Anda di halaman 1dari 7

Permainan Bola Basket - Penjaskes SMA Kelas 12

1. 1. PERMAINAN BOLA BASKET PUTRI MAHARANI XII IPA-3


2. 2. Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan
masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola
ke dalam keranjang lawan. Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari
oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di
Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia. Banyak kompetisi bola
basket yang diselenggarakan setiap tahun, seperti British Basketball League (BBL) di
Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, dan National Basketball League
(NBL) di Indonesia.
3. 3. POSISI-POSISI DALAM PERMAINAN BOLA BASKET Ada 3 posisi utama dalam bermain
basket, yaitu : Forward, bertugas mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang
lawan Defense, bertugas menjaga pemain lawan agar pemain lawan kesulitan
memasukkan bola Playmaker, pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan
mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya.
4. 4. SEJARAH diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. ,Dr. James
Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi
untuk para siswa profesional di YMCA di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu
permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim
dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di
Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada
15 Desember 1891. setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan
kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis
beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang
olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari
1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah
seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat.
Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi
pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat. Pada
awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya
dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13
aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.
5. 5. TEKNIK DASAR Pivot :usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah
satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat Shooting:
memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Lay-up:
memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar
dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang Cathing ball: terdiri
dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan di depan dada. over head
pass: melempar bola dari atas kepala chest pass: melempar bola dari dari depan dada
yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan bounce pass: melempar
bola memantul ke tanah atau lantai
6. 6. TEKNIK PROFESIONAL Fade Away mendorong badan kebelakang saat melakukan
shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini lumayan susah
dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga
bisa- bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini
adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant. Hook Shoot Hook
adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain.
Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang
menghadang dan pemain bisa agak jauh. Belakangan tehnik ini sering dipakai oleh Rony
Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan
keakuratan mencapai 80%. Jump Shoot Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi
tembakan yang bagus. Yaitu dengan melompat dan melakukan tembakan yang liar dan sulit
untuk digagalkan. crossover merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari
tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi

dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional
sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik
ini adalah Jamal Crawford - Atlanta Hawks) Slam dunk Slam dunk adalah salah satu teknik
yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu hanya memasukkan bola secara
langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket. Walaupun simpel, tapi untuk
orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir mustahil untuk dilakukan karena
lompatannya tidak cukup tinggi. [2] Kobe Bryant
7. 7. ATURAN DASAR Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah
satu atau kedua tangan. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah
satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan
bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut
berlari pada kecepatan biasa. Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan.
Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola. Pemain tidak
diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan
dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung
sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain
pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran
tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan
dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini,
pergantian pemain tidak diperbolehkan. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul
bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4,
serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5. Apabila salah satu pihak
melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk
lawannya (berturut- turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan). Gol terjadi
apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam
hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut.
Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang,
maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol. Apabila bola keluar lapangan
pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama
yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka
wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik
untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu
tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal
yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan
pelanggaran. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat
jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturutturut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan
pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5. Wasit pembantu
memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar
lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak
menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi. Waktu
pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit Pihak yang berhasil memasukkan
bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

Permainan Bola Basket


Saturday, January 23rd, 2016 - POJK
Advertisement

Permainan Bola Basket Sebagaimana permainan beregu lainnya, permainan bola


basket mempunyai beberapa taktik dan strategi untuk memenangi permainan. Namun,
untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam sebuah pertandingan bola basket, tentu
harus mengetahui pula taktik pertahanan. Berikut ini merupakan taktik pertahanan
dalam bola basket.
Taktik Pertahanan
Taktik pertahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka
menghalau serangan lawan. Unsur-unsur pelaksanaan pola pertahanan terdiri atas
sikap jaga dan olah kaki. Sikap jaga dilakukan dengan menekukkan kedua lutut, badan
sedikit condong ke depan dengan punggung hampir lurus. Awasi selalu gerak lawan
dan bola. Kemudian, berdirilah sedikit pada ujung-ujung kaki dan selalu menjaga
keseimbangan. Setelah itu, rentangkan dan angkat tangan untuk menghalangi operan
dan pandangan tembakan lawan.
Sementara itu, olah kaki dapat dilakukan dengan cara bergeraklah dengan cara-cara
pendekatan, menggeser dan langkah mundur tanpa ada langkah silang. Kemudian,
jaga jarak sebaik-baiknya dengan posisi jaga mengingat syaratsyarat jaga yang umum
maupun khusus. Ambillah jarak lebih cepat selangkah dalam mengikuti penggiring.
Rapatkan dan cegahlah lawan yang jelas-jelas akan menembak bola atau baru saja
selesai menggiring bola. Selain itu, jangan meloncat sebelum jelas pemain meloncat
lebih dahulu. Untuk menghindari tipuan, pandanglah pinggang lawan. Hadang dan
tutuplah jalan pemotong yang menuju ke daerah basket. Dalam permainan bola basket
terdapat dua pola pertahanan yaitu pertahanan daerah dan pertahanan satu lawan
satu.

Pertahanan Daerah/ Susunan pertahanan daerah dalam permainan bola basket, antara
lain 2-1-2, 2-3, 3-2, l-2-2, dan 2-2-1. Setiap pola pertahanan mempunyai kekuatan dan
kelemahan masingmasing. Kekuatan dari pertahanan daerah adalah sebagai berikut.
1)Sangat baik untuk melawan tim yang lemah dalam mengontrol bola. 2)Dapat
mematikan penyerangan penembak dengan berporos.b3)Menghindari kesalahan
perorangan. 4)Sangat baik untuk melawan tim yang menggunakan penyerangan
berpola.
Kelemahan dari pertahanan daerah adalah sebagai berikut. serangan kilat. 1)
Perhatian setiap pemain terpecah terhadap dua pemain atau lebih. b. Pertahanan
Satu Lawan Satu Pola pertahanan ini merupakan pola yang menugaskan setiap orang
untuk menjaga seorang lawan. Jenis pertahanan satu lawan satu adalah sebagai
berikut. 1)

Pertahanan satu lawan satu dengan tetap Pada pertahanan satu lawan

satu dengan tetap, penjaga harus tetap menjaga seorang pemain lawan. 2)
Pertahanan satu lawan satu dengan penolong

Apabila dalam penjagaan satu lawan

satu terjadi kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang penjaga
terdekat menolong untuk menutup pemain yang menerobos sampai penjaga yang
kebobolan siap untuk menjaga kembali.
Taktik Penyerangan
Dalam permainan bola basket, penyerangan akan menghasilkan point jika dilakukan
dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, kreativitas pemain dalam
menerapkan taktik sangat dibutuhkan. Beberapa taktik yang dibutuhkan adalah sebagai
berikut.
1. Individual, yaitu aksi penyerangan seseorang menggunakan keterampilan individu
seperti passing, dribble, dan shooting.
2. Group, yaitu penyerangan yang dilakukan oleh dua atau tiga orang, baik dengan
blocking/screen inter passing, maupun wallpassing.
3. Tim, yaitu penyerangan dengan permainan cepat (fastbreak), permainan bebas
(freestyle) dan bermain dengan pola penyerangan terencana.

Peraturan Permainan Bola Basket

Untuk melakukan permainan bola basket, Anda harus mengetahui peraturan


permainan. Peraturan permainan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Awal Permainan. 1)Pertandingan tidak dapat dimulai jika salah satu regu belum di
lapangan dengan 5 orang pemain yang siap untuk bermain. 2) Pertandingan resmi
dimulai saat referee (wasit pemandu) memegang bola dan melangkah ke lingkaran
tengah untuk melaksanakan jump-ball (bola loncat). 3) Pertandingan dimulai dengan
bola loncat di tengah lingkaran tengah.
2. Kedudukan Bola. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya bola adalah sebagai
berikut. 1) Bola dilepas dari tangan wasit. 2) Pada saat lemparan bebas, wasit
memberikan bola kepada pemain yang akan melaksanakan lemparan bebas. 3) Pada
saat lemparan ke dalam dari luar garis bebas, bola berada di tangan pemain yang akan
melaksanakan lemparan ke dalam. Beberapa hal yang menyebabkan matinya bola
adalah sebagai berikut. 1) Terjadi gol atau lemparan bebas yang sah. 2) Wasit meniup
peluitnya ketika bola ada dalam permainan (hidup). 3) Secara jelas bahwa bola tidak
akan masuk ke jaring pada saat melakukan tembakan bebas.
3. Bola Loncat (Jump-Ball). Prosedur pelaksanaan bola loncat adalah sebagai berikut. 1)
Bola loncat terjadi jika wasit melakukan lemparan bola ke atas di antara kedua pemain
yang berlawanan. 2) Agar bola loncat itu sah, bola harus ditepis dengan tangan oleh
pemain atau kedua pemain yang melakukan loncatan. 3) Bola loncat harus dilaksanakan
pada lingkaran tengah antara dua pemain yang mana saja dari setiap regu yang
berlawanan dan ditunjuk oleh kapten regu. 4) Peloncat hanya boleh menepis bola
sebanyak dua kali dan setelah itu tidak boleh menyentuh bola sampai bola tersebut
disentuh oleh salah seorang dari 8 pemain lainnya atau telah jatuh ke lantai, atau
menyentuh jaring atau papan pantul dalam hal ini ada 4 kali kemungkinan sentuhan oleh
kedua peloncat pada saat bola loncat berlangsung. 5) Kedelapan pemain lainnya tetap
di luar lingkaran sampai bola ditepis. 6) Jika bola tidak ditepis oleh salah seorang atau
kedua peloncat Jump ball atau jika bola menyentuh lantai tanpa ditepis oleh seorang
atau kedua peloncat, maka bola loncat harus diulang.
4. Pemain dan Pengganti. Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu. Berikut
ketentuan jumlah pemain dan pemain cadangan dalam permainan bola basket. 1) Regu
(team), jumlah pemain dalam tiap regunya berjumlah 10 sampai 12 orang. 2) Pemain
dan pengganti a) Lima pemain tiap regu berada dalam lapangan selama pertandingan,
dan dapat diadakan pergantian pemain sesuai dengan ketentuan. b) Seorang pengganti
menjadi pemain apabila wasit mengisyaratkan untuk memasuki lapangan.

Perwasitan dalam Permainan Bola Basket


Pertandingan bola basket dipimpin oleh dua orang wasit, yakni wasit I dan wasit II.
Wasit I disebut sebagai wasit pemandu (referee) dan wasit II disebut sebagai wasit
pendamping (umpiree). Adapun tugas dan tanggung jawab kedua wasit tersebut adalah
sebagai berikut. Wasit hendaknya berdiri dalam posisi yang tepat dan dekat dengan
situasi permainan. Adapun kedudukan wasit I dan wasit II antara lain sebagai berikut.

Pada Waktu Melakukan Bola Loncat (Jump Ball). Setelah wasit pemandu dan wasit
pendamping pindah tempat, wasit yang menghadap ke meja petugas melambungkan
bola untuk melakukan bola loncat. Wasit yang membelakangi petugas meja
menempatkan diri sesuai dengan tempat bola loncat dilakukan.
Pada Waktu Tembakan Hukuman. Setelah wasit pemandu dan wasit pendamping
pindah tempat maka wasit pendamping menyerahkan bola kepada penembak. Pada
waktu lemparan ke dalam, bola harus baik.

Pedoman Memberikan Peringatan


Wasit haruslah bertindak tepat dan benar. Hal ini disebabkan, jika seorang pemain
melakukan kesalahan sebanyak lima kali, wasit dapat mengeluarkan pemain tersebut
secara langsung. Oleh karena itu, saat terjadi suatu peristiwa, wasit harus benar-benar
menyaksikan semua peristiwa itu, baik sebelum, sedang, maupun setelah kejadian.
Pedoman dalam Mewasiti

Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam mewasiti pertandingan bola basket
adalah sebagai berikut.
1. Tiuplah peluit setiap kali terjadi pelanggaran, sambil mengangkat tangan dengan telapak
tangan terbuka. Berilah tanda pelanggaran dan tunjukkan ke arah mana bola harus
dilempar.
2. Jika terjadi lemparan ke dalam, wasit yang terdekat harus mengacungkan tangan ke
atas dengan telapak tangan terbuka. Gerakan tangan baru diturunkan setelah bola
tersentuh pemain.
3. Tiuplah peluit jika terjadi kesalahan sambil mengangkat tangan dengan mengepal serta
menunjuk pemain yang melakukan pelanggaran. Kemudian, beri tahukan kepada
petugas meja mengenai nomor dada pemain yang melakukan kesalahan. Setelah itu,
beri tahukan pula mengenai tanda lemparan samping yang akan dilakukan.
4. Ingatlah selalu tempat duduk wasit pemandu dan pendamping. Jika terjadi kesalahan
dan bola loncat, wasit pemandu dan wasit pendamping harus berpindah tempat. Aturlah
agar perpindahan antara wasit pemandu dan pendamping selalu berjalan lancar.
5. Usahakanlah wasit pemandu dan pendamping selalu bergerak untuk memperoleh
tempat pengamatan yang tepat.
6. Wasit pendamping mempunyai kewajiban khusus mengamati persinggungan pemain
antara pinggang ke atas dan pengamatan terhadap bola masuk. Jika bola masuk, dia
harus memberi tanda kepada petugas meja dan mengacungkan dua jari ke atas dan
digerakkan ke bawah. Wasit pemandu berkewajiban mengamati persinggungan pemain
antara pinggang sampai kaki.

Tanda-Tanda pada Waktu Tembakan Hukuman


Tanda-tanda atau isyarat yang biasa dipakai ketika wasit memberikan tembakan
hukuman antara lain sebagai berikut

Mengacungkan jari telunjuk menandakan akan terjadi satu kali tembakan hukuman.
Mengacungkan dua jari tangan menandakan bola masuk.

Selain itu, ada beberapa tugas yang harus dijalankan oleh wasit dan petugas lainnya.
Pencatat angka (score keeper) harus mencatat waktu secara beraturan mengenai
angka yang dibuat dan mencetak gol dari tembakan di lapangan dan tembakan bebas
atau gagal. Pencatat angka harus melaksanakan tugas sebagai berikut:
1. mencatat kesalahan perseorangan atau teknik yang dilakukan setiap pemain;
2. mencatat time out;
3. menunjukkan jumlah kesalahan yang dilakukan setiap pemain dengan menggunakan
nomor pemberi tanda;
4. pencatat angka harus menyimpan catatan dari nama dan nomor pemain yang bermain
pertama dan semua pemain pengganti dan siapa yang melakukan permainan.

Pengamat waktu (time keeper) bertugas sebagai berikut:

mencatat kapan dimulainya setiap babak dan akan memberitahukan kepada wasit lebih
dari 3 menit sebelum pertandingan dimulai;
menyimpan catatan tentang waktu mulai dan berakhirnya suatu babak dalam
pertandingan;
menghitung time out, pengamat waktu menggunakan jam time out dan memberi tahu ke
pencatat angka untuk mengisyaratkan jika 50 detik telah berlalu sesudah time out
dimulai.

Selain pencatatan angka dan waktu, dalam permainan bola basket juga terdapat
pengamat waktu menjalankan alat 30 detik segera pada saat pemain mengontrol bola
hidup di lapangan. Jika sebuah regu menguasai bola dalam 30 detik dan bolanya tidak
dilempar, tindakan ini merupakan suatu pelanggaran.

Sportivitas Saat Bermain


Para pemain harus menjalin kerja sama yang baik. Selain itu, pemain dan wasit harus
harmonis dan saling menghargai. Mentalitas pemain harus tetap dijaga, jangan mudah
tersulut emosinya oleh lawan. Semangat berprestasi harus ditumbuhkan.[pi]