Anda di halaman 1dari 5

BUDAYA BALIMAU DAN RAMADHAN

LUSI KURNIA
1501040122
Abstrak
Balimau merupakan salah satu bentuk budaya yang ada di Sumatera
Barat lebih tepatnya di Minangkbau yg dilakukan ketika memsuki bulan
suci Ramadhan. Balimau termasuk dalam lingkup ragam budaya asli
Minangkabau yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam, tapi dalam
perkembangannya kebisaan balimau yang berkembang di masyarakat
minangkabau sudah tidak agamis lagi, pada zaman sekarang masyarakat
menganggap bahwa balimau adalah mandi bersama yang dilakukan di
sungai dengan alasan untuk berekreasi bahkan ada juga yang menganggap
balimau adalah pergi mandi bersama dengan pasangannya masing-masing.
Kebiasan baru inilah yang bertentangan dengan agama
islam,sedangkan dahulu pada dasarnya balimau tidaklah seperti itu. Hasil
penelitian menunjukan bahwa balimau pada zaman sekarang sudah tidak
sesuai lagi dengan ajaran agam islam bahkan banyak norma-norma yang
bertentangan dalam tradisi balimau terutama dilakukan oleh para remaja yg
melekukan balimau bersama pasangannya. Hal ini jelas sangat dilarang
dalam agama islam dan sangat bertentangan dengan ajaran islam,tapi hal itu
sama sekali tidak dihiraukan oleh masyarakat terutama oleh pemudapemudi
Kata Kunci : Balimau, Budaya, Ramadhan, Minangkabau, Agama Islam
A. Pendahuluan
Negara Indonesia memiliki bermacam-macam ragam budaya dan sangat
menarik untuk di ketahui. Budaya yang da di Indonesia bukan hanya menri tetapi
juga meruakan sesuatu yang unik yang membuat kita penasaran untuk
mengetahuinya, karena setiap wilyah yang ada di Indonesia memiliki budaya yang
brbeda-beda dan keunikannya masing-masing. Contohnya saja budaya Minangkabau
yang banyak dan sangat menari untuk diketahui seprti, balimau sebelum Ramadhan,
makan bajamba dan lain-lain.
Budaya Minangkabau merupakan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat
Minangkabau yang berkembang di seluruh kawasan Minangkabau. Budaya
Minangkabau mendorong masyarakatnya untuk mencintai pendidikan dan ilmu
pengetahuan, sehingga seja kecil para pemuda-pemudi Minangkabau telah dituntut
untuk mencari ilmu. Filosofi Minangkabau mengatakan bahwa alam takambang
jadi guru merupakan salah satu pepatah Minangkabau yang mengajak masyarakat

Minangkabau untuk selalu menuntut ilmu, selain itu pemuda-pemudi Minangkabau


juga dituntut untuk mempelajari ilmu agama.
Salah satu yang menarik perhatian dari budaya Minangkabau adalah tradisi
balimau pada bulan Ramadahan yang berarti mandi untuk membersihkan seluruh
tubuh sebelum memasuki bulan suci ramadhan . Budaya balimau di Minangkabau
ini sudah lama, sampai sekarang budaya balimau di Minangkabau masih ada dan
terus berkembang dalam masyarakat dari yang tua sampai yang muda,laki-laki
mupun perempuan. Balimau termasuk dalam lingkup ragam budaya Minangkabau
yang telah diesuaikan dengan aaran agama Islam. Tradisi balimau ini terus
berkembang dalam masyarakat sehingga masyarakat banyak yang salah mengartikan
apa itu sebenarnya balimau, seiring dengan perkembangannya banyak masyarakat
yang salah mengartikan apa itu tradisi balimau dan hal ini juga tidak mendapat
perhatian dari pemuka-pemuka adatdan juga pemerintah seempat.
Berkaitan dengan pemapara tersebut, maka permasalahan penelitian yang
diangkat adalah apa itu sebenarnya tradisi balimau? Dan seperti apakah seharusnya
tradisi balimau di Miangkabau? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
menjelaskan tradisi balimau yang da di Minangkabau yang terus berkembang seiring
dengan berjalanya waku dengan cara mengklsifikasi apa itu balimau serta
melakukan pengkajian mendalam mengenai balimau sebelum bulan suci Ramadhan
di Minangkabau.
Penelitian ini dilakukan atau dilksanakan di Sumbar terutama daerah Padang,
pengupulan data dilakukan dengan telaah pustaka,wawancara,observasi atau
perekaman kegiatan. Studi pustaka dilakukan dengan menelusuri dan
mengumpulkan dokumen tertulis mengenai balimau di Minangkabau, wawancara
dilakukan dengan tokoh adat setempat atau pemuka-pemua adat, akademisi maupun
paktis. Observasi dilakukan dengan cara melihat secara langsung bagaimana proses
balimau yang ada di Minangkabau dan dilakuan perekaman. Balimau merupakan
mandi yang dilakukan secara bersama oleh masyarakat Minagkabau sebelum mesuki
bulan suci Ramadhan.
B. Temuan dan Pembahasan
Balimau merupakan salah satu budaya Minangkabau , balimau yaitu tradisi
mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang dikalangan masyarakat
Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran
sungai dan tempat pemandian. Tradisi balimau ini diwariskan secara turun-temurun
dan masih berkembang dalam masyarakat Minangkabau.
Pada dasarnya balimau merupakan proses membersihkan tubuh dengan cara
mandi dengan sumber air alam dengan menggunakan limau sebagai sabunnya karena
pada zaman dahulu tidak ada sabun, makabuh limau yang digunakan karena
memiliki sifat mampu membersihkan lemak, minyak dan keringat bahkan ada pula
1

Devi Mandasari, 2010, Budaya Indonesia, (Makassar: Deos),


hlm. 93

yang menambahkan ramuan pewangi alami yang yang terdiri dari daun
pandan,bunga kenanga,akar gambelu yang menghasilkan aroma yang harum.
Proses balimau ini berlnsung sehari menjelang puasa Ramadhan dengan
tujuan untuk mensucian diri baik lahir maupun batin untuk mempersiapkan puasa di
bulan suci Ramadahan. Biasanya masyarakat memilih tempat yang terbuka yang
memiliki aliran sungai dan tempat pemandian,selain itu proses baimau ini biasanya
berakhir hingga tenggelamnya mentari di ufuk barat atau menjelang azan maghrib
tiba, baik laki-laki maupun perempuan,tua dan muda semua tumpah ruah di berbagai
sungai dan danau.
Tujuan balimau ini yaitu untuk menyucikan diri sebelum memasuki bulan
suci Ramadhan,wujud penyucian diri ini dengan mandi di sungai dan danau. Setelah
balimau semua masyarakat kemudian sling bermaaf-maafan karena akn memasuki
bulan Ramadhan, malamnya shalat tarwih n besoknya berpusa. Tradisi seperti ini
sudah berlangsung selama berabad-abad di Minangkabau hingga sekarang tradisi
balimau masih berlaku di Minangkabau.
Ramadhan bulan suci dimana umat Islam berlomba-lomba memperbanyak
ibadah karena nilai pahalanya berlipat ganda, mereka brpuasa di siang hari menahan
haus dan lapar dan pada malam hari melakukan shalat tarawih,memperbanyak zikir,
baca Al-Quran, mengkaji islam, bersedekah dan ibadah lainnya. Tetapi sebelum
memasuki Ramadhan terlebih dahulu dengan perbuatan maksiat yang sangat
bertentangan dengan ajaran islam seperti balimau yang menjadi budaya masyarakat
Minangkabau. Amalan ini sama sekali tidak bernilai pahala disisi Allah Swt,
malahan dosa yang akan diperoleh akan tetapi masyarakat setempat tidak
menghiraukan sama sekali terlebih lagi pada kalangan pemuda-pemudi.
Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan kita ketika memasuki bulan
Ramadhan agar mandi dengan menyiram sekujur tubuh/balimau. Dalam Islam
dianjurkan sebelum memsuki bulan suci Ramadhan agar saling memaafkan karena
Ramadhan adalah bulan untuk bertaubat,sementara ampunan Allah Swt terhalang
jika urusan sesama manusia belum diselesaikan. Disamping itu kaum muslimin
dianjurkan mempersiapkan diri sebaik mungkin secara fisik dan rohani agar
memperoleh hasil optimal dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
Dalam ajaran Islam persiapan yang perlu di lakukan sebelum memasuki bulan suci
Ramadhan antara lain :
1) Menyucikan jiwa
2) Mendalami fiqih puasa agar paham apa saja yang dapat embatalkan puasa
3) Memperbanyak ibadah kepada Allah Swt
Itulah beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum memasuki bulan
suci Ramadhan dan dalam ajaran Islam tersebut balimau sama sekali tidak
dianjurkan bahkan dilarang oleh Allah Swt jika ujung-ujungnya terjadi kemksiatan.
Acara balimau banyak mudharat daripada manfaatnya. Balimau merupakan
kesempatan bagi pemuda-pemudi untuk berpacaran dan mencari jodoh. Pada hari

balimau itu banyak sekali pemuda-pemudi yang pergi bersama pasangannya untuk
mandi bersama, bahkan mereka menganggap acara balimau adalah ajang cuci mata
bagi mereka yang iseng karena ketika mandi pakaian menjadi basah dan akan
memperlihatkan lekuk tubuh, campur baur antara laki-laki dan perempuan di sungai
maupun danau ini jelas-jelas tidak dibenarkan oleh ajaran Islam dan sangat dilarang
oleh Allah Swt. Dalam Al-Quran Allah Swt dengan jelas menyatakan bahwa Allah
sangat melarang berpacaran dan hanya memperbolehkan taaruf sebelum menikah.
Tradsi balimau ini jelas-jelas sangat bertentangan dengan ayat Allah Swt, tetapi
masyarakat sama sekali tiduk peduli dan hanya memikirkan kesenangan semata.
Tradisi yang dulu dimaksudkan untuk mensucikan diri itu kini yang terjadi
malah kebalikanya. Mandi bareng antara pria dan wanita dalam satu lokasi, anakanak muda yang memanfaatkanyya untuk pergi berduaan dengan sang kekasih
merupakan conth kecil penyelewengan makna balimau. Bahkan hampir setiap tahun
nyaris selalu ada korban akibat acara balimau ini, baik berupa korban kecelakaan
lalu lintas, terseret ombak atau tenggelam di danau.
Untuk itu masih layakkah balimau kita sebut sebagai sebuah kegiatan
mensucikan jiwa raga dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,
seharusnya kita sebagai umat islam sadar bahwa acara seperti itu hanya
menjerumuskan diri kedalam kemaksiatan dan hanya akan merugikan diri kita
sendiri. Seharusnya kita lebih bisa berfikir jernih mana yang baik untuk diri dan
mana yang buruk untuk diri kita.
C. Penutup
Balimau merupakan salah satu budaya Minangkabau yang trus berkembang
dari dulu sampai sekarang ini. Pada dasarnya ini adalah mandi keramas biasa yang
dilakukan umat muslim di Minangkabau dengan tujuan dan niat agar jiwa raga
benarbenar bersih sebelum memasuki bulan Ramadhan. Tapi seiring dengan
berjalanyya waktu, tradisi yang sebenarnya sederhana tapi memiliki makna yang
dalam ini mulai mengalami perubahan dalam pelaksanaannya.
Banyaknya masyrakat Minngkabau yang salah memaknai tradisi balimau
terutama pada kalangan pemuda-pemudi, mereka menganggap balimau adalah ajang
hura-hura dan juga kesempatan untuk berduaan dengan pasangannya. Tradisi
balimau ini kerap terjadi perbuatan yang dinilai maksiat karena ulah pemuda-pemudi
yang memanfaatkan acara balaimau untuk kesenngan dan berbuat maksiat.
Bahkan tidak sedikit lelaki yang melototi tubuh wanita yan lekuk tubuhnya
terlihat jelas, sebab badannya berbalut kain basah begitu juga sebaliknya, tidak
sedikit wanita yang dengan sengaja melihatkn lekuk tubuhnya kepada para lelaki.
Tingkah laku itulah yang membuat tokoh agama di Minangkabau tidak merasa
senang, tradisi balimau dikalangan generasi muda sehingga menuding tradisi
balimau lebih banyak mudharatnya daripda manfaatnya karena tradisi balimau
zaman sekarang ini sangat jauh melenceng dari tradisi balimau zaman dahulu.
Untuk itu kita sebagai generasi muda harus bisa melihat mana yang baik dan mana
yang buruk, mana yang salah dan mana yang benar. Semua itu tergantung pada

kesadaran dri kita masing-masing untuk menjadi orang yang lebih baik dan hamba
Allah yang mengikuti semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya.

Daftar pustaka
Soedarso. 2010. Ragam Budaya. Bandung: Mitra Kencana.