Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN GEOLOGI MINYAK BUMI

CEKUNGAN SERAM

ANGGOTA KELOMPOK :
AHSAN N.A. DECKY

( 410014202 )

RICHARDO H. ANCENG

( 410014205 )

ABID SHAUQI

( 410014206 )

FREDERIKO LINO PAREIRA

( 410014208 )

MARIA KOLUMBA MALI

( 410014211 )

KOKO YULIART ARGA S.

( 410014212 )

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2016\

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena hanya dengan
rahmatnya dan bimbingannya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan geologi minyak bumi
ini tepat pada waktunya.
Adapun maksud dan tujuan penyusunan laporan ini adalah sebagai bentuk menuangkan
pemahaman mengenai cekungan seram yang di pelajari dari berbagai symber di antaranya lewat internet
dan data tentang petroleum system cekungan seram.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penyusun
mengharapkan kritik dan saran agar dalam penyusunan selanjutnya lebih baik. Semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.
Yogyakarta, 20/11/2016

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMA JUDUL.

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHUALAUAN.

1.1 LATAR BELAKANG.. 4


1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

BAB II LANDASAN TEORI.

BAB III PEMBAHASAN...

12

BAB IV KESIMPULAN

20

DAFTAR PUSTAKA..

21

BAB I
3

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Permintaan energi di Indonesia semakin meningkat tetapi tidak disertai dengan produksi sumber
daya minyak dan gas yang mengalami penurunan sekitar 2, 4% per tahun (Panuju, 2010). Banyak
daerah di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam seperti minyak dan gas, namun
belum dieksploitasi secara maksimal. Tentu ini sebuah masalah dan pasti ada yang salah dalam
mengelola sumber daya alam tersebut. Salah satunya adalah dalam mengelola kekayaan alam,
ternyata mas ih sering dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Semua dilakukan terfokus untuk
menguras sebesar-besarnya potensi kekayaan alam, tanpa memperhatikan efek sampingnya. Hal ini
sangat disayangkan mengingat potensi sumber daya alam tersebut dapat memberikan pendapatan
bagi negara dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Penemuan yang paling signifikan dari dua dekade terakhir di Indonesia Timur adalah Sistem JurassicPermian di Indonesia Timur (Tangguh, Oseil dan Abadi). Penemuan ini ditemukan dominan di Tersier
memproduksi cekungan yang telah dieksplorasi sejak awal abad ke-19, satu-satunya yang ditemukan di
non memproduksi basin. Sistem Jurassic ditemukan yang memproduksi Hidrokarbon berupa senyawa
kimia organik karbon dan hidrogen, dan mungkin dalam gas, fasa cair atau padat. Karbon selalu
membentuk empat ikatan kimia, sementara bentuk hidrogen tapi satu. Hidrokarbon yang paling
sederhana adalah metana, dengan atom tunggal karbon terikat dengan empat atom hidrogen. Etana
memiliki dua atom karbon, masing-masing terikat satu sama lain atom hidrogen dan tiga masingmasing. Hidrokarbon bisa mendapatkan lebih besar dan lebih kompleks karena jumlah atom karbon
meningkat. Atom karbon mungkin dua atau bahkan tiga kali lipat-ikatan satu sama lain, dan satu atom
karbon dapat berikatan dengan tiga atau empat atom karbon lainnya, menghasilkan rantai bercabang.
Hidrokarbon ini digunakan dalam berbagai aplikasi industri di samping penggunaannya dalam bahan
bakar. Hidrokarbon yang berasal dari minyak mentah merupakan dasar dari susunan besar yang mudah
dibentuk dan penting untuk hampir semua aspek kehidupan modern.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan ini ialah :


1. Mengetahui tentang cekungan seram
2. Menjelaskan tentang petroleum system cekungan seram
3. Menambah penegtahuan tetang cekungan di Indonesia

BAB II
LANDASAN TEORI
5

2.1 Fisiografi
Cekungan Seram terletak di sebelah utara pulau Seram. Di sebelah utara berbatasan dengan
palung yang merupakan penunjaman, dan disebelah selatan berbatasan dengan tinggian yang merupakan
basement expose pada pulau Seram. Terletak antara tektonik passive margin berarah barat utara
Australia dan margin tektonik aktif Nugini.
Cekungan Seram merupakan Cekungan Palung Depan (Foredeep Basin) yang termasuk ke dalam
Central Tectonic Region (Koesoemadinata, 1978). Secara geografis Cekungan Seram terletak di sebelah
utara Pulau Seram dengan koordinat 128,90 - 131,10 BT dan 2,70 - 3,80 LS. Cekungan ini memiliki luas
13.190 km2 dengan luas daratan 6.018 km2 dan luas lautan 7.172. Secara umum Cekungan Seram
terletak disebelah utara Pulau Seram. Pada sebelah utara cekungan ini berbatasan dengan palung yang
merupakan penunjaman dan pada sebelah selatan berbatasan dengan tinggian yang merupakan
singkapan batuan dasar pada Pulau Seram. Cekungan Seram dideliniasi oleh gabungan data meliputi
peta sebaran anomali gaya berat yang menunjukkan kisaran nilai antara (-)125 - 50 mgals atau low
gravity, peta ketebalan dengan batas cut-off sedimen bernilai 1.000 m, peta sebaran tinggian batuan
dasar, peta batimetri, peta topografi, dan dikoreksi dengan melihat konfigurasi/geometri sedimen dari
penampang seismik yang menunjukan suatu cekungan yang dibatasi oleh suatu tinggian.

2.2 Struktur Tektonik


Pulau Seram merupakan suatu kompleks mobile belt di bagian barat Busur Banda dan
merupakan wilayah pertemuan antara kerak benua Australia, Kerak samudera Pasifik serta kerak benua
6

Eurasia. Pulau Seram dibatasi oleh 2 sistem sesar mendatar mengkiri, yaitu system sesar di bagian utara
Sorong dan sesar Tarera Aiduna di bagian selatan konfigurasi pulau Seram dibentuk mulai dari sesarsesar naik bersudut lancip hingga sesar sungkup. Seram memiliki tatanan tektonik yang kompleks, pada
umumnya sesar naik dan sumbu antiklin yang berarah barat laut tenggara mengindikasikan bahwa
deformasi pada daerah ini dipengaruhi oleh kompresi yang berarah timur laut barat daya. Lipatan dan
sesar singkapan di Seram bersambung ke selatan Seram hingga 100km lepas pantai (Teas et al. 2009)
dimana terlihat seperti kelanjutan ekresi kompleks dari Banda Arc.

Gambar 74.1 Elemen-elemen tektonik Indonesia Timu

2.3 Genesa Pembentukan Cekungan


Pulau Seram merupakan hasil penunjaman sejak kala Miosen Awal-Miosen Akhir dari sedimen
para-authochthonous/authochthonous Benua Australia yang menyusup ke bagian bawah sedimen
7

allochthonous Asia. Keping Misool-Kepala Burung yang terpisah dari tepi utara Kerak Benua Australia,
terseret dan tertunjam ke bawah Seram Trough. Secara stratigrafi hal ini dicerminkan oleh hadirnya
Seri Australia yang mewakili keeping Kerak Benua Australia dan Seri Seram yang mewakili
stratigrafi local. Regim kompresi hasil tumbukan menyerong antara kedua kerak yang terjadi pada kala
Pliosen di Seram bagian timur menyebabkan pensesaran naik bersudut lancip hingga pensesaran
sungkup berarah baratlaut-tenggara. Selain itu, komponen mendatar tumbukan ini pada kala Pliosen
Awal, diserap oleh system-sistem sesar mendatar mengkiri Sorong dan Tarera-Aiduna, yang membatasi
Pulau Seram pada bagian utara dan selatan. Regim tektonik mendatar mengkiri ini kemudian
mendominasi deformasi batuan. Bersamaan dengan itu, Pulau Seram berotasi sebesar 74 derajat
berlawanan arah jarum jam hingga menempati kedudukannya seperti saat ini.
2.4 Stratigrafi Regional
Stratigrafi Pulau Seram terdiri dari stratigrafi keeping kerak Benua Australia berumur PermMiosen Akhir yang disebut Seri Australia, dan stratigrafi local berumur Miosen Akhir-Resen yang
disebut Seri Seram .
Seri Australia tersusun oleh runtunan pre-rift, runtunan intra-cratonic rifting, runtunan pecahan
kerak benua dan runtunan tepian pasif. Seri Australia ini menempati sabuk perlipatan yang tersesarkan
anjak. Seri Australia yang disusun oleh runtunan sedimen pre-rift terdiri atas seri sedimen dari Formasi
Kabipoto, Taunusa, Tehuru, dan Formasi Saku yang sebagian besar berupa batuan malihan. Sedangkan
runtunan sedimen intra-cratonic rifting disusun oleh seri sedimen dari Formasi Kanikeh, Saman Saman,
dan Formasi Manusela yang berumur Trias-Jura. Selanjutnya runtunan sedimen pecahan kerak samudra
yang terdiri atas Formasi Kola berupa serpih dan batulempung, selanjutnya runtunan sedimen dari
runtunan tepian pasif benua dari Nief Beds terdiri atas batulumpur, batugamping, napal dan chert.
Seri sedimen lain yang menyusun Pulau seram berupa runtunan sedimen berumur Tersier Atas
yang disusun oleh runtunan sedimen dari Formasi Salas berupa batulempung, batulumpur dan runtunan
sedimen dari Formasi Wahai, dan runtunan sedimen Formasi Fufa berupa batulumpur, batulanau, dan
batugamping yang berumur Pliosen Awal-Resen.

Gambar 1.

Stratigrafi Cekungan Seram

Gambar 2 Kolom stratigrafi Seram (Bradshaw dkk., 1988 dan Obrein dkk., 1993)
Gambar 2 menunjukkan kolom stratigrafi Seram yang disertakan oleh kejadian tektonik berdasarkan
data lapangan, seismik dan sumur (Bradshaw dkk., 1988 dan O Brein dkk., 1993), ringkasan stratigrafi
seram akan dibicarakan dari tua ke muda sebagai berikut:
Batuan dasar pada daerah Seram tersusun oleh batuan metamorf derajat tinggi hingga rendah.
Batuan metamorf sekis dan gneiss derajat tinggi dari Kompleks Kobipoto, berumur Pra-Kambrium
hingga Palaeozoikum Awal. Batuan Palaeozoikum tersusun oleh filit, serpih yang sedikit terubah,
batupasir greywacke dan batugamping.
Pada zaman Trias Akhir hingga Jura Awal, batuan dasar ditutupi oleh endapan silisiklastik
(Formasi Kanikeh) dan batugamping (Formasi Manusela dan Saman-saman) secara tidak selaras dengan
10

hubungan yang saling menjari. Batuan berumur Jura Akhir diendapkan secara tidak selaras Serpih Kola.
Zaman Kapur hingga Miosen Atas diendapkan Nief Beds berupa batugamping foraminifera yang kaya
akan plankton. Endapan ini merupakan pencerminan dari satu interval tanpa adanya pengendapan dan
dilanjutkan dengan pendangkalan dari lingkungan batial hingga pinggir pantai. Lapisan batugamping
Nief Beds telah terdeformasi kuat dan menebal oleh proses anjakan yang mengarah ke timur laut.
Sabuk sesar anjakan dari Mesozoikum hingga Miosen ditutupi secara tidak selaras diatasnya oleh
Batulempung Blok Salas pada Miosen Atas. Batulempung Blok Salas di intepretasikan sebagai endapan
olisostrom, tersusun oleh exotic block, menyudut dan terpilah buruk dari berbagai ukuran dalam matriks
lempung berumur Miosen Akhir hingga Pliosen Awal. Pada Zaman Pliosen diatas Batulempung Blok
Salas diendapkan secara tidak selaras Formasi Wahai yang tersusun oleh campuran batulempung dan
batulanau. Kemudian diatasnya ditutupi oleh Formasi Fufa yang tersusun atas batupasir, konglomerat,
batugamping dan endapan terumbu yang diendapkan pada Zaman Plistosen.

BAB III
PEMBAHASAN
CEKUNGAN SERAM
LOKASI

11

Cekungan Seram terletak di Pulau Seram, sepanjang Sabuk Banda bagian utara, merupakan
bagian selatan dari Pulau Misol dan bagian baratdaya daerah Kepala Burung. Cekungan ini merupakan
hasil interaksi antara Lempeng Australia, Lempeng Pasifik-Filipina dan Lempeng Eurasia.

Peta Lokasi

KLASIFIKASI CEKUNGAN
Berdasarkan peta tektonik Indonesia, seram basin merupakan thrust foreland basin. Dikarenakan
seram basin terletak pada banda arc sebelah utara yang merupakan daerah pertemukaan tiga plate yang
menyebabkan pembentukan struktur yang kompleks pada cekungan seram. Sudut yang disebabkan oleh
proses tektonik menyebabkan thrusting pada cekungan seram. Klasifikasi cekungan seram menjadi
foredip basin.
Deformasi pada cekungan sedikit banyak mengakibatkan bentuk dari cekungan seram itu sendiri
berubah.

12

PETROLEUM SYSTEM
Source Rock
Source rock untuk seram basin berasal dari Bula oilfield yang memiliki tipe II-s, yaitu batuan
karbonat yang kaya akan material organik terdapat pada formasi Manusela dan saman-saman. Walaupun
bula sebagai source utama seram basin terdapat pula secondary source yang diperkirakan berada pada
formasi Kanikeh (coal dan carbonaceous layer).

Reservoir Rock
Pada Cekungan Seram terdapat dua reservoir yang memiliki kandungan minyak bumi dimana
kedua reservoir tersebut memiliki waktu yang jauh dalam pembentukannya, yaitu pada Formasi
Manusela dan Formasi Fufa.
Formasi Manusela
Formasi Manusela tersebut tersusun atas skeletal oolitic grainstone dengan struktur sediment
cross bedding. Lingkungan pengendapan pada daerah dengan strong current, high energy. Terjadi pula
dolomitisasi dimana oolitic grainstone tergantikan oleh kristalin dolomite. Porositas dari formasi ini
terlihat rendah dengan permaebilitas rendah, walaupun demikian fracture porosity dapat berfungai
sebagai tempat tersimpannya hidrokarbon.
Formasi Fufa
13

Formasi Fufa terbagi atas upper, midlle dan lower dimana reservoir dari Formasi Fufa ini
dipisahkan oleh lapisan shale yang tebal. Huydrocarbon paling banyak tersimpan pada upper dan midlle
Fufa. Litologi dari Formasi Fufa adalah batupasir halus-sedang, friable-unconsolidated, well sorted, sub
angular, dan semen kuarsa. Pada formasi ini juga terdapat sisipan limestone yang keras dan padat. Pada
awalnya lingkungan pengendapan formasi ini berada di paparan hingga daerah parallic sepanjang pantai
Seram yang kemudian mengalami uplifting.
Seal Rock
Sealing terbagi sesuai pada kedua formasi dari Seram Basin yang memiliki dua reservoir. Pada
formasi manusela sealing yang berkembang grey clay shale yaitu di formasi Kola Shale yang
ketebalannya mencapai 200 ft, sedangkan pada formasi Fufa sealingnya merupakan intraformational
mudstone yang terdapat pada formasi fufa itu sendiri.

Mekanisme Trapping
Ada beberapa macam jenis trap yang berkembang pada petroleum system Seram Basin,
diantaranya :
1. Struktur thrust anticlinal pada thrust sheet dan overlying fault belt yang berumur mesozoik.
2. Stack reservoir
Pada overlying thrust dimana roller trap berasosiasi dengan normal fault dan stratigraphic pinch out.
Migration
Migrasi pada Cekungan Seram dimulai pada Kala Miosen-Pliosen dimana pada saat itu
merupakan fase dari thrusting awal. Walaupun demikian umur dari migrasi ini tidak dapat ditentukan
secara tepat karena struktur pada Cekungan Seram begitu kompleks.
Sistem Petroleum
Basin
Petroleum System Area

: Seram (Cekungan Seram)


:

14

Source

: Kanikeh --> carbonaceous shale & coal, Saman --> carbonat

Reservoir
Trap
Seal
TOC min
TOC max
RO

: Manusela (bgp), Fufa, Nief beds, Kanikeh --> bps


: Struct. (detached fold, thrust fault, rool-over)
: intraformational shale
:
:
: 0.7% 0.9 % (Robinson, 7989; Corelab, 1994),
1.3+% (light oil phase)

HC-Generation
Kerogen Type
Migration Type
Migration Time
Estimated HC Expelled
Note

:
: I & II
: vertical via normal fault
:
:
:

15

Gambar 2.

Petroleum System Cekungan Seram

Kehadiran minyak bumi di Pulau Seram telah terbukti dengan adanya rembesan minyak (oil
seep) di daerah Bula. Eksplorasi pertama kali yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1865 di daerah
Bula menemukan batuan reservoir yang mengandung minyak yang berada pada sedimen-sedimen PlioPlistosen (Formasi Fufa). Pada tahun 1896 dilakukan pemboran pertama kali dekat rembesan minyak
tersebut. Pada tahun 1916 lapangan minyak Bula didirikan. Hingga tahun 1995 lapangan ini telah
memproduksi minyak sebesar 16 juta barel.
16

Eksplorasi yang lainnya dilakukan oleh KUFPEC pada tahun 1985 dengan target batuan sedimen
yang berumur Mesozoikum. Hasil dari eksplorasi ini menemukan reservoir potensial pada batugamping
Formasi Manusela berumur Jura. Pada tahun 1993 dilakukan pemboran (Sumur Oseil-1) pada formasi
batuan tersebut. Hasil DST dari sumur tersebut menghasilkan minyak sebesar 1.665 - 3.800 BOPD pada
interval 7.000 - 7.028 kaki (RKB) dan 3.400 BOPD pada interval 6.780 - 6.827 kaki (RKB).
Batuan induk hidrokarbon di Kawasan Seram berasal dari serpih karbonan, batubara dari
Formasi Kanikeh, dan batugamping kaya organic dari Formasi Saman. Batuan reservoir yang
berkembang pada kawasan ini berupa batugamping Formasi Manusela, batupasir lepas Formasi Fufa,
batupasir kasar dari Nief Beds, dan batuan klastika kasar dari Formasi Kanikeh. Batuan tudung yang
berkembang pada daerah Seram berupa intraformational shale yang terdapat pada masing-masing
formasi. Perangkap hidrokarbon pada kawasan ini berupa perangkap struktur berupa detached fold, sesar
anjak, rool-over. Migrasi hidrokarbon berupa migrasi vertikal melalui sesar-sesar anjak. Hidrokarbon di
cekungan buru bermigrasi ke struktur antiklin maupun tinggian-tinggian dan terperangkap oleh melalui
struktur sesar naik.
Play hidrokarbon pada batuan Pra-Tersier di Pulau Seram adalah pada batugamping Formasi
Manusela dan Formasi Kanikeh. Sedangkan untuk play yang berumur Plistosen adalah pada batupasir
Fufa. Pada batugamping Formasi Manusela, akumulasi hidrokarbon telah terbukti pada sumur Oseil-1
s/d Oseil-4 yang tersebar di Seram Timur. Formasi ini selain berperan sebagai reservoir juga
kemungkinan berperan sebagai batuan induk. Penyebarannya sangat luas, tidak terbatas pada sebelah
timur Pulau Seram saja. Hal ini membuka peluang adanya perangkap minyak bumi pada formasi ini di
daerah lain di Pulau Seram.
Hasil studi pada formasi Kanikeh, menunjukkan bahwa formasi ini memiliki porositas yg
potensial sebagai batuan reservoir. Porositasnya baik berupa porositas primer pada batupasir maupun
porositas sekunder berupa retakan-retakan. Selain dapat berpotensi sebagai batuan reservoir, formasi ini
juga diperkirakan berperan sebagai batuan induk. Penyebarannya yang cukup luas di Pulau Seram
menyebabkan masih terbukanya peluang yang besar bagi ditemukannya cebakan minyak bumi pada
formasi ini.
Play yang sudah sejak lama dikenal di daerah Seram adalah Play batupasir Fufa yang berumur
Pleistosen yang ditemukan di lapangan minyak Bula. Penyebaran formasi ini relatif terbatas, namun

17

demikian potensi play ini masih terbuka untuk ditemukan lagi di daerah-daerah lepas pantai di bagian
utara Pulau Seram.

BAB IV
KESIMPULAN
1. Cekungan Seram dikontrol oleh kehadiran adanya evolusi dari NW Shelf Australia sejak
Paleozoic hingga Tersier. Hal tersebut adalah hasil kompresi akibat dari subduksi- kolisi dari
lempeng Australia dengan sejumlah besar mikrokontinen yang dianggap sebagai afinitas
Australia.
2. Stratigrafi yang berperan dalam Cekungan Seram ini didominasi oleh pengendepan sedimen laut
dangkal berupa batuan karbonat dengan batuan sedimen silisiklastik.
3. Dengan adanya karakteristik litologi batuan karbonat (limestone) pada source rocknya berupa
rekahan-rekahan berpotensi untuk bermigrasinya dengan baik hidrokarbon menuju ke reservoir
dengan litologi berupa batugamping.

18

4. Berdasarkan peta tektonik Indonesia, seram basin merupakan thrust foreland basin. Dikarenakan
seram basin terletak pada banda arc sebelah utara yang merupakan daerah pertemukaan tiga
plate yang menyebabkan pembentukan struktur yang kompleks pada cekungan seram. Sudut
yang disebabkan oleh proses tektonik menyebabkan thrusting pada cekungan seram. Klasifikasi
cekungan seram menjadi foredip basin.
5. Cekungan Seram Halmahera Indonesia Timur terletak antara tektonik passive margin berarah
barat-utara Australia dan margin tektonik aktif Nugini. Sistem Cekungan Basin yang berperan
adalah Jurassic. Cekungan seram merupakan evolusi miosen dari Banda Arc yang telah terbentuk
sejak permian. Adanya gaya ektensional dari orogenisis triassic di Papua Nugini mengakibatkan
terjadinya suplei dari sedimen triassic (Kanikeh) hingga mencapai Banda. Pada akhir triassic
suplai sedimen berkurang dengan terbentuknya pengangkatan batuan karbonat (Manusela
Reservoir) yang dikelilingi oleh source rock berupa calcareous shale carbonate berumur triassicjurassic. Reservoir rock yang berkembang berupa batuan karbonat berumur akhir tengah
jurassic dengan adanya seal berupa shale berumur akhir jurassic.

19

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/175370417/Paper-Seram-Basin
https://jsbudiman.wordpress.com/2012/08/27/geologi-pulau-seram/
http://www.nail-art.casa/search/sm-iagi-paper-2014-dimas-rizal-tatanan-geologi-seram-implikasiterhadap-petroleum.html

20