Anda di halaman 1dari 38

na

ta

://

ht
tp

s.
g

bp

b.

ka

um
bu

hb

o.
id
/

STATISTIK DAERAH

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

KABUPATEN TANAH BUMBU


TAHUN 2016

BADAN PUSAT STATISTIK


KABUPATEN TANAH BUMBU

: 1101002.63.10

Ukuran Buku

: 17,6 x 25,0 cm

/
.id
.g
o

b.
b

Katalog BPS

ka

: 6310.1503

um
bu

No. Publikasi

ps

STATISTIK DAERAH
KABUPATEN TANAH BUMBU
2016

Jumlah Halaman : v + 42 halaman

na

hb

Naskah
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

://
ta

Penyunting
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

ht
tp

Gambar Kulit dan Tata Letak


Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Diterbitkan Oleh
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Bumbu

BOLEH DIKUTIP DENGAN MENYEBUTKAN SUMBERNYA

/
.id
.g
o

b.
b

ps

KATA PENGANTAR

um
bu

ka

Pembangunan daerah beserta hasil-hasilnya


selalu dinamis. Dalam rangka mencatat
dan menganalisis secara sederhana hasil-hasil
pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu, BPS
Kabupaten Tanah Bumbu kembali menerbitkan publikasi
Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016.

na

hb

Publikasi ini merupakan kelanjutan dari publikasi tahun-tahun


sebelumnya, yang berisi berbagai data dan informasi terpilih tentang
kondisi dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Materi yang disajikan berupa deskripsi dan analisis dengan bahasa yang
efektif agar mudah dipahami oleh pengguna data.

ht
tp

://
ta

Akhirnya, kritik dan saran sangat diperlukan bagi pengembangan


publikasi ini ke depannya. Semoga publikasi ini bermanfaat bagi semua
pihak.

Batulicin, September 2016


Kepala Badan Pusat Statistik
Kabupaten Tanah Bumbu

Badrud Zaman, S.H


NIP. 19600421 198203 1 003

4. Ketenagakerjaan
5. Pendidikan
6. Kesehatan
7. Perumahan
8. Pembangunan Manusia

ka

9. Pertanian

um
bu

10. Pertambangan dan Energi


11. Industri Pengolahan
12. Konstruksi

hb

13. Hotel dan Pariwisata

na

14. Transportasi dan Komunikasi

://
ta

15. Perbankan dan Investasi


16. Harga-harga

ht
tp

17. Pengeluaran Rumah Tangga


18. Perdagangan
19. Pendapatan Regional
20. Perbandingan Regional
21. Keuangan Daerah

LAMPIRAN

3. Penduduk

DAFTAR ISI.id

2. Pemerintahan

.g
o

1. Geografi dan Iklim

ps

DAFTAR ISI

i
ii
1
2
3
5
6
8
10
11
12
13
14
15
16
18
20
21
22
23
24
26
28
29

b.
b

KATA PENGANTAR

HARI HUJAN DAN CURAH HUJAN

Sepanjang tahun 2015 jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada


bulan Januari dan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret.

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

GEOGRAFI DAN IKLIM

Sumber : Stasiun Meteorologi Stagen, BPN

ht
tp

://
ta

na

hb

Kabupaten Tanah Bumbu secara


geografis berada di pesisir tenggara pulau
Kalimantan, terletak di antara : 2052 3047
LS dan 115015 116004 BT. Kabupaten
Tanah Bumbu diapit oleh pegunungan
Meratus yang juga termasuk dalam wilayah
Kabupaten Banjar dan Tanah Laut di sebelah
barat dan Laut Jawa di sebelah Selatan.
Sementara di sebelah Utara dan Timur
berbatasan dengan Kabupaten Kotabaru.
Luas wilayah sebesar 5.066,96 km2
atau 13,50 persen dari total luas Provinsi
Kalimantan Selatan. Kecamatan Kusan
Hulu merupakan kecamatan terluas dengan
luas mencapai 31,76 persen dari luas
keseluruhan Kabupaten Tanah Bumbu,
sedangkan Kecamatan Kuranji memiliki
luas wilayah terkecil dengan luas hanya
110,42 Km2 atau hanya 2,18 persen
dari wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Kabupaten Tanah Bumbu dialiri sebanyak

11 sungai di mana sungai terpanjang adalah


sungai Kusan dengan panjang 181.898
meter yang mengalir dari hulu sungai di
Kecamatan Kusan Hulu dan bermuara pada
Laut Jawa di Kecamatan Kusan Hilir. Secara
geomoforlogi wilayah Kabupaten Tanah
Bumbu dominan berada pada ketinggian
25-100 meter dpl, meliputi sekitar 41,18
persen dari keseluruhan wilayah.
Sepanjang Tahun 2015 menurut
hasil pantauan Stasiun Meteorologi Stagen
suhu tertinggi tercatat terjadi pada bulan
Mei dan terendah pada bulan Oktober.
Kelembaban maksimal ada pada bulan
Mei, Juni, Oktober dan minimal pada bulan
September. Sedangkan curah hujan tertinggi
pada bulan Maret dan curah hujan terendah
terjadi pada bulan September. Bulan Januari
tercatat mempunyai sebagai bulan dengan
hari hujan terbanyak sedangkan September
tidak ada hari hujan sama sekali.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

JUMLAH DESA/KELURAHAN

Jumlah desa/kelurahan terbanyak ada di Kecamatan Kusan Hilir


dengan 34 desa dan 1 kelurahan.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Kabupaten Tanah Bumbu berdiri


pada tahun 2003 setelah membentuk
kabupaten sendiri terpisah dari Kabupaten
Kotabaru. Lebih dari 12 tahun yang lalu sejak
menjadi daerah otonom sendiri, Kabupaten
Tanah Bumbu telah melewati berbagai
dinamika pembangunan, termasuk pula
dinamika struktur organisasi, tata kelola
dan administrasi pemerintahan. Salah satu
perkembangan cukup pesat adalah jumlah
desa/kelurahan.
Saat ini Kabupaten Tanah Bumbu
memiliki 144 desa dan 5 kelurahan, sudah
mengalami peningkatan dibandingkan pada
awal mula berdiri yang hanya terdiri dari 116
desa dan 1 kelurahan. Kecamatan Kusan
Hilir memiliki 34 desa dan 1 kelurahan dan
menjadi kecamatan dengan jumlah desa/
kelurahan terbanyak, sedangkan Kecamatan
Kuranji hanya memiliki 7 desa atau yang
paling sedikit. Adapun lima kelurahan yang
ada yaitu Kelurahan Pagatan di Kecamatan
Kusan Hilir, Kelurahan Batulicin dan Gunung
Tinggi di kecamatan Batulicin, serta kelurahan
Kampung Baru dan Tungkaran Pangeran di
Kecamatan Simpang Empat.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Tanah Bumbu Tahun 2015 merupakan
hasil Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014
untuk periode 2014-2019. Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
Tanah Bumbu berjumlah 35 orang yang
berasal dari 10 partai. Jika dilihat dari jenis
kelamin DPRD Tanah Bumbu terdiri dari
32 orang laki-laki dan hanya ada 3 orang
perempuan atau hanya sebesar 8,6 persen.
PDIP mempunyai anggota terbanyak dengan
10 orang dan menguasai 28,75 persen kursi
dewan, sedangkan partai yang memiliki kursi
paling sedikit adalah Partai Demokrat dan
PKS masing-masing dengan 1 orang anggota.

PEMERINTAHAN

Sumber : Sekretariat DPRD, Pemda Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

PERSEBARAN PENDUDUK
Penduduk di Kabupaten Tanah Bumbu sebagian besar tinggal
di Kecamatan Simpang Empat dan Satui.

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

PENDUDUK

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

ht
tp

://
ta

na

hb

Hasil Sensus Penduduk Tahun


2010 mencatat jumlah penduduk yang
tinggal di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu
sebesar 269.581 orang. Berdasarkan hasil
proyeksi penduduk tahun 2015 penduduk
Kabupaten Tanah Bumbu sudah mencapai
325.115 orang. Artinya pertumbuhan
penduduk di Kabupaten Tanah Bumbu
cukup pesat dibandingkan daerah lainnya di
Kalimantan Selatan. Apabila dibandingkan
dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan
Selatan, tahun 2010 Kabupaten Tanah
Bumbu mempunyai penduduk terbanyak
ke-enam. Tahun 2015 Kabupaten Tanah
Bumbu sudah mempunyai jumlah penduduk
terbanyak ketiga setelah Kota Banjarmasin
dan Kabupaten Banjar.
Luas wilayah Kabupaten Tanah
Bumbu adalah yang terluas kedua setelah
Kabupaten Kotabaru jika dibandingkan
dengan kabupeten/kota lain di Kalimantan

Selatan. Dengan wilayah yang cukup luas


ini kepadatan penduduk Kabupaten Tanah
Bumbu hanya sekitar 64,16 jiwa/km2
dan masih belum menyebar merata ke
seluruh kecamatan yang ada. Penduduk
lebih banyak terkonsentrasi di wilayah
Kecamatan Satui, Simpang Empat dan
Kusan Hilir yang memang menjadi pusat
perekonomian di wilayah Kabupaten Tanah
Bumbu. Sedangkan penduduk paling sedikit
ada di Kecamatan Kuranji yang memang
luas wilayahnya paling kecil.
Struktur penduduk Tanah Bumbu
jika dilihat dari piramida penduduk dapat
dikategorikan sebagai struktur penduduk
muda. Dicirikan dengan jumlah penduduk
pada kelompok usia muda yang cukup
tinggi dibandingkan dengan penduduk
usia tua. Hal ini sejalan dengan tingginya
pertumbuhan penduduk, yang merupakan
salah satu ciri struktur penduduk muda.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK

Rata-rata laju pertumbuhan penduduk setiap tahun sepanjang


2010-2016 adalah sebesar 3,82 persen per tahun.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Pertumbuhan penduduk Tanah Bumbu


terus mengalami penurunan dari tahun 2011.
Tahun 2015 pertumbuhan penduduk Tanah
Bumbu adalah 2,04 persen, jauh menurun
dibandingkan pertumbuhan tahun 2011 yang
mencapai 4,75 persen. Jika dilihat dalam
rentang waktu 2010-2016 laju pertumbuhan
penduduk
Kabupaten
Tanah
Bumbu
mencapai 3,82 persen per tahun.
Struktur penduduk Tanah Bumbu jika
dilihat dari komposisi usia produktifnya sekitar
66,18 persen adalah penduduk usia produktif
(15-64 tahun). Sementara penduduk usia
0-14 tahun 30,66 persen dan penduduk usia
tua (lebih dari 64 tahun) sebesar 3,16 persen.
Penduduk usia produktif laki-laki lebih tinggi
dibanding perempuan yaitu 66,8 persen
berbanding 65,5 persen. Penduduk usia tua
laki-laki 3,15 persen dan perempuan 3,16
persen sementara penduduk usia muda lakilaki 30,0 persen dan perempuan mencapai
31,3 persen.
Dari struktur di atas diperoleh Rasio
Ketergantungan (Dependency Ratio) pada
tahun 2015 sebesar 51,1. Artinya bahwa
setiap 51 orang penduduk belum/tidak
produktif ditanggung oleh 100 orang usia
produktif, atau bisa dikatakan setiap orang
usia tidak produktif ditanggung oleh 2 orang
usia produktif. Jika dilihat lebih lanjut Rasio
Ketergantungan Penduduk Usia Muda/
Young Dependency Ratio (YDR) sebesar 46,3
sementara Rasio Ketergantungan Penduduk
Usia Tua/ Old Dependency Ratio (ODR)
sebesar 4,8.
Secara umum jumlah penduduk lakilaki lebih banyak dari perempuan. Sex Ratio
penduduk Kabupaten Tanah Bumbu tahun
2015 adalah 108,7, artinya ada sekitar 109
orang penduduk laki-laki di setiap 100 orang
penduduk perempuan.

PENDUDUK

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

ANGKATAN KERJA

Sekitar 67,08 persen penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten


Tanah Bumbu merupakan angkatan kerja

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

KETENAGAKERJAAN

Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional 2015

ht
tp

://
ta

na

hb

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional


(Sakernas) Agustus 2015 menunjukkan
ada sekitar 226 ribu penduduk usia 15
tahun ke atas di Kabupaten Tanah Bumbu.
Diperkirakan sekitar 67 persen dari jumlah
tersebut merupakan penduduk angkatan
kerja, sementara sisanya adalah penduduk
bukan angkatan kerja. Dari jumlah di
atas dapat diketahui Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Tanah
Bumbu kondisi Agustus 2015 adalah
sebesar 67,08. TPAK adalah perbandingan
jumlah angkatan kerja dengan penduduk
usia kerja (15 tahun ke atas). Semakin tinggi
TPAK berarti semakin tinggi keterlibatan
penduduk usia 15 tahun ke atas dalam
pasar kerja.
Dari jumlah angkatan kerja di atas,
91,56 persen diantaranya adalah penduduk
bekerja. Angka ini dikenal dengan Tingkat
Kesempatan Kerja (TKK) yang artinya

perbandingan jumlah penduduk yang sudah


bekerja dengan penduduk angkatan kerja.
Sementara ada sekitar 8,44 persen
yang masih mencari pekerjaan atau sedang
mempersiapkan usaha yang dikenal
sebagai penduduk pengangguran. Dari data
ini diperoleh angka Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) kondisi Agustus 2015 adalah
sebesar 8,44. TPT Kabupaten Tanah Bumbu
terus mengalami fluktuasi jika dilihat sejak
2007, tinggi di tahun 2007 kemudian
sempat menurun cukup drastis di tahun
2014 dan kembali naik lagi di tahun 2015.
Sebagian besar penduduk bekerja
pada sektor pertanian
dan sektor
perdagangan baru diikuti sektor yang lain.
Sebanyak 58,5 persen penduduk bekerja
pada kedua sektor tersebut. Dalam tiga
tahun terakhir terjadi perubahan yang
saling berkebalikan diantara kedua sektor
tersebut.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

IJAZAH TERAKHIR PENDUDUK

Hanya 5,61 persen penduduk usia 25 tahun ke atas di Kabupaten


Tanah Bumbu yang memiliki ijazah terakhir perguruan tinggi.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Salah satu visi pemerintah Kabupaten


Tanah
Bumbu
adalah
masyarakat
berintelektual tinggi. Oleh karena itu sektor
pendidikan mutlak harus diperhatikan dan
ditingkatkan semaksimal mungkin. Salah satu
cara untuk mengukur tingkat keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan adalah dengan
angka Rata-rata Lama Sekolah/Mean Years
School (MYS) dan angka Harapan Lama
Sekolah/Estimated Years School (EYS). Kedua
angka tersebut terus mengalami peningkatan
sejak tahun 2010. Angka MYS meningkat
dari 6,69 di tahun 2010 menjadi 7,88 di
tahun 2015. Artinya di tahun 2015 ini ratarata penduduk usia 25 tahun ke atas hanya
bersekolah sampai kelas 2 SMP. Sementara
angka angka EYS meningkat dari 10,37 di
tahun 2010 menjadi 11,42 di tahun 2015.
Pada tahun 2015 penduduk usia 10
tahun ke atas yang tidak atau belum pernah
sekolah masih ada sekitar 3,56 persen.
Penduduk laki-laki usia 10 tahun ke atas
yang tidak atau belum pernah sekolah ada
1,99 persen berbanding 5,30 persen untuk
perempuan. Penduduk usia 10 tahun ke atas
yang memiliki ijazah terakhir SD/sederajat ada
sekitar 28,14 persen. Jika dilihat penduduk
umur 25 tahun ke atas, maka hanya ada
5,61 persen yang memiliki ijazah terakhir
perguruan tinggi. Jika dilihat menurut wilayah
ada 7,6 persen untuk wilayah perkotaan dan
3,99 persen untuk wilayah perdesaan.
Dilihat dari penjelasan di atas
penduduk usia 25 tahun ke atas yang
memiliki ijazah perguruan tinggi masih sangat
sedikit. Diharapkan minat lulusan SMA/
sederajat untuk melanjutkan ke perguruan
tinggi semakin besar mengingat semangat
Kabupaten Tanah Bumbu untuk menjadi
daerah industri dan pariwisata memerlukan
tenaga kerja yang berketerampilan tinggi.

PENDIDIKAN

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH

Angka Partisipasi Sekolah (APS) kelompok umur 16-18 (SMA) tahun


2015 baru mencapai 65,01.

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015

hampir semua anak usia 7-12 tahun masih


bersekolah. Jika dilihat dari jenis kelamin
APS anak perempuan lebih tinggi dari APS
laki-laki. APS kelompok umur 13-15 (SMP)
masih cukup terjaga di angka 95,97 artinya
sebagian besar penduduk kelompok umur
ini masih melanjutkan ke SMP. Sedangkan
APS kelompok umur 16-18 (SMA) menurun
drastis jika dibandingkan angka APS tingkat
SMP menjadi hanya sekitar 65,01, angka
yang masih sangat rendah.
Rendahnya angka APS SMA lebih
banyak berkaitan dengan persoalan ekonomi
seperti mahalnya biaya pendidikan pada
tingkat SMA/SMK maupun keterbatasan
ekonomi keluarga yang menuntut peran
penduduk pada kelompok usia tersebut
untuk berpartisipasi dalam membantu
ekonomi keluarga. Selain itu persoalan
kesulitan transportasi menuju sekolah
karena terpusatnya infrastruktur pendidikan
terutama pada tingkat menengah di pusat
kecamatan atau daerah perkotaan juga
masih menjadi salah satu sebab rendahnya
APS pada kelompok umur ini.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

Angka partisipasi sekolah (APS)


merupakan ukuran daya serap sistem
pendidikan terhadap penduduk usia sekolah
yang dihitung dari rasio antara jumlah
penduduk pada kelompok usia tertentu
yang bersekolah pada berbagai tingkatan
dengan jumlah penduduk pada kelompok
usia yang sesuai. Indikator ini berguna
untuk mengetahui seberapa besar akses
penduduk usia sekolah terhadap institusi
pendidikan yang tersedia. Semakin tinggi
nilai APS maka secara kasar mencerminkan
semakin besar pula penduduk usia sekolah
yang mendapat kesempatan bersekolah.
Selain APS, partisipasi sekolah juga bisa
dihitung menggunakan Angka Partisipasi
Kasar (APK) dan Angka Pertisipasi Murni
(APM).
Dari tabel di atas terlihat bahwa
semakin tinggi jenjang pendidikan semakin
kecil angka partisipasinya. Semakin tinggi
jenjang pendidikannya semakin sedikit
penduduk yang melanjutkan bersekolah.
Indikator APS misalnya pada kelompok
umur 7-12 (SD) mencapai 99,72, artinya

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

PENDIDIKAN

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

ANGKA HARAPAN HIDUP

Angka Harapan Hidup (AHH) Tahun 2015 sebesar 69,19 tahun,


mengalami peningkatan terbesar dibanding 4 tahun sebelumnya.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Keberhasilan pembangunan bidang


kesehatan salah satunya bisa diukur dengan
indikator Angka Harapan Hidup. Meningkatnya
derajat kesehatan penduduk akan ditandai
dengan semakin bertambahnya usia harapan
hidup penduduk pada saat lahir. Pada tahun
2015 Angka Harapan Hidup penduduk Tanah
Bumbu adalah sebesar 69,19 tahun. Bisa
diartikan rata-rata usia yang akan dijalani
seorang bayi yang dilahirkan hidup pada
tahun 2015 hingga akhir hayatnya adalah
69,19 tahun.
Angka harapan hidup penduduk Tanah
Bumbu terus mengalami peningkatan sejak
tahun 2010. Pada tahun 2010 angka harapan
hidup penduduk Tanah Bumbu adalah 68,55,
tahun 2015 ini sudah mencapai 69,19. Jika
diperhatikan lagi tahun 2015 Angka Harapan
Hidup penduduk Tanah Bumbu mengalami
peningkatan yang paling besar dibanding
peningkatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu hal penting lainnya yang
menjadi isu penting dalam kesehatan
masyarakat adalah kebiasaan merokok
terutama penduduk laki-laki karena hampir
semua perokok adalah penduduk laki-laki.
Meskipun merokok memiliki dampak buruk
terhadap kesehatan, dari hasil Susenas Maret
2015 57,05 persen penduduk laki-laki usia 5
tahun ke atas memiliki kebiasaan merokok
setiap hari dan 2,82 persen merokok tapi
tidak setiap hari. Mereka yang memiliki
kebiasaan merokok setiap hari tersebut ratarata menghabiskan 108 batang rokok setiap
minggunya, atau sekitar 15 batang per hari.
Menurut WHO setiap tahunnya ada
sekitar 6 juta orang meninggal di seluruh
dunia akibat rokok. Selain itu hampir 80
persen perokok aktif di dunia ini hidup di
negara dengan pendapatan menengah ke
bawah, termasuk Indonesia.

KESEHATAN

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

KESADARAN BEROBAT JALAN

Sebesar 31,06 persen penduduk Tanah Bumbu yang mengalami


keluhan kesehatan 2015 berobat jalan ke fasilitas kesehatan.

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

KESEHATAN

ht
tp

://
ta

na

hb

Pembangunan di bidang kesehatan


dilakukan dengan terus meningkatkan
sarana dan fasilitas kesehatan agar lebih
merata di seluruh wilayah Tanah Bumbu.
Selain itu tenaga kesehatan juga terus
ditingkatkan untuk mengimbangi jumlah
penduduk yang terus bertambah setiap
tahunnya. Hal ini untuk mewujudkan layanan
kesehatan masyarakat yang berkualitas,
merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan
masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain peningkatan sarana dan
fasilitas, kesadaran masyarakat akan
pentingnya kesehatan juga tidak kalah
penting untuk diperhatikan. Hasil Susenas
Maret 2015 mencatat baru sekitar 31,06
persen penduduk mengalami keluhan
kesehatan yang berobat jalan ke fasilitas
kesehatan. Sisanya memilih untuk tidak
berobat jalan dengan alasan sebagian besar
karena mengobati sendiri (82,83 persen)

atau merasa tidak perlu (15,53 persen)


dan sisanya karena alasan yang lainnya.
Meskipun sekitar 44,8 persen penduduk
yang mengalami keluhan kesehatan merasa
terganggu kegiatan sehari-harinya, sebagian
besar memilih untuk tidak berobat jalan ke
fasilitas kesehatan.
Penduduk yang berobat jalan sekitar
34,24 persen berobat jalan ke puskesmas/
puskesmas pembantu dan ada 22,72
persen yang berobat ke praktek dokter/
bidan. Sementara penduduk memiliki
keluhan kesehatan yang berobat jalan ke
RS Pemerintah ada sekitar 12,05 persen.
Kebijakan pemerintah Kabupaten Tanah
Bumbu yang menggratiskan biaya berobat
dengan menggunakan KTP bagi yang belum
memiliki jaminan kesehatan diharapkan
dapat meningkatkan akses masyarakat
terhadap fasilitas kesehatan yang disediakan
oleh pemerintah.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

TEMPAT TINGGAL PENDUDUK

Sebagian besar tempat tinggal penduduk Bumbu menggunakan


kayu sebagai bahan bangunan lantai dan dindingnya

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Undang-undang Nomor 1 Tahun


2011 Tentang Perumahan dan Kawasan
Permukiman menyatakan bahwa rumah
adalah bangunan gedung yang berfungsi
sebagai tempat tinggal yang layak huni,
sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat
dan martabat penghuninya, serta sebagai
bagian dari permukiman baik di perkotaan
maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan
prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai
hasil upaya pemenuhan rumah yang layak
huni.
Dilihat dari kepemilikan tempat tinggal
penduduk sekitar 76,7 persen adalah rumah
milik sendiri, sementara ada sekitar 14,9
persen yang menyewa atau mengontrak
rumah. Jika dilihat menurut wilayah, penduduk
yang mengontrak atau menyewa rumah
di perkotaan lebih banyak dibandingkan
di perdesaan. Ada sekitar 28,6 persen
penduduk perkotaan yang menempati rumah
sewa/kotrak berbanding hanya 3,1 persen di
wilayah perdesaan. Hal ini mengingat banyak
penduduk wilayah perkotaan yang merupakan
pendatang baik itu dari desa maupun dari
wilayah lain di luar Kabupaten Tanah Bumbu.
Rumah di Kabupaten Tanah Bumbu
pada umumnya berbentuk panggung karena
keadaan geografis Kalimantan Selatan yang
sebagian besar rawa sehingga penggunaan
bahan material untuk lantai, atap, dan
dinding juga menyesuaikan dengan kondisi
lingkungan. Bahan bangunan dari kayu
merupakan pilihan paling diminati oleh
penduduk karena paling cocok dengan
kondisi lingkungan tempat tinggal. Sekitar
67,5 persen rumah tangga di Kabupaten
Tanah Bumbu menempati rumah berdinding
kayu dan 60,3 persen berlantai berlantai
kayu. Sementara dilihat dari atap sebagian
besar menggunakan bahan seng dan asbes.

PERUMAHAN

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015

10

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA


Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015
sebesar 67,58.

.id
.g
o
ps
b.
b

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

Pembangunan
manusia
selalu
menjadi salah satu isu utama dalam proses
pembangunan sosial ekonomi baik di level
nasional maupun regional. Pemerintah dalam
hal ini pemerintah pusat maupun daerah
gencar melaksanakan program sebagai
upaya untuk mengangkat kondisi sosial
ekonomi masyarakat. Kelompok masyarakat
berpendapatan rendah menjadi sasaran
utama terutama di bidang kesehatan dan
pendidikan. Program BOS dan bantuan
sosial seperti KIP, KIS maupun program
pemda seperti KASPIN, Jamkesda diterbitkan
sebagai wujud nyata upaya pemerintah dalam
kegiatan pembangunan manusia.
Hasil pembangunan manusia dapat
dilihat menggunakan konsep IPM (Indeks
Pembangunan Manusia). IPM mengukur
capaian pembangunan manusia berbasis
sejumlah komponen dasar kualitas hidup.
IPM dibangun melalui pendekatan tiga
dimensi dasar yaitu umur panjang dan
sehat, pengetahuan dan kehidupan yang
layak. Untuk mengukur dimensi kesehatan,
digunakan angka harapan hidup waktu
lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi
pengetahuan digunakan gabungan indikator
angka harapan sekolah dan rata-rata lama
sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi
hidup layak digunakan indikator kemampuan
daya beli masyarakat terhadap sejumlah
kebutuhan pokok (BPS, 2014).
Pada tahun 2015 IPM Tanah Bumbu
berada pada angka 67,58 dan menempati
peringkat ke lima dibandingkan kabupaten/
kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan.
Jika dilihat perkembangan setiap tahunnya,
sejak tahun 2011 IPM Tanah Bumbu terus
mengalami kenaikan. Tahun 2011 IPM Tanah
Bumbu sebesar 65,59 sementara tahun
2015 sudah mencapai 67,58.

PEMBANGUNAN MANUSIA

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

11

KOMODITI UNGGULAN PERTANIAN

Tanaman kelapa sawit dan karet merupakan komoditi ungggulan


hasil perkebunan di Kabupaten Tanah Bumbu.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan


kabupaten dengan luas wilayah terbesar kedua
di Kalimantan Selatan serta memiliki garis
pantai yang cukup panjang. Sektor pertanian
di Tanah Bumbu diharapkan semakin
berkembang menyusul masih lesunya kondisi
sektor pertambangan batu bara yang selama
ini menjadi andalan perekonomian Kabupaten
Tanah Bumbu. Potensi pertanian harus terus
dikembangkan agar menghasilkan manfaat
sebesar-besarnya bagi penduduk Kabupaten
Tanah Bumbu. Tidak hanya peningkatan luas
lahan yang digunakan untuk pertanian, tetapi
produktivitas juga harus ditingkatkan dengan
pengadopsian teknologi pertanian terkini.
Perkebunan kelapa sawit dan karet
menjadi unggulan di sektor pertanian saat
ini dan menjadi komoditi yang paling besar
produksinya. Selain dari perkebunan milik
perusahaan, perkebunan yang diusahakan
oleh rakyat juga hampir sama besarnya
menyumbang produksi perkebunan di Tanah
Bumbu. Tahun 2015 tercatat produksi kelapa
sawit mencapai 1.306.000 ton TBS (tandan
buah segar) sementara produksi getah karet
mencapai 16.500 ton. Dengan semakin
menurunnya sektor pertambangan, beberapa
perusahaan mengalihkan usahanya ke sektor
perkebunan ini.
Tanaman kelapa sawit perkebunan
rakyat tersebar hampir di seluruh wilayah
kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Satui menjadi kecamatan dengan luas lahan
perkebunan karet rakyat terbesar dengan
luas sekitar 8.996 hektar, diikuti kecamatan
Sungai Loban (5.925 hektar), Kusan Hulu
(4.787 hektar), Angsana (4.548 hektar)
dan Kuranji (4472 hektar). Sementara di
Kecamatan Simpang Empat, Kusan Hilir dan
Batulicin luas perkebunan kelapa sawit rakyat
tidak terlalu besar.

PERTANIAN

Sumber : Dinas Kehutanan dan


Perkebunan Kab. Tanah Bumbu

12

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

PRODUKSI BATUBARA

10

Pertambangan batu bara masih memberi kontribusi terbesar bagi


perekonomian meskipun mengalami penurunan produksi.

.id
.g
o
ps
b.
b

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

Sektor pertambangan merupakan


penunjang utama perekonomian Kabupaten
Tanah Bumbu. Kabupaten ini telah lama
dikenal sebagai daerah penghasil batubara
di Provinsi Kalimantan Selatan. Tahun 2015
sektor ini menyumbang sekitar 40 persen
PDRB Tanah Bumbu. Namun dalam beberapa
tahun terakhir sektor ini terus mengalami
penurunan seiring dengan semakin lesunya
komoditas batu bara di pasar gobal.
Krisis finansial global mempengaruhi
permintaan akan batu bara dari wilayah ini
dan mengakibatkan harga batu bara turun
drastis. Menurunnya permintaan dari negara
tujuan utama ekspor seperti China dan India
membuat kinerja sektor ini terus menurun
mengingat sebagian besar hasil produksi batu
bara di Tanah Bumbu berorientasi ekspor.
Produksi batu bara di tahun 2015
ini mengalami penurunan dibanding tahun
sebelumnya. Jika pada tahun 2014 produksi
batu bara mencapai sekitar 40 juta MT,tahun
2015 ini produksi batu bara di Tanah Bumbu
turun menjadi sekitar 38 juta MT. Diperkirakan
jika harga batu bara tidak membaik di pasar
global maka produksi tidak akan mampu
mengalami kenaikan signifikan atau bahkan
akan terus mengalami penurunan setiap
tahunnya.
Produksi batu bara Tanah Bumbu
sebagian besar dihasilkan di kecamatan
bagian barat daya terutama kecamatan
Satui, Angsana dan Sungai Loban. Lebih dari
separuh perusahaan pertambangan batu
bara di Kabupaten Tanah Bumbu beroperasi di
kecamatan Satui. Sejalan dengan banyaknya
perusahaan di Kecamatan Satui, sebagian
besar produksi batu bara di hasilkan oleh
wilayah ini yang mencapai lebih dari 30
persen dari keseluruhan produksi batu bara
yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

PERTAMBANGAN

Sumber : Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

13

INDUSTRI BESAR DI TANAH BUMBU

11

Industri besar di Tanah Bumbu diantaranya industri CPO, industri


karet remah dan pengolahan bijih besi.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Industri di Kabupaten Tanah Bumbu


sudah cukup berkembang meskipun saat
ini kontribusi sektor industri pengolahan
baru mencapai 6,9 persen dari Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten
Tanah Bumbu. Sektor ini memberi kontribusi
terbesar ketiga dalam PDRB setelah sektor
pertambangan dan pertanian. Sektor ini
terus mengalami pertumbuhan dari tahun
ke tahun. Sektor industri memiliki potensi
yang besar bagi perekonomian Tanah
Bumbu untuk dikembangkan sejalan
dengan keinginan pemerintah daerah untuk
mengurangi ketergantungan terhadap sektor
pertambangan yang selama ini
sangat
dominan bagi perekonomian Kabupaten
Tanah Bumbu.
Industri besar yang ada di Kabupaten
Tanah Bumbu diantaranya beberapa pabrik
pengolahan kelapa sawit (Crude Palm
Oil), industri karet remah dan satu pabrik
pengolahan bijih besi. Industri CPO ada di
beberapa tempat seperti Kecamatan Satui,
Simpang Empat dan Mantewe, sementara
industri karet remah ada di Karang Bintang
dan Simpang Empat. Pabrik pengolahan bijih
besi berada di kecamatan Simpang Empat
yang juga memproduksi listrik dari tenaga uap
hasil pengolahan bijih besinya.
Kabupaten Tanah Bumbu juga
memiliki banyak industri pengolahan berskala
kecil seperti industri pengolahan makanan
seperti kerupuk amplang, industri kain tenun,
pengolahan ikan asin dan pembuatan kapal
yang banyak ditemui di kecamatan Kusan
Hilir. Industri kecil ini jika terus dikembangkan
tentu akan memberi manfaat yang besar bagi
perekonomian masyarakat Kabupaten Tanah
Bumbu sehingga harus mulai dipikirkan
bagaimana memasarkan produk hasil industri
tersebut ke luar daerah.

INDUSTRI PENGOLAHAN

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

14

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI

12

IKK Tanah Bumbu tahun 2015 adalah 94,85 dan menempati urutan
ke-empat termurah se-provinsi Kalimantan Selatan.

.id
.g
o
ps
b.
b

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)


adalah angka indeks yang menggambarkan
perbandingan tingkat kemahalan harga
bangunan/konstruksi (TKK) suatu kabupaten/
kota terhadap kota acuan. Tahun 2015
penghitungan IKK pada wilayah kabupaten/
kota menggunakan Kota Surabaya yang
berada di provinsi Jawa Timur sebagai kota
acuan. IKK tahun 2015 merupakan salah
satu komponen utama yang digunakan untuk
penghitungan Dana Alokasi Umum (DAU)
Tahun Anggaran 2016.
Penghitungan IKK kabupaten/kota
tahun 2015 menghasilkan nilai 94,85 yang
artinya rata-rata harga konstruksi di wilayah
Kabupaten Tanah Bumbu 5,15 persen lebih
murah dibandingkan harga di Kota Surabaya.
IKK digunakan sebagai proxy untuk mengukur
tingkat kesulitan geografis suatu daerah,
semakin sulit letak geografis suatu daerah
maka semakin tinggi pula tingkat harga di
daerah tersebut. Jika dibandingkan dengan
IKK kabupaten/kota lain di wilayah Provinsi
Kalimantan Selatan IKK Tanah Bumbu
menempati urutan ke 4 termurah. Hal ini salah
satunya mungkin disebabkan meskipun letak
geografisnya cukup jauh dari ibukota provinsi,
akses jalan sudah cukup bagus sehingga
biaya transportasi bisa ditekan. Selain itu
ada beberapa material bangunan yang bisa
diproduksi sendiri di wilayah Tanah Bumbu
memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Hal menarik lainnya yang dapat
diperhatikan adalah menurut data Bank
Indonesia Banjarmasin, pinjaman yang
diberikan bank untuk lapangan usaha
konstruksi untuk wilayah Tanah Bumbu
tahun 2015 meningkat tajam dibandingkan
beberapa tahun sebelumnya. Tahun 2015
pinjaman untuk lapangan usaha konstruksi
mencapai sekitar 131,6 milyar rupiah

KONSTRUKSI

Sumber : Bank Indonesia Banjarmasin, BPS Kab. Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

15

TERUMBU KARANG PERAIRAN ANGSANA

13

Perairan di Kecamatan Angsana menawarkan pemandangan


terumbu karang bawah laut yang sangat indah.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Salah satu keunggulan geografis


Kabupaten Tanah Bumbu adalah letaknya
yang berada di pesisir pulau Kalimantan
sehingga memiliki garis pantai yang cukup
panjang. Potensi pariwisata khususnya pantai
sangat besar jika bisa dikembangkan dengan
baik. Apalagi dengan menurunnya kinerja
sektor pertambangan, sektor pariwisata ini
sangat bisa menunjang kelangsungan bisnis
akomodasi yang sangat bergantung pada
kunjungan orang luar kabupaten. Hal ini juga
sejalan denga keinginan pemerintah daerah
Kabupaten Tanah Bumbu untuk menjadikan
Tanah Bumbu daerah wisata unggulan di
Kalimantan Selatan sehingga sektor ini
yang diharapkan dapat menjadi salah satu
penunjang utama perekonomian masyarakat
di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kabupaten Tanah Bumbu memiliki
banyak pantai yang sangat indah untuk
dikunjungi dan yang menjadi primadona
adalah pantai Angsana yang terkenal akan
terumbu karangnya. Objek wisata menarik
lainnya seperti pantai Pagatan, pantai
Satui, pantai Sei Dua Laut, goa alam Liang
Bangkai dan air terjun Mantewe yang mulai
ramai dikunjungi akhir-akhir ini. Peningkatan
infrastuktur diperlukan untuk menunjang
sektor pariwisata ini mengingat beberapa
objek wisata cukup jauh dari jalan raya.
Hal yang perlu dipahami adalah
pariwisata
merupakan
industri
yang
digerakkan
oleh
wisatawan
dan
kelangsungannya ditentukan oleh kegiatan
terutama hotel, akomodasi, restoran,
transportasi, komunikasi, dan jasa-jasa.
Untuk wisata pantai Angsana misalnya adanya
pihak yang menyediakan perahu, peralatan
snorkling atau hiburan lain seperti banana
boat sangat diperlukan oleh wisatawan yang
berkunjung ke sana.

HOTEL DAN PARIWISATA

16

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

HOTEL BINTANG TIGA

13

Hotel Ebony yang terletak di kecamatan Batulicin merupakan satusatunya hotel bintang tiga di kabupaten Tanah Bumbu.

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

HOTEL DAN PARIWISATA

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Periwisata Kab. Tanah Bumbu

ht
tp

://
ta

na

hb

Untuk menuju objek wisata di


Kabupaten Tanah Bumbu dapat ditempuh
melalui perjalanan darat sekitar 3-5 jam
dari Banjarmasin. Jalan raya menuju ke
Kabupaten Tanah Bumbu juga sudah cukup
bagus kualitasnya. Kabupaten Tanah Bumbu
juga memiliki bandara yang didalamnya
malayani penerbangan dari Banjarmasin
dengan waktu tempuh yang sangat singkat.
Saat ini penerbangan dilayani oleh maskapai
Jhonlin Air Transport (JAT) yang melayani
rute Banjarmasin - Batulicin - Kotabaru.

Akomodasi berupa hotel dengan


berbagai tingkatan maupun penginapan
sudah cukup banyak tersedia untuk
menampung
kunjungan
wisatawan
maupun pelaku bisnis. Ada satu hotel
bintang tiga yaitu Hotel Ebony di Batulicin
dan satu hotel bintang satu yaitu Hotel
Puri Duyung di Pagatan. Selain itu tersedia
juga 40 hotel melati maupun penginapan

biasa. Hotel maupun penginapan tersebut


tersebar di beberapa wilayah terutama
wilayah yang menjadi pusat perekonomian
seperti Kecamatan Satui, Kusan Hilir,
Batulicin dan tentu saja Simpang Empat.
Kabupaten Tanah Bumbu setiap
tahunnya memiliki sebuah event besar
yaitu Pesta Adat Mappanretasi yang
diselenggarakan sekitar bulan April sebagai
puncak rangkaian peringatan hari jadi
Kabupaten Tanah Bumbu. Di pesta pantai
ini berbagai pertunjukan seni dan tentu
saja kesempatan berbelanja barang-barang
lokal maupun dari luar daerah tersedia
lengkap. Tentu ini merupakan peluang untuk
mendatangkan orang dari luar kabupaten
untuk berkunjung ke Tanah Bumbu dengan
daya tarik hiburan dan aneka barang
yang menarik bagi wisatawan. Minimal
wisatawan lokal dari kabupaten/kota lain
di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

17

KONDISI JALAN KABUPATEN

14

Panjang jalan kabupaten dengan permukaan aspal saat ini sudah


mencapai 58 persen dari keseluruhan panjang jalan kabupaten.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Infrastuktur jalan bertujuan untuk


mendukung distribusi lalu lintas barang
maupun manusia melalui jalur darat. Jalan
adalah komponen utama transportasi
masyarakat yang memiliki pengaruh sangat
besar terhadap ekonomi dan produktivitas
masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.
Kondisi infrastuktur jalan yang bagus akan
sangat membantu kelangsungan ekonomi
masyarakat karena selain meningkatkan
produktivitas juga bisa menekan harga
kebutuhan sehari-hari.
Percepatan pembangunan infrastruktur
jalan penting untuk mendukung konektifitas
guna meningkatkan produktivitas , efesiensi
dan pelayanan logistik. Dengan demikian
diharapkan dapat terwujudnya keterpaduan
konektifitas antara daratan dan maritim.
Data Dinas Pekerjaan Umum menunjukkan
perbaikan yang sangat pesat mengenai
infrastuktur jalan selama empat tahun
terakhir. Tahun 2012 baru sekitar 128 km
jalan dalam kondisi baik, tahun 2015 sudah
mencapai sekitar 583 km baik itu jalan
kabupaten maupun provinsi. Sementara jalan
dalam kondisi rusak sudah menurun jika
dibandingkan tahun 2012. Tahun 2015 ini
jalan dalam kondisi rusak masih sekitar 182
km dibandingkan 268 km pada tahun 2012.
Permukaan jalan yang berupa aspal
juga meningkat cukup pesat jika dibandingkan
dengan tahun 2012. Tahun 2015 jalan
dengan permukaan aspal mencapai panjang
sekitar 334 km, meningkat drastis dibanding
tahun 2012 yang baru mencapai sekitar 140
km jalan beraspal. Sementara jalan dengan
permukaan tanah tinggal menyisakan sekitar
82 km lagi. Pembangunan infrastruktur
jalan dilakukan merata sehingga dampak
pembangunan bisa dirasakan merata oleh
seluruh penduduk Kabupaten Tanah Bumbu.

TRANSPORTASI
DAN KOMUNIKASI

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tanah Bumbu

18

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

BANDARA BERSUJUD

14

Bandara Bersujud di Simpang Empat yang baru saja direnovasi


melayani rute penerbangan Batulicin-Kotabaru-Banjarmasin.

ht
tp

.id
.g
o
ps
b.
b

://
ta

na

hb

um
bu

ka

Percepatan
pembangunan
jalan
dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan
kendaraan bermotor baik mobil maupun
sepeda motor yang terus bertambah setiap
harinya. Menurut data SAMSAT Kabupaten
Tanah Bumbu, tahun 2014 saja sudah ada
55.940 sepeda motor yang terdaftar dan
4.459 mobil penumpang. Mobil penumpang
sendiri mengalami pertumbuhan yang
cukup tinggi dalam dua tiga tahun terakhir,
oleh karena itu kebutuhan masyarakat
akan kondisi jalan yang baik harus segera
dipercepat pelaksanaannya.
Pertumbuhan kepemilikan kendaraan
bermotor sudah tidak dapat dibendung lagi
karena sudah menjadi kebutuhan sehari
hari. Hal ini juga didukung dengan sedikitnya
angkutan umum yang melayani penduduk
sampai ke tempat tinggalnya sehingga
memiliki kendaraan terutama sepeda motor
seakan menjadi suatu keharusan.
Kabupaten Tanah Bumbu juga
memiliki bandara yang didalamnya melayani
penerbangan rute Batulicin Kotabaru
Banjarmasin. Penerbangan ini memberi
alternatif tambahan bagi penduduk yang
akan menuju ibukota provinsi terlebih
lagi untuk kalangan bisnis yang sangat
mementingkan efektivitas waktu. Saat
ini penerbangan dilayani oleh maskapai
Jhonlin Air Transport dengan jadwal dua kali
penerbangan pp setiap harinya. Menurut
data Dinas Perhubungan selama tahun 2015
ada 718 penerbangan dengan membawa
22.091 penumpang. Pemerintah kabupaten
juga sudah mulai melaksanakan perluasan
bandara untuk menampung pesawat
berbadan besar. Diharapkan rute Batulicin
ke wilayah Jawa atau daerah lain akan dapat
dibuka untuk mendorong perekonomian
terutama pariwisata di daerah ini.

TRANSPORTASI
DAN KOMUNIKASI

Sumber : Diskominfo, SAMSAT Kab. Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

19

PINJAMAN BANK

15

Sebagian besar penggunaan pinjaman yang diberikan bank


digunakan untuk modal kerja yaitu sebesar 51,5 persen.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Sektor perbankan sangat penting


dalam menyokong perekonomian dengan
pemberian kredit baik untuk perusahaan
maupun perorangan dan juga berperan dalam
mendukung konsumsi masyarakat terutama
barang-barang sekunder dan tersier.
Dalam fungsinya sebagai penghimpun
dana masyarakat, menurut data dari Bank
Indonesia Banjarmasin posisi simpanan
masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu
dalam bentuk tabungan pada posisi akhir
bulan Desember tahun 2015 mengalami
penurunan dibanding posisi Desember tahun
sebelumnya. Sementara simpanan dalam
bentuk simpanan berjangka dan giro terus
mengalami peningkatan dalam tiga tahun
terakhir seperti yang tertera di gambar.
Pinjaman pada posisi akhir bulan
Desember 2015 sebesar 2.959 milyar rupiah,
mengalami peningkatan dibanding tahun
2014 yang hanya sebesar 2.223 milyar rupiah.
Pinjaman bank penggunaannya didominasi
untuk modal kerja, diikuti konsumsi dan
investasi. Jika dilihat terjadi pergeseran
penggunaan pnjaman bank sejak tahun
2011. Tahun 2011 sebagian besar pinjaman
dari bank digunakan untuk konsumsi, tahun
2015 penggunaan untuk modal kerja menjadi
lebih dominan. Sementara penggunaan untuk
investasi proporsinya semakin mengecil
meskipun secara jumlah sedikit meningkat
dibanding tahun sebelumnya.
Posisi kredit untuk Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah pada Desember 2015
masih didominasi oleh lapangan usaha
perdagangan, hotel dan restoran yang
mencapai 55,24 persen dari keseluruhan
kredit bank untuk UMKM. Sektor pertanian
menyerap sekitar 22,16 persen kredit UMKM
diikuti industri pengolahan sebesar 6,64
persen dan konstruksi sebesar 6,43 persen.

PERBANKAN DAN
INVESTASI

Sumber : Bank Indonesia Cabang Banjarmasin

20

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

INFLASI BANJARMASIN
Sepanjang tahun 2015 Kota Banjarmasin mengalami inflasi 11 kali dan
deflasi satu kali dengn inflasi tahunan sebesar 5,03..

16

.id
.g
o
ps
b.
b

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

Inflasi didefinisikan sebagai proses


naiknya harga-harga barang dan jasa umum
dan terus-menerus (kontinu). Inflasi terkait
dengan mekanisme pasar yang dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain,
permintaan barang dan jasa yang dikonsumsi
masyarakat meningkat, kelebihan likuiditas,
serta ketidaklancaran distribusi barang.
Angka inflasi Kota Banjarmasin
diasumsikan bisa menggambarkan kondisi di
kabupaten/kota lain yang ada di Kalimantan
Selatan. Inflasi tahunan Kota Banjarmasin
Tahun 2015 adalah sebesar 5,03. Inflasi
bulanan sepanjang tahun 2015 yang cukup
tinggi terjadi pada bulan Juli dan Desember
dan sempat mengalami deflasi pada bulan
Maret. Pada bulan Juli inflasi mencapai 1,14
dan pada bulan Desember inflasi mencapai
1,27 sementara pada bulan Maret mengalami
deflasi sebesar 0,34.
Inflasi menurut kelompok bahan
makanan bervariasi selama tahun 2015
dimana kelompok ini sempat mengalami
inflasi sebesar 3,19 di bulan Januari tetapi
mengalami deflasi sebesar 3,11 pada bulan
Februari. Sepanjang tahun 2015 kelompok
bahan makanan mengalami deflasi sebanyak
5 kali. Sementara pada kelompok makanan
jadi terus mengalami inflasi setiap bulannya
dan paling tinggi terjadi pada bulan Juli yang
inflasi mencapai 2,02.
Inflasi bulanan juga bervariasi di
kelompok transportasi, komunikasi dan jasa
keuangan sementara di kelompok kesehatan
dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah
raga cenderung terus mengalami inflasi setiap
bulannya. Kelompok kesehatan mengalami
inflasi tertinggi pada bulan Juni yang mencapai
3,56 dan kelompok pendidikan, rekreasi dan
olah raga mengalami inflasi tertinggi pada
bulan September sebesar 1,99.

HARGA-HARGA

Sumber : BPS Kota Banjarmasin

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

21

PENGELUARAN PENDUDUK

17

Tahun 2015 pengeluaran penduduk untuk kelompok non-makanan


sedikit lebih besar dibanding pengeluaran kelompok makanan.

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

PENGELUARAN
RUMAH TANGGA

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015

ht
tp

://
ta

na

hb

Pengeluaran rumah tangga sangat


erat kaitannya dengan kesejahteraan
masyarakat dimana tingkat kesejahteraan
masyarakat dapat dilihat dari besarnya
pengeluaran rumah tangganya. Semakin
tinggi tingkat kesejahteraan biasanya akan
semakin tinggi juga pengeluaran rumah
tangganya.
Tahun 2015 rata-rata pengeluaran
per kapita penduduk Kabupaten Tanah
Bumbu mencapai 965 ribu rupiah per bulan.
Pengeluaran makanan terbesar ada pada
kelompok makanan jadi yang mencapai
22,38 persen dari total pengeluaran
makanan. Konsumsi ikan atau hasil laut
lainnya mencapai 10,70 persen, cukup
tinggi jika dibandingkan jenis lauk-pauk
lainnya. Hal ini karena Tanah Bumbu
merupakan daerah penghasil ikan sehingga
penduduknya lebih memilih jenis makanan
ini. Konsumsi jenis makanan lainnya

22

seperti telur, susu sebesar 7,98 persen dan


konsumsi sayuran sebesar 6,28 persen.
Selain
kuantitas
pengeluaran
penduduk, pola pengeluaran dalam suatu
wilayah juga perlu diperhatikan. Pola
pengeluaran tersebut dapat dilihat dengan
membandingkan proporsi pengeluaran
untuk kelompok makanan dengan kelompok
non-makanan. Umumnya pada wilayah yang
berkembang pengeluaran rumah tangga
untuk kelompok makanan masih lebih tinggi
daripada kelompok non makanan. Selama
tahun 2012 2014 pengeluaran untuk
kelompok makanan cenderung lebih besar
dibanding kelompok non-makanan, namun
tahun 2015 ini pengeluaran kelompok non
makanan lebih besar dibanding makanan.
Tahun 2015 pengeluaran rumah tangga
untuk kelompok non-makanan sebanyak
51,34 persen berbanding 48,66 persen
untuk kelompok makanan.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

PASAR TRADISIONAL

18

Pasar tradisional atau pasar rakyat terbanyak ada di Kecamatan


Kusan Hulu dengan jumlah 8 pasar.

.id

PERDAGANGAN

Sumber : Dinas Pasar Kabupaten Tanah Bumbu

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

FOTO PASAR SIMPANG EMPAT

ht
tp

://
ta

na

hb

Perdagangan di Kabupaten Tanah


Bumbu sangat didukung oleh keberadaan
pasar baik itu pasar permanen maupun
pasar non-permanen yang cukup merata
di seluruh kecamatan. Pasar merupakan
sarana vital bagi aktivitas perdagangan.
Selain itu juga banyak pasar kilat yang
biasanya terjadi seminggu sekali di tempat
yang tidak permanen.
Tahun 2015 berdasarkan data
yang ada di Dinas Pasar Kabupaten Tanah
Bumbu ada 40 pasar yang terdaftar. Dari
jumlah itu 9 diantaranya merupakan pasar
yang dikelola pemerintah daerah sementara
sisanya dikelola oleh masyarakat. Jumlah
pasar terbanyak ada di Kecamatan Kusan
Hulu sementara Kecamatan Kuranji hanya
memiliki dua pasar. Pasar terbesar ada di
Simpang Empat yaitu Pasar Niaga Bersujud.
Pusat perdagangan terbesar berada di
wilayah Kecamatan Simpang Empat jika

dilihat dari jumlah usaha perdagangan,


pasar maupun ruko yang menyebar di
wilayah Kecamatan Simpang Empat.
Barang-barang kebutuhan penduduk
Tanah Bumbu yang dijual di pasar, toko
maupun tempat lain banyak yang disuplai
dari Jawa yang biasanya dikirim melalui jalur
laut. Barang disalurkan melalui pelabuhan
Banjarmasin untuk selanjutnya dibawa
ke Tanah Bumbu atau langsung melalui
pelabuhan yang ada di Tanah Bumbu.
Perkembangan sektor perdagangan
cukup terasa dengan bertambahnya
pasar, toko atau ruko yang dibangun serta
masuknya beberapa usaha retail ke Tanah
Bumbu. Perkembangan sektor perdagangan
juga dapat dilihat dari banyaknya Surat Ijin
Usaha Perdagangan (SIUP) yang diterbitkan
oleh pemerintah daerah. Tahun 2015
tercatat ada 232 SIUP baru yang diterbitkan
oleh pemerintah daerah.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

23

PERTUMBUHAN EKONOMI

19

Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 3,01 persen dan terus


mengalami perlambatan sejak tahun 2011.

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)


merupakan jumlah nilai tambah (barang dan
jasa) yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha
dalam suatu daerah selama satu tahun. PDRB
merupakan salah satu indikator yang dapar
menggambarkan perkembangan kondisi
ekonomi di suatu wilayah. Perkembangan
PDRB ini ditentukan oleh perubahan jumlah
produksi dan harga barang/jasa yang menjadi
faktor penentu naik turunnya nilai PDRB di
suatu wilayah. PDRB mengunakan dasar
harga konstan tahun 2010 dan dasar harga
berlaku menggunakan harga pasar yang
berlaku sehingga kenaikannya dipengaruhi
oleh faktor inflasi.
Perekonomian Tanah Bumbu terus
mengalami perlambatan dalam beberapa
tahun terakhir. Tercatat perlambatan
perekonomian terus terjadi sejak tahun
2011 hingga tahun 2015 ini. Pertumbuhan
ekonomi Tanah Bumbu sempat menyentuh
angka 7,9 persen di tahun 2011, kemudian
terus mengalami penurunan di tahun-tahun
berikutnya. Tahun 2015 perekonomian Tanah
Bumbu hanya tumbuh sebesar 3,0 persen
atau kurang dari separuh pertumbuhan
di tahun 2011. Nilai PDRB Tanah Bumbu
atas harga konstan tahun 2015 sebesar
13,47 trilyun rupiah, naik sekitar 390 milyar
rupiah dibandingkan tahun 2014 yang hanya
sebesar 13,08 trilyun rupiah atau mengalami
kenaikan sebesar 3,0 persen. Kenaikan inilah
yang dikenal dengan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi menggambarkan
perubahan produksi barang dan jasa di
suatu wilayah dengan menggunakan harga
konstan. Sementara PDRB atas dasar harga
berlaku Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015
adalah sebesar 16,19 trilyun rupiah atau
naik sebesar kurang lebih 740 milyar rupiah
dibandingkan tahun 2014.

PENDAPATAN REGIONAL

24

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

STRUKTUR PEREKONOMIAN

19

Sektor pertambangan masih menjadi penopang utama bagi


perekonomian Kabupaten Tanah Bumbu

.id
.g
o
ps
b.
b

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

Perlambatan ekonomi di kabupaten


Tanah Bumbu ini masih diakibatkan
belum pulihnya sektor pertambangan
dan penggalian yang selama ini menjadi
sektor andalan dalam perekonomian Tanah
Bumbu. Kondisi perekonomian global
termasuk di negara tujuan utama ekspor
hasil pertambangan seperti China dan India
juga mengalami perlambatan membuat
permintaan akan batu bara menurun. Harga
batu bara sendiri yang masih berada di titik
yang cukup rendah ditambah biaya produksi
yang semakin sulit ditekan membuat
beberapa perusahaan mengurangi produksi
atau bahkan menghentikan sementara
produksi batu baranya dikarenakan tipisnya
keuntungan ekonomi yang didapat. Akibatnya
produksi pertambangan baik itu batu bara
maupun bijih besi mengalami penurunan jika
dibandingkan tahun sebelumnya.
Komposisi struktur perekonomian
tahun 2015 masih didominasi oleh
sektor primer yaitu pertambangan dan
penggalian serta pertanian. Kontribusi
sektor pertambangan dan penggalian dalam
perekonomian Kabupaten Tanah Bumbu
tahun 2015 mencapai 41,1 persen sementara
sektor pertanian mencapai 17,1 persen. Jika
digabung kontribusi kedua sektor ini mencapai
lebih dari separuh nilai tambah perekonomian
Tanah Bumbu, yaitu mencapai 58,2
persen. Kabupaten Tanah Bumbu memang
merupakan daerah yang terkenal kaya akan
sumber daya alam terutama batu bara dan
juga bijih besi. Sementara wilayahnya yang
cukup luas serta memiliki garis pantai yang
cukup panjang sangat mendukung sektor
pertanian dan perikanan. Sektor lain yang
menyumbang kontribusi cukup besar adalah
sektor
industri pengolahan, perdagangan
dan konstruksi.

PENDAPATAN REGIONAL

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

25

PERINGKAT IPM SE-KALIMANTAN SELATAN

20

IPM Kabupaten Tanah Bumbu berada di peringkat 5 diantara


kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan

ps

.g
o

.id

Keterbandingan
indikator
antar
wilayah dapat digunakan untuk mengetahui
dimana posisi suatu wilayah dibandingkan
wilayah lain di Provinsi Kalimantan Selatan
dan selain itu untuk mengetahui daya saing
Kabupaten Tanah Bumbu. Perbandingan
ini dapat dilihat menggunakan beberapa
indikator penting pembangunan diantaranya
Pendapatan Regional Bruto (PDRB) dan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

PERBANDINGAN
REGIONAL

b.
b

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

IPM Kabupaten Tanah Bumbu tahun


2015 sebesar 67,58 dan menempati
peringkat kelima dibandingkan kabupaten/
kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan angka tersebut IPM Tanah Bumbu
berada pada kategori menengah atas. Angka
IPM Kalimantan Selatan sendiri sebesar
68,38 yang artinya angka IPM Kabupaten
Tanah Bumbu masih di bawah IPM Kalimantan
Selatan. Sementara angka IPM kabupaten/
kota di Kalimantan Selatan berkisar antara
62,49 sampai 77,56. Jika dibandingkan
dengan kabupaten lain yang berbatasan yaitu
Kabupaten Banjar, Kotabaru dan Tanah Laut
angka IPM Tanah Bumbu masih lebih tinggi.
Peringkat IPM tertinggi se-Kalimantan
Selatan masih ditempati oleh Kota Banjarbaru
diikuti oleh Kota Banjarmasin dengan angka
IPM berturut-turut sebesar 77,56 dan 75,41.
Kedua kota ini memang ibukota dan pusat
seluruh akivitas di Kalimantan Selatan
sehingga memiliki fasilitas yang paling
memadai di bidang pendidikan, kesehatan
serta ekonomi.
Jika dilihat menurut
komponen, angka terendah di 2 dari 4
komponen IPM ada di Kabupaten Hulu Sungai
Utara sementara angka tertinggi di 3 dari 4
komponen IPM ada di Kota Banjarbaru.

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

26

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

PERBANDINGAN PDRB SE-KALIMANTAN SELATAN


PDRB Kabupaten Tanah Bumbu merupakan yang ketiga terbesar seKalimantan Selatan setelah Kota Banjarmasin dan Kab.Kotabaru.

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

PERBANDINGAN
REGIONAL

20

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

ht
tp

://
ta

na

hb

Selain
IPM
untuk
mengukur
keterbandingan suatu wilayah juga bisa
dengan membandingkan PDRB masingmasing kabupaten/kota lainnya. PDRB bisa
menggambarkan besarnya perekonomian
suatu daerah. Selain itu PDRB juga bisa
menggambarkan sektor apa saja yang
menjadi keunggulan dari perekonomian di
suatu daerah dibanding daerah lain.
PDRB Kabupaten Tanah Bumbu
tahun 2015 atas dasar harga berlaku
merupakan yang terbesar ketiga setelah
Kota Banjarmasin dan Kabupaten Kotabaru
yang merupakan kabupaten induknya
sebelum menjadi kabupaten sendiri. Tahun
2015 PDRB Tanah Bumbu diperkirakan
sebesar 16,187 trilyun rupiah sementara
Kota Banjarmasin sebagai kota dengan
PDRB terbesar mencapai 23,13 trilyun.

Sumber : BPS Kabupaten Tanah Bumbu

Namun PBRD Tanah Bumbu nilainya hampir


5 kali lipat jika dibandingkan Kabupaten
Hulu Sungai Utara yang PDRB-nya terendah
se-Kalimantan Selatan. Jika dibanding
kan dengan kabupaten induknya yaitu
Kabupaten Kotabaru PDRB Tanah Bumbu
hanya berselisih sekitar 2 trilyun rupiah.
PDRB tertinggi di Kalimantan selatan
didominasi oleh kabupaten yang kaya akan
hasil tambang seperti Kabupaten Kotabaru,
Tabalong dan Tanah Bumbu. Namun jika
dilihat pertumbuhan ekonominya kabupaten
yang mengandalkan sektor tambang
menjadi yang paling terpukul ekonominya.
Kota Banjarmasin sebagai kota dengan
PDRB tertinggi lebih merata karena disokong
oleh beberapa sektor seperti industri,
perdagangan, transportasi, konstruksi serta
jasa keuangan. Hal ini wajar mengingat Kota
Banjarmasin merupakan pusat kegiatan
perekonomian Kalimantan Selatan.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

27

REALISASI APBD

21

Tahun 2015 penyerapan anggaran Kabupaten Tanah Bumbu sebesar


85,56 persen.

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

KEUANGAN DAERAH

Sumber : Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu

ht
tp

://
ta

na

hb

Anggaran belanja daerah Kabupaten


Tanah Bumbu Tahun 2015 mencapai
sebesar 1.584 milyar dengan realisasi
anggaran mencapai 85,56 persen. Realisasi
ini mengalami penurunan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya yang mencapai
93,3
persen.
Sementara
anggaran
penerimaan daerah tahun 2015 sebesar
1.522 milyar dengan realisasi mencapai
86,48 persen.
Dari sisi pendapatan sumber
pendapatan terbesar berasal dari dana
perimbangan yaitu dana bagi hasil dan dana
alokasi umum. Kondisi alam Kabupaten
Tanah Bumbu kaya akan sumber daya
alam terutama batu bara membuat banyak
perusahaan yang melakukan kegiatan
penambangan disini dan hal ini memberikan
dampak langsung pada keuangan daerah
berupa bagi hasil dari pemerintah pusat.
Dilihat dari anggaran pendapatan,

28

realisasi tertinggi ada pada Pendapatan Asli


Daerah yang mencapai 108 persen, diikuti
Dana Perimbangan sebesar 90,9 persen
dan pendapatan lain yang sah sebesar 66,7
persen. Sementara dari anggaran belanja
realisasi belanja tidak langsung lebih tinggi
dibanding realisasi belanja langsung yaitu
sebesar 93,26 persen berbanding 79,46
persen.
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun
2015 realisasinya mencapai 122 milyar
rupiah atau 108 persen dari anggaran.
Penerimaan PAD terbesar berasal dari PAD
yang sah lainnya sebesar 83 milyar dan
pajak daerah sebesar 28 milyar. Sementara
retribusi daerah menyumbang sekitar 8,8
milyar dan pengelolaan kekayaan daerah
sebesar 2,7 milyar. PAD di tahun 2015
baru menyumbang sekitar 9,3 persen dari
keseluruhan penerimaan daerah.

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

LAMPIRAN

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

PDRB Kabupaten Tanah Bumbu Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha
(Juta Rupiah)

Lampiran 1

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

29

LAMPIRAN
Lampiran 2

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

PDRB Kabupaten Tanah Bumbu Atas Dasar Harga Konstan menurut Lapangan Usaha
(Juta Rupiah)

30

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

LAMPIRAN
Lampiran 3

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu menurut Lapangan Usaha (Persen)

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

31

LAMPIRAN

ht
tp

://
ta

na

hb

um
bu

ka

b.
b

ps

.g
o

.id

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurut Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan


Tahun 2012-2015

Lampiran 4

32

Statistik Daerah Kabupaten Tanah Bumbu 2016

na

ta

://

ht
tp

s.
g

bp

b.

ka

um
bu

hb

o.
id
/