Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN
A; Latar Belakang

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas


adalah dengan cara melakukan penerapan manajemen mutu di puskesmas.
Untuk dapat dinilai tingkat mutunya maka puskesmas tersebut harus memiliki
standar-standar dan prosedur-prosedur yang menjadi acuan bagi staf
puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada klien atau Customer.
Menurut Donabedian ada tiga jenis standar didalam manajemen mutu
yaitu : Standar Struktur/Input, Standar Proses, dan Standar Output atau
Outcome. Ketiga standar ini harus dipenuhi oleh suatu puskesmas, apabila
puskesmas tersebut menyatakan dirinya bahwa mutu menjadi strategi dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanannya beberapa puskesmas
sudah menerapkan akreditasi melalui ISO-9001 terutama di puskesmas
perkotaan, untuk puskesmas lainnya telah diterapkan melalui penerapan
Jaminan Mutu atau Quality Assurance.
Pada hakikatnya baik ISO maupun kegiatan jaminan mutu adalah sama,
dimana puskesmas yang paling utama harus dimiliki adalah standar pelayanan
yang tertulis, dan digunakan sebagai pedoman dalampenyelenggaraan
pelayanan di puskesmas.
Saat ini pendekatan jaminan mutu layanan kesehatan telah menjadi
suatu kiat manajemen yang sistematis secara terus-menerus dievaluasi dan
disempurnakan. Jaminan mutu layanan kesehatan telah menyumbangkan
banyak hal kepada layanan kesehatan itu sendiri. Pendekatan jaminan mutu
layanan kesehatan merupakan salah satu perangkat yang sangat berguna bagi

mereka yang mengelola atau merencanakan layanan kesehatan. Pendekatan


itu juga merupakan bagian dari keterampilan yang sangat mendasar bagi
setiap pemberi provider layanan kesehatan yang secara langsung melayani
pasien.

B; Rumusan Masalah
1; Apa pengertian standar?
2; Apa pengertian kriteria dan prosedur ?
3; Apa saja syarat-syarat standar?
4; Apa saja jenis-jenis standar ?

C; Tujuan penulisan
1; Mengetahui pengertian standar, kriteria dan prosedur.
2; Mengetahui syarat-syarat standar.
3; Mengetahui jenis-jenis standar.

BAB II
PEMBAHASAN

A; Pengertian Standar

Standar berasal dari bahasa Prancis Kuno

artinya titik tempat

berkumpul, dalam bahasa Inggris Kuno merupakan gabungan kata standan


artinya berdiri dan or (juga bahasa Inggris Kuno) artinya titik. (MerriamWebster, 2000)
kemudian diserap dalam bahasa Inggris sebagai kata standard
(Pengantar standardisasi, 2009). Standar adalah spesifikasi teknis atau
sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun
berdasarkan consensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan
syarat-syarat
perkembangan

keselamatan,
ilmu

keamanan,

pengetahuan

dan

kesehatan,
teknologi,

lingkungan
serta

hidup,

pengalaman,

perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh
manfaat yang sebesar-besarnya (Peraturan Pemerintah, 2000).
Adapun ISO (International Organization for Standardization) memberi
batasan standar sebagai . a document, established by consensus and
approved by a recognized body, that provides, for common and repeated use,
rules, guidelines or characteristics for activities or their results, aimed at the
achievement of the optimum degree of order in a given context Juga
dinyatakan bahwa standar hendaknya

berdasarkan atas hasil ilmu

pengetahuanm teknologi dan pengalaman yang telah terkonsolidasi dan


bertujuan peningkatan manfaat komunitas yang optimum ( ISO/IEC, 2004).
Dari kata standar muncul kata standardisasi artinya proses merumuskan,
menetapkan, menerapkan dan merevisi standar, yang dilaksanakan secara

tertib melalui kerjasama dengan semua pihak yang berkepentingan (Peraturan


Pemerintah, 2000).
Adapun pengertian atau definisi standar yang lainnya adalah sebagai
berikut :
1;

Standar adalah suatu pernyataan yang dapat diterima dan disepakati


tentang suatu produk atau proses yang dipergunakan untuk mengukur
atau menilai.

2;

Standar adalah suatu norma atau persetujuan mengenai keadaan atau


prestasi yang sangat baik.

3;

Standar adalah suatu ukuran atau patokan yang dipakai untuk mengukur
kuantitas, berat, nilai atau mutu.

4;

Standar adalah tingkat performance atau keadaan yang dapat diterima


oleh seseorang yang berwenang dalam situasi tersebut, atau oleh mereka
yang bertanggung jawab untuk mempertahankan tingkat performance
atau kondisi tersebut.

5;

Dalam bukunya Akuntansi dan analisis biaya, Kartadinata (2000 : 212)


menyatakan bahwa standar adalah suatu norma, suatu kaidah, dan apa
saja yang umumnya dianggap normal dapat diterima dan dapat
dipergunakan sebagai suatu standar. Contoh, untuk membuat sebuah
lemari dengan bentuk-bentuk desain tertentu secara normal diperlukan
delapan bilah papan, maka delapan bilah papan dapat digunakan sebagai
suatu standar untuk pembuatan sebuah lemari dengan bentuk dan desain
tersebut.

6;

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) bahwa definisi standar


adalah ukuran tertentu yg dipakai sebagai patokan.

7;

Sedangkan, definisi lain menurut Arikunto (2008:30) menyatakan bahwa


standar adalah sesuatu yang digunakan sebagai patokan atau batas
minimal untuk sesuatu diukur.

8;

Menurut Clinical Practice Guideline (1990) Standar adalah keadaan ideal


atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna yang dipergunakan
sebagai batas penerimaan minimal.

9;

Menurut Donabedian (1980) Standar adalah rumusan tentang penampilan


atau nilai diinginkan yang mampu dicapai, berkaitan dengan parameter
yang telah ditetapkan.

10; Menurut Rowland and Rowland (1983) Standar adalah spesifikasi dari

fungsi atau tujuan yang harus dipenuhi oleh suatu sarana pelayanan
kesehatan agar pemakai jasa pelayanan dapat memperoleh keuntungan
yang maksimal dari pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Secara
luas.
11; Dibidang

pelayanan kesehatan khususnya dibidang keperawatan,

pengertian standar adalah seperti yang diutarakan oleh Royal College


Nursing (RCN), yaitu : A standard is a profesionally agreed level of
performance appropriate to the population addressed, which is a
observable, achievable, measurable and desirable. (RCN, 1986)
Dari pengertian-pengertian yang terurai diatas pada dasarnya ada
kesamaan arti yang tersirat tentang standar, yaitu bahwa standar :
1;

Menjelaskan apa yang harus dicapai.

2;

Menjelaskan tingkat yang harus dicapai.

3;

Mencakup kegiatan-kegiatan atau pernyataan-pernyataan tertentu yang


harus dipenihi agar dapat disebut bermutu.

Dengan demikian standar adalah suatu pernyataan yang memuat ukuran


atau performance tertentu yang telah diterima dan disepakati bersama yang
merupakan suatu nilqai ambang atau treshold dari sesuatu baik barang, jasa
ataupun proses yang dipergunakan untuk mengukur dan menilai.

B; Pengertian Kriteria

Yang dimaksud kriteria disini adalah hal-hal yang menjadi dasar


penilaian suatu standar, yaitu berupa ketentuan atau faktor-faktor yang dapat
diukur. Kriteria merupakan hal-hal atau variable-variable yang dipilih sebagai
indikator, untuk menentukan apakah standar sudah tercapai atau belum.
Kriteria sebaiknya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1;

Relevan (Relevant), artinya kriteria yang ditetapkan harus terkait dengan


standar yang akan diukur.

2;

Dapat dimengerti (Understandable), artinya kriteria yang ditetapkan


harus mudah dimengerti dan tidak mempunyai arti ganda.

3;

Dapat diukur (Measurable), artinya kriteria yang ditetapkan harus dapat


diukur sehingga parameternya harus jelas.

4;

Dapat diterapkan dalam perilaku (Behavioral), artinya kriteria yang


ditetapkan dapat diobservasi dalam bentuk perilaku.

5;

Dapat dicapai (Achievable), artinya kriteria yang ditetapkan harus dapat


dicapai atau fisibel tidak terlalu tinggi.

C; Pengertian Prosedur

Untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tertentu, seseorang atau


organisasi menjalankan sejumlah kegiatan yang didukung oleh sejumlah
kegiatan yang didukung oleh sejumah ketentuan atau keputusan tertentu.

Ketentuan atau keputusan itu berupa suatu prosedur kegiatan yang harus
diikuti dan dipatuhi oleh segenap anggota organisasi, guna mencapa tujuan
organisasi tersebut.
Ketentuan tersebut berisikan langkah-langkah yang harus dipatuhi atau
diikuti, jika ketentuan tersebut merupakan panduan untuk melakukan
kegiatan-kegiatan dengan efektif dan efisien inilah yang dimaksud dengan
standard Operating Procedur (SOP).
SOP pada dasarnya adalah pedoman yang berisi kumpulan prosedur
operasional standar atau yang biasa disebut dengan protap (prosedur tetap)
yang berlaku, untuk digunakan disuatu organisasi untuk memastikan bahwa
setiap keputusan, langkah, atau tindakan, dan penggunaan fasilitas
pemrosesan yang dilaksanakan oleh orang-orang didalam organisasi tersebut,
telah berjalan secara efektif, konsisten, standar, dan sistematis.
Prosedur tetap (protap) atau disebut juga protokol adalah panduan
urutan tindakan secara tertulis yang digunakan petugas kesehatan dalam
memberikan pelayanan kepada pasien.
Apabila

petugas

dalam

memberikan

pelayanan

kepada

pelanggan/pasien sudah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, ini berarti


pelayanan tersebut sudah sesuai dengan standar.

D; Syarat-Syarat Standar

Suatu standar harus memenuhi beberapa ketentuan sebagai berikut :


1;

Dapat diukur (measurable) artinya pernyataan standar mengandung


rumusan yang dapat diukur baik secara kuantitatif maupun secara
kualitatif.

2;

Dapat dicapai (realistic) artinya sesuai dengan kemampuan dari pihak


yang akan menggunakan standar tersebut, sehingga tidak merupakan
angan-angan atau mimpi yang sulit diwujudkan.

E;

3;

Wajar (appropriate) artinya tidak aneh-aneh.

4;

Sesuai keinginan (desirable) dan dapat diterima (acceptable).

5;

Tidak membingungkan (unambiguous) artinya harus jelas.

Jenis-Jenis Standar
Pada dasarnya standar didalam manajemen mutu terbagi menjadi 2,
yaitu Standar proses dan standar hasil. Standar proses adalah lengkah-langkah
atau urut-urutan suatu kegiatan yang merupakan serangkaian proses dari suatu
kegiatan. Standar hasil adalah suatu nilai atau besaran nilai atau performance
yang akan dicapai apabila standar proses yang berkaitan dengan hasil tersebut
diikuti atau dilaksanakan secara konsekuen.
Donabedian mengkategorikan standar dibidang kesehatan menjadi 3
yaitu :
1;

Standar masukan (Input) atau struktur


Standar struktur adalah standar yang berfokus pada kerangka
pemberian pelayanan/tindakan. Standar struktur menetapkan kondisi dan
mekanisme yang diperlukan untuk mengoperasikan dan mengendalikan
sistem pelayanan atau pemberian suatu tindakan dan ditulis sebagai
format kebijakan. Standar struktur atau masukan menentukan tingkat
sumber daya yang diperlukan agar standar layanan kesehatan dapat
dicapai.

Contoh : personal, pasien, peralatan, bahan, gedung, pencatatan,


dan keuangan, sungkatnya singkatnya semua sumber daya yang dapat
digunakan untuk melakukan layanan kesehatan seperti yang tersebut
dalam standar layanan kesehatan.

2;

Standar proses
Standar proses adalah standar yang berfokus pada petugas dan
proses pelayanan atau pemberian tindakan yang digunakan untuk
memberikan tindakan atau pelayanan. Standar proses menetapkan
perilaku dan tindakan petugas yang akan memberikan pelayanan atau
tindakan dan apa yang akan dilakukan dalam pelayanan tersebut, jadi
standar proses ditujukan pada petugas dan pasien dalam bentuk SOP
(standar operasional prosedur) atau protap ( prosedur tetap).
Standar proses menentukan kegiatan apa yang harus dilakukan agar
standar layanan kesehatan dapat dicapai. Proses akan menjelaskan apa
yang dikerjakan, untuk apa, siapa, siapa yang mengerjakan, kapan dan
bagai mana standar layanan kesehatan dapat dicapai.

3;

Standar keluaran (output) atau hasil


Standar keluaran adalah standar yang berfokus pada hasil intervensi
suat
u tindakan atau pelayanan pada status kesehatan pasien. Standar hasil
menetapkan hasil akhir suatu tindakan atau pelayanan yang harus dicapai
dan dituliskan sebagai tujuan yang berkaitan dengan pelaksanaan standar
proses yang telah ditetapkan.
Kriteria output yang umum digunakan antara lain :

a;

Kepuasan pasien

b;

Pengetahuan pasien

c;

Fungsi pasien

d;

Indikator kesembuhan, kematian, dan komplikasi dan lain-lain.

Struktur

Proses

SDM
Perbekalan
Peralatan
Bahan
Fasilitas
Kebijaksanaan

Anamnesis
Pem. Fisik
Pem. Penunjang medis
Peresapan obat
Penyuluhan kesehatan
Merujuk pasien

Keluaran

Tkt. Kepatuhan
Tkt. Kesembuhan
Tkt. Kematian
Tkt. Kesakitan
Tkt. Kecacatan
Tkt. Kepuasan

standar

10

12
2

BAB III
PENUTUP
A; Kesimpulan

Standar berasal dari bahasa Prancis Kuno

artinya titik tempat

berkumpul, dalam bahasa Inggris Kuno merupakan gabungan kata standan


artinya berdiri dan or (juga bahasa Inggris Kuno) artinya titik. (MerriamWebster, 2000)
kemudian diserap dalam bahasa Inggris sebagai kata standard
(Pengantar standardisasi, 2009). Standar adalah spesifikasi teknis atau
sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun
berdasarkan consensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan
syarat-syarat
perkembangan

keselamatan,
ilmu

keamanan,

pengetahuan

dan

kesehatan,
teknologi,

lingkungan
serta

hidup,

pengalaman,

perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh
manfaat yang sebesar-besarnya (Peraturan Pemerintah, 2000).
Dengan demikian standar adalah suatu pernyataan yang memuat ukuran
atau performance tertentu yang telah diterima dan disepakati bersama yang
merupakan suatu nilqai ambang atau treshold dari sesuatu baik barang, jasa
ataupun proses yang dipergunakan untuk mengukur dan menilai.
Suatu standar harus memenuhi beberapa ketentuan, syarat-syarat
standar adalah sebagai berikut :

11

1;

Dapat diukur (measurable)

2;

Dapat dicapai (realistic)

3;

Wajar (appropriate) artinya tidak aneh-aneh.

4;

Sesuai keinginan (desirable) dan dapat diterima (acceptable).

5;

Tidak membingungkan (unambiguous) artinya harus jelas.


Menurut Donabedian standar dibidang kesehatan dibagi menjadi 3

yaitu :
1;

Standar masukan (Input) atau struktur


Standar struktur adalah standar yang berfokus pada kerangka
pemberian pelayanan/tindakan.

2;

Standar proses
Standar proses adalah standar yang berfokus pada petugas dan
proses pelayanan atau pemberian tindakan yang digunakan untuk
memberikan tindakan atau pelayanan.

3;

Standar keluaran (output) atau hasil


Standar keluaran adalah standar yang berfokus pada hasil intervensi
suatu tindakan atau pelayanan pada status kesehatan pasien.

B; Saran

Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan


kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya
dan dari segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan
kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

12