Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PENCEMARAN AIR TANAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Higrogeologi


Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung

Dibuat oleh :
Muhammad Rizal Sujjada (10070112031)
Hidrogeologi Kelas C

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1438 H / 2017 M

KATA PENGANTAR

Bismillahi Rahmani Rahim


Assalamualaikum Wr Wb.
Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya. Shalawat dan salam tak lupa pula kita
junjungkan kepada nabi besar Muhammad SAW. Atas karunia yang Allah
berikan,

penulis

akhirnya

mengucapkan

alhamdulillah

karena

dapat

menyelesaikan makalah ini. Saya berterimakasih kepada dosen, rekan-rekan


mahasiswa jurusan teknik pertambangan atas bantuan dan motivasinya.
Mudah mudahan makalah yang saya buat dapat berguna bagi mahasiswa
atau siapa saja yang membacanya. Saya sebagai penulis meminta maaf bila
dalam makalah ini ada kata-kata atau penulisan yang tidak sesuai. Akhir salam,
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Bandung, 4 Januari 2017

Muhammad Rizal Sujjada


10070112031

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Air merupakan aspek yang penting bagi kehidupan, terutama bagi

manusia. Selama ini kebutuhan manusia akan air sangatlah besar ,oleh sebab itu
air tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Mulai dari hal kecil, seperti air
minum untuk melepas dahaga hingga kincir air yang dimanfaatkan sebagai
penghasil energi listrik.
Hampir 71% permukaan bumi tertutupi oleh air. Terdapat 1,4 triliun
kilometer kubik (330 juta mil) tersedia di bumi akan tetapi ketersediaan air masih
saja kurang, hal ini disebabkan

oleh beberapa faktor, seperti semakin

meningkatnya penggunaan air bersih oleh masyarakat, menipisnya ketersediaan


air bersih yang dikarenakan oleh kekeringan, sebagian besar air terdapat di laut
(air asin), serta terjadinya pencemaran air sehingga tidak dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Salah satu sumber air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari adalah air tanah. Air tanah ini digunakan oleh manusia untuk minum,
mandi, memasak, mencuci, ataupuan memenuhi kebutuhan lainnya. Oleh karena
itu, air tanah yang ada harus dijaga dengan baik. Akan tetapi pada masa kini,
ketersediaan air tanah mulai berkurang, ditambah lagi banyaknya sumber air
tanah yang sudah mulai tercemar oleh zat-zat berbahaya sehingga tidak dapat
digunakan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Air Tanah


Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di
bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satusumber daya air.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat
penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku
air

untuk

kepentingan

rumah

tangga

(domestik)

maupun

untuk

kepentingan industri. Air tanah juga berarti air yang mengalir di lapisan akuifer di
bawah water table. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan
air tanah telah mencapai 70%.Penduduk biasanya mengambil air dan air tanah
ditingkat dangkal untuk kebutuhan domestk dan pertanian, sedangkan industri
biasanya memerlukan air dalam jumlah banyak sehingga mengambil air tanah
dalam, yaitu dari sumur artesis. Air tanah bergerak di dalam tanah mengisi
ruang-ruang antarbutir tanah atau dalam retakan batuan. Aliran air tanah
merupakan salah satu rangkaian proses dalam siklus hidrologi. Sumber utama
air tanah adalah air hujan yang terinfiltrasi, dikurangi penguapan dari permukaan
tanah dan transpirasi.

2.2 Pencemaran Air

Pencemaran air terjadi pada sumber-sumber air seperti danau, sungai,


laut dan air tanah yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Air dikatakan
tercemar jika tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Walaupun
fenomena alam, seperti gunung meletus, pertumbuhan ganggang, gulma yang
sangat cepat, badai dan gempa bumi merupakan penyebab utama perubahan
kualitas air, namun fenomena tersebut tidak dapat disalahkan sebagai penyebab
pencemaran air. Pencemaran ini dapat disebabkan oleh limbah industri,
perumahan, pertanian, rumah tangga, industri, dan penangkapan ikan dengan
menggunakan racun. Polutan industri antara lain polutan organik (limbah cair),
polutan anorganik (padatan, logam berat), sisa bahan bakar, tumpaham minyak
tanah dan oli merupakan sumber utama pencemaran air, terutama air tanah.
Disamping itu penggundulan hutan, baik untuk pembukaan lahan pertanian,
perumahan dan konstruksi bangunan lainnya mengakibatkan pencemaran air
tanah. Limbah rumah tangga seperti sampah organik (sisa-sisa makanan),
sampah anorganik (plastik, gelas, kaleng) serta bahan kimia (detergen, batu
batere) juga berperan besar dalam pencemaran air, baik air di permukaan
maupun

air

tanah.

Polutan

dalam

air

mencakup

unsur-unsur

kimia,

pathogen/bakteri dan perubahan sifat Fisika dan kimia dari air.


Banyak unsur-unsur kimia merupakan racun yang mencemari air.
Patogen/bakteri mengakibatkan pencemaran air sehingga menimbulkan penyakit
pada manusia dan binatang. Adapuan sifat fisika dan kimia air meliputi derajat
keasaman, konduktivitas listrik, suhu dan pertilisasi permukaan air. Di negaranegara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air (air permukaan dan air
tanah) merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang
meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran
air.Secara umum, sumber-sumber pencemaran air adalah sebagai berikut :
1. Limbah industri (bahan kimia baik cair ataupun padatan, sisa-sisa bahan
bakar, tumpahan minyak dan oli, kebocoran pipa-pipa minyak tanah yang
2.
3.
4.
5.

ditimbun dalam tanah)


Pengungangan lahan hijau/hutan akibat perumahan, bangunan
Limbah pertanian (pembakaran lahan, pestisida)
Limbah pengolahan kayu
Penggunakan bom oleh nelayan dalam mencari ikan di laut

6. Rumah tangga (limbah cair, seperti sisa mandi, MCK, sampah padatan
seperti plastik, gelas, kaleng, batu batere, sampah cair seperti detergen
dan sampah organik, seperti sisa-sisa makanan dan sayuran).
2.2.1

Pencemaran Air Tanah Oleh Limbah Industri


Limbah industri berupa polutan organik yang berbau busuk, polutan

anorganik yang berbuih dan berwarna, polutan yang mengandung asam


belerang berbau busuk, dan polutan berupa cairan panas. Kebocoran tanker
minyak dapat menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak ratusan
kilometer. Tumpahan minyak mengancam kehidupan ikan, terumbu karang,
burung laut, dan organisme laut lainnya untuk mengatasinya, genangan minyak
dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian ditaburi dengan
zat yang dapat menguraikan minyak.
2.2.2

Pencemaran Air Tanah Oleh Limbah Pertanian


Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk

organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati
kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya akan
keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang
berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat
biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba) dan melakukan penyemprotan sesuai
dengan aturan. Jangan membuang sisa obet ke sungai. Sedangkan pupuk
organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi).
Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming).
Hal yang demikian akan mengancam kelestarian bendungan. bemdungan akan
cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya.
Selain itu penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan
merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan
tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin
berkurang. Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi
juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah
tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Sedangkan penggunaan
pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal
terhadap pestisida tersebut.
2.2.3

Pencemaran Air Tanah Oleh Kegiatan Pertambangan

Kegiatan pertambangan merupakan kegiatan usaha yang kompleks dan


sangat rumit, sarat risiko, merupakan kegiatan usaha jangka panjang, melibatkan
teknologi tinggi, padat modal, dan aturan regulasi yang dikeluarkan dari
beberapa sektor. Selain itu, kegiatan pertambangan mempunyai daya ubah
lingkungan yang besar, sehingga memerlukan perencanaan total yang matang
sejak tahap awal sampai pasca tambang. Pada saat membuka tambang, sudah
harus difahami bagaimana menutup tambang. Rehabilitasi/reklamasi tambang
bersifat progresif, sesuai rencana tata guna lahan pasca tambang Tahapan
kegiatan perencanaan tambang meliputi penaksiran sumberdaya dan cadangan,
perancangan batas penambangan (final/ultimate pit limit), pentahapan tambang,
penjadwalan produksi tambang, perancangan tempat penimbunan (waste dump
design), perhitungan kebutuhan alat dan tenaga kerja, perhitungan biaya modal
dan biaya operasi, evaluasi finansial, analisis dampak lingkungan, tanggung
jawab

sosial

pengembangan

perusahaan
masyarakat

(Corporate
(Community

Social

Responsibility)

Development)

serta

termasuk
Penutupan

tambang. Perencanaan tambang, sejak awal sudah melakukan upaya yang


sistematis untuk mengantisipasi perlindungan lingkungan dan pengembangan
pegawai dan masyarakat sekitar tambang.
Pengaruh pertambangan pada aspek lingkungan terutama berasal dari
tahapan ekstraksi dan pembuangan limbah batuan, dan pengolahan batubara
serta operasional pabrik pengolahan.
a. Ekstrasi dan Pembuangan Limbah
Diperkirakan lebih dari 2/3 kegiatan ekstraksi bahan mineral di dunia
dilakukan dengan pertambangan terbuka. Teknik tambang terbuka biasanya
dilakukan dengan open-pit mining, stripmining, dan quarrying, tergantung pada
bentuk geometris tambang dan bahan yang digali. Ekstraksi bahan mineral
dengan tambang terbuka sering menyebabkan terpotongnya puncak gunung dan
menimbulkan lubang yang besar. Salah satu teknik tambang terbuka adalah
metodestrip mining (tambang bidang). Dengan menggunakan alat pengeruk,
penggalian dilakukan pada suatu bidang galian yang sempit untuk mengambil
mineral. Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian baru di dekat lokasi galian
yang lama. Batuan limbah yang dihasilkan digunakan untuk menutup lubang
yang dihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambang seperti ini biasanya
digunakan untuk menggali deposit batubara yang tipis dan datar yang terletak

didekat permukaan tanah. Teknik penambangan quarrying bertujuan untuk


mengambil batuan ornamen, dan bahan bangunan seperti pasir, kerikil, bahan
industry semen, serta batuan urugan jalan. Untuk pengambilan batuan ornamen
diperlukan teknik khusus agar blok-blok batuan ornamen yang diambil
mempunyai ukuran, bentuk dan kualitas tertentu. Sedangkan untuk pengambilan
bahan bangunan tidak memerlukan teknik yang khusus. Teknik yang digunakan
serupa dengan teknik tambang terbuka. Tambang bawah tanah digunakan jika
zona mineralisasi terletak jauh di bawah permukaan tanah sehingga jika
digunakan cara tambang terbuka jumlah batuan penutup yang harus dipindahkan
terlalu besar. Produktifitas tambang bawah tanah 5 sampai 50 kali lebih rendah
dibanding tambang terbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebih kecil dan
akses ke dalam lubang tambang lebih terbatas. Kegiatan ekstraksi menghasilkan
limbah/waste dalam jumlah yang sangat banyak. Total waste yang diproduksi
dapat bervariasi antara 10 % sampai sekitar 99,99 % dari total bahan yang
ditambang. Limbah utama yang dihasilkan adalah batuan penutup dan limbah
batuan. Batuan penutup (overburden) dan limbah batuan adalah lapisan batuan
yang tidak/miskin mengandung mineral ekonomi, yang menutupi atau berada di
antara zona mineralisasi atau batuan yang mengandung mineral dengan kadar
rendah sehingga tidak ekonomis untuk diolah. Penutup umumnya terdiri dari
tanah permukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbah meliputi batuan yang
dipindahkan pada saat pembuatan terowongan, pembukaan dan eksploitasi
singkapan bijih serta batuan yang berada bersamaan dengan singkapan bijih.
Hal-hal pokok yang perlu mendapatkan perhatian pada kegiatan ekstraksi dan
pembuangan limbah/waste agar sejalan dengan upaya reklamasi adalah :

Luas dan kedalaman zona mineralisasi


Jumlah batuan yang akan ditambang dan yang akan dibuang yang akan

menentukan lokasi dan desain penempatan limbah batuan.


Kemungkinan sifat racun limbah batuan
Potensi terjadinya air asam tambang
Dampak terhadap kesehatan dan keselamatan yang berkaitan dengan
kegiatan transportasi, penyimpanan dan penggunaan bahan peledak dan
bahan kimia racun, bahan radio aktif di kawasan penambangan dan
gangguan pernapasan akibat pengaruh debu.

Sifat-sifat geoteknik batuan dan kemungkinan untuk penggunaannya


untuk konstruksi sipil (seperti untuk landscaping, dam tailing, atau lapisan

lempung untuk pelapis tempat pembuangan tailing).


Pengelolaan (penampungan, pengendalian dan pembuangan) lumpur
(untuk

pembuanganoverburden yang

berasal

dari

system

penambangan dredging dan semprot).


Kerusakan bentang lahan dan keruntuhan akibat penambangan bawah

tanah.
Terlepasnya gas methan dari tambang batubara bawah tanah.

b. Kerusakan Air Tanah Akibat Penambangan Batubara


Di berbagai Negara, para ilmuwan telah membuktikan bahwa tambang
batu bara menyebabkan polusi air. Secara umum dampak dari air asam tambang
(Acid Mine drainage) terutama dari tambang-tambang yang ditinggalkan, terasa
ratusan bahkan ribuan kilometer sungai secara global meliputi :

Kontaminasi air minum

Kontaminasi suplai air industri

Membunuh atau mengganggu pertumbuhan dan reproduksi flora dan


fauna air

Membatasi fungsi sungai dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari

Menurunkan hasil panen pertanian

Menurunkan hasil panen perikanan

Penurunan nilai lahan/[roperti yang berada di sekitar badan air yang


tercemar asam tambang.
Air asam tambang terbentuk akibat terpaparnya bebatuan alami saat

proses pembukaan tambang. Air asam terbentuk saat mineral sulfide teroksidasi
dan bercampur dengan air. Kualitas air semakin menurun saat logam-logam
berbahaya terlarut di dalamnya dan bebatuan sekitar (Katoris & Kumar.2013)

2.3 Akibat Pencemaran Air Tanah

Air tanah sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, terutama


manusia. Air tanah yang tercemar dapat menimbulkan beberapa akibat,
misalnyasaja :

Dapat menaikkan populasi mikroorganisme yang bersifat patogen.

Terganggunya kesehatan, karena air yang digunakan tercemar. Penyakit


yang umum dirasakan olehmanusia akibat tercemarnya air tanah adalah
penyakit kulit maupun terganggunya sistem pencernaan.

Ketersediaan air bersih berkurang, sehingga sulitnya mendapatkan air


yang dapat digunakan untukminum, mandi, maupun mencuci.

2.4 Penanggulangan Pencemaran Air Tanah


2.4.1 Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang
tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ
(atau off-site). Pembersihan on-siteadalah pembersihan di lokasi. Pembersihan
ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan
bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan
kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah
tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan
di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki
tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian
diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih
mahal dan rumit.
2.4.2

Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan

menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk


memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang
beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton
Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi

adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan
langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung,
karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan
tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi
lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya.

BAB III
KESIMPULAN

Air tanah merupakan salah satu sumber air yang diandalkan masyarakat
untuk keperluan sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, air
tanah mulai tercemar karena adanya zat buang yang kemudian mengendap dan
meresap ke dalam tanah sehingga mencemari air tanah. Dampak terbesar yang
ditimbulkan oleh pencemaran tanah adalah terganggunya kesehatan pada
manusia, yaitu dapat berupa gangguan pencernaan maupun penyakit kulit.
Selain itu, mengurangi persediaan air bersih. Jika air tanah sudah tercemar
dapat ditanggulangi dengan bioremediasi dan remediasi.