayu daun lebar dan kayu daun jarum terdiri dari 3 unsur:

Unsur karbohidrat terdiri dari selulosa dan hemiselulosa

Unsur non- karbohidrat terdiri dari lignin

Unsur yang diendapkan dalam kayu selama proses pertumbuhan dinamakan zat
ekstraktif

Distribusi komponen kimia tersebut dalam dinding sel kayu tidak merata. Kadar selulosa dan
hemiselulosa banyak tedapat dalam dinding sekunder. Sedangkan lignin banyak terdapat
dalam dinding primer dan lamella tengah. Zat ekstraktif terdapat di luar dinding sel kayu.
Komposisi unsur-unsur kimia dalam kayu adalah:

Karbon 50%

Hidrogen 6%

Nitrogen 0,04 0,10%

Abu 0,20 0,50%

Sisanya adalah oksigen.

Bidang orientasi kayu:


1. Bidang tangensial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu tegaklurus salah
satu jari-jari kayu, searah serat, tidak melalui sumbu kayu.
2. Bidang radial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu searah serat melalui
sumbu kayu.

3. Bidang aksial/ kepala kayu : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu
tegaklurus dengan sumbu kayu.

Komponen kimia kayu sangat bervariasi, karena dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh,iklim
dan letaknya di dalam batang atau cabang.

Komposisi Kimia Semen


Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan semen portland adalah batuan alam
yang mengandung oksida-oksida kalsium, silika, alumina dan besi sebagai
pembentuk senyawa potensial semen portland. Bahan baku tersebut dapat dibagi
menjadi tiga kelompok yaitu :

Bahan baku utama


Bahan baku korektif
Bahan baku tambahan
BAHAN BAKU UTAMA

Bahan baku utama merupakan bahan baku yang mengandung komposisi kimia
oksida-oksida kalsium, silika dan alumina. Batuan alam yang tergolong bahan baku
utama adalah Calcareous dan Argillaceous.
Calcareous
Calcareous pada dasarnya adalah semua batuan alam yang mengandung semyawa
CaCO3 dan digunakan sebagai sumber oksida kalsium. Batuan alam yang
termasuk calcareous dan paling banyak dipakai adalah limestone (batu kapur),
chalk dan marl, ketiga batuan alam tersebut dibedakan berdasarkan kandungan
senyawa CaCO3 dan kekerasannya.
Limestone mempunyai kadar CaCO3 diatas 90 % dengan nilai kekerasan
antara 1.8 3.0 skala Mohs. Mineral utama dalam batuan ini adalah calcite,
berbentuk kristal hexagonal dengan spesific grafity 2.7, dan aragonit,
berbentuk kristal rhombic dengan spesific gravity 2.95, karena di alam
didapatkan bercampur dengan tanah liat dan oksida-oksida lain, warna batu
kapur menjadi abu-abu sampai kuning.
Argillaceous
Argillaceous pada umumnya terdapat sebagai batuan alam yang mengandung
okisda silika dan alumina, secara umum jenis-jenisnya dibedakan berdasarkan
kandungan silika (pasir / sand), alumina (clay) dan ukurannya, gambar 3. Disamping
oksida tersebut terdapat pula senyawa-senyawa lain seperti oksida-oksida besi,
kalsium, magnesium, sulfur, kalium, natrium, titanium, chromium, mangan dan
phosphor. Batuan alam yang termasuk argillaceous dan paling banyak digunakan
adalah tanah liat (clay), secara umum tanah liat dapat digolongkan sebagai berikut :
Golongan Kaolinit
Banyak dijumpai di alam
Rumus umum mineral Al2O3.2SiO2.2H2O
Strukturnya terdiri dari lapisan tunggal silika tetrahedral dan lapisan tunggal
alumina oktahedral
Golongan Montmorillonite

Banyak dijumpai di alam


Rumus umum mineral Al2O3.4SiO2.2H2O
Strukturnya terdiri dari dua lapisan silika tetrahedral dengan sebuah pusat
lapisan oktahedral.

BAHAN BAKU KOREKTIF


Bahan baku korektif adalah bahan tambahan pada bahan baku utama
apabila pada pencampuran bahan baku utama komposisi oksida-oksidanya
belum memenuhi persyaratan secara kualitatif dan kuantitatif. Pada
umumnya, bahan baku korektif yang digunakan mengandung oksida silika,
oksida alumina dan oksida besi yang diperoleh dari pasir silika (sand),
tanah liat (clay) dan pasir besi / pyrite cinder / iron ore.

Macam-

macam Bahan Kimia di Bidang Industri


Saat ini bahan kimia hampir dipakai dalam setiap bidang kehidupan, termasuk di bidang industri.
Industri-industri yang menggunakan bahan kimia antara lain industri semen, cat, dan industri
kimia. Nah, tahukah kamu bahan kimia apa saja yang digunakan dalam semen, cat, dan industri
kimia?

a. Bahan Kimia dalam Semen


Pertambahan penduduk dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini menyebabkan kebutuhan
manusia akan perumahan juga meningkat. Rumah, gedung sekolah, jembatan, dan pusat
pertokoan berkembang di mana-mana.
Semua bangunan tersebut dibuat dengan kokoh untuk memberikan kenyamanan bagi setiap
orang yang berlindung di dalamnya.
Bahan apa yang dipakai untuk membangun sebuah bangunan yang kuat dan kokoh? Saat ini
hampir setiap dinding bangunan terbuat dari batu bata yang direkatkan dengan semen.

Tahukah kamu bahan kimia yang ada dalam semen?


Perhatikan gambar proses pembuatan semen berikut.

Gambar: Skema Proses Pembuatan Semen

Bahan baku utama untuk membuat semen adalah batu kapur, batu gamping, dan lempung.
Adapun bahan baku yang ditambahkan untuk membuat semen adalah bauksit (bijih aluminium),
bijih besi, dan pasir.
Semua bahan baku tersebut digiling sampai halus, kemudian dicampurkan. Setelah itu,
campuran bahan baku semen tersebut dipanaskan dalam sebuah tanur dengan suhu yang
tinggi. Setelah didinginkan dan dikeringkan, bahan tersebut digiling halus menjadi semen.
Dalam bahan baku semen tersebut terdapat senyawa kimia trikalsium silikat, dikalsium silikat,

kalsium aluminat, dan tetrakalsium aluminoferat. Selain itu, juga terdapat senyawa kalsium
oksida (CaO), silikon dioksida (SiO2), aluminium oksida (Al2O3), dan besi (III) oksida (Fe2O3).
Nah, jika kamu memerhatikan buruh bangunan yang sedang membuat adukan semen, buruh
bangunan tersebut mencampurkan semen dengan air dan pasir. Campuran ini dinamakan
mortar atau adukan.
Semen digunakan sebagai bahan utama untuk membuat bangunan. Semen mempunyai sifat
yang mudah merekat dengan pasir dan batu bata serta memiliki sifat yang kuat sehingga mampu
menahan tekanan yang tinggi. Mengapa semen memiliki daya rekat yang kuat?
Semen yang telah dicampur dengan air, pasir, dan kerikil lambat laun akan mengeras. Daya
rekat semen ini disebabkan adanya daya ikat antara ion kalsium, ion silikat, dan molekul air.

b. Bahan Kimia dalam Cat


Cat digunakan untuk memperindah ruangan dengan warnawarna yang menarik. Cat yang
biasanya sering dipakai adalah cat kayu dan cat tembok. Daya lekat antara cat tembok dan cat
kayu berbeda.
Cat kayu mempunyai daya rekat yang lebih kuat daripada cat tembok. Nah, tahukah kamu
bahanbahan kimia apa saja yang terdapat dalam cat?
Bahan kimia yang ada dalam cat tembok di antaranya adalah kalsium karbonat (CaCO 3),
titanium dioksida (TiO2), PVAC (Poly Vinyl Acrylic), kaolin, pigmen, dan air. Kalsium karbonat
dan titanium dioksida digunakan sebagai bahan baku utama dalam cat tembok.
PVAC digunakan sebagai bahan pengental dan perekat. Adapun kaolin digunakan sebagai
bahan pengisi dan pigmen sebagai bahan untuk memberikan warna yang diinginkan.
Bahan baku cat kayu hampir sama dengan bahan baku pada cat tembok. Perbedaannya, pada
cat kayu ditambahkan lateks (getah karet) dan sebagai pelarutnya digunakan terpentin bukan air.
Terpentin digunakan sebagai pelarut karena dapat melarutkan lateks.

Industri Bahan Kimia


Salah satu bahan kimia yang digunakan di bidang industri, adalah asam sulfat (H 2SO4).
Bagaimana cara membuat asam sulfat (H2SO4)? Asam sulfat terbuat dari belerang.
Belerang yang berbentuk padat dipanaskan sehingga belerang akan bereaksi dengan oksigen
membentuk belerang dioksida (SO2) yang berwujud gas.
Senyawa SO2 ini dipanaskan kembali hingga membentuk belerang trioksida (SO 3) yang juga
berbentuk gas. Gas SO3 ini direaksikan dengan air sehingga wujudnya berubah dari gas menjadi
cair.
Cairan yang terbentuk inilah yang dinamakan asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat (H2SO4) banyak
digunakan dalam dunia industri, seperti industri pembuatan pupuk, industri pengolahan minyak,
dan industri pewarnaan tekstil.
Asam sulfat (H2SO4) banyak digunakan karena harganya yang murah dan merupakan bahan
untuk membuat bermacam-macam garam sulfat.

Cat
Cat tembok dan cat kayu memiliki daya lekat yang berbeda. Daya lekat cat kayu lebih
kuat daripada daya lekat cat tembok, hal ini dikarenakan bahan baku cat kayu ditambahkan
dengan lateks (getah karet) dan elarut yang digunakan pada cat kayu adalah terpentin karena
dapat melarutkan lateks tidak seperti cat tembok yang dapat dilarutkan dengan air.
Cat digunakan untuk memperindah ruangan dengan warna-warna yang menarik. Cat yang
biasanya dipakai adalah cat kayu dan cat tembok. Daya lekat antara cat tembok dan cat kayu
berbeda. Cat kayu mempunyai daya rekat yang lebih kuat daripada cat tembok.
Bahan kimia yang terdapat dalam cat antara lain :
1) Zat pengikat; Contohnya biji rami, lateks (akrilik dan polivinal asetat)resin, fenolik, resin
alkid, vinil asetat, resin akrilik, alkohol polivinil, silikon, resin epoksi, poliuretan.
2) Zat pelarut; berdasarkan zat pelarut cat terbagi 2 yaitu:
a) Cat air.
b) Cat minyak.

3) Pewarna (pigmen); adalah material berwarna tidak tembus cahaya yang ada didalam
cat. Contoh pigmen: Pigmen putih seperti Titanium oksida (TiO2), seng oksida (ZnO2), dan
barium sulfat (BaSO4). Pigmen berwarna, misalnya Fe2O3, Cr2O3, dan Pb3O4.
4) Tiner (thinners); Zat-zat ini antara lain : bezena dan naftalena. Zat ini mudah menguap
dan terbakar.
5) Zat-zat tambahan; merupakan zat yang ditambahkan pada cat. Pada umumya berupa
pengering (dries) mempercepat oksidasi bahan cat dengan oksigen sehingga cat cepat
kering. Pemantap menetralkan sinar radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Bahan
pengisi menjaga agar sifat fisik dan sifat mekanik cat setelah kering tidak berubah sehingga
lapisan cat tidak retak dan tahan goresan.
Bahan kimia yang ada dalam cat tembok di anataranya adalah kalsium karbonat (CaCo),
titanium dioksida (TiO), PVAC (Poly Vinly Acrylic), kaolin, pigmen, dan air.
D. Pipa Pralon
Untuk Saluran air banyak digunakan pipa pralon. Pipa ini merupakan senyawa polimer
polivinilklorida yang disingkat PVC.
PVC dihasilkan dari dua jenis bahan baku utama: minyak bumi dan garam dapur (NaCl).
Minyak bumi diolah melalui proses pemecahan molekul yang disebut cracking menjadi
berbagai macam zat, termasuk etilena ( C2H4 ), sementara garam dapur diolah melalui proses
elektrolisa menjadi natrium hidroksida (NaOH) dan gas klor (Cl2). Etilena kemudian
direaksikan dengan gas klor menghasilkan etilena diklorida (CH2Cl-CH2Cl). Proses
cracking/pemecahan molekul etilena diklorida menghasilkan gas vinil klorida (CHCl=CH2)
dan asam klorida (HCl). Akhirnya, melalui proses polimerisasi (penggabungan molekul yang
disebut monomer, dalam hal ini vinil klorida) dihasilkan molekul raksasa dengan rantai
panjang (polimer): polivinil klorida (PVC), yang berupa bubuk halus berwarna putih. Masih
diperlukan satu langkah lagi untuk mengubah resin PVC menjadi berbagai produk akhir yang
bermanfaat.
Penampilan resin PVC sangat mirip dengan tepung terigu. Dan resin PVC memang dapat
dianalogikan seperti tepung terigu: keduanya tidak dapat digunakan dalam bentuk aslinya.
Seperti halnya tepung terigu yang harus diolah dengan mencampurkan berbagai kandungan
lain hingga menjadi kue tart dan berbagai jenis roti yang menarik, resin PVC juga harus
diolah dengan mencampurkan berbagai jenis zat aditif hingga dapat menjadi berbagai jenis
produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari
1. Asbes
Asbes merupakan serat mineral silika yang bersifat fleksibel, tahan lama dan tidak mudah terbakar.
Asbes banyak digunakan sebagai penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Asbes banyak
digunakan sebagai isolator panas dan pada pipa saluran pembuangan limbah rumah tangga, dan
bahan material atap rumah. Asbes banyak digunakan dalam bahan-bahan bangunan. Jika ikatan
asbes dalam senyawanya lepas, maka serat asbes akan masuk ke udara dan bertahan dalam waktu
yang lama.
Kepala Badan Pengelolaan Lingkungn Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Setiawan Wangsa Atmaja,
seusai menghadiri acara Workshop Diseminasi Pengelolaan Limbah Asbestos Provinsi Jawa Barat, di
Bandung, Kamis (7/10) mengatakan, perkiraan ledakan asbestos di Indonesia tersebut didasarkan
pada pengalaman penggunaan asbes oleh negara-negara maju seperti Inggris dan Belanda.
Dari pengalaman negara Inggris dan Belanda, ledakan asbestosis di dua negara itu terjadi setelah 20
tahun mereka menggunakan asbes, kata Setiawan.
Dikatakannya, akibat ledakan asbestos tersebut maka masyarakat Indonesia akan terkena penyakit
komplikasi asbestosis seperti rusaknya jaringan paru-paru yang berkomplikasi dengan penyakit TBC.

Menurutnya, di Indonesia ada 28 industri yang dinyatakan sebagai pengguna asbes untuk dijadikan
bahan baku utama proses produksinya.
Untuk Provinsi Jawa Barat, kata Setiawan, kawasan Cibinong dan Bekasi menjadi kawasan industri di
Jabar yang menggunakan asbes sebagai bahan baku utama untuk proses produksinya.
Sementara itu, pakar kesehatan dari Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITENAS)
Bandung, Juli Soemirat, menjelaskan, asbestos ialah bahan bangunan yang karena sifatnya yang
tahan asam, panas, fleksibel, tidak menguap, tidak mudah dihancurkan di alam yang biasa digunakan
untuk mobil, kompor, atap rumah, plafon, pelapis, dan kabel listrik.
Juli mengatakan, asbestos jika masuk ke dalam paru-paru akan melekat atau menusuk sel paru-paru,
tetap di sana karena tubuh tidak dapat menghancurkannya. Jika asbestos dalam paru-paru
mengendap setelah dua sampai lima tahun kemudian, akan banyak sel mati dan mengakibatkan tidak
dapat bernapas. (Ant/OL-2)

senyawa Kimia dan Kegunaannya

CCl2F2 : Gas freon (freon12) digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.
NaF : Natrium fluorida digunakan sebagai obat penguat pada kayu.
DDT : Dikloro Difenil Trikloro etana digunakan sebagai insektisida.
PVC : Polivinil klorida digunakan sebagai plastik untuk pipa pralon.
CaOCl2 : Digunakan sebagai serbuk pengelantang dan desinfektan.
NaClO : Kaporit sebagai serbuk pengelantang
KClO3 : Digunakan dalam industry korek api.
KCl : Digunakan untuk pupuk.
NaBr : Digunakan dalam kedokteran sebagai obat penenang.
NaOH : Disebut soda api. Digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan sabun,
detergen, kertas, serat rayon.
Na2CO3: Natrium karbonat dikenal dengan nama soda. Digunakan dalam industri kaca,
melunakkan air sadah dan menghilangkan noda minyak.
NaHCO3: Natrium bikarbonat juga disebut soda kue. Digunakan untuk pembuatan kue.
Magnesium oksida (MgO) Digunakan untuk bahan gading tiruan, obat penyakit mag,
dan pelapis tanur.
Magnesium sulfat berkristal (MgSO4.7H2O) Digunakan sebagai obat kuras dengan
nama garam inggris.
Kalsium oksida (CaO) Kalsium oksida disebut juga kapurtohor atau gamping.
Digunakan dalam industri besi, semen, soda, kaca.
Kalsium karbida (CaC2) Kalsium karbida disebut juga karbit, digunakan untuk membuat
gas asetilen.
Kalsium sulfat (CaSO4) Kalsium sulfat yang mengandung 2 molekul air kristal disebut
batu tahun
MgCl2. Kegunaannya: Untuk aliase (magnalium), digunakan untuk kerangka pesawat
terbang dan lampu kilat dalam fotografi.
aluminium hidroksida (AL(OH) 3 ) digunakan sbagai obat sakit mag yang
dapat menetralkan kelebihan asam lambung.

kalsium karbonat (CaCO 3 )


yang dapat digunakan untukmengecat bangunan, kalsium karbida
(CaC 2 ) untuk membuat gas asetilena
(C 2H 2 ) yang dapat digunakan untuk mengelas logam, dan soda
kue yang digunakan sebagai bahanpengembang.
Amonium Sulfat (NH 4 ) 2SO4 digunakan sebagai pupuknitrogen.
Belerang dioksida (SO 2 ) digunakan sebagai
fungisida(antijamur), fumigant (antiserangga), dan dalam jumlahyang sangat kecil
Natrium tiosulfat pentahidrat (Na 2 S2 O 3 . 5H 2 O)digunakan dalam proses
pencucian film. Senyawa inidikenal dengan merk hipo.. Asam sulafat
(H 2 SO 4) dipakai sebagai pelarut, pengisi aki,pembuatan garam sulfat,
pembuatan pupuk, pengolahanminyak, dan pewarnaan tekstil.
Kromium (II) Oksida (CrO) banyak digunakan sebagai pewarna dalam
percetakan, industri tekstil, dan keramik.
Kromium (III) Klorida (CrCl 3 ) digunakan sebagai zatpewarna hijau dalam
pembuatan keramik.
Kromium (III) Sulfat (Cr2 (SO 4 )3 digunakan untukkeperluan pelapisan
atau penyepuhan logam.
Tembaga (II) Oksida (CuO) digunakan sebagaiinsektisida, bahan baterai,
bahan penyepuh, dan bahan pewarna hitam untuk keramik, bahan gelas, porselen,dan
rayon.
Tembaga (II)
Sulfat (CuSO 4) digunakan sebagai antilumut dalam kolam renang
dan memberikan warna biru pada air, pengawet kayu, penyepuhan, dan zat aditif
dalamradiator.
Tembaga (II) Klorida (CuCl 2 digunakan sebagai pewarnakeramik dan gelas, pabrik tinta
dan fotografi,
NaCl = natrium klorida --> digunakan untuk memasak
KNO3 = kalium nitrat -> untuk buat media pertumbuhanbakteri yang menggunakan nitrat
NaBr = Natrium Bromida untuk menjaga tekanan osmosis
CaSO4 = Calsium Fosfat --> untuk campuran mediapertumbuhan untuk bakteri2 tertentu
NaCl sebagai bahan pengamat dan bahan campuranuntuk membuat es krim
Cl2 sebagai senjata perang pada perang dunia II
NaOCl sebagai pemutih pakaian
NaClO 2 sebagai pemutih dlam industri tekstil dan kertasdigunakan pada pengolahan air
sebagai desinfektanterdapat pada obat kumur dan pasta gigi
NaClO 3 sebagai herbisida
NH4 ClO 4 sebagai campuran bahan bakar roket
HClO 4 Sebagai bahan desinfektan
1, air (H2O) untuk keperluan memasak, mandi, menyuram tanama,
pengairan disawah, PLTA
2. garam dapur (NaCl) untuk bumbu masak, pengawet ikan

3. oksigen (O2, untuk pernafasan manusia, hewan


4, gas LPG, terdiri dari metana,(CH4) etana (C2H6, propana (C3H8)
untuk kompor / memasak
5, karbohidrat, C6H12O6 dalam nasi, tepung sebagai sumber energi
makanan sehari-hari
6. protein R-COONH-R ( R=alkil) sebagai sumber pengganti sel-sel yang
rusak dalam tubuh
7. lemak HCOOR' dalam makanan sebagai cadangan energi
8. deterjen / abun R-SO3 NH-R' untuk mencuci
9. vetsin (penyedap rasa) C5H5-SO3_rR untuk penguat rasa pada
makanan
10. guka pasir C11H22O11 , untuk minuman, pengawet buah-buahan
11. pengawet Na bezoat C6H5-COONa
12. pemanis buatan Na Siklamat, Dulsin
13. pewarna buatan, dan alami
14. plastik untuk berbagai macam pembungkus, mainan anak-anak,
untuk membuat rangka mesin,
15. gelas SiO2 untuk bahan pembuat gelas, kaca jendelam alat-alat
laboratorium
16. keramik, utntk lanatai, cangkir, hiasan dinding
17. silikon, untuk chip komputer, alat elektronik dalam HP, radio,
18. karet, 2 metil2,3, buta diena (untuk ban, tali,sol sepatu, sambal
19. benin, campuran heksana dan 2,3,4 tri metil butana, utnuk bahan
bakar motor
20. solar, untuk bahan bakar motro diesel C13H26
21. oli, untuk pelumas C15H32
22. aspal untuk jalan raya C30H62
23. Urea CO(NH2)2 untuk pupuk tanaman
24, ZA (Zwavelzuur Amonia) (NH2)2SO4 untuk pupuk tanaman
N0 Senyawa Rumus
Kegunaan
1

Natrium
NaCl
Klorida

Garam
dapur

Sukrosa C12H22O11

Pemanis
Gula

Asam
HCl
Kloroda

Pembersih
lantai

Asam
asetat

CH3COOH

Cuka
makan

Asam
sulfat

H2SO4

Pengisi aki
(accu)

Air

H2O

Pelarut,
pembersih

Urea

CO(NH2)2 Pupuk

Asam
C6H8O6
askorbat

Vitamin C

C9H8O4

Obat sakit
kepala

10 Soda kue NaHCO3

Membuat
kue

Aspirin

Rumus Kimia/Rumus Molekul Zat-zat Sekitar Kita


Nama Zat/ Benda
Rumus Kimia
Keterangan
Kalsium
Air Kapur
Ca(OH)2
Hidroksida
Raksa
Air raksa
Hg
(Hidragyrum)
Asam Askorbat
Asam Askorbat
C6H8O6
(Vitamin C)
Biasa terdapat di
Asam Malat
C4H6O5
Buah Apel
Untuk
Asam Nitrat
HNO3
pembuatan
bahan peledak
nama
Asam Oskalat
H2C2O4
lainnya asam
etanadioat
obat kulit dan
Asam Salisilat
C7H6O3
jerawat
banyak
Asam Sitrat
C6H8O7
terkandung
dalam buah jeruk
Aspirin
C9H8O4
obat analgesik
Formalin
H2CO
Formaldehida
merupakan
Fruktosa
C6H12O6
senyawa isomer
dari glukosa
Garam Dapur
NaCl
Natrium Klorida
merupakan
Intan
C60
Alotrop dari
Karbon
banyak terdapat
Kafein
C8H10N8O2
dalam kopi
bahan
kalsium karbonat
CaCO3
pembuatan pasta
gigi
Kaporit
Ca(ClO)2
Disinfektan
Kalsium
Kapur
CaCO3
Karbonat
monomer
Karbohidrat
(CH2O)n
karbohidrat
Kloroform
CHCl3
Bahan Pembius

Lemak
MSG (Monosodium Glutamat)
Natrium Benzoat
Sodium
Tawas

Asam oleat (jenis


asam lemak)
C5H8NNaO4
Bahan Penyedap
C6H5COONa
Bahan Pengawet
Natrium (nama
Na
lain sodium)
KAl(SO4)212H2 pembunuh
O
kuman
C17H33COOH