Anda di halaman 1dari 16

DIAGNOSTIC APPROACH

CHEST PAIN DEXTRA


Disusun Oleh :

Aaron FS Simatupang (211210257)


Rizky A Girsang (211210207)
Adi Suryaningsih K Sarumaha (211210195)

Dokter Pembimbing :

dr. NAMSO SARAGIH, Sp.PD

RSUD DR. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG


SIANTAR

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA SUMATERA
UTARA
2015

DIAGNOSTIC APPROACH
CHEST PAIN DEXTRA

I. PENDAHULUAN
Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang paling banyak ditemukan di klinik.
Sebagian besar penderita merasa ketakutan bila nyeri dada tersebut disebabkan oleh penyakit
jantung ataupun penyakit paru yang serius. Diagnosa yang tepat sangat tergantung dari
pemeriksaan fisik yang cermat, pemeriksaan khusus lainnya serta anamnesa dari sifat nyeri
dada mengenai lokasi, penyebaran, lama nyeri serta faktor pencetus yang dapat menimbulkan
nyeri dada.
Ada 2 macam jenis nyeri dada yaitu: nyeri dada pleuritik dan nyeri dada non pleuritik.
Nyeri dada pleuritik berasal dari dinding dada, otot, iga, pleura perietalis, saluran nafas besar,
diafragma, mediastinum dan saraf interkostalis. Nyeri dada non pleuritik disebabkan oleh
kelainan di luar paru (kardial, perikardial, aorta, gastrointestinal, muskuloskeletal,
fungsional).

II. SYNOPSIS OF CAUSES


N
O
1

SISTEMATIKA
Dinding Thoraks

ORGAN
Kulit
Otot
Tulang

Isi Dada

Ekstrathoraks

Paru

Trakea
Esophagus
Gall Baladder
Liver

PENYAKIT PENYEBAB
Cellulitis
Herpes Zooster
Mastitis
Myalgia
Trauma: abses/ulkus
Sindroma Tietze
Trauma Sternum
Osteoporosis
Pleuritis/ Pleura Effusion Kanan
Pneumothoraks Kanan
Pneumonia Kanan
Tumor Paru Kanan
Emboli Paru Kanan
Abses Paru Kanan
Tracheititis
Esofagitis
Cholelithiasis
Liver abses

III. PENDEKATAN DIAGNOSTIK


Sifat dalam kelainan bisa terlihat dengan jelas pada anemnesa atau pemeriksaan pertama,
paling tidak sudah dapat di buat suatu diagnosa kerja. Dengan demikian dalam prakteknya
sejauh ini penyebab paling sering untuk nyeri dada hebat terdapat pada pasien berusia
pertengahan atau lanjut usia adalah penyakit jantung. Nyeri yang semakin hebat pada waktu
bernafas hampir selalu berasal dari kelainan pleura, sedangkan frekuensi penyebab ekstra
thoraks akan meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia.
Selanjutnya masih ada sejumlah kecil kasus yang diagnosisnya tidak jelas dan keadaan ini
diperlukan pendekatan yang lebih sistemik.

Lokasi penyebaran dan sifat nyeri: lokasi nyeri dan kemungkinan penjalarannya ke
leher, muka, punggung atau lengan harus di tentukan. Sifatnya dapat berkisar mulai

dari rasa sakit yang tumpul hingga nyeri yang hebat seperti di remas.
Lama dan frekuensi nyeri: saat dan keadaan serangan nyeri timbul pertama kali harus
dipastikan dan juga perlu diketahui apakah insidensi nyeri tersebut mendadak, diural,

episodik ataupun konstan.


Faktor-faktor yang memperberat atau meredakan nyeri: pada penyakit jantung
serangan nyeri sering diperberat oleh aktifitas fisik atau stress emosional. Rasa nyeri
mereda ketika pasien beristirahat, serangan nyeri berkurang secara dramatis ketika
diberi obat. Nyeri pleuritis terasa bertambah ketika batuk dan menarik nafas dalam,
sedangkan nyeri yang berasal dari tulang belakang sering semakin terasa pada saat
bersin dan bergerak. Perubahan sikap tubuh seperti berbaring atau membungkuk
mendorong terjadinya refluks esofagus, dan rasa nyeri pada refluks esofagitis

biasanya berkurang setelah minum susu atau antasida.


Gejala lain yang menyertai nyeri: penyakit jantung sering disertai dengan gejala
dyspnoe, palpasi dan oedem tungkai. Batuk terutama bila sputum tampak purulen atau
berdarah, menunjukkan penyebab pulmoner, sedangkan gejala disfagia selalu berasal
dari kelainan esofagus. Anoreksia dan penrunan berat badan yang cepat merupakan
gejala yang merisaukan yang dapat menunjukkan adanya karsinoma pada esofagus
atau bronkus, kedua keadaan ini lebih sering ditemukan pada perokok.

IV. PEMBAHASAN SATU PERSATU


1. Pleuritis/ Pleura Effusion Kanan
Keluhan Utama
Telaah

Nyeri dada
Pasien mengeluh nyeri dada sebelah kanan seperti ditusuk-

Keluhan Tambahan

tusuk
Batuk kering (semakin batuk bila ada perubahan posisi), sesak

Yang Memperingan
Yang Memperberat
Penjalaran
Kasus Tersangka
PD

nafas.
Os tidur ke arah yang efusi pleura (kanan)
Aktivitas berat, batuk dan bernafas dalam
Menjalar ke bahu kanan
TB Paru, Sindrom Nefrotik, Ca Paru, Ca Mammae
Inspeksi: Gerakan pernapasan pada sisi kanan berkurang atau
melemah, dada cembung bagian bawah
Palpasi: Stem fremitus menghilang pada sisi kanan bawah
Perkusi: Redup pada sisi kanan bawah
Auskultasi: SP : Menghilang pada sisi kanan bawah

Konfirmasi

ST : Tidak ada suara pernafasan bagian bawah


Foto thoraks, USG

2. Pneumothoraks Kanan
Keluhan Utama
Telaah

Nyeri dada
Pasien mengeluhkan nyeri dada sebelah kanan terasa seperti

Keluhan Tambahan
Yang Memperingan
Yang Memperberat
Penjalaran
Kasus Tersangka
PD

ditusuk tiba-tiba
Dyspnoe, mudah lelah, cemas, gelisah, batuk (jarang)
Os tidur ke arah yang pneumothoraks (kanan)
Batuk dan bernafas dalam
Menjalar ke bahu kanan
Trauma, TB Paru, PPOK, Pneumonia
Inspeksi: Gerakan dada berkurang pada sisi kanan, dada
cembung bagian atas
Palpasi: Stem fremitus menghilang pada sisi sakit (kanan),
deviasi trakea
Perkusi: Hipersonor pada hemithoraks kanan
Auskultasi: SP: Menghilang pada hemithoraks kanan

Konfirmasi
3. Tumor Paru Kanan

ST: Tidak ada suara pernafasan


Foto thoraks

Keluhan Utama
Telaah

Nyeri pada
Pasien mengeluh nyeri dada disebelah kanan saat batuk atau

Keluhan Tambahan

menarik nafas yang dalam.


Batuk darah, sesak nafas (mengi pada inspirasi), nafas pendek
pendek dan suara parau, demam hilang timbul, hilang nafsu

Yang memperingan
Yang memperberat
Penjalaran
Kasus Tersangka
PD

makan dan penurunan berat badan


Berbaring ke kanan
Berbaring ke kiri, aktivitas berat
Tidak jelas
Merokok, Usia > 40 tahun, Obesitas, Genetik
Inspeksi: Gerakan pernapasan pada sisi kanan berkurang atau
melemah
Palpasi: Stem fremitus menghilang pada sisi kanan
Perkusi: Redup di sisi kanan
Auskultasi: SP: dapat menghilang/mengeras pada sisi kanan

Konfirmasi

ST: Variabel
Foto thoraks,CT Scan paru, Bronkoskopi, Biopsi, Sitologi
sputum

4. Abses Paru Kanan


Keluhan Utama
Telaah

Nyeri dada kanan


Pasien mengeluh nyeri dada disebelah kanan, sudah beberapa

Keluhan Tambahan

hari disertai demam.


Demam > 400C, batuk (sputum berwarna hijau), penurunan

Yang memperingan
Yang memperberat
Penjalaran
Kasus Tersangka
PD

nafsu makan dan BB, keringat malam


Os berbaring ke kanan
Aktivitas berat
Tidak jelas
Pembedahan saluran nafas atas, Tumor, Abses hati, Pneumonia
Tidak khas
Inspeksi: Gerakan pernapasan pada sisi kanan tertinggal (bisa;
jarang)
Palpasi: Tidak jelas
Perkusi: Sonor memendek sampai beda pada lapangan tengah
dan bawah paru kanan, mediastinum terdorong kontralateral
Auskultasi: Suara pernapasan amforik (bila dekat dinding

Konfirmasi

dada), kadang-kadang ronkhi


Foto thoraks, CT Scan
5

5. Cholelitiasis
Keluhan Utama
Telaah

Nyeri dada
Pasien mengeuh nyeri dada bagian kanan bawah yang hebat

Keluhan Tambahan
Yang Memperingan
Yang memperberat
Penjalaran
Kasus Tersangka
PD

seperti disayat-sayat
Nausea, vomitus, tachycardia, pucat, menggigil
Tidak jelas
Makan makanan berlemak
Tidak Jelas
3F (Female, Fat, Fourty)
Inspeksi: Pembesaran abdomen (-)
Palpasi: Nyeri tekan (+) pada hipokondrium kanan
Perkusi: Tympani

Konfirmasi

Auskultasi: Normal
USG, Faal Hati

6. Liver Abses
Keluhan Utama
Telaah
Keluhan Tambahan

Nyeri dada kanan


Pasien mengeluh nyeri dada sebelah kanan
Nyeri perut kanan atas (terutama ketika batuk), demam (pada
malam hari), menggigil, anoreksia, BB turun, badan lemah,

Yang Memperingan
Yang memperberat
Penjalaran
Kasus Tersangka
PD

batuk, sesak nafas, nyeri bahu kanan


Menunduk
Ekstensi, aktivitas berat
Menjalar ke bahu kanan
Disentri amoeba, Diare kronik
Inspeksi: Pembesaran abdomen (-)
Palpasi: Nyeri tekan (+) pada kuadran kanan atas, teraba
pembesaran hepar di bawah arcus costa, permukaan rata dan
tumpul, tidak teraba pembesaran lien
Perkusi: Tympani pada empat kuadran abdomen

Konfirmasi

Auskultasi: Normal
Darah Rutin, Foto Thorax, Foto polos abdomen, USG

PENJELASAN SATU PER SATU


EFUSI PLEURA

Definisi
Efusi Pleura, yang juga dikenal dengan cairan di dada, adalah suatu kondisi medis
yang ditandai dengan peningkatan cairan yang berlebihan diantara kedua lapisan pleura. Ada
dua tipe Efusi Pleura: Efusi Pleura Transudatifa dan Efusi Pleura Eksudatifa. Efusi pleura
transudatifa disebabkan oleh bocornya cairan ke rongga pleura yang disebabkan oleh
konsentrasi protein yang rendah atau tekanan darah yang tinggi, seperti pada keadaan gagal
jantung kiri atau sirosis hati. Sedangkan bentuk lainnya, efusi pleura eksudatifa seringkali
merupakan hasil peradangan pleura, pada keadaan seperti pneumonia dan tuberkulosis, yang
menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih mudah ditembus, memungkinkan cairan bocor
ke luar dan berkumpul diantara dua lapisan pleura.
Diagnostik Clues
Diagnostik Clue yang diperoleh dari Efusi Pleura adalah :

Batuk
Bernafas dengan cepat
Demam
Mengalami kesulitan bernapas ketika berbaring
Rasa sakit di dada
Sesak nafas
Rontgen dada menunjukkan adanya cairan
PNEUMOTHORAKS KANAN

Definisi
Pneumothoraks adalah keadaan dimana rongga pleura terisi udara, yang
mengakibatkan paru-paru menguncup dan mengganggu respirasi. Pneumothoraks dapat
terjadi tanpa didahului atau didahului oleh kelainan paru yang lain. Trauma thoraks juga
dapat menyebabkan terjadinya pneumothoraks.
Diagnostik Clues
Diagnostik clue dari pneumothoraks adalah:
-

Rasa sakit di dada yang tiba-tiba dan bersifat unilateral disertai sesak nafas
Tidak disertai demam
Sesak yang semakin lama memberat
Nyeri dada
Mudah lelah pada saat beraktivitas maupun beristrahat

TUMOR PARU

Kanker paru-paru berasal dari jaringan tipis paru-paru, pada umumnya berupa lapisan
sel yang terletak pada saluran udara. Dua tipe utama kanker ini adalah kanker paru-paru sel
kecil (SCLC) dan kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC).
Kanker paru-paru terbagi atas 2 tipe utama:
a. Kanker Paru-paru Non-Sel Kecil (NSCLC)
NSCLC merupakan tipe paling umum dari kanker paru-paru, dan tidak seagresif
dibandingkan dengan SCLC. NSCLC cenderung tumbuh dan menyebar lebih lambat.
Bila didiagnosa secara dini, pembedahan dan/atau radioterapi, kemoterapi, dapat
memberikan harapan akan kesembuhan.
b. Kanker Paru-paru sel kecil (SCLC)
SCLC merupakan kanker yang memiliki tingkat pertumbuhan pesat dan menyebar
cepat ke pembuluh darah menuju anggota tubuh lainnya. Seringkali, kanker ini
dikategorikan sebagai penyakit kompleks saat terdiagnosa. Kanker ini biasanya
diobati melalui kemoterapi dan bukan melalui prosedur pembedahan.

Diagnostik Clues
Kanker paru-paru yang dini tidak menunjukkan gejala. Namun, seiring pertumbuhan
kanker tersebut, dapat diperoleh diagnostik clue meliputi:
Batuk yang memburuk dan tidak pernah sembuh
Kesulitan bernafas, seperti kehabisan nafas / sesak nafas
Sakit di dada secara konstan
Batuk darah
Suara yang serak
Sering terkena infeksi paru, seperti pneumonia
Merasa letih setiap saat
Kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas
Sitologi dahak untuk memeriksa sampel dahak untuk mencari sel kanker
Thoracocentesis pemeriksaan cairan pleura untuk mencari sel kanker
10

Bronkoskopi
Aspirasi jarum halus, menggunakan jarum halus untuk mengambil sampel jaringan atau
cairan dari paru-paru atau kelenjar getah bening
ABSES PARU KANAN

Abses Paru adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan terbentuknya suatu
rongga yang berisi debris jaringan mati atau cairan yang umumnya disebabkan oleh infeksi
bakteri di dalam paru-paru. Orang dengan abses paru biasanya sakit selama beberapa minggu
atau bulan dengan kehilangan selera makan dan penurunan berat badan. Mereka juga dapat
menderita demam, batuk dengan dahak berbau dan nyeri dada. Abses paru biasanya
disebabkan oleh aspirasi, dimana isi lambung memasuki paru-paru, atau sebagai komplikasi
dari infeksi saluran pernafasan, seperti pneumonia dan bronkitis akut.
Diagnostik Clues
Diagnostil clue dari abses paru yaitu:
a)
b)
c)
d)
e)
f)

kelelahan
hilang nafsu makan
berat badan menurun
berkeringat
demam
Batuk berdahak. Dahaknya bisa mengandung darah. Dahak seringkali berbau busuk
karena bakteri dari mulut atau tenggorokan cenderung menghasilkan bau busuk.
Ketika bernafas, penderita juga bisa merasakan nyeri dada, terutama jika telah terjadi
peradangan pada pleura.

11

CHOLELITIASIS
Batu empedu atau cholelithiasis adalah timbunan Kristal di dalam kandung empedu
atau di

dalam saluran empedu atau kedua-duanya. Batu kandung empedu merupakan

gabungan beberapa unsur dari cairan empedu yang mengendap dan membentuk suatu
material mirip batu di dalam kandung empedu atau saluran empedu. Komponen utama dari
cairan empedu adalah bilirubin, garam empedu, fosfolipid dan kolesterol. Batu yang
ditemukan di dalam kandung empedu bisa berupa batu kolesterol, batu pigmen yaitu coklat
atau pigmen hitam, atau batu campuran
Diagnostik Clues
-

Epigastrium kanan terasa nyeri dan spasme


Usaha inspirasi dalam waktu diraba pada kwadran kanan atas
Kandung empedu membesar dan nyeri
Ikterus ringan
Biasanya tak tampak gambaran pada abdomen
Kadang terdapat nyeri diperut kwadran kanan atas
Kencing berwarna seperti teh
Tinja berwarna seperti dempul
Penyebaran nyeri pada punggung bagian tengah, scapula, atau kepuncak bahu, disertai
mual dan muntah

ABSES HATI
Abses hati merupakan kista berisi nanah yang terdapat di hati.
Abses hati piogenik:
1. Infeksi piogenik memasuki hati melalui darah atau empedu, namun seringkali sumber
infeksi tidak ditemukan ( abses hati kriptogenik). Bila sumber infeksi ditemukan,
biasanya meliputi:
- Kolangitis, dapat disebabkan striktura saluran empedu, batu, atau intervensi
-

endoskopik
Sepsis intra-abdominal seperti: diverticulitis, peritonitis
12

Sepsis generalisata
Trauma, termasuk biopsy hati atau pembedahan
Infeksi sekunder yang terjadi pada kista hati yang sudah ada sebelumnya,

neoplasma (termasuk setelah terapi ablasi) atau pada abses amuba (jarang).
2. Lobus kanan hati lebih sering terkena.
3. Abses hati dapat tunggal atau multiple, penyebaran hematogen seringkali menyebabkan
abses multiple.
4. Abses mengandung sel-sel PMN dan sel-sel hati yang nekrosis , dikelilingi oleh suatu
kapsul fibrosa.
Abses hati ameba
1. Di dalam hati, E. histolytica mengeluarkan enzim proteolitik yang berfungsi melisiskan
jaringan host.
2. Lesi pada hati berupa well demarcated abscess mengandung jaringan nekrotik dan
biasanya mengenai lobus kanan hati. Respon awal host adalah migrasi sel-sel PMN,
namun ameba juga memiliki kemampuan melisiskan PMN dengan enzim proteolitiknya,
sehingga terjadilah destruksi jaringan.
3. Abses hati mengandung debris aseluler, dan tropozoit hanya dapat ditemukan pada tepi
lesi.

Diagnostik Clues
Gejala klinis yang dapat ditemukan pada amubiasis hati seperti:
- Nyeri perut kanan atas
- Demam
- Anoreksia (nafsu makan menurum)
- Nausea (mual)
- Vomitus (muntah)
- Berat badan menurun
- Batuk

13

- Pembengkakan perut kanan atas


- Ikterus (kuning pada mata dan kulit)
- BAB berdarah
- Temperatur tubuh naik
- Malnutrisi
- Fluktuasi
- Hepatomegali

14

DAFTAR PUSTAKA

1. Arief

Mansjoer, 2001. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid I, Edisi Ketiga, Media

Aesculapius; Jakarta.
2. Bakta, M; Suastika, K., 1999. Gawat Darurat di Bidang Penyakit Dalam. Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta
3. Harrison, 2000. Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Volume 1, Jakarta: EGC
4. Sibuea, H., 1992. Ilmu Penyakit Dalam.Penerbit Rineka Cipta, Jakarta
5. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Edisi IV 2006, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
6. Walsh, T., 1999. Kapita Selekta Penyakit Dan Terapi, Jakarta; EGC

15