Anda di halaman 1dari 39

Update: January 2017

NOTE: WHERE NO ELUCIDATION IS PROVIDED UNDERNEATH A CLAUSE, THE CLAUSE IS SUFFICIENTLY CLEAR.

NOMOR 77/POJK.01/2016

REGULATION OF THE FINANCIAL SERVICES


AUTHORITY

TENTANG

NUMBER 77/POJK.01/2016

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

CONCERNING

LAYANAN PINJAM MEMINJAM UANG


BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

BAB I: KETENTUAN UMUM


BAB II: PENYELENGGARA LAYANAN PINJAM
MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI
-Bagian Kesatu: Bentuk Badan Hukum,
Kepemilikan, dan Permodalan
-Bagian Kedua: Kegiatan Usaha
-Bagian Ketiga: Batasan Pemberian Pinjaman
Dana
-Bagian Keempat: Pendaftaran dan Perizinan
-Paragraf 1: Pendaftaran
-Paragraf 2: Perizinan
-Bagian Kelima: Perubahan Kepemilikan
-Bagian Keenam: Pencabutan Izin Atas
Permohonan Sendiri
-Bagian Ketujuh: Kualifikasi Sumber Daya
Manusia
BAB III: PENGGUNA JASA LAYANAN PINJAM
MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI
-Bagian Kesatu: Penerima Pinjaman
-Bagian Kedua: Pemberi Pinjaman
BAB IV: PERJANJIAN LAYANAN PINJAM
MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI
-Bagian Kesatu: Perjanjian Penyelenggara
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi dengan Pemberi Pinjaman
-Bagian Kedua: Perjanjian Pemberi Pinjaman
dengan Penerima Pinjaman
BAB V: MITIGASI RISIKO
BAB VI: TATA KELOLA SISTEM TEKNOLOGI
INFORMASI PENYELENGGARAAN LAYANAN
PINJAM MEMINJAM UANG BERBASIS
TEKNOLOGI INFORMASI
-Bagian Kesatu: Pusat Data dan Pusat Pemulihan
Bencana
-Bagian Kedua: Kerahasiaan Data

INFORMATION TECHNOLOGY-BASED MONEY


LENDING SERVICES
Pasal / Article
1
CHAP. I: GENERAL PROVISIONS
CHAP. II: INFORMATION TECHNOLOGY-BASED
2 14
MONEY LENDING SERVICES PROVIDERS
24
5
6
7
8 10
11
12
13
14
15 17
15
16 17
18 20

19
20
21 24

25 28

25
26

-Part One: Legal Entity Forms, Shareholdings,


and Capital
-Part Two: Business Activities
-Part Three: Fund Lending Limit
-Part Four: Registration and Licensing
-Paragraph 1: Registration
-Paragraph 2: Licensing
-Part Five: Changes in Ownership
-Part Six: Revocation of License at Own Request
-Part Seven: Human Resources Qualifications
CHAP. III: INFORMATION TECHNOLOGYBASED MONEY LENDING SERVICES USERS
-Part One: Borrowers
-Part Two: Lenders
CHAP. IV: INFORMATION TECHNOLOGYBASED MONEY LENDING SERVICES
AGREEMENTS
-Part One: An Information Technology-Based
Money Lending Services Agreement Between a
Provider and a Lender
-Part Two: An Agreement Between a Lender and
a Borrower
CHAP. V: RISK MITIGATION
CHAP. VI: INFORMATION TECHNOLOGY
SYSTEM GOVERNANCE WITH RESPECT TO
THE PROVISION OF INFORMATION
TECHNOLOGY-BASED MONEY LENDING
SERVICES
-Part One: Data Center and Disaster Recovery
Center
-Part Two: Confidentiality of Data

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

-Bagian Ketiga: Rekam Jejak Audit


-Bagian Keempat: Sistem Pengamanan
BAB VII: EDUKASI DAN PERLINDUNGAN
PENGGUNA LAYANAN PINJAM MEMINJAM
UANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
BAB VIII: TANDA TANGAN ELEKTRONIK
BAB IX: PRINSIP DAN TEKNIS PENGENALAN
NASABAH
BAB X: LARANGAN
BAB XI: LAPORAN BERKALA
BAB XII: SANKSI
BAB XIII: KETENTUAN LAIN
BAB XIV: KETENTUAN PERALIHAN
BAB XV: KETENTUAN PENUTUP

27
28
29 40
41
42
43
44 46
47
48
49 50
51 52

-Part Three: Audit Trail


-Part Four: Safeguarding Systems
CHAP. VII: EDUCATION AND PROTECTION FOR
INFORMATION TECHNOLOGY-BASED MONEY
LENDING SERVICES USERS
CHAP. VIII: ELECTRONIC SIGNATURES
CHAP. IX: KNOW-YOUR-CUSTOMER
PRINCIPLES AND TECHNIQUES
CHAP. X: PROHIBITION
CHAP. XI: PERIODIC REPORTS
CHAP. XII: SANCTIONS
CHAP. XIII: MISCELLANEOUS PROVISIONS
CHAP. XIV: TRANSITIONAL PROVISIONS
CHAP. XV: CONCLUDING PROVISIONS

NOMOR 77/POJK.01/2016

REGULATION OF THE FINANCIAL SERVICES


AUTHORITY

TENTANG

NUMBER 77/POJK.01/2016

LAYANAN PINJAM MEMINJAM UANG


BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

CONCERNING

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

INFORMATION TECHNOLOGY-BASED MONEY


LENDING SERVICES

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY

DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA


KEUANGAN,

THE BOARD OF COMMISSIONERS OF THE


FINANCIAL SERVICES AUTHORITY,

Menimbang:

Considering:

a.

bahwa teknologi informasi telah digunakan a.


untuk mengembangkan industri keuangan
yang dapat mendorong tumbuhnya alternatif
pembiayaan bagi masyarakat;

that information technology has been in use to


develop financial industry and has drived the
growth of alternative financing for the public;

b.

bahwa
dalam
rangka
mendukung b.
pertumbuhan lembaga jasa keuangan berbasis
teknologi informasi sehingga dapat lebih
berkontribusi
terhadap
perekonomian
nasional;

that the growth of information technologybased financial services institutions should be


promoted to enable more contribution to the
national economy;

c.

bahwa
berdasarkan
pertimbangan c.
sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b,
perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan
tentang
Layanan
Pinjam
Meminjam
Uang
Berbasis
Teknologi
Informasi;

that in consideration of point (a) and point (b),


it is necessary to issue Regulation of the OJK
concerning Information Technology-Based
Money Lending Services;

Mengingat:

Bearing in Mind:

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang


Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5253);

Law Number 21 of 2011 concerning The Financial


Services Authority (State Gazette of the Republic
of Indonesia Number 111 of 2011; Supplement to
the State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5253);

MEMUTUSKAN:

HAS DECIDED:

Menetapkan: PERATURAN OTORITAS JASA To issue:


KEUANGAN
TENTANG
LAYANAN PINJAM MEMINJAM
UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI.

REGULATION OF THE
FINANCIAL SERVICES
AUTHORITY CONCERNING
INFORMATION TECHNOLOGYBASED MONEY LENDING
SERVICES.
3

PENJELASAN UMUM
Kegiatan pinjam meminjam uang secara langsung
berdasarkan perjanjian baik tertulis maupun tidak
tertulis merupakan praktik yang telah berlangsung di
tengah kehidupan masyarakat. Pinjam meminjam
secara langsung banyak diminati oleh pihak yang
membutuhkan dana cepat atau pihak yang karena
sesuatu hal tidak dapat diberikan pendanaan oleh
industri jasa keuangan konvensional seperti
Perbankan, Pasar Modal, atau Perusahaan
Pembiayaan.

GENERAL ELUCIDATION
Direct money lending by a written or unwritten
agreement is a practice that has taken place among the
public. Direct lending is in great demand by parties in
need of quick funds, or parties that for some reason
have no access to funds in the conventional financial
service industry such as Banking, Capital Markets, or
Finance Companies.

Segala manfaat ekonomi, kerugian yang


ditimbulkan, serta dampak hukum dari kegiatan pinjam
meminjam yang dilakukan secara langsung
sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pihak sesuai
dengan kesepakatan yang telah diperjanjikan. Praktik
dimaksud dinilai masih terdapat banyak kelemahan
yang diantaranya seperti pelaksanaan kegiatan pinjam
meminjam dilakukan oleh para pihak yang sudah
saling mengenal dan harus bertatap muka, subjektifitas
terhadap penilaian risiko gagal bayar, kesulitan dalam
penagihan pembayaran, maupun tidak adanya
sistemasi pencatatan pelunasan pinjaman yang telah
dilakukan.

Any economic benefit, loss as a result of, and


legal impacts from direct lending activities are the full
responsibility of the parties as agreed upon in the
agreement. Such a practice has serious weakness, such
as, inter alia, lending activities are conducted by
parties already knowing each other or performing the
face-to-face encounter, there is subjectivity in the
default risk assessment, there are some difficulties with
the collection of payment, or there is absence of loan
repayment recording systematization.

Dalam era perkembangan ekonomi digital,


masyarakat terus mengembangkan inovasi penyediaan
layanan dalam kegiatan pinjam meminjam yang salah
satunya ditandai dengan adanya penyediaan Layanan
Jasa Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi yang dinilai turut berkontribusi terhadap
pembangunan dan perekonomian nasional.

In the digital economic development era, the


public keeps developing innovations in lending
services, one of which is characterized by the provision
of Information Technology-Based Money Lending
Services that contributes to the national development
and economics.

Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis


Teknologi Informasi sangat membantu dalam
meningkatkan akses masyarakat terhadap produk jasa
keuangan secara online baik dengan berbagai pihak
tanpa perlu saling mengenal. Keunggulan utama dari
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi antara lain tersedianya dokumen perjanjian
dalam bentuk elektronik secara online untuk keperluan
para pihak, tersedianya kuasa hukum untuk
mempermudah transaksi secara online, penilaian
risiko terhadap para pihak secara online, pengiriman
informasi tagihan (collection) secara online,
penyediaan informasi status pinjaman kepada para
pihak secara online, dan penyediaan escrow account
dan virtual account di perbankan kepada para pihak,
sehingga seluruh pelaksanaan pembayaran dana
berlangsung dalam sistem perbankan. Atas hal ini,
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
dana tunai secara cepat, mudah, dan efisien, serta
meningkatkan daya saing. Selain itu, Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi
diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk
membantu pelaku usaha skala mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) dalam memperoleh akses

Information Technology-Based Money Lending


Services largely accommodate the public with further
access to online financial services together with
various parties without knowing one another. The main
advantages of Information Technology-Based Money
Lending Services are, inter alia, online availability of
electronic agreement documents for the needs of the
parties, legal attorneys in place for ease of online
transactions, online risk assessment of parties, online
billing (collections), information on parties loan
status provided online, and availability of parties
banking escrow account and virtual account, with
which the whole fund payments can be conducted
throughout the banking system. As aforesaid,
Information Technology-Based Money Lending
Services are expected to enable serving the needs for
cash funds on an expeditious, easy and efficient basis,
and enhancing the competitiveness. In addition,
Information Technology-Based Money Lending
Services are expected to become one of the solutions
for assisting micro-, small-, and medium-scale business
operators (UMKM) to have access to the funding.

pendanaan.
Sampai dengan saat ini, belum ada peraturan
perundang-undangan yang mengatur mengenai
kegiatan bisnis layanan jasa keuangan berbasis
teknologi informasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan
dapat menimbulkan kerugian bagi Pengguna. Oleh
karena itu, regulasi kegiatan bisnis Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dinilai
sudah sangat mendesak. Berdasarkan pertimbangan
tersebut, kegiatan usaha Layanan Pinjam Meminjam
Uang Berbasis Teknologi Informasi perlu diatur dan
diawasi dalam rangka perlindungan Pengguna,
penyelenggaraan kegiatan Layanan Pinjam Meminjam
Uang Berbasis Teknologi Informasi, dan perlindungan
kepentingan nasional dengan tetap memberikan ruang
bertumbuh bagi perusahaan perintis (start up
company) dalam rangka peningkatan inklusi keuangan
di Indonesia. Peraturan OJK ini antara lain berisi
ketentuan untuk meminimalisasi risiko kredit,
perlindungan
kepentingan
Pengguna
seperti
penyalahgunaan dana dan data Pengguna, dan
perlindungan kepentingan nasional seperti kegiatan
anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan
terorisme, serta gangguan pada stabilitas sistem
keuangan.

Until the present, information technology-based


financial services business lacks a legal and regulatory
framework. It is feared that the condition could pose
harm to Users. Regulation concerning Information
Technology-Based Money Lending Services business
is, therefore, desperately urgent. As aforesaid, it is
necessary to regulate Information Technology-Based
Money Lending Services business and supervise it in
order to protect Users, the provision of Information
Technology-Based Money Lending Services, and the
national interest, having regard to providing some
room for the growth of startup companies to enhance
financial inclusion in Indonesia. This regulation of the
OJK governs, inter alia, minimization of credit risks,
protection for Users against, inter alia, Users fund
and data frauds, and protection for the national
interest against, inter alia, anti-money laundering and
counter-terrorism financing activities, as well as
disruption to the financial system stability.

BAB I

CHAPTER I

KETENTUAN UMUM

GENERAL PROVISIONS

Pasal 1

Article 1

Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, yang In this Regulation of the Financial Services
dimaksud dengan:
Authority:
1.

Otoritas Jasa Keuangan yang selanjutnya 1.


disingkat OJK adalah lembaga yang
independen, yang mempunyai fungsi, tugas,
dan wewenang pengaturan, pengawasan,
pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21
Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

The Financial Services Authority, hereinafter


abbreviated to OJK, means an independent
institution with functions, duties, and powers
to regulate, supervise, examine, and
investigate as referred to in Law Number 21
of 2011 concerning The Financial Services
Authority.

2.

Lembaga Jasa Keuangan Lainnya adalah 2.


pergadaian, lembaga penjaminan, lembaga
pembiayaan ekspor Indonesia, perusahaan
pembiayaan sekunder perumahan, dan
lembaga yang menyelenggarakan pengelolaan
dana masyarakat yang bersifat wajib, meliputi
penyelenggara program jaminan sosial,
pensiun, dan kesejahteraan, sebagaimana
dimaksud dalam peraturan perundangundangan mengenai pergadaian, penjaminan,
lembaga pembiayaan ekspor Indonesia,
perusahaan pembiayaan sekunder perumahan,
dan lembaga yang menyelenggarakan

Other Financial Services Institutions means


pawnshops, deposit insurance institutions, the
Indonesia credit export agency, secondary
mortgage companies, and institutions that
provide management of mandatory public
funds, including social security, retirement
and welfare programs, as referred to in the
laws and regulations concerning pawnshops,
deposit insurance institutions, the Indonesia
credit export agency, secondary mortgage
companies and management of mandatory
public funds, as well as other financial
services institutions as the OJK may declare
5

pengelolaan dana masyarakat yang bersifat


wajib, serta lembaga jasa keuangan lain yang
dinyatakan diawasi oleh OJK berdasarkan
peraturan perundang-undangan.

to be supervised under the laws and


regulations.

3.

Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis 3.


Teknologi Informasi adalah penyelenggaraan
layanan jasa keuangan untuk mempertemukan
pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman
dalam rangka melakukan perjanjian pinjam
meminjam dalam mata uang rupiah secara
langsung melalui sistem elektronik dengan
menggunakan jaringan internet.

Information
Technology-Based
Money
Lending Services means the provision of
financial services to match a lender with a
borrower to enter into a loan agreement in
Rupiah currency directly through electronic
systems using internet networks.

4.

Sistem Elektronik adalah serangkaian 4.


perangkat dan prosedur elektronik yang
berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan,
mengolah,
menganalisis,
menyimpan,
menampilkan, mengumumkan, mengirimkan,
dan/atau menyebarkan informasi elektronik di
bidang layanan jasa keuangan.

Electronic System means a set of electronic


devices and procedures that serve to prepare,
collect, process, analyze, store, display,
publish,
transmit,
and/or
disseminate
electronic information in the field of financial
services.

5.

Teknologi Informasi adalah suatu teknik 5.


untuk
mengumpulkan,
menyiapkan,
menyimpan, memproses, mengumumkan,
menganalisis,
dan/atau
menyebarkan
informasi di bidang layanan jasa keuangan.

Information Technology means a technique to


collect, prepare, store, process, publish,
analyze, and/or disseminate information in the
field of financial services.

6.

Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam 6.


Uang Berbasis Teknologi Informasi yang
selanjutnya disebut Penyelenggara adalah
badan hukum Indonesia yang menyediakan,
mengelola, dan mengoperasikan Layanan
Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi.

Information
Technology-Based
Money
Lending Services Provider, hereinafter
referred to as Provider, means an Indonesian
legal entity that provides, manages, and
operates Information Technology-Based
Money Lending Services.

7.

Penerima Pinjaman adalah orang dan/atau 7.


badan hukum yang mempunyai utang karena
perjanjian Layanan Pinjam Meminjam Uang
Berbasis Teknologi Informasi.

Borrower means a person and/or legal entity


that owes a debt under an Information
Technology-Based Money Lending Services
agreement.

8.

Pemberi Pinjaman adalah orang, badan 8.


hukum, dan/atau badan usaha yang
mempunyai piutang karena perjanjian
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi.

Lender means a person, legal entity, and/or


business entity that has receivables under an
Information
Technology-Based
Money
Lending Services agreement.

9.

Pengguna Layanan Pinjam Meminjam Uang 9.


Berbasis
Teknologi
Informasi
yang
selanjutnya disebut Pengguna adalah Pemberi
Pinjaman dan Penerima Pinjaman yang
menggunakan Layanan Pinjam Meminjam
Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Information
Technology-Based
Money
Lending Services User, hereinafter referred to
as User, means a Lender and a Borrower that
engages
Information
Technology-Based
Money Lending Services.

10. Direksi:

10. Board of Directors:

a.

bagi Penyelenggara yang berbentuk


badan hukum perseroan terbatas adalah
direksi sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas; atau

a.

for a Provider that is a legal entity in the


form a limited liability company means
the board of directors as referred to in
Law Number 40 of 2007 concerning
Limited Liability Companies; or

b.

bagi Penyelenggara yang berbentuk


badan hukum koperasi adalah pengurus
sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 1992 tentang
Perkoperasian.

b.

for a Provider that is a legal entity in the


form a
cooperative
means
the
management as referred to in Law
Number 25 of 1992 concerning
Cooperatives.

11. Komisaris:

11. Commissioners:

a.

bagi Penyelenggara yang berbentuk


badan hukum perseroan terbatas adalah
komisaris sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas; atau

a.

for a Provider that is a legal entity in the


form a limited liability company means
commissioners as referred to in Law
Number 40 of 2007 concerning Limited
Liability Companies; or

b.

bagi Penyelenggara yang berbentuk


badan hukum koperasi adalah pengawas
sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 1992 tentang
Perkoperasian.

b.

for a Provider that is a legal entity in the


form a cooperative means a supervisor as
referred to in Law Number 25 of 1992
concerning Cooperatives.

12. Dokumen Elektronik adalah setiap informasi 12. Electronic Document means any electronic
information that is created, forwarded, sent,
elektronik
yang
dibuat,
diteruskan,
received, or stored in analog, digital,
dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam
electromagnetic, optical form, or the like,
bentuk analog, digital, elektromagnetik,
visible, displayable and/or audible via
optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat,
computers or Electronic Systems, including
ditampilkan, dan/atau didengar melalui
but not limited to writings, sounds, images,
komputer atau Sistem Elektronik termasuk
road maps, photographs or the like, letters,
tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara,
signs, figures, access codes, symbols or
gambar, peta rancangan, foto atau sejenisnya,
perforations having certain meaning or
huruf, tanda, angka, kode akses, simbol atau
definition or intelligible to persons who are
perforasi yang memiliki makna atau arti atau
able to understand them as referred to in Law
dapat dipahami oleh orang yang mampu
Number 11 of 2008 concerning Electronic
memahaminya sebagaimana dimaksud dalam
Information and Transactions.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
13. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang 13. Electronic Certificate means a certificate in
electronic nature that bears an electronic
bersifat elektronik yang memuat tanda tangan
signature and identity demonstrating a status
elektronik dan identitas yang menunjukkan
of a legal subject of parties to an electronic
status subjek hukum para pihak dalam
transaction issued by certification service
transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh
providers as referred to in Law Number 11 of
penyelenggara
sertifikasi
elektronik
2008 concerning Electronic Information and
sebagaimana dimaksud dalam UndangTransactions.
Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik.
7

14. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah 14. Electronic Certification Service Provider
badan hukum yang berfungsi sebagai pihak
means a legal entity that acts as a party that
yang memberikan dan mengaudit Sertifikat
issues and audits Electronic Certificates
Elektronik yang terdaftar di OJK.
registered with the OJK.
15. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan 15. Electronic Signature means a signature that
contains electronic information that is
yang terdiri atas informasi elektronik yang
attached to, associated or linked with other
dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan
electronic information that is used for means
informasi elektronik lainnya yang digunakan
of verification and authentication as referred
sebagai alat verifikasi dan autentikasi
to in Law Number 11 of 2008 concerning
sebagaimana dimaksud dalam UndangElectronic Information and Transactions.
Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik.
BAB II

CHAPTER II

PENYELENGGARA LAYANAN PINJAM


MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI

INFORMATION TECHNOLOGY-BASED
MONEY LENDING SERVICES PROVIDERS

Bagian Kesatu

Part One

Bentuk Badan Hukum, Kepemilikan, dan


Permodalan

Legal Entity Forms, Shareholdings, and Capital

Pasal 2

Article 2

(1) Penyelenggara dinyatakan sebagai Lembaga (1) A Provider shall be certified as Other
Jasa Keuangan Lainnya.
Financial Services Institution.
(2) Badan hukum Penyelenggara berbentuk:

(2) The legal entity of a Provider shall be in the


form of:

a.

perseroan terbatas; atau

a.

a limited liability company; or

b.

koperasi.

b.

a cooperative.

Penjelasan Pasal 2 Ayat (2) Huruf b:


Penyelenggara yang berbentuk badan hukum
koperasi hanya terbatas pada jenis koperasi jasa.

Elucidation of Article 2 Section (2) (b):


A Provider with a legal entity in the form of a
cooperative has access to the type of services
only.

Pasal 3

Article 3

(1) Penyelenggara berbentuk badan hukum (1) a Provider that is a legal entity in the form a
limited liability company as referred to in
perseroan terbatas sebagaimana dimaksud
Article 2 section (2) point (a) may be formed
dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a, dapat didirikan
and owned by:
dan dimiliki oleh:
a.

warga negara Indonesia dan/atau badan


hukum Indonesia; dan/atau

Penjelasan Pasal 3 Ayat (1) Huruf a:


Badan hukum Indonesia antara lain berupa
pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan,
atau perseroan terbatas.

a.

an Indonesian citizen and/or


Indonesian legal entity; and/or

an

Elucidation of Article 3 Section (1) (a):


An Indonesian legal entity includes, inter alia, the
central government, the regional governments,
foundations, or limited liability companies.
8

b.

warga negara asing dan/atau badan


hukum asing.

Penjelasan Pasal 3 Ayat (1) Huruf b:


Badan hukum asing antara lain naamloze
vennootschap (NV), private limited (Pte. Ltd),
atau sendirian berhad (Sdn. Bhd).

b.

a foreign citizen and/or a foreign legal


entity.

Elucidation of Article 3 Section (1) (b):


A foreign legal entity includes, inter alia, public
limited liability companies (NV), private limited
(Pte. Ltd), or sendirian berhad (Sdn. Bhd).

(2) Kepemilikan saham Penyelenggara oleh (2) Share ownership in a Provider by a foreign
citizen and/or a foreign legal entity as referred
warga negara asing dan/atau badan hukum
to in section (1) point (b), either directly or
asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
indirectly, shall not exceed 85% (eighty-five
huruf b, baik secara langsung maupun tidak
percent).
langsung paling banyak 85% (delapan puluh
lima persen).
Pasal 4

Article 4

(1) Penyelenggara berbentuk badan hukum (1) A Provider that is a legal entity in the form a
limited liability company must, at registration,
perseroan terbatas wajib memiliki modal
have
paid-up
capital
of
at
least
disetor paling sedikit Rp1.000.000.000,00
Rp1,000,000,000 (one billion rupiah).
(satu miliar rupiah) pada saat pendaftaran.
(2) Penyelenggara berbentuk badan hukum (2) A Provider that is a legal entity in the form a
cooperative must, at registration, have
koperasi wajib memiliki modal sendiri paling
networth of at least Rp1,000,000,000 (one
sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar
billion rupiah) when registered.
rupiah) pada saat pendaftaran.
Penjelasan Pasal 4 Ayat (2):
Yang dimaksud dengan modal sendiri adalah
simpanan pokok, simpanan wajib, dana
cadangan, dan hibah sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992
tentang Perkoperasian.

Elucidation of Article 4 Section (2):


Networth means principal savings, mandatory
savings, reserve funds, and gift as referred to in
Law Number 25 of 1992 concerning Cooperatives.

(3) Penyelenggara wajib memiliki modal disetor (3) A Provider must, on filing the application for
a license, have paid-up capital as referred to in
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau
section (1) or networth as referred to in
modal sendiri sebagaimana dimaksud pada
section (2) of at least Rp2,500,000,000 (two
ayat (2) paling sedikit Rp2.500.000.000,00
billion five hundred million rupiah).
(dua miliar lima ratus juta rupiah) pada saat
mengajukan permohonan perizinan.
Bagian Kedua

Part Two

Kegiatan Usaha

Business Activities

Pasal 5

Article 5

(1) Penyelenggara menyediakan, mengelola, dan (1) A Provider shall provide, manage, and operate
Information
Technology-Based
Money
mengoperasikan Layanan Pinjam Meminjam
Lending Services provided by a Lender
Uang Berbasis Teknologi Informasi dari
(lending party) to a Borrower (borrowing
pihak Pemberi Pinjaman kepada pihak
party), the fund of which shall be sourced
Penerima Pinjaman yang sumber dananya
from a Lender (lending party).
berasal dari pihak Pemberi Pinjaman.
(2) Penyelenggara dapat bekerja sama dengan (2) A Provider may cooperate with information
penyelenggara layanan jasa keuangan berbasis
technology-based financial services providers
9

teknologi informasi sesuai dengan ketentuan


peraturan perundang-undangan.

under the laws and regulations.

Penjelasan Pasal 5 Ayat (2):


Yang dimaksud dengan penyelenggara layanan
jasa keuangan berbasis teknologi informasi
antara lain penyelenggara layanan jasa keuangan
berbasis teknologi informasi di bidang sistem
pembayaran, perasuransian, dana pensiun,
lembaga keuangan mikro, pembiayaan, modal
ventura, pergadaian, atau penjaminan.

Elucidation of Article 5 Section (2):


Information technology-based financial services
providers means, inter alia, information
technology-based financial services providers that
are engaged in payment systems, insurance,
pension funds, microfinance institutions, financing
institutions, venture capital, pawnshops, or
deposit insurance institutions.

Bagian Ketiga

Part Three

Batasan Pemberian Pinjaman Dana

Fund Lending Limit

Pasal 6

Article 6

(1) Penyelenggara wajib memenuhi ketentuan (1) A Provider must fulfill the total maximum
legal lending limit for each Borrower.
batas maksimum total pemberian pinjaman
dana kepada setiap Penerima Pinjaman.
(2) Batas maksimum total pemberian pinjaman (2) The total maximum legal lending limit as
referred to in section (1) shall be
dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
Rp2,000,000,000 (two billion rupiah).
ditetapkan sebesar Rp2.000.000.000,00 (dua
miliar rupiah).
(3) OJK dapat melakukan peninjauan kembali (3) The OJK may review the total maximum legal
lending limit as referred to in section (2).
atas batas maksimum total pemberian
pinjaman dana sebagaimana dimaksud pada
ayat (2).
Penjelasan Pasal 6 Ayat (3):
Perubahan batas maksimum total pemberian
pinjaman
dana
dilakukan
dengan
mempertimbangkan antara lain perkembangan
ekonomi dan/atau kondisi industry Penyelenggara
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi.

Elucidation of Article 6 Section (3):


Changes in the total maximum legal lending limit
are made in consideration of, inter alia, the
ongoing economics and/or the condition of the
industry of the Information Technology-Based
Money Lending Services Providers.

Bagian Keempat

Part Four

Pendaftaran dan Perizinan

Registration and Licensing

Pasal 7

Article 7

Penyelenggara wajib mengajukan pendaftaran dan A Provider must file an application for registration
perizinan kepada OJK.
and licensing with the OJK.
Paragraf 1

Paragraph 1

Pendaftaran

Registration

Pasal 8

Article 8

(1) Penyelenggara yang akan melakukan kegiatan (1) A Provider to engage in Information
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Technology-Based Money Lending Services
10

Teknologi
Informasi
mengajukan
permohonan pendaftaran kepada OJK.

activities shall file an


registration with the OJK.

application

for

(2) Penyelenggara yang telah melakukan kegiatan (2) A Provider engages in Information
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Technology-Based Money Lending Services
Teknologi Informasi sebelum peraturan OJK
activities prior to this regulation of the OJK
ini
diundangkan,
harus
mengajukan
being promulgated must file an application for
permohonan pendaftaran kepada OJK paling
registration with the OJK within 6 (six)
lambat 6 (enam) bulan setelah peraturan OJK
months of this regulation of the OJK coming
ini berlaku.
into effect.
(3) Permohonan pendaftaran oleh Penyelenggara (3) An application for registration by a Provider
as referred to in section (1) and section (2)
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
shall be filed by the Board of Directors to the
(2), disampaikan oleh Direksi kepada Kepala
Chief Supervisory Executive of Insurance,
Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana
Pension Fund, Finance Institutions, and Other
Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga
Financial Services Institutions, using Form 1
Jasa Keuangan Lainnya dengan menggunakan
provided in the Attachment, made an
Formulir 1 sebagaimana tercantum dalam
inseparable part of this regulation of the OJK,
Lampiran yang merupakan bagian yang tidak
enclosing documents containing at least:
terpisahkan dari peraturan OJK ini, dan
dilampiri dengan dokumen yang paling
sedikit memuat:
a.

akta pendirian badan hukum termasuk


anggaran dasar berikut perubahannya
(jika ada) yang telah disahkan/disetujui
oleh instansi yang berwenang atau
diberitahukan kepada instansi yang
berwenang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;

a.

a deed of establishment of a legal entity,


incorporating the articles of association
along with the amendment thereof (if
any), that has been validated/approved by
the competent agency, or notified to the
competent agency under the laws and
regulations;

b.

bukti identitas diri dan daftar riwayat


hidup yang dilengkapi dengan pas foto
berwarna yang terbaru berukuran 4x6 cm
dari:

b.

a certificate of personal identity and a


curriculum vitae bearing a most recent
4x6 cm passport color photograph of:

1.

pemegang saham yang memiliki


saham paling sedikit 20% (dua puluh
persen);

1.

a shareholder holding shares of at


least 20% (twenty percent);

2.

anggota Direksi; dan

2.

a member of the Board of Directors;


and

3.

anggota Komisaris;

3.

a member of
Commissioners;

the

Board

of

c.

fotokopi nomor pokok wajib pajak badan;

c.

a photocopy of the corporate taxpayer ID


number;

d.

surat keterangan domisili Penyelenggara


dari instansi yang berwenang;

d.

a certificate of domicile of the Provider


from the competent agency;

e.

bukti kesiapan operasional kegiatan usaha


berupa
dokumen
terkait
Sistem
Elektronik
yang
digunakan

e.

proof of operating readiness in the form


of documents in connection with
Electronic Systems used by the Provider,
11

Penyelenggara
operasional;

dan

data

kegiatan

and operating data;

Penjelasan Pasal 8 Ayat (3) Huruf e:


Contoh dokumen terkait Sistem Elektronik antara
lain bukti pengujian Sistem Elektronik yang
digunakan Penyelenggara.

Elucidation of Article 8 Section (3) Point (e):


An example of documents in connection with
Electronic Systems would be, inter alia, proof of
test of Electronic Systems used by a Provider.

f.

bukti pemenuhan syarat permodalan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
ayat (1) atau Pasal 4 ayat (2);

f.

proof of capital compliance as referred to


in Article 4 section (1) or Article 4
section (2);

g.

surat pernyataan rencana penyelesaian


terkait hak dan kewajiban Pengguna
dalam hal perizinan Penyelenggara tidak
disetujui oleh OJK.

g.

a statement on the plan for settlement of


the rights and obligations of Users in case
the licensing of a Provider is not
approved by the OJK.

(4) Persetujuan atas permohonan pendaftaran (4) An application for registration shall be
approved within 10 (ten) working days of the
dilakukan dalam jangka waktu paling lama 10
receipt of the registration application
(sepuluh) hari kerja sejak diterimanya
documents as required by this regulation of
dokumen permohonan pendaftaran sesuai
the OJK.
dengan persyaratan dalam peraturan OJK ini.
(5) OJK menetapkan persetujuan pendaftaran (5) The OJK shall approve the registration of a
Provider by issuing a certificate of
Penyelenggara dengan memberikan surat
registration.
tanda bukti terdaftar.
Pasal 9

Article 9

(1) Penyelenggara yang telah terdaftar wajib (1) A registered Provider must submit a periodic
report once every 3 (three) months for the
menyampaikan laporan secara berkala setiap
period ending March 31, June 30, September
3 (tiga) bulan untuk periode yang berakhir
30, and December 31 to the OJK, containing
pada tanggal 31 Maret, 30 Juni, 30
information on at least:
September, dan 31 Desember kepada OJK
dengan informasi yang paling sedikit memuat:
a.

jumlah Pemberi Pinjaman dan Penerima


Pinjaman;

a.

the number of Lenders and Borrowers;

b.

kualitas pinjaman yang diterima oleh


Penerima Pinjaman berikut dasar
penilaian kualitas pinjaman; dan

b.

the loan quality received by the


Borrowers along with the assessment of
the loan quality; and

c.

kegiatan yang telah dilakukan setelah


terdaftar di OJK.

c.

the activities carried out upon registration


with the OJK.

(2) Laporan berkala setiap 3 (tiga) bulan (2) A 3 (three)-monthly report as referred to in
section (1) shall be submitted to the OJK
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
within 10 (ten) working days of the reporting
disampaikan kepada OJK paling lambat 10
due date.
(sepuluh) hari kerja terhitung sejak jatuh
tempo tanggal pelaporan.
Penjelasan Pasal 9 Ayat (2):
Penyampaian laporan berkala dilakukan melalui
Sistem Elektronik antara lain melalui surat

Elucidation of Article 9 Section (2):


A periodic report shall be submitted via
Electronic Systems such as, inter alia, electronic
12

elektronik (email), atau portal pelaporan yang


disediakan oleh OJK.

Pasal 10

mail (email), or a reporting portal provided by the


OJK.

Article 10

(1) Penyelenggara yang telah terdaftar di OJK, (1) A Provider that has been registered with the
OJK must, within 1 (one) year of the date of
wajib mengajukan permohonan izin sebagai
registration with the OJK, file an application
Penyelenggara dalam jangka waktu paling
for a license as a Provider.
lama 1 (satu) tahun sejak tanggal terdaftar di
OJK.
(2) Dalam hal jangka waktu sebagaimana (2) If the period as referred to in section (1)
expires without the Provider with a certificate
dimaksud pada ayat (1) telah berakhir,
of registration filing an application for a
Penyelenggara yang telah mendapatkan surat
license or meeting the licensing requirements,
tanda bukti terdaftar dan tidak menyampaikan
the certificate of registration of the Provider
permohonan perizinan atau tidak memenuhi
as referred to in Article 8 section (5) shall be
persyaratan perizinan, surat tanda bukti
declared null and void.
terdaftar
Penyelenggara
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 8 ayat (5) dinyatakan
batal.
(3) Penyelenggara yang surat tanda bukti (3) A Provider whose certificate of registration is
declared null and void as referred to in section
terdaftarnya dinyatakan batal sebagaimana
(2) shall no longer file an application for
dimaksud pada ayat (2) tidak dapat lagi
registration with the OJK.
menyampaikan permohonan pendaftaran
kepada OJK.
(4) Penyelenggara yang surat tanda bukti (4) A Provider whose certificate of registration is
declared null and void as referred to in section
terdaftarnya dinyatakan batal sebagaimana
(2) must settle the rights and obligations of
dimaksud pada ayat (2), harus menyelesaikan
Users according to the statement on the plan
hak dan kewajiban Pengguna sesuai dalam
for settlement.
surat pernyataan rencana penyelesaian.
(5) Penyelenggara yang masih terdaftar dan (5) A Provider still registered but claiming
inability to continue its operation must file an
menyatakan tidak mampu meneruskan
application with the OJK, accompanied by the
kegiatan operasionalnya, harus mengajukan
reasons for inability and the plan for
permohonan kepada OJK disertai dengan
settlement of the rights and obligations of
alasan ketidakmampuan, dan rencana
Users.
penyelesaian hak dan kewajiban Pengguna.
Penjelasan Pasal 10 Ayat (5):
Yang dimaksud dengan tidak mampu adalah
kondisi yang menyebabkan Penyelenggara tidak
dapat melaksanakan kegiatan Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi,
seperti sistem yang digunakan rusak dan tidak
dapat diperbaiki lagi atau adanya rencana
pembubaran perusahaan.

(1) Permohonan

Elucidation of Article 10 Section (5):


Inability means a condition that results in a
Provider becoming unable to perform Information
Technology-Based Money Lending Services
activities, e.g., the systems in use are damaged
and irreparable, or there is a plan to dissolve the
company.

Paragraf 2

Paragraph 2

Perizinan

Licensing

Pasal 11

Article 11

perizinan

Penyelenggara (1) An application for licensing by a Provider as


13

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat


(1) disampaikan oleh Direksi Penyelenggara
kepada
Kepala
Eksekutif
Pengawas
Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga
Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan
Lainnya dengan menggunakan Formulir 2
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
peraturan OJK ini dan dilampiri paling
sedikit:

referred to in Article 10 section (1) shall be


filed by the Board of Directors of the Provider
with the Chief Supervisory Executive of
Insurance, Pension Fund, Finance Institutions,
and Other Financial Services Institutions
using Form 2 provided in the Attachment,
made an inseparable part of this regulation of
the OJK, enclosing at least:

a.

a.

b.

c.

akta pendirian badan hukum termasuk


anggaran dasar berikut perubahannya
(jika ada) yang telah disahkan/disetujui
oleh instansi yang berwenang atau
diberitahukan kepada instansi yang
berwenang, yang paling sedikit memuat:

a deed of establishment of a legal entity,


incorporating the articles of association
along with the amendment thereof (if
any), that has been validated/approved by
the competent agency, or notified to the
competent agency, containing at least:

1.

nama dan tempat kedudukan;

1.

the name and domicile;

2.

kegiatan usaha sebagai Perusahaan


Layanan Pinjam Meminjam Uang
Berbasis Teknologi Informasi;

2.

the business line as an Information


Technology-Based Money Lending
Services Company;

3.

permodalan;

3.

the capital;

4.

kepemilikan;

4.

the shareholdings;

5.

wewenang, tanggung jawab, masa


jabatan Direksi, dan Komisaris; dan

5.

the powers, responsibility, term of


office of the Board of Directors and
the Board of Commissioners; and

6.

perubahan anggaran dasar terakhir


(jika ada) disertai dengan bukti
pengesahan, persetujuan dan/atau
surat penerimaan pemberitahuan dari
instansi berwenang;

6.

the most recent amendment of the


articles of association (if any) along
with the proof of their validation,
approval and/or letter of notification
from the competent agency;

daftar kepemilikan, berupa:

b.

a list of the shareholdings, including:

1.

daftar pemegang saham berikut


rincian besarnya masing-masing
kepemilikan
saham
bagi
Penyelenggara berbentuk badan
hukum perseroan terbatas; atau

1.

for a legal entity in the form of a


limited liability company, the
register of shareholders along with
the breakdowns of the amount of the
respective shareholdings; or

2.

daftar anggota berikut jumlah


simpanan pokok dan simpanan wajib
bagi Penyelenggara berbentuk badan
hukum koperasi;

2.

for a legal entity in the form of a


cooperative, a list of the members
along with the principal savings and
mandatory savings.

data pemegang saham:


1.

bagi orang perseorangan, dilampiri


dengan:

c.

data on the shareholders, enclosing:


1.

for an individual, enclosing:

14

a)

fotokopi tanda pengenal berupa


kartu tanda penduduk yang
masih berlaku atau paspor bagi
warga negara asing;

a)

a photocopy of ID: valid


resident ID card, or passport (for
a foreign citizen);

b) fotokopi nomor pokok wajib


pajak;

b) a photocopy of the taxpayer ID


number;

c)

c)

daftar riwayat hidup dengan


dilengkapi pas foto berwarna
yang terbaru berukuran 4x6 cm;
dan

d) surat pernyataan
yang menyatakan:

bermeterai

a curriculum vitae bearing a


most recent 4x6 cm passport
color photograph; and

d) a stamped statement that:

1) setoran
modal
Penyelenggara tidak berasal
dari pinjaman;

1) no capital paid up by the


Provider has originated
from loans;

2) setoran
modal
Penyelenggara tidak berasal
dari kegiatan pencucian
uang (money laundering)
dan kejahatan keuangan;

2) no capital paid up by the


Provider has originated
from money laundering and
financial criminal offenses;

3) tidak tercatat dalam daftar


kredit macet;

3) he/she is absent from the


bad debts list;

4) tidak
pernah
dihukum
karena melakukan tindak
pidana di bidang usaha jasa
keuangan
dan/atau
perekonomian berdasarkan
putusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan
hukum tetap dalam 5 (lima)
tahun terakhir;

4) he/she has no criminal


conviction in the field of
financial services and/or
economics by a courts final
and binding decision within
the last 5 (five) years;

5) tidak
pernah
dihukum
karena melakukan tindak
pidana
kejahatan
berdasarkan
putusan
pengadilan
yang
telah
mempunyai
kekuatan
hukum tetap dalam 5 (lima)
tahun terakhir;

5) he/she has no conviction for


a felony by a courts final
and binding decision within
the last 5 (five) years;

6) tidak pernah dinyatakan


pailit atau bersalah yang
menyebabkan
suatu
perseroan/perusahaan
dinyatakan
pailit
berdasarkan
keputusan
pengadilan
yang
telah

6) he/she has never been


adjudicated bankrupt or
found guilty causing the
company to be adjudicated
bankrupt by a courts final
and binding decision within
15

the last 5 (five) years; and

mempunyai
kekuatan
hukum tetap dalam 5 (lima)
tahun terakhir; dan
7) tidak
pernah
menjadi
pemegang
saham
pengendali, anggota direksi,
atau
anggota
dewan
komisaris, pada perusahaan
jasa keuangan yang dicabut
izin
usahanya
karena
melakukan
pelanggaran
dalam 5 (lima) tahun
terakhir;
2.

bagi badan hukum, dilampiri dengan:


a)

7) he/she is not an ultimate


shareholder, a member of
the board of directors or a
member of the board of
commissioners
of
a
financial services company
whose business license is
revoked for violation within
the last 5 (five) years;
2.

for a legal entity, enclosing:


a)

akta pendirian badan hukum


termasuk anggaran dasar berikut
perubahan yang terakhir (jika
ada), disertai dengan bukti
pengesahan, persetujuan, atau
pencatatan
dari
instansi
berwenang;

a deed of establishment of a
legal entity, incorporating the
articles of association along with
the most recent amendment
thereof (if any), and the proof of
validation, approval, or listing
from the competent agency;

b) surat pernyataan direksi atau


yang setara yang menyatakan
bahwa:

b) a statement of the board of


directors or equivalent that:

1) setoran
modal
Penyelenggara tidak berasal
dari pinjaman;

1) no capital paid up by the


Provider has originated
from loans;

2) setoran
modal
Penyelenggara tidak berasal
dari kegiatan pencucian
uang (money laundering)
dan kejahatan keuangan;
dan

2) no capital paid up by the


Provider has originated
from money laundering and
financial criminal offenses;
and

3) tidak tercatat dalam daftar


kredit macet;

3) it is absent from the bad


debts list;

3.

bagi pemerintah pusat, dilampiri


dengan
peraturan
pemerintah
mengenai penyertaan modal Negara
untuk pendirian perusahaan;

3.

for the central government, enclosing


the regulation of the government
concerning the capital participation
of the State for formation of a
company;

4.

bagi pemerintah daerah, dilampiri


dengan peraturan daerah mengenai
penyertaan modal daerah untuk
pendirian perusahaan;

4.

for the regional government,


enclosing the regulation of the region
concerning the capital participation
of that regional government for
formation of a company;
16

Penjelasan Pasal 11 Ayat (1) Huruf c Angka 4:


Yang dimaksud dengan pemerintah daerah
adalah Pemerintah Daerah Provinsi atau
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

d.

data Direksi dan Komisaris:

Elucidation of Article 11 Section (1) Point (c) (4):


The regional government means the Provincial
Government or the District/City Government.

d.

data on the Board of Directors and the


Board of Commissioners:

1.

fotokopi tanda pengenal berupa kartu


tanda penduduk yang masih berlaku
atau paspor bagi warga negara asing;

1.

a photocopy of ID: valid resident ID


card, or passport (for a foreign
citizen);

2.

daftar
riwayat
hidup
dengan
dilengkapi pas foto berwarna yang
terbaru berukuran 4x6 cm;

2.

a curriculum vitae bearing a most


recent 4x6 cm passport color
photograph;

3.

fotokopi nomor pokok wajib pajak;


dan

3.

a photocopy of the taxpayer ID


number; and

4.

surat pernyataan bermeterai dari


masing-masing anggota Direksi, dan
Komisaris yang menyatakan:

4.

a stamped statement of the respective


members of the Board of Directors
and the Board of Commissioners
that:

a)

tidak tercatat dalam daftar kredit


macet;

a)

he/she is absent from the bad


debt list;

b) tidak pernah dihukum karena


melakukan tindak pidana di
bidang jasa keuangan dan/atau
perekonomian
berdasarkan
putusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum
tetap dalam 5 (lima) tahun
terakhir;

b) he/she
has
no
criminal
conviction in the field of
financial
services
and/or
economics by a courts final and
binding decision within the last
5 (five) years;

c)

c)

tidak pernah dihukum karena


melakukan
tindak
pidana
kejahatan berdasarkan putusan
pengadilan
yang
telah
mempunyai kekuatan hukum
tetap dalam 5 (lima) tahun
terakhir;

he/she has no conviction for a


felony by a courts final and
binding decision within the last
5 (five) years;

d) tidak pernah dinyatakan pailit


atau
dinyatakan
bersalah
menyebabkan suatu badan usaha
dinyatakan pailit berdasarkan
putusan
pengadilan
yang
mempunyai kekuatan hukum
tetap dalam 5 (lima) tahun
terakhir; dan

d) he/she
has
never
been
adjudicated bankrupt or found
guilty causing a business entity
to be adjudicated bankrupt by a
courts final and binding
decision within the last 5 (five)
years; and

e)

e)

tidak pernah menjadi pemegang


saham, direksi, komisaris pada

he/she is not a shareholder, a


member of the board of directors
17

or a member of the board of


commissioners of a financial
services
company
whose
business license is revoked for
violation within the last 5 (five)
years;

perusahaan jasa keuangan yang


dicabut izin usahanya karena
melakukan pelanggaran dalam 5
(lima) tahun terakhir;

e.

fotokopi bukti pemenuhan permodalan


yang dilegalisasi dan masih berlaku
selama proses permohonan perizinan atas
nama pada salah satu bank umum yang
melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional
dan/atau
berdasarkan
prinsip syariah yang berbadan hukum
Indonesia;

e.

a certified photocopy of the proof of


capital payment that is still valid when
filing an application for licensing in the
name of the company, deposited into any
of
the
Indonesian
incorporated
conventional and/or sharia commercial
banks;

f.

struktur organisasi Penyelenggara;

f.

the structure of organization of the


Provider;

g.

pedoman/standar prosedur operasional


terkait penerapan program anti pencucian
uang dan pencegahan pendanaan
terorisme;

g.

the standard operating policy and


procedure for the anti-money laundering
and counter-terrorism financing program;

h.

rencana kerja untuk 1 (satu) tahun


pertama yang paling sedikit memuat:

h.

the business plan for the first 1 (one) year


containing at least:

i.

1.

gambaran mengenai kegiatan usaha


yang akan dilakukan;

1.

a description of the business


activities to be carried out;

2.

target dan langkah-langkah yang


dilakukan untuk mewujudkan target
dimaksud; dan

2.

the targets and steps aimed for/taken


to reach the intended targets; and

3.

proyeksi laporan keuangan untuk 1


(satu) tahun ke depan;

3.

a projected financial statement for


the next 1 (one) year;

bukti kesiapan operasional berupa:

i.

proof of operating readiness including:

1.

bukti kepemilikan atau penguasaan


gedung dan ruangan kantor atau unit
layanan (outlet), berupa fotokopi
sertifikat hak milik, hak guna
bangunan, atau hak pakai atas nama
Penyelenggara, atau perjanjian sewa
gedung/ruangan; dan

1.

proof of ownership or possession of


premises and office spaces or outlets
in the form of photocopies of the
certificates of freehold estate, right to
build, or right of use in the name of
the Provider, or building/space lease
agreements; and

2.

daftar inventaris
kantor;

2.

the inventory and office equipment;

dan

peralatan

Penjelasan Pasal 11 Ayat (1) Huruf i Angka 2:


Yang dimaksud dengan inventaris antara lain:

Elucidation of Article 11 Section (1) Point (i) (2):


The inventory means, inter alia:

a.

komputer; dan

a.

computers; and

b.

perangkat sistem informasi.

b.

information system equipment.


18

j.

fotokopi nomor pokok wajib pajak atas


nama Penyelenggara;

j.

a photocopy of the taxpayer ID number in


the name of the Provider;

k.

surat pernyataan rencana penyelesaian


terkait hak dan kewajiban Pengguna
dalam hal Penyelenggara tidak dapat
meneruskan kegiatan operasional sistem
elektronik Layanan Pinjam Meminjam
Uang Berbasis Teknologi Informasi; dan

k.

a statement on the plan for settlement of


the rights and obligations of Users in case
the Provider is unable to continue the
operating activities of the electronic
systems for the Information TechnologyBased Money Lending Services; and

Penjelasan Pasal 11 Ayat (1) Huruf k:


Yang dimaksud dengan surat pernyataan
rencana penyelesaian terkait hak dan kewajiban
Pengguna, yaitu bentuk komitmen yang perlu
disusun secara formal dan sah oleh
Penyelenggara terkait rencana penyelesaian hak
dan
kewajiban
Pengguna
dalam
hal
Penyelenggara tidak dapat meneruskan kegiatan
operasional.

Elucidation of Article 11 Section (1) Point (k):


Statement on the plan for settlement of the rights
and obligations of Users means a commitment a
Provider needs to make formally and legitimately
with respect to the plan for settlement of the rights
and obligations of Users in case a Provider is
unable to continue the operating activities.

l.

l.

bukti pelunasan biaya perizinan.

Penjelasan Pasal 11 Ayat (1) Huruf l:


Yang dimaksud dengan bukti pelunasan biaya
perizinan, yaitu tanda bukti secara sah atas
pembayaran biaya perizinan Penyelenggara
kepada OJK.

proof of full payment of licensing.

Elucidation of Article 11 Section (1) Point (l):


Proof of full payment of licensing means valid
proof of payment of Providers licensing fees to
the OJK.

(2) OJK melakukan penelaahan atas permohonan (2) The OJK shall conduct study following the
application for licensing submitted by a
perizinan
yang
disampaikan
oleh
Provider.
Penyelenggara.
(3) OJK memberikan persetujuan atau penolakan (3) The OJK shall issue approval or rejection of
the application for licensing within 20
atas permohonan perizinan paling lama 20
(twenty) working days of the receipt of the
(dua puluh) hari kerja sejak diterimanya
licensing application documents as required
dokumen permohonan perizinan sesuai
by this regulation of the OJK.
dengan persyaratan dalam peraturan OJK ini.
(4) Permohonan perizinan otomatis berlaku (4) An application for licensing shall be
automatically valid if the period as referred to
apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud
in section (3) expires.
pada ayat (3) terlampaui.
Bagian Kelima

Part Five

Perubahan Kepemilikan

Changes in Ownership

Pasal 12

Article 12

Perubahan kepemilikan Penyelenggara harus Changes in ownership of the Provider must first
terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari receive approval from the OJK.
OJK.
Penjelasan Pasal 12:
Persetujuan
atas
perubahan
kepemilikan
Penyelenggara dilakukan untuk menilai kelayakan
dan
kesesuaian
calon
pemilik
dengan

Elucidation of Article 12:


Approval for changes in ownership of the
Provider is made to assess the fitness and
propriety of a prospective owner with due regard
19

memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan


dalam peraturan OJK ini.

to the qualifications that have been specified by


this regulation of the OJK.

Bagian Keenam

Part Six

Pencabutan Izin Atas Permohonan Sendiri

Revocation of License at Own Request

Pasal 13

Article 13

(1) Penyelenggara yang memperoleh izin dan (1) A Provider holding a license but claiming
inability to continue its operation must file an
menyatakan tidak mampu meneruskan
application with the OJK, accompanied by the
kegiatan operasionalnya, harus mengajukan
reasons for inability and the plan for
permohonan kepada OJK disertai dengan
settlement of the rights and obligations of
alasan ketidakmampuan, dan rencana
Users.
penyelesaian hak dan kewajiban Pengguna.
(2) OJK mencabut izin Penyelenggara paling (2) The OJK shall revoke the license of the
Provider within 20 (twenty) working days of
lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal
the date of filing as referred to in section (1).
permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1).
Bagian Ketujuh

Part Seven

Kualifikasi Sumber Daya Manusia

Human Resources Qualifications

Pasal 14

Article 14

(1) Penyelenggara wajib memiliki sumber daya (1) A Provider must have human resources with
expertise and/or background in the field of
manusia yang memiliki keahlian dan/atau
information technology.
latar belakang di bidang teknologi informasi.
Penjelasan Pasal 14 Ayat (1):
Yang dimaksud dengan keahlian di bidang
teknologi informasi termasuk pengembangan
dan pemeliharaan aplikasi, serta pengamanan
database.

Elucidation of Article 14 Section (1):


Expertise in the field of information technology
includes development and maintenance of
applications and safeguards for database.

Keahlian dibuktikan dengan adanya sertifikasi


keahlian atau surat keterangan pengalaman kerja
paling sedikit 1 (satu) tahun di bidang teknologi
informasi.

The expertise shall be documented with a


certificate of expertise or certificate of job
experience in the field of information technology
for at least 1 (one) year.

(2) Penyelenggara wajib memiliki paling sedikit (2) A Provider must have at least 1 (one) member
of the Board of Directors and 1 (one) member
1 (satu) orang anggota Direksi dan 1 (satu)
of the Board of Commissioners with a
orang anggota Komisaris yang berpengalaman
minimum 1 (one)-year experience in financial
paling sedikit 1 (satu) tahun di industri jasa
services industry.
keuangan.
(3) Penyelenggara harus meningkatkan kualitas (3) A Provider must improve the quality of the
human resources through education and
sumber daya manusia melalui kegiatan
training activities in support of the
pendidikan dan pelatihan yang mendukung
development of the Information Technologypengembangan Layanan Pinjam Meminjam
Based Money Lending Services.
Uang Berbasis Teknologi Informasi.
Penjelasan Pasal 14 Ayat (3):
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang
mendukung pengembangan layanan pinjam

Elucidation of Article 14 Section (3):


Education and training in support of the
development of the information technology-based
20

meminjam uang berbasis teknologi informasi


dapat dilakukan antara lain melalui pusat
pendidikan swasta atau pada OJK Incubator
Center.

money lending services may be conducted


through, inter alia, a private education center or
the OJKs Incubator Center.

BAB III

CHAPTER III

PENGGUNA JASA LAYANAN PINJAM


MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI

INFORMATION TECHNOLOGY-BASED
MONEY LENDING SERVICES USERS

Bagian Kesatu

Part One

Penerima Pinjaman

Borrowers

Pasal 15

Article 15

(1) Penerima Pinjaman harus berasal dan (1) A Borrower must originate from and be
domiciled in the jurisdiction of the Unitary
berdomisili di wilayah hukum Negara
State of the Republic of Indonesia.
Kesatuan Republik Indonesia.
(2) Penerima Pinjaman sebagaimana dimaksud (2) A Borrower as referred to in section (1) shall
pada ayat (1) terdiri dari:
include:
a.

orang perseorangan
Indonesia; atau

b.

badan hukum Indonesia.

warga

negara

a.

an individual who is an Indonesia citizen;


or

b.

an Indonesian legal entity.

Bagian Kedua

Part Two

Pemberi Pinjaman

Lenders

Pasal 16

Article 16

(1) Pemberi Pinjaman dapat berasal dari dalam (1) A Lender may originate from Indonesia
dan/atau luar negeri.
and/or abroad.
(2) Pemberi Pinjaman sebagaimana dimaksud (2) A Lender as referred to in section (1) shall
pada ayat (1) terdiri dari:
include:
a.

orang perseorangan
Indonesia;

b.

a.

an individual who is an Indonesian


citizen;

orang perseorangan warga negara asing;

b.

an individual who is a foreign citizen;

c.

badan hukum Indonesia/asing;

c.

an Indonesian/foreign legal entity;

d.

badan usaha Indonesia/asing; dan/atau

d.

an Indonesian/foreign business entity;


and/or

e.

lembaga internasional.

e.

an international institution.

Pasal 17

warga

negara

Article 17

(1) Penyelenggara memberikan masukan atas (1) A Provider shall provide an input on the
suku bunga yang ditawarkan oleh Pemberi
interest rates offered by a Lender and a
Pinjaman dan Penerima Pinjaman dengan
Borrower in consideration of the fair value
21

mempertimbangkan
kewajaran
perkembangan perekonomian nasional.

dan

and the ongoing national economics.

Penjelasan Pasal 17 Ayat (1):


Nilai kewajaran dapat diukur antara lain melalui
tingkat inflasi, atau kepentingan nasional.

Elucidation of Article 17 Section (1):


The fair value can be measured in terms of, inter
alia, inflation rates or the national concern.

(2) Dalam hal Penerima Pinjaman menerima (2) If a Borrower receives loans from abroad, the
provision of Information Technology-Based
pinjaman dari luar negeri, penyelenggaraan
Money Lending Services shall be subject to
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
the laws and regulations.
Teknologi Informasi tunduk pada ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Penjelasan Pasal 17 Ayat (2):
Ketentuan peraturan perundang-perundangan
sebagaimana dimaksud dalam pasal ini antara
lain ketentuan mengenai utang luar negeri.

Elucidation of Article 17 Section (2):


The laws and regulations in this article are, inter
alia, those concerning foreign debts.

BAB IV

CHAPTER IV

PERJANJIAN LAYANAN PINJAM


MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI
INFORMASI

INFORMATION TECHNOLOGY-BASED
MONEY LENDING SERVICES AGREEMENTS

Pasal 18

Article 18

Perjanjian
pelaksanaan
Layanan
Pinjam An agreement on Information Technology-Based
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi Money Lending Services shall include:
meliputi:
a.

perjanjian antara Penyelenggara


Pemberi Pinjaman; dan

dengan a.

an agreement between a Provider and a


Lender; and

b.

perjanjian antara Pemberi Pinjaman dengan b.


Penerima Pinjaman.

an agreement between a Lender and a


Borrower.

Bagian Kesatu

Part One

Perjanjian Penyelenggara Layanan Pinjam


Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi
dengan Pemberi Pinjaman

An Information Technology-Based Money


Lending Services Agreement Between a Provider
and a Lender

Pasal 19

Article 19

(1) Perjanjian penyelenggaraan Layanan Pinjam (1) An Information Technology-Based Money


Lending Services Agreement between a
Meminjam
Uang
Berbasis
Teknologi
Provider and a Lender shall be set forth in an
Informasi antara Penyelenggara dengan
Electronic Document.
Pemberi
Pinjaman
dituangkan
dalam
Dokumen Elektronik.
(2) Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud (2) An Electronic Document as referred to in
pada pada ayat (1) wajib paling sedikit
section (1) must contain at least:
memuat:
a.

nomor perjanjian;

a.

the agreement number;


22

b.

tanggal perjanjian;

b.

the date of agreement;

c.

identitas para pihak;

c.

the identity of the parties;

d.

ketentuan mengenai hak dan kewajiban


para pihak;

d.

the rights and obligations of the parties;

e.

jumlah pinjaman;

e.

the amount of loan;

f.

suku bunga pinjaman;

f.

the loan interest rate;

g.

besarnya komisi;

g.

the amount of commission;

h.

jangka waktu;

h.

the term;

i.

rincian biaya terkait;

i.

the breakdown of the relevant costs;

j.

ketentuan mengenai denda (jika ada);

j.

the penalty terms (if any);

k.

mekanisme penyelesaian sengketa; dan

k.

the mechanism for dispute resolution; and

l.

mekanisme penyelesaian dalam hal


Penyelenggara tidak dapat melanjutkan
kegiatan operasionalnya.

l.

the mechanism for dispute resolution if a


Provider is unable to continue its
operation.

(3) Penyelenggara wajib menyediakan akses (3) A Provider must provide a Lender with access
to information about its use of fund.
informasi kepada Pemberi Pinjaman atas
penggunaan dananya.
(4) Akses informasi sebagaimana dimaksud pada (4) Access to information as referred to in section
(3) shall not include information relating to
ayat (3) tidak termasuk informasi terkait
the identity of the Borrower.
identitas Penerima Pinjaman.
(5) Informasi penggunaan dana sebagaimana (5) Information about the use of fund as referred
to in section (3) shall contain at least:
dimaksud pada ayat (3) paling sedikit
memuat:
a.

jumlah dana yang dipinjamkan kepada


Penerima Pinjaman;

a.

the amount of fund lent to the Borrower;

b.

tujuan pemanfaatan dana oleh Penerima


Pinjaman;

b.

the purpose for which the fund is utilized


by the Borrower;

c.

besaran bunga pinjaman; dan

c.

the loan interest rate; and

Penjelasan Pasal 19 Ayat (5) Huruf c:


Yang dimaksud dengan besaran bunga
pinjaman, yaitu tingkat suku bunga yang
disepakati antara Penyelenggara dengan Pemberi
Pinjaman.

Elucidation of Article 19 Section (5) Point (c):


Loan interest rate means an interest rate as
agreed upon by a Provider and a Lender.

d.

d.

jangka waktu pinjaman.

Penjelasan Pasal 19 Ayat (5) Huruf d:


Yang dimaksud dengan jangka waktu
pinjaman, yaitu lama pengembalian pinjaman
yang disepakati.

the loan term.

Elucidation of Article 19 Section (5) Point (d):


Loan term means an agreed-upon period within
which a loan is repaid.
23

Bagian Kedua

Part Two

Perjanjian Pemberi Pinjaman dengan Penerima


Pinjaman

An Agreement Between a Lender and a Borrower

Pasal 20

Article 20

(1) Perjanjian pemberian pinjaman antara (1) An Agreement between a Lender and a
Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman
Borrower shall be set forth in an Electronic
dituangkan dalam Dokumen Elektronik.
Document.
(2) Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud (2) An Electronic Document as referred to in
pada ayat (1) wajib paling sedikit memuat:
section (1) must contain at least:
a.

nomor perjanjian;

a.

the agreement number;

b.

tanggal perjanjian;

b.

the date of agreement;

c.

identitas para pihak;

c.

the identity of the parties;

d.

ketentuan mengenai hak dan kewajiban


para pihak;

d.

the rights and obligations of the parties;

e.

jumlah pinjaman;

e.

the amount of loan;

f.

suku bunga pinjaman;

f.

the loan interest rate;

g.

nilai angsuran;

g.

the amount of installment;

h.

jangka waktu;

h.

the term;

i.

objek jaminan (jika ada);

i.

the security objects (if any);

j.

rincian biaya terkait;

j.

the breakdown of the relevant costs;

k.

ketentuan mengenai denda (jika ada); dan

k.

the penalty terms; and

l.

mekanisme penyelesaian sengketa.

l.

the mechanism for dispute resolution.

(3) Penyelenggara wajib menyediakan akses (3) A Provider must provide a Borrower with
access to information about the position of the
informasi kepada Penerima Pinjaman atas
loan received.
posisi pinjaman yang diterima.
(4) Akses informasi sebagaimana dimaksud pada (4) Access to information as referred to in section
(3) shall not include information relating to
ayat (3) tidak termasuk informasi terkait
the identity of the Lender.
identitas Pemberi Pinjaman.
BAB V

CHAPTER V

MITIGASI RISIKO

RISK MITIGATION

Pasal 21

Article 21

Penyelenggara dan Pengguna harus melakukan A Provider and a User must take risk mitigation
mitigasi risiko.
measures.
Penjelasan Pasal 21:

Elucidation of Article 21:


24

Yang dimaksud dengan mitigasi risiko


mencakup seluruh risiko yang terdapat dalam
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi, antara lain risiko
operasional dan risiko kredit.

Risk mitigation includes all risks lie in the


Information Technology-Based Money Lending
Services such as, inter alia, operating risk and
credit risk.

Pasal 22

Article 22

Penyelenggara dapat menjadi anggota sistem


layanan informasi keuangan OJK atau sistem
layanan informasi lainnya yang terdaftar di OJK
dengan memenuhi persyaratan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundangundangan.

A Provider may, if eligible under the laws and


regulations, serve as a member of the OJKs
financial information services system or other
financial information services system registered
with the OJK.

Pasal 23

Article 23

Penyelenggara dapat bekerjasama dan melakukan


pertukaran data dengan penyelenggara layanan
pendukung berbasis teknologi informasi dalam
rangka peningkatan kualitas Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

To improve the quality of the Information


Technology-Based Money Lending Services, a
Provider may cooperate and exchange data with
other information technology-based supporting
providers.

Penjelasan Pasal 23:


Yang dimaksud dengan penyelenggara layanan
pendukung berbasis teknologi informasi adalah
pihak yang mendukung penyelenggaraan Layanan
Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi.

Elucidation of Article 23:


Information
technology-based
supporting
providers means parties that support the
Information Technology-Based Money Lending
Services.

Contoh penyelenggara layanan pendukung


berbasis teknologi informasi antara lain big data
analytic, aggregator, robo advisor, atau
blockchain.

An example of information technology-based


supporting providers would be, inter alia, big data
analytic, aggregator, robo advisor, or blockchain.

Big data analytic adalah layanan analisis


berbasis
teknologi
informasi
terhadap
sekumpulan data dalam jumlah yang besar dan
beragam, yang meliputi berbagai macam tipe
seperti
data
terstruktur/tidak
terstruktur,
streaming/batch, dalam berbagai ukuran besaran
data untuk mengungkap pola, hubungan yang
tidak diketahui, tren pasar, preferensi konsumen,
dan informasi bisnis yang dapat menghasilkan
proses pemasaran yang lebih efektif, peluang
keuntungan baru, layanan konsumen yang lebih
baik, peningkatan efisiensi kegiatan operasional,
peningkatan daya saing, serta keuntungankeuntungan lainnya.

Big data analytics means the use of information


technology-based analytic techniques against very
large, diverse data sets that include different types
such
as
structured/unstructured
and
streaming/batch, and different sizes of data to
uncover hidden patterns, unknown correlations,
market trends, customer preferences and other
useful business information that can lead to more
effective marketing, new revenue opportunities,
better customer service, improved operational
efficiency, competitive advantages over rival
organizations and other business benefits.

Aggregator adalah layanan berbasis teknologi


informasi yang menghubungkan sistem dari
berbagai sumber online untuk mengumpulkan dan
menyediakan informasi yang telah memiliki nilai
tambah kepada konsumen agar dapat memilih
produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan
preferensinya.

Aggregator means an information technologybased service that connects systems from various
online sources to gather and provide value-added
information for consumers so that the customers
can choose products or services that suit their
preferences.

Robo advisor adalah layanan manajemen


investasi berbasis teknologi informasi yang

Robo advisor means an information technologybased investment management service that


25

menyediakan layanan manajemen portofolio


secara otomatis berdasarkan algoritma untuk
membantu investor dalam mengelola keuangan
dan investasi tanpa melibatkan manajer investasi
manusia.

provides automated, algorithm-based portfolio


management advice to help investors manage
their finance and investment without the use of
human investment managers.

Blockchain adalah layanan pembukuan transaksi


keuangan berbasis teknologi informasi yang
mencatat dan menyimpan data bukti transaksi
atau ledger yang terdistribusi melalui jaringan
komputer baik secara private maupun public.

Blockchain means an information technologybased financial transaction records service that


records and stores transaction data or ledger
distributed through computer networks either
privately or publicly.

Pasal 24

Article 24

(1) Penyelenggara wajib menggunakan escrow (1) A Provider must have an escrow account and
account dan virtual account dalam rangka
virtual account for the purpose of Information
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Technology-Based Money Lending Services.
Teknologi Informasi.
Penjelasan Pasal 24 Ayat (1):
Tujuan kewajiban penggunaan virtual account
dan escrow account dalam penyelenggaraan
kegiatan Layanan Pinjam Meminjam Uang
Berbasis Teknologi Informasi, yaitu larangan
bagi
Penyelenggara
dalam
melakukan
penghimpunan dana masyarakat melalui rekening
Penyelenggara.

Elucidation of Article 24 Section (1):


It is obligatory to have an escrow account and
virtual account for the purpose of Information
Technology-Based Money Lending Services as
public fundraising by a Provider through the
Providers own account is prohibited.

(2) Penyelenggara wajib menyediakan virtual (2) A Provider must establish a virtual account
account bagi setiap Pemberi Pinjaman.
for every Lender.
(3) Dalam rangka pelunasan pinjaman, Penerima (3) To pay off the loan, a Borrower shall make
payments through an escrow account of the
Pinjaman melakukan pembayaran melalui
Provider to be linked to the virtual account of
escrow
account
Penyelenggara
untuk
the Lender.
diteruskan ke virtual account Pemberi
Pinjaman.
BAB VI

CHAPTER VI

TATA KELOLA SISTEM TEKNOLOGI


INFORMASI PENYELENGGARAAN
LAYANAN PINJAM MEMINJAM UANG
BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

INFORMATION TECHNOLOGY SYSTEM


GOVERNANCE WITH RESPECT TO THE
PROVISION OF INFORMATION
TECHNOLOGY-BASED MONEY LENDING
SERVICES

Bagian Kesatu

Part One

Pusat Data dan Pusat Pemulihan Bencana

Data Center and Disaster Recovery Center

Pasal 25

Article 25

(1) Penyelenggara wajib menggunakan pusat data (1) A Provider must use data center and disaster
dan pusat pemulihan bencana.
recovery center.
(2) Pusat data dan pusat pemulihan bencana (2) Data center and disaster recovery center as
referred to in section (1) must be based in
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib
Indonesia.
ditempatkan di Indonesia.
26

(3) Penyelenggara wajib memenuhi standar (3) A Provider must fulfill the minimum
standards in information technology systems,
minimum sistem teknologi informasi,
information technology risk management,
pengelolaan risiko teknologi informasi,
information technology safeguards, resistance
pengamanan teknologi informasi, ketahanan
to system faults and failure, and information
terhadap gangguan dan kegagalan sistem,
technology system management transfer.
serta alih kelola sistem teknologi informasi.
Bagian Kedua

Part Two

Kerahasiaan Data

Confidentiality of Data

Pasal 26

Article 26

Penyelenggara wajib:

A Provider must:

a.

menjaga
kerahasiaan,
keutuhan,
dan a.
ketersediaan data pribadi, data transaksi, dan
data keuangan yang dikelolanya sejak data
diperoleh hingga data tersebut dimusnahkan;

maintain the confidentiality, integrity and


availability of personal data, transaction data,
and financial data it manages from when the
data is obtained until it is destroyed.

b.

memastikan tersedianya proses autentikasi, b.


verifikasi, dan validasi yang mendukung
kenirsangkalan
dalam
mengakses,
memproses, dan mengeksekusi data pribadi,
data transaksi, dan data keuangan yang
dikelolanya;

ensure the process of authentication,


verification, and validation to support nonrepudiation of access to, process, and
execution of personal data, transaction data,
and financial data it manages.

c.

menjamin bahwa perolehan, penggunaan, c.


pemanfaatan, dan pengungkapan data pribadi,
data transaksi, dan data keuangan yang
diperoleh oleh Penyelenggara berdasarkan
persetujuan pemilik data pribadi, data
transaksi, dan data keuangan, kecuali
ditentukan lain oleh ketentuan peraturan
perundang-undangan;

guarantee that the obtaining, use, and


manipulation of personal data, transaction
data, and financial data obtained by the
Provider are subject to consent of the data
subjects, owners of transaction data, and
owners of financial data, unless provided
otherwise by the laws and regulations.

d.

menyediakan media komunikasi lain selain d.


Sistem Elektronik Layanan Pinjam Meminjam
Uang Berbasis Teknologi Informasi untuk
memastikan kelangsungan layanan nasabah
yang dapat berupa surat elektronik, call
center, atau media komunikasi lainnya; dan

provide communication media other than the


Electronic
Systems
for
Information
Technology-Based Money Lending Services
to ensure the viability of customer services in
such forms as electronic mail, call center, or
other communication media; and

e.

memberitahukan secara tertulis kepada e.


pemilik data pribadi, data transaksi, dan data
keuangan tersebut jika terjadi kegagalan
dalam perlindungan kerahasiaan data pribadi,
data transaksi, dan data keuangan yang
dikelolanya.

notify in writing the data subjects, owners of


transaction data, and owners of financial data
in case of failure to protect the confidentiality
of personal data, transaction data, and
financial data it manages.

27

Bagian Ketiga

Part Three

Rekam Jejak Audit

Audit Trail

Pasal 27

Article 27

(1) Penyelenggara wajib menyediakan rekam (1) A Provider must provide audit trail of the
whole of its activities of the Electronic
jejak audit terhadap seluruh kegiatannya di
Systems for Information Technology-Based
dalam Sistem Elektronik Layanan Pinjam
Money Lending Services it manages.
Meminjam
Uang
Berbasis
Teknologi
Informasi.
(2) Penyelenggara wajib memastikan bahwa (2) A Provider must ensure that the Information
Technology system equipment it uses
perangkat sistem Teknologi Informasi yang
supports the provision of audit trail.
dipergunakan mendukung penyediaan rekam
jejak audit.
(3) Rekam jejak audit sebagaimana dimaksud (3) Audit trail as referred to in section (1) shall be
used for the purpose of control, law
pada ayat (1) digunakan untuk keperluan
enforcement, dispute resolution, verification,
pengawasan, penegakan hukum, penyelesaian
testing, and other examinations.
sengketa,
verifikasi,
pengujian,
dan
pemeriksaan lainnya.
Bagian Keempat

Part Four

Sistem Pengamanan

Safeguarding Systems

Pasal 28

Article 28

(1) Penyelenggara wajib melakukan pengamanan (1) A Provider must safeguard the components of
the information technology system by
terhadap
komponen
sistem
teknologi
maintaining and using the procedures for and
informasi dengan memiliki dan menjalankan
means of safeguards for Information
prosedur dan sarana untuk pengamanan
Technology-Based Money Lending Services
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
in order to prevent faults, failure, and loss.
Teknologi Informasi dalam menghindari
gangguan, kegagalan, dan kerugian.
(2) Penyelenggara wajib menyediakan sistem (2) A Provider must have the safeguarding
systems including the procedures and systems
pengamanan yang mencakup prosedur, sistem
for prevention and mitigation against threats
pencegahan, dan penanggulangan terhadap
and attacks that result in faults, failure, and
ancaman dan serangan yang menimbulkan
loss.
gangguan, kegagalan, dan kerugian.
(3) Penyelenggara wajib ikut serta dalam (3) A Provider must participate in the supervision
over information technology vulnerability in
pengelolaan celah keamanan teknologi
support of the security of information in the
informasi dalam mendukung keamanan
information
technology-based
financial
informasi di dalam industri layanan jasa
services industry.
keuangan berbasis teknologi informasi.
(4) Penyelenggara wajib menampilkan kembali (4) A Provider must redisplay Electronic
Documents in their entirety in accordance
Dokumen Elektronik secara utuh sesuai
with the format and retention period as
dengan format dan masa retensi yang
provided for by the laws and regulations.
ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
28

BAB VII

CHAPTER VII

EDUKASI DAN PERLINDUNGAN


PENGGUNA LAYANAN PINJAM MEMINJAM
UANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

EDUCATION AND PROTECTION FOR


INFORMATION TECHNOLOGY-BASED
MONEY LENDING SERVICES USERS

Pasal 29

Article 29

Penyelenggara wajib menerapkan prinsip dasar A Provider must apply the following basic
dari perlindungan Pengguna yaitu:
principles of protection for Users:
a.

transparansi;

a.

transparency;

b.

perlakuan yang adil;

b.

fair treatment;

c.

keandalan;

c.

reliability;

d.

kerahasiaan dan keamanan data; dan

d.

confidentiality and security; and

e.

penyelesaian sengketa Pengguna secara e.


sederhana, cepat, dan biaya terjangkau.
Pasal 30

simple, expeditious, and affordable dispute


resolution with Users.
Article 30

(1) Penyelenggara wajib menyediakan dan/atau (1) A Provider must provide and/or deliver the
most recent information about the accurate,
menyampaikan informasi terkini mengenai
honest, clear, and non-misleading Information
Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Technology-Based Money Lending Services.
Teknologi Informasi yang akurat, jujur, jelas,
dan tidak menyesatkan.
(2) Informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Information as referred to in section (1) shall
be set forth in documents or other means to be
(1) dituangkan dalam dokumen atau sarana
accessible as means of proof/evidence.
lain yang dapat digunakan sebagai alat bukti.
Pasal 31

Article 31

(1) Penyelenggara
wajib
menyampaikan (1) A Provider must notify Users of the
acceptance, postponement, or rejection of the
informasi
kepada
Pengguna
tentang
request for Information Technology-Based
penerimaan, penundaan, atau penolakan
Money Lending Services.
permohonan Layanan Pinjam Meminjam
Uang Berbasis Teknologi Informasi.
(2) Dalam hal Penyelenggara menyampaikan (2) A Provider must, in notifying the
postponement or rejection of the request for
informasi
penundaan
atau
penolakan
financial services as referred to in section (1),
permohonan
layanan
jasa
keuangan
give reasons for such postponement or
sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
rejection, unless provided otherwise by the
Penyelenggara wajib menyampaikan alasan
laws and regulations.
penundaan atau penolakannya kecuali diatur
lain oleh ketentuan peraturan perundangundangan.
Pasal 32

Article 32

(1) Penyelenggara wajib menggunakan istilah, (1) A Provider must in any Electronic Document
use plain terms, phrases, and/or sentences in
frasa, dan/atau kalimat yang sederhana dalam
the Indonesian language that are readily
bahasa Indonesia yang mudah dibaca dan
29

dimengerti oleh Pengguna dalam setiap


Dokumen Elektronik.

legible and intelligible to Users.

Penjelasan Pasal 32 Ayat (1):


Yang dimaksud dengan mudah dibaca dan
dimengerti meliputi penggunaan huruf, tulisan,
simbol, diagram, tanda, istilah, frasa, kalimat
dan/atau simbol, diagram yang dapat memberikan
kemudahan, kejelasan, dan pemahaman bagi
Pengguna.

Elucidation of Article 32 Section (1):


Readily legible and intelligible includes the use
of characters, wording, symbols, diagrams,
marks, terms, phrases, sentences and/or symbols,
diagrams that can give easiness, clarity, and
understanding to Users.

Kewajiban penggunaan istilah, frasa, dan/atau


kalimat yang sederhana dalam Bahasa Indonesia
yang mudah dibaca dan dimengerti dilakukan
atas dokumen yang:

Plain terms, phrases, and/or sentences in the


Indonesian language that are readily legible and
intelligible must be used in a document that:

a.

memuat hak dan kewajiban Pengguna;

a.

contains the rights and obligations of the


Users;

b.

dapat digunakan Pengguna untuk mengambil


keputusan; dan

b.

can be used by Users to make a decision; and

c.

memuat persyaratan dan dapat mengikat


Pengguna secara hukum.

c.

contains the requirements that may be


binding on the Users legally.

(2) Bahasa
Indonesia
dalam
dokumen (2) The Indonesian language of the document as
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
referred to in section (1) may, where
disandingkan dengan bahasa lain jika
necessary, be placed side by side with other
diperlukan.
language(s).
Penjelasan Pasal 32 Ayat (2):
Yang dimaksud dengan bahasa lain, yaitu
bahasa yang dapat digunakan yaitu bahasa
daerah atau bahasa asing yang mudah dimengerti
oleh konsumen.

Elucidation of Article 32 Section (2):


Other language(s) means the working
language(s), e.g. an ethnic languages(s) or
foreign language(s) that is intelligible to
consumers.

Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran antara


bahasa Indonesia dengan bahasa lain dalam
setiap dokumen, penafsiran yang digunakan
adalah bahasa Indonesia.

In case of any differing interpretation between the


Indonesian language and the other language(s) in
any document, the interpretation of the Indonesian
language prevails.

Pasal 33

Article 33

Penyelenggara mendukung pelaksanaan kegiatan A Provider shall support the activities to promote
dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi literacy and financial inclusion.
keuangan.
Penjelasan Pasal 33:
Yang dimaksud dengan mendukung pelaksanaan
kegiatan dalam rangka meningkatkan literasi dan
inklusi keuangan adalah ikut berpartisipasi
dalam kegiatan yang meningkatkan literasi dan
inklusi keuangan baik langsung maupun tidak
langsung.

Pasal 34

Elucidation of Article 33:


Support the activities to promote literacy and
financial inclusion means to participate in the
activities of promoting literacy and financial
inclusion directly or indirectly.

Article 34

Penyelenggara wajib memperhatikan kesesuaian A Provider must consider the fit between the
antara kebutuhan dan kemampuan Pengguna needs and capabilities of Users for services offered
30

dengan layanan
Pengguna.

yang

ditawarkan

kepada to Users.

Pasal 35

Article 35

Penyelenggara wajib mencantumkan dan/atau A Provider must include and/or mention in any
menyebutkan dalam setiap penawaran atau offer or promotion of services the following:
promosi layanan yang terdiri atas:
a.

nama dan/atau logo Penyelenggara; dan

a.

the name and/or logo of the Provider; and

b.

pernyataan bahwa Penyelenggara terdaftar b.


dan diawasi oleh OJK.

a statement that the Provider is registered with


and under the supervision of the OJK.

Penjelasan Pasal 35 Huruf b:


Yang dimaksud dengan terdaftar adalah
memperoleh izin usaha, persetujuan, pendaftaran,
pengesahan, atau pernyataan efektif dari OJK.

Elucidation of Article 35 Point (b):


Registered means to have obtained a business
license, approval, registration, validation, or
effective dating confirmation from the OJK.

Pasal 36

Article 36

(1) Dalam hal Penyelenggara menggunakan (1) If a Provider uses an adhesion agreement,
such an adhesion agreement must be prepared
perjanjian baku, perjanjian baku tersebut
under the laws and regulations.
wajib disusun sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Penjelasan Pasal 36 Ayat (1):
Yang dimaksud dengan perjanjian baku, yaitu
perjanjian tertulis yang ditetapkan secara sepihak
oleh Penyelenggara dan memuat klausula baku
tentang isi, bentuk, maupun cara pembuatan, dan
digunakan untuk menawarkan layanan kepada
Pengguna secara masal.

Elucidation of Article 36 Section (1):


An adhesion agreement means a written
agreement made unilaterally by a Provider, and
containing adhesion nature of the agreement, such
as the substance, form, or drafting of the
agreement, under which the services are offered
to a mass of Users.

(2) Perjanjian baku sebagaimana dimaksud pada (2) An adhesion agreement as referred to in
section (1) used by the Provider is prohibited
ayat (1) yang digunakan oleh Penyelenggara
from:
dilarang:
a.

menyatakan pengalihan tanggung jawab


atau kewajiban Penyelenggara kepada
Pengguna; dan

a.

stating
the
assignment
of
the
responsibilities or obligations of the
Provider to a User;

Penjelasan Pasal 36 Ayat (2) (a):


Penyelenggara yang mengeluarkan layanan
dilarang memuat klausula baku yang menyatakan
bahwa layanan yang digunakan Pengguna bukan
merupakan tanggung jawab Penyelenggara
apabila terdapat permasalahan.

Elucidation of Article 36 Section (2) (a):


A Provider by which services are issued is
prohibited from providing adhesion clauses
stating that the services used by Users, in case of
problems, are not the responsibility of the
Provider.

b.

b.

menyatakan bahwa Pengguna tunduk


pada peraturan baru, tambahan, lanjutan
dan/atau perubahan yang dibuat secara
sepihak oleh Penyelenggara dalam
periode
Pengguna
memanfaatkan
layanan.
Penjelasan Pasal 36 Ayat (2) (b):

during the term of service, stating that the


User shall be subject to new regulations,
their addenda, supplements and/or
amendments unilaterally made by the
Provider.
Elucidation of Article 36 Section (2) (b):
31

Contoh klausula yang dilarang pada huruf ini


adalah Tunduk pada syarat dan ketentuan yang
berlaku pada Penyelenggara beserta segala
perubahan menjadi satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dari formulir aplikasi ini.

An example of an adhesion clause prohibited by


this point would be: Subject to the prevailing
terms and conditions made by the Provider along
with the amendments thereto, made an integral
and inseparable part of this application form.

Berdasarkan asas kepatutan, para pihak terikat


pada syarat-syarat perjanjian yang seharusnya
sudah diketahui sebelumnya. Para pihak tidak
mungkin dapat mengetahui dan memahami
syarat-syarat yang belum ada.

Under the principles of propriety, the parties are


bound by the terms of the agreement they should
be aware of in advance. It is impossible for the
parties to be aware of and understand terms that
are non-existent.

Pasal 37

Article 37

Penyelenggara wajib bertanggung jawab atas A Provider must be liable for the loss of the User
kerugian Pengguna yang timbul akibat kesalahan arising out of the faults and/or failure of the Board
dan/atau kelalaian, Direksi, dan/atau pegawai of Directors and/or employees of the Provider.
Penyelenggara.
Penjelasan Pasal 37:
Yang dimaksud dengan kesalahan dan/atau
kelalaian pada pasal ini adalah kesalahan
dan/atau kelalaian dalam menjalankan kegiatan
usaha Penyelenggara, baik yang dilaksanakan
oleh pengurus, pegawai Penyelenggara dan/atau
pihak ketiga yang bekerja untuk kepentingan
Penyelenggara.

Pasal 38

Elucidation of Article 37:


Faults and/or failure in this article means
faults and/or failure in the performance of
business activities of the Provider, as performed
by the officers, employees of the Provider and/or
third parties that are engaged in the business of
the Provider.

Article 38

Penyelenggara wajib memiliki standar prosedur A Provider must maintain the standard operating
operasional dalam melayani Pengguna yang procedures in its dealings with Users, that are
incorporated in the Electronic Document.
dimuat dalam Dokumen Elektronik.
Penjelasan Pasal 38:
Yang dimaksud dengan standar prosedur
operasional antara lain terkait penyampaian dan
penyelesaian pengaduan.

Elucidation of Article 38:


Standard operating procedures means, inter
alia, complaints and redress procedures.

Standar prosedur operasional atas pelayanan dan


penyelesaian pengaduan memuat mekanisme
pelaksanaan pelayanan dan penyelesaian
pengaduan yang diberitahukan kepada Pengguna.
Mekanisme
pelayanan
dan
penyelesaian
pengaduan termasuk juga penyelesaian sengketa
antara Pengguna dan Penyelenggara yang terkait
dengan pelaksanaan hak dan kewajiban para
pihak yang terjadi setelah pengaduan dari
Pengguna diterima.

The standard operating procedures for complaints


and redress shall contain the mechanism for
complaints and redress of which Users are
notified. The mechanism for complaints and
redress includes resolution of a dispute that arises
between a User and a Provider in connection with
the exercise of the rights and obligations of the
parties after Users complaint is received.

Mekanisme
pelayanan
dan
penyelesaian
pengaduan dilakukan dengan mengutamakan
prinsip interaktif, yaitu dalam menyelesaikan
pelayanan dan penyelesaian bagi Pengguna
secara aktif dan informatif.

The mechanism for complaints and redress is


provided by giving preference to the interactive
principle under which Users complaints and
redress are settled on an active and informative
basis.

Pasal 39

Article 39

(1) Penyelenggara dilarang dengan cara apapun, (1) A Provider is prohibited from in any manner
32

memberikan
data
dan/atau
informasi
mengenai Pengguna kepada pihak ketiga.

whatsoever disclosing data and/or information


on its Users to third parties.

(2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Prohibition as referred to in section (1) shall
(1) dikecualikan dalam hal:
be exempted if:
a.

Pengguna memberikan persetujuan secara


elektronik; dan/atau

a.

the User gives consent electronically;


and/or

b.

diwajibkan oleh ketentuan peraturan


perundang-undangan.

b.

obligated by the laws and regulations.

(3) Pembatalan
atau
perubahan
sebagian (3) Cancellation or partial amendment of the
consent on the disclosure of data and/or
persetujuan atas pengungkapan data dan/atau
information as referred to in section (2) point
informasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(a) shall be made electronically by the User in
(2) huruf a dilakukan secara elektronik oleh
the form of an Electronic Document.
Pengguna dalam bentuk Dokumen Elektronik.
Pasal 40

Article 40

Penyelenggara wajib melaporkan secara elektronik A Provider must submit to the OJK a monthly
setiap bulan dalam hal terdapat pengaduan report on Users complaints electronically, along
Pengguna disertai dengan tindak lanjut with the responses to redress them.
penyelesaian pengaduan dimaksud kepada OJK.
Penjelasan Pasal 40:
Pelaporan dilakukan dalam bentuk laporan
tertulis dan/atau melalui mekanisme sistem yang
terintegrasi yang disediakan oleh OJK.

Elucidation of Article 40:


A report shall be made in writing and/or through
the integrated mechanism systems provided by the
OJK.

BAB VIII

CHAPTER VIII

TANDA TANGAN ELEKTRONIK

ELECTRONIC SIGNATURES

Pasal 41

Article 41

(1) Perjanjian sebagaimana dimaksud dalam (1) An agreement as referred to in Article 18 shall
Pasal 18 dilaksanakan dengan menggunakan
be concluded using electronic signatures.
tanda tangan elektronik.
(2) Perjanjian selain sebagaimana dimaksud pada (2) An agreement as referred to in section (1) that
is prepared for the provision of Information
ayat (1) yang disusun dalam rangka
Technology-Based Money Lending Services
penyelenggaraan Layanan Pinjam Meminjam
may use electronic signatures.
Uang Berbasis Teknologi Informasi dapat
menggunakan tanda tangan elektronik.
(3) Penggunaan
tanda
tangan
elektronik (3) Electronic signatures as referred to in section
(1) and section (2) must be used according to
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
the laws and regulations concerning electronic
(2) wajib dilaksanakan sesuai dengan
signatures.
ketentuan peraturan perundang-undangan
yang mengatur mengenai tanda tangan
elektronik.

33

BAB IX

CHAPTER IX

PRINSIP DAN TEKNIS PENGENALAN


NASABAH

KNOW-YOUR-CUSTOMER PRINCIPLES AND


TECHNIQUES

Pasal 42

Article 42

Penyelenggara wajib menerapkan program anti


pencucian uang dan pencegahan pendanaan
terorisme di sektor jasa keuangan terhadap
Pengguna sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
mengenai
penerapan
program anti pencucian uang dan pencegahan
pendanaan terorisme.

A Provider must implement the anti-money


laundering and counter-terrorism financing
program in the financial sector towards Users
under the laws and regulations concerning
implementation of the anti-money laundering and
counter-terrorism financing program.

Penjelasan Pasal 42:


Pengguna dalam peraturan OJK ini adalah
nasabah sebagaimana dimaksud dalam peraturan
perundang-undangan
mengenai
penerapan
program anti pencucian uang dan pencegahan
pendanaan terorisme di sektor jasa keuangan.

Elucidation of Article 42:


Users in this regulation of the OJK are customers
as referred to in the laws and regulations
concerning implementation of the anti-money
laundering and counter-terrorism financing
program in the financial sector.

BAB X

CHAPTER X

LARANGAN

PROHIBITION

Pasal 43

Article 43

Dalam
menjalankan
Penyelenggara dilarang:

kegiatan

usaha, In the performance of business activities, a


Provider is prohibited from:

a.

melakukan kegiatan usaha selain kegiatan a.


usaha Penyelenggara yang diatur dalam
peraturan OJK ini;

performing business activities other than the


business activities of the Provider as governed
by this regulation of the OJK;

b.

bertindak sebagai Pemberi Pinjaman atau b.


Penerima Pinjaman;

acting as a Lender or a Borrower;

c.

memberikan jaminan dalam segala bentuknya c.


atas pemenuhan kewajiban pihak lain;

creating a lien of whatsoever nature on behalf


of another party;

d.

menerbitkan surat utang;

issuing bonds;

d.

Penjelasan Pasal 43 Huruf d:


Yang dimaksud dengan surat utang adalah
surat berharga yang diterbitkan Penyelenggara
kepada pihak lain antara lain berupa surat
sanggup bayar (promissory note), atau medium
term notes (MTN).

Elucidation of Article 43 Point (d):


Bonds means negotiable instruments that are
issued by the Provider to other parties such as,
inter alia, promissory notes or medium term notes
(MTN).

e.

memberikan rekomendasi kepada Pengguna;

f.

mempublikasikan informasi
dan/atau menyesatkan;

g.

melakukan penawaran layanan kepada g.


Pengguna dan/atau masyarakat melalui sarana

yang

e.

fiktif f.

giving a recommendation to a User;


publishing fictitious
information;

and/or

misleading

offering services to Users and/or the public


through personal means of communication
34

komunikasi pribadi
Pengguna; dan

h.

tanpa

persetujuan

without consent of the Users; and

Penjelasan Pasal 43 Huruf g:


Yang dimaksud dengan sarana komunikasi
pribadi, yaitu alat komunikasi pribadi bukan
atas nama Penyelenggara dengan tujuan untuk
kepentingan Penyelenggara.

Elucidation of Article 43 Point (g):


Personal means of communication means a
personal device of communication not in the name
of the Provider for the benefit of the Provider.

mengenakan biaya apapun kepada Pengguna h.


atas pengajuan pengaduan.

charging Users any fee for complaints.

BAB XI

CHAPTER XI

LAPORAN BERKALA

PERIODIC REPORTS

Pasal 44

Article 44

Penyelenggara yang telah memperoleh izin, wajib A Provider that has been licensed must submit the
menyampaikan laporan berkala secara elektronik following periodic report to the OJK
kepada OJK, yaitu:
electronically:
a.

laporan bulanan; dan

a.

a monthly report; and

b.

laporan tahunan.

b.

an annual report.

Pasal 45

Article 45

(1) Laporan bulanan Penyelenggara wajib paling (1) A monthly report of the Provider must contain
sedikit memuat:
at least:
a.

laporan kinerja keuangan Penyelenggara


Layanan Pinjam Meminjam Uang
Berbasis Teknologi Informasi yang
disampaikan dalam bentuk dokumen fisik
dan Dokumen Elektronik;

a.

a financial performance report of the


Information Technology-Based Money
Lending Services Provider, submitted in a
physical document and an Electronic
Document;

b.

laporan kinerja penyelenggaraan Layanan


Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi dalam bentuk
dokumen fisik dan Dokumen Elektronik;

b.

a performance report of the provision of


Information Technology-Based Money
Lending Services in a physical document
and an Electronic Document;

c.

Dokumen Elektronik dalam format


database dengan struktur elemen database
Layanan Pinjam Meminjam Uang
Berbasis Teknologi Informasi; dan

c.

An Electronic Document in the database


format with a database element structure
of the Information Technology-Based
Money Lending Services; and

d.

pengaduan Pengguna disertai dengan


tindak lanjut penyelesaian pengaduan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40;

d.

Users complaints along with the


responses to redress the complaints as
referred to in Article 40;

sesuai Formulir 3 sebagaimana tercantum


dalam Lampiran yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari peraturan OJK ini.

using Form 3 provided in the Attachment,


made an inseparable part of this regulation of
the OJK.

(2) Dalam hal diperlukan, OJK dapat meminta (2) Where necessary, the OJK may request
informasi dan/atau data tambahan kepada
additional information and/or data from the
35

Penyelenggara.

Provider.

(3) Laporan bulanan disampaikan dalam bentuk (3) A monthly report shall be submitted in a
dokumen fisik dan dokumen elektronik.
physical document and an electronic
document;
(4) Laporan bulanan sebagaimana dimaksud pada (4) A monthly report as referred to in section (3)
ayat (3) disampaikan kepada Kepala
shall be submitted to the Chief Supervisory
Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana
Executive of Insurance, Pension Fund,
Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga
Finance Institutions, and Other Financial
Jasa Keuangan Lainnya paling lambat 10
Services Institutions within 10 (ten) working
(sepuluh) hari kerja pada bulan berikutnya.
days of the following month;
(5) Penyampaian informasi laporan bulanan (5) Information of a report as referred to in
section (1) point (d) shall be copied to a
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d
member the Board of Commissioners. Attn.
ditembuskan
pada
anggota
Dewan
The Education and Consumer Protection
Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan
Division.
Konsumen.
Pasal 46

Article 46

(1) Penyelenggara wajib menyampaikan laporan (1) A Provider must submit an annual report to
the OJK for a reporting period of January 1
tahunan kepada OJK untuk periode pelaporan
through December 31.
1 Januari sampai 31 Desember.
(2) Laporan tahunan terdiri dari:
a.

laporan keuangan; dan

(2) An annual report shall include:


a.

a financial statement; and

Penjelasan Pasal 46 Ayat (2) Huruf a:


Laporan
keuangan
yang
disusun
mempertimbangkan
prinsip-prinsip
standar
akuntansi keuangan.

Elucidation of Article 46 Section (2) Point (a):


A financial statement shall be made with reference
to the financial accounting standard principles.

b.

b.

laporan
kegiatan
penyelenggaraan
Layanan Pinjam Meminjam Uang
Berbasis Teknologi Informasi, sesuai
Formulir 4 sebagaimana tercantum dalam
Lampiran yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari peraturan OJK ini.

a report on the provision of Information


Technology-Based
Money
Lending
Services, using Form 4 provided in the
Attachment, made an inseparable part of
this regulation of the OJK.

(3) Dalam hal diperlukan, OJK dapat meminta (3) Where necessary, the OJK may request
additional information and/or data from the
informasi dan/atau data tambahan kepada
Provider.
Penyelenggara.
(4) Laporan tahunan disampaikan dalam bentuk (4) An annual report shall be submitted in a
dokumen fisik dan dokumen elektronik.
physical document and an electronic
document.
(5) Laporan tahunan sebagaimana ayat (4) (5) An annual report as referred to in section (4)
shall be submitted to the Chief Supervisory
disampaikan kepada Kepala Eksekutif
Executive of Insurance, Pension Fund,
Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun,
Finance Institutions, and Other Financial
Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa
Services Institutions within 20 (twenty)
Keuangan Lainnya paling lambat 20 (dua
working days of the expiration of the
puluh) hari kerja setelah periode pelaporan
36

berakhir.

reporting period.
BAB XII

CHAPTER XII

SANKSI

SANCTIONS

Pasal 47

Article 47

(1) Atas pelanggaran kewajiban dan larangan (1) The OJK has the powers to impose
administrative sanctions on a Provider for a
dalam peraturan OJK ini, OJK berwenang
violation of obligations and prohibition in the
mengenakan sanksi administratif terhadap
form of:
Penyelenggara berupa:
a.

peringatan tertulis;

a.

a written warning;

b.

denda, yaitu kewajiban untuk membayar


sejumlah uang tertentu;

b.

a penalty, i.e. an obligation to pay a


certain amount of money;

c.

pembatasan kegiatan usaha; dan

c.

limited access to business activities; and

d.

pencabutan izin.

d.

revocation of a license.

(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (2) Administrative sanctions as referred to in


section (1) point (b) to point (d) may be
pada ayat (1) huruf b sampai dengan huruf d,
imposed regardless of whether or not
dapat dikenakan dengan atau tanpa didahului
preceded by an administrative sanction of a
pengenaan sanksi administratif berupa
written warning as referred to in section (1)
peringatan tertulis sebagaimana dimaksud
point (a).
pada ayat (1) huruf a.
(3) Sanksi
administratif
berupa
denda (3) An administrative sanction of a penalty as
referred to in section (1) point (b) may be
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
imposed individually or concurrently with the
dapat dikenakan secara tersendiri atau secara
imposition of administrative sanctions as
bersama-sama dengan pengenaan sanksi
referred to in section (1) point (c) and point
administratif sebagaimana dimaksud pada
(d).
ayat (1) huruf c dan huruf d.
BAB XIII

CHAPTER XIII

KETENTUAN LAIN

MISCELLANEOUS PROVISIONS

Pasal 48

Article 48

Penyelenggara wajib terdaftar sebagai anggota A Provider must be registered as a member of the
asosiasi yang telah ditunjuk oleh OJK.
association that is appointed by the OJK.
BAB XIV

CHAPTER XIV

KETENTUAN PERALIHAN

TRANSITIONAL PROVISIONS

Pasal 49

Article 49

Pelaksanaan kerja sama antara Penyelenggara


dengan penyelenggara layanan pendukung
berbasis teknologi informasi yang terdaftar di OJK
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 mulai
berlaku 2 (dua) tahun sejak peraturan OJK ini

Cooperation between a Provider and other


providers that are information technology-based
supporters registered with the OJK as referred to
in Article 23 shall be implemented 2 (two) years
of the promulgation of this regulation of the OJK.
37

diundangkan.
Pasal 50

Article 50

Pada saat peraturan OJK ini berlaku, perjanjian


Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis
Teknologi Informasi yang masih berlangsung
dengan nilai pinjaman dana melebihi batas
maksimum total pemberian pinjaman dana
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, tetap dapat
dilanjutkan sampai dengan berakhirnya jangka
waktu perjanjian dimaksud.

Upon this regulation of the OJK coming into


effect, the existing Information Technology-Based
Money Lending Services agreements with the loan
value exceeding the total maximum legal lending
limit as referred to in Article 6 shall remain
effective until the expiration of the relevant
agreements.

BAB XV

CHAPTER XV

KETENTUAN PENUTUP

CONCLUDING PROVISIONS

Pasal 51

Article 51

Ketentuan lebih lanjut mengenai Layanan Pinjam


Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi
antara lain terkait perubahan batas maksimum
total pemberian pinjaman dana, tata cara
pemberian pinjaman, kerja sama antara
Penyelenggara dengan penyelenggara layanan
pendukung lainnya berbasis teknologi informasi,
penempatan pusat data dan standar minimum
sistem teknologi informasi, pengelolaan risiko
teknologi informasi, pengamanan teknologi
informasi, ketahanan terhadap gangguan dan
kegagalan sistem serta alih kelola sistem teknologi
informasi, sistem keamanan, kerahasiaan data,
kegagalan sistem transaksi Penyelenggara,
pengamanan
sistem
teknologi
informasi,
pengelolaan celah keamanan teknologi informasi,
retensi informasi dan/atau Dokumen Elektronik,
dan tata cara penggunaan Tanda Tangan
Elektronik dalam penyelenggaraan Layanan
Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi
Informasi, diatur dalam surat edaran OJK.

Ancillary provisions for Information TechnologyBased Money Lending Services with respect to,
inter alia, changes in total maximum legal lending
limit, procedures for lending funds, cooperation
between Providers and other information
technology-based supporting providers, data
center base and minimum standards in information
technology systems, information technology risk
management, information technology safeguards,
resistance to system faults and failure and
information technology system management
transfer, security systems, confidentiality of data,
Providers transaction system failure, information
technology system safeguards, supervision over
information technology vulnerability, information
and/or Electronic Document retention, and
procedures for use of Electronic Signatures in the
provisions of Information Technology-Based
Money Lending Services shall be governed by
circular of the OJK.

Pasal 52

Article 52

Peraturan OJK ini mulai berlaku pada tanggal This regulation of the OJK shall come into effect
diundangkan.
on the date it is promulgated.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan peraturan OJK ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik
Indonesia.

In order that every person may know of it, the


promulgation of this regulation of the OJK is
ordered by placement in the State Gazette of the
Republic of Indonesia.

38

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Desember 2016
KETUA DEWAN KOMISIONER
OTORITAS JASA KEUANGAN,
ttd
MULIAMAN D. HADAD

Issued in Jakarta
on December 28, 2016
CHAIRMAN OF THE BOARD OF
COMMISSIONERS OF THE
FINANCIAL SERVICES AUTHORITY,
sgd
MULIAMAN D. HADAD

Diundangan di Jakarta
pada tanggal 29 Desember 2016
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
YASONNA H. LAOLY

Promulgated in Jakarta
on December 29, 2016
MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd
YASONNA H. LAOLY

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK


INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR 324

STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF


INDONESIA NUMBER 324 OF 2016

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA


REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6005

SUPPLEMENT TO THE STATE GAZETTE OF


THE REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER
6005

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

39