Anda di halaman 1dari 4

TEKNIK BUDIDAYA LELE SISTIM

BIOFLOC

Teknologi
bioflok
adalah
teknologi
yang
memanfaatkan
hasil
metabolisme ikan atau udang yang mengandung nitrogen untuk diubah menjadi
protein yang dapat dimanfaatkan oleh ikan atau udang, sehingga ikan atau udang
tersebut memperoleh protein tambahan dari bioflok disamping pakan yang diberikan.
Akumulasi dari limbah nitrogen (NH4, NO2) akan dicegah oleh bioflok dengan cara
menjaga C/N Rasio tetap tinggi dan mendorong penyerapan ammonium oleh mikroba.
Hasil dari proses tersebut maka akan membentuk suatu komunitas mikro (bakteri,
protozoa, detritus (dead body cell), jamur dan zooplankton) juga partikel serat organik
yang kaya akan selulosa, partikel anorganik berupa kristal garam kalsium karbonat
hidrat, biopolymer dan PHA.
Sistem kerja dari bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik
yang mengandung senyawa kabon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan
sedikit unsur fosfor (P) menjadi gumpalan berupa bioflok dengan menggunakan
bakteri pembentuk flok yang mensintesis biopolimer poli hidroksi alkanoat sebagai
ikatan bioflok. Bakteri pembentuk flok dipilih dari genera bakteri yang non pathogen,
memiliki kemampuan mensintesis Polihidroksi alkanoat (PHA), memproduksi enzim
ekstraselular, memproduksi bakteriosin terhadap bakteri pathogen, menngeluarkan
metabolit sekunder yang menekan pertumbuhan dan menetralkan toksin dari plankton
merugikan dan mudah dibiakkan di lapangan.
Manfaat penggunaan teknologi bioflok apabila diaplikasikan dengan tepat
adalah minimnya pergantian air atau bahkan tidak ada pergantian air dalam sistem
budidaya sehingga teknologi ini ramah lingkungan. Pakan yang digunakan pun
menjadi lebih sedikit ketimbang sistem konvensional lain.Telah dicoba uktuk ikan nila
yang dipelihara dalam sistem bioflok akan tumbuh optimum pada tingkat pemberian
pakan 1,5% dengan pakan yang mengandung 35% protein.

1. BIOFLOC
Suatu teknologi budidaya ikan dengan mengaplikasikan Probiotik (bakteri non
pathogen) secara intensif melalui lingkungan (air dan dasar kolam) dan melalui oral
(dicampur dengan pakan) yang diikuti dengan pemberian probiotik sebagai nutrisi
probiotik sehingga akan terbentuk biofloc (Floc bakteri non pathogen yang
menguntungkan bagi ikan ) yang merupakan salah satu sumber protein yang dapat
dimakan oleh ikan.

2. TAHAPAN TERBENTUKNYA BIOFLOC


Dominasi Pitoplankton.
Dominasi Zooplankton
Dominasi Bakteri Pengurai
Masa transisi Dominasi
Dominasi Bakteri Photosyntetic

3. PROBIOTIK

Dalam akuakultur/ budidaya ikan, probiotik adalah mikroorganisme yang sengaja


diberikan melalui oral atau lingkungan, dengan tujuan agar menguntungkan bagi
ikan yang dipelihara.
Umumnya probiotik yang digunakan dalam budidaya ikan adalah dari golongan
bakteri non pathogen (Pro: mendukung, biotic : biota kehidupan)

4. TEKNIK BUDIDAYA
a) Persiapan air untuk pembesaran lele ; masukan air dengan ketinggian 80-100
cm, hari ke 2 masukkan probiotik 5 ml/m 3, hari ke 3 masukkan prebiotik :
Molase 250 ml/m3, malam harinya tambahkan dolomite 150-200 gram/m3
2

(diambil airnya saja) selanjutnya diamkan air media selama 7-10 hari,
selanjutnya dilakukan penebaran benih lele.
b) Penebaran benih lele ; Benih dari induk unggulan (dari satu induk yang sama),
benih harus sehat dengan indikasi gerakan aktif, ukuran dan warna seragam,
organ tubuh lengkap, bentuk proorsional ukuran 4-6cm / 5-7cm, setelah
penebaran keesokan harinya tambahkan probiotik 5 ml/m 3.

c) Aplikasi susulan probiotik ; Sebelum benih ikan berukuran 12 cm, setiap 10 hari
sekali masukan probiotik 5 ml/m3, Ragi tempe 1 sendok makan/m3 Ragi tape
2 butir/m3 dan malam harinya tambahkan dolomite 200-300 gr/m3 (diambil
airnya saja)

Setelah ukuran ikan >12 cm setiap 10 hari sekali masukan

probiotik 5 ml/m3.\, ragi tempe 2-3 sendok makan/m3, ragi tape 6-8 butir/m3 dan
malam harinya tambahkan dolomite 200-300 gr/m3 (diambil airnya saja)
Pemberian ragi tempe dan ragi tape dilarutkan kedalam air.
5. PENGELOLAAN PAKAN
Gunakan pakan yang berkualitas, ukuran pakan disesuaikan dengan bukaan mulut
ikan, pakan diberikan pagi sore hari, dosis pakan 80%dari daya kenyang,
dipuasakan seminggu sekali, pakan di fermentasi dengan probiotik atau di campur
probiotik dan pengurangan dosis pakan sampai 30% jika sudah terbentuk floc.

Keterangan :
Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup dalam usus dan sering disebut sebagai
bakteri baik. Mengapa disebut bakteri baik? Ya, karena memang bakteri probiotik ini
ternyata memiliki peran sebagai pembantu metabolisme sistem pencernaan dan
membantu memperkuat daya tahan tubuh.
Umumnya bakteri probiotik ini berupa asam laktat (lactic acid bacteria LAB) yang
sering kali digunakan dalam industri pangan dan obat-obatan. Dua jenis bakteri
probiotik yang paling mendominasi adalah jenis Lactobacillus dan Bifidobacterium.
Dalam industri makanan, bakteri probiotik ini mengubah zat gula dan karbohidrat lain
menjadi asam laktat yang memiliki rasa khas dan mengawetkan makanan dengan
menurunkan pH, serta mengurangi ruang hidup bakteri patogen (bakteri jahat). Nah,
jika di dalam tubuh memiliki banyak bakteri baik dan sedikit bakteri jahat, maka
semakin sehatlah sistem pencernaan tubuh
.
Sedangkan prebiotik adalah makanan untuk bakteri probiotik. Atau sering juga disebut
sebagai nutrisi untuk bakteri probiotik dalam berkembang biak di dalam tubuh.
Senyawa prebiotik ini banyak ditemukan dalam makanan yang mengandung serat
atau fiber seperti brokoli, tempe, tahu, susu kedelai, sayuran hijau, dan buah.
Molase atau Tetes Tebu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Molase (bahasa Inggris: molasses) merupakan produk sampingan


dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang masih
mengandung gula dan asam-asam organik.[

Dolomit adalah mineral yang berasal dari alam yang mengandung


unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk tepung dengan
rumus kimia CaMg(CO3)2.