Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP) NUTRISI IBU HAMIL DAN MENYUSUI


DI POLI HAMIL RSD dr SOEBANDI JEMBER

DISUSUN OLEH:
Kelompok 4
Angga junianto
Gunadi
Hana p
Eli siva
Nina

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2016

Lembar Persetujuan

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) NUTRISI IBU HAMIL DAN MENYUSUI


DI POLI HAMIL RSD DR SOEBANDI JEMBER

Tanggal

Disusun oleh

: kelompok 4

Menyetujui

Pembimbing Klinik

Pembimbing Akademik

Kepala Ruang

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP) NUTRISI IBU HAMIL DAN MENYUSUI

A. Tema
: Nutrisi Ibu hamil dan Menyusui
B. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit ibu hamil dan menyusui
peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan diharapkan dapat memahami tentang
kebutuhan-kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi pada ibu hamil dan menyusui.
C. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibuibu bisa dan mengerti tentang :
1. Mengetahui pengertian dan prinsip nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui.
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nutrisi ibu hamil dan menyusui.
3. Mengetahui kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui
4. Mengetahui dampak kekurangan nutrisi ibu hamil dan menyusui.
5. Menyebutkan sumber dan jenis makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil dan
menyusui
6. Mengetahui ha-hal yang dihindari pada ibu hamil dan menyusui

D. Rencana Waktu dan Tempat Pelaksanaan


1. Waktu

: 30 menit ( 10.00 WIB s/d selesai )

2. Tempat

: poli hamil RSD dr soebandi

E. Sasaran
F. Media
Leaflet

: Ibu hamil dan menyusui di poli hamil RSD dr soebandi

G. Kegiatan Operasional
No

Waktu

Kegiatan penyuluh

Kegiatan peserta

.
1.

2.

3.

4.

3 menit

20 menit

5 menit

2 menit

Pembukaan :
Pembukaan
Salam
Perkenalan
Tujuan
Kontrak Waktu
Pelaksanaan
Menjelaskan prinsip nutrisi bagi
ibu hamil dan menyusui.
Menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi nutrisi ibu hamil
dan menyusui.
Menjelaskan kebutuhan ibu hamil
dan menyusui.
Menjelaskan dampak kekurangan
nutrisi ibu hamil dan menyusui.
Menjelaskan sumber dan jenis
makanan yang harus dikonsumsi
oleh ibu hamil dan menyusui
Menjelaskan ha-hal yang dihindari
pada ibu hamil dan menyusui
Evaluasi :
Menanyakan kepada peserta
tentang materi yang telah
diberikan, dan memberikan reward
kepada ibu-ibu yang dapat
menjawab pertanyaan.

Terminasi :
Mengucapkan terimakasih atas
peran serta peserta.
Mengucapkan salam penutup

H. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi Tanya jawab

I.

Menjawab Salam
Mendengarkan
Memperhatikan
Mendengarkan

Materi ( Deskripsi Materi Terlampir )

Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan

Menjawab pertanyaan

Mendengarkan

Menjawab salam

J. Referensi
Dewi, Vivian Nanny Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.Jakarta
:SalembaMedika.
Prawirohardjo, Sarwono. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

\
MATERI
MAKANAN BERGIZI UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI

A. Definisi
Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat
pengatur dalam susunan yang seimbang dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan gizi
B. Manfaat makanan bergizi untuk ibu hamil dan menyusui
a. Menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui
b. Untuk kesehatan janin yang dikandung
c. Meningkatkan produksi ASI
C. Yang terjadi bila kekurangan gizi :
a. Pengaruh bagi ibu hamil :
- Ibu lemah dan kurang nafsu makan
- Perdarahan dalam masa kehamilan
- Kemungkinan infeksi tinggi
- Anemia atau kurang darah, Hb < 11 gr%
b. Pengaruh pada waktu persalinan
- Persalinan sulit dan lama
- Persalinan sebelum waktunya (premature)
- Perdarahan setelah persalinan
- Perdarahan dengan operasi cenderung meningkat
c. Pengaruh pada janin :
- Keguguran
- Bayi lahir mati
- Cacat bawaan
- Anemia pada bayi
- Berat badanlahir rendah
- Keadaan umum kesehatan bayi baru lahir kurang
d. Pengaruh bagi ibu menyusui :
- Volume ASI kurang
- Kadar lemak dan vitamin dalam ASI cenderung kurang

D. Makanan ibu hamil dan ibu menyusui


Kehamilan tiwulan I
Pada kehamilan triwulan I biasanya nafsu makan ibu kurang, dan sering timbul rasa
mual dan ingin muntah. Namun, makanan ibu hamil harus tetap diberikan seperti
biasa. Berikan makanan dengan porsi kecil tetapi sering dan yang segar-segar,
misalnya : susu, telur, buah-buahan seperti : sari buah-buahan, jeruk, asinan, sup, dll
atau makanan ringan lainnya seperti : biscuit crakers, dsb sesuai dengan selera ibu
masing-masing, ikut pedoman 4 sehat 5 sempurna.
Kehamilan triwulan II
Pada kehamilan triwulan II nafsu makan ibu biasanya sudah meningkat. Kebutuhan
akan zat gizi tenaga seperti : nasi, roti, singkong, gula, minyak, santan, dll lebih

banyak dibandingkan kebutuhan saat tidak hamil. Demikian juga kebutuhan zat
pembangun dan zat pengatur seperti : lauk-pau, sayuran, dan buah-buahan berwarna.
Tambahan kalori dan protein adalah 285kalori dan protein 12 gram terdiri dari :
Nasi piring
Ikan potong
Tempe 1 potong
Sayuran 1 mangkok
Minyak sendok makan
Kehamilan akhir triwulan III
Pada saat ini janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.
Umumnya, nafsu makan ibu sangat baik dan sering merasa lapar. Jangan makan
berlebihan sehingga berat badan naik terlalu banyak. Bahan makanan yang banyak
mengandung lemak dan hidrat arang seperti makanan yang manis-manis dan gorengan
dikurangi. Bahan makanan sumber zat pembangun dan pengatur perlu diberikan lebih
banyak disbanding kehamilan triwulan II karena selain untuk pertumbuhan janin yang
sangat pesat juga diperlukan ibu untuk persalinan. Pada masa ini, lambung menjadi
sedikit terdesak dan ibu merasa kepenuhan. Karena ibu berikan makanan dalam porsi
kecil, asal saja sering agar zat gizi yang diperlukan ibu dapat terpenuhi.

E. Komposisi makanan ibu hamil dalam sehari


Bahan makanan Wanita Dewasa
Tidak Hamil
Nasi
Ikan
Tempe
Sayuran
Buah
Gula
Susu
Air

3 piring
1 potong
3 potong
1 mangkok
2 potong
5 sdm
4 gelas

Ibu hamil
Triwulan I
3 piring
1 potong
3 potong
1 mangkok
2 potong
5 sdm
1 gelas
6 gelas

Triwulan II
4 piring
2 potong
4 potong
3 mangkok
2 potong
5 sdm
1 gelas
6 gelas

Triwulan III
3 piring
3 potong
5 potong
3 mangkok
2 potong
5 sdm
1 gelas
6 gelas

Gunakan minyak atau santan pada waktu memasak


F. Komposisi makanan ibu menyusui dalam sehari
Bahan makanan
Ibu menyusui bayi atau anak
Bayi umur 0 6 bln

Bayi umur 7 12

Bayi umur 13 24

Nasi
Ikan
Tempe
Sayuran
Buah
Gula
Susu
Air

5 piring
2 potong
5 potong
3 mangkok
2 potong
5 sdm
1 gelas
8 gelas

bln
4 piring
2 potong
4 potong
3 mangkok
2 potong
5 sdm
1 gelas
8 gelas

bln
4 piring
2 potong
4 potong
3 mangkok
2 potong
5 sdm
1 gelas
8 gelas

Gunakan minyak atau santan pada waktu memasak


G. Menu sehari-hari
Susunlah menu sehari-hari berpedoman pada slogan 4 sehat 5 sempurna. Makanan
yang terdiri dari beras atau padanannya, ikan atau padanannya, tempe atau padanannya,
sayuran dan buah. Untuk ibu hamil dan ibu menyusui perlu ditambah susu untuk
menyempurnakan yakni : memenuhi kebutuhan zat gizi yang mungkin masih kurang
lengkap dalam susunan 4 sehat sehingga menjadi 4 sehat 5 sempurna.
Gunakan aneka ragam bahan setempat dalam hidangan makanan sehari-hari dalam
jumlah yang cukup. Dengan makan aneka ragam bahan makanan, kekurangan gizi pada
bahan makanan yang satu dapat saling dilengkapi oleh zat-zat yang terdapat pada jenis
bahan makanan lainnya. Dengan demikian, akan dapat dicegah keadaan kekurangan atau
kelebihan zat gizi.
Selama kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi dan zat kapur meningkat. Zat besi
dalam makanan berfungsi mencegah terjadinya kurang darah pada ibu hamil. Zat kapur
berfungsi mencegah terjadinya kerontokan gigi, tulang pinggul rapuh pada ibu hamil.
Tulang pinggul yang rapuh dapat mengakibatkan kesulitan pada saat melahirkan.
Kebutuhanzat besi umumnya tidak dapat terpenuhi hanya dari makanan sajasedangkan
kebutuhan zat kapur dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari yang mengandung cukup zat
kapurnya, ibu perlu diberikan satu butir tablet besi setiap harinya. Minumlah tablet besi
segera setelah makan.
H. Pesan-pesan penting ibu hamil
Ibu hamil harus makan 1 piring nasi + lauk pauknya dan minum lebih banyak dari pda
saat tidak hamil karena selama hamil ibu makan untuk dirinya sendiri dan janin dalam
kandungannya.
Untuk mencegah kurang darah selama hamil, ibu harus banyak makan-makanan
sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan
kacang-kacangan lain, telur, ikan dan daging. Jangan lupa minm tablet besi 1 butir sehari.

Untuk mencegah gigi rontok dan tulang panggul rapuh, ibu harus banyak makan-makanan
sumber zat kapur seperti: kacang-kacangan, ikan teri atau ikan kecil yang dimakan
bersama tulangnya, sayuran daun hijau seperti : bayam, daun katuk, daun singkong dan
susu.
Kenalilah gejala kurang darah ( anemia) selama kehamilan yaitu pucat, pusing, lemah dan
penglihatan berkunang-kunang.
Selama hamil makanlah makanan beraneka ragam setiap hari dalam jumlah yang cukup.
Hal ini sangat bermanfaat untuk :
- Kesehatan ibu hamil
- Pertumbuhan dan kesehatan janin dalam kandungan
- Kelancaran melahirkan
- Kelancaran menyusui
Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar seperti : buah-buahan,
sari buah, sayur bening, dan sayur segar lainnya.
Hindarkan pantangan terhadap makanan karena akan merugikan kesehatan ibu. Hindarkan
juga merokok dan minum-minuman keras karena akan mmbahayakan keselamatan janin.
Perhatikan kenaikan berat badan ibu selama hamil. Kenaikan berat badab normal selama
kehamilan 10-12,5 kg.
- Triwulan I : 700 1400 gram/minggu
- Triwulan II dan III : 350-400 gram/minggu
Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau puskesmas secara teratur agar ibu dan
kandungannya tetap sehat dan dapat imunisasi TT 2x selama kehamilan. Selama hamil
sebaiknya ibu idak melakukan pekerjaan yang berat.
I. Pesan-pesan penting untuk ibu menyusui
Ibu yang sedang menyusui harus makan 1 piring nasi dan lauk pauknya lebih banyak
dari pada tidak menyusui, karena selama menyusui ibu memerlukan asupa nutrisi yang
lebih banyak. Agar ASI cukup jumlahnya ibu harus minum paling sedikit 8 gelas sehari,
banyak makan-makanan berkuah dan sari buah. Teruskan kebiasaan makan aneka ragam
makanan dalam jumlah yang cukup dan makan sumber zat besi setiapa harinya agar:
- Ibu tetap sehat dan segar
- Jumlah ASI cukup
Ibu yang bekerja tetap harus menyusui bayinya sebelum berangkat kerja dan setelah
kembali kerja. Apabila ibu sakit segera periksakan diri kepuskesmas untuk mendapatkan
pengobatan dan nasehat dokter. Anak tetap disusui , bila perlu ibu memakai penutup
mulut dan penutup hidung (masker)

Daftar pustaka
Dewi, Vivian Nanny Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.Jakarta
:SalembaMedika.
Prawirohardjo, Sarwono. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.