Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PENELITIAN MODUL RISET

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Jalan Hendrik Timang Komplek UNPAR
A.

LEMBAR UTAMA
1. Judul Penelitian
Pengaruh obesitas terhadap hipertensi pada laki-laki berusia 35-55 tahun di
Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya

2. Nama Peneliti
Nama:Devid Fernando

NIM: FAA 110 043

Nama:Febriana

NIM: FAA 110 050

Nama: Hasanah

NIM: FAA 110 016

Nama: Mega Pratiwi

NIM: FAA 110 035

Nama:Merry Cristiani Olivia

NIM: FAA 110 009

Nama:Mutiara Dara Ratih

NIM: FAA 110 022

Nama:Prayogi Kramy

NIM: FAA 110 008

Nama:Putu Widyaningrum A

NIM: FAA 110 040

Nama:Siti Norhasanah

NIM: FAA 110 027

Nama:Stoyarenski A

NIM: FAA 110 003

3. Pembimbing Penelitian
Nama: dr.Indria Augustina
Departemen: PSPD UNPAR

4. Kata Kunci
Tekanan darah tinggi
Obesitas
Usia
5. Jangka Waktu Penelitian dan Anggaran
Satu Tahun
Dua Tahun
Tahun ke-1 :

Rp

Tahun ke-2 :

Rp

6. Sumber Dana Penelitian


Institusi universtas palangkaraya

7. Tempat Penelitian
Nama, Alamat lengkap, Kode pos, Telepon, Fax, Email

RSUD DORIS SYLVANUS PALANGKARAYA


Jln. Tambun Bungai No.4 palangkaraya

B.

LEMBAR PERNYATAAN DAN PENGESAHAN


8. Pernyataan Peneliti
Dengan ini kami menyatakan:
a. Penelitian dengan judul seperti tertera pada lembar utama nomor 1
merupakan penelitian orisinil bukan plagiat.
b. Sepakat untuk melakukan penelitian dengan judul seperti tertera pada
lembar utama nomor 1.
Peneliti

Tanda Tangan

Tanggal

14-Okt-2010

1. Devid Fernando

14-Okt-2010

2. Febriana

14-Okt-2010

3. Hasanah

14-Okt-2010

4. Mega Pratiwi

14-Okt-2010

5. Merry Cristiani Olivia

14-Okt-2010

6. Mutiara Dara Ratih

14-Okt-2010

7. Prayogi Kramy

14-Okt-2010

8. Putu Widyaningrum A

14-Okt-2010

9. Siti Norhasanah
10. Stoyarenski A

14-0kt-2010

9. Pengesahan Ketua Penanggung Jawab Modul Riset dan Pembimbing


yang Bertanggung Jawab
Nama Penanggung Jawab Modul Riset

Tanda Tangan

DR.dr.Erni H.Poerwaningsih,MS

Tanda Tangan

Nama Pembimbing
dr.Indria augustin

C.

LEMBAR URAIAN PENELITIAN


10. Latar Belakang Masalah
Uraikan permasalahan yang ada yang mendukung dan menyebabkan penelitian ini perlu
dilakukan.

Hipertensi merupakan bab kematian no 3 setelah stroke dan TB,


yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di
Indonesia. Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah
yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal yaitu
140/90 mmHg. Hasil Riset Kesehatan Dasar
(RisKesDas)
BalitBangKes tahun 2007 menunjukkan prevalensi hipertensi secara
nasional mencapai 31,7%.
Sembilan puluh persen penyebab yang mendasari hipertensi tidak diketahui.
Hipertensi semacam ini dikenal dengan hipertensi primer (esensial penyetau
idiopatik) namun memiliki nkecenderungan genetik kuat yang dapat
diperparah oleh faktor-faktor kontribusi misalnya kegemukan,stres,merokok
dan ingesti garam berlebihan.Sepuluh persen lainnya disebut hipertensi
sekunder yang penyebabnya di akibatkan oleh penyakit lain.
Berdasarkan uraian di atas, maka dianggap perlu untuk di adakan
penelitian tentang hubungan obesitas sebagai faktor penyebab
hipertensi

11. Identifikasi Masalah dan Pertanyaan Penelitian


Bagian ini diisi dengan hipotesis dan permasalahan atau pertanyaan yang akan dijawab
melalui penelitian ini.

11.1 Rumusan masalah


Berdasarkan uraian dalam latar belakang permasalahan diatas dapat
dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut
Apakah terdapat hubungan antara obesitas dengan hipertensi.
11.2 Hipotesis
Terdapat hubungan antaras obesitas sebagai faktor resiko hipertensi..

12. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus serta Manfaat Penelitian

Uraikan tujuan umum, tujuan khusus serta manfaat penelitian secara singkat, padat dan
jelas

12.1 Tujuan Umum:


Mengetahui hubungan obesitas dengan hipertensi pada pasien di rumah sakit
Dr Doris Sylvanus Palangka Raya

12.2 Tujuan Khusus:


1.Mengetahui faktor-faktor resiko yang mempengaruhi hipertensi
2.Mengetahui besarnya pengaruh obesitas terhadap hipertensi

12.3 Manfaat Penelitian:


Bagi Masyarakat :
Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai pengaruh obesitas
terhadap hipertensi
Bagi Institusi :
Dengan adanya penelitian ini dapat mengembangkan ilmu pengetahuan
tentang penyakit hipertensi
Bagi Peneliti : Dengan adanya penelitian ini dapat menambahkan
wawasan,pengalaman,dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan tentang
hipertensi

13. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Konsep


Uraikan pustaka yang mendukung penelitian ini serta kerangka konsep penelitian

Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah merupakan penyakit kelainan pembuluh darah
yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, dimana tekanan darah di
atas normal yang mengakibatkan peningkatan morbiditas dan angka
mortalitas (kematian). Tekanan yang abnormal tinggi pada pembuluh darah
menyebabkan resiko terhadap stroke, cacat jantung atau serangan jantung
dan kerusakan ginjal. Seseorang dinyatakan hipertensi jika tekanan
darahnya 145/90 mmHg atau lebih.

Jenis hipertensi
1. Hipertensi primer atau esensial ini tidak diketahui
penyebabnya,terdapat 90% kasus, biasanya banyak faktor yang
meningkatkan resiko Penyakit ini seperti obesitas, alkohol, merokok
2. Hipertensi sekunder: hipertensi sekunder ini terdapat 10% kasus.
Penyebab spesifiknya diketahui seperti penggunaan estrogen, penyakit
ginjal hipertensi aldosteronisme, primer, hipertensi yang berhubungan
dengan kehamilan.

Gejala hipertensi
Pada sebagian besar hipertensi tidak menimbulkan gejala, masa ini
menyelubungi perkembangan hipertensi sampai terjadi kerusakan organ
yang spesifik. Kalaupun menunjukkan gejala, gejala tersebut biasanya
ringan dan tidak spesifik, misalnya sakit kepala(pusing). Akan tetapi jika
hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati bisa timbul gejala antara
lain sakit kepala, kelelahan, telinga berdengung, nyeri didaerah kepala
bagian belakang.
Gejala-gejala
komplikasi

yang

menandakan

mengalami

Kerusakan pada otak yang menyebabkan stroke ditandai dengan


gejala berikut : sakit kepala hebat, muntah hebat berulang, kejang,
gangguan kesadaran sampai lama, pada mata gejala yang timbul adalah
gangguan penglihatan mulai dari penglihatan buram akhirnya kebutaan.
Pada organ jantung dari pembuluh darah kerusakan yang
ditimbulkan akan menyebabkan gejala tersebut : sesak nafas, sakit dada
yang menjalar ke lengan kiri, bunyi jantung yang tidak teratur,
pembengkakan pada kaki, sakit perut berkepanjangan. Kerusakan pada
organ ginjal ditandai dengan sakit yang hebat daerah pinggang,

berkurangnya atau tidak lancarnya air seni


1. Otak
Pada otak : hipertensi akan menimbulkan komplikasi cukup
mematikan. Berdasarkan penelitian sebagian besar kasus stroke disebabkan
hipertensi. Apabila hipertensi tersebut dapat dikendalikan resikonyapun
menjadi menurun, selain stroke komplikasi pada organ otak akibat
hipertensi ini adalah dimensia atau pikun.
2. Mata
Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah halus
pada retina (bagian belakang mata) robek, darah merembes ke jaringan
sekitarnya sehingga dapat menimbulkan kebutaan.
3. Gagal jantung
Gagal jantung, yaitu suatu keadaan ketika jantung tidak kuat untuk
memompa darah keseluruh tubuh sehingga banyak organ lain rusak karena
kekurangan darah dan tidak kuatnya otot jantung dalam memompa darah
kembali ke jantung.
Arteriosklerosis
Arteriosklerosis atau pengerasan pembuluh darah arteri, pengerasan
pada dinding arteri ini terjadi karena terlalu besarnya tekanan, karena
hipertensi, lama kelamaan dinding arteri menjadi kebal dan kaku,
pengerasan pada arteri ini mengakibatkan tidak lancarnya aliran darah
sehingga dibutuhkan tekanan yang lebih kuat lagi sebagai kompensasinya.
Aterosklerosis
Arterosklerosis atau penumpukan lemak pada lapisan dinding
pembuluh darah arteri, penumpukan lemak dalam jumlah besar disebut
plak. Pembentukan plak dalam pembuluh darah sangat berbahaya karena
dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga organ tubuh
akan kekurangan pasokan darah. Aterosklerosis paling sering terjadi pada
arteri yang melewati jantung, otak dan ginjal, juga pada pembuluh darah
besar yang disebut aorta abdominalis di dalam perut dan tungkai.3

Faktor Hipertensi Yang Dapat Diubah


1. Obesitasa. Berat badan merupakan faktor determinan pada tekanan
darah pada kebanyakan kelompok etnik di semua umur. Prevalensi tekanan
darah tinggi pada orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) >30 (obesitas)
adalah 38% untuk pria dan 32% untuk wanita, dibandingkan dengan
prevalensi 18% untuk pria dan 17% untuk wanita bagiyang memiliki IMT

<25 (status gizi normal menurut standar internasional). Perubahan fisiologis


dapat menjelaskan hubungan antara kelebihan berat badan dengan tekanan
darah, yaitu terjadinya resistensi insulin dan hiperinsulinemia, aktivasi saraf
simpatis dan sistem renin-angiotensin, dan perubahan fisik pada ginjal.
Peningkatan konsumsi energi juga meningkatkan insulin plasma, dimana
natriuretik potensial menyebabkan terjadinya reabsorpsi natrium dan
peningkatan tekanan darah secara terus menerus.
b. Obesitas merupakan ciri dari populasi penderita
hipertensi. Curah jantung dan sirkulasi volume darah penderita hipertensi
yang obesitas lebih tinggi dari penderita hipertensi yang tidak obesitas. Pada
obesitas tahanan perifer berkurang atau normal, sedangkan aktivitas saraf
simpatis meninggi dengan aktivitas renin plasma yang rendah.
2. Alkohol
Alkohol dapat merusak fungsi saraf pusat maupun tepi. Apabila saraf
simpatis terganggu, maka pengaturan tekanan darah akan mengalami
gangguan pula. Pada seorang yang sering minum minuman dengan kadar
alkohol tinggi, tekanan darah mudah berubah dan cenderung meningkat
tinggi. Alkohol juga meningkatkan keasaman darah. Darah menjadi lebih
kental. Kekentalan darah ini memaksa jantung memompa darah lebih kuat
lagi, agar darah dapat sampai ke jaringan yang membutuhkan dengan
cukup. Ini berarti terjadi peningkatan tekanan darah.
4. Stress
Salah satu tugas saraf simpatis adalah merangsang pengeluaran hormon
adrenalin. Hormon ini dapat menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat
dan menyebabkan penyempitan kapiler darah tepi.Hal ini berakibat terjadi
peningkatan tekanan darah. Saraf simpatis di pusat saraf pada orang yang
stres atau mengalami tekanan mental bekerja keras. Bisa dimaklumi,
mengapa orang yang stres atau mengalami tekanan mental jantungnya
berdebar-debar dan mengalami peningkatan tekanan darah. Hipertensi akan
mudah muncul pada orang yang sering stres dan mengalami ketegangan
pikiran yang berlarut-larut.
Faktor Hipertensi Yang Tidak Dapat Diubah
1. Genetik
a. Peran faktor genetik terhadap timbulnya hipertensi terbukti dengan
ditemukannya kejadian bahwa hipertensilebih banyak pada pada kembar
monozigot (satu sel telur) daripada heterozigot (berbeda sel telur). Seorang
penderita yang mempunyai sifat genetik hipertensi primer(esensial) apabila
dibiarkan secara alamiah tanpa intervensi terapi, bersama lingkungannya
akan menyebabkan hipertensinya berkembang dan dalam waktu sekitar 3555 tahun akan timbul tanda dan gejala hipertensi dengan kemungkinan
komplikasinya.

b. Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan


keluarga itu mempunyai risiko menderita hipertensi. Hal ini berhubungan
dengan peningkatan kadar sodium intraseluler dan rendahnya rasio antara
potasium terhadap sodium Individu dengan orang tua dengan hipertensi
mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada
orang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi. 14 Selain
itu didapatkan 70-80% kasus hipertensi esensial dengan riwayat hipertensi
dalam keluarga.
2. Jenis Kelamin
Prevalensi terjadinya hipertensi pada pria sama dengan wanita. Namun
wanita terlindung dari penyakit kardiovaskuler sebelum menopause. Wanita
yang belum mengalami menopause dilindungi oleh hormon estrogen yang
berperan dalam meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL).
Kadar kolesterol HDL yang tinggi merupakan faktor pelindung dalam
mencegah terjadinya proses aterosklerosis. Efek perlindungan estrogen
dianggap sebagai penjelasan adanya imunitas wanita pada usia
premenopause. Pada premenopause wanita mulai kehilangan sedikit demi
sedikit hormon estrogen yang selama ini melindungi pembuluh darah dari
kerusakan.
3. Ras
EtnisHipertensi lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam dari pada
yang berkulit putih. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti
penyebabnya. Namun pada orang kulit hitam ditemukan kadar renin yang
lebih rendah dan sensitifitas terhadap vasopressin lebih besar.4
Kerangka Teori
Makanan Hipertensi
yang
mengandung
Obesitas
lemak dan protein tinggi

Meningkatkan
Karena jarang kerja
jantung
dan kebutuhan
berolahraga
akan O2

10

14. Rancangan Penelitian


Uraikan dengan jelas mengenai bahan dan alat serta metode yang akan digunakan
dalam penelitian. Hal ini meliputi jumlah sampel minimal, teknik sampling, variabel yang
akan diteliti, metode serta pengolahan data meliputi analisis statistik.

14.1 Desain penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional,yaitu
metode cross sectional.metode cross sectional merupakan studi
observasional yaitu jenis penelitian yang pengukuran vareiabel-variabel nya
dilakukan hanya satu kali.5
14.2 Waktu dan tempat penelitian
Waktu penelitian
Penyusunan proposal,pengumpulan data,analisis data,dan
11

penyusunan laporan penelitian dimulai dari Oktober 2010 sampai dengan


Maret 2011.
Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr Doris Sylvanus Palangka
Raya.
14.3 Populasi
Populasi dalam penelitian adalah sekelompok subjek atau data
dengan karateristik tertentu.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di
Rumah Sakit DR Doris Sylvanus Palangka Raya.
14.4 Teknik Sampling
Tekhnik sampling adalah teknik yang digunakan untuk mengambil
sampel dari populasi.pada penelitian ini digunakan probability sampling
yaitu dengan cara simple random sampling.
14.5

Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu
hingga dianggap dapat mewakili populasinya.sampel dari penelitian ini
adalah laki-laki obesitas berumur 35-55 tahun yang menderita hipertensi.
14.6

Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah karateristik umum subyek penelitian pada
populasi target dan pada populasi terjangkau.Kriteria inklusi pada penelitian
ini adalah,sebagai berikut :
a. Pria berusia 35-55 tahun
b. Obesitas
c. Penderita hipertensi
14.7 Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah sebagian subjek yang memenuhi
Kriteria kriteria insklusi harus dikeluarkan dari studi karena pelbagai
sebab.kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah:
a.Penderita yang mengalamai komplikasi
b.Penderita yang cacat
c.Penderita yang tidak ingin bekerja sama

12

14.8 Besar Sampel

n1

Z 2 x p x q
2
L

n1 : Jumlah Sampel yang di Butuhkan


Z : 1,96 ( Tabel kurva normal)
: 0,05 atau 5% (Tingkat Kepercayaan)
L : Tingkat Ketelitian ( pada umumnya diambil oleh peneliti 10%)
p : Persentase tafsiran hal yang akan di teliti
q = 1-p
jumlah sampel=110 orang(setelah dibulatkan)

13

14

15. Etik Penelitian


Bagian ini harus diisi apabila penelitian menggunakan subjek manusia atau hewan
percobaan. Isilah lembaran ini dengan tahap-tahap yang akan dilakukan untuk
mendapatkan izin dari komisi etik manusia dan hewan. Lampirkan formulir dari komisi
etik manusia dan hewan yang telah diisi lengkap.

15.1 Informed consent


Informent consent ini berisikan tentang penjelasan kepada calon
subjek mengenai tujuan,untung rugi turut didalam uji klinis,dan apa
yang dilakukan bila timbul efek samping.

16. Daftar Pustaka


Isi daftar pustaka sesuai dengan format penulisan daftar pustaka pada Majalah
Kedokteran Indonesia

1.http://www.dinkesjatengprov.co.id
2.Sherwood L.Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. 2nd ed.
Jakarta: EGC;2001.p.335-7
3.Robbins. Buku ajar patologi. 7th ed. Vol.2. Jakarta: EGC; 2007.p.
369-75
4.Price SA,Wilson LM.Patofisiologi: konsep klinis proses-proses
penyakit. 4th ed. Vol.1. Jakarta: EGC; 1995.p. 533-4
5.Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar metodologi penelitian
klinis. 3rd ed. Jakarta: Sagung Seto; 2008.p. 47-50

17. Perincian Anggaran


Tuliskan secara rinci anggaran biaya penelitian yang diperlukan

15

Rincian dana :
1.Alat:
-stetoskop dan tensimeter:Rp. 1.500.000
-timbangan digital:Rp. 500.000
-pengukur tinggi badan:Rp. 500.000
2.Transportasi:Rp. 3.050.000
3.Biaya sampel:Rp. 5.500.000
4.Konsumsi:Rp. 9.150.000
5.Biaya proposal:Rp.
300.000
6.kuesioner:Rp. 1.050.000
7.Biaya Tak Terduga:Rp. 450.000

18. Lampiran

JADWAL PENELITIAN
Waktu Penelitian

Kegiatan
16

Tempat

Agustus
September
September

Penyusunan proposal
Pengumpulan data

Ruang diskusi PSPD UNPAR


Ruang diskusi PSPD UNPAR
Kampus PSPD UNPAR

Menganalisis data
Penyusunan laporan

Oktober

Kajian ulang dan publikasi


Oktober

RSUD dr. DORIS


SYLVANUS
PALANGKARAYA
Kampus PSPD dan
UNIVERSITAS
PALANGKARAYA

Informed Consent
Saya yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama
:
Alamat
:
17

Umur
Jenis Kelamin

:
:

Menyatakan bahwa saya bersedia untuk berpartisipasi dalam


penelitian dengan judul penelitian Pengaruh obesitas terhadap penyakit
hipertensi pada laki-laki berusia 35-55 tahun di Rumah sakit Dr Doris
Sylvanus Palangka Raya,yang diteliti oleh mahasiswa PSPD UNPAR,tanpa
ada paksaan dari pihak manapun.
Demikian pernyataan ini saya setujui dengan penuh kesadaran.

Palangka Raya,......................2010
Ttd

18