Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN RECALL ALAT KESEHATAN

TIM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER

Jl. Letjend. Soeprapto no. 31 Telanaipura Jambi 36122


Telp. (0741) 61692 61694 63394 62364 Fax. (0741) 60014

PANDUAN RECALL ALAT KESEHATAN


RSUD RADEN MATTAHER
BAB I
PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang.
Tersedianya fasilitas sarana kesehatan yang aman, akurat dan handal
sangat diperlukan untuk mendukung pelayanan medik prima kepada pasien dan
pengunjung RSUD Raden Mattaher. Fasilitas tersebut meliputi sarana gedung,
prasarana dan peralatan kesehatan. Peralatan kesehatan merupakan salah satu
faktor yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pelayanan
kesehatan kepada pasien dan pengunjung Rumah Sakit. Pelayanan kesehatan
yang berkesinambungan perlu didukung dengan peralatan yang selalu dalam
kondisi siap dan layak pakai serta dapat difungsikan dengan baik.
Setiap alat kesehatan yang dipergunakan sarana pelayanan kesehatan
harus dilakukan perencanaan dan pengadaan agar tersedianya sesuai dengan
kebutuhan dan harus dilakukan pengujian dan pemeliharaan untuk menjamin
ketelitian dan ketepatan serta keamanan penggunaan alat kesehatan. Sehubungan
dengan permasalahan diatas, perlu disusun panduan peralatan kesehatan.

2.

Tujuan dan Sasaran.


a.

Tujuan Umum
Agar peralatan kesehatan tersedia sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan
dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya untuk memberikan jaminan
keamanan dan keselamatan pasien, keluarga, petugas dan pengunjung
Rumah Sakit.

b.

Tujuan Khusus
1

Agar pengelolaan peralatan kesehatan rumah sakit yang meliputi:


perencanan, pengadaan, uji coba peralatan kesehatan inventarisasi,
pemeliharan,

serta

terpenuhinya

tenaga

yang

berkualifikasi

untuk

melaksanakan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik sesuai


dengan peraturan yang berlaku.
c.

3.

Sasaran
1)

Peralatan kesehatan yang dipergunakan dalam pelayanan kesehatan

2)

Pengguna peralatan kesehatan

3)

Pemelihara peralatan kesehatan

4)

Pemasok peralatan kesehatan

Pengertian.
a. Peralatan

kesehatan

adalah

semua

peralatan

yang

berfungsi

untung

menunjang kegiatan medis


b. Perencanaan dan pengadaan peralatan kesehatan adalah tahapan dalam
proses pengadaan agar suatu peralatan kesehatan di Rumah Sakit sesuai
dengan permintaan dan kebutuhan
c. Uji coba peralatan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui
apakah peralatan kesehatan tersebut berfungsi sesuai spesifikasi yang ada
d. Inventarisasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui jumlah,
jenis, lokasi serta kondisi dari seluruh peralatan kesehatan yang ada di rumah
sakit
e. Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan
agar peralatan keehatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya
f. Tenaga berkualifikasi adalah personel yang mempunyai kualifikasi / keahlian
sesuai bidang tugasnya

BAB II
MANAJEMEN PERALATAN KESEHATAN

4.

Perencanaan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan.


a. Dalam kegiatan Perencanaan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan, Staf medis
fungsional mengajukan usulan kebutuhan pengadaan alat kesehatan.
b. Staf pelayanan medis (kepala instalasi, kepala perawatan, kepala pelayanan
medis) bersama staf medis fungsional yang mengusulkan melakukan analisa
kebutuhan alat kesehatan tersebut (kebutuhan / perkiraan jumlah pasien,
spesifikasi alat, evaluasi penggunaan alat sebelumnya).
c. Jika hasil analisa disimpulkan bahwa alat tersebut dibutuhkan maka kepala
instalasi / kepala pelayanan medis membuat permintaan alat kesehatan
menggunakan formulir permintaan alat kesehatan yang dibuat rangkap 2 (dua).
d. Jika terjadi kerusakan pada alat kesehatan yang sudah ada sebelumnya maka
analisa kerusakan alat dari teknisi alat kesehatan dilampirkan bersama formulir
permintaan alat kesehatan.
e. Formulir permintaan alat kesehatan diajukan ke Kasubid Penunjang Medis
untuk dianalisa ulang bersama teknisi alat kesehatan.

5.

Uji Coba Peralatan Kesehatan.


a. Setiap peralatan kesehatan jenis / tipe baru yang belum pernah digunakan
dalam ruang lingkup Rumah Sakit sebelumnya harus melalui uji coba dan
evaluasi terlebih dahulu dengan melibatkan staf medis dan staf keperawatan
sebagai end-user
b. Untuk alat kesehatan dengan spesifikasi baru yang belum pernah dimiliki
sebelumnya diupayakan untuk dilakukan uji coba penggunaan alat di lapangan
untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan antara pihak rekanan alat
dengan end-user.
c. Hasil uji coba berupa rekomendasi pengembalian alat, ditandatangani oleh staf
medis / SMF dan kepala instalasi yang dilampirkan bersama formulir
3

permintaan alat kesehatan untuk dilanjutkan oleh direksi guna mendapatkan


persetujuan.
6.

Inventarisasi Peralatan Kesehatan.


a. Kegiatan inventarisasi dilakukan secara berkala yang mencakup jenis, jumlah,
merk, type/model, serial number serta kondisi dari tiap tiap peralatan kesehatan
yang dimiliki Rumah Sakit
b. Data

hasil

inventarisasi

digunakan

sebagai

dasar

dalam

pembuatan

perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan / penarikan


peralatan kesehatan
c. Inventarisasi dilaksanakan oleh bagian Penunjang Medis
7.

Pemeliharaan Peralatan Kesehatan.


Pemeliharaan peralatan kesehatan adalah suatu upaya yang dilakukan agar
peralatan kesehatan selalu dalam kondisi layak pakai, dapat difungsikan dengan
baik dan menjamin usia pakai lebih lama.
Dalam pelaksanaan pemeliharaan peralatan kesehatan terdapat dua kriteria
pemeliharaan, yaitu:
a.

Pemeliharaan Terencana
Pemeliharaan terencana adalah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan
terhadap

alat

sesuai

dengan

jadwal

yang

telah

disusun.

Jadwal

pemeliharaan disusun dengan memperhatikan jenis peralatan, jumlah,


kualifikasi petugas sesuai dengan bidangnya dan pembiayaan yang
tersedia. Pemeliharaan terencana meliputi pemeliharaan preventif /
pencegahan dan pemeliharaan korektif / perbaikan.
b.

Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan preventif (pencegahan) adalah kegiatan pemeliharaan berupa
perawatan rutin yang dilakukan oleh operator dan kegiatan penyetelan,
pelumasan serta penggantian bahan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh
tekhnisi secara berkala. Yang bertujuan untuk memperkecil kemungkinan
terjadinya kerusakan.

Untuk jenis alat tertentu pemeliharaan preventif dapat dilakukan saat alat
sedang operasional melalui pemeriksaan dengan melihat, merasakan,
mendengarkan bekerjanya alat, baik tanpa maupun dengan menggunakan
alat ukur. Dan dapat pula dilakukan pelumasan dan penyetelan bagian
bagian alat tertentu yang memerlukan.
c.

Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan

korektif

adalah

kegiatan

pemeliharaan

yang

bersifat

perbaikan terhadap peralatan yang mengalami kerusakan dengan atau


tanpa penggantian suku cadang. Pemeliharaan ini dimaksudkan untuk
mengembalikan kondisi peralatan yang rusak ke kondisi layak pakai dan
siap operasional.
Tahap akhir dari pemeliharaan korektif adalah kalibrasi teknis yaitu
pengukuran kuantitatif keluaran dan pengukuran aspek keselamatan,
sedangkan kalibrasi yang bersifat teknis dan legalitas penggunaan alat
harus dilakukan oleh Institusi Penguji yang berwenang. Perbaikan korektif
dilakukan terhadap peralatan yang mengalami kerusakan dan dilakukan
secara terencana.
Overhaul adalah bagian dari pemeliharaan korektif, yaitu kegiatan perbaikan
terhadap peralatan dengan mengganti bagian bagian utama alat,
bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan kemempuan alat yang sudah
menurun karena usia dan penggunaan.
d.

Pemeliharaan Tidak Terencana


Pemeliharaan tidak terencana adalah kegiatan pemeliharaan yang bersifat
darurat berupa perbaikan terhadap kerusakan alat yang mendadak / tidak
terduga dan harus segera dilaksanakan mengingat alat sangat dibutuhkan
dalam pelayanan. Untuk dapat melaksanakan pemeliharaan yang tidak
terencana, perlu adanya tenaga yang selalu siap ( stand by ) dan fasilitas
pendukungnya. Frekuensi pemeliharaan tidak terencana dapat ditekan
serendah mungkin dengan cara meningkatkan kegiatan pemeliharaan
terencana.

e.

Aspek Pemeliharaan
Agar pemeliharaan kesehatan dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya,
maka unit kerja pemeliharaan peralatan Rumah Sakit, perlu dilengkapi
dengan aspek aspek pemeliharaan yang berkaitan dan memadai meliputi,
Sumber Daya Manusia yaitu tekhnis, fasilitas dan peralatan kerja, dokumen
pemeliharaan, suku cadang dan bahan pemeliharaan. Aspek aspek
pemeliharaan ini pada umunya memerlukan pembiayaan.

f.

Sumber Daya Manusia


SDM (Teknisi) merupakan unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan
pemeliharaan peralatan kesehatan. Kualifikasi teknis disesuaikan dengan
jenis dan teknologi peralatan kesehatan yang ditangani, sedangkan
jumlahnya berdasarkan kepada jumlah setiap jenis alat. Semuanya ini
merupakan beban kerja yang harus ditangani oleh teknisi.

g.

Fasilitas Kerja
Fasilitas kerja pemeliharaan guna menunjang terlaksananya pemeliharaan
peralatan kesehatan yang meliputi :
1) Ruangan tempat bekerja, terdiri dari workshop / bengkel, gudang dan
ruang administrasi.
2) Peralatan kerja, terdiri dari Toolset elektrik, toolset elektronik, toolset

mekanik, toolset gas dan berbagai macam alat ukur.


h.

Dokumen Pemeliharaan
Dokumen pemeliharaan terdiri dari dokumen teknis dan data atau laporan
hasil pemeliharaan.
Dokumen teknis peralatan yaitu dokumen yang menyertai peralatan pada
waktu pengadaanya, pada umunya meliputi : brosure, installation manual,
installation report, operating manual, service manual yang mencakup
schematic diagram, part list,

recommended

parts. Prosedur Tetap

Pengoperasian, Prosedur Tetap Pemeliharaan dan Sertifikat Kalibrasi juga


merupakan dokumen teknnis.

Data atau hasil pemeliharaan yaitu dokumen yang berisi data yang
berhubungan dengan kegiatan pemeliharaan peralatan, meliputi :

1)

Inventarisasi Peralatan
Inventarisasi peralatan ini berisi data yang berkaitan dengan aspek
teknis setiap type / model alat untuk nama dan merk alat yang sama,
mencakup nama alat, merk, model / type, nama perusahaan,
operating manual dan service manual.
Inventarisasi

peralatan

guna

kepentingan

pemeliharaan

alat

dilakukan oleh pengelola pemeliharaan dan ditinjau secara periodic,


setahun sekali dan setiap ada perubahan atau penambahan
peralatan baru.
2)

Kartu Pemeliharaan Alat


Kartu pemeliharaan adalah kartu yang dipasang / digantungkan pada
setiap alat, dengan maksud agar memudahkan kepada setiap
petugas terkait untuk mengetahui data mengenai suatu alat dan
penanganan apa saja yang telah dilakukan pada alat tersebut.

3)

Catatan Pemeliharaan Alat


Catatan pemeliharaan alat berupa lembaran kartu yang disimpan
pada urusan administrasi teknis peralatan di unit kerja pemeliharaan /
IPSRS, dengan maksud

agar memudahkan petugas administrasi

teknis dan teknisi untuk mengetahui

data alat dan penanganan

apa saja yang telah dilakukan alat tersebut.


4)

Daftar Keagenan Peralatan


Keberadaan

perusahaan

yang

mengageni

suatu

alat

sangat

diperlukan dalam rangka pemeliharaan peralatan kesehatan. Agen


peralatan bertanggung jawab terhadap penyediaan suku cadang
peralatan yang diageninya, sebagai realisasi dari jaminan purna jual
terhadap peralatan yang dijualnya.
7

Untuk peralatan tertentu yang tidak mampu dilaksanakan oleh teknisi


Rumah Sakit, secara teknis dan ekonomis pemeliharaannya lebih
baik dilaksanakan langsung oleh perusahaan yang mengageninya,
sejauh dapat diproses sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang
berlaku.
Daftar keagenan peralatan dapat memudahkan untuk mengetahui
nama perusahaan dan alamatnya yang menangani peralatan tertentu,
sehingga apabila alat mengalami suatu masalah, agen yang
bersangkutan dapat dengan mudah dimintakan bantuannya.
5)

Pelaporan dan Evaluasi


Setiap kegiatan pemeliharaan peralatan kesehatan dari mulai
perencanaan, pelaksanaan dan hasilnya harus dicatat atau didatakan
kemudian dilaporkan oleh dan kepada pejabat pemberi tugas sesuai
dengan penugasannya.
Formulir yang berkaitan dengan kegiatan dan pelaporan adalah :

6)

a)

Surat Penugasan Pemeliharaan Peralatan

b)

Bon Peminjaman Peralatan Kerja

c)

Bon Permintaan Barang

d)

Laporan Kerja Pemeliharaan Peralatan ( preventif )

e)

Laporan Kerja Pemeliharaan Peralatan ( korektif )

f)

Laporan Hasil Pemantauan Operasional Peralatan

Pelaksanaan Pemeliharaan
Berdasarkan berbagai aspek yang meliputi volume pekerjaan,
kemampuan teknisi, tingkat teknologi peralatan, fasilitas kerja dan
prosedur pembiayaan, maka pelaksanaan pemeliharaan peralatan
kesehatan di Rumah Sakit dapat dilakukan oleh teknisi Rumah Sakit
setempat dengan rujukan atau oleh pihak ke 3.
a)

Dilaksanakan oleh teknisi Rumah Sakit

Khususnya aspek pemeliharaan dapat dilakukan oleh Teknisi


Rumah Sakit setempat.
b)

Dilaksanakan oleh teknisi Rujukan


Apabila

teknisi

Rumah

Sakit

setempat

tidak

mampu

menanganinya.
c)

Dilaksanakan oleh pihak ke 3


Apabila pemeliharaan alat tertentu memerlukan suku cadang
atau keahlian khusus dan biaya yang besar melalui proses
sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

7)

Bahan Pemeliharaan dan Suku Cadang


Agar pemeliharaan peralatan dapat terlaksana dengan baik sesuai
jadwal, maka penyediaan kebutuhan bahan pemeliharaan dan suku
cadang perlu mendapat perhatian yang seksama, melalui suatu
perencanaan

yang

matang,

baik

aspek

teknis

maupun

pembiayaannya.
8.

Pengoperasian Peralatan Kesehatan


Beberapa tahapan kegiatan yang perlu diperhatikan dan dilakukan
dalam operasionalisasi peralatan kesehatan yaitu tahapan persiapan,
pelaksanaan pengoperasian dalam pelayanan dan penyimpanan
peralatan apabila telah selesai digunakan.
a)

Persiapan Pengoperasian
Berbagai aspek yang harus dipenuhi dan disiapkan agar
peralatan

siap

dioperasikan

adalah

peralatan

harus

dikondisikan dalam keadaan layak pakai lengkap dengan


aksesoris yang diperlukan, terpelihara dengan baik, sertifikasi
kalibrasi yang masih berlaku, ijin operasional yang masih
berlaku bagi peralatan yang memerlukan ijin. Prasarana yang
diperlukan oleh masing masing alat ( misal listrik, air, gas,
uap ) tersedia dengan kapasitas dan kualitas yang memenuhi
kebutuhan. Bahan operasional tersedia dan cukup sesuai
dengan kebutuhan pelayanan. Kemudian SDM siap, baik
9

dokter, operator maupun paramedic dan lain lain sesuai


dengan tindakan pelayanan yang dilaksanakan.
b)

Pelaksanaan Pengoperasian dalam Pelayanan


Pelaksanaan pengoperasian peralatan dalam pelayanan medic
kepada pasien, secara teknik agar mengikuti urutan yang baku
untuk setiap alat, mulai alat dihidupkan sampai alat dimatikan
setelah selesai melakukan suatu kegiatan pelayanan medic.

c)

Penyimpanan Peralatan

d)

Setelah peralatan selesai dipergunakan untuk pelayanan


medik kepada pasien, maka peralatan agar disimpan dalam
kondisi yang baik.

9.

Pemantauan Operasional Peralatan


Pemantauan operasional peralatan dimaksudkan untuk mengetahui
kondisi alat untuk melaksanakan pelayanan dan seberapa jauh beban
kerja setiap alat yang operasional.

Dalam pemantauan didatakan

kondisi alat dan beban kerjanya selama satu bulan atau periode
tertentu. Pemantauan dilakukan oleh tekhnisi secara periodik pada
selang waktu pemeliharaan preventif untuk setiap alat.
10.

Penarikan Peralatan Kesehatan


Peralatan kesehatan yang kondisinya rusak berat dan sudah tidak
dapat difungsikan lagi dan atau jika dilakukan perbaikan tidak efisien,
layak / fleksibel lagi maka terhadap peralatan kesehatan tersebut
untuk diajukan untuk dihapuskan

10

BAB III
PENUTUP
Demikian Buku Panduan Alat Kesehatan ini di buat, semoga dapat bermanfaat sebagai
panduan dan acuan dalam melaksanakan Alat Kesehatan di lingkungan RSUD Raden
Mattaher
Jambi, Januari 2015

11