Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pengangguran merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh
bangsa indonesia,ini disebabkan karena kurangnya lapangan kerja dan teknologi yang
semakin hari semakin canggih yang dapat membantu pekerjaan dalam segala bidang.
Banyaknya mesin-mesin impor yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan
manusia dapat menghasilkan barang yang berkualitas yang tak kalah dengan
pembuatan manual oleh manusia.
Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung
terhadap kemiskinan, kriminalitas, dan masalah-masalah sosial politik yang juga
semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi
mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini,
membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.
Masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Jika
pertumbukan ekonomi ada, otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. Setiap
pertumbuhan ekonomi satu persen, tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu
orang. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen, tentunya hanya akan
menyerap 1,6 juta tenaga kerja, sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2,5 juta
pertahun. Sehingga, setiap tahun pasti ada sisa pencari kerja yang tidak memperoleh
pekerjaan dan menimbulkan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah.

1.2

Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Ekonomi ?
2. Apa Macam-Macam Pengangguran ?
3. Apa Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran ?
4. Bagaimana Tingkat Pengangguran Di Indonesia ?
5. Bagaimana Dampak Pengangguran ?
6. Bagaimana Cara Mengatasi Pengangguran ?
7. Bagaimana Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran ?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang sudah memiliki kemampuan untuk bekerja
akan tetapi belum memiliki kerja.
Atau Pengangguran adalah orang yang usianya sudah angkatan kerja akan
tetapi belum mendapatkan pekerjaan ( usia kerja 18-55 tahun ).
Pengangguran menurut para ahli ;
a) Sadono Sukirno
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana sesorang yang tergolong
dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan namun belum dapat
memperolehnya.
b) Payman J. Simanjuntak
Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja
yang tidak sama sekali atau bekerja kurang dari 2 hari selam seminggu
sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.
Keadaan yang ideal, diharapkan besarnya kesempatan kerja yang tersedia
sama dengan besarnya angkatan kerja, sehingga semua angkatan kerja akan
mendapatkan pekerjaan. Namun pada kenyataannya keadaan tersebut sulit untuk
dicapai. Umumnya kesempatan kerja lebih sedikit dari pada angkatan kerja, sehingga
tidak semua angkatan kerja mendapatkan pekerjaan maka timbullah pengangguran.

2.2.

Macam Macam Pengangguran


Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja
a) Pengangguran Terbuka ( Open Unemployment )
Yaitu tenaga kerja yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan ( tidak
bekerja sama sekali ). Pengangguran ini terjadi karena tidak adanya lapangan
kerja atau karena ketidak sesuaian lapangan kerja dengan latar belakang
pendidikan dan keahlian tenaga kerja.
b) Setengah Menganggur ( Under Unemployment )
Yaitu tenaga kerja yang bekerja, tetapi bila di ukur dari sudut jam kerja,
pendapatan, produktifitas, dan jenis pekerjaan tidak optimal. Biasanya tenaga
kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang
dari 35 jam selama seminggu.
c) Pengangguran Terselubung ( Disguised Unemployment )
2

Yaitu tenaga kerja yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan latar belakang
pendidikan atau keahliannya. Misalnya, seorang insinyur teknik, bekerja
sebagai pelayan restoran.
Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya
a) Pengangguran structural
Yaitu pengangguran yang disebabkan oleh terjadinya perubahan struktur
perekonomian. Miisalnya, perubahan struktur dari agraris (pertanian) ke
industri, maka tenaga kerja bidang pertanian akan menganggur. Pengangguran
struktural diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti ;
Akibat permintaan berkurang
Akibat kemajuan dan penggunaan teknologi
Akibat kebijakan pemerintah

b) Pengangguran Konjungtural
Yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya
kegiatan perekonomian suatu negara. Ada masa pertumbuhan (naik), masa
resesi (turun), dan masa depresi (turun). Pada masa resesi dan depresi,
masyarakat mengalami penurunan daya beli sehingga permintaan terhadap
barang dan jasa juga menurun. Penurunan ini mengaharuskan produsen
mengurangi produksi barang dan jasa, diantarannya, dengan cara mengurangi
jumlah pekerja sehingga terjadilah pengangguran. Contohnya, di suatu
perusahaan ketika sedang maju butuh tenaga kerja baru untuk perlunasan
usaha. Sebaliknya ketika usahanya merugi maka akan terjadi PHK
( Pemutusan Hubungan Kerja ) atau pemecatan.
c) Pengangguran Friksional
Yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pergeseran (friksi) pekerja yang
ingin bergeser (berpindah) dari perusahaan satu ke perusahaan lain dalam
rangka mencari pekerjaan yang lebih bagus dan cocok. Sementara mencari
pekerjaan baru, tenaga kerja pun menganggur untuk sementara waktu, sambil
mencari pekerjaan yang di inginkan. Oleh karena itu, pengangguran friksional
disebut juga pengangguran sukarela, karena terjadi atas keinginan sendiri.
Contohnya , perindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri,
untuk sementara menganggur. Atau berhenti dari pekerjaan lama, dan mencari
pekerjaan yang lebih baik.
d) Pengangguran Musiman

Yaitu pengangguran yang disebabkan oleh perubahan musim atau


perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala. Misalnya pada masa
pembanguna gedung, tukang bangunan bisa bekerja. Tetapi bila pembangunan
telah selesai dibangun, tukang bangunan menjadi pengangguran musiman
sambil menunggu pembangunan berikutnya.
2.3.

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran


Pengagguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak
sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang mampu menyerapnya. Pengangguran
seringkali

menjadi

masalah

dalam

perekonomian

karena

dengan

adanya

pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga


menimbulkan kemiskinan dan masalah sosial lainnya.
Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran yaitu;
a. Menganggur karena ingin memiliki pekerjaan yang lebih baik
b. Menganggur karena perusahaan perusahaan sudah menggunakan peraturan
peraturan yang canggih sehingga tidak diperlukan tenaga manusia.
c. Menganggur karena ketidaksesuaian keterampilan kerja/skill dengan yang
dibutuhkan perusahaan.
2.4

Tingkat Pengangguran di Indonesia


Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah
pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran
konsumsinya sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan
kesejahteraan. Akibat jangka panjang dari tingkat pengangguran yang terlalu tinggi
adalah menurunnya GNP dan pendapatan perkapita suatu negara.
Sejak tahun 1997 sampai 2003, angka pengangguran terbuka di Indonesia
terus naik, dari 4,18 menjadi 11,35 juta. Didominasi oleh penganggur usia muda.
Selain usia muda, pengangguran juga mencakup berpendidikan rendah, tinggal di
pulau jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Intensitas permasalahan juga lebih
banyak terjadi pada penganggur wanita yang terdidik.
Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara
yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja, tapi juga ditangani dari hulu. Sektor di
hulu banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor
kependudukan,pendidikan dan ekonomi.
4

Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan
setengah pengangguran, yaitu ;
a. Pertumbuhan tenaga kerja rata-rata dapat ditekan dari 2,0 persen pada periode
2000-2005 menjadi 1,7 persen pada periode 2005-2009. Demikian juga
pertumbuhan angkatan kerja,dapat ditekan menjadi 1,9 persen pada periode 20052009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2,4 persen.
b. Dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6,0 persen pada periode
2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4,1 persen.
c. Transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah
perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian, industri, perdangan dan
jasa.
2.5.

Dampak Pengangguran
Dampak Negatif Pengangguran
Dari Segi Ekonomi
a. Pengangguran secara tidak langsung berkaitan dengan pendapatan nasional.
Tingginya jumlah pengangguran akan menyebabkan turunnya produk
domestik bruto (PDB), sehingga pendapatan nasional pun akan mengalami
penurunan.
b. Pengangguran akan menghambat

investasi, karena jumlah

tabungan

masyarakat ikut menurun.


c. Pengangguran akan menimbulkan menurunnya daya beli masyarakat, sehingga
akan mengakibatkan kelesuan dalam berusaha.
Dari Segi Pembangunan Ekonomi Nasional
a. Pendapatan Nasional Menurun
Salah satu komponen pendapatan nasional adala upah. Orang yang bekerja
tentu akan mendapat upah. Jadi, semakin banyak orang yang tidak bekerja,
maka pendapatan nasional pun menurun.
b. Pendapatan Perkapita Masyarakat Rendah
Semakin banyak orang yang tidak bekerja dan tidak menghasilkan, semakin
berat beban orang yang bekerja. Akibatnya pendapatan perkapita masyarakat
pun menjadi rendah sehingga akan berpengaruh terhadap pelaksanaan
pembangunan.
c. Produktivitas Tenaga kerja Rendah.
Jumlah kesempatan kerja yang terbatas menyebabkan orang yang tersedia
bekerja apa saja walaupun bukan bidangnya. Hal ini akan mengakibatkan
produktivitas tenaga kerja menjadi rendah sehingga output yang dihasilkan
5

sebagai sumber pendapatan nasional ikut turun dan memengaruhi pelaksanaan


pembangunan nasional.
d. Upah Yang Rendah
Akibat produksi tenga kerja rendah maka upah yang di dapatkan juga rendah.
Hal ini berdampak pada sisi permintaan dan penawaran.
Dari sisi permintaan
upah yang rendah mengakibatkan permintaan masyarakat terhadap barang
dan jasa juga rendah. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan mengurangi
atau bahkan menghentikan produksinya sehingga terjadi pengurangan
pekerja yang akan memunculkan pengangguran. Hal ini tentu saja

mempengaruhi pembangunan nasional.


Dari sisi penawaran
upah yang rendah mengakibatkan jumlah pendapatan yang tidak
dikonsumsi oleh masyarakat juga rendahatau bahkan tidak menabung sama
sekali. Padahal tabungan masyarakat merupakan salah satu sumber modal
pembangunan nasional.

e. Investasi dan Pembentukan Modal Rendah


Permintaan masyarakat yang rendah atau pun rendahnya tabungan masyarakat
sama-sama akan berdampak pada rendahnya investasi yang dilakukan.
Kurangnya permintaan masyarakat akan membuat pengusaha enggan untuk
berinvestasi dan rendahnya tabungan masyarakat menyebabkan miimnya dana
untuk investasi. Hal ini akan menghambat pelaksanaan pembangunan.
f. Sumber Utama Kemiskinan
Salah satu indicator keberhasilan pembangunan suatu Negara adalah semakin
berkurangnya jumlah penduduk yang hidup miskin. Orang yang menganggur
berarti tidak memiliki pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya sehingga mereka hidup dibawah garis kemiskinan, seperti
perumahan yang kurang layak, kesehatan dan gizi yang buruk dan pendidikan
yang minim atau tidak berpendidikan sama sekali, angka kematian bayi yang
tinggi, dan harapan hidup yang relative singkat. Kondisi yang demikian akan
berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan di suatu Negara
g. Pemborosan Sumber Daya dan Potensi Yang Ada
Jumlah pengangguran dan setengah penganggur yang tinggi merupakan
pemborosan sumber daya dan potensi yang ada sebab kemampuan yang
dimiliki oleh mereka seharusnya dapat menjadi sumbangsih yang besar bagi
pelaksanaan pembangunan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, dan
menganggur berarti mereka tidak menghasilkan apapun.
6

Dampak Pengangguran Bagi Perekonomian Negara


a. Penurunan Pendapatan Perkapita / Penerimaan Negara
Orang yang berkerja akan mendapatkan gaji, gaji tersebut sebelum sampai
ditangan penerima dipotong pajak penghasilan terlebih dahulu. Pajak
tersebut merupakan salah satu sumber pendapatan negara sehingga bila
tidak banyak orang yang bekerja maka pendapatan negara dari pemasukan
pajak penghasilan cenderung berkurang.
b. Meningkatnya Biaya Sosial Yang Harus Dikeluarkan Oleh Pemerintah.
Pengangguran mengakibatkan masyarakat harus menanggung sejumlah
biaya social , antara lain ada kaitan erat antara peningkatan pengangguran
dan kejahatan. Selain itu, masyarakat harus menanggung biaya social
biaya pengangguran melalui peningkatan tugas-tugas medis yang berkaitan
dengan perawatan psikologis, peningkatan kualitas pengamanan wilayah,
dan peningkatan volume peradilan karena meningkatnya tindak kejahatan.
Dampak Pengangguran Terhadap Kehidupan Sosial
a. Kemiskinan
Sebab : Kemiskinan terjadi karena ketidakmampuan masyarakat untuk
memenuhi kabutuhan dasar seperti makanan, kesehatan, pakaian dan lain
lain. Ketidakmampuan ini disebabkan kerana adanya anggota keluarga
yang menganggur atau tidak bekerja sehingga sulit untuk membeli atau
mencukupi kehidupan sehari hari. Kemiskinan menjadi dampak terbesar
dari tingginya tingkat penggangguran, semakin banyak pengangguran
maka semakin tinggi pula tingkat kemiskinan di suatu negara. Tingginya
tingkat kemiskinan yang tinggi menjadikan Indonesia menjadi negara yang
berkembang dan berpendapatan di bawah rata-rata
Saran : Untuk menghadapi Kemiskinan, sebaiknya,

pemerintah

membangun/menyediakan lapangan kerja yang banyak agar peluang


masyarakat untuk bekerja banyak sehingga mereka bisa mendapatkan uang
untuk mencukupi kehidupan sehari hari mereka.
b. PerumahanKumuh
Sebab : Banyak penduduk desa yang ingin bekerja di kota (Urbanisasi)
tetapi penduduk desa tersebut kalah saing, sehingga tidak dapat pekerjaan,
akibatnya, untuk mempertahankan kehidupannya di kota, mereka tinggal
di perumahan kumuh.

Saran : Pemerintah memberikan/menyediakan fasilitas perumahan atau


mengadakan program perbaikan kampung.
c. Anak Jalanan
Penyebab : Kehidupan yang tidak berkecukupan mengharuskan seluruh
anggota keluarga untuk bekerja, sehingga, mereka pergi mengamen, pada
keadaan yang lain, ketika tidak memiliki tempat tinggal mengharuskan
anak anak untuk tinggal di jalanan.
Saran : Membuka Rumah Singgah atau Sekolah Alam.
d. Siswa Putus Sekolah
Penyebab : Tidak adanya biaya untuk membayar uang sekolah membuat
orang tua anak anak terpaksa memberhentikan sekolah anaknya, dan
mengharuskan mereka untuk bekerja agar mendapat uang untuk makan
dan kebutuhan lainnya.
Saran : Pemerintah menyediakan Pendidikan/sekolah gratis.
e. Berkembangnya
Kejahatan
dan

Premanisme

Penyebab : Keadaan terdesak karena tidak ada uang menimbulkan pikiran


buruk bagi beberapa orang, sehingga mereka berencana untuk melakukan
tindakan kriminal seperti mencopet, menodongi uang uang yang
dihasilkan pedagang pedagang atau pun hasil ngamen anak anak
jalanan. Melakukan penipuan dengan berbagai kedok seperti investasi dan
sebagainya. Mereka yang melakukan itu pun jika tertangkap akan terjerat
dalam undang-undang yang mengakibatkan mereka bermasalah dalam
hukum atau mempunyai catatan kriminal. Alhasil mereka justru semakin
sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
Saran : Menanamkan nilai nilai positif dari sekarang, belajar keras,
bersikap kreatif, agar tidak susah untuk mencari uang ketika dewasa
sehingga tidak mengharuskan diri sendiri untuk bertindak jahat.
f. Beban Psikologis
Semakin lama seseorang menganggur maka semakin besar beban
psikologis yang ditanggungnya. Orang yang memiliki pekerjaan berarti
memiliki status sosial di tengah-tengah masyarakat. Seseorang yang tidak
memiliki pekerjaan dalam jangka waktu lama akan merasa rendah diri
(minder) karena statusnya tidak jelas.
Dampak Positif Pengangguran
8

a. Memberi pekerjaan menteri tenaga kerja & pakar atau pengamat


ekonomi (Seminar dll )
b. Rating iklan lowongan kerja meningkat
c. Tumbuhnya kreatifitas untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri.
d. Adanya bursa tenaga kerja yang mempertemukan pelamar dan perusahaan,
peserta membayar sejumlah uang.
e. Tenaga kerja murah.
2.6.

Cara Mengatasi Pengangguran


Cara Mengatasi Pengangguran
a. Meningkatkan mutu pendidikan
b. Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai
c.
d.
e.
f.

tuntutan industri modern


Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan
Mendorong terbukanya kesempatan kerja usaha-usaha informal
Meningkatkan pembangunan dengan sistem padat karya
Membuka kesempatan kerja ke luar negeri

Cara Mengatasi Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya

a. Cara Mengatasi Pengangguran Struktural


1. Memindahkan para pengangguran ke tempat yang lebih membutuhkan.
2. Membuka pendidikan dan pelatihan bagi para pengangguran agar dapat
mengisi lowongan pekerjaan yang sedang membutuhkan.
3. Mendirikan industri dan proyek padat karya untuk menampung para
penganggur.
b. Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural (Siklikal)
1. Mengarahkan masyarakat agar menggunakan pendapatannya untuk
membeli barang dan jasa sehingga permintaan terhadap barang dan jasa
meningkat.
2. Menciptakan teknik-teknik pemasaran dan promosi yang menarik agar
masyarakat tertarik membeli barang dan jasa.
c. Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk mengatasi pengangguran ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan
sarana informasi lowongan kerja yang cepat, mudah dan murah kepada
pencari kerja. Misalnya, dengan menempelkan iklan lowongan kerja di
tempat-tempat umum.
d. Cara Mengatasi Pengangguran Musiman

1. Memberikan latihan keterampilan yang lain seperti menjahit, menyablon,


dan membordir. Dengan demikian, mereka dapat bekerja sambil menunggu
datangnya musim tertentu.
2. Segera memberi informasi bila ada lowongan kerja di sektor lain.
3.
2.7

Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran


9

Masalah pengangguran yang terjadi di Indonesia harus dapat diatasi dengan


berbagai cara. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 27 ayat 2 yang berbunyi Tiap-tiap
warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian.
Sebagai solusi dalam mengatasi pengangguran berbagai strategi dan kebijakan dapat
ditempuh, kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguran
yaitu;
a. Pemerintah memberikan bantan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa
kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) berupa bimbingan
teknis dan manajemen memberikan bantuan modal, perluasan pasar. Serta
pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing
dalam bidangnya. Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan
lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil
dan menengah yang mampu mengembangkan usaha , menguasai teknologi dan
informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN dan pihak
dan lainnya.
b. Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasankawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan
membangun fasilitas transportasi dan informasi. Ini akan membuka lapangan kerja
bagi penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan.
c. Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.
Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( PT Jamsostek ). Dengan membangun
lembaga itu, setiap penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan
d.

mendapat perhatian khusus secara teknis dan rinci.


Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena jika
terlalu banyak perizinan yang menghambat investasi baik Penanaman Modal
Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu dibahas dan
disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif

untuk menciptakan lapangan kerja.


e. Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk ( meminimalisirkan menikah
pada usia dini ) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan
kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan
penduduk padat ke daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor
pertanian, perkebunan, atau peternakan oleh pemerintah.
f. Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena Indonesia
mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan
10

pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi
kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional
supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif.

BAB III
PENUTUP
11

3.1.

Kesimpulan
Pengangguran merupakan salah satu masalah besar yang sedang dihadapi
bangsa indonesia, penggangguran merupakan penyebab utama terjadinya kemiskinan.
Semakin banyak orang yang menganggur maka tingkat kesejahteraan masyarakat
akan semakin rendah. Pengangguran akan berdampak terhadp ekonomi, pembangunan
ekonomi nasional, perekonomian negara, dan kehidupan sosial.
Pengagguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak
sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang mampu menyerapnya. Pengangguran
seringkali

menjadi

masalah

dalam

perekonomian

karena

dengan

adanya

pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga


menimbulkan kemiskinan dan masalah sosial lainnya.
3.2.

Saran
Dalam mengatasi terjadinya pengangguran diperlukan peran serta dari
pemerintah.

Pemerintah

harus

bisa

mengeluarkan

kebijakan-kebijakan

agar

terciptanya lapangan kerja, serta menjalankan kebijakan kebijakan tersebut dengan


konsisten dan sungguh sungguh agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Pemerintah dapat memberikan penyuluhan, pembinaan, dan pelatihan kerja kepada
masyarakat untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sesuai skill atau
kemampuan yang dimilikinya untuk mengembangkan kompetensi kerja guna
meningkatkan kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan. Selain itu, masyarakat
juga harus ikut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan pengangguran yang
terjadi di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

12

http://ranupatjeh1.blogspot.co.id
http://ekanurfitriana.blogspot.co.id
http://tiktikaia.blogspot.co.id

13