Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

ANALISIS JURNAL POMPA


PERENCANAAN KAPASITAS DAYA POMPA PADA PERANCANGAN ALAT
PENUKAR KALOR JENIS SHELL AND TUBE SKALA LABORATORIUM
1

Sulis Yulianto , Fadwah Maghfurah , Munzir Qadri

123

Jurusan Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Jakarta


2
3
sulis.yulianto@yahoo.com, fmaghfurah@yahoo.com, flash_mq@yahoo.com

Dosen Pengampu: Danar Susilo W., S.T., M.Eng.

Disusun oleh:
ASFANI ERVIYANTO (K2514011)
EKO SAPUTRO (K2514029)

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
TAHUN 2016

Analisi Jurnal:

Penukar panas adalah perangkat yang memfasilitasi pertukaran panas antara dua cairan
yaitu pada temperatur yang berbeda sekaligus menjaga mereka dari pencampuran dengan satu
sama lain. Penukar panas direncanakan untuk beroperasi dengan menggunakan dua macam
pompa, mereka adalah pompa sentrifugal untuk mengedarkan air dingin oleh 0,0003 m3/s dari
laju aliran massa dan 6.85 m panjang pipa sementara pompa roda gigi digunakan untuk
mengedarkan minyak panas oleh 0,0003 m3/s dari laju aliran massa dan 2,8 m dari pipa
panjangnya. Setelah beberapa analisis systemathical dan perhitungan, kapasitas output pompa
yang diperoleh adalah 231 Watt untuk fluida air dingin dan 93 Watt untuk cairan minyak panas.
Dengan demikian, dengan rencana yang tepat output pompa kapasitas, diharapkan untuk secara
positif mempengaruhi operasi penukar panas agar dapat dari berjalan efisien serta berfungsi
sesuai dengan spesifikasi yang dirancang.
Pada rancangan ini mengunakan dua buah pompa yaitu jenis gear pump untuk
mensirkulasikan fluida panas (oil) dan jenis pompa sentrifugal untuk mensirkulasikan fluida
dingin (water) yang berfungsi untuk mendistribusikan fluida tersebut sehingga dalam
pemilihanyang tepat terhadap jenis dan kapasitas daya pompa padaalat penukar kalor yang
dirancang diharapkan dapat meningkatkan efektifitas serta performance dari APK yang
dirancang serta dapat menurunkan biaya operational yang tinggi dalam pengoperasianya.
A. Perencanaan perhitungan kapasitas daya pompa air (Wp1).

P1

E2

Wp1
E1

Gambar 3. Gambar sistem pada instalasi APK


Di mana :
El = Energi aliran air pada pipa sisi masuk pompa 1
E2 = Energi aliran air pada pipa sisi keluar pompa 1
Wp1= Kerja / daya yang di butuhkan oleh pompa air (water)

1. Luas penampang pipa sisi masuk (A1) & pipa sisi keluar (A2) dapat diketahui sebagai berikut:

2. Sehingga dengan menggunakan (pers.2) , maka kecepatan rata-rata aliran pemompaan pada
sisi masuk ( V1 ) dan pada sisi keluar pompa ( V2 ) dapat di ketahui sebagai berikut:
(2)
Sehungga,

3. Kemudian untuk tahap selanjutnya di lakukan analisa perhitungan laju aliran masa pada sisi
masuk pompa (m 1) dan pada sisi keluar pompa (m 2) seperti (pers.3), sebagai berikut:
(3)

. (4)
Sehingga didapatkan nilai (m 1) sebesar 0,3 kg/s dan untuk (m 2) sebesar 0,13 kg/s, sedangkan
untuk kapasitas kerja pompa air (water) dengan mengunakan (pers.4) didapatkan nilai (Wp1)
sebesar 67 J/kg.
4. Untuk tahap selanjutnya perencanaan perhitunggan daya pompa dengan memperhitungkan
kerugian-kerugian energy didalam system dapat direncanakan dengan memperhitungkan bilangan
reynold seperti (pers.5) berikut.
. (5)

Maka didapatkan bilangan Reynold sebesar 17771 sehingga aliran didalam sistem
adalah aliran lapisan batas turbulen, lalu dengan mengunakanmengunakan diagram moody
dapat diketahui nilai relative rougnes (/d) yaitu sebesar 0,0000059, maka dengan nilai
tersebut dapat diketahui nilai kekasaran permukaan (resisstance coefficient) didalam pipa (f)
adalah sebesar = 0,008.
Kemudian tahap selanjutnya akan dilakukan perencanaan perhitungan nilai kerugiankerugian energi akibat gesekan pada pipa sisi masuk dan keluar dari pompa air (water).
5. Perhitungan daya pompa air (water) dengan memperhitungkan kerugian-kerugian energi
didalam sistem.
5.1. Perhitungan kerugian energi akibat gesekan didalam pipa (Ef1):

Tabel 3. Nilai k terhadap hambatan katup,belokan pada pompa 1.


No
1
2

Jumlah
Katup
11 buah
1 buah
Jumlah Total K

Nama Komponen

Nilai (k)

kb = 0,21
kv = 0,2

El- Bowe 90
Gate Valve

Jumlah
(k)
2,31
0,2
2,51

Dimana,
K = Jumlah total nilai k terkadap hambatan pipa seperti katup, belokan, gate valve.
5.2.
2 2
Sehingga kerugian energi akibat belokan pada pipa (Em) adalah sebesar 0,37 m /s

5.3.

5.4.

5.5.

Perhitungan kerugian energi akibat ketinggian (Hf):

Perhitungan kerugian energy dalam bentuk tekanan (Pf):

Perhitungan kerja pemompaan (Wp1):

5.6.

Maka untuk kapasitas daya pompa dapat dihitung sebagai berikut.

Maka dari hasil perhitungan diatas didapatkan nilai daya pompa yang akan
direncanakan adalah sebesar 231Watt
B. Perencanaan perhitungan kapasitas daya pompa oli (Wp2).

P2

Wp2
E1

Gambar 4. Gambar sistem pada pompa oli.


Di mana :
El = Energi aliran air pada pipa sisi masuk pompa
1 E2 = Energi aliran air pada pipa sisi keluar pompa
1 Wp2= Daya yang di butuhkan oleh pompa oli.
1. Luas penampang pipa sisi masuk (A1) & pipa sisi keluar (A2) dapat diketahui sebagai berikut:

2. Sehingga dengan menggunakan (pers.2), maka kecepatan rata-rata aliran pemompaan pada
sisi masuk ( V1 ) dan pada sisi keluar pompa ( V2 ) dapat di ketahui sebagai berikut:
(2)
Sehingga,

3. Kemudian untuk tahap selanjutnya di lakukan analisa perhitungan laju aliran masa pada sisi
masuk pompa (m 1) dan pada sisi keluar pompa (m 2) seperti (pers 3.), sebagai berikut:
(3)

Sehingga didapatkan nilai (m 1) sebesar 0,3 kg/s dan untuk (m 2) sebesar 0,6 kg/s.
4. Sehingga untuk kapasitas kerja pompa oli (Wp2) dengan mengunakan (pers.4) didapatkan nilai
sebesar 27,7 kg/J.
. (4)
5. Untuk tahap selanjutnya perencanaan perhitunggan daya pompa dengan memperhitungkan
kerugian-kerugian energy didalam system dapat direncanakan dengan memperhitungkan
bilangan reynold seperti (pers.5) berikut.
. (5)

Maka dengan bilangan Reynold sebesar 109,9 diketahui bahwa aliran didalam system adalah
aliran lapisan batas laminer, lalu dengan mengunakan mengunakan diagram moody dapat
diketahui nilai relative rougnes(/d) yaitu sebesar 0,00059, maka dengan nilai tersebut dapat
diketahui nilai kekasaran permukaan (resisstance coefficient) didalam pipa (f) adalah sebesar =
0,018
Kemudian tahap selanjutnya akan dilakukan perencanaan perhitungan nilai kerugiankerugian energi akibat gesekan pada pipa sisi masuk dan keluar dari pompa oli.
6. Perhitungan daya pompa 1 dengan memperhitungkan kerugian-kerugian energi didalam system.
6.1. Perhitungan kerugian energi akibat gesekan didalam pipa (Ef1):

K = Jumlah total nilai k terkadap hambatan pipa seperti katup, belokan, keran dll.

Tabel 4. Nilai k terhadap hambatan katup,belokan pada pompa 1.


No
1
2

6.2.

6.3.

6.4.

6.5.

6.6.

Nama Komponen

Nilai (k)

kb = 0,9
kv = 5,6

El- Bowe 90
Gate Valve

Jumlah
Katup
6 buah
1 buah
Jumlah Total K

Jumlah
(k)
5,4
5,6
11
2

Sehingga kerugian energi akibat belokan pada pipa (Em) adalah sebesar 0,37 m /s

Perhitungan kerugian energi akibat ketinggian (Hf):

Perhitungan kerugian energy dalam bentuk tekanan (Pf):

Perhitungan kerja pemompaan (Wp2):

Maka untuk kapasitas daya pompa dapat dihitung sebagai berikut.

Maka dari hasil perhitungan diatas didapatkan kapasitas daya pompa oli yang akan
direncanakan dalam pembuatan alat penukar kalor skala laboratorium adalah sebesar 93
Watt.