Anda di halaman 1dari 4

SKALA JETTE

Bentuk aktivitas Kemampuan beraktivitas Nilai


Berdiri dari posisi duduk Nyeri
1: tidak nyeri
2: nyeri
3: nyeri sedang
4: nyeri sangat
Kesulitan
1: sangat mudah
2: agak mudah
3: agak mudah juga tidak sulit
4: agak sulit
5: sangat sulit
Ketergantungan
1: tanpa bantuan
2: butuh bantuan alat
3: butuh bantuan orang lain
4: butuh bantuan alat dan orang lain
5: tidak dapat melakukan
Berjalan 15 meter Nyeri

1: tidak nyeri
2: nyeri
3: nyeri sedang
4: nyeri sangat
Kesulitan
1: sangat mudah
2: agak mudah
3: agak mudah juga tidak sulit
4: agak sulit
5: sangat sulit
Ketergantungan
1: tanpa bantuan
2: butuh bantuan alat
3: butuh bantuan orang lain
4: butuh bantuan alat dan orang lain
5: tidak dapat melakukan
Naik turun tangga Nyeri
1: tidak nyeri
2: nyeri
3: nyeri sedang
4:nyeri sangat

Kesulitan
1: sangat mudah
2: agak mudah
3: agak mudah juga tidak sulit
4: agak sulit
5: sangat sulit
Ketergantungan
1: tanpa bantuan
2: butuh bantuan alat
3: butuh bantuan orang lain
4: butuh bantuan alat dan orang lain
5: tidak dapat melakukan(Slamet Parjoto, 2000)

TES ANTROPOMETRITes untuk mengetahui Komposisi tubuh maupun


bentuknya atau pengukuran atas struktur tubuh manusia. Beberapa pengukuran
antropometri pokok/dasar antara lain :
1. Berat Badan ( Body Weight )
2. Tinggi Badan ( Stature Hight )
3. Tinggi Duduk ( Sitting Height )
4. Lebar Bahu ( Bi-acromiale diemeter )
5. Lebar Pinggul ( Bi-ilium diameter )
6. Lebar Sendi Siku ( Bi-epicondilar diameter humerus )
7. Lebar Sendi Lutut (Bi-epicondilar diameter femur )
8. Tebal Lemak Kulit ( skinfold caliper )
Tricep Subscapula Abdominal Quadriceps
Biceps Suprailium Hamstring
Tujuan akhir dari pengukuran Antropometri adalah menetapkan bentuk atau tipe
badan seseorang. Tapi pada bahasan kali ini hanya akan dibahas tentang Berat
Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight ) dan Indeks Masa Tubuh
(IMT).
Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight )
Pengukuran tinggi badan dan berat badan sangat penting manusia lebih-lebih
pada pengembangan prestasi bagi siswa atau atlet. Dengan Pengukuran tinggi
dan berat badan dapat mengetahui IMT ( indeks masa tubuh ).
Prosedur pelaksanaan tes sebagai berikut :
a. Berdiri tegak lurus
b. Pandangan lurus kedepan
c. Saat pengukuran berat badan, atlet atau orang coba menggunakan pakaian
seminim mungkin
d. Tinggi badan satuan alatnya adalah Cm, berat badan satuan alatnya adalah
kilogram (Kg).
e. Alat yang digunakan, antropometer, meteran yang sudah ditera dan
timbangan yang sudah ditera
Standar berat badan ideal ( Brocce Formula )

Berat Badan ideal = 90 % X ( Tinggi Badan 100 )


Batas kewajaran sebagai berikut :
Paling Berat = 120 % X ( Tinggi Badan 100 )
Paling Ringan = 80 % X ( Tinggi Badan 100 )

Ex :
Diket : Berat badan = 70 Kg
Tinggi badan = 172 cm
BB ideal = 90% x (172 -100 )
64, 8 kg
Berat badan max = 120 % x (172 100 )
86.4 kg
Berat badan min = 80 % x (172 100 )
57,6 kg
Bila lebih dari 86,4 kg berarti terlalu gemuk.
Bila kurang dari 57,6 kg berarti terlalu kurus
Dari data yang diperoleh dari pengukuran tinggi dan berat badan, akan dapat
diperoleh juga data Indeks Masa Tubuh.
Yaitu dengan rumus IMT sebagai berikut :
IMT=
Keterangan :
BB = Berat Badan ( Kg )
TB = Tinggi Badan ( cm )
IMT = Indeks Masa Tubuh ( Kg/m)
Ex :
Diket : BB = 70 Kg
TB = 172 Cm
IMT = ??
IMT = 70 = 70 = 70 = 23.66 ( Kg/m)
(172)2 cm (2958)cm (2, 958)m
Ketentuan IMT:
Underweight = 12 - 19 kg/m
Ideal = 20 - 25 kg/m
Overweight = 26 - 29 kg/m
Obesitas = > 29 kg/m

Grip Strength
Grip strength dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot genggaman tangan.

Kekuatan otot peras tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani,
maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan
kekuatannya.
a. Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght
Dynamometer atau Hand Dynamometer. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg
)
b. Prosedur Pelaksanaan Tes :
Pengukuran Otot Peras Tangan Kanan dan Kiri.
Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau
selebar bahu.
Pandangan lurus kedepan
Tangan memegang Grip Strenght dynamometer
Tangan harus lurus
Skala dynamometer menghadap keluar atau kedepan.
Jarum dynamometer berada pada angka nol
Setelah itu, Grip Strenght Dynamometer diperas dengan sekuat tenaga
Hanya dengan sekali perasan
Penekanannya tidak boleh dengan sentakan.
Tangan yang diperiksa maupun alat grip streng dynamometer tidak bolah
tersentuh badan ataupun benda lain.
Hasil tes dapat dilihat pada skala dynamometer
Dilakukan sebanyak 3 kali, diambil hasil yang terbaik.
Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kanan pria dan
wanita
Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg)
Baik sekali 55.50 keatas 42.50 keatas
Bagus 46.50 55.00 32.50 41.00
Sedang 36.50 46.00 24.50 32.00
Cukup 27.50 36.00 18.50 24.00
Kurang SD 27.00 SD 18.00
Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kiri pria dan wanita
Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg)
Baik sekali 54.50 keatas 37.00 keatas
Bagus 44.50 54.00 27.00 36.50
Sedang 33.50 44.00 19.00 26.50
Cukup 24.50 33.00 14.00 18.50
Kurang SD 24.00 SD 13.50