Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MODULATOR AM & FM
ELEKTRONIKA KOMUNIKASI

Di susun oleh

RIZAL ROFIANSYAH
NIM

: 2212152042

TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI


UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI (UNJANI)
2016

MODULATOR AM & FM
1.1

Pendahuluan
Modulasi adalah proses penumpangan sinyal informasi terhadap

sinyal pembawa (carrier), sehingga sebagian dari karakteristik sinyal


pembawa berubah sesuai dengan nilai sesaat dari sinyal informasi.
Syarat syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan modulasi
adalah:
1.

adanya sinyal informasi ( sinyal yang akan dikirimkan)

2.

adanya sinyal carrier

3.

frekuensi sinyal carrier lebih besar dari frekuensi sinyal informasi (fc >
fi )
Misalkan :
e = E sin (t + )
Dimana :
e = nilai sesaat dari gelombang pembawa
E = amplitudo maksimum
(2f) = kecepatan sudut, dimana f adalah
frekuensi
= phasa
Didalam proses modulasi salah satu parameter yang nantinya
akan diubah adalah amplitudo (E), frekuensi (f), dan phasa (). Hal ini
sesuai dengan jenis modulasi yang digunakan.
Secara garis besar, modulasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu
modulasi analog dan modulasi digital. Perbedaan dari kedua modulasi
ini adalah dilihat dari jenis sinyal informasinya. Pada modulasi analog,
sinyal

informasinya

berbentuk

analog

dan

sinyal

pembawanya

berbentuk analog pula. Sedangkan pada modulasi digital, sinyal


informasinya berbentuk digital dan sinyal pembawanya berbentuk
analog.
1.2

MODULATOR AM

Pada prinsipnya, Modulasi Amplitudo (AM) adalah penumpangan


sinyal informasi pada sinyal pembawa (sinyal carrier) dimana amplitudo
dari sinyal pembawa akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan
amplitudo sinyal informasinya. Hasil dari modulasi amplitudo ini
dinamakan Sinyal Termodulasi AM.
Misal sinyal sebelum termodulasi :
Sinyal informasi

: vm = Vm cos mt

Sinyal carrier

: vc = Vc cos ct

Sinyal setelah dimodulasi :

A = Vc + vm
A = Vc + Vm cos mt

v = A cos ct
v = [Vc + Vm cos mt] cos ct
v = Vc cos ct + Vm cos mt cos ct
v = Vc cos ct + (Vm/2)cos(c+m)t + (Vm/2) cos(c - m)t
v = Vc cos ct + m(Vc/2)cos(c+m)t+ m(Vc/2) cos(c - m)t

Dimana m adalah indeks modulasi, yang secara matematis dapat ditulis


:
m = Vm / Vc
Vm = tegangan sinyal informasi
Vc = tegangan sinyal pembawa
Nilai indeks modulasi (m), memepunyai 3 kemungkinan, yaitu :
1. m =1 (keadaan ideal)
2. m > 1 (over modulation), terjadi distorsi atau cacat pada sinyal
yang diterima
3. 0 < m < 1 (aplikasi dalam praktik)
Pemancar AM
Pemancar AM merupakan suatu pemancar yang memanfaatkan
teknik modulasi analog yaitu
mentransmisikan sinyal informasi.

Amplitude Modulation (AM), untuk

Blok diagram yang umum dari pemancar AM adalah sebagai


berikut :

Gambar 1 : Blok diagram pemancar AM


Sumber pembawa adalah sebuah osilator yang besar frekuensi
keluarannya dapat diatur dengan mengubah nilai L dan C. Frekuensi
yang dipancarkan diusahakan konstan agar gelombang keluaran yang
dihasilkan lebih baik.
Blok osilator kemudian akan diikuti oleh sebuah penguat buffer
yang ditala. Dengan adanya buffer maka diusahakan agar frekuensi
yang dibangkitkan oleh osilator bernilai konstan.
Fungsi buffer di sini untuk mengisolasi osilator sehingga osilator
tidak terbebani oleh rangkaian dibelakangnya mengingat fungsi osilator
sebagai penghasil sinyal carier yang menuntut kestabilan frekuensi dan
energi. Selain itu buffer difungsikan untuk menguatkan energi sinyal
carier untuk mengkompensasi kemungkinan pelemahan sinyal oleh
noise.
Sinyal informasi dimasukkan pada rangkaian ini untuk dicampur
dengan

sinyal

pembawa.

Pada

transmitter

terdapat

rangkaian

modulator yang pada umumnya adalah sebuah penguat kelas C.


Penggunaan penguat kelas C ini akan mengakibatkan timbulnya cacat
yang tidak diinginkan pada selubung modulasi yang mengandung sinyal
informasi. Kemudian keluaran dari penguat RF ditransmisikan lewat
antena.Modulasi Basis adalah metode memodulasi amplitudo dimana
sinyal carier dan sinyal informasi sama-sama dilewatkan melalui sisi
basis modulator AM (modulator AM yang digunakan berkomponen
utama transistor) sehingga sinyal termodulasinya sefasa dengan sinyal
informasinya. Keuntungan dari metode ini adalah pada sisi demodulator

tidak diperlukan adanya rangkaian pembalik fasa selain indeks modulasi


yang relatif lebih baik daripada metode sekawannya.
Kekurangan dan kelebihan Amplitudo Modulation ( AM )
Kekurangan :
- Dapat terganggu oleh gangguan atmosfir.
- Daya yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan FM.
Kelebihan :
- Memiliki range jangkauan yang luas karena sinyal AM mampu
dipantulkan pada lapisan udara teratas yaitu ionosfer.
- Lebih mudah dimodulasi karena lebih sederhana.
1.3

MODULATOR FM
Modulasi frekuensi didefinisikan sebagai deviasi frekuensi sesaat

sinyal pembawa ( dari krekuensi tak termodulasi ) sesuai dengan


amplitudo sesaat sinyal pemodulasi. Sinyal pembawa dapat berupa
gelombang sinus, sedangka sinyal pemodulasi (informasi) dapat berupa
gelombang apa saja (sinusoidal, kotak, segitiga, atau sinyal lain misalnya
sinyal audio).

Gambar 2 : (a) Sinyal pembawa, (b) Sinyal pemodulasi, (c) Sinyal


termodulasi FM
Pada gambar 2 diatas mengilustrasikan modulasi frekuensi sinyal
pembawa sinussoidal dengan menggunakan sinyal pemodulasi yang

juga berbentuk sinyal sinussoidal. Secara sistematis, sinyal termodulasi


FM dapat dinyatakan dengan :
eFM = Vc sin ( c t + mf sin m t )
keterangan :
eFM

sinyal termodulasi FM

em

sinyal pemodulasi

ec

sinyal pembawa

Vc

amplitudo maksimum sinyal pembawa

mf

indeks modulasi FM

c
m

: frekuensi sudut sinyal pembawa (radian/detik)


:

frekuensi sudut sinyal pemodulasi(radian/detik)

Indeks Modulasi
Pada modulasi frekuensi sinyal pembawa diubah-ubah sehingga
besarnya sebanding dengan besarnya amplitudo sinyal pemodulasi.
Semakin besar amplitudo sinyal pemodulasi, maka semakin besar pula
frekuensi sinyal termodulasi FM. Besar selisih antara frekuensi sinyal
termodulasi FM pada suatu saat dengan frekuensi sinyal pembawa
disebut dengan deviasi. Deviasi frekuensi maksimum dedefi isikan
sebagai selisih antara frekuensi sinyal termodulasi tertinggi dengan
terendahnya.
Indeks modulasi FM (mf) merupakan perbandingan antara deviasi
frekuensi dengan frekuensi sinyal pemodulasi
mf = / f m
keterangan :
: deviasi frekuensi maksimum
fm : frekuensi maksimum sinyal pemodulasi
mf : indeks modulasi FM
Besarnya indeks modulasi FM dapat dipilih sebesar mungkin sejauh
tersedia bandwidth (lebar bidang) untuk keperluan transmisinya.
Biasanya besarnya indeks modulasi ini akan dimaksimalkan dengan
cara mengatur besarnya deviasi frekuensi maksimal yang diijinkan.
Persamaan gelombang FM dinyatakan sbb:
eFM = Vc J0 mf sin c t

+ Vc {J1 (mf) [sin (c + m )t - sin (c - m )t]}


+ Vc {J2 (mf) [sin (c + 2m )t - sin (c - 2m )t]}
+ Vc {J3 (mf) [sin (c + 3m )t - sin (c - 3m )t]}
+ Vc {J4 (mf) [sin (c + 4m )t - sin (c - 4m )t]}
+
Keterangan
eFM

amplitudo sesaat gelombang termodulasi FM

Vc

amplitudo puncak pembawa

Jn

penyelesaian fungsi Bessel orde ke-n untuk indeks modulasi

mf

indeks modulasi FM

Penyelesaian fungsi Bessel orde ke-n untuk berbagai indeks modulasi


dapat dilihat pada gambar 3 dan tabel fungsi Bessel

Gambar 3 : Penyelesaian fungsi Bessel orde ke-n untuk berbagai indeks


modulasi
Dengan

memasukkan

nilai-nilai

indeks

modulasi,

frekuensi

pembawa, dan frekuensi pemodulasinya maka dapat ditentukan pula


penyelesaian fungsi Bessel yang bersangkutan. Selanjutnya dapat
digambarkan

spektrum

frekuensi

sinyal

termodulasi

FM

yang

bersangkutan. Gambar 4 memperlihatkan contoh spektrum sinyal


termodulasi FM.

Gambar 4 : spekrum sinyal termodulasi FM

Gambar 6 : Table fungsi Bessel

Blok Diagram Modulator FM

Gambar 5 : Blok Diagram Pemancar FM Stereo


Encoder
Bagian ini merupakan tahap awal masukan yang berasal dari audioprosessor dan hanya ada pada sistem pemancar FM stereo. Pada sistem
pemancar mono bagian ini tidak ada. Encoder mengubah sinyal
perbedaan L dan R menjadi sinyal komposit 38 kHz termodulasi DSBSC.

Modulator FM/PM
Modulator

FM

(Frequency

Modulation)

atau

dapat

juga

berupa

modulator PM (Phase Modulation). Prinsip dasarnya adalah sebuah


modulator

reaktansi.

mengguncang

Pada

reaktansi

FM,

sinyal

kapasitif

audio

dari

level

varaktor

daya

rendah

deoda

untuk

menghasilkan deviasi frekuensi osilator. Amplitudo tertinggi sinyal audio


berakibat pada turunnya nilai kapasitansi (naiknya reaktansi kapasitif)
varaktor sehingga frekuensi osilator berada pada nilai tertinggi.
Sebaliknya, pada level terendah sinyal pemodulasi, berakibat pada
naiknya kapasitansi (turunnya reaktansi kapasitif) varaktor sehingga
frekuensi osilator berada pada nilai terendah. Lebar deviasi tidak lebih
dari 75 kHz untuk setiap sisi atau 150 kHz secara keseluruhan.

Osilator
Membangkitkan getaran frekuensi tinggi sesuai dengan frekuensi lingkar
tala dari generator tala yang pada umumnya menggunakan resonator
paralel berupa LC jajar. Nilai C dibangun sebagian atau keseluruhan
menggunakan varaktor deoda yang ada pada bagian modulator (untuk
tipe modulator dengan varaktor). Pada FM komersial, frekuensi kerja
osilator mulai 87,50 MHz s/d 108,50 MHz untuk FM II dan 75,50 MHz s/d
96,50 MHz untuk FM I.
Buffer (Penyangga)
Penyangga (buffer) berfungsi menguatkan arus sinyal keluaran dari
osilator.

Sebuah

penyangga

identik

dengan

rangkaian

dengan

impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran rendah sehingga


sering digunakan emitor follower pada tahap ini.
Driver (Kemudi)

Rangkaian driver berfungsi mengatur penguatan daya (tegangan dan


arus) sinyal FM dari penyangga sebelum menuju ke bagian penguat
akhir. Pada sistem pemancar FM sering digunakan penguat kelas A
untuk menjamin linieritas sinyal keluaran. Mengingat efisiensi penguat
kelas A yang rendah (hanya sekitar 30%), maka perlu beberapa
tingkatan driver sebelum penguat akhir (final amplifier). Pada tahap
driver,

penggunaan

tapis

-lolos-bawah

sangat

dianjurkan

untuk

menekan frekuensi harmonisa.


Penguat Akhir (Final Amplifier)
Bagian penguat akhir merupakan unit rangkaian penguat daya RF
efisiensi tinggi, untuk itu sering dan hampir selalu digunakan penguat
daya RF tertala kelas C karena menawarkan efisiensi daya hingga
100%. Bagian akhir dari penguat akhir mutlak dipasang filter untuk
menekan harmonisa frekuensi.

Antena
Mengubah

getaran

listrik

frekuensi

tinggi

menjadi

gelombang

elektromagnetik dan meradiasikannya ke ruang bebas. Jenis antena


sangat

berpengaruh

pada

pola

radiasi

pancaran

gelombang

elektromagnetik.
Catu Daya (Power Supply)
Catu daya harus mempu mensuplay kebutuhan daya listrik mulai dari
tingkat modulator osilator sampai tingkat penguat akhir daya RF.
Pemasangan shelding pada blok pen-catu daya merupakan hal penting
untuk sistem pemancar FM, selain itu pemakaian filter galvanis sangat
dianjurkan untuk menekan sinyal gangguan pada rangkaian jala-jala dan
sebaliknya

Kelebihan dan kekurangan Frequency Modulation


Kelebihan :
- Lebih tahan noise (gangguan atmosfir) karena frekuensi 88 108 Mhz
jarang terkena noise seperti itu.
- Daya yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan AM.
- Bandwith lebih lebar dibandingkan AM memungkinkan transmisi
stereo.
Kekurangan :
-

Lebih rumit dibandingkan AM.

Diperlukan

perangkat

penerima

siaran

yang

lebih

tinggi

kemampuannya dibandingkan dengan siaran gelombang AM.


1.4 Perbedaan AM dan FM
AM menggunakan modulasi amplitudo untuk mengirimkan suara.
Metode ini mengubah kekuatan sinyal, amplitudo untuk mengirimkan.
Sebuah penerima AM kemudian mendeteksi variasi amplitudo pada
gelombang radio pada frekuensi tertentu, dan memperkuat perubahan
tegangan sinyal untuk menggerakkan loudspeaker atau earphone.
Maka orang akan mendengar pesan asli yang disampaikan. Namun, jika
sinyal tidak cukup kuat ketika mencapai penerima, seseorang akan
mendengar hanya bunyi statik.
AM jauh lebih sederhana daripada FM, yang memancarkan sinyal
dengan memvariasikan frekuensi sinyal. Pada FM, frekuensi sinyal
pembawa meningkat dan menurun untuk merepresentasikan perubahan
tegangan dari sinyal dasar.
AM biasanya disiarkan secara mono yang membuatnya cukup
untuk radio talk, sedangkan, FM dapat mengirimkan stereo yang
membuatnya ideal untuk musik. FM biasanya memiliki kualitas sinyal
yang lebih baik dari AM, tetapi rentang yang jauh berkurang. AM

memiliki jangkauan jauh lebih tinggi daripada FM, yang biasanya turun
setelah 50km dari stasiun radio.
Oleh karena itu, FM harus menggunakan beberapa pemancar
untuk menutupi area yang sama dari salah satu pemancar AM. Radio
FM stereoponis dikembangkan dan secara resmi disetujui pada tahun
1961 di Amerika Serikat. Ini menggunakan dua atau lebih kanal audio
independen untuk menghasilkan suara terdengar dari berbagai arah.
Quadraphonic adalah penyiaran FM empat-channel. Dolby FM adalah
sistem pengurangan kebisingan yang digunakan dengan radio FM, yang
belum sangat sukses, secara komersial.
Selain itu, teknologi AM jauh lebih murah daripada FM, namun
karena kemajuan teknologi, biaya telah turun drastis. Untuk hal lain,
sinyal AM, tidak seperti FM, sering terganggu oleh gedung-gedung tinggi
dan cuaca, yang merupakan masalah besar di dunia saat ini.
Pro dan Kontra AM vs FM
Keuntungan dari radio AM adalah bahwa itu adalah relatif mudah
untuk mendeteksi dengan peralatan sederhana, bahkan jika sinyal tidak
sangat kuat. Keuntungan lain adalah bahwa ia memiliki bandwidth
sempit daripada FM, dan cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan
radio FM. Kerugian utama dari AM adalah bahwa sinyal dipengaruhi oleh
badai listrik dan interferensi frekuensi radio lainnya. Juga, meskipun
pemancar radio dapat mengirimkan gelombang suara frekuensi hingga
15 kHz, sebagian besar penerima mampu mereproduksi frekuensi hanya
sampai 5kHz atau kurang. Lebar pita FM diciptakan untuk secara khusus
mengatasi kelemahan gangguan radio AM.
Sebuah keuntungan yang berbeda bahwa FM ini lebih daripada AM
adalah radio FM memiliki kualitas suara yang lebih baik daripada radio
AM. Kerugian sinyal FM adalah bahwa itu lebih lokal dan tidak dapat
dikirim melalui jarak jauh. Dengan demikian, mungkin diperlukan
stasiun radio FM lebih untuk menutupi area yang luas. Selain itu,

kehadiran

gedung-gedung

tinggi

atau

daratan

dapat

membatasi

cakupan dan kualitas FM. Ketiga, FM memerlukan penerima yang cukup


rumit dan pemancar dari sinyal AM.