Anda di halaman 1dari 1

Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pada hidup bersih dan sehat

Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan: Info thn 2002 persentase masyarakat


yang akses terhadap air bersih sekitar 50% rumah tangga dan sanitasi dasar sekitar
63,5%. Kesehatan lingkungan yang merupakan kgiatan lintas program dan lintas
sektor belum dikelola dalam suatu sistem kesehatan kewilayahan
Sampai saat ini penyakit yang berbasis lingkungan masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat, seperti penyakit Demam Berdarah Dengue sekitar
0,019/1.000 penduduk, angka kematian pada kejadian luar biasa (KLB) 3/1.000
penduduk. Penyakit TB Paru, diperkirkan oleh WHO (th.1999) setiap tahun di
Indonesia terjadi 583.000 kasus baru, kematian sekitar 140.000 orang, artinya
setiap 100.000 penduduk terdapat 130 penderita TB Paru BTA positip.
Proporsi penderita Pneumonia Balita yang berobat ke Puskesmas sekitar 3/10.000
Balita (th.2002). Diare sesuai hasil survei Sub Direktorat Diare dan Penyakit
Pencernaan ditemukan insiden Diare 374/1.000 penduduk (th.2003), Malaria dengan
Annual Malaria Incidence (AMI) sekitar 22,27/1.000 pddk, yaitu kesakitan Malaria
tanpa konfirmasi laboratorium dan Annual Parasite Incidence (API) yaitu angka
kesakitan malaria dengan konfirmasi laboratorium sekitar 0,47/1.000 pddk (tahun
2002).
Masalah ini diketahui, terbanyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas dan penyakit
terbanyak adalah yang terkait dengan kesehatan lingkungan. Demikian pula upaya
pengobatan penyakit dan upaya peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan
dikerjakan tersendiri, tidak terintegrasi dengan upaya terkait lainnya.
Petugas medis dan atau paramedis melaksanakan upaya penyembuhan dan
pengobatan tanpa memperdulikan kondisi lingkungan perumahan/permukiman si
pasien. Di sisi lain petugas kesehatan lingkungan melakukan upaya kesehatan
lingkungan tanpa memperhatikan permasalahan penyakit dan atau kesehatan
masyarakat di lokasi/kawasan tersebut.
Integrasi upaya kesehatan lingkungan dan upaya pemberantasan penyakit berbasis
lingkungan semakin relevan dengan diterapkannya Paradigma Sehat untuk upayaupaya kesehatan dimasa mendatang (Hasil Rapat Kerja Menteri Kesehatan RI
dengan Komisi VI DPR-RI, tanggal 15 September 1998). Dengan paradigma ini maka
pembangunan kesehatan lebih terfokus pada upaya promotif dan preventif
dibanding upaya kuratif dan rehabilitatif.