Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TENTANG HALOGEN:

IODIN DAN ASTATIN

Disusun oleh:
Anisalia Nur Islamiyah (4311415045)
Muhammad Taufiq (4311415047)
Elsa Oktiana (43111415059)
Chika Puspa Widiasari (4311415070)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
1

DAFTAR ISI
Daftar Isi ...

iii

BAB I PENDAHULUAN
I.

LATAR BELAKANG....

I.

RUMUSAN MASALAH ...

II.

TUJUAN

BAB II PEMBAHASAN
A. IODIN ..

1. Sejarah Penemuan Iodin ....

2. Sifat-Sifat Iodin .....

3. Keberadaan/Kelimpahan Iodin di Alam ....

4. Reaksi-Reaksi Pada Iodin ..

5. Cara Pembuatan Iodin ....

6. Kegunaan Iodin ..

B. ASTATIN .

1. Sejarah Penemuan Astatin ....

2. Sifat-Sifat Astatin .

3. Keberadaan/Kelimpahan Astatin di Alam ....

4. Reaksi-Reaksi Pada Astatin ......

10

5. Cara Pembuatan Astatin .......

11

6. Kegunaan Astatin .....

12

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN.....13
.......
DAFTAR PUSTAKA ..
14

BAB I
PENDAHULUAN
I.

LATAR BELAKANG
Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan
golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada
subkulit nsnp. Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya pembentuk garam
karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen
merupakan sekumpulan unsur nonlogam yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna
terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya diatomik.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya
membentuk ion negatif. Selain itu, halogen adalah golongan yang paling reaktif karena
unsur-unsurnya memiliki konfigurasi elektron pada subkulit ns2 np5.Golongan halogen
terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin
(At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas. Salah satu golongan
penting dalam susunan berkala unsur adalah golongan VIIA yang diberi nama halogen.
Golongan VIIA perlu untuk diingat atau dihapal karena merupakan unsur-unsur yang
banyak membentuk persenyawaan di alam atau senyawa di laboratorium. Halogen
memiliki arti pembentuk garam, di alam unsur-unsur ini banyak ditemukan dalam
bentuk garam. Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu kamar mempunyai
wujud yang berbeda-beda. Dengan tujuh elektron pada kulit terluar, menyebabkan
halogen sangat reaktif sehingga di alam selalu ada dalam bentuk persenyawaan.
Unsur golongan VIIA ini merupakan unsur nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur
ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya.
Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron
terluarnya,sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini
disebution halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.

II.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah ditemukannya iodin dan astatin?
2. Apa saja sifat-sifat dari iodin dan astatin?
3. Bagaimana kelimpahan iodin dan astatin?
4. Bagimana reaksi-reaksi yang terbentuk dari iodin dan astatin?
5. Bagaimana cara pembuatan iodin dan astatin?
6. Apa kegunaan iodin dan astatin dalam kehidupan sehari-hari?
1

III.

TUJUAN
1. Menjelaskan tentang sejarah ditemukannya iodin dan astatin
2. Menjelaskan sifat atom, fisik, dan kimia iodin dan astatin
3. Menjelaskan kelimpahan iodin dan astatin di alam
4. Menjelaskan reaksi-reaksi yang dapat terbentuk dari iodin dan astatin
5. Dapat menjelaskan cara pembuatan iodin dan astatin
6. Dapat menjelaskan kegunaan iodin dan astatin di dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
PEMBAHASAN
A. IODIN (I)
Iod adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang I dan nomor
atom 53. Iodin jua merupakan salah satu anggota golongan VIIA atau disebut juga
golongan halogen dan terletak pada periode 5. Halogen menandakan unsur-unsur yang
menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam
1. Sejarah Penemuan Iodin
Iodium ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur nonlogam.
Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperature biasa
membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukan
dalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam
CHCl3,CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan
hanyasatu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai
kulit,sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.
Terdapat dalam senyawa natrium iodat NaIO 3, yang ditemukan dalam jumlah
kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan
Amerika dengan kadar sampai 100 ppm. Untuk memperoleh iodin dari natrium iodat,
dilakukan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit NaHSO3 dengan reaksi sebagai
berikut :
2IO3- + 5HSO3-

I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O

2. Sifat- Sifat Iodin


Beberapa sifat fisik yang dimiliki oleh iodin yaitu sebagai berikut:
Titik leleh (0C)
: 113,5
0
Titik didih ( C)
: 184,3
Jari-jari X- ()
: 2,12
Jari-jari kovalen ()
: 1,33
Rapatan (g/cm3)
: 4,93
Energi pengionan pertama (kJ/mol)
: 1008
Keelektronegatifan (skala pauling)
: 2,5
Afinitas elektron (kJ/mol)
: -2,95
Iodin adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada
suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat Pada tekanan atmosfer ia
menyublim tanpa meleleh. Ia segera melarut dalam suatu pelarut nonpolar seperti CS 2
3

dan CCl4. Larutan semacam ini berwarna merah lembayung, seperti dalam uapnya.
Dalam pelarut-pelarut polar, hidrokarbon tidak jenuh, dan SO 2 cair, terbentuk larutan
coklat

atau

coklat

kemerahjambuan.

Warna-warna

tersebut

menunjukkan

pembentukan kompleks lemah I2 yang dikenal sebagai kompleks penyerahan muatan.


Energi ikatan adalah hasil dari penyerahan sebagian dari muatan dalam arti I 2 dan
juga Br2, Cl2, dan ICI yang kadang-kadang dapat diisolasi sebagai padatan kristal
pada suhu rendah. Iod membentuk kompleks biru dengan pasti, di mana atom iod
terarah dalam saluran-saluran ada polisakarida amilose.
3. Keberadaan/Kelimpahan Iodin di Alam
Iod terdapat sebagai ioda dalam air laut, dan sebagai iodat dalam garam Chili
(guano). Berbagai bentuk kehidupan laut mengkonsentrasi iod. Produksi I2
menyangkut baik mengoksidasi I- ataupun mereduksi iodat menjadi I- diikuti oleh
oksidasi. MnO2 dalam larutan asam biasanya digunakan sebagai pengoksidasi.
Yodium banyak ditemukan dalam bentuk senyawa natrium iodat (NaIO 3). Dapat
ditemukan di beberapa tempat yaitu sebagai berikut:
1. Ditemukan dalam jumlah berlimpah di daerah Chili, USA
2. Sumatera: A. Conong, Langsa aceh; Kesambah, Rejang, Gemura, Ngabang
3. Jawa Barat: Tegalwaru, Karawang (per 1000 gram air 71 mgr); Ciraos, Karawang,
Cibarusa, Bekasi (3,4 mgr)
4. Jawa Tengah: Penasinan, Pemalang (13,0 mgr); Sogonerto, Weleri, Kendal;
Selokaton, Kendal (57,0 mgr); Gebangan, Selokaton, Kendal (68,0 mgr);
4. Reaksi-Reaksi pada Iodin
Reaksi Halogen dengan Nonlogam
Halogen kebanyakan bereaksi dengan unsur non logam.
P4 + 6I2 -> 4PI3
Reaksi Halogen dengan Air
Halogen (kecuali fluorin) bereaksi dengan air. Reaksi ini disebut dengan reaksi
disproporsionasi, yaitu sebagian unsur halogen mengalami oksidasi sebagian lagi
mengalami reduksi.
I2 + H2O HIO + HI
Reaksi antarhalogen

Jika satu unsur halogen disubstitusikan oleh unsur halogen lainnya, akan terbentuk
senyawa antarhalogen. Untuk halogen seperti Cl2, Br2, I2 dapat bereaksi menurut
persamaan berikut.
I2 + 7F2 2 IF7
5. Cara Pembuatan Iodin
Di alam, senyawa iodin terdapat dalam NaIO3 tercampur dengan NaNO3. Untuk
memisahkan

NaIO3, dilakukan kristalisasi sehingga NaIO3 tertinggal di dalam

larutan. Ke dalam larutan kemudian ditambahkan reduktor natrium hidrosulfit,


NaHSO, sehingga terjadi reaksi berikut.
2 NaIO3 + 5 NaHSO3 3 NaHSO4 + 2 Na2SO4 +H2O + I2
6. Kegunaan Iodin
Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia
pengobatan. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod, digunakan sebagai obat, dan
sebagai larutan KI dan iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Kalium
iodida juga digunakan dalam fotografi. Warna biru tua dengan larutan kanji
merupakan karakteristik unsur bebas iod. Manfaat dan kegunaan unsur halogen Iodin.
Iodin adalah salah satu unsur halogen yang memiliki sifat reaktif yang paling rendah.
Iodin banyak sekali manfaat dan kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari dimana
Iodin merupakan salah satu jenis mineral penting yang diperlukan oleh tubuh untuk
tumbuh dan berkembang. Bagi ara pelajar, mereka pasti telah megenal bentuk iodin
dalam praktek-praktek di laboratorium dimana iodin sering digunakan sebagai bahanbahan reaksi di laboratorium kimia.
Berikut ini adalah beberapa manfaat dan kegunaan Iodin.
1. Iodin dalam obat merah di gunakan sebagai antiseptic
2. Iodin digunakan untuk menguji dan mengidentifikasi amilum
3. Kalium Iodat ( KIO3) untuk mencegah penyakit gondok
4. Iodoform( CHI3 ) sebagai antiseptic
5. Perak Iodida( AgI ) dapat digunakan dalam pembuatan film fotografi.

B. ASTATIN (At)
Astatin adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang At
dan nomor atom 85. Nama unsur ini berasal dari bahasa Yunani (astatos) yang
berarti "tak stabil". Unsur ini termasuk golongan halogen dan merupakan unsur radioaktif
yang terbentuk secara alami melalui peluruhan uranium-235 and uranium-238.
Unsur ini sangat unsur radioaktif sudah ditetapkan oleh spektrometerspektrometer massa untuk bertindak secara kimiawi seperti halogen-halogen lain,
terutama yodium (itu akan mungkin menghimpunkan di dalam kelenjar/penekan yang
gondok seperti yodium), meskipun demikian, astatin diperkirakan lebih metalik
dibanding yodium.
Peneliti-peneliti pada Brookhaven National Laboratory sudah melaksanakan
eksperimen-eksperimen hingga mengenali dan mengukur reaksi-reaksi dasar yang
melibatkan astatin. Isotop paling stabil mempunyai suatu umur-paruh sekitar 83 jam.
Produk akhir dari peluruhan astatin adalah isotop-isotop dari induk. Halogen-halogen
akan berwarna lebih gelap, dengan peningkatkan berat/beban molekular dan nomor
atomis.

Dengan demikian, mengikuti kecenderungan, astatin diperkirakan merupakan


suatu padatan hampir hitam, yang ketika dipanaskan, menyublim menjadi gelap, dan
uap/gas keungu-unguan (lebih gelap dibanding yodium). Astatin diperkirakan
membentuk ikatan-ikatan bersifat ion seperti dengan sodium (Na), seperti halogenhalogen yang lain, tetapi itu dapat dipindahkan dari garam-garam oleh tongkang/geretan,
halogen-halogen yang lebih reaktif. Astatin dapat juga bereaksi dengan hidrogen untuk
membentuk astatane, yang ketika dihancurkan di dalam air, membentuk cuka hydroastatic
yang sangat kuat. Astatin merupakn unsur halogen yang kereaktifannya paling kecil.
1. Sejarah penemuan Astatin
Astatin pertama kali disintesis pada tahun 1940 oleh D.R. Corson, K.R.
MacKenzie, dan E. Segre di Universitas Kalifornia dengan menembak bismut dengan
partikel alfa. Isotop dengan masa paruh waktu terpanjang, terdapat di alam dengan
isotop uranium dan torium, dan jejak

217

At setara dengan

233

U dan

239

Np, dihasilkan

dari integrasi torium dan uranium dengan menghasilkan neutron alamiah. Jumlah
astatin di kerak bumi hanyalah kurang dari 1 ons.
2. Sifat-sifat Astatin
Jari-jari atom
At memiliki jari-jari paling besar diantara F, Cl,Br, dan I karena elektronnya semakin ke
bawah semakin bertambah.
Energi Ionisasi
Energi ionisasi At paling kecil diantara F, Cl, Br, dan I karena pertambahan jari-jari atom
menyebabkan gaya tarik menarik antara inti dengan elektron valensi semakin lemah,
sehingga untuk melepas elektron tersebut dibutukan energy yang semakin kecil.

Keelektronegatifan
At memiliki keelektronegatifan paling kecil diantara F, Cl, Br, dan I karena adanya
penurunan kemampuan atom dari F sampai At untuk menarik elektron elektron dari atom
lain dalam pembentukan ikatan kimia.
Afinitas Elektron
At memiliki Afinitas elektron (kemampuan suatu atom menangkap elektron untuk menjadi
ion negative).

Energi ikatan
Energi ikatan pada spesies diatomik gas At At adalah sekitar 80 kJ mol -1.

Sifat Atom
Bilangan oksidasi

-1, 0, +1, +3, +5, +7

Massa molar/molekul

210g/mol

Konfigurasi Elektron

[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p5

Electrons per kulit

2, 8, 18, 32, 18, 7 (Image)

Elektronegatif

2.2 (Pauling scale)

Energi Ionisasi

1st: 89040 kJmol1

Jari-jari kovalen

145-150 pm

Jari-jari Van der Waals

202 pm

Afinitas Elektron

-270 kJ/mol

Sifat Fisik
Kerapatan
Titik Leleh

302C

Titik Didih

337C

Titik Beku

-107C

Fasa

Beku
8

Bentuk/Wujud Fisik

Padatan hitam

Konductivitas termal

(300 K) 1.7 Wm1K1

Kalor Penguapan

40 kJmol1

3. Reaksi-reaksi pada Astatin


Reaksi dengan Halogen
Astatin bereaksi dengan bromin, Br2, atau iodin, I2, membentuk senyawa interhalogen
AtBr dan AtI masing-masing. Keduanya larut dalam karbon tetraklorida, CCl4.
At2 + Br2 2 AtBr
2At + Br2 2AtBr
At2 + I2 2 AtI
2At + I2 2AtI
Reaksi dengan asam
Astatin larut in larutan asam nitrat HNO3 encer dan larutan asam klorida HCl encer.
At- + H+ Hat
Reaksi dengan basa
Bagian ini berisi daftar beberapa senyawa biner dengan halogen, oksigen (dikenal
sebagai oksida), hidrogen (dikenal sebagai hidrida), dan beberapa senyawa lainnya
astatin. Untuk setiap senyawa, sebuah bilangan oksidasi formal untuk astatin
diberikan, tetapi kegunaan nomor ini terbatas untuk-blok elemen p pada khususnya.
Berdasarkan jumlah oksidasi, suatu konfigurasi elektronik juga diberikan tetapi
dicatat bahwa untuk komponen lain Anda harus melihat ini sebagai pedoman saja.
Istilah hidrida digunakan dalam pengertian generik untuk menunjukkan senyawa
MxHy jenis dan tidak perlu untuk menunjukkan bahwa setiap senyawa kimia yang
tercantum berperilaku sebagai hidrida. Dalam senyawa dari astatin, jumlah oksidasi
astatin umum sebagian besar adalah 1 dan -1.
Reaksi dengan Na membentuk garam
Astatin diperkirakan membentuk ikatan-ikatan bersifat ion seperti dengan sodium
(Na), seperti halogen-halogen yang lain, tetapi itu dapat dipindahkan dari garamgaram oleh tongkang/geretan, halogen-halogen yang lebih reaktif. Beberapa contohcontoh dari campuran-campuran astatin adalah:
Sodium astatide (NaAt)
At- + Na+ NaAt
Magnesium astatide (MgAt2)
2At- + Mg2+ MgAt2
Reaksi dengan hydrogen
Karbon tetraastatide (CAt4) Astatin dapat juga bereaksi dengan hidrogen untuk
membentuk astatane, yang ketika dihancurkan di dalam air, membentuk cuka
9

hydroastatic yang sangat kuat. Astatin merupakan unsur halogen yang kereaktifannya
paling kecil.
CAt4 + H2 Cat2H2 + 2At
Cat2H2 + H2O (Cuka hidro astatic)
4. Keberadaan/Kelimpahan Astatin di Alam
Astatin bersifat radioaktif dan pada dasarnya tidak tersedia di alam. Namun,
astatin terdapat di alam karena hasil peluruhan dari unsur radioaktif. Isotop dengan
massa paruh waktu terpanjang, terdapat di alam dengan isotop uranium dan torium,
dan jejak

217

At setara dengan

233

U dan

239

Np, dihasilkan dari integrasi torium dan

uranium dengan menghasilkan neutron alamiah. Jumlah astatin di kerak bumi


hanyalah kurang dari 1 ons. Tidaklah mungkin untuk membuatnya selain dalam
reaktor nuklir.. Pemboman isotop

209

At83 bismut (Bi) dengan -partikel (inti helium,

He2 ) hasil dalam pembentukan astatin saja manfaat dan neutron. Target bismut

didinginkan selama iradiasi untuk mencegah astatin volatile menghilang.


Reaksi
209
209
209

Energi partikel alpha

Bi + 42 211 85At + 2 1 0n

26 MeV

Bi + 42 210 85At + 3 1 0n

40 MeV

Bi + 42 209 85At + 4 1 0n

60 MeV

83
83

83

Sejumlah

kecil

astatin ada di alam sebagai akibat dari peluruhan uranium dan thorium, meskipun
jumlah total astatin di kerak bumi pada waktu tertentu kurang dari 30 gram. Karena
kelangkaan tersebut, astatin diproduksi bila diperlukan. Sebanyak 0,05 mikrogram
(0,00000005 gram) astatin telah dihasilkan sampai saat ini.
5. Cara Pembuatan Astatin
Jumlah astatin di kerak bumi sangat sedikit kurang dari 30 gram. Karena astatin
tidak terdapat dalam jumlah yang cukup di alam, maka pengetahuan yang dimiliki
tentang unsur ini berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan adalah dari sejumlah
kecil unsur ini yang diproduksi secara sintetik.
Unsur ini dapat dibuat dengan menembaki inti bismut dengan partikel alfa, dan
sifat kimianya dapat diamati apakah astatin radioaktif ikut terbawa oleh iod melalui
suatu reaksi kimia. Berdasarkan studi tersebut disimpulkan bahwa astatin membentuk

10

ion astatida (At-) dan senyawa dengan dua bilangan oksidasi, kemungkinan +1 dan
+5.
Senyawa ini terutama menarik secara teoritis, sedang diteliti untuk digunakan
dalam kedokteran nuklir yang potensial. Astatin diharapkan membentuk ikatan ionik
dengan logam seperti natrium, seperti halogen lain, tetapi dapat dipindahkan dari
garam dengan lebih mudah. Astatin juga dapat bereaksi dengan hidrogen untuk
membentuk hidrogen astatida (HAt), yang bila dilarutkan dalam air akan membentuk
asam hidroastatik. Beberapa contoh senyawa astatin adalah Natrium astatida (NaAt),
Magnesium astatida (MgAt2) dan Karbon tetra astatida (CAt4).
6. Kegunaan Astatin
Isotop-isotop yang kurang stabil dari astatin tidak mempunyai aplikasi-aplikasi
praktis dibanding studi ilmiah lain karena waktu hidupnya sangat pendek, tetapi
isotop-isotop yang lebih berat mempunyai penggunaan-penggunaan medis.
Astatin-211 adalah suatu emiter alfa dengan umur-paruh yang secara fisik 72 jam.
Hal ini sudah dimanfaatkan penggunaannya di dalam radiasi terapi. Suatu
penyelidikan kemanjuran dari koloid astatin-211tellurium untuk perawatan dari
penyakit menular bersifat percobaan di dalam tikus-tikus mengungkapkan bahwa alfa
ini memancarkan radiokoloid yang dapat menyembuhkan tanpa menyebabkan
ketoksikan kepada jaringan normal.
Berdasarkan perbandingan, beta yang memancarkan phosphorus-32 sebagai
koloidal chromic fosfat tidak mempunyai aktivitas yang antineoplastik. Kebanyakan
penjelasan untuk perbedaan yang mencolok ini adalah ionisasi yang tebal/padat dan
cakupan pendek tindakan berhubungan dengan emisi alfa. Hasil-hasil ini mempunyai
keterlibatan-keterlibatan penting untuk pengembangan dan penggunaan dari alphaemitters sebagai ilmu pengobatan radiokoloid untuk perawatan dari tumor-tumor
manusia.

11

BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Unsur halogen merupakan unsur yang paling non-logam dan reaktif. Beberapa
unsur halogen banyak terdapat di alam dalam bentuk senyawa garamnya. Unsur halogen
banyak digunakan dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibutuhkan untuk
kelangsungan hidup mahluk hidup
Iodin adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada
suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod mudah larut dalam
kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan
berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air.
Astatin merupakan unsur halogen yang kereaktifannya paling kecil dan merupaka
unsur yang sangat tidak stabil. Astatin bersifat radioaktif dan pada dasarnya tidak tersedia
di alam. Namun, astatin terdapat di alam karena hasil peluruhan dari unsur radioaktif.

12

DAFTAR PUSTAKA
James, E. Brady. 1986. Kimia Universitas Asas dan Sruktur, Jilid 2. Ciputat: Tanggrang
15418
Pudjaatmaka, Aloysius Hadyana. 1989. Ilmu Kimia Azas dan Struktur untuk Universitas,
Jilid 1. Jakarta: PT Glora Aksara Pratama
Rahardjo, Sentot Budi. 2008. KIMIA 3 Berbasis Eksperimen. Solo: Platinum
Retnowati, Priscillia. 2009. Seribu Pena Kimia SMA Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga
Royson, M. Roberts. 2003. Serendipity, Accidental Discoveries in Science. New York:
John Wiley & Sons, Inc
Whistler, RL. 1984. Starch. Orlando: Chemistry and Technology Academic Press
Winarni. 2007. Kimia untuk SMA dan MA kelas XII IPA. Jakarta: Satubuku

13