Anda di halaman 1dari 6

BAB II.

PEMBAHASAN

A. Dewatering

Dewatering (pekerjaan pengeringan) adalah pekerjaan sipil yang bertujuan


untuk

dapat

mengendalikan

air

(air

tanah/permukaan)

agar

tidak

mengganggu/ menghambat proses pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi,


terutama untuk pelaksanaan bagian struktur yang berada dalam tanah dan di
bawah muka air tanah.
Pengaruh air tanah yang tidak dipertimbangkan pada proyek konstruksi dapat
mengakibatkan suatu problem yang besar. Kondisi air tanah yang semula
kurang diketahui atau tidak diperhitungkan, dapat mengubah proses
pelaksanaan dan bahkan dapat mengubah desain struktur, dan terakhir akan
mempengaruhi biaya keseluruhan bangunan.
Sering dijumpai, bahwa problem air tanah yang tidak diharapkan dapat
menyebabkan terlambatnya penyelesaian proyek konstruksi, dan bahkan
dapat mengakibatkan perubahan desain konstruksi secara drastis.
Agar dapat menghindari masalah-masalah di atas, kita harus dapat memahami
dan mengerti hal-hal tentang air tanah.

Pada dasarnya ada 2 hal yang perlu diketahui tentang air tanah, ditinjau dari
pengaruhnya terhadap proses pelaksanaan bangunan, yaitu:
1.

Bagaimana air tersebut bergerak di dalam tanah sekitarnya.

2.

Bagaimana pengaruh air tersebut terhadap tanah sekitarnya.


Dengan mempelajari kedua faktor pokok tersebut, kita dapat melakukan
berbagai usaha untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.
Jadi maksud dan tujuan Dewatering /pekerjaan pengeringan adalah untuk
dapat mengendalikan air tanah, supaya tidak mengganggu/menghambat
proses pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi bangunan sipil.

B. Tujuan, Keuntungan dan Kerugian Pekerjaan Dewatering

Tujuan dilakukannya Dewatering :


1. Menjaga agar dasar galian tetap kering. Untuk mencapai tujuan tersebut
biasanya air tanah diturunkan elevasinya 0,5 1 m dibawah dasar galian
2. Mencegah erosi buluh. Pada galian tanah pasir (terutama pasir halus
dibawah muka air tanah) rembesan air kedalam galian dapat
mengakibatkan tergerusnya tanah pasir akibat aliran air
3. Mencegah resiko sand boil. Pada saat dilaksanakan galian, maka
perbedaan elevasi air didalam dan diluar galian semakin tinggi

4. Mencegah resiko terjadinya kegagalan upheave. Bila tekanan air dibawah


lapisan tanah lebih besar daripada berat lapisan tanah tersebut maka
lapisan tanah tersebut dapat terangkat atau mangalami failure
5. Mencaga gaya uplift terhadap bangunan sebelum mencapai bobot tertentu.
Pada bangunan-bangunan yang memiliki basement, maka pada saat bobot
bangunan masih lebih kecil daripada gaya uplift dari tekanan air,
Dewatering harus tetap dijalankan hingga bobot mati dari bangunan
melebihi gaya uplift tersebut.
6. Mencegah rembesan
7. Memperbaiki kestabilan tanah
8. Mencegah pengembungan tanah
9. Memperbaiki karakteristik dan kompaksi tanah terutama dasar
10. Pengeringan lubang galian
11. Mengurangi tekanan lateral
Keuntungan :
- Muka air tanah turun
- Longsor kurang
- Lereng lebih curam
- Tekan tanah berkurang
Kerugian :

- Mata air sekeliling turun


- Permukaan tanah turun

C. Dewatering Open Pumping

Pada metode dewatering air tanah dibiarkan mengalir ke dalam lubang galian,
kemudian dipompa keluar melalui sumur/ selokan penampung di dasar galian.
Metode Open Pumping ini digunakan bila :

Karakteristik tanah merupakan tanah padat, bergradasi baik dan berkohesi

Jumlah air yang akan dipompa tidak besar (debitnya)

Dapat dibuat sumur/ selokan penampung untuk pompa.

Galian tidak dalam.


Pelaksanaan Metode Open Pumping:

Siapkan saluran untuk mengalirkan air tanah yang dipompa, sejak sebelum
penggalian dimulai.

Penggalian diakukan sampai kedalaman rencana, bila belum sampai pada


kedalaman rencana sudah tergenang air yang cukup mengganggu pekerjaan
galian, maka penggaliannya dilakukan secara bertahap.

Pada setiap tahapan galian dibuat sumur kecil/ selokan tandon air untuk
tempat pompa isap.

Pada sumur/ selokan tandon air tersebut, dipasang pompa untuk


pengeringan (pompa submersible lebih baik dibanding pompa biasa).

Bila kedalaman galian melebihi kemampuan isap pompa (suction lift),


maka pemompaan dapat diturunkan

Bila galian sangat luas, dapat dilakukan secara bertahap. Dan membuat
sumur/selokan di beberapa tempat.
Jika galian dengan areal yang sangat luas, maka dilakukan penahapan sebagai
berikut :

Tanah digali sebatas muka air tanah pada seluruh luasan galian dengan
Bulldozer/ Excavator.

Disekeliling tepi galian dibuat galian selokan dengan kedalaman lebih dari
elevasi dasar galian, dengan menggunakan excavator atau clampshell.

Prosedur ini sekaligus dapat mengontrol lateral seepage (rembesan) ke


dalam selokan tandon di sekeliling tepi galian.

Gambar 1. Tampak atas dewatering open pumping

Gambar 2. Tampak samping dewatering open pumping