Anda di halaman 1dari 20

4

Perencanaan Keuangan Jangka Pendek


(Short Term Financial Planning)
Pengertian
Salah satu fungsi manajemen adalah fungsi perencanaan. Dalam kegiatan
perencanaan harus didahului dengan kegiatan melakukan perkiraan (forecasting)
tentang apa yang diharapkan akan terjadi dimasa yang akan datang. Perencanaan
keuangan

dimaksudkan

untuk

memperkirakan

bagaimana

posisi

keuangan

perusahaan dimasa yang akan datang (bisa bulan depan, triwulan depan, tahun
depan, dsb) termasuk didalamnya perkiraan tentang berapa banyak pendanaan
ekstern yang harus dicari. Perencanaan adalah suatu proses penetapan tujuan-tujuan
dan mengembangkan cara-cara untuk mencapainya. Dengan kata lain, perencanaan
menunjukkan usaha-usaha perusahaan untuk memperkirakan kejadian-kejadian
sekaligus penanganannya.
Perencanaan keuangan adalah salah satu tugas manajer keuangan yang
penting. Output dari suatu perencanaan keuangan disebut sebagai anggaran
(budget), yaitu suatu rencana kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam angkaangka. Anggaran yang dihasilkan adalah merupakan alat untuk mencapai tujuan
perusahaan dan sekaligus berfungsi sebagai alat koordinasi dan pengendali kegiatan
perusahaan. Ada dua perencanaan keuangan yang penting diperhatikan dalam
penyusunan anggaran, yaitu Perencanaan kas (cash budget) dan Perencanaan
keuntungan (profit planning).
Menurut Lawrence J. Gitman (2006 : 114), financial planning adalah planning that
begins with long term, or strategics, financial plans that in turn guide the formulation
of short term, or operatings, plans and budgets
Mengacu kepada pendapat tersebut di atas, perencanaan keuangan terdiri atas :
1. Perencanaan keuangan jangka panjang (strategis), merupakan gambaran besar
aktifitas keuangan yang direncanakan oleh perusahaan dan dampak yang dapat
diantisipasi akibat beraktifitas tersebut dalam periode 2 sampai 10 tahun
2. Perencanaan keuangan jangka pendek (operasional)
Gambaran spesifik dari aktifitas keuangan jangka pendek yang dilakukan oleh
perusahaan dan dampak dari aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Perencanaan keuangan jangka pendek umumnya, berdimensi waktu kurang dari 1
(satu) tahun yang bertujuan untuk menjaga likuiditas perusahaan, karena dengan
perencanaan ini dapat diprakirakan berapa, kapan, dan apakah kebutuhan kas
tersebut dapat dibiayai oleh perusahaan atau harus mencari sumber dari luar.
Alat yang dipergunakan adalah dengan menyusun anggaran kas yaitu taksiran
tentang kas masuk dan kas keluar pada periode waktu tertentu.
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Jadi perencanaan keuangan adalah merupakan suatu bagian penting dalam
keuangan perusahaan agar seorang manajer dapat merencanakan langkah-langkah
yang harus diambil untuk mencapai tujuan perusahaan.
Proses Perencanaan Keuangan
Proses perencanaan keuangan merupakan suatu proses yang sistematis dan
komplek, dimana untuk melakukan proses ini membutuhkan asumsi-asumsi yang
tepat dan data-data yang lengkap agar perencanaan dapat menghasilkan suatu
ramalan/prediksi yang akurat.
Proses dimulai dari tahap peramalan hingga tahap peramalan pada neraca. Hal-hal
yang mempengaruhi perencanaan umumnya dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya
tingkat bunga, pajak, kondisi perekonomian global, dan lain-lain.
Manfaat Perencanaan Keuangan
Manfaat perencanaan keuangan terdiri dari :
1. Sebagai bahan pertimbangan sebelum pembuatan keputusan mengenai
keuangan
2. Sebagai dasar penilaian mengenai apakah rencana yang akan dijalankan oleh
suatu perusahaan memiliki prospek yang baik atau tidak.
3. Sebagai standar mengenai kinerja keuangan yang akan mendatang.
Keterbatasan Perencanaan Keuangan
Keterbatasan perencanaan keuangan sebagai dasar pembuatan keputusan adalah
angka-angka (prediksi) yang terdapat di dalam perencanaan keuangan memiliki
tingkat keakuratan yang relatif tergantung dari asumsi yang dipakai, ketersediaan
data yang mendukung dan kondisi makro ekonomi yang terjadi sehingga hasil dari
perencanaan keuangan hanya dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan saja, dan
tidak bisa menjadi acuan dalam operasional perusahaan.
Beberapa aspek dari Kebijakan Keuangan Jangka Pendek
Kebijakan keuangan jangka pendek yang dijalankan perusahaan dapat terlihat dalam
dua cara, yaitu :
1. Ukuran investasi perusahaan dalam aset lancar
Biasanya diukur relatif terhadap level pendapatan operasional total milik
perusahaan. Kebijakan keuangan jangka pendek yang fleksibel/konservatif, atau
akomodatif, akan dapat mempertahankan rasio aset lancar terhadap penjualan
yang relatif tinggi. Kebijakan keuangan jangka pendek restriktif/agresif akan
memerlukan rasio aset lancar terhadap penjualan yang rendah.
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
2. Pembiayaan aset lancar
Diukur dari proporsi utang jangka pendek (kewajiban lancar) dan utang jangka
panjang yang digunakan untuk membiayai aset lancar. Kebijakan keuangan
jangka pendek restriktif berarti proporsi yang tinggi dari utang jangka pendek
relatif terhadap pembiayaan jangka panjang, dan kebijakan fleksibel berarti
bahwa lebih sedikit utang jangka pendek dan lebih banyak utang jangka panjang.
Dari hal di atas dapat terlihat bahwa suatu perusahaan dengan kebijakan
fleksibel akan memiliki investasi yang relatif lebih besar dalam aset lancar dan
perusahaan akan membiayai investasi ini dengan utang jangka pendek yang relatif
singkat. Efek dari kebijakan fleksibel adalah tingkat modal kerja bersih yang relatif
lebih

tinggi.

Dengan

kata

lain,

dengan

kebijakan

fleksibel,

perusahaan

mempertahankan tingkat likuiditas keseluruhan yang lebih tinggi


Ukuran besarnya investasi perusahaan dalam aset lancar
Kebijakan keuangan jangka pendek yang fleksibel terhadap aset lancar
termasuk pendekatan seperti berikut :
1. Mempertahankan saldo dari kas dan sekuritas yang dapat diperdagangkan, yang
lebih tinggi
2. Membuat investasi yang lebih besar dalam inventori
3. Memberikan persyaratan kredit yang longgar, sehingga menghasilkan level
piutang usaha yang tinggi.
Kebijakan keuangan jangka pendek yang restriktif akan menjadi sebaliknya :
1. Membuat keseimbangan kas rendah dan hanya membuat sedikit investasi dalam
sekuritas yang dapat diperjualbelikan
2. Membuat investasi rendah dalam inventori
3. Hanya memberikan sedikit penjualan kredit ataupun tidak ada sama sekali,
sehingga meminimalisasi piutang usaha
Menentukan

level

investasi

yang

optimal

dalam

aset

jangka

pendek

memerlukan identifikasi biaya dari berbagai alternatif tindakan keuangan jangka


pendek. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya kebijakan restriktif dibandingkan
dengan biaya kebijakan fleksibel agar dapat menemukan jalan tengah terbaik.
Simpanan

aset

lancar

adalah

dapat

mencapai

nilai

tertinggi

dengan

menggunakan kebijakan keuangan jangka pendek fleksibel dan terendah dengan


kebijakan restriktif. Maka, kebijakan keuangan memiliki biaya yang tinggi karena
kebijakan-kebijakan ini memerlukan investasi yang lebiih besar dalam kas dan
sekuritas yang diperdagangkan, inventori dan piutang usaha. Namun diharapkan
bahwa arus kas masuk di masa yang akan datang akan lebih tinggi dengan kebijakan
fleksibel. Sebagai contoh, penjualan distimulasi dengan digunakannya kebijakan
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
kredit yang memberikan pembiayaan yang longgar bagi pelanggan. Sejumlah besar
inventori barang jadi di gudang menciptakan layanan antaran yang cepat bagi
pelanggan dan dapat meningkatkan penjualan. Hal yang sama juga berlaku untuk
sejumlah besar inventori dalam bahan baku, karena akan menghasilkan hambatan
produksi yang diakibatkan kekurangan inventori menjadi lebih sedikit.
Kebijakan keuangan jangka pendek yang lebih restriktif mungkin dapat
mengurangi penjualan di masa yang akan datang, hingga di bawah level yang
mungkin dicapai kebijakan fleksibel. Adalah juga memungkinkan bahwa harga yang
lebih tinggi dibebankan pada pelanggan dengan kebijakan modal kerja fleksibel.
Pelanggan akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk layanan antaran
yang cepat dan persyaratan kredit lebih longgar yang secara implisit terlihat dalam
kebijakan fleksibel.
Mengelola aset lancar dapat dipikirkan sebagai mengelola pertukaran antara
biaya yang meningkat dan biaya yang turun dari level investasi. Biaya yang
meningkatkan level investasi dalam aset lancar disebut dengan biaya bawaan
(carrying cost). Semakin besar investasi yang dibuat perusahaan dalam aset
lancarnya, semakin tinggi biaya bawaannya. Biaya yang turun dengan adanya
peningkatan dalam level investasi aset lancar disebut dengan biaya kekurangan
(shortage cost).
Biaya bawaan adalah biaya kesempatan yang terkait dengan aset lancar.
Tingkat pengembalian dari aset lancar adalah sangat rendah ketika dibandingkan
dengan aset lain.
Biaya kekurangan diperhitungkan ketika investasi dalam aset lancar rendah. Jika
sebuah perusahaan kekurangan kas, akan memaksa perusahaan untuk menjual
sekuritas yang diperdagangkan. Namun jika perusahaan juga tidak dapat menjual
sekuritas yang dapat diperdagangkan, perusahaan juga mungkin harus meminjam
atau gagal bayar pada obligasi. Situasi ini disebut dengan kekurangan kas ( cash out).
Perusahaan mungkin akan kehilangan pelanggan jika perusahaan kekurangan
inventori (stock out) atau jika tidak dapat memberikan kredit kepada pelanggan.
Terdapat dua jenis biaya kekurangan, yaitu :
1. Biaya-biaya perdagangan atau pemesanan, yaitu biaya untuk menempatkan
pesanan untuk mendapatkan lebih banyak kas (contoh biaya pialang) atau lebih
banyak inventori (contoh biaya persiapan produksi)
2. Biaya-biaya terkait dengan kurangnya cadangan aman (safety), meliputi biayabiaya karena penjualan yang hilang, kehilangan kesetiaan pelanggan dan
gangguan dalam jadwal produksi.
Carrying Cost dan Shortage Cost
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

Alternatif Kebijakan Pendanaan Aktiva Lancar


Kebijakan keuangan jangka pendek yang fleksibel berarti proporsi yang rendah dari
hutang jangka pendek terhadap pendanaan jangka panjang.

Kebijakan keuangan jangka pendek yang restriktif berarti proporsi yang besar dari
hutang jangka pendek terhadap pendanaan jangka panjang.

Pada ekonomi yang ideal, aset jangka pendek selalu didanai dengan hutang jangka
pendek dan aset jangka panjang selalu didanai dengan hutang jangka panjang.
Pada model ini, modal kerja bersih selalu nol
Kebijakan Pendanaan untuk Ekonomi yang Ideal
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

Contoh : Perusahaan membeli jagung setelah panen , menyimpannya, dan menjual


selama setahun. Persediaan didanai dengan hutang jangka pendek. Modal kerja
bersih selalu nol.
Kebijakan Pembiayaan
Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan adalah :
1. Cadangan kas
Kebijakan pembiayaan

fleksibel

menyarankan

surplus kas dan

sedikitnya

pinjaman jangka pendek. Kebijakan ini mengurangi kemungkinan bahwa suatu


perusahaan akan mengalami kesulitan finansial.

Perusahaan tidak harus terus

menerus mengkhawatirkan mengenai pemenuhan kewajiban jangka pendek.


Namun investasi dalam kas dan sekuritas yang dapat diperjualbelikan yang
terbaik adalah dengan nilai bersih sekarang (net present value) bernilai nol (zero
net present value investment)
2. Lindung nilai (hedging) maturitas
Sebagian besar perusahaan mencoba untuk mencocokkan maturitas aset dengan
kewajiban. Mereka membiayai inventori dengan pinjaman bank jangka pendek
dan aset tetap dengan pembiayaan jangka panjang. Perusahaan cenderung
menghindari

pembiayaan

aset

tetap

dengan

pinjaman

jangka

pendek.

Ketidakcocokkan maturitas jenis ini akan mengharuskan pembiayaan yang sering


dan memiliki risiko yang inheren karena tingkat bunga jangka pendek lebih
mudah berubah dibandingkan dengan tingkat bunga jangka panjang.
3. Tingkat bunga relatif
Tingkat bunga jangka pendek biasanya lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
bunga jangka panjang. Ini menyatakan bahawa secara rata-rata adalah untuk
mengandalkan pinjaman jangka panjang lebih berbiaya dibandingkan dengan
pinjaman jangka pendek
Strategi Perencanaan Aset

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Anggaran Kas (Cash Budget)
Anggaran kas (cash budget) adalah alat utama dalam perencanaan keuangan
jangka pendek. Anggaran ini membuat manajer keuangan mengidentifikasikan
kebutuhan dan kesempatan keuangan jangka pendek. Fungsi penting anggaran kas
adalah untuk membantu manajer mengeksplorasi kebutuhan untuk jangka pendek.
Ide dari anggaran kas adalah : anggaran ini mencatat perkiraan penerimaan kas (kas
masuk) dan pengeluaran (kas keluar). Hasilnya adalah perkiraan surplus atau defisit
kas.
Arus Kas Keluar
4 kategori dalam pengeluaran kas atau pembayaran, yaitu :
1. Pembayaran utang usaha
Merupakan pembayaran-pembayaran untuk barang atau jasa yang dikembalikan
oleh pemasok, seperti bahan baku. Umumnya pembayaran-pembayaran ini dapat
dibuat beberapa waktu setelah pembelian.
2. Gaji, pajak, dan biaya lain
Kategori ini termasuk semua biaya reguler lain dalam melakukan bisnis yang
memerlukan pengeluaran aktual.
3. Pengeluaran modal, merupakan pembayaran-pembayaran kas untuk aset-aset
yang berumur panjang.
4. Biaya pembiayaan jangka

panjang.

Termasuk

dalam

kategori

ini

adalah

pembayaran bunga untuk utang jangka panjang yang belum tertagih dan
pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Saldo Kas
Prediksi arus bersih kas masuk (net cash inflow) adalah perbedaan antara
penghimpunan kas dengan pengeluaran kas.
Pinjaman Jangka Pendek
Terdapat dua jenis pinjaman jangka pendek, yaitu :
1. Pinjaman tanpa agunan
Merupakan cara paling umum untuk membiayai defisit kas sementara adalah
untuk mengatur pinjaman bank tanpa agunan untuk jangka pendek. Perusahaanperusahaan yang menggunakan pinjaman bank jangka pendek sering kali
menetapkan suatu batas kredit.
Batas kredit (a line of credit) adalah perjanjian dimana perusahaan memiliki
otorisasi untuk meminjam hingga jumlah tertentu. Untuk memastikan bahwa
batas pinjaman digunakan untuk tujuan jangka pendek, pemberi pinjaman
terkadang mensyaratkan peminjam untuk membayar pinjaman hingga pinjaman

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
bernilai nol dan tetap nol hingga beberapa periode selama tahun tersebut,
biasanya 60 hari, disebut dengan periode pembersihan (cleanup period)
Klasifikasi batas kredit jangka pendek :
a. Terikat (committed).
Pengaturan hukum yang lebih formal yang biasanya melibatkan biaya
komitmen yang dibayar perusahaan kepada bank (biasanya sebesar 0,25%
dari total biaya komitmen per tahun). Tingkat bunga dari batas kredit biasanya
ditetapkan sama dengan tingkat pemberian pinjaman utama bank ditambah
dengan persentasi tambahan, dan tingkat bunga ini biasanya mengambang.
Sebuah perusahaan yang membayar biaya komitmen untuk batas kredit
terikat biasanya membeli asuransi untuk menjamin bahwa bank tidak dapat
mengingkari perjanjian atau melalaikan beberapa perubahan materi dalam
status peminjam.
b. Tidak terikat (non committed)
Pengaturan bersifat informal yang membuat perusahaan dapat meminjam
hingga batas tertentu yang sebelumnya telah dilakukan, tanpa pengurusan
surat-surat.
Sebagai bagian dari lini kredit atau pengaturan pemberian pinjaman lainnya, bank
terkadang mensyaratkan perusahaan untuk menyimpan sejumlah uang dalam
bentuk deposit yang disebut dengan saldo kompensasi (compensating balance)
Saldo Kompensasi adalah sejumlah uang perusahaan yang disimpan oleh bank
dalam rekening dengan bunga rendah atau tanpa bunga (non interest bearing
account) sebagai bagian dari perjanjian pinjaman. Saldo kompensasi biasanya
sebesar 2 hingga 5 persen dari jumlah yang dipinjam.
Biaya dari saldo kompensasi
Persyaratan saldo kompensasi memiliki biaya kesempatan karena uang tersebut
seringkali harus dimasukkan dalam rekening dengan tingkat bunga rendah
ataupun nol.
Misalkan perusahaan memiliki batas kredit hingga $ 100.000 dengan persyaratan
saldo kompensasi 10%, yang berarti 10% dari jumlah pinjaman harus disisakan
dalam rekening tanpa bunga.
Contoh : Dengan tingkat bunga dalam batas kredit 16% dan saldo kompensasi
10%, diperlukan uang sebesar $54.000 untuk membeli inventori. Berapa yang
harus dipinjam dan berapa tingkat bunga efektif yang dibayar?
Jumlah pinjaman

(1 0,10) = $

54.000
Jumlah pinjaman = $ 54.000 / 0,90
Manajemen Keuangan Jumlah
: Perencanaan
Keuangan
Jangka Pendek dan Manajemen
pinjaman
= $ 60.000
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Bunga untuk pinjaman $ 60.000 untuk 1 tahun adalah $ 60.000 x 0,16 = $ 9.600
Tingkat bunga efektif
= Bunga yang harus dibayar /
Jumlah tersedia
= $ 9.600 / $ 54.000
= 17,78%
Surat Kredit Berdokumen (Letters of Credit - L/C)
Surat kredit berdokumen adalah pengaturan umum dari keuangan internasional.
Dengan L/C, bank mengeluarkan surat yang berjanji untuk memberikan pinjaman
jika

kondisi

tertentu

telah

dipenuhi.

Biasanya,

surat

tersebut

menjamin

pembayaran dari pengapalan produk yang disediakan bahwa produk akan tiba
seperti yang dijanjikan. L/C dapat dibatalkan (revocable) atau tidak dapat
dibatalkan (unrevocable), jika kondisi tertentu telah dipenuhi.
2. Pinjaman beragunan
Bank dan perusahaan keuangan lain sering memerlukan keamanan untuk
pinjaman jangka pendek seperti juga pada pinjaman jangka panjang. Keamanan
untuk pinjaman jangka pendek biasanya terdiri atas piutang usaha, inventori atau
keduanya.
Pembiayaan Piutang Usaha (Account Receivable Financing)
Pembiayaan Piutang usaha meliputi :
a. Penyerahan piutang (assigning receivables). Pemberi pinjaman memiliki
piutang sebagai jaminan, tetapi peminjam masih bertanggung jawab jika
piutang tidak dapat dihimpun
b. Anjak piutang (factoring receivables). Dengan anjak piutang konvensional
(conventional factoring), piutang akan didiskon dan dijual kepada pemberi
pinjaman (the factor). Setelah dijual, penghimpunan dana menjadi masalah
dari pemberi pinjaman dan telah mengasumsikan risiko penuh dari gagal
bayar. Dengan anjak maturitas (factoring maturity), pemberi pinjaman
melakukan transaksi berjangka (forward) dari uang dalam tanggal yang telah
disetujui di masa yang akan datang.
Salah satu jenis terbaru dari anjak piutang disebut dengan pembiayaan piutang
kartu kredit (credit card receivable funding) atau uang muka kas bisnis
(business cash advances). Cara uang muka kas bisnis bekerja adalah
perusahaan mendatangi pemberi pinjaman dan menerima kas dimuka. Sejak
itu, bagian dari setiap penjualan kartu kredit (berkisar 6% 8%) diberikan
langsung kepada pemberi pinjaman oleh perusahaan kartu kredit hingga
pinjaman telah terbayar. Pengaturan ini mungkin akan menarik untuk bisnisbisnis kecil yang khusus, tetapi dapat menjadi sangat mahal. Biaya untuk
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
proses ini biasanya berkisar 35%, yang berarti dengan nilan pinjaman
$100.000, kita harus membayar $135.000 dengan periode yang relatif singkat.

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Pinjaman Inventori
Adalah pinjaman jangka pendek untuk membeli inventori yang dapat memiliki 3
bentuk dasar, yaitu :
1. Surat Pengakuan Utang (blanket inventory lien)
Surat pengakuan utang memberikan hak gadai kepada pemberi pinjaman
untuk semua inventori peminjam (selimut melindungi semua hal)
2. Akad kepercayaan (trust receipt)
Akad kepercayaan adalah alat dimana peminjam dapat menyimpan inventori
spesifik dalam kepercayaan untuk pemberi.
3. Pembiayaan gudang lapangan (field warehouse financing)
Dalam pembiayaan gudang, perusahaan gudang publik

(perusahaan

independen yang mengkhususkan diri dalam manajemen inventori) bertindak


sebagai agen kontrol untuk mengawasi inventori untuk pemberi pinjaman.
Sumber-sumber lain
Sumber-sumber lain untuk dana jangka pendek yang digunakan perusahaan adalah
surat-surat berharga komersial (commercial paper) dan kredit dagang (trade credit)
Surat berharga komersial terdiri atas wesel jangka pendek yang memiliki maturitas
hingga 270 hari.
Pada kredit dagang, perusahaan dapat meningkatkan periode utang usaha sehingga
akan memiliki waktu lebih lama untuk membayar tagihannya.

Referensi :
Ross, Westerfield, Jordan, 2009, Pengantar Keuangan Perusahaan (Corporate
Finance Fundamentals), Buku 2 Edisi 8, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

Manajemen Kredit
(Credit Management)
Komponen dari Kebijakan Kredit
Komponen kebijakan kredit terdiri dari :
1. Syarat Penjualan (Term of The Sale)
Syarat penjualan ditetapkan mengenai bagaimana sebuah perusahaan akan
menawarkan menjual barang dan jasanya. Keputusan dasarnya adalah apakah
perusahaan akan menjual secara tunai atau akan memberikan kredit. Jika
perusahaan

memberikan

kredit

kepada

pelangga,

syarat

penjualan

akan

menyatakan periode kredit, diskon kas dan diskon periode dan jenis instrumen
kredit.
2. Analisis Kredit (Credit Analysis)
Dalam memberikan kredit, sebuah perusahaan akan menentukan berapa banyak
usaha yang harus dikeluarkan dalam menentukan pelanggan yang akan
membayar dan pelanggan yang tidak akan membayar. Berbagai perusahaan
menggunakan sejumlah alat dan prosedur untuk menentukan probabilitas
pelanggan yang tidak akan membayar
3. Kebijakan Penagihan (Collection Policy)
Setelah kredit diberikan, perusahaan

memiliki

masalah

potensial

untuk

menghimpun kas, untuk itu perusahaan harus menetapkan kebijakan penagihan.


Arus Kas dari pemberian kredit

Urutan kejadian dalam pemberian kredit adalah sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.

Penjualan kredit dibuat


Pelanggan mengirimkan sebuah cek ke perusahaan
Perusahaan mendepositkan cek
Rekening perusahaan dikredit dengan jumlah yang tertera di cek

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Untuk mengurangi periode piutang adalah dengan mempercepat pengiriman,
pemrosesan dan kliring dari cek.
Investasi dalam piutang
Investasi dalam piutang usaha untuk setiap perusahaan tergantung dari jumlah
penjualan kredit dan periode penagihan rata-rata (average collection period/ACP)
Piutang Usaha = Rata-rata penjualan harian x periode
penagihan rata-rata
Syarat-syarat Penjualan
Syarat penjualan terdiri atas 3 elemen utama, yaitu :
1. Periode dari waktu kredit yang diberikan (Credit period)
2. Diskon kas dan diskon periode (Cash discount and Discount period)
3. Jenis instrumen kredit (Credit instrument)
Periode Kredit
Periode kredit adalah jangka waktu dasar dimana kredit diberikan. Pada umumnya
berkisar 30 - 120 hari. Jika diskon kas ditawarkan, maka periode kredit akan memiliki
dua komponen yaitu periode kredit bersih dan periode diskon kas.
Periode kredit bersih adalah jangka waktu dimana perusahaan harus membayar.
Periode diskon kas adalah waktu dimana selama waktu tersebut diskon tersedia.
Contoh : 2/10, net 30 berarti periode kredit bersih adalah 30 hari dan periode diskon
kas adalah 10 hari.
Panjangnya periode kredit dipengaruhi oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nilai kerusakan dan jaminan


Permintaan konsumen
Biaya, profitabilitas dan standarisasi
Risiko kredit
Besar rekening
Kompetisi
Jenis pelanggan

Tanggal Faktur
Tanggal faktur adalah awal dari periode kredit. Faktur adalah rekening tertulis untuk
barang yang dikirimkan ke pelanggan. Tanggal faktur adalah tanggal pengiriman
atau tanggal penagihan bukan tanggal penerimaan barang atau pembayaran
tagihan.
Beberapa cara pengaturan dari tanggal adalah :
ROG (receipt of goods), dimana periode kredit dimulai ketika pelanggan menerima
pesanan mereka dan umumnya digunakan jika pelanggan berada lokasi yang jauh.

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
EOM (end of month), semua penjualan dibuat pada bulan tertentu diasumsikan
dibuat pada akhir bulan. Ini akan berguna ketika pembeli melakukan pembelian
sepanjang bulan, tetapi penjual hanya menagih sekali sebulan.
MOM (middle of month) adalah variasi lain dari EOM
Diskon Kas
Diskon kas (cash discount) merupakan bagian dari syarat kredit. Praktik pemberian
diskon untuk pembelian tunai telah ada pada masa Civil War di Amerika. Tujuan dari
pemberian diskon ini adalah untuk mempercepat penagihan piutang namun akan
berdampak pada berkurangnya jumlah kredit yang ditawarkan dan perusahaan harus
membandingkannya dengan biaya dari diskon.
Alasan lain dari pemberian diskon kas adalah agar perusahaan dapat membebankan
harga lebih tinggi kepada pelanggan yang telah mendapatkan kredit. Dengan alasan
ini, diskon kas merupakan cara yang nyaman untuk membebankan biaya atas kredit
yang diberikan kepada pelanggan.
Biaya Kredit
Contoh syarat 2/10, nett 30, yang berarti pembayaran awal akan mendapatkan
diskon 2% dan akan mendorong untuk melakukan pembayaran di awal.
Jika pesanan bernilai $1.000, pembeli dapat membayar $980 dalam 10 hari atau
menunggu 20 hari lagi dan membayar bunga senilai $20 dari pinjaman tersebut.
Tingkat bunga adalah $20/$980 = 2,0408% untuk periode 20 hari. Dalam satu tahu
berarti 365/20 = 18,25
Dengan tidak mengambil diskon maka pembeli membayar tingkat bunga tahunan
efektif (EAR) senilai
EAR

= 1,02040818,25 1
= 44,6%

Dari sudut pandang pembeli, ini merupakan sumber pembiayaan yang mahal.
Dengan melihat tingkat bunga yang sangat tinggi, adalah tidak mungkin bahwa
penjual mendapatkan keuntungan dari pembayaran di awal. Dengan mengabaikan
kemungkinan gagal bayar untuk pembeli, keputusan pelanggan untuk melewatkan
diskon pasti akan menguntungkan penjual.
Diskon Dagang
Yaitu diskon yang secara rutin diberikan kepada beberapa jenis pembeli
Diskon Kas dan ACP

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Diskon kas mendorong pelanggan untuk membayar lebih awal, mempersingkat
periode piutang dan mengurangi investasi perusahaan dalam piutang.
Contoh : Syarat nett 30 dan ACP 30 hari, Jika syarat yang ditawarkan perusahaan
2/10, nett 30 dengan asumsi 50% membayar dalam waktu 10 hari dan sisanya 30
hari, penjualan tahunan perusahaan adalah $15 juta (sebelum diskon)
Average Collection Period (ACP) baru adalah :
= (0,50 x 10 hari) + (0,50 x 30 hari) = 20 hari (Berarti ACP perusahaan turun dari 30
hari menjadi 20 hari)
Investasi dalam piutang adalah :
$15 juta / 365 hari = $41.096 per hari.
Piutang mengalami penurunan senilai $41.096 x 10 = $410.960
Instrumen Kredit (Credit Instrument)
Instrumen kredit merupakan bukti dasar keberhutangan (indebteness). Instrumen
kredit formal adalah faktur yang umumnya dikirim bersamaan dengan barang dan
ditandatangani oleh pelanggan sebagai bukti bahwa barang telah diterima. Setelah
itu perusahaan dan pelanggan mencatat pertukaran tersebut dalam buku rekening
mereka.
Pada waktu tertentu perusahaan akan meminta pelanggan menandatangani surat
janji bayar (promisorry notes) yang merupakan IOU dasar dan dapat digunakan
ketika pesanan dalam jumlah besar, ketika tidak terdapat diskon kas, atau ketika
perusahaan

mengantisipasi

masalah

dalam

penagihan.

Surat

ini

dapat

menghilangkan perselisihan yang mungkin terjadi di kemudian hari karena adanya


utang. Surat ini umumnya ditandatangani setelah pengiriman barang, sehingga
diperlukan komitmen kredit sebelum barang dikirimkan dengan menandatangani
wesel komersial (commercial draft). Biasanya perusahaan menarik wesel komersial
yang meminta pelanggan untuk membayar sejumlah uang pada suatu tanggal
spesifik. Wesel tersebut kemudian dikirimkan ke bank pelanggan bersamaan dengan
faktur pengiriman.
Wesel dibagi atas :
1. Wesel unjuk (sight draft), jika pembayaran perlu segera dilakukan
2. Wesel waktu (time draft), jika pembayaran tidak perlu segera dilakukan
Wesel yang telah disetujui pembeli disebut wesel dagang (trade acceptance) dan
dikirimkan kembali ke penjual. Jika wesel tersebut dijual ke bank dan diterima oleh
bank maka disebut dengan wesel bankir (a bankers acceptance).
Instrumen kredit lainnya adalah kontrak penjualan kondisional yang umumnya
berisikan pembayaran angsuran dan memiliki biaya bunga.
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Analisis Kebijakan Kredit
Faktor yang dipertimbangkan dalam mengevaluasi kebijakan kredit :
1.
2.
3.
4.
5.

Efek pendapatan
Efek biaya
Biaya utang
Kemungkinan tidak adanya pembayaran
Diskon kas

Evaluasi Kebijakan Kredit Yang Diusulkan


Contoh kasus
Locust Software yang bergerak dibidang program komputer telah berdiri selama dua
tahun dengan melayani penjualan tunai. Pelanggan utama menginginkan perubahan
pembayaran agar mundur 30 hari. Informasi yang diperlukan untuk menganalisa
permintaan pelanggan ini adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Harga per unit (P) $49


Biaya variabel per unit (v) $20
Kuantitas yang akan dijual per bulan saat ini (Q) 100
Kuantitas yang akan dijual dalam kebijakan baru (Q) 110
Tingkat pengembalian bulanan yang diperlukan (R) 2%

NVP dari perubahan kebijakan


Penjualan bulanan Locust = P x Q = $49 x 100 = $4.900
Biaya variabel setiap bulan = v x Q = $20 x 100 = $2.00
Maka arus kas dengan kebijakan lama (penjualan tunai) = ( P v ) x Q
= ($49 - $20 ) x 100
= $2.900
Jika diasumsikan kebijakan menjadi nett 30 hari, maka kuantitas akan meningkat
menjadi Q = 110, sehingga pendapatan bulanan akan meningkat menjadi P x Q
dengan biaya variabel v x Q
Sehingga arus kas dengan kebijakan baru menjadi = ( P v ) x Q
= ($49 - $20 ) x 110
= $3.190
Arus kas inkremental yang relevan adalah perbedaan antara arus kas baru dan
lama :
Arus kas inkremental
= (P-v) x (Q-Q)
= ($49 - $20) x (110 100)
= $290
Dengan mengubah kebijakan akan menghasilkan keuntungan kotor per unit yang
dijual sebesar P v = $29 dikalikan dengan kenaikan dalam penjualan Q-Q = 10
Nilai sekarang dari arus kas inkremental di masa yang akan datang adalah :
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
PV =
PV =

[
[

( Pv ) (Q ' Q)
R
( $ 29 x 10)
0,02

= $14,500

Arus kas bulanan diperlakukan sebagai arus kas majemuk karena kemungkinan yang
sama akan dinikmati setiap bulannya
Adapun biaya yang timbul dari perubahan kebijakan adalah :
Biaya perubahan = PQ + v(Q-Q) = $4.900 + $200 = $5.100
Maka NPV dari perubahan dapat dihitung

= -[PQ + v(Q-Q)] + [(P-v)(Q-Q)]/R

= -$5.100 + $290/0,02
= -$5.100 + $14.500
= $9.400
Ini berarti, perubahan kebijakan akan menguntungkan bagi Locust Software.
Analisa Pulang Pokok
NVP = -[PQ + v(Q-Q)] + [(P-v)(Q-Q)]/R
Titik impas secara eksplisit dihitung dengan menetapkan NVP agar bernilai nol dan
mencari Q-Q
NVP = 0 = -[PQ + v(Q-Q)] + [(P-v)(Q-Q)]/R
Q-Q = PQ/[(P-v)/(R-v)]
Maka penjualan pulang pokok Locust adalah Q-Q
= 3,43 unit

= $4.900/29/0,02 20)

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa perubahan kebijakan adalah ide yang baik
dengan catatan bahwa Locust dapat menjual paling tidak 3,43 unit lebih banyak per
bulan.
Kebijakan Kredit Optimal
Pada prinsipnya jumlah optimal kredit ditentukan oleh titik dimana arus kas
inkremental dari peningkatan penjualan tepat sama dengan biaya inkremental dari
melakukan peningkatan dalam investasi di piutang usaha.
Kurva Biaya Total Kredit
Perbandingan manfaat antara memberikan kredit dengan tidak memberikan kredit
tidak sulit untuk diidentifikasi, tetapi sulit untuk dikuantifikasi dengan tepat.
Biaya bawaan yang diasosiasikan dengan pemberian kredit memiliki bentuk
1. Tingkat pengembalian yang diharapkan dari piutang
2. Kerugian dari gagal bayar
3. Biaya mengelola kredit dan penagihan kredit, yaitu biaya-biaya yang
diasosiasikan dengan menjalankan departemen kredit.
Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen
Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Jika sebuah perusahaan memiliki kebijakan kredit yang restriktif, maka semua biaya
yang diasosiasikan akan rendah. Dalam hal ini, perusahaan akan memiliki
kekurangan kredit, maka akan terdapat biaya kesempatan yang merupakan profit
potensial tambahan dari penjualan kredit yang hilang karena kredit ditolak.
Manfaat yang hilang ini berasal dari peningkatan dalam kuantitas yang dijual (Q-Q)
dan potensi harga yang lebih tinggi. Biaya kesempatan akan menurun saat kebijakan
kredit longgar.
Jumlah dari biaya bawaan dan biaya kesempatan dari kebijakan kredit tertentu
disebut dengan Kurva Biaya Kredit (credit cost curve)
Biaya Pemberian Kredit

Analisis Kredit
Tahapan dalam analis kredit adalah :
1. Mengumpulkan informasi yang relevan
2. Menentukan kelayakan
Informasi Kredit
Sumber-sumber informasi yang biasa digunakan untuk menilai kelayakan kredit
1.
2.
3.
4.

Laporan Keuangan
Laporan kredit mengenai sejarah pembayaran pelanggan dengan perusahaan lain
Bank
Sejarah pembayaran pelanggan dengan pelanggan tersebut.

Evaluasi dan Penilaian Kredit


Prinsip 5 C untuk evaluasi kredit :
1. Karakter (Character), kemauan pelanggan untuk memenuhi kewajiban kredit
2. Kapasitas (Capacity), kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajiban kredit
3. Modal (Capital), kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajiban kredit dari
arus kas operasional
4. Jaminan (Collateral), cadangan keuangan pelanggan
5. Kondisi (Condition), kondisi ekonomi secara umum dalam lini bisnis pelanggan

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

4
Penilaian kredit adalah proses penghitungan peringkat numeris dari pelanggan
berdasarkan informasi yang dikumpulkan; kredit kemudian diberikan atau ditolak
berdasarkan hasil tersebut.
Kebijakan Penagihan/Penghimpunan Dana
Kebijakan penagihan/penghimpunan adalah elemen akhir dari kebijakan kredit.
Kebijakan

ini

meliputi

monitoring

piutang

untuk

mengenali

masalah

dan

mendapatkan pembayaran dari rekening yang lewat jatuh tempo.


Monitoring Piutang
Untuk tetap mengawasi pembayaran oleh pelanggan, sebagian besar perusahaan
akan memonitor rekening yang dananya masih berada di luar (outstanding). Alat
yang digunakan oleh perusahaan dalam memonitoring piutang adalah :
1. Periode penghimpunan rata-rata (average collection period/ACP)
2. Jadwal aging piutang (aging schedule of receivables)
Upaya-upaya yang dilakukan perusahaan dalam penghimpunan sebagai berikut :
1. Perusahaab mengirimkan surat peringatan yang menginformasikan bahwa
pelanggan memiliki status lewat jatuh tempo
2. Menelpon pelanggan
3. Memperkerjakan agensi perhimpunan
4. Melakukan tindakan hukum kepada pelanggan

Referensi :
Ross, Westerfield, Jordan, 2009, Pengantar Keuangan Perusahaan (Corporate
Finance Fundamentals), Buku 2 Edisi 8, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

Manajemen Keuangan : Perencanaan Keuangan Jangka Pendek dan Manajemen


Kredit
Oleh : Anton, Muhammad Ridho S., Zul Fiqridho

Anda mungkin juga menyukai