Anda di halaman 1dari 11

Seputar Tax Amnesty 2016, Pengertian Maksud dan Tujuan serta Keuntungan

Mengikuti Tax Amnesty


By FATHUR
Amnesty

ROKHMAN Jumat,

09

September

2016 2

Comments Tax

Selamat pagi sahabat setia Blog Mas Fathur, kali ini kami ingin sedikit mengulas
topik yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan di berbagai media baik
media cetak maupun elektronik yaitu topik tentang Tax Amnesty 2016. Di antara
berbagai tanggapan masyarakat tentang Tax Amnesty ini ada sebagian yang
mendukung ada juga yang kontra dengan kebijakan Tax Amnesty ini. Namun kita
tidak sedang ingin membahas mengenai alasan pro dan kontra tersebut, akan
tetapi kami ingin menyampaikan sekilas mengenai Tax Amnesty dimulai
dari pengertiannya, maksud dan tujuan diterbitkannya peraturan tentang Tax
Amnesty dan keuntungan yang diperoleh apabila mengikuti program atau
kebijakan
Tax
Amnesty
ini.

Pengertian Tax Amnesty


Atas program Tax Amnesty ini pemerintah telah mengesahkan Undang-undang
Nomor 11 Tahun 2011tentang Pengampunan Pajak. Pengertian Tax Amnesty atau
pengampunan pajak berdasarkan undang-undang tersebut adalah sebagai
berikut:

Tax Amnesty
Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak
dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan,
dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana
diatur dalam Undang-Undang ini.
Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa bagi Wajib Pajak yang mengikuti Tax
Amnesty maka kepadanya mendapatkan keuntungan diantaranya adalah
penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi
perpajakan
dan
sanksi
pidana
di
bidang
perpajakan.

Misalnya Wajib Pajak A tidak pernah melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) baik
Masa maupun Tahunan dari tahun 2011 sampai dengan 2015. Apabila Wajib
Pajak A tersebut mengikuti Tax Amnesty maka pajak yang seharusnya terutang
dan sanksi/denda yang seharusnya dibayar menjadi hilang atau dihapus dengan
cara mengungkapkan seluruh hartanya dan membayar uang tebusan.
Maksud dari uang tebusan adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara
untuk mendapatkan pengampunan pajak. Nantinya uang tebusan ini secara
resmi masuk ke kas negara dan dapat digunakan untuk membiayai
pembangunan.

Maksud dan Tujuan Tax Amnesty


Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang No 11 Tahun 2016 tentang
Pengampunan Pajak bahwa pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa
tahun terakhir cenderung mengalami perlambatan yang berdampak pada
turunnya penerimaan pajak dan juga telah mengurangi ketersediaan likuiditas
dalam negeri yang sangat diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Di sisi lain, banyak Harta warga negara Indonesia yang
ditempatkan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dalam
bentuk likuid maupun nonlikuid, yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk
menambah likuiditas dalam negeri yang dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi
nasional.
Namun tidak semua harta tersebut telah dilaporkan di dalam SPT Tahunan oleh
pemiliknya, bahkan mungkin banyak yang belum terungkap. Apabila harta yang
belum diungkapkan tersebut pada akhirnya di laporkan dalam SPT Tahunan atau
terungkap oleh Direktorat Jenderal Pajak maka berdasarkan ketentuan
perpajakan secara umum atas harta tersebut dapat dikenai PPh atau PPN kurang
bayar atau dapat ditagih kembali pajak-pajaknya. Atas konsekuensi adanya pajak
yang masih haus dibayar inilah yang menjadikan mereka tidak mau
mengungkapkan hartanya yang ada di luar negeri dengan sukarela.
Untuk menjembatani antara kepentingan pemerintah dengan pemilik harta yang
ada di luar negeri agar mau mengungkapkan hartanya atau menarik hartanya ke
dalam negeri, maka diterbitkan peraturan tentang pengampunan pajak atau Tax
Amnesty. Dengan begitu terdapat "win-win solutioin" antara negara dengan
pemilik harta di luar negeri yang mana negara akan diuntungkan dengan adanya
dan yang masuk dari uang tebusan maupun dana repatriasi (dana yang ditarik
untuk diinvestasikan di dalam negeri) serta membantu pertumbuhan ekonomi
karena dari dana yang diinvestasikan di Indonesia juga nantinya akan dipungut
pajak yang berlaku, sedangkan pemilik harta mendapat keuntungan yang sama
besarnya dari sisi besarnya uang tebusan yang lebih kecil dibanding pajak yang
seharusnya terutang apabila dihitung dengan ketentuan perpajakan secara
umum.

Namun demikian Tax Amnesty ini ditujukan tidak hanya kepada Warga Negara
Indonesia yang memiliki harta atau aset di luar negeri saja. Bagi Wajib Pajak
dalam negeri juga boleh untuk mengikuti program Tax Amnesty ini apabila masih
ada harta atau aset yang belum di laporkan dalam SPT Tahunannya sehingga
tetap
terdapat
unsur
keadilan.
Oleh karena itu tujuan dari Tax Amnesty berdasarkan Undang-undang nomor 11
Tahun
2016 adalah
sebagai
berikut:

mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan


Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas
domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan
investasi;
mendorong reformasi perpajakan menuju
berkeadilan serta perluasan basis data
komprehensif, dan terintegrasi; dan

sistem perpajakan yang lebih


perpajakan yang lebih valid,

meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk


pembiayaan pembangunan.
Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty tetap berpegang teguh berdasarkan asas:
kepastian hukum, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak harus dapat
mewujudkan ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan kepastian hukum.
keadilan, yaitu
pelaksanaan
Pengampunan
Pajak
menjunjung
keseimbangan hak dan kewajiban dari setiap pihak yang terlibat.

tinggi

kemanfaatan, yaitu seluruh pengaturan kebijakan Pengampunan Pajak


bermanfaat bagi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya
dalam memajukan kesejahteraan umum.
kepentingan nasional, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak mengutamakan
kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat di atas kepentingan lainnya.
Manfaat atau Keuntungan Mengikuti Tax Amnesty (Pengampunan Pajak)
Manfaat atau keuntungan yang diperoleh oleh Wajib Pajak yang mengikuti Tax
Amnesty adalah:
penghapusan pajak terutang yang belum diterbitkan ketetapan pajak, tidak
dikenai sanksi administrasi perpajakan, dan tidak dikenai sanksi pidana di bidang
perpajakan, untuk kewajiban perpajakan dalam masa pajak, bagian Tahun Pajak,
dan Tahun Pajak, sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan
dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN atau PPnBM.

penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa bunga, atau denda, untuk


kewajiban perpajakan dalam masa pajak, bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak,
sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban
perpajakan PPh dan PPN atau PPnBM.
tidak dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan
penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, atas kewajiban perpajakan
dalam masa pajak, bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak, sampai dengan akhir
Tahun Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN
atau PPnBM.
penghentian pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan
Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, dalam hal Wajib Pajak sedang dilakukan
pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak Pidana
di Bidang Perpajakan atas kewajiban perpajakan, sampai dengan akhir Tahun
Pajak Terakhir yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan PPh dan PPN atau
PPnBM.
Dengan demikian banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh apabila
mengikuti program Tax amnesty ini. Semoga artikel ini berkenan di hati anda
semua, apabila terdapat hal yang kurang pas silakan dikirimkan tanggapannya di
kolom komentar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Pengertian Tax amnesty adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang,


tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang
perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2016 Tentang
Pengampunan
Pajak.
Berlaku Global - Tax amnesty is a limited-time opportunity for a specified group
of taxpayers to pay a defined amount, in exchange for forgiveness of a tax
liability (including interest and penalties) relating to a previous tax period or
periods
and
without
fear
of
criminal
prosecution.

Pengertian Tax Amnesty


Beberapa bulan terakhir ini berita di televisi didominasi oleh topik tax amnesty
dan besarnya penerimaan uang tebusan tax amnesty, sebenarnya apa itu tax
amnesty? apa itu pengmpunan pajak? dan apa itu uang tebusan dalam amnesti
pajak?
berikut
penjelasannya tax
amnesty Indonesia.

Pengertian Tax Amnesty / Amnesti Pajak


Secara umum Pengertian Tax Amnesty adalah kebijakan pemerintah yang
diberikan kepada pembayar pajak tentang forgiveness / pengampunan pajak,
dan sebagai ganti atas pengampunan tersebut pembayar pajak diharuskan
untuk membayar uang tebusan. Mendapatkan pengampunan pajak artinya data
laporan yang ada selama ini dianggap telah diputihkan dan atas beberapa utang
pajak
juga
dihapuskan.

Pengertian Tax Amnesty Menurut Undang Undang

Menurut "UU No 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak" Tax Amnesty


adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi
administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara
mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang
ini.

Pengertian Tax Amnesty Menurut PMK No. 118/PMK.03/2016

Menurut "PMK No. 118/PMK.03/2016" Tax Amnesty adalah adalah penghapusan


pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan
dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan
membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
Pengampunan
Pajak.

Latar Belakang Tax Amnesty


Latar belakang Tax Amnesty atau mengapa Indonesia perlu memberikan tax
amnesty kepada para pembayar pajak (wajib pajak) diantaranya adalah sebagai
berikut
:
Penyebab Pertama Indonesia memberlakukan Tax Amnesty adalah karena
terdapat Harta milik warga negara baik di dalam maupun di luar negeri yang
belum atau belum seluruhnya dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan
Pajak Penghasilan;
Tax Amnesty adalah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pertumbuhan
perekonomian serta kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam pelaksanaan
kewajiban perpajakan, perlu menerbitkan kebijakan Pengampunan Pajak;
Kasus Panama Pappers
Dari ketiga latar belakang tax amnesty tersebut maka presiden republik
Indonesia pada tanggal 1 Juli 2016 mengesahkan Undang Undang Tax Amnesty
Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak.

Subjek Tax Amnesty


Subjek Tax Amnesty adalah warga negara Indonesia baik yang ber NPWP
maupun tidak yang memiliki harta lain selain yang telah dilaporkan dalam SPT
Tahunan Pajak (warga negara yang pembayaran pajaknya selama ini masih
belum
sesuai
dengan
kondisi
nyata)

Objek Tax Amnesty


Objek Tax Amnesty adalah Harta yang dimiliki oleh Subjek Tax Amnesty, artinya
yang menjadi sasaran dari pembayaran uang tebusan adalah atas Harta baik itu
yang berada di dalam negeri maupun diluar negeri. Pengertian Tax Amnesty
secara umum saya jabarkan dalam tanya jawab tax amnesty dibawah ini.

Tanya Jawab Umum Terkait Pengertian Tax Amnesty


Berikut ini kumpulan FAQ (Frequently Asked Question) Terkait Pengertian Tax
Amnesty,
Subjek
Tax
Amnesty
dan
Objek
Tax
Amnesty.
1.

Apa

Jawaban:

yang

dimaksud

dengan

Tax

Amnesty

Pengampunan

Pajak?

Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty adalah penghapusan pajak yang


seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi
pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar
Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Dasar hukum :
Pasal
1
angka
1
UU
No
11
Tahun
2016
2.

Apa

yang

dimaksud

dengan

uang

tebusan?

Jawaban:
Sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan Tax
Amnesty / Pengampunan Pajak. Dasar hukum : Pasal 1 angka 7 UU No 11 Tahun
2016
3. Sampai kapan periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampunan Pajak ini
berlangsung?
Jawaban:
Periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampunan Pajak berlangsung sejak
Undang-Undang Pengampunan Pajak diundangkan sampai dengan 31 Maret
2017.
Dasar
hukum
:
Pasal
4 UU
No
11
Tahun
2016
4. Syarat apa saja yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk mengajukan Tax
Amnesty
/
Pengampunan
Pajak?
Jawaban:
Syarat yang harus dipenuhi oleh wajib pajak apabila hendak mengajukan
pengampunan pajak atau tax amnesty adalah sebagai berikut :
memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
membayar Uang Tebusan;
melunasi seluruh Tunggakan Pajak;
melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar atau melunasi pajak yang
seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan
pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan;
menyampaikan SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban
menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; dan
mencabut permohonan:
pengembalian kelebihan pembayaran pajak;

pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan


Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang
terutang;
pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar;
keberatan;
pembetulan atas surat ketetapan pajak dan surat keputusan;
banding;
gugatan; dan/atau
peninjauan kembali, dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan
belum diterbitkan surat keputusan atau putusan.
Dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia (Repatriasi), Wajib Pajak juga harus memenuhi
persyaratan yaitu mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia dan menginvestasikan Harta dimaksud di dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama 3 (tiga) tahun:
sebelum 31 Desember 2016 bagi Wajib Pajak yang menyampaikan Surat
Pernyataan pada periode setelah Undang-Undang Pengampunan Pajak berlaku
sampai dengan 31 Desember 2016;
sebelum 31 Maret 2017 yang menyampaikan Surat Pernyataan pada periode
sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Maret 2017.
Dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan Harta yang berada dan/atau ditempatkan
di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (deklarasi), Wajib Pajak
juga harus memenuhi persyaratan yaitu Wajib Pajak tidak dapat mengalihkan
Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama
3 (tiga) tahun terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan. Dasar hukum :
Pasal 8 ayat (3), (6), dan (7)
5. Dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan Harta ke dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Wajib Pajak harus mengalihkan Harta ke
dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menginvestasikan Harta
dimaksud di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat
selama jangka waktu 3 (tiga) tahun, jangka waktu 3 tahun ini terhitung sejak
kapan?
Jawaban:
Jangka waktu 3 (tiga) tahun dihitung sejak Harta dialihkan ke dalam wilayah
NKRI. Dalam hal Wajib Pajak melakukan pengalihan melalui cabang Bank
Persepsi yang berada di luar negeri, jangka waktu 3 tahun dihitung sejak WP
mengalihkan Harta melalui Cabang Bank Persepsi dimaksud. Dasar hukum:

Penjelasan

Pasal

6. Kemana Wajib
memperoleh Tax

8
Pajak

ayat

(6)UU

No

11

Tahun

2016

dapat menyampaikan surat pernyataan untuk


Amnesty
/ Pengampunan
Pajak?

Jawaban:
Untuk memperoleh Tax Amnesty / Pengampunan Pajak, Wajib Pajak harus
menyampaikan Surat Pernyataan ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat
Wajib Pajak terdaftar atau tempat lain yang ditentukan oleh Menteri. Dasar
hukum
:
Pasal
10
ayat
(1)
UU
No
11
Tahun
2016
7. Berapa kali surat pernyataan untuk memperoleh Tax Amnesty / pengampunan
pajak
dapat
diajukan?
Jawaban:
Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pernyataan paling banyak 3 (tiga) kali
dalam jangka waktu terhitung sejak Undang-Undang ini mulai berlaku sampai
dengan tanggal 31 Maret 2017. Dasar hukum : Pasal 10 ayat (7) UU No 11 Tahun
2016
8. Apakah boleh mengajukan Tax Amnesty / Pengampunan Pajak kembali dalam
periode
pengenaan
tarif
yang
sama?
Jawaban:
Boleh, Pengajuan Tax Amnesty / Pengampunan Pajak dapat dilakukan dalam
periode pengenaan tarif yang sama asalkan tidak melebihi 3 (kali) dalam periode
Pengampunan Pajak (sejak Undang-Undang ini mulai berlaku sampai dengan
tanggal 31 Maret 2017). Dasar hukum : Pasal 10 ayat (7) UU No 11 Tahun 2016
9. Apakah surat pernyataan kedua atau ketiga harus diajukan setelah terbit Surat
Keterangan Pengampunan Pajak atas pengajuan pengampunan sebelumnya?
Jawaban:
Tidak, Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pernyataan kedua atau ketiga
sebelum atau setelah Surat Keterangan atas Surat Pernyataan yang pertama
atau kedua diterbitkan. Dasar hukum : Pasal 10 ayat (8) UU No 11 Tahun 2016
10. Apakah SPT Tahunan Tahun Pajak 2015 wajib disampaikan sebelum
mengajukan
permohonan Tax
Amnesty
/ pengampunan
pajak?
Jawaban:
Ya, Wajib Pajak harus terlebih dahulu menyampaikan SPT Tahunan untuk tahun

pajak 2015, kecuali: a. Wajib Pajak yang baru memperoleh Nomor Pokok Wajib
Pajak pada tahun 2016 dan 2017; atau b. Wajib Pajak yang akhir tahun bukunya
berakhir pada periode 1 Januari 2015 sampai dengan 30 Juni 2015, karena yang
wajib disampaikan adalah SPT Tahunan Tahun Pajak 2014 Dasar hukum : Pasal 8
ayat
(3)
dan
Pasal
1
angka
12 UU
No
11
Tahun
2016
11.
Apakah
penyampaian
surat
Amnesty
/ pengampunan
pajak

pernyataan
untuk
boleh
disampaikan

memperoleh Tax
melalui
pos?

Jawaban:
Tidak, surat pernyataan harus disampaikan langsung ke KPP tempat Wajib Pajak
terdaftar. Dasar hukum: Pasal 10 ayat (1) UU No 11 Tahun 2016
12.
Apakah
pengampunan

penandatanganan
pajak

surat

pernyataan
boleh

untuk

memperoleh
diwakilkan?

Jawaban:
Tidak boleh Bagi Wajib Pajak orang pribadi, tetapi boleh bagi Wajib Pajak badan
dalam hal pemimpin tertinggi berdasarkan akta pendirian badan atau dokumen
lain yang dipersamakan berhalangan Dasar hukum Pasal 8 ayat (2) UU No 11
Tahun
2016
13. Apakah penyampaian Surat Pernyataan untuk memperoleh pengampunan
pajak
boleh
diwakilkan?
Jawaban:
Penyampaian Surat Pernyataan boleh diwakilkan dengan membawa surat
penunjukan.
14. Dalam hal penandatangan surat pernyataan dilakukan oleh kuasa Wajib Pajak
Badan, haruskah dengan surat kuasa khusus sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-perundangan
perpajakan?
Jawaban:
Tidak perlu surat kuasa khusus. Dasar hukum: Pasal 8 ayat (2) huruf c UU No 11
Tahun 2016