Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN THALASEMIA DI POLI


THALASEMIA RSUP. Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Stase Keperawatan Anak


Program Profesi Ners Angkatan XXXII

DISUSUN OLEH :
Eka Ratnasari
220112160047

PROFESI NERS KEPERAWATAN ANAK


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2016

I. PENGKAJIAN ANAK
1. Identitas Klien
Nama

: An. A

Tempat / Tanggal lahir

: Bandung, 09 November 2009

Umur

: 6 tahun 8 bulan 27 hari

Agama

: Islam

Suku

: Sunda

Alamat

: Soreang

Diagnosa Medis

: Thalaesmia Mayor

Tanggal dikaji

: 6 September 2016

No. MedRek

: 0001452815

Nama Ayah / Ibu

: Tn. H/ Ny. I

Pekerjaan Ayah / Ibu

: Wiraswasta / Ibu rumah tangga

Pendidikan Ayah / Ibu

: SMA / SMA

Alamat Ayah / Ibu

: Soreang

1. Keluhan Utama
Klien datang ke RS karena merasa lemas dan akan melakukan transfusi darah
rutin.
2. Riwayat kesehatan sekarang
Klien didiagnosa thalasemia mayor sejak usia 2 bulan. Klien datang setiap 3
minggu sekali atau setiap ada keluhan seperti lemas, tidak nafsu makan dan
pucat. Tanda dan gejala tersebut sering dirasakan terutama jika klien kelelahan.
Klien sering dikeluhkan pucat. Keluhan tidak disertai dengan panas dada.
3. Riwayat kehamilan dan kelahiran
Klien merupakan anak kedua. Lahir cukup bulan, langsung menangis. Selama
hamil ibu sehat dan tidak pernah sakit berat.
4. Riwayat Masa Lalu

Imunisasi dasar lengkap. Riwayat perkembangan sesuai usia


5. Riwayat Keluarga
Ayah dan ibu dari klien adalah karier, kakak klien juga penderita thalassemia
mayor. Sedangkan riwayat kakek neneknya tidak diketahui karier atau tidak.
6. Genogram

Keterangan :
= Perempuan
= Laki-laki
= Meninggal
= Orang yang tinggal satu rumah
= Orang yang terdekat
=
Klien
= cerai
= wanita karier
= Laki-laki karier
= laki-laki talasemia

7. Riwayat Sosial
An. A merupakan anak yang aktif. Ia setiap hari bersekolah TK dan dapat
mengikuti pelajaran dengan baik. Ia memiliki banyak teman di lingkungan
rumahnya dan sering bermain bersama.
8. Kebutuhan dasar
Makan :
Ibu klien mengatakan bahwa klien selalu menghabiskan porsi makannya.
Minum :
Klien minum sekitar 1 liter/hari
Eliminasi :
An. A BAK sekitar 3 kali/hari dan BAB 1 kali
Tidur :
Klien tidak mengalami kesulitan tidur atau kurang tidur.
Aktivitas bermain :
An. A suka menonton televise dan senang mengobrol baik dengan ibu atau
dengan perawat.
9. Pemeriksaan Fisik
Penampilan/ Keadaan
Umum
Antropometri

Tanda-tanda vital

Kesadaran kompos mentis


BB : 16 Kg TB : 106 cm
Status gizi :
Imt = 16/(1,06x1,06)= 14,24 (nilai z skor -1 SD)
Status gizi normal
N = 152x/menit, RR= 28 x / menit, S= 36,70 C

Kepala

Inspeksi = bentuk kepala simetris, tidak ada


kerontokkan rambut,bersih
Palpasi = tidak ada nyeri tekan dan pembengkakan

Wajah

Inspeksi
Wajah = tampak pucat
Mata= konjungtiva tampak anemis, sclera tidak iketrik,
visus normal, pergerakkan pupil (+/+).
Hidung= tidak ada keluaran, tidak ada pernapasan

cuping hidung, tidak ada gangguan bernapas.


Mulut= tidak ada stomatitis, lembap, ada karies
Gigi
Telinga = tidak ada gangguan pendengaran, bersih
.
Palpasi
Tidak ada nyeri tekan, benjolan dan edema.
Leher

Inspeksi = warna sama dengan wajah, simetris, tidak ada


deviasi trakea
Palpasi = Denyut nadi karotis teraba, tidak ada
benjolan, tidak ada peningkatan JVP, tidak ada
perbesaran kelenjar tiroid, tidak ada gangguan menelan.

Dada

Inspeksi= bentuk dada simetris, pengembangan dada


simetris, tidak terdapat penggunaan otot nafas
Tambahan
Auskultasi= suara nafas vesikuler, tidak ada suara
nafas tambahan, irama jantung reguler, Bunyi jantung
Normal
Palpasi = Tidak ada massa, tidak ada cairan, tidak ada
nyeri dada.
Perkusi=
Kanan : Resonan pada ICS 1-5, Dullness pad ICS 6-8
Kiri : dulness ICS 2-5.

Abdomen

Inspeksi = warna kulit abdomen sama dengan warna


kulit tubuh, tidak ada lesi
Auskultasi = Bunyi bising usus 8x/ menit
Palpasi = tidak teraba distensi kandung kemih, terdapat
hepatosplenomegali

Ekstremitas

Inspeksi= ekstremitas kanan dan kiri simetris, tidak


terdapat edema, bersih dan lembap
,.
Palpasi= Teraba denyut nadi distal, akral hangat,
pergerakan ektremitas bebas.

10. Pemeriksaan Perkembangan


a. Tugas perkembangan anak
Tahap tugas
Tahapan tugas
Perkembangan
perkembangan

Pada Anak

Psikoseksual
(Freud)

Tahap Laten
Anak cepat akrab dengan
Selama tahap
perawat dan ekspresif
perkembangan
ketika diajak mengobrol
anak menjadi lebih suka
dengan perawat
bergaul dengan anak atau
individu yang jenis
kelaminnya sama.
Biasanya mencari figur
seseorang yang sama jenis
kelaminnya untuk
dijadikan role model

Psikososial(Erikson)

Industry vs Inferiority
Ibu klien mengatakan,
Anak belajar berkerjasama disekolah klien merupakan
dan bersaing baik dari segi anak yang aktif dan
akademis atau dalam
berprestasi. Sering
permainan. Interaksi sosial bersosialisasi dengan
lebih luas. Perasaan sukses temannya yang lain.
dicapai ketika ada
motivasi untuk
beraktivitas yang
mempunyai tujuan

Kognitif (Piaget)
Anak mulai
menggunakan simbol
ketika mereka
menggunakan sebuah
objek untuk
merepresentasikan sesuatu
yang tidak hadir. Salah
satu sumber utama
simbol ini adalah bahasa,
yang berkembang cepat
selama tahun-tahun pra
operasional awal

12. Informasi Tambahan

Anak sudah lancar


berbicara, memeberi
jawaban yang rasional
ketika ditanya dan
mengekspresikan rasa
nyeri.

Transfusi PRC 220 cc

Deferifrone sirup 3x 1 sendok dalam sehari

13. Analisa Data


DATA PENUNJANG
DS : DO :
- Wajah klien
- tampak pucat dan
- face cooley
-Hb 5,8
- pucat
- Konjungtiva anemis

DO:
DS: Klien terlihat lemas dan
tidak mau banyak bergerak,
klien sangat lemah sehingga
meminta gendong ketika naik
ke bed
DO: kulit klien kering dan
sudah ada sedikit kheitaman
di bagian tangan

ETIOLOGI
Thalasemia akan
menyebabkan lisis sel
darah merah lebih cepat
dari normal sehingga Hb
menurun yang
menyebabkan suplai
o2 ke jaringan tidak
Optimal

MASALAH
Gangguan perfusi
Jaringan

Intoleransi aktivitas
ThalassemiaHb
menurun yang
menyebabkan suplai
o2 ke jaringan tidak
Optimal metabolisme sel
perubahan pembentukan
ATPenergi yang
dihasilkan menurun
kelemahan fisik
intoleransi aktivitas
Terjadinya pembentuakn kerusakan integritas kulit
RBC baru yang immature
dan mudah lisisHb turun
perlu transfuseterjadi
peningkatan Fe
hemosiderosispeingkatan
pigmentasi kulit (coklat
kehitaman)kerusakan
integritas kulit

14. Diagnosa Keperawatan


1. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b. d penurunan suplai o2 konsentrasi
HB dan darah ke jaringan
2. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan umum, ketidakseimbanhan antara suplai
oksigen ke jaringan
3. Resiko terjadi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan
sirkulasi dan pigmentasi kulit
4. Risiko infeksi b.d ketidakadekuatan pertahanan tubuh primer imunitas tidak
adekuat (abnormalitas pembentukan sel darah merah)

15. Rencana Intervensi Keperawatan


NO

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
TUJUAN
Ketidakefektifan perfusi Setelah dilakukan tindakan
jaringan perifer b. d keperawatan 1x24 jam,
tidak terjadi gangguan
penurunan
suplai
o2 perfusi jaringan, dengan
konsentrasi HB dan darah kriteria :
- Konjungtiva tidak
ke jaringan
Anemis
- Akral hangat
- Mukosa lembap,
tidak ada sianosis
- CRT < 3 detik
- Akral hangat
- TTV dalam batas
Normal
- Nilai Hb dan Eritrosit
dalam batas Normal

Intoleransi aktivitas b.d


kelemahan
umum,
ketidakseimbanhan antara
suplai oksigen ke jaringan

TTV
normal
waluapun beraktivitas
Mampu melakukan
ADL secara mandiri
Mampu
berpindah
dengan atau tanpa
bantuan alat
status
respirasi
adekuat

PERENCANAAN
INTERVENSI
RASIONAL
- Pantau TTV,kaji
- Memberikan informasi tentang
pengisian kapiler
derajat/ keadekuatan perfusi jaringan
- Tinggikan kepala
dan membantu menentukan
tempat tidur sesuai
kebutuhan intervensi.
toleransi dan
- Meningkatkan ekspansi paru dan
rendahkan ektremitas
memaksimalkan oksigenasi untuk
untuk meningkatkan
kebutuhan seluler
sirkulasi arteri
- Koreksi Hb dan eritrosit penting
- Kolaborasi pemberian
karena Hb dan eritrosit yang
transfuse darah
menyalurkan dan sebagai transport
nutrisi serta oksiegen ke seluler

Kaji
kemampuan
pasien
untuk
melakukan
aktivitas,
catat kelelahan dan
kesulitan
dalam
beraktivitas.
Awasi tanda-tanda vital
selama dan sesudah
aktivitas.
Beri bantuan dalam
beraktivitas
bila

Memberi informasi sejauh


mana klien dapat melakukan
aktivitas
Pantauan lebih lanjut jika
sewaktu-waktu nilainya
berubah dan mengindikasikan
kelelahan
Mempermudah klien dan
mengajari klien untuk mandiri
Membantu untuk rileks
sehingga klien bisa merasa
nyaman

Resiko terjadi kerusakanKulit untuh dan tidak


bertambah hitam
integritas kulit berhubungan
dengan perubahan sirkulasi
dan pigmentasi kulit karena
penumpukan zat besi

Risiko
infeksi
b.d
ketidakadekuatan
pertahanan tubuh primer
imunitas tidak adekuat
(abnormalitas pembentukan
sel darah merah)

Klien bebas tanda dan


gejala infeksi
Klien menunjukkan
bisa melakukan gaya
hidup sehat
Dapat mengontrol
infeksi dengan
pencegahan (cuci
tangan dll)

diperlukan.
Berikan
lingkungan
yang tenang.
Kaji integritas kulit,
catat perubahan pada
turgor,
gangguan
warna, aritema dan
ekskoriasi.
Ubah posisi secara
periodic
Pertahankan
kulit
kering dan bersih,
batasi
penggunaan
sabun
Perhatikan
teknik
aseptic pada klien
Instruksikan
pada
pasien untuk rutin
meminum obat kelasi
besi
Dorong masukan cairan
Ajarkan
cara
menghindari infeksi

Mengetahui sejauh mana


penumpukan besi yang terjadi
dibawah kulit
Menghibdari lesi dari gesekan
kulit kering pasien dengan
tempat tidur
Menjaga kelembaban kulit
klien

Mengurangi resiko terpapar


kuman
Meminimalisir penumpukan
zat besi dalam tubuh
Menjaga kelembaban kulit
Terbiasa menjaga kebersihan
sehingga memperkecil
kesempatan terjadinya infeksi

IMPLEMENTASI
Tgl/jam
No.DX
06/09/16
1
11.00

12.00

12.30

13.00

Implementasi
Mentransfusi
darah

Hasil
Paraf
tidak ada reaksi
seperti demam,
frekuensi nafas
meningkat, gatalgatal atau tanda
syok saat
dilakukan
transfusi
Mengingatkan
Ibu mengerti apa
untuk terus rutin yang dijelakan
mengonsumsi
obat kelator bsei
secara teratur
Mengajak klien Klien senang dan
membaca buku melakukan
dan menonton tv
aktivitas tersebut
dengan antusias
Menganjurkan ibuIbu mengerti dan
klien untuk
berkata akan
mencuci tangan
dahulu sebelum menjalankannya
dan sesudah
kontak dengan
anaknya dan
penkes
pentingnya hidup
bersih

Tgl
No.DX Evaluasi
Paraf
7/09/2016 1
S: klien mengaku lebih segar dan tidak lemas lagi
O: CRT ,3, akral hangat
A: masalah sebagian teratasi
P: lanjutkan intervensi
7/9/2016 4
S: ibu klien sudah mengerti untuk menjaga kebersihan
agar mengurangi resiko infeksi
O: Ibu klien mengetahui cara cuci tangan
A: teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan

Sumber :

Kliegman, Robert M., etc. 2007. Nelson Textbook of Pediatrics 18th Edition. United
States of America: Elsevier.
Amin, Hardi. 2015. Aplikasi asuhan Keperawatan Berdasarkan NANDA NIC NOC.
Yogyakarta : Mediaction