Anda di halaman 1dari 9

RESUME

MANAJEMEN BIAYA

PERENCANAAN LABA : ANALISIS BIAYAVOLUME-LABA

Disusun Oleh
Teguh Pambudi Nuryanto (142140140)
Widia Utami (142140145)

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
Analisis biaya-volume-laba merupakan suatu metode untuk menganalisis
bagaimana berbagai pengaruh keputusan operasi dan pemasaran terhadap
laba. Analisis CVP memiliki banyak aplikasi :

Menetapkan harga jual produk dan jasa.


Memperkenalkan produk atau jasa yang baru.
Menggantikan sebuah peralatan.

Analisis CVP didasarkan pada model eksplisit mengenai hubungan antara


tiga faktor-biaya, penjualan, laba-serta bagaimana perubahan dari ketiga
faktor tersebut dengan cara yang dapat diprediksi ketika volume aktivitas
juga berubah. Model CVP adalah:
Laba Operasi = Penjualan - Total Biaya
Karena kita akan melihat bagaimana biaya dan operasi hanyalah laba
sebelum pajak. Penting bagi kita untuk membedakan biaya variabel dengan
biaya tetap, serta menunjukkan persamaan di atas dalam bentuk yang
setara di bawah ini :
Penjualan = Biaya tetap + biaya variabel + laba operasi
Lalu mengganti penjualan dengan jumlah unit yang terjual dikalikan harga,
dan mengganti biaya variabel dengan biaya variabel per unit dikalikan
jumlah unit yang terjual, maka model CVP adalah :
Unit yang terjual Harga = Biaya tetap + unit yang terjual biaya variabel
per unit + laba operasi
Margin Kontribusi dan Laporan Laba Rugi Kontribusi
Margin kontribusi per unit merupakan selisih antara harga jual per unit
dengan biaya variabel per unit serta ukuran kenaikan laba akibat kenaikan
satu unit penjualan.
p - v = Margin kontribusi per unit

Margin kontribusi per unit mengukur kenaikan laba operasi untuk setiap unit
kenaikan penjualan. Jika penjualan diperkirakan naik 100 unit, laba harus
meningkat

100

kali

margin

kontribusi.

Cara

yang

bermafaat

untuk

menunjukkan informasi yang dikembangkan pada analisis CVP dengan


menggunakan laporan laba rugi kontribusi. Dimana laporan laba rugi
kontribusi menempatkan fokus pada perilaku biaya yang memisahkan biaya
tetap dengan biaya variabel.
PERAN STRATEGIS ANALISIS CVP
Analisis CVP dapat membantu perusahaan untuk melaksanakan strateginya
dengan cara memberikan informasi mengenai bagaimana perubahan
volume penjualan memengaruhi biaya dan laba. Analisis CVP memberikan
sarana untuk memprediksi implikasi pertumbuhan penjualan terhadap laba.
Analisis CVP juga penting untuk digunakan dalam perhitungan biaya siklus
hidup maupun perhitungan biaya berdasarkan target. Demikian pula
membantu perhitungan biaya berdasarkan target pada tahap-tahap awal
tersebut dengan cara menunjukkan pengaruh laba dari berbagai alternatif
desain produk yang memiliki biaya target yang berbeda-beda. Keputusan
produksi meliputi kapan mesin harus diganti, jenis mesin apakah yang akan
dibeli, kapan melakukan otomatisasi proses, dan kapan melakukan alih daya
operasi produksi.
ANALISIS CVP UNTUK PERENCANAAN TITIK IMPAS
Titik awal dalam banyak perencanaan bisnis adalah bagaimana menentukan
titik impas, yaitu titik di mana pendapatan sama dengan total biaya dan
labanya nol. Titik tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan analisis
CVP.
Metode Persamaan: Untuk Titik Impas dalam Satuan Unit
Metode persamaan menggunakan metode model CVP secara langsung.
Contohnya dengan menggunakan persamaan untuk analisis penjualan meja
TV HFI adalah
Penjualan = Biaya tetap + Total biaya variabel + Laba operasi

p Q = F + (v Q) + N
$75 Q = $5.000 + ($35 Q)
Penyelesaian untuk Q dan asumsikan N = 0, maka titik impas adalah Q =
125 meja TV per bulan (1.500 unit per tahun).
($75 - $35) Q = $5.000
Q = $5.000 / ($75 - $35)
Q = $5.000 / $40 = 125 unit per bulan
Metode Persamaan: Untuk Titik Impas dalam Satuan Dolar
Kadang kala, jumlah unit yang terjual, biaya variabel per unit, dan harga jual
tidak diketahui atau tidak praktis untuk ditentukan. Metode yang digunakan
untuk titik impas dalam satuan unit, kecuali bahwa Q digantikan dengan Y/p,
sebagai berikut :
Penjualan = Biaya tetap + Total Biaya Variabel + Laba
P Q = F + (v Q) + N
P (Y/p) = F + [ v (Y/p) + N
Y = F + [(v/p) Y] + N
Metode Margin Kontribusi
Metode yang tepat untuk mengalkulasikan titik impas adalah menggunakan
persamaan

bentuk

aljabar

yang

sepadan

(diturunkan

dengan

cara

memecahkan model Q dan berasumsi bahwa titik impas N = laba = 0):


Q = Biaya tetap / Margin kontribusi per unit
= F/pv
ANALISIS CVP UNTUK PERENCANAAN LABA
Analisis CVP dapat digunakan untuk menentukan tingkat penjualan yang
dibutuhkan agar mencapai tingkat laba yang diharapkan. Mencari laba yang

diharapkan meliputi perencanaan pendapatan, perencanaan biaya, dan


pencatatan akuntansi untuk implikasi pajak penghasilan.
Perencanaan Pendapatan
Analisis CVP membantu manajer dalam perencanaan pendapatan guna
menentukan pendapatan yang dibutuhkan agar mencapai tingkat laba yang
diharapkan.
Perencanaan Biaya
Untuk keputusan perencanaan biaya, manajer mengasumsikan jumlah
penjualan

dan

laba

yang

diharapkan

telah

diketahui,

tetapi

ingin

menemukan nilai biaya variabel atau biaya tetap yang dibutuhkan untuk
mencapai laba yang diharapkan pada jumlah penjualan yang diasumsikan.
Contohnya adalah :

Pertukaran antara biaya tetap dengan biaya variabel (satu mesin)


Pertukaran antara biaya tetap dengan biaya variabel (dua mesin)
Komisi dan gaji penjualan

Memasukkan Pajak Penghasilan ke dalam Analisis CVP


Keputusan manajer mengenai biaya dan harga biasanya harus memasukkan
pajak penghasilan karena pajak memengaruhi jumlah laba untuk tingkat
penjulan tertentu. Pada contoh HFI, jika kita asumsikan bahwa rata-rata tarif
pajak penghasilan adalah sebesar 20%, maka untuk mencapai laba setelah
pajak tahunan yang diharapkan sebesar $48.000, HFI harus menghasilkan
laba sebelum pajak setidaknya sebesar $60.000 [$48.000/(1-0,2)].
ANALISIS

CVP

UNTUK

PERHITUNGAN

BIAYA

BERDASARKAN

AKTIVITAS
Pendekatan konvensional untuk analisis CVP adalah menggunakan ukuran
berdasarkan volume, yaitu ukuran berdasarkan jumlah unit yang diproduksi
dan dijual. Pendekatan altenatif yang dapat digunakan adalah perhitungan
biaya

berdasarkan

aktivitas.

Perhitungan

biaya

berdasarkan

aktivitas

mengidentifikasi penggerak biaya untuk aktivitas biaya tidak langsung pada

tingkat terperinci, seperti persiapan mesin, penanganan bahan baku,


inspeksi, serta rekayasa.
CVP berdasarkan aktivitas berbeda dari pendekatan tradisional yang
berdasarkan volume. Biaya tingkat unit adalah berdasarkan volume,
sehingga biaya tersebut diperlakukan dengan cara yang sama berdasarkan
volume dan CVP berbasis perhitungan biaya berdasarkan aktivitas. CVP
tradisional yang berbasis volume mengklasifikasikan tiga tingkat lainnya
sebagai biaya tidak langsung yang tidak berubah seiring dengan volume dan
biaya tingkat produk berubah seiring dengan jumlah kelompok produk atau
jumlah

produk

yang

berubah,

dan

CVP

berbasis

perhitungan

biaya

berdasarkan aktivitas memperhitungan hal tersebut.


ANALISIS SENSITIVITAS DARI HASIL CVP
Analisis

CVP

menjadi

alat

strategis

yang

penting

ketika

manajer

menggunakannya untuk menentukan sensitivitas laba terhadap perubahan


yang mungkin dapat terjadi pada biaya atau volume penjualan. Contohnya,
jika terdapat risiko tingkat penjualan akan berada di bawah tingkat
penjualan yang diproyeksikan, pihak manajemen akan berhati-hati untuk
mengurangi rencana investasi pada biaya tetap. Kapasitas tambahan tidak
akan dibutuhkan jika penjualan turun, tetapi akan sulit untuk mengurangi
biaya tetap dalam jangka pendek.
Analisis Bagaimana-Jika dari Penjualan dan Rasio Margin Kontribusi
Analisis bagaimana-jika merupakan kalkulasi dari jumlah unit pada berbagai
tingkat faktor yang memengaruhi jumlah unit tersebut. Analisis bagaimanajika adalah pendekatan terhadap analisis sensitivitas ketika ketidakpastian
terjadi. Kerap kali analisis bagaimana-jika didasarkan pada margin kontribusi
dan rasio margin kontribusi.
Margin Pengaman
Margin pengaman (margin of safety) merupakan jumlah penjualan yang
direncanakan di atas titik impas:

Margin pengaman = Penjualan yang direncanakan Penjualan pada titik


impas
Rasio margin pengaman (margin of safety ratio) merupakan ukuran yang
bermanfaat untuk membandingkan risiko dari dua atau lebih dari dua
alternatif produk. Produk dengan rasio margin pengaman yang relatif rendah
lebih berisiko pada dua produk dan oleh karena itu biasanya membutuhkan
perhatian lebih besar dari pihak manajemen.
Pengungkit Operasi
Perubahan lingkungan produksi kontemporer meliputi teknik produksi yang
bertambah baik melalui perbaikan proses, teknologi poduksi, dan teknik
lainnya. Ketika perubahan tersebut terjadi, sifat analisis CVP juga berubah.
Lima Tahap Pengambilan Keputusan Strategis untuk Analisis CVP
Lima tahap dalam menentukan kotak tinta terbaik untuk membeli alat
pencetak pada komputernya.
1. Menentukan isu strategis di sekitar masalah.
2. Mengidentifikasi alternatif tindakan.
3. Memperoleh informasi dan melakukan analisis terhadap alternatif.
4. Didasarkan strategis dan analisis, pilih dan implementasikan alternatif
yang diinginkan.
5. Menyediakan

evaluasi

terus-menerus

mengenai

efektifitas

implementasi pada tahap 4.


ANALISIS CVP UNTUK DUA PRODUK ATAU LEBIH DARI DUA PRODUK
Kita andaikan perusahaan memiliki beberapa produk mungkin ratusan atau
ribuan

produk.

Perusahaan

akan

sulit

mengalkulasikan

dan

menginterpretasikan karena banyak titik impas. Selain itu, perusahaan akan


sulit

menentukan

dialokasikan

bagaimana

antarproduk.

Untuk

biaya

tetap

alasan

ini,

perusahaan
pendekatan

seharusnya
umum

bagi

perusahaan dengan banyak produk adalah menggunakan rasio margi

kontribusi.

Pendekatan

tersebut

memungkinkan

perusahaan

untuk

mengestimasikan titik impas pada dolar penjualan berdasarkan estimasi


CMR rata-rata tertimbang terhadap seluruh produknya.
Akuntansi Aliran Nilai dan CVP
Ketika rumpun produk dikelompokan ke dalam aliran nilai pada lean
accounting, terdapat peluang untuk menggunakan CVP bagi kelompok
produk jika dibandingkan dengan satu produk atau banyak produk.
ASUMSI DAN KETERBATASAN DARI ANALISIS CVP
Liniearisasi, Rentang yang Relavan, dan Biaya Bertahap
Model CVP berasumsi bahwa pendapatan dan total biaya adalah linier pada
rentang aktivitas yang relavan. Meskipun perilaku biaya aktual tidak linier,
kita menggunakan konsep rentang yang relavan dengan rentang output
tertentu yang terbatas, total biaya diharapkan meningkat mendekati tingkat
yang linier.

Mengidentifikasi Biaya Tetap dan Biaya Variabel untuk Analisis CVP

Biaya Tetap

Andaikan pihak manajemen ingin mengalkulasikan titik impas produk baru


dari Household Furnishings, Inc. Produk barunya adalah meja komputer yang
dirancang agar mudah dirakit dan dimaksudkan untuk dijual dengan harga
akhir yang rendah di pasar. Dalam analisis jangka pendek, biaya tetap yang
akan relavan merupakan biaya tetap yang diharapkan berubah seiring
dengan pengenalan produk baru. Untuk analisis jangka pendek, titik impas
bernilai sama dengan nol karena produk baru tidak harus memasukkkan
biaya tetap yang baru. Artinya, setiap produk yang dijual, mulai dari yang

pertama, berkontribusi terhadap laba sebesar harga dikurangi biaya


variabel.

Biaya Variabel

Dalam mengukur biaya variabel, akuntan manajemen harus berhati-hati


untuk memasukkan seluruh biaya variabel yang relevan, tidak hanya biaya
produksi tetapi juga biaya penjualan dan distribusi. Setiap biaya transportasi
atau gudang akan relevan jika biaya tersebut berubah seiring tingkat output.