Anda di halaman 1dari 33

Makalah Ideologi ,Pancasila, Komunisme

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Setiap bangsa memerlukan nilai-nilai, norma-norma yang diyakininya mampu
berfungsi sebagai rujukan untuk memperjuangkan cita-citanya. Setiap bangsa
memerlukan pengetahuan tentang apa yang baik dan apa yang buruk, serta apa
yang benar dan apa yang salah. Setiap bangsa memerlukan kepercayaan yang
diperlukan dalam memotivasi kebersamaan dalam menjamin kelangsungan
hidupnya. Bagi bangsa Indonesia, jawabannya adalah Pancasila, baik sebagai
pandangan hidup maupun sebagai dasar Negara telah terbukti memenuhi
tuntutan kodrat bagi kelangsungan hidup suatu bangs.Pancasila sebagai ideologi
bangsa berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa. Dan didalam
makalah ini kita akan mengetahui ideologi yang ada, serta mengetahui
perbedaannya dengan ideologi yang bangsa kita gunakan yaitu Ideologi
Pancasila,serta mengetahui dimana letak kelebihan dan kekurangan masing
masing ideologi.

1.2 Rumusan masalah


1. Apakah arti dari ideologi ?
2. Apa saja macam macam ideologi yang ada ?
3.
Apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing masing ideologi
liberalisme, komunisme, dan Pancasila ?
4.
Bagaimana Perbedaan pancasila dengan ideologi lain, ideologi liberalisme,
dan komunisme ?
5.

Bagaimana posisi pancasila diantara masing masing ideologi?

1.3 Tujuan
1.

Dapat memahami arti ideologi

2.

Dapat mengetahui macam macam ideologi yang ada .

3.
Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari ideologi Liberalisme,
Komunisme, dan Pancasila.

4.
Dapat mengetahui perbedaan dari masing masing ideologi Liberalisme,
Komunisme, dan Pancasila.
5.
Dapat mengetahui posisi pancasila diantara masing- masing ideologi
lainnya

BAB II PEMBAHASAN

A.

Pegertian Ideologi

Ideologi adalah sistem gagasan yang mempelajari keyakinan-keyakinan dan halhal ideal filosofis, ekonomis, politis dan sosial. Pancasila adalah ideologi Bangsa
Indonesia yang merupakan hasil penuangan atau pemikiran seseorang atau
sekelompok orang yang diangkat dari nilai nilai adat istiadat kebudayaan serta
nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.
Secara etimologis, istilah Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan,

konsep, pengertian dasar, cita-cita, pemikiran, dan kata logos yang berarti
ilmu. Kata idea berasal dari bahasa Yunani, yaitu edos yang berarti bentuk.
Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasangagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang
menyeluruh dan sistematis yang menyangkut dan mengatur tingkah laku
sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan. Pancasila
adalah ideologi Bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara Indonesia Pancasila
memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain
ideologi Pancasila ada banyak ideologi lain yang berkembang didunia yaitu
ideologi Liberalisme, Kapitalisme, Komunisme.Semua itu memiliki banyak
perbedaan dengan ideologi Pancasila .

Macam macam Ideologi :


1.

IDEOLOGI LIBERALISME

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang
didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.
Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan.
Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik berikut. Anggota
masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi kompleks dan
kukuh, dan pola hubungan dalam system ini bersifat statis dan sukar berubah.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas,
dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak
adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme
menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang
mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu
sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan
terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut
menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Ciri-ciri ideologi liberalisme:


Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik
2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk
kebebasan
berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
3. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas.
Keputusan
yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat
keputusan diri sendiri.

4. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.
5. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau
sebagian terbesar individu berbahagia.
6. Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh
kekuasaan manapun.
Ada tiga hal yang mendasar dari Ideolog Liberalisme yakni Kehidupan,
Kebebasan dan Hak Milik (Life, Liberty and Property). Dibawah ini, adalah nilainilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme tadi:

Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa
manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan
baik politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Namun karena kualitas manusia
yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu
akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari
itu semua, hal ini (persamaan kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari
demokrasi.

Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap


orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka
dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam
kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara
diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan dimana hal ini sangat penting
untuk menghilangkan egoisme individu.( Treat the Others Reason Equally.)

Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah


tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak
menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The
Governed)

Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela
dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum
abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah
untuk melindungi dan mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of
law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (Undang-undang), persamaan
dimuka umum, dan persamaan sosial.

Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of


Individual)

Negara hanyalah alat (The State is Instrument). Negara itu sebagai suatu
mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan
negara itu sendiri. Di dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat
pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah
merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat
telah mengalami kegagalan.

Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse


Dogatism). Hal ini disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke (1632
1704) yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada
pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.

Kelebihan ideologi liberalisme :


1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan
ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
2. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini
mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya
diserahkan kepada masyarakat.
4. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang
bermutu tidak akan laku di pasar.
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan
atas motif mencari keuntungan
6. Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Berita-berita
ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik
tajam, baik ditujukan kepada perseorangan lembaga atau pemerintah.
7.

Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun.

Kelemahan Ideologi liberalisme :


1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas,
pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan. Sedangkan golongan
pekerja hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan.
2. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga
yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

3. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.


4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya
oleh individu yang sering terjadi
5. Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah sulit
untuk mengadakan dan memberikan kontrol. Sehingga pers sebagai media
komunikasi dan media masa sangat efektif menciptakan image dimasyarakat
sesuai misi kepentingan mereka

2.

IDEOLOGI KOMUNISME

Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest
der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah
manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori
mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas
(sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah
menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham
kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum
buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih
mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan
selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut
komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori
dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk
menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional.
Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh
partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan
racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut
"Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alatalat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan
sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy
Family ), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui
perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat
diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis
sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan
akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan
sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus
dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme

memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan


oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung
demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis
karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana
terdapat pada paham liberalisme.
Secara umum komunisme berlandasan pada teori Materialisme Dialektika dan
Materialisme Historis oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan
mitos, takhayul dan agama dengan demikian tidak ada pemberian doktrin pada
rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang
berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena
dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).
Ciri-ciri:
-Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia
-Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai
alat kekuasaan
-Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran
rakyat secara merata.
-Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya
-komunisme juga disebut anti liberalisme.
-komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama
dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi
rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata.

Kelebihan Ideologi Komunisme :


1. Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal
perncanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah
lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran atau berbagai keburukan
ekonomi lainnya.
2. Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan
sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancer.
3. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
4. Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh
pemerintah.
5. Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada

Kelemahan Ideologi Komunisme :

1. Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan nilai


nilai komunis
2. Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan diatur oleh
pusat
3. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
4. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya

3. IDEOLOGI PANCASILA

Pada dasarnya ideologi terbagi dua bagian, yaitu Ideologi Tertutup dan Ideologi
Terbuka. Ideologi Tertutup merupakan suatu pemikiran tertutup. Sedangkan
Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka. Ideologi tertutup
dapat dikenali dari beberapa ciri khasnya. Ideologi itu bukan cita-cita yang sudah
hidup dalam masyarakat melainkan merupakan cita-cita suatu kelompok orang
yang mendasari suatu program untuk mengubah dan memperbarui masyarakat.
Sedangkan Ideologi Terbuka memiliki ciri khas yaitu nilai-nilai dan cita-citanya
tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan
rohani, moral dan budaya masyarakat sendiri. Ideologi terbuka diciptakan oleh
Negara melainkan digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri. Oleh
karena itu, Ideologi terbuka merupakan milik semua masyarakat dalam
menemukan dirinya dan kepribadiannya dalam Ideologi tersebut.
Ketuhanan (Religiusitas)
Nilai religius yaitu nilai yang terkait dengan keterikatan individu dengan suatu
hal yang dianggapnya mempunyai kemampuan sakral, suci, agung dan mulia.
Kemanusiaan (Moralitas)
Kemanusiaan yang adil dan beradab, yaitu pembentukan satu kesadaran perihal
kedisiplinan, jadi asas kehidupan, karena tiap-tiap manusia memiliki potensi
untuk jadi manusia prima, yakni manusia yang beradab.
Persatuan (Kebangsaan) indonesia
Persatuan yaitu paduan yang terdiri atas bagian-bagian, kehadiran indonesia dan
bangsanya di muka bumi ini bukan hanya untuk bersengketa.
Permusyawaratan dan Perwakilan

Jadi makhluk sosial, manusia memerlukan hidup berdampingan dengan orang


lain, didalam interaksi itu umumnya terjadi kesepakatan, dan saling
menghormati satu sama lain atas basic tujuan dan keperluan berbarengan.
Keadilan Sosial
Nilai keadilan yaitu nilai yang menjunjung norma menurut ketidak berpihakkan,
keseimbangan, dan pemerataan terhadap satu perihal.

Kelebihan ideologi pancasila :


1.

Mencakup nilai nilai positif yang diambil dari berbagai ideology

2.

Menutup kelemahan dari kedua ideology yang bertentangan.

3.
Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
Pemerintah sehingga tidak mengorbankan rakyat.
4.

Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembangan Zaman

Kekurangan ideologi pancasila:


1.

B.

Dapat Menimbulkan tafsir yang berbeda beda

Perbedaan Pancasila dengan ideologi lain

Dalam Aspek Hukum : Liberalisme : Demokrasi liberal,Hukum untuk melindungi


individu,Dalam politik mementingkan individu ,Komunisme : Demokrasi rakyat ,
berkuasa mutllak satu parpol , hukum untuk melanggengkan komunis
,Pancasila : Demokrasi Pancasila,hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan
keberadaban individu dan masyarakat .
Dalam Aspek Ekonomi : Liberalisme : peran negara kecil,swasta
mendominasi,kapitalisme,monopolisme,persaingan bebas, Komunisme : peran
negara dominan,demi kolektivitas berarti demi negara,monopoli
negara,Pancasila : Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli, yang dirugikan
rakyat

Dalam Aspek Agama : Liberalisme : Agama urusan pribadi,bebas


beragama,bebas memilih agama,bebas tidak beragama,Komunisme : Agama
candu masyarakat,Agama harus dijauhkan dari masyarakat ,Pancasila : Bebas
memilih agama,Agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat
berbangsa dan bernegara
Aspek Pandangan Terhadap Individu dan Masyarakat : Liberalisme : Individu
lebih penting dari pada masyarakat,Masyarakat diabdikan bagi individu
,Komunisme : Individu tidak penting,Masyarakat tidak penting,Kolektivitas yang
dibentuk negara lebih penting ,Pancasila : Individu diakui
keberadaanya,Masyarakat diakui keberadaannya, Individu akan punya arti
apabila hidup di tengah masyarakat
Ciri Khas : Liberalisme : Penghargaan atas HAM, Demokrasi, Negara
hokum,Reaksi terhadap apsolutisme ,Komunisme : Atheisme, Dogmatis,Otoriter,
Ingkar HAM, Reaksi terhadap liberalesme dan kapitalisme ,Pancasila :
Keselarasan keseimbangan, dan keserasian dalam setiap aspek kehidupan

BAB III PENUTUP

Kesimpulan :
Pancasila sebagai Ideologi bangsa menunjukkan adanya keseimbangan ide dan
gagasan serta tidak bersifat absolute dalam memandang manusia dan
kehidupan bernegara, sedangkan Liberalisme, Komunisme lebih bersifat mutlak
atau totaliter. Sehingga ideologi yang tepat dan sesuai dengan kehidupan
bangsa Indonesia adalah Pancasila , karena Pancasila diangkat dari nilai nilai
adat istiadat kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan
hidup masyarakat Indonesia.

Daftar Pustaka

http://starpvp.blogspot.com/2012/09/ideologi-pancasila.html#ixzz0t1bGsIbr
http://thedarkancokullujaba.blogspot.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

MAKALAH
PERBEDAAN ANTARA IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI
KAPITALISME-LIBERALISME DAN IDEOLOGI KOMUNISME-SOSIALISME
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu: Duto Wijayanto, S. Pd., M. A.

Disusun Oleh:
Anastasia Advenia Prastiwi
14100260

AKADEMI BAHASA ASING


SINEMA YOGYAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan
sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas Perbedaan
antara Ideologi Pancasila dengan Ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan
Ideologi Komunisme-Sosialisme.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas yang diberikan
oleh dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para
mahasiswa khususnya bagi penulis.
Dalam proses pembuatan makalah ini, tentunya kami mendapatkan
bimbingan, arahan, dan pengetahuan, untuk itu kami mengucapkan
banyak terimakasih kepada Bapak Duto Wijayanto, S. Pd., M. A. selaku
dosen mata kuliah pendidikan Pancasila, rekan-rekan mahasiwa yang telah
banyak memberikan masukan untuk makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada


makalah

ini.

Oleh

karena

itu

kami

mengundang

pembaca

untuk

memberikan saran serta kritik yang dapat membangun.

Yogyakarta, 14 November 2014


Anastasia Advenia Prastiwi

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.i
DAFTAR ISI..ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....1
B. Rumusan Masalah..2
C. Tujuan....2
D. Manfaat........2
BAB II PEMBAHASAN
A. Ideologi Pancasila.......3
B. Kapitalisme-Liberalisme4
C. Komunisme5
D. Sosialisme..6
E. Perbandingan ideologi Pancasila dengan ideologi Liberalisme,
Komunisme, Sosialisme....7-8

F. Masa depan Indonesia dengan dasar ideologi Pancasila......................9

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan....10
B. Saran.10
DAFTAR PUSTAKA11

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ideologi berasal dari bahasa Yunani, yakni idea (gagasan) dan logos
(studi tentang, ilmu pengetahuan tentang). Idelogi artinya sistem gagasan
yang

mempelajari

keyakinan-keyakinan

dan

hal-hal

ideal

filosofis,

ekonomis, politis, dan sosial. Istilah ideologi dipergunakan oleh Marx dan
Engels mengacu kepada seperangkat keyakinan yang disajikan sebagai

objek. Banyak macam ideologi di dunia ini. Hampir masing-masing negara


mempunyai ideologi tersendiri yang sesuai dengan negaranya. Karena
ideologi merupakan dasar atau ide atau cita-cita negara tersebut untuk
semakin berkembang dan maju. Namun, dengan semakin berkembangnya
zaman, ideologi negara tersebut tidak boleh hilang dan tetap menjadi
pedoman dan tetap tertanam pada setiap warganya. Ideologi Negara
Indonesia adalah Pancasila. Ideologi Pancasila ini dijadikan sebagai
pandangan hidup bagi bangsa Indonesia dalam mengembangkan negara
Indonesia dalam berbagai aspek.
Pancasila adalah ideologi Bangsa Indonesia. Dengan pedoman
Pancasila para pendahulu kita bisa mempersatukan berbagai golongan dan
kelompok.

Selain

ideologi

Pancasila

ada

banyak

ideologi

lain

yang

berkembang didunia yaitu ideologi Liberalisme, Kapitalisme, Komunisme


dan Sosialisme. Semua itu memiliki banyak perbedaan dengan ideologi
Pancasila. Maka dari itu makalah ini akan membahas berbagai perbedaan
ideologi Pancasila dengan beberapa ideologi yang berkembang didunia.

1
B. Rumusan Masalah

5.

1.

Apa itu ideologi Pancasila?

2.

Apa itu ideologi Kapitalisme?

3.

Apa itu ideologi Komunisme?

4.

Bagaimana perbedaan Pancasila dengan ideologi lain?

Bagaimana masa depan Indonesia dengan dasar ideologi pancasila?


C. Tujuan
1.

Mengetahui Pancasila sebagai ideologi bangsa

2.

Mengetahui berbagai macam ideologi lain

3.

Mengetahui perbedaan ideologi pancasila dengan ideologi lain

D. Manfaat
Makalah ini dapat memberikan banyak informasi kepada masyarakat luas
dan pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya tentang
perbedaan Pancasila dengan ideologi lain.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Ideologi Pancasila
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Alfian (BP7 Pusat,1991 : 192),
Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka khususnya di
Negara Republik Indonesia. Sebagai ideologi terbuka Pancasila memberikan
orientasi ke depan, mengharuskan bangsanya untuk selalu menyadari
situasi

kehidupan

yang

sedang

dan

akan

dihadapinya,

terutama

menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang.


Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi dimensi idealitas,
normatif, dan realitas.
Ciri-ciri Ideologi Pancasila:

Dalam bidang ekonomi menganut azaz kekeluargaan.

Dalam bidang sosial menganut azaz kegotongroyongan.

Dalam bidang politik menganut azaz musyawarah untuk mufakat.

Dalam bidang agama ,Indonesia adalah Negara yang religius artinya


berketuhanan yang maha esa .

3
B.

Kapitalisme-Liberalisme
Jika dibandingkan dengan ideologi Pancasila yang secara khusus

norma-normanya terdapat di dalam Undang-Undang Dasar 1945, maka


dapat dikatakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam Liberalisme terdapat
di dalam pasal-pasal UUD 1945, tetapi Pancasila menolak Liberalisme
sebagai ideologi yang bersifat absolutisasi dan determinisme.
Liberalisme merupakan paham yang memberikan penekanan kebebasan
individu sehingga kesejahteraan bukan menjadi tanggung jawab negara.

Adapun ciri-ciri pokok ideologi ini sebagai berikut. Tidak dapat tumbuh
dan berkembang tanpa riba dan monopoli, penimbunan kekayaan di tangan
pemilik modal dan penyusutan secara relatif pemilikan oleh kaum pekerja,
menimbulkan kolonialisme dengan apapun bentuknya, keuntungan berlipat
ganda

dan

tidak

efisien

sehingga

melahirkan

materialisme, atheisme, dan sekularisme

kesenjangan

sosial,

yang menolak agama, sangat

menekankan hak milik pribadi dan menolak prinsip sama rata sama rasa.

4
C.

Komunisme
Komunisme sebagai anti Kapitalisme menggunakan sistem Sosialisme

sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semua adalah milik rakyat dan
dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme
sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya sehingga Komunisme juga
disebut anti Liberalisme.
Dalam Komunisme perubahan sosial harus dimulai dari peran Partai
Komunis.

Jadi

perubahan

sosial

dimulai

dari

buruh,

namun

pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah


dominasi partai.
Ciri-ciri ideologi komunis:
1. Komunis mempercayai bahwa golongan pekerja harus bersatu dalam
kesatuan-kesatuan sekerja dan lain-lain pertubuhan. Kemudian, mereka
harus mengadakan revolusi untuk menjatuhkan kapitalis.
2. Komunis percaya bahawa masyarakat baru komunis akan menjadi
masyarakat yang tidak berkelas. Tidak akan terdapat lagi golongan
penindas dan golongan yang ditindas. Semua orang memiliki kekayaan yang
sama (tidak akan wujud golongan kaya/elit).
3. Komunis percaya bahawa dalam sebuah negara komunis, semua harta
adalah hak milik negara. Orang perseorangan tidak boleh memiliki tanah
atau perniagaan. Pemilikan harta persendirian adalah merupakan ciri-ciri
kapitalis yang perlu dielakkan. Semua harta mesti dimiliki dan diuruskan
oleh kerajaan. Harta-harta kapitalis akan dirampas.
4. Komunis anti agama dan tidak mempercayai kewujudan Tuhan. Mereka
menganggap bahawa agama adalah candu masyarakat.

5
D.

Sosialisme
Sosialisme

merupakan

ideologi

yang

lebih

mengedepankan

persamaan/pemerataan derajat antar masyarakatnya. Ideologi Sosialisme


berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Kerja sama atau
gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat menjadi
lebih baik.

Sosialisme mencita-citakan sebuah masyarakat yang didalamnya semua


orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasan dan solidaritas
dengan hak-hak, yang sama. Tujuannya ialah mengorganisir buruh dan
menjamin

pembagian

merata

hasil-hasil

yang

dicapai,

memberikan

ketenteraman dan kesempatan bagi semua orang.

6
E. Perbandingan ideologi Pancasila dengan ideologi Liberalisme, Komunisme,
Sosialisme.
ASPEK
IDEOLOGI

LIBERALISME

KOMUNISME

SOSIALISME

PANCASILA

POLITIK
HUKUM

- -Demokrasi
liberal
- -Hukum untuk
melindungi
individu
- -Dalam politik
mementingkan
individu

-Demokrasi
rakyat
-Berkuasa
mutlak
satu
parpol
-Hukum untuk
melanggengkan
komunis

-Demokrasi
untuk
kolektivitas
-Diutamakan
kebersamaan
-Masyarakat
sama dengan
negara

-Demokrasi
Pancasila
-Hukum untuk
menjunjung
tinggi keadilan
dan
keberadaban
individu
dan
masyarakat

EKONOMI

-Peran
negara
kecil
- Swasta
mendominasi
-Kapitalisme
-Monopolisme
-Persaingan
bebas

-Peran
negara
dominan
-Demi
kolektivitas
berarti
demi
negara
-Monopoli
negara

-Peran negara
ada
untuk
pemerataan
-Keadilan
distributif
yang
diutamakan

-Peran negara
ada
untuk
tidak
terjadi
monopoli, yang
dirugikan
rakyat

AGAMA

-Agama urusan
pribadi
-Bebas beragama
Bebas memilih
agama

Bebas tidak
beragama

-Agama
candu
masyarakat
-Agama
harus
dijauhkan dari
masyarakat

-Agama
men
dorong
perkembangan
-nya
kebersama-an

-Bebas memilih
salah
satu
agama
-Agama
harus
menjiwai
dalam
kehidupan
bermasyarakat
berbangsa dan
bernegara

- --Individu tidak
-Individu
lebih
PANDANGAN
penting
penting
dari
TERHADAP
-Masyarakat
- -Masyarakat
pada
INDIVIDU DAN
tidak penting
lebih penting
masyarakat
MASYARAKAT
-Kolektivitas
dari individu
-Masyarakat
yang dibentuk
diabdikan bagi negara
lebih
individu
penting

CIRI KHAS

-Penghargaan
atas HAM
-Demokrasi
-Negara hokum
-Reaksi terhadap

-Atheisme
-Dogmatis
-Otoriter
-Ingkar HAM
-Reaksi

-Kebersamaan
-Akomodasi
-Jalan tengah

-Individu
diakui
keberadaanya
-Masyarakat
diakui
keberadaannya
-Individu akan
punya
arti
apabila hidup
di
tengah

apsolutisme

terhadap
liberalesme
dan
kapitalisme

masyarakat
-Keselarasan
keseimbangan,
dan keserasian
dalam
setiap
aspek
kehidupan

8
F.

Masa depan Indonesia dengan dasar ideologi Pancasila

Demokrasi telah menjadi pilihan kita dan kita secara sadar paham
segala kemungkinan penyimpangan-penyimpangannya. Penyalahgunaan
kekuasaan, pengatasnamaan hukum, konflik kepentingan mayoritas
minoritas, adalah hal-hal yang telah tampak di depan mata. Indonesia
memang sedang dalam masa transisi. Hal inilah yang harus benar-benar
dijaga dan diperhatikan agar perubahan yang sekarang terjadi tidak akan
salah arah dalam proses berdemokrasi sebagai pelajaran pertama menuju
masyarakat yang adil dan makmur.

9
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pancasila
adalah bagian dari Ideologi bangsa yang diangkat dari nilai nilai adat
istiadat kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan
hidup masyarakat Indonesia. Ideologi dapat diartikan sebagai suatu
gagasan dan buah pikiran yang dikembangkan secara keseluruhan yang
tersusun secara sistematis untuk mewujudkan tujuan dan cita- cita suatu
Negara.

Pancasila

sebagai

Ideologi

bangsa

menunjukkan

adanya

keseimbangan ide dan gagasan serta tidak bersifat absolute dalam


memandang manusia dan kehidupan bernegara, sedangkan Liberalisme,
Komunisme lebih bersifat mutlak atau totaliter. Keduanya juga cenderung
menutup mata akan adanya dampak individualisme dan persaingan. Selain
itu, jika dibandingkan dengan Pancasila, Sosialisme sering dikatakan
sebagai antitesa Kapitalisme, yang tingkah laku ekonomi dikuasai oleh
kepentingan untuk memperoleh keuntungan maksimal lewat persaingan
bebas, sistem pasar, dan harga.
B. Saran
Pancasila sebagaimana kita yakini merupakan jiwa, kepribadian dan
pandangan hidup bangsa Indonesia. Kerena Pancasila merupakan ideologi
dari negeri kita. Dengan adanya persatuan dan kesatuan tersebut jelas
mendorong usaha dalam menegakkan dan memperjuangkan kemerdekaan.
Ini membuktikan dan meyakinkan tentang Pancasila sebagai suatu yang
harus kita yakini karena cocok bagi bangsa Indonesia. Jadi, Indonesia saat
ini

sangat

membutuhkan

sebuah

ideologi

dalam

menjalankan

pemerintahan ini ke depan. Tidak lain ideologi itu adalah Pancasila.


10
DAFTAR PUSTAKA

http://www.chayoy.com/2012/06/makalah-pandangan-idiologi-suatubangsa.html
http://pujiwidyastuti29.blogspot.com/2013/01/perbandingan-ideologikomunis-liberal.html

MAKALAH
Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis

Oleh :
FAISOL HUDA
NIM : B74210076
DOSEN :
Mochamad Muklish, S.Sos.I, M.Si.
Kode MK : MDA001

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH


FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2010

KATA PENGANTAR

Pujian dan kesyukuran hanya bagi Allah. Karena-Nya lah kami dapat menyelesaikan
makalah yang akan datang pembahasannya ini.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Mochamad Muklish, S.Sos.I, M.Si.

selaku dosen pembimbing mata kuliah bersangkutan.


Tiada daya dan upaya yang kami miliki, untuk itu tentunya makalah ini tidak
terlepas dari kesalahan, baik dalam redaksinya maupun isi yang ada dalam
pembahasan makalah ini. Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan
untuk kesempurnaan makalah berikutnya.

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................

DAFTAR ISI.....................................................................................................

ii

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

iii

BAB I

: PENDAHULUAN......................................................................

1.1 LATAR BELAKANG............................................................

2.2 RUMUSAN MASALAH.......................................................

A. Apa itu Idiologi Pancasila................................................................................

B. Apa itu Idiologi Komunis.................................................................................

C. Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis.................................

BAB II

: PEMBAHASAN

A. Apa itu Idiologi Pancasila................................................................................

B. Apa itu Idiologi Komunis.................................................................................

C. Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis.................................

BAB III : KESIMPULAN..........................................................................

BAB IV : PENUTUP...................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Istilah idiologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian
dasar, cita-cita yang berarti ilmu. Kara idea berasal dari kata bahasa Yunani edios yang
artinya bentuk. Disamping itu ada kata idien yang artinya melihat. Kasecara harafiah,
idiologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Dlam pengertian sehari-hari, idea
disamakan artinya dengan cita-cita. Cita-cita yang dimaksut adalah cita-cita yang bersifat
tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar,
pandangan atau faham. Memang pada hakekatmya,antara dasar dan cita-cita itu seharusnya
dapat merupakan suatu kesatuan. Dasar ditetapkan karena atas suatu landasan, asas atau dasar
yamg telah ditetapkan pula. Dengan demikian idiologi mencangkup pengertian tentang ideaidea, pengertian dasar, gagasan dan cita-cita.
Apabila ditelusuri secara hestoris istilah idiologi pertamakali dipakai dan ditemkan
oleh seorang perancis. Seperti halnya Leibniz, de Tracy idiologi, yaitu science of ideas,
suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan intitusional dalam masyarakat
Perancis. Namun Napolion mencemoohkannya suau khayalan belaka, yang tidak mempunyai
arti praktis 1[1].
Perhatian terhadap konsep idiologi menjadi berkembang, idiologi menjadi vokabuler penting
didalam pemikiran politik maupun ekonomi, idiologi adalah pandangan hidup yang di
kembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam didang
politik atau sosial ekonomi. Dalam artian ini idiologi menjadi bagian dari apa yang di
sebutnya Uberbau atau suprastruktur (bangunan atas) yang didirikan di atas kekuatankekuatan yang memiliki faktor-faktor produksi yang menerapkan contohyan, dan karena itu
kebenarannya relatif, dan semata-mata hanya denar bagi golongan tertentu,2[2]
Penertian idiologi secara umum dapa dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ideide, keyakinan-keyakina, kepercayaan-kepercayaan, yang menyeluruh dan sistematis, yang
menyangkut:
a. Bidang Politik (termasuk bedang pertahanan dan keamanan),
b. Bidang sosial,
c. Bidang kebudayaan,
d. Bidang Keagamaan,3[3]
1
2

2.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan uraian diata,pokok pembahasa yang akan dipecahkan dalam makalah ini
adalah :
A. Apa itu Idiologi Pancasila ?
B. Apa itu Idiologi Komomis ... ?
C. Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komomis ?
BABII
PEMBAHASAN
A. Idiologi Pancasila.
Ideologi Pancasila adalah merupakan dasar negara yang mengakui dan
mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Sehingga kita sebagai warga negara
Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. Tidak
perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan
bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. Ideologi Pancasila adalah ideologi
beragama.4[4]
Suatu idiologi pada suatu bangsa pada hakekatnya memiliki ciri khas serta kraktristik
masing masing sesuai dengan sifat dan ciri khas bangsa itu sendiri. Namun denikian dapat
juga terjadi bahwa ideologi pada suatu dangsa datang dari luar dan dipaksakan
keberlakuannya pada bangsa tersebut sehingga tidak mencerminkan kepribadian dan
kraktristik bangsa tersebut. Idiologi Pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Indonesia
berkembang melalui suatu proses yang cukup panjang. Pada awalnya secara kualitas
bersumber dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai pandanga hidup
bangsa. Oleh karena itu nilai-nilai Pancasila berasal dari nilai-nilai pandangan hidup bangsa
telah di yakini kebenarannya kemudian diangkat oleh bangsa Indonesia sebagai dasar filsafat
Negara dan kemudian menjadi idiologi bangsa dan Negara. Oleh karena itu edeologi
pancasila, ada pada kehidupan bangsa dan terkait pada kehidupa bangsa dalam rangka
bermasarakat,berbangsa dan bernegara
Idiologi pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai mahluk
individu dan mahluk sosial. Oleh karena itu dalam idiologi pancasila mengakuai atas
kebebasan dan memerdekakam individu, namun dalam hidup berbangsa juga harus memakai
hak dan kebebasan orang lain secara bersama sehingga dengan demikian mengakui hak-hak
masarakat selain itu bahwa manusia menurut pancasila membentuk kodrat sebagai makhluk
peribadi dan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu nilai-nilai ketuhanan
senantiasa menjiwai kehidupan manusia dalam hidup Negara dan masarakat. Kebebasan
manusia dalam rangka demokrasi tidak melalui hakekat nilai-nilai ketuhanan, bahkan nilai
ketuhanan terjelma dalam bentuk morol dalam kebebasan ekspersi kebebesan manusia 5[5]
3
4
5

B. Idiologi Komomis.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di
awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani
hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan
tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme
antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing
mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat
sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.6[6]
Berbagai macam konsep dan paham sosialisme sebenarnya hanya paham
komunismelah sebagai paham yang paleng jelas dan lengkap. Paham ini adalah sebagai
bentuk reaksia atas perkembangan masarakat kapitalis sebagai hasil dari ideology liberal.
Berkembangnya paham individualisme liberalisme yang berakibat munculnya masyarakat
kapitalis menurut paham ini mengakibatkan penderitaan rakyat, komunisme muncul sebagai
reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah. 7[7]
Bentrok belakang dengan paham libralisme individualisme, maka komunisme yang di
cetuskan melalui pemikiran Karl Marx memandang bahwa hakekat, kebebasan hak individu
itu tidak ada. Idiologi komumisme mendasarkan suatu keyakinan bahwa manusia pada
hakekatnya adalah hanya mahluk social saja. Manusia pada hakekatnya adalah merupakan
sekumpul reaksi, sehingga yang masuk adalah komunisme dan bukan individualitas. Hak
milik pribadi tidak ada karena hal ini akan menimbulkan kapitalisme yang pada gilirannya
akan melakukan penindasan pada kaum lemah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kaum
individualisme merupakan sumber penderitaan masyarakat. Oleh karena itu hak individu
harus diganti dengan hak milik sesama, individualisne diganti sosislisme komunis. Oleh
kerenanya tidak ada individu, maka dapat dipastikan bahwa menurut paham komonisme
bawa demokrasi individualis itu tidak ada yang ada adalah hak komunal.
Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas yang saling berintraksi secara dialiktis, yaitu
kelas kapitalis dan kelas proletar,buruh. Walaupun kedua hal tersebut bertentangan namun
saling membutuhkan. Kelas kapitalis senantiasa melakukan penindasan atas kelas buruh.
Oleh karena itu harus di lenyapkan. Halini hanya bias dilakukan dengan melalui suatu
revolusi. Hal inilah yang merupakan konsep kaum komunis untuk melakukan suatu
perubahan terhadap struktur masyarakat. Untuk mengubah suatu supra srtuktur masyarakat
harus dilakukan dengan mengubah secara revoluioner infrastuktur masarakat. Menurut
komunisme idiologi hanya dipruntukkan bagi masarakat secara keseluruhan. Etika ideologi
komunisme adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan
kelas masyarakat secara totalitas. Atas dasar inilah maka komunisme mendasarkan moralnya
pada kebaikan yang relative demi keuntungan kelasnya. Oleh karena itu segala cara dapat
dilakukan.8[8]
Dalam kaitannya denga Negara, bahwa Negara adalah sebagai manifestasi dari manusia
sebagai mahluk komunal. Mengubah masyarakat secara revolusioner hatus berakhir dengan
kemenagan pada pihak kelas proletar. Sehingga pada gilirannya pemerintah Negara harus
dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada kelas proletar. Demikian juga
denga hak asasi dalam Negara hanya berpusat pada hak kolektif. Sehingga hak individual
6
7
8

pada hakekatnya adalah tidak ada. Atas dasar inilah maka sebenarnya konumisme adalah arti
demokrasi dan hak asasi manusia. 9[9]
Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun
1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang
murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk
sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis
hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan
hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah
dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nikaragua.10[10]
C. Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komomis 11[11]
Apek ideologi
Pancasila
Idiologi Komomis
Demokrasi Pancasila
Demokrasi Rakyat
Hukum untuk menjunjungtinggi Berkuasa untuk suatu parpol
Politik hokum keadilan dan keberadaan individu Hukum untuk melanggengkan
dan masyarakat.
komonis
Peranan Negara ada untuk terjadi Peranan Negara dominan
monopoli dll, yang merugikan Demi Kolektifitas berarti dimi
masyarakat
Ekonomi
Negara
Monopoli Negara

Agama

Bebas memelih suatu agama


Agama candu masarakat
Agama harus menjiwai dalam Agama harus dijauhkan dari
kehidupan masyarakat, berbangsa masyarakat Atheis
dan bernegara

Individu diakui kebudayaannya Individu tidak penting,


Hubungan individu dan
masyarakat juga tidak penting
Kholektifitas yang dibentuk
Pandangan
masyarakat di landasi 3s
terhadap
(selaras,serasi dan seimbang )
Negara lebih penting
individu dan Masarakat ada karena individu,
masyarakat
akan punya arti apabila hidup di
tangan masyarakat

9
10
11

Bebas memilih salah satu agama Atheis


Agama harus menjiwai dalam Dogmatis
kehidupan masyarakat, berbangsa Otoriter
dan bernegara
Ciri khas
Ingkar(HAM)
Reaksi terhadap liberalisme
dan kapitalis
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan-pembahasan yang telah terpapar sebelumnya, dapatlah ditarik satu
benang merah bahwa Membentuk kepribadian seseorang menjadi insan kamil itu tidaklah
semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi membutuhkan suatu ijtihad yang
sungguh-sungguh dari firman-firman ALLAH saw. Dalm Surat AN NISSA ayat: 59
Artuya;.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri
di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih
baik akibatnya.
Itulah yang disebut negara. Pancasila punya negara dan negara diatur oleh ulil amri
(pemerintah). Oleh karena itu kita harus patuh kepada Pancasila. Kalau kita patuh kepada
Pancasila berarti kita patuh kepada ulil amri. Selesai? Belum, masih jauh.
Kita baca bagian ayat tersebut" jika kamu berlainnan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah". Berantem-Berantem tentang Pancasila. Apakah Pancasila itu
betul atau tidak betul dalam agam Islam. Kalau tidak betul ia harus diganti dengan yang
sesuai dengan Islam. Kalau sesuai Islam, maka mau tidak mau kita harus taat kepada Allah,
taat kepada Rasul, dan taat kepada pemerintah. Kalau kita taat kita mendapat pahala dari
Allah.
Sekarang apakah pancasila sudah sesuai dengan Islam. Banyak hal yang
dipertanyakan. Tetapi dalam pandangan saya, Pancasila sudah dalam beberapa derajat, dalam
beberapa ukuran sudah sesuai dengan Islam. Dalam masyarakat Islam terbesar, itulah yang
disebut ideologi.

BAB IV
PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat saya sampaikan. saya sadar bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Karena kesempurnaan

hanyalah milik Allah SWT semata. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif saya harapkan
demi kesempurnaan makalah ini dan makalah-makalah selanjutnya.
Dan semoga apa yang telah saya buat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang
budiman dan khususnya bagi saya sendiri. Aminnn

DAFTAR PUSTAKA

Kaelani, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Paradigma,2008.


Soejono Soemargono, idiologi pancasila sebagai penjelmaan filsafat, hal 8.
www.google.com/bab4-pancasila_sebagai_ideologi,2010.
http://www.detiknews.com/indexfr.php