Anda di halaman 1dari 10

Kementerian Perindustrian RI

REVIEW
SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH (SIKIM)
A. KELEMBAGAAN SENTRA IKM
a. PENGERTIAN
Sentra IKM adalah sekelompok industri kecil dan menengah yang berada pada
suatu lokasi/tempat tertentu yang menghasilkan produk sejenis, menggunakan
bahan baku sejenis dan atau mengerjakan proses produksi yang sama, dilengkapi
sarana dan prasarana penunjang, tidak berpotensi menibulkan pencemaran
lingkungan hidup yang berdampak luas, serta dibangun berdasarkan studi
kelayakan teknis dan ekonomis.
b. PENGEMBANGAN KAWASAN
1. Lingkungan Industri Kecil (LIK)
Sarana pembinaan terpadu berupa lingkungan industri kecil yang dibangun oleh
pemerintah/swasta di daerah yang memiliki potensi banyak usaha/jenis industri
yang memiliki keterampilan khusus
Fungsi :
Sarana pendidikan/pelatihan proses produksi.
Sarana peningkatan mutu produk (QCDSM).
Menjadi Common Services Facility (CSF) untuk perijinan, energi, limbah
dan logistik.
Fasilitas terbatas untuk menjalakan usaha IKM.
2. Industri Kecil (PIK)
Sarana pembinaan terpadu berupa perpaduan tempat kerja/usaha dan tempat
tinggal, karena pada umumnya pengusaha IKM masih sulit untuk memisahkan
lokasi usaha dari rumahnya.

Fungsi :
Sarana permukiman sekaligus sarana usaha
Sarana peningkatan mutu produk (QCDSM) melalui pembangunan sarana
promo produksi bersama
Sarana pusat promosi dan layanan informasi
Sarana pengembangan industri hijau
3. Sarana Usaha Industri Kecil (SUIK)
Sarana usaha industri kecil menengah yang berlokasi di dalam kawasan industri
(industrial estate) yang produknya terkait dengan kegiatan subkontrak dengan
industri besar.
Fungsi :
Sarana proses produksi untuk IKM yang bermitra dengan industri besar.
Sarana peningkatakan daya saing melalui optimalisasi kapasitas produksi.
Sarana peningkatan mutu produk (QCDSM).
Sarana pelayanan energy dan pengendalian limbah.
Sarana pelayanan bahan baku dan bahan jadi (pergudangan).
Sarana layanan logistik.

c. KEGIATAN
Kelembagaan Sentra IKM nantinya mengatur hal hal berupa:
a. Tata tertib dalam Sentra IKM
b. Manajemen pengolahan Sentra IKM
c. Pemasaran bersama
d. Penyediaan dan pengadaan bahan baku bersama
e. Perlindungan industri dalam Sentra IKM
f. Pengembangan teknik dan teknologi.
d. LAYANAN
Lembaga yang menaungi sekumpulan industri yang berada di bawah naungan
Sentra Industri Kecil dan Menengah sebaiknya tetap fokus terhadap pemberian
layanan berupa :

1. Informasi terkini terkait komoditas yang menjadi ciri khas Sentra IKM
2. Pelatihan dan peningkatan keterampilan dan jaringan (networking)
3. Penguasaan terhadap standar industri dan penerapannya
4. Monitoring dan Evaluasi
5. Melakukan pengawasan pelaksanaan pengembangan Sentra IKM
e. KRITERIA PEMILIHAN LOKASI DAN FOKUS INDUSTRI
Sentra IKM akan dibangun di setiap Kabupaten/Kota di Indonesia.
Pengembangan Sentra IKM di Indonesia sendiri akan dilakukan melalui dua
macam bentuk yaitu :
1. Pembangunan Sentra IKM baru, dan
2. Revitalisasi Sentra IKM eksisting
Pembangunan Sentra IKM baru diarahkan pada daerah daerah yang belum
memiliki Sentra IKM khususnya di luar Pulau Jawa.
Revitalisasi sentra IKM diarahkan pada daerah daerah yang telah memiliki
sentra IKM yang telah operasional namun berada dalam kondisi yang kurang
baik dan membutuhkan bantuan.
Daerah daerah yang membutuhkan revitalisasi Sentra IKM sebagian besar
berada di Pulau Jawa.
f. PEMILIHAN DAERAH SENTRA IKM BARU
Pertimbangan dalam penentuan pemilihan sebuah daerah akan dibangun Sentra
IKM baru atau mendapatkan revitalisasi adalah sebagai berikut :
1. Kinerja Sentra IKM eksisting
Jika daerah tersebut tidak memiliki Sentra IKM eksisting maka daerah tersebut
akan dibangun Sentra IKM baru, namun jika ternyata daerah tersebut memiliki
Sentra IKM maka perlu dilihat terlebih dahulu kinerjanya.
2. Komitmen pemerintah daerah
Komitmen pemerintah daerah menjadi faktor penting, dimana daerah yang
memiliki komitmen akan mendapatkan prioritas pengembangan.
3. Proyeksi industri daerah di masa depan
Industri berkembang dinamis dari waktu ke waktu, oleh karenanya
pengembangan sentra IKM perlu juga memperhatikan arah pengembangan dan
kondisi di masa yang akan datang.
3

Gambar 1. Analisis Pemilihan Perencanaan Sentra IKM

Gambar 2. Alur Perencanaan Pembangunan Sentra IKM Baru

Gambar 3. Alur Perencanaan Revitalisasi Sentra IKM


4. Metode Pemilihan Lokasi Pembangunan Sentra IKM Baru
Pemilihan lokasi untuk pembangunan Sentra IKM baru akan dilakukan melalui
skoring kriteria-kriteria lokasi Sentra IKM. Adapun kriteria kriteria yang
digunakan antara lain :
Kabupaten/kota tersebut telah memiliki Rencana Induk Pengembangan
Industri Daerah atau kajian Kompetensi Inti Industri Daerah atau Rencana
Prioritas Pengembangan Industri Daerah
Lokasi berada dalam kawasan peruntukan industri menurut Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten/Kota
Komitmen pemerintah daerah (program, anggaran, & MoU )
Terindikasi memiliki paling sedikit 5 (lima) IKM dalam satu lokasi
Ketersediaan lahan minimal 2 ha
Dekat dengan sumber bahan baku
Dekat dengan permukiman pengusaha/tenaga kerja IKM
IKM eksisting telah memiliki pasar
Memiliki keterkaitan dengan industri besar
Tersedianya sumber listrik dan sumber energi lainnya
Aksesibilitas yang baik (transportasi)
Bebas bencana alam

5. Metode Pemilihan Lokasi Revitalisasi Sentra IKM


Pemilihan lokasi revitalisasi Sentra IKM dilakukan melalui skoring beberapa
kriteria kriteria sebagai berikut :
Calon Sentra IKM memiliki industri yang sesuai dengan kajian
Kompetensi Inti Industri Daerah atau Rencana Induk Pengembangan
Industri Daerah atau Rencana Prioritas Pengembangan Industri Daerah
Lokasi berada dalam kawasan peruntukan industri menurut Rencana Tata
Ruang Kabupaten/Kota
Komitmen pemerintah daerah (program, anggaran, & MoU)
Terindikasi memiliki paling sedikit 5 (lima) IKM dalam satu lokasi
Telah memiliki kelembagaan atau telah terjalin kerjasama antar IKM di
dalamnya
Dekat dengan sumber bahan baku
Dekat dengan pemukiman pengusaha/tenaga kerja IKM
6. Metode Pemilihan Industri yang akan dikembangkan
Industri yang akan dikembangkan dalam Sentra IKM ini dipilih berdasarkan
beberapa pertimbangan. Pertimbangan utama adalah mengacu pada Rencana
Induk Pengembangan Industri Daerah (RIPIDA) yang dimiliki oleh
kabupaten/kota tersebut. Menurut Undang-undang nomor 3 tahun 2014,
RIPIDA merupakan panduan utama dalam pengembangan industri daerah,
dalam hal ini pengembangan Sentra IKM akan sejalan dengan arahan
pengembangan dalam RIPIDA.
g. KONSEPSI DASAR PENGEMBANGAN SENTRA IKM
1. Perencanaan Pengembangan Sentra IKM
Pengembangan sebuah Sentra IKM setidaknya akan melalui tiga tahap fase
pengembangan yaitu :
Tahap pendirian
Tahap pertumbuhan
Tahap pengembangan
Tahap kematangan

2. Pembangunan Sentra IKM


Pendirian atau pembangunan sebuah Sentra IKM baru membutuhkan beberapa
hal seperti penyiapan lahan, pembangunan sarana dan prasarana pendukung
usaha, pembentukan kelembagaan, penyediaan tenaga kerja, penyediaan akses
pasar beserta informasinya, penyediaan akses bahan baku/penolong sesuai
produk yang dihasilkan, dan pemodalan. Pembangunan ini sendiri dapat
dilakukan pada daerah yang telah memilih lokasi dan jenis Sentra IKM yang
akan dibangun berdasarkan pada kriteria kriteria pemilihan lokasi Sentra
IKM.
3. Pengelolaan Sentra IKM
Terdapat beberapa skenario dalam pengelolaan Sentra IKM, semua skenario ini
membutuhkan satu syarat utama yaitu adanya kelembagaan di dalam Sentra
tersebut. Seperti telah disampaikan sebelumnya, pengelolaan dalam Sentra IKM
akan dilakukan oleh sebuah kelembagaan baik berupa koperasi atau Kelompok
Usaha Bersama (KUB).

Gambar 4. Pengelolaan Sentra IKM


4. Pembagian Peran
Pengembangan sentra IKM merupakan tanggung jawab banyak pihak baik itu
pemerintah, pengusaha, maupun akademisi. Terkait tugas dan tanggung jawab
pemerintah, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perindustrian akan
berperan aktif dalam mendorong pengembangan sentra IKM di daerah daerah.

h. STANDAR TEKNIS PELAYANAN UMUM


Dalam pelaksanaan kawasan industri kecil dan menengah harus memenuhi syaratsyarat yang diatur oleh pemerintah pusat maupun daerah yang diantaranya yaitu:
1. Potensi sumber daya Industri daerah baik kecil maupun menengah,
2. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten / Kota, dan
3. Keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan sosial ekonomi serta daya
dukung lingkungan
i. SARANA DAN PRASARANA
Perusahaan kawasan industri wajib membangun/menyediakan sarana dan prasarana
teknis untuk menunjang kegiatan industri, sebagai berikut :
1. Jaringan jalan lingkungan dalam kawasan sentra industri.
2. Drainase.
3. Air bersih
4. Instalasi listrik
5. Jaringan telekomunikasi
6. Unit Perkantoran
7. Fasilitas pemadam kebakaran
8. Fasilitas Komersial, sosial dan umum
9. lansekap ( Pertamanan)
j. ALOKASI PERUNTUKAN LAHAN KAWASAN INDUSTRI
Tabel di bawah merupakan standar alokasi peruntukan lahan kawasan industri
kecil dan menengah untuk lahan industri minimal 5 s/d 10 Ha (dengan luas lahan
yang dapat di jual 70% dari luas kawasan industri) :

Tabel 19. Penggunaan Lahan Kawasan IKM

Keterangan :
a. Area Publik dan Sirkulasi adalah kapling yang disediakan prasarana jalan dan
drainase.
b. Kapling Industri adalah kapling yang disediakan oleh kawasan industri industri
kecil dan menengah UPT,Gudang, workshop barang jadi atau setengah jadi.
c. Fasilitas yang termasuk sarana penunjang lainnya, antara lain pusat kesegaran
jasmani (fitness center), pos pelayanan telekomunikasi, saluran pembuangan air
hujan, instalasi pengolahan air limbah industri, instalasi penyediaan air bersih,
instalasi penyediaan tenaga listrik,

instalasi

telekomunikasi,

unit

pemadam

kebakaran.
Persentase ruang terbuka hijau ditetapkan minimal sebesar 10% sepanjang tidak
bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota
bersangkutan.
Luas Lahan
Public Area + Sirkulasi 30%
- Public Area
70
- Sirkulasi
30
Kavling Industri + Sirkulasi
- Kavling
70
- Sirkulasi
30
Service + Sirkulasi 30%
- Public Area
70
- Sirkulasi
30
Ruang Terbuka Hiaju (RTH)

100 :
20 :
700
300
60 :
210
900
10 :
350
150
10 :

500 m
100 m
m
m
300 m
m
m
50 m
m
m
50 m