Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumbangan yang terpenting bagi

pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan baik


besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang
tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia
(Karman Maulana, 2011). Untuk itu perusahaan perlu melakukan pemilihan pada
penerimaan karyawannya. Pemilihan karyawan merupakan persoalan yang
penting dalam mengetahui kemampuan bagi para calon karyawan. Hal ini
ditujukan untuk mengetahui seberapa kualitas kinerja yang dimiliki para calon
karyawan, mengingat karyawan merupakan bagian yang penting dalam
berkembangnya sebuah perusahaan. Untuk memperoleh tenaga kerja yang dapat
diandalkan, diperlukan seleksi yang efektif agar diperoleh karyawan yang
memiliki ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan tidak ada
karyawan yang keluar masuk perusahaan sehingga tidak terjadi pemborosan
waktu, biaya dan tenaga kerja untuk mendapatkan karyawan yang dibutuhkan
(Rina Aulia Wardani, 2011).
Seperti halnya pada Radio Cakra Buana (RCB FM) sebagai suatu instansi
yang bergerak di bidang broadcasting dan komunikasi. Keunggulan daya saing
yang tinggi merupakan tuntutan dalam menghadapi era globalisasi untuk dapat
mengantisipasi perubahan-perubahan yang demikian cepat dan dinamis. Hal ini
bertujuan agar dapat bertahan hidup dan dapat meningkatkan efisiensi dan

efektifitas jalannya instansi radio. Peningkatan efisiensi dan efektifitas instansi


radio dapat mencapai melalui utilisasi sumber daya manusia (SDM), sebab SDM
merupakan faktor yang paling berperan dalam hal ini. Dengan kata lain SDM
sebagai penyiar di radio merupakan sumber keunggulan bersaing bagi suatu radio
sehingga diharapkan optimal bagi radio. Tidak mudah menjadikan SDM sebagai
sumber keunggulan bersaing pada instansi radio. Penyiar berperan sangat penting
dalam perkembangan dan jalannya suatu aktifitas yang terdapat pada radio
tersebut, sebagai kata lain penyiar merupakan ujung tombak dari suatu radio.
Proses penerimaan calon penyiar radio RCB FM saat ini memiliki 3 tahap,
yaitu :
1. Seleksi kelengkapan administrasi meliputi formulir pendaftaran dan
Curriculum Vitae (CV).
2. Tes wawancara dapat memberikan penilaian yang berhubungan dengan
kemampuan dan pengetahuan, sehingga yang masuk kriteria sebagai
penyiar akan lolos ke tahap berikutnya.
3. Take Vocal and Recording hal ini berfungsi untuk mengetahui kualitas
suara dan teknik kepenyiaran bagi para calon penyiar dan merupakan
tahap akhir sebagai bahan pertimbangan yang utama untuk menjadi
seorang penyiar di Radio RCB FM.
Dalam beberapa tahap penerimaan tersebut tak lepas dari adanya
kelemahan yang terjadi, seperti penilaian melalui lembaran-lembaran kertas dan
memungkinkan data-data dari calon penyiar hilang. Besar kemungkinan terjadi
subyektifitas keputusan yang berdampak pada penyiar yang terpilih nantinya
bukan berdasarkan dari kemampuan yang dimiliki, sehingga mengakibatkan

pendengar memberikan respon negatif kepada radio, karena yang menilai kualitas
seorang penyiar yang sudah on air membawakan materi di radio adalah
pendengar.
Menurut bagian perekrutan, banyak calon penyiar yang memiliki keahlian
yang bagus namun karena banyak data yang hilang dalam hal ini mengakibatkan
proses pemberitahuan kepada calon penyiar yang lolos ke tahap berikutnya
berlangsung dengan sangat lama dan besar kemungkinan pula bahwa tidak
lolosnya calon penyiar tersebut. Dan karena terjadi subyektifitas keputusan dapat
pula mengakibatkan seseorang yang belum bisa menjadi penyiar dapat lolos ke
tahap berikutnya. Hal tersebut berakibat menurunnya kualitas siaran radio itu
sendiri, sehingga rating dengar radio pada masyarakat pun ikut mengalami
penurunan.
Pimpinan Radio mengharapkan calon penyiar memiliki kriteria-kriteria,
seperti disiplin waktu, memiliki ide kreatif, komunikatif, pengalaman di bidang
broadcasting, penguasaan bahasa, dan lolos tes yang dilaksanakan. Adanya suatu
sistem dapat mengurangi subyektifitas keputusan. Perkembangan teknologi dapat
dimanfaatkan dalam perekrutan karyawan, misalnya dengan membangun sistem
berbasis web yang mampu menangani seleksi calon karyawan dan dapat
menghemat sejumlah besar waktu dan biaya dalam perekrutan karyawan. Dari
berbasis web ini calon penyiar dapat memasukan data diri melalui formulir tanpa
melalui lembaran-lembaran kertas. Dan mengetahui hasil dari tes yang telah
dilaksanakan.
Dari berbagai pertimbangan tersebut, maka diperlukan suatu sistem
pendukung keputusan untuk penerimaan penyiar. Dengan adanya sistem

pendukung keputusan penerimaan penyiar pada Radio RCB FM, diharapkan bisa
mengetahui potensi setiap calon penyiar dalam kinerja efektifitas dan etika kerja.
Maka penulis bermaksud untuk memperbaiki sistem dengan cara membuat
aplikasi yang berbasis komputerisasi untuk mempercepat proses penilaian yang
sedang berjalan agar menjadi lebih efektif dan efisien. Berdasarkan uraian di atas
maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berhubungan dengan
sistem pendukung keputusan penerimaan penyiar radio.
Diperlukan adanya sistem untuk meminimalisasi masalah tersebut,
diantaranya dengan

merancang

sistem yang dapat menangani penerimaan

karyawan secara otomatis. Sistem yang dirancang mampu melakukan analisis dan
menentukan sebuah keputusan dengan salah satu metode dari DSS yaitu
Analitycal Hierarchy Process (AHP).
Decision Support System (DSS) merupakan sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat managerial dan merupakan kegiatan strategi dari
suatu organisasi, serta menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak
luar (Dodik Setiawan, 2009). Ciri khas DSS digunakan sebuah model yang salah
satu fungsinya adalah menyederhanakan masalah.
Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah sebuah metode dari DSS yang
dapat membantu dalam pengambilan keputusan banyak kriteria untuk masalah
kompleks dan sebuah hierarki fungsional dengan input utama adalah persepsi
manusia. Dan mendukung pengambilan keputusan yang terbaik dari berbagai
alternatif pilihan (Wiji Setiyaningsih, 2011). AHP terdapat kriteria penerimaan
karyawan yang masing-masing dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga

memberikan output nilai intensitas prioritas dengan melakukan penilaian terhadap


kelayakan setiap calon karyawan, sehingga sistem ini mampu merekomendasikan
calon yang tepat dari pelamar. Seperti riset yang telah dilakukan oleh Wiji
Setiyaningsih (2008), AHP dapat membantu pemberian solusi pemilihan
perguruan tinggi secara efektif dan efisien. Berikutnya riset yang dilakukan oleh
Nia Kumaladewi (2010), sistem pendukung keputusan ini dibangun dengan
menggunakan teknologi komputer dengan model AHP, sehingga keputusan yang
diambil berdasarkan perhitungan kriteria yang digunakan sehingga mengurangi
subyektifitas keputusan.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlu membangun sistem
pendukung keputusan untuk penerimaan penyiar Radio Cakra Buana (RCB FM)
menggunakan metode Analitycal

Hierarchy

Process (AHP), sehingga dapat

membantu peran pimpinan radio dalam memberikan suatu keputusan yang terbaik
dan bagi calon penyiar dapat diterima sebagai penyiar dengan kemampuan yang
murni dimilikinya.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang tersebut terdapat rumusan masalah

yang akan dibahas yaitu bagaimana membangun sistem pendukung keputusan


penerimaan penyiar Radio Cakra Buana (RCB FM) Malang menggunakan metode
Analitycal Hierarchy Process (AHP), sehingga dapat membantu bagian
rekruitmen untuk menyeleksi calon penyiar dan mengurangi subyektifitas
keputusan.

1.3

Batasan Masalah
Untuk menghindari kesalahpahaman dan meluasnya pembahasan, maka

penulis membatasi atau memfokuskan masalah yang berkaitan dengan sistem


pendukung keputusan penerimaan penyiar, yaitu:
1.

Sistem

ini

hanya

menangani

penerimaan

karyawan khususnya penyiar dengan kriteria-kriteria penilaian dari


data-data yang diberikan dan yang telah ditetapkan oleh Radio RCB
FM.
2.

Kinerja atau ketentuan yang dinilai mencakup


sasaran individu dan kontribusi individu.

3.

Aspek atau kriteria penilaian meliputi disiplin


waktu, penguasaan bahasa, pengalaman di bidang broadcasting, hasil
tes pengetahuan, hasil tes wawancara, dan hasil tes vocal.

4.

Kerja sistem dengan calon penyiar mengisi


formulir pendaftaran, kemudian melakukan tes yaitu menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada sistem dan mengetahui hasil
tesnya.

5.

Metode yang digunakan dalam membuat sistem


ini yaitu Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP).

6.

Sistem pendukung keputusan yang dibuat bukan


untuk menggantikan posisi pengambil keputusan, namun mendukung
pengambil keputusan.

1.4

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk membangun sistem
pendukung keputusan penerimaan penyiar Radio Cakra Buana (RCB FM) Malang
menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sehingga membantu
pimpinan radio untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan kemampuan
calon penyiar dan tidak ada lagi subyektifitas keputusan dalam penerimaan calon
penyiar radio.
1.5

Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dengan dibangunnya Sistem Pendukung

Keputusan Penerimaan Penyiar Radio Menggunakan Metode Analitycal


Hierarchy Process (AHP) ini yaitu:
a.

Bagi Penulis
Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh ke dalam sebuah
program

dan

dapat

mengerti

bagaimana

membangun

sistem

pendukung keputusan berbasis web, khususnya Sistem Pendukung


Keputusan

Penerimaan

Penyiar

Radio

Menggunakan

Metode

Analitycal Hierarchy Process (AHP).


b.

Bagi Radio Cakra Buana (RCB FM)


Malang
Dapat digunakan untuk mempermudah pimpinan radio dalam
mengambil sebuah keputusan suatu penerimaan penyiar radio yang
berkualitas berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, karena
seorang penyiar merupakan ujung tombak dari sebuah radio.

c.

Bagi Calon Penyiar Radio

Membantu calon penyiar dalam mengetahui hasil tes yang telah


dilaksanakan.
1.6

Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam mengerjakan tugas akhir ini adalah

sebagai berikut:
1. Observasi
Merupakan pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut
fisiknya atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang
berjalan. Dengan mengadakan penelitian dan menganalisa secara
langsung di Radio Cakra Buana (RCB FM) Malang.
2. Wawancara
Merupakan metode dengan cara melakukan tanya jawab dengan
pihak-pihak yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.
Dilakukan wawancara dengan Yandi Hartantio Ciptady selaku
Pimpinan Radio dan salah satu calon penyiar radio.
3. Studi Pustaka
Mempelajari dan memahami landasan teori yang berkaitan dengan
masalah yang akan dibahas.
4. Analisis dan Desain Sistem
Membuat dan merancang sistem pendukung keputusan penerimaan
penyiar Radio Cakra Buana (RCB FM) Malang menggunakan metode
Analitycal Hierarchy Process (AHP).
5. Implementasi pada Program

Pada tahap ini rancangan yang akan dibuat diimplementasikan pada


sistem pendukung keputusan penerimaan penyiar Radio Cakra Buana
(RCB FM) Malang menggunakan metode Analitycal Hierarchy
Process (AHP) berbasis web dengan PHP dan MySQL.

6. Uji Coba Program


Melakukan uji coba terhadap sistem yang sudah dirancang. Proses ini
diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam
sistem dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem
yang telah dibuat.
1.7

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini

adalah sebagai berikut :


BAB I

PENDAHULUAN
Pada bab ini meliputi Latar Belakang Masalah, Rumusan
Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Manfaat, Metodologi
Penelitian dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir.

BAB II

LANDASAN TEORI
Berisi

tentang

teori-teori

yang

berhubungan

dengan

permasalahan yang di ambil sehingga akan memudahkan dalam


pemecahan masalah.
BAB III

: ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

10

Membahas

tahap pengumpulan

kebutuhan sistem serta

rancangan sistem yang akan di bangun dan analisis sistemnya.


BAB IV

IMPLEMENTASI PADA PROGRAM DAN UJI COBA


Membahas tentang implementasi dari rancangan program yang
di bangun serta rincian dari pengujian sistem yang telah dibuat.

BAB V

PENUTUP
Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi
rangkuman dari pembahasan masalah yang diambil dan sistem
yang dibangun. Sedangkan saran berisi harapan untuk
pengembangan sistem yang lebih baik dan sempurna.