Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TETAP KIMIA ANALITIK INSTRUMEN

( SPEKTROFOTOMETRI UV/VIS )
INSTRUKTUR

: Ir. Rusdianasari, M.Si.

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 3
Astrid Amelia
Dinda Mei Lianto
Muhammad Hidayat Faikar
Prabtama Hernanda
Tania Dwi Putri
Zulfa
KELAS

NPM: 061530401020
NPM: 061530401023
NPM: 061530401029
NPM: 061530401034
NPM: 061530401038
NPM: 061530401041
: 3 KD

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2016/2017
Spektrofotometri UV- VIS

I.

TUJUANPERCOBAAN
Setelahmelakukanpercobaaninimahasiswadiharapkandapat:

Menggunakanalatsektrofotometersinartampak(VIS)danultraviolet
Menganalisiscuplikansecaraspektrofotometri.

II.ALATDANBAHANYANGDIGUNAKAN
2.1 Alatyangdigunakan

Spektrofotometer
Kuvet/sel
Labutakar250mL
Labutakar100mL
Labutakar50mL
Gelaskimia100mL
Pipetukur10mL
Batangpengadukdanspatula
Coronggelas
Pipettetes
Bolahisap
Botolsemprot

2.2 Bahanyangdigunakan

KristalCuSO4.5H2O
LarutanH2SO4pekat
Larutanamoniapekat
Sampel

III.GAMBARALAT(terlampir)

IV.DASARTEORI
DEFENISI SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
Spektrofotometer Uv-Vis adalah alat yang digunakan untuk mengukur transmitansi,
reflektansi dan absorbsi dari cuplikan sebagai fungsi dari panjang gelombang serta untuk
pengukuran didaerah ultra violet dan didaerah tampak. Semua metode spektrofotometri
berdasarkan pada serapan sinar oleh senyawa yang ditentukan, sinar yang digunakan adalah

sinar yang semonokromatis mungkin.Spektrofotometer sesuai dengan namanya merupakan


alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari
spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas
cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorbsi.
Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi cahaya secara relatif jika
energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang
gelombang. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum sinar tampak yang
sinambung dan monokromatis. Sel pengabsorbsi untuk mengukur perbedaan absorbsi antara
cuplikan dengan blanko ataupun pembanding.
Spektrofotometer UV-Vis (Ultra Violet-Visible) adalah salah satu dari sekian banyak
instrumen yang biasa digunakan dalam menganalisa suatu senyawa kimia. Spektrofotometer
umum digunakan karena kemampuannya dalam menganalisa begitu banyak senyawa kimia
serta kepraktisannya dalam hal preparasi sampel apabila dibandingkan dengan beberapa
metode analisa. Spektrofotometri UV/Vis melibatkan energi elektronik yang cukup besar
pada molekul yang dianalisis, sehingga spetrofotometer UV/Vis lebih banyak dpakai ntuk
analisis kuantitatif dibanding kualitatif.
B.

Prinsip Kerja Spektrofotometer Uv-Vis

Prinsip kerja spektrofotometri UV-Vis adalah interaksi yang terjadi antara energy
yang berupa sinar monokromatis dari sumber sinar dengan materi yang berupa molekul.
Besar energy yang diserap tertentu dan menyebabkan electron tereksitasi dari ground state ke
keadaan tereksitasi yang memiliki energy lebih tinggi. Serapan tidak terjadi seketika pada
daerah ultraviolet-visible untuk semua struktur elektronik tetapi hanya pada system-sistem
terkonjugasi, struktur elektronik dengan adanya ikatan p dan non bonding electron.
Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert Beer, bila cahaya
monokromatik (Io) melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut diserap (Ia),
sebagian dipantulkan (Ir), dan sebagian lagi dipancarkan (It).
Berdasarkan teori tersebut, pinsip kerja dari alat ini adalah suatau cahaya
monokromatik akan melalui suatu media yang memiliki suatu konsentrasi tertentu, maka
sakan membentuk spectrum cahaya, namun ketika melewati monokromator, cahaya yang
keluar hanya akan terdapat satu cahaya yaitu yang sesuai dengan setting awal, misalnya
warna hijau. Setelah keluar dari monokromator, cahaya akan menembus sampel atau larutan
yang kemudian menuju detector dimana cahaya yang di hasilkan dari sampel akan di ubah
menjadi listrik yang kemudian akan terbaca hasil pada read out (monitor).

Spectrum cahaya yang dapat terlihat oleh mata terentang antara 400 nm sampai 800
nm. Pada tekhnik sptrofotometri, cahaya dari sumber cahaya diuraikan menggunakan prisma
sehingga di peroleh cahaya monokromatis yang diserap oleh zat yang akan diperiksa. Cahaya
monokromatis merupakan cahaya satu warna dengan satu panjang gelombang, sehingga
cahaya yang diserap oleh larutan berwarna dapat diukur.
Warna yang diserap oleh suatu senyawa merupakan warna komplementer dari warna
yang teramati. Beberapa warna yang diamati dan warna komplementernya terdapat pada tabel
berikut ini :
Tabel1.Warnadanwarnakomplementer
Panjanggelombang

Warna

Warna

(nm)
400435

Ungu

komplementer
Hijaukekuningan

435480

Biru

Kuning

480490

Birukehijauan

Jingga

490500

Hijaukebiruan

Merah

500560

Hijau

Ungukemerahan

560580

Hijaukekuningan

Ungu

595610

Jingga

Birukehijauan

610680

Merah

Hijaukebiruan

680700

Ungukemerahan

hijau

Sinar dari sumber cahaya akan dibagi menjadi dua berkas oleh cermin yang berputar
pada bagian dalam spektrofotometer. Berkas pertama akan melewati kuvet berisi blanko,
sementara berkas kedua akan melewati kuvet berisi sampel. Blanko dan sampel akan
diperiksa secara bersamaan. Adanya blanko, berguna untuk menstabilkan absorbsi akibat
perubahan voltase dari sumber cahaya.
Berdasarkan teknik optika sinar, terdiri dari:
1.
Spektrofotometer Optika Sinar Tunggal (Single Beams Optic).
a.
Semua cahaya melewati seluruh sel sampel.
b.
Contoh alat spektrofotometer single beam adalah spektronik 20.
c. Alat ini merupakan desain paling awal tetapi masih banyak digunakan baik
2.

dalam pengajaran maupun laboratorium industry


Spektrofotometer Optika Sinar Ganda (Double Beams Optic).
a. Cahaya terbagi ke dalam dua arah/berkas.
b. Berkas cahaya pertama melewati sel pembanding, dan cahaya yang lainnya
melewati sel sampel.

C.

c. Berkas cahaya kemudian bergabung kembali, masuk ke detektor.


d. Detektor merespon cahaya netto dari kedua arah.
e. Beberapa alat double beam memiliki dua detektor, sampel dan sinar penghubung
diukur pada waktu yang sama.
Cara Kerja Spektrofotometer Uv-Vis
Spektroskopi UV-Vis digunakan untuk cairan berwarna. Sehingga sampel yang akan

diidentifikasi harus diubah dalam senyawa kompleks. Analisis unsur berasal dari jaringan
tanaman, hewan, manusia harus diubah dalam bentuk larutan, misalnya destruksi campuran
asam (H2SO4+ HNO3 + HClO4) pada suhu tinggi. Larutan sample diperoleh dilakukan
preparasi tahap berikutnya dengan pereaksi tertentu untuk memisahkan unsur satu dengan
lainya, misal analisis Pb dengan ekstraksi dithizon pada pH tertentu. Sampel Pb direaksikan
dengan amonium sitrat dan natriun fosfit, pH disesuaikan dengan penambahan amonium
hidroksida kemudian ditambah KCN dan NH2OH.HCl dan ekstraksi dengan dithizon.
Spectra elektronik senyawaan dalam fasa uap kadang-kadang menunjukkan struktur
halus vibrasi yang dapat teramati, namun dalam fasa-fasa mampat, tingkat energy molekul
demikian terganggu oleh tetanggga-tetangga dekatnya, sehingga sering kali hanya tampak
pita lebar. Semua molekul dapat menyerap radiasi dalam daerah UV-tampak karena mereka
mengandung electron, baik sekutu maupun menyendiri, yang dapat dieksitasikan ke tingkat
energy yang lebih tinggi. Panjang gelombang pada absorpsi akan terjadi bergantung pada
betapa kuatnya electron itu terikat dalam molekul.
Electron dalam suatu ikatan kovalen tunggal terikat dengan kuat, dan diperlukan
radiasi berenergi tinggi atau panjang gelombang pendek, untuk eksitasinya. Misalnya, alkana,
yang hanya mengandung ikatan tunggal C H dan C C tidak menunjukkan serapan di atas
160 nm. Metana menunjukkan suatu puncak pada 122 nm yang ditandai sebagai *. Ini berarti
bahwa suatu electron dalam orbital ikatans-stransisi (bonding) sigma dieksitasikan ke orbital
anti ikatan (antibonding) sigma. Jika suatu molekul mengandung sebuah atom seperti klor
yang mempunyai pasangan electron menyendiri, sebuah electron tak terikat (nonbonding)
dapat dieksitasikan ketingkat energy yang lebih tinggi. Karena electron nonbonding tak
terikat terlalu kuat seperti electron bonding sigma, maka absorbsinya terjadi pada panjang
gelimbang yang lebih panjang.
Electron dalam ikatan rangkap dan ganda tiga agak mudah dieksitasikan ke orbital
yang lebih tinggi. Suatu transisi * bila sebuah electron pi ditingkatkan dari suatuppdilambangkan dengan orbital bonding-pi ke suatu orbital antibonding pi. Penyerapan energy
dalam transisi semacam itu biasanya lebih intensif daripada dalam *. Dalam molekul
tergonjugasi (yakni molekul yang memilikis-stransisi ikatan-ikatan rangkap berselang seling
dengan ikatan rangkap) absorbs bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang.

D.

Bagian dan Fungsi dari Spektrofotometer Uv-Vis


Berikut Bagian-bagian dari alat Spektrofotometer UV-Vis :

1.

Sumber cahaya
Sumber sinar polikromatis berfungsi sebagai sumber sinar polikromatis dengan berbagai

macam rentang panjang gelombang. Untuk sepktrofotometer:


a.
UV menggunakan lampu deuterium atau disebut juga heavi hydrogen (160-375 nm)
b.
VIS menggunakan lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram (lampu pijar)
menghasilkan spectrum kontiniu 320-2500 nm
c.
UV-VIS menggunan photodiode yang telah dilengkapi monokromator
d.
Infra merah, lampu pada panjang gelombang IR.
e.
Lampu Tungsten (Wolfram) : Lampu ini digunakan untuk mengukur sampel pada
daerah tampak. Bentuk lampu ini mirip dengna bola lampu pijar biasa. Memiliki panjang
gelombang antara 350-2200 nm. Spektrum radiasianya berupa garis lengkung. Umumnya
memiliki waktu 1000 jam pemakaian.
2.
Monokromator, terdiri atas :
a.
Prisma, berfungsi mendispersikan radiasi elektromagnetik sebesar mungkin supaya di
dapatkan resolusi yang baik dari radiasi polikromatis.
b.
Kisi difraksi, berfungsi menghasilkan penyebaran dispersi sinar secara merata, dengan
pendispersi yang sama, hasil dispersi akan lebih baik. Selain itu kisi difraksi dapat digunakan
dalam seluruh jangkauan spektrum.
c.
Celah optis, berfungsi untuk mengarahkan sinar monokromatis yang diharapkan dari
sumber radiasi. Apabila celah berada pada posisi yang tepat, maka radiasi akan dirotasikan
melalui prisma, sehingga diperoleh panjang gelombang yang diharapkan.
d.
Filter, berfungsi untuk menyerap warna komplementer sehingga cahaya yang diteruskan
merupakan cahaya berwarna yang sesuai dengan panjang gelombang yang dipilih.
Monokromator berfungsi sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu mengubah cahaya
yang berasal dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya monaokromatis. Jenis
monokromator yang saat ini banyak digunakan adalan gratting atau lensa prisma dan filter
optik. Jika digunakan grating maka cahaya akan dirubah menjadi spektrum cahaya.
Sedangkan filter optik berupa lensa berwarna sehingga cahaya yang diteruskan sesuai dengan
warnya lensa yang dikenai cahaya. Ada banyak lensa warna dalam satu alat yang digunakan
sesuai dengan jenis pemeriksaan.
3.
Kompartemen sampel
Kompartemen ini digunakan sebagai tempat diletakkannya kuvet. Kuvet merupakan
wadah yang digunakan untuk menaruh sampel yang akan dianalisis.
Kuvet yang baik harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
a.
Permukaannya harus sejajar secara optis
b.
Tidak berwarna sehingga semua cahaya dapat di transmisikan
c.
Tidak ikut bereaksi terhadap bahan-bahan kimia
d.
Tidak rapuh

e.

Bentuknya sederhana
UV, VIS dan UV-VIS menggunakan kuvet sebagai tempat sampel. Kuvet biasanya

terbuat dari kuarsa atau gelas, namun kuvet dari kuarsa yang terbuat dari silika memiliki
kualitas yang lebih baik. Hal ini disebabkan yang terbuat dari kaca dan plastik dapat
menyerap UV sehingga penggunaannya hanya pada spektrofotometer sinar tampak (VIS).
Cuvet biasanya berbentuk persegi panjang dengan lebar 1 cm.
IR, untuk sampel cair dan padat (dalam bentuk pasta) biasanya dioleskan pada dua
lempeng natrium klorida. Untuk sampel dalam bentuk larutan dimasukan ke dalam sel
natrium klorida. Sel ini akan dipecahkan untuk mengambil kembali larutan yang dianalisis,
jika sampel yang dimiliki sangat sedikit dan harganya mahal.
4.

Detektor
Detektor berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan dari sampel dan mengubahnya

menjadi arus listrik.


V. LANGKAHKERJA
A.

Pembuatanlarutanstandar(larutankalibrasi)
1. Larutkan3,927gramCuSO4.5H2Odalamlabutakar500ml,tambahkan5mlH2SO4
pekatencerkansampaitandabatasdenganmenambahkanairaquadest1ml=2mg
Cu2+.
2.Pindahkanlarutandiatassejumlahmasingmasing:0,4,8,12,16,20mlkedalam
masingmasinglabu100mldengan5mlNH3pekatdanencerkandenganairaquadest
sampaitandabatas.
3. Hitungkonsentrasidaritiaptiaplarutandiatas.

B. Penentuanpanjanggelombangmaksimum(maks)
1.
2.
3.
4.

Hidupkanalatspektrofotometeruv/vis
TekanF1(Taks)pilihsingleWL(tunggal)tekanenter.
Masukkanminimum(450nm),tekanF6(done).
Masukkankuvet1(larutanblanko)padatempatkuvetpadaalatspektrofotometer,

5.

tekanF8(blank).
Ganti kuvet 1 dengan kuvet 2 (larutan standar ,misal cs= 100 ppm), tekan F7

6.
7.
8.

(sampel).Catatabsorbansipada450nm.
TekanF2(setting),pilih1wavelength,tekanenter.
Masukkanberikutnya(misalnya460nm,denganinterval10nm),tekanF6(done).
Ulangilangkahke4hinggalangkahke7hingga=750nm.

C.

MengukurAbsorbansiLarutanStandar
1. Tekan F2 lalu memilih spektrofotometri, kemudian mengatur range pengukuran
panjang gelombang (), lalu memasukkan panjang gelombang 450750 nm,
menekanF6/done.
2. MemilihF1lalumemilihsinglewavelengthdanmenekanEnter.
3. MenekanF2danmemilihwavelength,menekanenterdanmemasukkan=600nm,
lalumenekanF6/done.
4. Mengisi kuvet standar dengan larutan blanko, kemudian meletakkan di
spektrofotometerdanmenekanF8.

VI. DATA PENGAMATAN


a. Mencari panjang gelombang ( ) maksimum
No.

Panjang Gelombang ( nm)

Absorbansi

223

1,128

225

1,537

227

1,782

229

1,991

231

2,612

233

2,328

235

2,561

b. Tabel kurva kalibrasi


No.

Volume Induk (ml)

Konsentrasi (ppm)

Absorbansi

99,9

1,128

10

199,9

1,537

15

299,7

1,782

20

399,6

1,991

25

499,6

2,612

30

599,4

2,328

35

699,3

2,561

c. Pengukuran Sampel
No.

Sampel yang bereaksi

Absorbansi

3,5 ml dalam 100 ml air

1,72

4,7 ml dalam 50 ml air + ( ditambah NH3)

2,428

VII. PERHITUNGAN
a. Perhitungan larutan standar induk melarutkan 3,9270 gram CuSO4.5H2O dalam labu 500
ml.
Faktor gravimetri Cu = 0,244 gram
Gram Cu
= gram CuSO4.5H2O x Faktor gravimetri Cu
= 3,9270 gram x 0,244 gram
= 0,999 gram
= 999 mg
999 mg di dalam 500 ml air
gram Cu
M1
=
V . air
=

999 mg
0,5 L

= 1998 mg/L

= 1998 ppm
b. Perhitungan pengenceran larutan standar yang akan jadi larutan standar kalibrasi
M1 = 1998 ppm
0 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 0 ml = M2 x 100ml
M2 = 0 ppm
5 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2

1998 ppm x 5 ml = M2 x 100ml


M2 = 99,9 ppm
10 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 10 ml = M2 x 100ml
M2 = 199,8 ppm
15 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 15 ml = M2 x 100ml
M2 = 299,7 ppm
20 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 20 ml = M2 x 100ml
M2 = 399,6 ppm
25 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 25 ml = M2 x 100ml
M2 = 499,5 ppm
30 ml larutan induk dalam 100 ml air
M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 30 ml = M2 x 100ml
M2 = 599,4 ppm
35 ml larutan induk dalam 100 ml air

M1 x V1 = M2 x V2
1998 ppm x 35 ml = M2 x 100ml
M2 = 699,3 ppm
c. Penentuan konsentrasi sampel berdasarkan perhitungan manual
Sampel 1 ( 3,5 ml dalam 100 ml )
M1 x V1 = M2 x V2
3,5 ml x 1998 ppm = 100ml x M2
M2 = 69, 93 ppm
Sampel 2 ( 4,7 ml dalam 50 ml )
M1 x V1 = M2 x V2
4,7 ml x 1998 ppm = 50ml x M2
M2 = 187,812 ppm

VIII. TABEL GRAFIK ABSORBANSI TERHADAP LARUTAN STANDAR


No.

Konsentrasi Larutan Standar

Absorbansi

99,9

1,128

199,8

1,537

299,7

1,782

399,6

1,991

499,5

2,167

599,4

2,328

699,3

2,561

3
2.5

f(x) = 0x + 1.03
R = 0.98

2
1.5
Linear ()
1
0.5
0
0

100

200

300

400

500

600

700

800

IX. ANALISA PERCOBAAN


Setelah melakukan percobaan spektrofotometri UV/Vis dapat dianalisa bahwa prinsip
kerja spektrofotometri UV/Vis adalah interaksi yang terjadi antara energy yang berupa sinar
monokromatis dari sumber sinar dengan materi yang berupa molekul. Tujuan praktikum kali
ini adalah untuk mengukur konsentrasi suatu unsur dalam sebuah sampel. Pada praktikum di
job ini kami tidak melakukan percobaan dikarenakan alatnya yang rusak. Sehingga kami
diberikan data absorbansi untuk mencoba pengaplikasian di perhitungan.
Berdasarkan literatur yang dibaca pada praktikum ini menggunakan metode kurva
kalibrasi. Dengan menggunakan kristal CuSO4.5H2O 3,9270 gram pada 500 ml air dalam
1998 ppm.
Cahaya yang diserap sebanding dengan konsentrasi zat yang terkandung dalam
sampel sehingga akan diketahui konsentrasi zat dalam sampel secara kuantitatif.
X. KESIMPULAN
Setelah dianalisa dapat disimpulkan bahwa :
1. Komponen komponen alat spektrofotometri UV/Vis yaitu, sumber radiasi,
monokromator, sel atau kuvet, detektor, dan recorder.
2. Spektrofotometri UV/Vis adalah pengukuran energy cahaya oleh suatu sistem
pada panjang gelombang tertentu.
3. Volume induk = 5ml kosentrasi 99,9 ppm
= 10ml kosentrasi 199,8 ppm
= 15ml kosentrasi 299,7 ppm
= 20ml kosentrasi 399,6 ppm
= 25ml kosentrasi 499,5 ppm
= 30ml kosentrasi 599,4 ppm
= 35ml kosentrasi 699,3 ppm

DAFTAR PUSTAKA
Tim penyusun, 2016,
Palembang.

jobsheet Kimia Analitik Instrumen, Politeknik Negeri Sriwijaya,

GAMBAR ALAT

Spektrofotometri UV/Vis