Anda di halaman 1dari 3

PP

TEMA 1 PEMAHAMAN DAN KEBIJAKAN


Topik
Tujuan

Kegiatan belajar
Waktu
Acuan
Kegiatan
Belajar 1
Tujuan

Materi atau
ringkatan
belajar
Waktu
Perlengkapan

Proses/Usulan
langkah demi
langkah

Peran Pendamping
Peserta memahami dan menyadari sebagai bagian dari
pelaku penataan permukiman dan penanganan kumuh
Peserta paham tugas dan perannya dalam pendampingan
KOTAKU
Peserta paham out put yang menjadi target pendampingan
Kegiatan 1 : Diskusi Peran dan Fungsi
2 Jpl
MSAP Pendamping

Diskusi Peran Pendamping


Peserta memahami dan menyadari sebagai
bagian dari pelaku penataan permukiman
dan penanganan kumuh
Peserta paham tugas dan perannya dalam
pendampingan KOTAKU
Peserta paham out put yang menjadi target
pendampingan
Peserta diajak untuk diskusi dan refleksi
secara kritis arti bahwa kita merupakan
bagaian dari pelaku penataan permukiman
dan penataan kumuh
2 JPL (90 menit)
Kertas plano/flip
Kartu metaplan
Papan tulis dengan perlengkapannya
Cylotape kertas
LCD dengan perlengkapannya
1) Jelaskan kepada peserta bahwa kita
akan memulai dengan Modul peran dan
Fungsi dan uraikan tujuan dari modul ini,
yaitu
:
Peserta
memahami
dan
menyadari sebagai bagian dari pelaku
penataan permukiman dan penanganan
kumuh
2) Ingatkan kembali kepada peserta bahwa
tujuan dari Program KOTAKU adalah
meningkatkan
akses
terhadap
infrastruktur dan pelayanan dasar di

PP
permukiman kumuh perkotaan untuk
mendukung terwujudnya permukiman
perkotaan yang layak huni, produktif dan
berkelanjutan.
3) Lakukan diskusi kelas, mengapa peserta
bergabung menjadi pendamping di
KOTAKU?
Perubahan
apa
yang
diharapkan? Bagaimana agar dapat
mengawal perubahan tersebut?
4) Jelaskan kepada peserta, berangkat dari
menggagas arah perubahan yang ingin
di capai di masyarakat, maka perlu
didiskusikan peran dan Fungsi Tim
Percepatan agar perubahan tersebut
dapat terjadi dengan baik. Lakukan
curah pendapat mengenai :
a. Peran apa yang harus dilakukan Tim
Percepatan agar perubahan tersebut
terjadi?
b. Apa saja hasil yang harus dicapai agar
penanganan kumuh dapat menjadi 0
ha kawasan kumuh?
c. Bagaimana pola relasi dengan Korkot,
OSP dan Pemda?

2) Catatlah pendapat peserta dalam kertas


plano
3) Berilah penjelasan mengenai tugas
pokok Tim Percepatan dan target yang
harus di capai di akhir pendampingan
Tim Percepatan dengan menggunakan
media bantu yang disediakan
4) Berilah kesempatan kepada peserta
untuk bertanya
5) Simpulkan bersama hasilnya.
Dalam menggagas arah perubahan, dituntut tidak hanya masyarak
pemerintah daerah dan kelompok peduli yang berubah, namun pendampingp
harus ikut berubah. Dalam program KOTAKU
diperhatikan bagi pendamping dalam mendampingi masyarakat, diantaranya

Pemda harus dilibatkan sebagai pelaku utama dalam proses pengambi


keputusan saat perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evalu
penataan kembali lingkungan permukiman.
Mendudukan peran pemerintah sebagai

PP

Melibatkan sebanyak-banyaknya partisipasi warga dalam setiap kegiatan


Memprioritaskan penanganan kumuh untuk mencapai target 0 ha kawas
kumuh tahun 2019

Selain itu dalam intervensi sosial, Tim Percepatan


hal, diantaranya :
Legitimasi moral
Pengorbanan
Penyesuaian diri
Pengumpulan informasi
Meredam oposisi
Delegitimasi

Disamping itu harus bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjak


pertanggungjawaban tersebut meliputi beberapa aspek :

Pertama adalah tanggung jawab pribadi


untuk tindakannya. Ada anggapan yang luas, yang diakui dalam pernyata
Deklarasi Universal tentang Hak Hak Asasi Manusia, bahwa individu, tan
memperhatikan status dan profesinya, beranggungjawab secara moral a
perilakunya. Jadi Tim Percepatan tidak berhak untuk membunuh, meni
membohongi, mencuri atau melanggar kode-kode moral yang diakui dal
melaksanakan suatu intervensi.

Bentuk pertanggungjawaban kedua dan ketiga ialah tanggung jaw


hukum dan profesi. Tim Percepatan bertanggungjawab terhadap komuni
dan pemda atas kerugian yang terjadi. Komunitas mempunyai hak unt
mengajukan para professional ini ke pengadilan jika mereka yakin bahwa :
Secara professional mereka telah lalai atau tidak etis dalam menjalank
tugasnya Oleh karena itu mereka dirugikan, dan
Pendekatan alternative untuk mengganti kerugian komunitas
tidak memberikan hasil yang memuaskan.
untuk mengganti kerugian komunitas
yang memuaskan.