Anda di halaman 1dari 13

MODUL PERKULIAHAN

Manajemen
Keuangan
Internasiona
l
1.
2.

Fakultas
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan


Input-Input Penganggaran Modal

Program
Studi

Manajemen

Online

09

Kode MK

Disusun Oleh

84076

Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Abstract

Kompetensi

Modul ini menjelaskan tentang analisis


penganggaran modal perusahaan
multinasional.

Diharapkan mahasiswa mampu


membuat dan menganalisis
penganggaran modal perusahaan
multinasional.

Penganggaran Modal Perusahaan


Multinasional
Perusahaan-perusahan multinasional (MNC) mengevaluasi proyek-proyek internasional
dengan menggunakan penganggaran modal multinasional (multinastional capital budgeting),
yang membandingkan manfaat dari suatu proyek dengan biaya-biayanya. Karena banyak
perusahaan multinasional menghabiskan banyak dana untuk membiayai proyek tersebut
dan tidak dapat dibatalkan begitu saja tanpa harus menanggung kerugian yang besar dan
tidak dapat dijual dengan mudah kepada perusahaan-perusahaan lain dengan harga yang
wajar. Capital budgeting ditujukan untuk memisahkan proyek internasional yang pantas
diimplementasikan dan proyek yang tidak patut dilaksanakan.
Bentuk paling populer dari penganggaran modal adalah menentukan net present value dari
proyek dengan mengestimasi present value dari arus kas masa depan, dan kemudian
dikurangi investasi awal. Penganggaran modal multinasional biasanya melibatkan proses
yang sama. Tetapi, karakteristik khusus dari proyek internasional yang mempengaruhi arus
kas masa depan atau suku bunga diskonto yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas
membuat pengaanggaran modal multinasional menjadi lebih rumit.

Perspektif Induk Vs Perspektif Anak


Haruskah penganggaran modal bagi suatu proyek multinasional dilakukan dari perspektif
anak perusahaan yang akan mengelola proyek atau dari perspektif perusahaan induk yang
kemungkinanakan membiayai sebagian besar proyek? Sejumlah pihak berpendapat bahwa
perspektif anak perusahaan harus digunakan, karena anak perusahaanlah yang
bertanggung jawab mengelola proyek. Di samping itu, karena anak perusahaan merupakan
bagian dari MNC, apa yang baik bagi anak perusahaan tentu baik bagi MNC secara
keseluruhan. Tetapi, penalaran ini tidak selalu benar. Sejumlah pihak berpendapat bahwa
jika perusahaan induk yang membiayai proyek, maka evaluasi juga harus dilakukan dari
perspektif perusahaan induk. Implementasi analisa penganggaran modal bervariasi menurut
perspektif, karena arus kas setelah pajak neto bagi anak perusahaan bisa berbeda secara
substansial dan arus kas setelah pajak neto perusahaan induk. Perbedaan tersebut
diakibatkan oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah:

201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

1. Perbedaan tarif pajak


Asumsikan bahwa perusahaan induk ingin memperluas departemen pemasaran dari
sebuah anak perusahaan. Juga asumsikan bahwa pemerintah negara tamu
mengenakan tarif pajak yang sangat rendah atas laba yang dihasilkan oleh anak
perusahaan. Jika laba yang dihasilkan proyek suatu saat akan dipulangkan ke
perusahaan induk, MNC perlu memperhitungkan bagaimana pemerintah negara induk
akan memajaki laba tersebut. Jika pemerintah negara induk ingin mengenakan tarif
pajak

yang

tinggi

atas

laba

yang

dipulangkan,

proyek

tersebut

layak

diimplementasikan dariperspektif anak perusahaan, tetapi tidak dari titik perusahaan


induk. Dalam skenario semacam itu, induk sebiaknya jangan mengimplementasikan
proyek perluasan tersebut, walaupun tampaknya layak diterapkan dari perspektif anak
perusahaan.
2. Pembatasan pemulangan laba
Pertimbangkan sebuah proyek yang akan diimplementasikan dalam negara yang
pemerintahannya melarang sebagian laba anak perusahaan dibawa keluar negara
tersebut. Karena mungkin tidak akan pernah bisa mengakses laba anak perusahaan
tersebut, proyek tadi tidak menarik bagi perusahaan induk. Tetapi, proyek tersebut
mungkin saja menarik bagi anak perusahaan. Salah satu solusi yang mungkin untuk
masalah semacam ini adalah meminta anak perusahaan untuk mendapatkan sebagian
kebutuhan dana bagi proyek di dalam negara tamu. Dalam hal ini, dana yang tidak
dibolehkan untuk dipulangkan k einduk dapat digunakan untuk melunasi pinjaman.
3. Pemulangan berlebihan
Pertimbangkan sebuah perusahaan induk yang mengenakan fee administratif terlalu
tinggi atas anak perusahaannya, karena sistem manajemen terpusat yang digunakan.
Bagi anak perusahaan, fee tersebut merupakan beban. Bagi induk, fee mewakili
pendapatan yang kadang-kadang melebihi biaya aktual pengelolaan anak perusahaan.
Dalam hal ini, laba dari proyek bisa jadi rendah dari perspektif anak perusahaan dan
tinggi dari perspektif perusahaan induk. Kelayakan dari proyek sekali lagi tergantung
pada perspektif mana yang digunakan. Dalam banyak kasus, mengabaikan perspektif
induk akan distorsi nilai sebenarnya dari proyek luar negeri.

201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

4. Pergerakan nilai tukar


Saat laba dipulangkan ke induk, biasanya harus dikonversikan dari valuta lokal anak
perusahaan ke dlaam valuta perusahaan induk. Jumlah yang diterima oleh induk
dengan demikian dipengaruhi nilai tukar. Jika proyek dinilai dari perspektif anak
perusahaan, proyeksi arus kas yang bakal siterima dari anak perusahaan tidak perlu
dikonversikan ke dalam valuta perusahaan induk.

Sebuah Contoh Perspektif Induk Vs Perspektif Anak


Buckeye Corporation, sebuah MNC yang berbasis di AS, memiliki anak perusahaan di
Meksiko yang memproduksi dan menjual alat-alat pertanian. Buckeye percaya anak
perusahaannya dapat juga mengembangkan bisnis perbaikan alat-alat pertanian. Proyeksiproyeksi dan data-data relevan berikut telah diperoleh bagi tujuan bisnis:
1. Investasi awal diperkirakan akan berjumlah 9,6 miliar peso atau $9,6 juta berdasarkan
kurs berjalan sebsar $0,001 per peso
2. Bisnis baru ini diestimasikan akan menghasilkan 5 juta peso per tahun selama 4 tahun.
3. Bisnis ini akan dijual setelah 4 tahun; pemerintah tamu akan mengakuisisinya tanpa
kompensasi kepada Buckeye; tetapi, pemerintah tamu tidak mengenakan pajak atas
laba yang dihasilkan oleh proyek baru ini, walaupun tetap mengenkan withholding tax
sebesar 20% atas setiap dana yang dipulangkan ke induk di AS
4. Nilai tukar peso Meksiko telah diestimasikan sebagai berikut:
Akhir Tahun
1
2
3
4

Nilai Peso
$0,0008
$0,0006
$0,0004
$0,0003

5. Pemerintah AS akan memajaki setiap laba dolar yang diterima induk dari anak
perusahaannya dengan tarif 20%.
6. Required rate of return dari proyek baru adalah 18%.

201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Berdasarkan informasi-informasi di atas, dilakukan analisa penganggaran modal sebagai


berikut:
Tahun 0

Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3

Tahun 4

P5.000.000

P5.000.000

P5.000.000

P5.000.000

P4.237.288

P3.590.922

P3.043.154

P2.578.944

-P5.362.712

-P1.771.790

P1.271.364

P3.850.308

Arus kas Total dari anak

P5.000.000

P5.000.000

P5.000.000

P5.000.000

Withholding tax (20%)

P1.000.000

P1.000.000

P1.000.000

P1.000.000

P4.000.000

P4.000.000

P4.000.000

P4.000.000

Nilai Tukar peso meksiko

$0,0008

$0,0006

$0,0004

$0,0003

Dana yang diterima induk

$3.200

$2.400

$1.600

$1.200

Pajak Pemerintah AS (20%)

$640

$480

$320

$240

$2.560

$1.920

$1.280

$960

$2.169

$1.379

$779

$495

-$7.431

-$6.052

-$5.273

-$4.778

Perspektif Anak
Investasi awal

P9.600.000

Arus Kas periodik


PV dari arus kas (dengan
suku bunga diskonto)
NPV Kumulatif
Perspektif Induk
Investasi Awal

$9.600

Dana yang tersedia bagi induk


setelah withholding tax

Dana yang diterima induk


setelah pajak
PV dari arus Kas (dengan
suku bunga diskonto 18%)
NPV Kumulatif

Present value dari arus-arus kas yang bakal diterima juga disajikan bersama-sama net
present value (NPV) kumulatif. NVP kumulatif bermanfaat tidak hanya untuk mengestimasi
NPV dari proyek, tetapi juga untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menghasilkan NPV positif. Karena secepat mungkin akan dihentikan lebih cepat dari yang
direncanakan (misalnya, karena pengambilalihan yang dilakukan pemerintah tamu, yang
tidak diperkirakan sebelumnya), MNC tentu ingin meraih NPV positif secepat mungkin.

201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Analisa penganggaran modal di atas adalah sebagai berikut:


1. Berdasarkan perspektif perusahaan anak yang mengeluarkan dana investasi awal:
a. Proyek baru akan memiliki NVP positif pada akhir tahun ke 3
b. Proyek masih layak untuk diimplementasikan
2. Berdasarkan perspektif perusahaan induk yang mengeluarkan dana investasi awal:
a. Terdapat perbedaan arus kas yang diterima perusahaan induk yang diakibatkan
oleh 3 alasan:
i.

Setiap dana yang dipulangkan ke perusahaan induk dikenakan withholding


tax 20% oleh pemerintah Meksiko, yang mengurangi jumlah peso yang bisa
dipulangkan.

ii.

Peso harus terlebih dahulu dikonversikan ke dolar sebelum dipulangkan ke


induk. Karena peso diperkirakan akan mengalami depresi daritahun ke
tahun, jumlah dolar yang diterima perusahaan induk tiap tahun akan
menurun.

iii.

Pemerintah AS juga mengenakan pajak 20% atas laba yang diterima


perusahaan induk, yang tentu akan mengurangi arus kas perusahaan induk
(mengasumsikan bahwa semua dana dipulangkan merupakan laba)

b. NVP tetap negatif bahkan sampai akhir tahun ke 4


c. Proyek tidak layak untuk diimplementasikan
Perspektif perusahaan induk perlu digunakan dalam upaya menentukan apakah proyek
akan menaikkan nilai MNC secara keseluruhan atau tidak. Perusahaan induk harus
membuat keputusan yang akan menaikkan kekayaan pemegang sahamnya. Tiap proyek,
apakah berada di luar negeri atau di dalam negeri, suatu saat harus menghasilkan arus kas
bagi perusahaan induk agar kekayaan pemegang saham meningkat. Setiap proyek yang
dapat menciptakan NPV positif bagi induk dapat menaikkan kekayaan pemegang
sahamnya.
Pemakaian perspektif induk bisa dikecualikan jika perusahaan anak luar negeri tidak dimiliki
sepenuhnya oleh perusahaan induk, dan ketika proyek luar negeri sebagian dibiayai oleh
laba ditahan anak perusahaandan sisanya dengan dana perusahaan induk. Dalam hal ini,
anak perusahaan luar negeri memiliki beberapa pemegang saham yang harus dilayani.
Setiap kesepakatan yang dibuat antara perusahaan induk dan perusahaan anak patut
diterima oleh kedua belah pihak hanya jika kesepakatan tersebut menaikkan nilai dari kedua
entitas. Keputusan-keputusan yang dibuat tidak akan dimasukkanuntuk mentransfer
kekayaan dari satu entitas ke entitas lain, tetapi didasarkan pada kepentingan dari kedua
kelompok pemegang saham.
201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Proses pemulangan laba dari perusahaan anak ke perusahaan induk dapat digambarkan
sebagai berikut:

Witholding Tax yang dibayarkan ke Pemerintah


Tamu

Dari proses tersebut memperlihatkan bahwa:


1. Laba awalnya berkurang akibat pajak korporasi yang dibayarkan ke pemerintah tamu.
2. Sebagian laba di tahan oleh perusahaan anak (baik atas pilihan perusahaan anak
sendiri atau akibat regulasi pemerintah tamu).
3. Dana yang tersisa kemudian dikonversikan ke dalam valuita perusahaan induk ( pada
kurs yang berlaku) dan dipulangkan ke perusahaan induk.
4. Karena banyak faktor yang dapat menguras laba perusahaan anak, arus kas yang
betul-betul diterima perusahaan induk bisa jadi hanya sebagian kecil dari laba yang
dihasilkan perusahaan anak.
Proses tersebut mengilustrasikan kesulitan dalam mengestimasi arus kas yang akan
diterima perusahaan induk dari laba awalnya yang dihasilkan oleh perusahaan anak di luar
negeri.

201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Faktor-Faktor yang Harus


Dipertimbangkan
Berbagai faktor yang bisa mempengaruhi analisa penganggaran modal, yaitu:
1. Fluktuasi nilai tukar
Perusahaan mengetahui bahwa umumnya kurs akan berubah seiring waktu, tetapi
perusahaan tidak mengetahui berapa perubahan kurs di masa mendatang. Meskipun
kesulitan untuk memprediksi kurs, telah diketahui analisis penganggaran modal
muntinasional paling tidak dapat memasukkan scenario lain untuk perubahan kurs,
seperti scenario pesimis dan scenario optimis. Oleh karena itu, MNC dapat
mengestimasi ulang NPV proyek berdasarkan skenario devaluasi tertentu yang
diperkirakan mungkin terjadi. Jika berdasarkan skenario devaluasi proyek tetap
memungkinkan untuk dilakukan, maka MNC akan merasa lebih pasti untuk melakukan
proyek tersebut.
2. Inflasi
Pada beberapa Negara, inflasi mungkin sangat berfluktuasi dari tahun ke tahun
karenanya dapat sangat memengaruhi arus kas bersih suatu proyek. Karena inflasi
hanya salah satu dari beberapa faktor yang memengaruhi kurs, maka tidak ada
jaminan bahwa suatu mata uang akan terdepresiasi saat saat tingkat inflasi setempat
relatif tinggi.
3. Kesepakatan pembiayaan
Secara umum, penambahan investasi oleh induk perusahaan meningkatkan eksplosur
kurs induk perusahaan karena beberapa alas an. Pertama, karena induk perusahaan
menyediakan seluruh investasi, maka tidak diperlukan pembiayaan asing. Maka, anak
perusahaan tidak perlu membayar bunga dan karenanya mengirim arus kas yang lebih
besar untuk induk perusahaan. Kedua, nilai sisa yang akan dikirim ke induk
perusahaan akan lebih besar. Dengan mempertimbangkan pembayaran pada induk
perusahaan yang lebih besar, arus kas akhir yang akan diterima oleh induk
perusahaan lebih rentan terhadap perubahan kurs. Pembiayaan dari anak perusahaan
memindahkan beberapa beban pada mata uang sama yang akan diterima oleh anak
perusahaan dan karenanya akan mengurangi jumlah akhir yang akan dikonversi
menjadi dolar untuk dikirim kembali pada induk perusahaan.
201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

4. Blokade dana
Pada beberapa kasus, pemerintah setempat mungkin memblokir dana yang akan
dikirim anak perusahaan untuk induk perusahaan. Beberapa Negara mengharuskan
laba yang dihasilkan anak perusahaan diinvestasikan kembali di Negara tersebut
selama paling tidak tiga tahun sebelum dikirim ke luar negeri.
5. Nilai sisa yang tidak pasti
Jika nilai sisa tidak pasti, MNC dapat menggunakan berbagai kemungkinan nilai sisa
dan melakukan estimasi ulang NPV berdasarkan setiap kemungkinan tersebut. MNC
juga dapat memperkirakan nilai sisa pada titik impas (juga disebut nila akhir pada titik
impas), yang merupakan nilai sisa yang dibutuhkan agar NPV proyek bernilai nol. Jika
nilai sisa actual diperkirakan akan sama atau melebihi nilai sisa pada titik impas, maka
proyek dianggap layak.
6. Dampak dari proyek baru atas arus kas berjalan
Sejauh ini, pada contoh yang diberikan, diasumsikan bahwa proyek baru tidak memiliki
dampak terhadap arus kas berjalan. Namun kenyataannya, proyek baru sering kali
memengaruhi arus kas berjalan.
7. Insentif-insentif pemerintah tamu
Proyek asing yang diusulkan olh MNC dapat memiliki dampak menguntungkan bagi
kondisi perekonomian Negara setempat dan karenanya sering kali didukung oleh
pemerintah

setempat.

Insentif

yang

ditawarkan

pemerintah

setempat

harus

dipertimbangkan dalam analisis penganggaran modal. Jika pemerintah memberi


subsidi saat awal pendirian anak perusahaan, maka investasi awal MNC akan
berkurang.
8. Opsi Riil
Beberapa proyek penganggaran modal memiliki opsi riil, dalam bentuk adanya
peluang bisnis tambahan. Karena peluang ini dapat menghasilkan arus kas, maka
peluang ini dapat menambah nilai proyek.

201
6

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Input-Input Penganggaran Modal


Terlepas dari jenis proyek jangka panjang yang tengah dipertimbangkan, sebuah MNC
biasanya membutuhkan proyeksi data ekonomi dan keuangan berikut:
1. Investasi awal
Investasi awal perusahaan induk bisa merupakan sumber dana utam auntuk
mendukung suatu proyek tertentu. Dana awal yang diinvestasikan dalam sebuah
proyek mungkin tidak hanya mengandung dana yang dibutuhkan untuk memulai
proyek, tetapi juga dana-dana lain, seperti modal kerja untuk mendukung proyek dari
waktu ke waktu. Dana-dana semacam itu dibutuhkan untuk membiayai persediaan,
membayar upah, dan sebagainya, sampai proyek menghasilkan pendapatan. Karena
arus kas tidak akan selalu cukup untuk menutupi pengeluaran yang akan muncul,
modal kerja.
2. Permintaan konsumen
Keakuratan peramalan besarnya permintaan konsumen bagi sebuah produk sangat
penting pada saat mengestimasi skedul arus kas. Tetapi permintaan di masa depan
biasanya sulit diramalkan. Peramalan permintaan kadang-kadang dapat dibantu oleh
data-data historis mengenai berapa besar pangsa pasar yang telah dirampas oleh
MNC lain pada saat mereka memasuki pasar yang sama. Sekali lagi, data-data historis
tidak selalu merupakan indikator yang akurat mengenai masa depan. Disamping itu,
banyak proyek merupakan proyek perintis, sehingga tidak ada data historis yang bisa
digunakan untuk meramal masa depan.
3. Harga jual
Harga jual dari produk dapat diramalkan dengan menggunakan harga-harga dari
produk-produk saingan yang telah ada dalam pasar. Tetapi, analisa penganggaran
modal jangka panjang meminta proyeksi, tidak untuk satu periode ke depan, tetapi
untuk sepanjang usia proyek. Harga masa depan akan sangat dipengaruhi oleh laju
inflasi negara tamu di masa depan (tempat di mana proyek dilaksanakan). Namun, laju
inflasi di masa depan tidak diketahui. Jadi, laju inflasi masa depan harus diproyeksi
terlebih dahulu sebelum proyeksi mengenai harga jual dibuat.

201
6

10

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

4. Biaya variabel
Sama seperti proyeksi harga jual, peramalan biaya variabel dapat dilakukan dengan
menilai kandungan biaya variabel dari produk-produk saingan (seperti upah per jam,
dan sebagainya). Biaya variabel juga akan sangat diperngaruhi oleh inflasi di masa
depan. Sekalipun biaya variabel per unit dapat diramalkan dengan akurat, proyeksi
biaya variabel total (biaya variabel per unit kali volume) bisa tidak akurat jika proyeksi
permintaan juga tidak akurat.
5. Biaya tetap
Seacara periodik, biaya tetap mungkin lebih mudah diramalkan daripada biaya
variabel, karena biasanya tidak sensitif terhadap perubahan perrmintaan. Tetapi, biaya
tetap sensitif terhadap setiap perubahan laju inflasi negara tamu dari saat proyeksi
dibuat sampai saat biaya tetap dikeluarkan.
6. Usia proyek
Walaupun sulit untuk menilai usia dari sejumlah proyek, proyek-proyek tertentu
memiliki usia yang pasti karena akan dilikuidasi pada akhir usia tersebut. Hal ini
membuat analisa penganggaran modal mudah dilakukan. Harus disadari bahwa MNC
tidak selalu memiliki kontrol penuh menyangkut usia proyek. Dalam sejumlah kasus,
peristiwa-peristiwa politik bisa membuat proyek dilikuidasi lebih cepat dari yang
direncanakan. Probabilitas kemunculan peristiwa-peristiwa politik semacam ini
bervariasi antar negara.
7. Nilai sisa (nilai likuidasi)
Nilai sisa setelah pajak dari kebanyakan proyek sulit diramalkan. Nilai ini tergantung
dari beberapa faktor, termasuk keberhasilan proyek dan sikap pemerintah tamu
terhadap proyek tersebut. Kemungkinan ekstremnya, pemerintah tamu dapat
mengambil alih proyek tanpa memberi kompensasi yang memadai kepada MNC.
8. Retriksi-retriksi transfer dana
Dalam sejumlah kasus, pemerintah tamu akan mencegah perusahaan anak
mengirimkan labanya ke perusahaan induk. Retriksi ini mncerminkan upaya
pemerintah tamu untuk mendorong penngkatan investasi di dalam negaranya, atau
untuk mencegah penukaran valuta lokal secara berlebihandengan valuta-valuta asing
lain. Karena retriksi transfer dana mencegah kas kembali ke induk, [royeksi arus kas
neto dari perspektif perusahaan induk akan diperngaruhi oleh retriksi ini. Jika sebuah
pemerintah tamu memunculkan retriksi ini, perusahaan induk harus memperhitungkan
201
6

11

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

masalah ini daat memproyeksi arus kas. Tetapi, pemerintah tamu mungkin
memodifikasi regulasi transfer dana dari waktu ke awktu, sehingga MNC harus terus
menerus meramalkan retriksi transfer dana di masa depan dan memasukkannya ke
dalam analisa.
9. Undang-undang perpajakan
Undang-undang perpajakan dati tiap negara individual berbeda satu sama lain. Dalam
sejumlah situasi, sebuah negara menyediakan deduksi pajak atau kredit pajak bagi
perusahaan multinasional untuk pembayaran pajak oleh perusahaan anaknya kepada
pemerintah tamunya. Karena arus kas setelah pajak perlu diramalkan dalam
melakukan analisa penganggaran modal, dampak-dampak dari peraturan pajak suatu
negara harus dipahami oleh MNC. Tetapi, peraturan pajak tentu tidak permanen.
Karena seringkali diubah, sulit mengetahui bagaimana peraturan pajak akan
mempengaruhi suatu proyek dari waktu ke waktu.
10. Nilai tukar
Setiap proyek internasional pasti akan dipengaruhi oleh fluktuasi niali tukar selama
usia proyek., tetapi fluktuasi ini biasanya sangat sulit diramalkan. Memang ada
metode-metode hedging yang bisa dipakai untuk berlindung dari fluktuasi nilai tukar,
tetapi sebagian besar metode ini digunakan untuk melindungi posisi-posisi jangka
pendek. Meskipun dimungkinkan untuk melakukan hedging jangka panjang, (memakai
kontrak forward jangka panjang atau currency swap), MNC tidak mengetahui secara
pasti berapa banyak dana yang harus di-hedge. Hal ini disebabkan karena pendapatan
dan biaya dari proyek di masa depan juga tidak pasti dan harus diramalkan. Jadi, MNC
mungkin memutuskan untuk tidak meng-hedge proyeksi arus kas neto valuta asing.
Sayangnya, sekalipun arus kas ini dapat diprediksi secara akurat, sebuah MNC yang
tidak melakukan hedging mungkin tidak bisa meramalkan secara akurat besarnya arus
kas yang akan diterima oleh perusahaan induk dari proyek karena tisak akuratnya
proyeksi perubahan nilai tukar sepanjang usia proyek
11. Require rate of return
Setelah diestimasi, arus kas dapat didiskontokan memakai required rate of return
dariproyek, yang bisa berbeda dari cost of capital MNC karena suatu proyek tertentu
memiliki risiko yang unik.

201
6

12

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Daftar Pustaka
Madura, Jeff. (2003). International Financial Management. 7th. The Edition West Publishing
Comp.
Hamdy Hady. (2005). Manajemen Keuangan Internasional. Mitra Wacana Media. Jakarta.
__________, (2001). Valas untuk Manajer. Edisi ke empat. Ghalia Indonesia. Jakarta.

201
6

13

Manajemen Keuangan
Internasional
Dinar Nur Affini, S.E., MM.

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id