Anda di halaman 1dari 7

APORAN PEMETAAN SURFACE KAMPUS UNISBA

TUGAS
ALAT MUAT PADA UNDERGROUND MINING
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengetahuan Tentang Bahan
Semester VII Pada Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung Tahun Ajaran 2016/2017

Disusun oleh :
Dendy Pratama
(10070113067)
Kelas G

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1438 H / 2016 M
PEMROSESAN PLASTIK

Pengecoran
Pengecoran merupakan proses pengisian cetakan dengan menggunakan
gaya gravitasi. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa cara
1. Termoplastik di panaskan pada suhu di atas Tm (plastik leburan panas)
dan dicor dalam cetakan
2. Resin cair dapat berupa monomer atau polimer rantai pendek
3. Diantara termoplastik, pelat tipis PMMA dihasilkan dengan cara
menuangkan MMA yang sudah dikatalisasi di antara pelat-pelat kaca atau
diantara sabuk-sabuk baja tahan karat yang tidak terputus
4. Yang sangat penting diantaranya adalah pengecoran plastisol, khususnya
PVC yang lentur
5. Larutan dan organisol juga dapat diproses melalui pengecoran.
6. Pencetakan dengan putaran, merupakan varian dari pengecoran lumpur
namun diklasifikasikan ke dalam pengecoran

Pemrosesan (Pencetakan) Leburan


1. Prinsip-prinsip pemrosesan leburan
a. Bahan awal biasanya berupa serbuk, butuiran ayau biji dan
kadang-kadang skrap-skrap yang dipadatkan
b. Perubahan volume yang substansial pda saat pendinginan
menunjukan

terjadinya

pengurangan

volume

bebas

akibat

penyusunan ulang molekul-molekul


c. Pembekuan yang cepey jua berarti orientasi molekul-molekul yang
belum tergabung dalam ukatan akan terkendala
2. Ekstrusi
a. Eksutruder ulir,
Ulir mempunyai tiga bagian : bagian pengumpanan, bagian
pemampatan, dan bagian penyeragaman

Gambar 1
Ekstruder ulir

b. Output screw
Output yang sesungguhnya dapat berbeda 20 % dsan lebih tinggi
bila menggunakan ulir khusus. Pendekatan alternatif untuk perkiraan

kapastas didasarkan atas asumsi bahwa pada dasarnya semua


panas diperoleh dari usaha mekanis
c. Landasan bentuk
Landasan bentuk sering memiliki saluran paralel yang relatif panjang
untuk mengarahkan molekul-molekul dan mengontrol dimensi
d. Batang silindris
Bahan-bahan pseudoplastis (PVC) lebih mudah diolah karena
memiliki cukup kekuatan untuk bertahan setelah keluar dari landasan
bentuk
e. Penmpang khusus
Untuk memperoleh bagian-bagian sudut yang tajam, bahan ekstra
f.

harus disediakan untuk mengubah bentuk landasarn bentuknya.


Pipa dan tabung
Produk yang berongga (pipa) dibuat dengan landasan tipe laba-laba.
Landasam bentuk mengerucut memiliki land yang panjang akan

meminimalkan garis-garis yang menyambung (spider lines)


g. Paelat dan selaput tipis
Karakteristik yang unik dari ekstrusi polimer adalah

tidak

diperlkukannya mempertahankan ekstrusi tetap berada di dalam


diametr tong. Jika tidak aliran diatur secara lokal dengan sebuah
batang sumbat yang dapat disetel
h. Serat
Leburan termoplkastik diekstrusikan dari spinneret, biasanya pada
suhu 230-315o kecuali untuk pendinginan serat yang dihasilkan
i.

menggunakan udara
Koekstrusi
dalam produk-produk kemasan makanan, satu lapisan berperan
sebagai p[emisah antara minyak dan air dan lapisan lainnya memiliki
kualitas yang dapay kontak dengan makanan dan isolatorkawat

j.

diekstrusi dengan kalkir-kalkir warna.


Ekstrusu reaktif
Reaksi kimia sengaja dibiarkan bgerlangsung selama proses ekstrusi.

Pertama kali diugunakan untuk memproses plastik


k. Penggilasan
Rangkaian pascaproses ini ada kesamaan

dengan

proses

pengecoran strip kontinu dimana cairan termoplastik dialirkan secara


l.

langsung dari estruder ke mesin penggilas yang terdiri dari banyak rol
Pembentukan langsung
Rol-rol atau sabuk-sabuk ganda bergerigi dapat digunakan untuk

pembuatan pola bergelombang


m. Pengendalian proses

pemampatan yang berlebihan sakan menyebabkan hambatahn akibat


padatan dan mengakibatkan terbentuknya gelombang yang tidak
teratur
3. Pencetakan Cara Injeksi
Cetak injeksi merupakan teknik yang paling banyak digunakan untuk
konfigurasi 3D. Proses ini mneyerupai proses pengecoran cetak tekan
berongga panas pada logam
a. Pemindahan plastik
Ada dua cara dasar untuk pemindahan polimer
Mesin-mesin dengan plunyer bolak-balik yang digerakan secara
hidrolik mampu memberikan tekanan 70-180 Mpa
Yang lebih sering digunakan adalah ulir yang berputar
b. Landasan bentuk (cetakan)
Landasan bentuk harus berupa belahan sehingga memungkinkian
pelepasan produk. Landasan-landasan harus tetap tertutup rapat
selama proses injeksi, dengan bantuan silinder hidrolik yang besar
atau klem-klem mekanis yang digerakan secara hidrolik atau klem
mekanis yang dikombinasikan dengan silinder hidrolik dengan
panjang langkah pendek.
Dengan bantuan program komputer, pengisian cetakan dapat dibuat
modelnya terlebih dahulu, sebagaimana halnya dalam pengecoran
logam. Pengontrolah suhu dan tekanan sangat penting. Pengontrolan
dengan menggunakan mesin telah begitu canggih, memungkinkan
pengisian cepat ke sistem pengaliran, memperlambat pengisian pada
awal injeksi supaya tidak terjadi pancaran cairan, mempercepat
pengisian ke dalam cetakan dan mempertahankan tekanan selama
proses pemadatan
4. Teknik-teknik pencetakan yang lain
a. Cetak injeksi reaksi
Cetak injeksi reaksi berbeda dari proses lainnya. Bukan polimer,
namun reaktan-reaktan yang dipanaskan dan disatukan pada
tekanan tinggi (10-20 Mpa) sehingga reaktan-reaktan tersebut saling
berbenturan pada saat memasuki landasan bentuk menuju ruangan
yang turun tekanannya.
b. Cetak kompresi
Cetak kompresi memiliki kesamaan dengan penampaan berlandasan
bentuk tertutup. Jumlah polimer yang sudah diukur terlebih dahuli
dimasukan ke dalam cetakan. Bila plastik termuat penuh dalam

cetakan, maka kondisi ini disebut cetakan positif, bila polimer


berubah, maka hal ini akan menghasilkan perubahan ketebalan
komponen
c. Cetak transfer
Cetak transfer menggunakan prinsip pencetakan dengan ektrusi.
Kelebihan jumlah polimer yang dimaksudkan ke dalam penampung
yang disebut transfer pot dan dari situ didorong melalui lubang orifis
(saluran turun) memasuki rongga cetakan, oleh aksi sebuah
pendesak dengan tekanan kira-kira 35-100 Mpa, sementara cetakan
ditahan agar tetap tertutup oleh cetakan yang lain dengan ram
berkapasitas lebih tinggi
5. Kemampuan proses dan aspek-aspek perancangan
a. Ektrusi
Ektrusi terbatas untuk bentuk 2D, meskipun ketebalan dinding dapat
dibuat bervariasi dengan gerakan tepogram dari mandrel yang dibuat
mengerucut. Pasar untuk produk ektrusi cukup luas. Bentuk-bentuk
profil digunakan dalam aplikasi-aplikasi bangunan dan otomatif.
b. Pencetakan
Suhu pencetakan yang rendah pada plastik sangat memperpanjang
usia landasan bentuk yang terbuat dari baja dan memungkinkan
penggunaan cetakan aluminium untuk pengoperasian berjangka lebih
pendek.
Bentuk
Dimensi
Toleransi
Kehalusan permukaan
Garis belahan
Rusuk-rusuk
Sudut jalan bebas dan jari-jari penumpulan
Lubang-lubang
Sisipan

Pemrosesan Dalam Kondisi Menyurapai Karet


Perilaku viskoelastis termoplastik di ataas suhu Tg memungkinkan proses
lanjutan dari produk-produk jadi hasil pengecoran, ekstrusi, cetak injeksi atau
penggulungan.
1. Cetak tiup
Pada cetak tiup sebuah pipa hasil ekstrusi atau prabentuk yang dihasilkan
dari proses peleburan dimuaikan dengan memakai tekanan internal
a. Ekstrusi selaput tiup

Teknik ekstrusi selaput tiup digunakan untuk membuat selaput tipis


yang diorientasikan secara biaksial dengan cara memuaikan pipa
yang baru keluar ekstruder dengan udara
b. Pencetakan tiup ekstrusi
Metode ini memiliki produktivitas tertinggi, bahkan komponenkomponen yang sangat besar contohnya drum 2000 liter dapt dicetak
c. Pencetakan tiup injeksi
Proses ini sama dengan proses yang digunakan untuk tutup botol
kaca, kecuali parison dicetak injeksi lengkap
d. Pencetakan tiup dengan perentangan
Istilah ini digunakan untuk pemuaian parison secara simulatan dalam
arah arah aksial dan radial yang akan menghasilkan sebuah wadah
yang terorienasi secara biaksial.
2. Thermoforming
Thermoforming merupakan istilah yang digunakan untuk pembuatan
bentuk pelat termoplastik dalam kondisi menyerupai karet menjadi bentuk
bentuk terbuka tetapi sering kali berupa bentuk yang kompleks
3. Penarikan dinging
Istilah ini digunakan untuk penarikan dengan perentangan yang kontinu
pada filamen-filamen dan serat-serat
4. Pencetakan dengan landasan bentuk berpasangan
Istilah ini menggambarkan deformasi yang berlangsung pada suhu sedikit
diatas Tg dengan menggunakan teknik-teknik pengerjaan logam
5. Kemampuan proses dan aspek-aspek perancagan
Deformasi pada kondisi menyerupai karet merupakan imbangan dari
pengerjaan panas pada logam.
Plastik Bersel atau Plastik Busa
Senyawa-senyawa pengembang akan menciptakan rongga-rongga berisi gas,
yakni sel-sel di dalam polimer. Secara umum polimer yang sangat viskos akan
menutupi sel-sel sedangkan polimer yang kurang viskos akan mengakibatkan
porositas yang terbuka (saling berhubungan)

Pemrosesan Elastomer
Sifat elastis karet memungkinkan pemrosesan fasa cair dengan pencelupan yang
disebut juga pengecoran celup, kebalikan dari pengecoran lumpur. Karet
vulkanisir mengalami ikatan silang karena panas sehingga pemrosesannya harus
dikontrol untuk menghindari terjadinya vulkanisasi prematur

Peralatan Pemrosesan Plastik


Peralatan pemrosesan plastik memiliki kesamaan fitur

dengan pemrosesan

logam meskipun demikian sensitivitas plastik yang lebih besar terhadap suhu,

laju geseran, dan waktu pendiaman menuntut pengendalian proses yang menjadi
semakin penting